Yamaha Lempar Kode ke Jokowi supaya Motor di Atas 250 Cc Bebas Pajak

Sebaliknya, Dyon menuturkan, di sejumlah negara maju tujuan ekspor, tidak dikenakan pajak barang mewah di atas 250 cc. Adapun kebijakan regulasi pajak  barang mewah untuk sepeda motor bermesin di atas 250 cc terjadi sejak 20 tahun lalu.

Dyon menjabarkan, pada saat itu, kebijakan ini dibuat untuk memproteksi produksi dalam negeri di tengah munculnya barang barang impor bermesin besar.

Tapi saat ini Indonesia telah berubah. Bahkan pabrik Yamaha sendiri telah membuat motor sport R3 bemesin 300 cc dan dikirim ke luar negeri.

Namun sayang karena pajak R3 berbeda, motor bergaya sport itu tidak dijual di Indonesia. Jika pun memang dijual maka harganya akan mahal.

“Kita ingin ekspor kencang, skala ekonomi juga harus ditingkatkan. Kalau 300 cc bebas barang mewah, masyarakat bisa menikmati motor dengan harga tidak jauh dari Eropa,” terang Dyon.

 “Mesin sendiri dari 250 cc ke 300 cc itu bedanya paling 10 persen, pajaknya saja yang tinggi,” tutur Dyon.

Dyon sendiri menyayangkan, apabila ada sepeda motor dengan harga Rp 50 juta, maka dengan pajak tinggi sekitar 40 persen, harga sepeda motor tersebut bisa tembus Rp 90 jutaan.

“Jadi orang Indonsia bisa menikmati motor tidak jauh berbeda, jadi kalaupun beda mungkin sekitar Rp 3-4 juta,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *