Grup Garuda Indonesia Pangkas Harga Tiket 20 Persen Mulai Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Grup Garuda Indonesia melalui lini layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia serta grup Sriwijaya Air-NAM Air menurunkan  harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20 persen.

Penurunan harga tiket tersebut berlaku mulai Kamis, 14 Februari 2019. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Ari Akshara mengatakan, ‎penurunan tarif tiket pesawat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia  National Air Carrier Association (INACA) yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden RI mengenai penurunan tarif tiket penerbangan dalam mendukung upaya peningkatan sektor perekonomian nasional khususnya untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, hingga industri nasional lainnya, mengingat layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian,” ujar dia di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Selain itu, lanjut dia, penurunan tersebut sejalan dengan komitmen dan upaya peningkatan akses konektivitas udara bagi masyarakat, 

‎”Garuda Indonesia Group memastikan komitmen penurunan harga tiket pesawat sejalan dengan dengan sinergi intensif yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga” kata dia.

Langkah yang diambil oleh grup Garuda Indonesia sebagai BUMN tersebut juga sejalan dengan sinergi positif seluruh sektor penunjang layanan penerbangan dalam memastikan tata kelola industri penerbangan yang tepat guna.

Hal ini baik dari aspek aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara serta business sustainability maskapai penerbangan di Indonesia.

Lebih lanjut melalui penurunan tarif tiket penerbangan tersebut, grup Garuda Indonesia berharap akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara dapat semakin terbuka luas.

Grup Garuda Indonesia dapat mengakomodir aspirasi masyarakat dalam memberikan pelayanan berkualitas yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat.

“Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif,” ujar Ari.

2 dari 2 halaman

Menpar Terima Keluhan soal Tingginya Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, tingginya harga tiket pesawat memberi dampak penurunan bagi sektor pariwisata.

Dirinya pun mengaku sempat mendapat keluhan dari berbagai provinsi lantaran jumlah kunjungan wisatawan turun akibat harga tiket pesawat yang tinggi.

“Banyak sekali protes hampir dari semua provinsi. mulai Aceh, Medan, Batam, Pekanbaru, Padang, gubernurnya langsung protes ke saya. Karena kenaikannya terlalu tinggi,” kata dia saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 13 Februari 2019.

Arief menuturkan, jika harga tiket untuk penerbangan domestik naik, secara otomatis akan berpengaruh pada permintaan tiket. Turunnya jumlah permintaan tiket tersebut kemudian bisa berdampak pada sektor pariwisata di Indonesia.

“Ada rekan nanya ke saya apa pengaruh kenaikan? Pengaruh kenaikan harga pasti penurunan demand, itu namanya price elasticity. Jadi kalau harga naik 20 persen demand turun 20 persen kalalu harga naik 100 persen demand 0 itu. Teorinya seperti itu,” ujar dia.

Dirinya pun tidak mempermasalahkan tingginya harga tiket pesawat, hanya saja perlu disesuaikan dengan harga pasar.

Bahkan, apabila ini dibiarkan secara terus menerus, dirinya menilai justru akan memberikan beban bagi pelaku usaha khususnya di sektor pariwisata. 

“Dan itu berbahaya. Jangan sampai kita mahal sendirian apalagi kalau international flight, memalukan kalau kita dibandingkan dengan negara lain harga kita jauh lebih tinggi,” kata dia.

“Jadi kalau mau naik 100 persen proyeksikan saja naiknya 3 tahun jangan sekarang,” tambah dia


Saksikan video pilihan di bawah ini:

KPK Cecar Ketua Fraksi PKB Soal Proses Anggaran DAK Kebumen

Liputan6.com, Jakarta -f Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kebumen yang menjerat Wakil Ketua nonaktif DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan Jazilul berkaitan dengan proses dan prosedur penganggaran DAK Kebumen. Hal tersebut juga ditelisik kepada anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat, Djoko Udjianto yang juga diperiksa hari ini.

“Dua saksi dari DPR RI dikonfirmasi terkait proses dan prosedur penganggaran, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujar Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Usai menjalani pemeriksaan, Jazilul tak banyak memberikan pernyataan kepada awak media. Dia mengaku telah menjelaskan semuanya ke penyidik KPK.

“Ini soal Pak Taufik Kurniawan, sudah saya jelaskan kepada penyidik terkait yang saya ketahui menyangkut dengan Pak Taufik Kuniawan,” kata Jazilul yang merupakan mantan Wakil Ketua Banggar itu.

Saat ditanya apakah dirinya dicecar penyidik KPK terkait proses dan prosedur penganggaran DAK Kebumen, Jazilul tak mengakuinya.

“Bukan (terkait anggaran), maksudnya saya dimintai keterangan dan sudah saya jelaskan ke penyidik,” kata Jazilul.

2 dari 3 halaman

Sudah Periksa Sejumlah Legislator

Sebelumnya, pada Selasa 12 Februari 2019, KPK memeriksa Ketua Komisi III DPR Kahar Muzakir, anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Riski Sadig, dan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah.

Ketiganya yang merupakan mantan Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR ini ditelisik soal proses dan pengajuan anggaran dana alokasi khusus (DAK) Kebumen.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar yang merupakan bagian dari komitmen fee 5 persen atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen yang disahkan sebesar Rp 93,37 miliar.

Taufik menerima suap tersebut dari Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad (MYF). Yahya sebelumnya sudah dijerat KPK dalam kasus suap DAK bersama delapan orang lainnya.

KPK mengisyaratkan kemungkinan ada keterlibatan pihak lain selain Taufik dalam kasus dugaan suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen ini.

“Memang ada upaya dari kepala daerah, MYF waktu itu, untuk mendekati beberapa pimpinan DPR. Meskipun sejauh ini baru ada satu orang,” kata Febri beberapa waktu lalu.

Febri juga sempat menyatakan jika proses pembahasan dan pengurusan DAK Kebumen ini tak mungkin dilakukan hanya satu orang.

“Kalau memang tersangka ingin membuka peran pihak lain, silakan saja. Karena proses anggaran pembahasan ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang,” kata Febri.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Momen 100 Tahun, Bentley Boyong Model Edisi Khusus ke Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Tahun ini salah satu merek mobil premium yang beroperasi di Tanah Air, Bentley siap meluncurkan berbagai model baru. Dengan memanfaatkan momen perayaan 100 tahun, pabrikan yang berada di bawah naungan PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) ini siap mengaspalkan beberapa model edisi khusus.

Dijelaskan Dhani Yahya, Brand Director PT WAE untuk Bentley Indonesia, menghadirkan beberapa model baru tahun ini, merupakan strategi untuk terus meningkatkan penjualan.

“Tahun ini sangat luar biasa untuk kami, karena berkaitan dengan 100 tahun extraordinary Bentley dari 1919 ke 2019. Jadi, semua mobil yang diproduksi tahun ini ada centenary specification, tidak limited dan tersedia untuk semua mobil,” jelas Dhani saat berbincang dengan wartawan di bilangan Jakarta Selatan.

Lanjutnya, momen 100 tahun ini bakal jadi gimik yang menarik. Pasalnya, dengan konsumen yang cukup loyalis untuk jenama asal Inggris tersebut, memiliki mobil edisi khusus seperti sebuah kebanggan tersendiri, dan hal tersebut akan sangat dimanfaatkan untuk mengangkat penjualan.

“Khusus untuk beberapa ada yang limited edition, pertama Mulsanne yang akan diproduksi sebanyak 100 unit. Setelah itu, akan diluncurkan segera Continental GT yang centenary dan hanya akan diproduksi 100 unit,” tegasnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Selain itu, versi convertible atau atap terbuka untuk Continental GT dan Bentayga juga bakal dihadirkan. Dua model ini, juga tidak lepas dari spesifikasi 100 tahun, yang sepertinya bakal menjadi senjata andalan untuk menjual produknya tahun ini.

Untuk diketahui, tampilan edisi 100 tahun Bentley ini baru bisa terlihat saat Geneva Motor Show Maret mendatang. Kemungkinan besar, konsumen pun baru bisa mendapatkan unitnya akhir tahun maupun tahun depan.

Namun Dhani menjamin, pemilik yang melakukan pemesanan pada 2019, mendapatkan mobil mewah edisi khusus ini.

“Edisi 100 tahun, sesuatu yang memberikan energi untuk meningkatkan penjualan,” pungkas Dhani.

Menko Luhut Setuju Swasta Ikut Jual Avtur

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tingginya harga avtur. Dia menilai harga avtur menjadi mahal karena penjualannya dimonopoli oleh PT Pertamina (Persero).

Karena itu, Mantan Walikota Solo ini berencana membuka jalan bagi pemain swasta untuk ambil bagian dalam penjualan avtur. Hal tersebut dilakukan agar tercipta kompetisi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa opsi yang ditawarkan Jokowi tersebut sangat bagus.

“Bagus juga (swasta ikut menjual avtur) Kenapa tidak? Sekarang mungkin lagi dirumuskan jangan lagi hanya Pertamina,” kata dia, saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurut dia, dengan adanya opsi yang demikian, Presiden ingin memberi ruang pada sektor swasta untuk terlibat dalam ekonomi, terutama penjualan BBM.

“Presiden mau tidak hanya semua BUMN. Memang ada kewajiban Pertamina juga untuk daerah-daerah terpencil ndak bisa dipungkirin sih,” jelas dia.

Diharapkan dengan masuknya sektor swasta dalam penjualan avtur, maka harga avtur di Indonesia bisa lebih kompetitif.

“Sedang dikaji opsi itu. Sangat dikaji. Karena kalau tidak kita kalah bersaing,” tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Jokowi Bakal Panggil Pertamina

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat keluhan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tentang mahalnya harga Avtur. Mahalnya harga avtur ini membuat tiket pesawat mahal serta kamar- kamar hotel menjadi sepi.

Jokowi pun mengaku kaget mendengar hal tersebut. Untuk itu, dia akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati untuk meminta kejelasan harga avtur di dalam negeri.

“Berkaitan dengan harga tiket pesawat saya terus terang kaget dan malam hari ini saya baru tahu mengenai pak CT (Chairul Tanjung) mengenai avtur. Yang ternyata avtur yang dijual di (Bandara) Soetta itu di monopoli oleh Pertamina sendiri,” kata Jokowi saat menghadiri acara Gala Dinner PHRI di Hotel Sahid Jakarta, Senin 11 Januari 2019.

“Sehingga besok pagi saya akan undang Dirut Pertamina,” sambungnya.

Jokowi mengatakan dirinya akan memberikan dua pilihan kepada Pertamina, yaitu menurunkan harga atau mengizinkan perusahaan minyak lainnya untuk menjual avtur. Hal ini lantaran dia menilai harga avtur yang tinggi akan berdampak negatif kepada sektor-sektor lainnya.

“Karena memang segitu menggangu, saya belum sempat mengundang, tapi sudah disampaikan dulu Pak Hariyadi,” ucapnya.

Saat menghadiri acara tersebut, Jokowi mendapat gelar sebagai Bapak Pariwisata Nasional. Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani, mengatakan gelar tersebut diberikan karena Jokowi dinilai berperan besar terhadap pengembangan pariwisata di Indonesia.

“Kami sudah memperhatikan Bapak sejak di Solo, kami melihat perhatian Bapak. Bapak membangun infrastruktur secara masif dan mengejar ketertinggalan infrastruktur,” jelas Hariyadi di lokasi.

Untuk itu, Hariyadi meminta agar penghargaan tersebut tidak dikaitkan dengan hal-hal politik.

“Penghargaan kami kepada bapak adalah objektif melihat kinerja yang dilakukan bukan karena bapak saat ini sedang sibuk kampanye. Kami berharap tidak dikaitkan dengan politis,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Selain itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Hadiri Gala Dinner PHRI, Jokowi Dapat Gelar Bapak Pariwisata Nasional

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara gala dinner 50 tahun Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Hotel Sahid Jakarta, Senin (11/2/2019). Pada acara itu, Jokowi mendapat gelar sebagai Bapak Pariwisata Nasional.

“Izinkan kami memberikan penghargaan kepada bapak Presiden sebagai Bapak Pariwisata Nasional,” kata Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani saat memberika sambutan.

Jokowi sendiri tiba di lokasi pada pukul 20.45 WIB. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu duduk bersama Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani, pemilik CT Corp Chairul Tanjung, dan Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani.

Hariyadi Sukamdani mengatakan gelar tersebut diberikan karena Jokowi dinilai berperan besar terhadap pengembangan pariwisata di Indonesia. Jokowi juga disebut memiliki perhatian yang besar terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia.

“Kami sudah memperhatikan Bapak sejak di Solo, kami melihat perhatian Bapak. Bapak membangun infrastruktur secara masif dan mengejar ketertinggalan infrastruktur,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Tak Ada Kaitan dengan Politik

Hariyadi meminta agar penghargaan tersebut tidak dikaitkan dengan hal-hal politik.

“Penghargaan kami kepada bapak adalah objektif melihat kinerja yang dilakukan bukan karena bapak saat ini sedang sibuk kampanye. Kami berharap tidak dikaitkan dengan politis,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Selain itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Hadiri HUT PHRI, Jokowi Cabut Larangan Mendagri Tak Boleh Rapat di Hotel

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri hadir di acara gala dinner yang digelar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Gala dinner bertempat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Acara telah dimulai pada pukul 19.00 WIB. Namun Jokowi baru tiba di lokasi, yakni di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019), sekitar pukul 20.50 WIB.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Setelah itu, ada pengumuman pemenang untuk nominasi-nominasi beragam kategori hotel dan restoran. Peserta gala dinner tampak kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Tampak hadir Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Ketua PHRI Haryadi Sukamdani.

Dalam sambutannya, Ketua PHRI Haryadi Sukamdani mengeluhkan adanya aturan larangan dari Mendagri terkait dengan tidak bolehnya instansi pemerintah menggelar rapat di hotel demi efisiensi. Hal tersebut menyusul kasus di Papua atas dugaan penganiayaan terhadap penyelidik KPK di hotel.

“Kami meminta agar larangan berkegiatan di hotel bisa dicabut, karena dampak negatifnya lebih besar di masyarakat dan harapan efisiensi juga tidak tercapai,” kata Haryadi.

Keluhan PHRI yang disampaikan Haryadi tadi dijawab langsung oleh Jokowi dalam sambutannya. Dia menyebut langsung menghubungi Mendagri menanyakan terkait rencana aturan pelarangan tersebut.

Jokowi menegaskan Mendagri telah menyampaikan bahwa aturan tersebut tak akan ditindaklanjuti.

“Sudah beres, Pak (Presiden), tidak akan ditindaklanjuti,” ujar Jokowi menirukan balasan pesan dari Mendagri.

Sontak pernyataan Jokowi tersebut disambut riuh tepuk tangan satu ruangan.


(rna/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Meski Didemo Santri, Fadli Zon Tolak Minta Maaf soal Puisi

Jakarta

Waketum Gerindra Fadli Zon menolak meminta maaf atas puisi ‘Doa yang Ditukar’. Fadli Zon menegaskan puisi tidak bermaksud menyinggung KH Maimun Zubair (Mbah Moen).

“Ya, untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Menurut dia, puisinya itu tak merujuk kepada Mbah Moen. Fadli meminta agar puisi ‘Doa yang Ditukar’ itu tak dipolitisasi. Fadli Zon menegaskan dia menghormati Mbah Moen.

“Saya sudah jelaskan beberapa kali bahwa puisi itu ekspresi dan nggak ada hubungannya dengan Mbah Maimoen. Saya kira bagi mereka yang memahami puisi, itu sangat jelas. Bahkan dalam puisi itu disebutkan kaum penguasa, Mbah Maimoen kan bukan penguasa,” ujarnya.

“Jadi jangan dipolitisir, jangan digoreng, maupun dipelintir. Nggak ada sama sekali, saya mengenal beliau adalah ulama yang baik, ulama yang humble, ulama yang arif,” imbuh Fadli.

Fadli Zon sebelumnya didemo Aliansi Santri Bela Kiai di Jember, Jawa Timur, Minggu (10/2). Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi, aksi protes asbak itu sebagai bentuk ungkapan keprihatinan dan protes kepada Fadli Zon yang dinilai menghina kiai.

“Tidak hanya karena puisinya, sejumlah kiai selain Kiai Maimun Zubair, ada Gus Yahya Stakuf dihina, bahkan Kiai Haji Ma’ruf Amin juga dihina, selaku Rais Am PBNU pada saat itu juga dihina, jadi (aksi) ini respon dari para santri,” ujar Ayub.

Karena itu, lanjut Ayub, para santri di Jember menuntut permintaan maaf dari Fadli Zon.

“Paling lambat 2 x 24 jam, karena tidak seharusnya seorang pimpinan DPR RI bertindak tidak baik (menghina kiai atau ulama), itu melukai para santri,” tandasnya.

Atas respons Fadli Zon yang menolak meminta maaf, salah satu pengasuh ponpes di Jember menyatakan mendoakan Fadli Zon.

“Ya kita berdoa saja,” kata pengasuh Ponpes Raudatul Ulum, Sumber Wringin, Kecamatan Sukowono, Jember Moh. Nadhif Misbah, Senin (11/2).

Pria yang karib disapa Ra Nadhif ini, mengatakan seharusnya Fadli Zon jujur kepada siapa puisi itu ditujukan.

“Sebenarnya yang tahu hakikatnya kemana arah puisi itu kan Fadli Zon sendiri. Jadi ya didoakan lah agar dia lebih jujur ke mana arahnya. Kalau memang salah kan tinggal minta maaf. Kalau memang tidak salah, ya biar sama-sama menemukan jalan keluar,” ujarnya.

(fdn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ikut Sukseskan Pariwisata Indonesia, Menpar Apresiasi PHRI

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Umum Program Visit Wonderful Indonesia Haryadi B. Sukamdani. Apresiasi tersebut disampaikan karena berpartisipasi aktif menyukseskan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh PHRI, untuk memberikan pelayanan standar maksimal kepada para konsumen yaitu wisatawan,” ujar Arief Yahya saat Rakernas PHRI IV di Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Arief, wisatawan mancanegara cenderung akan kembali ke sebuah destinasi jika mendapatkan pelayanan akomodasi yang baik. Aplaagi, jika ditunjang pengalamana berwisata yang berkesan.

Arief berharap PHRI terus mendukung pemerintah, sedangkan pemerintah akan terus bekerja melakukan promosi dan branding destinasi wisata di Tanah Air.

“Pemerintah akan bergerak sesuai ruang tugas pokok dan fungsi sekaligus ketentuan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah industry lead government dan bukan sebaliknya,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hariyadi Sukamdani mengatakan sepanjang 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekitar 15,8 juta orang dan pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 265 juta. Target 20 juta wisman pada 2019, lanjut Hariyadi, harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

“Tahun ini, kami mendukung pemerinth dengan membuat program-program untuk meningkatkan okupansi di bidang hotel atau restoran. Tidak hanya itu, kami juga membuat strategi untuk produk hot deals yang belum maksimal. Di samping kerja sama businss to business dengan maskapai dan travel online besar. Kami meyakin itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman,” harap Hariyadi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mengintip Pertemuan Ustaz Abdul Somad dan Mbah Maimoen Zubaer

Liputan6.com, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan tidak ada pembicaraan politik pada pertemuan antara ulama karismatik Kiai Haji Maimoen Zubaer dengan Syekh Abdul Somad atau Ustaz Abdul Somad (UAS).

Gus Yasin menjelaskan tidak ada perbincangan politik praktis dalam pertemuan tersebut, kecuali politik kebangsaan dan keorganisasian karena pertemuan itu murni sebagai salah satu perjalanan spiritual Syekh Abdul Somad yang semakin dekat dengan Nahdlatul Ulama.

“Sudah lama beliau (Syekh Abdul Somad) ingin ke NU, namun karena ada catatan-catatan dari teman-teman di NU, dan itu yang membuat beliau tidak bisa masuk. Tapi karena banyaknya teman beliau yang aktivis NU, akhirnya menjadikan beliau seperti ini, sudah lama kita tidak mendengar ceramah beliau yang seperti dulu,” katanya saat dikonfirmasi di Semarang, dilansir Antara, Minggu (10/2/2019) .

Menurut Gus Yasin, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan Ustaz Abdul Somad lebih banyak mendengar KH Maimoen Zubaer (Mbah Moen).

“Tujuan beliau adalah meminta silsilah keilmuan dari Mbah Moen yang sampai kepada Rasulullah,” ujarnya.

Selain itu, Mbah Moen banyak menyampaikan wawasan kebangsaan mengenai sejarah Indonesia dan Islam di Nusantara, termasuk dari fondasi-fondasi hukum tanah air hingga masuknya Islam ke Indonesia melalui pulau Sumatera, serta berkembang pesat di Jawa.

Usai pertemuan, kata Gus Yasin, Ustaz Abdul Somad mengucapkan rasa syukurnya karena bisa bertemu Mbah Moen yang memberikan pencerahan dan wacana berbeda.

“Meski sempat punya pemikiran berbeda, namanya orang kan pasti berubah. Nah sekarang sudah sama dengan kita, ya mari kita rangkul, kalau itu baik ya harus kita terima. Bukan karena politik lima tahunan tapi untuk menjaga NKRI,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebelum bertemu dengan Mbah Moen di rumah dinas Wagub Jateng di Semarang, Sabtu, 9 Februari 2019 siang, Syekh Abdul Somad telah terlebih dulu berkunjung ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Dalam pertemuan tersebut, ulama karismatik Habib Luthfi bin Yahya membaiat Syekh Abdul Somad dan memberikan gelar syekh.


Simak video pilihan berikut ini:

TKN Yakin UAS Sowan Habib Luthfi-Mbah Moen Demi Hapus Citra Pro-Prabowo

JakartaUstaz Abdul Somad (UAS) sowan Habib Luthfi bin Yahya, KH Maimun Zubair hingga bertemu Gus Sholah. Sekjen PPP Arsul Sani menyebut silaturahmi UAS ke para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) bisa ditafsirkan macam-macam, dari segi agama hingga politik.

“Silaturahminya UAS kepada kiai-kiai sepuh NU memang bisa dimaknai atau ditafsiri dari banyak sisi. Mulai dari sisi agama dan kultural sampai dengan sisi politis,” kata Arsul kepada wartawan.

Arsul lantas memerinci analisis segi agama dan kultural dari kunjungan UAS ke Habib Luthfi Bin Yahya hingga Mbah Moen. Menurutnya, UAS ingin memberi pesan kepada para ustaz muda tentang tradisi menghadap ulama senior.


Untuk diketahui, Ustaz Abdul Somad berbaiat tarekat ke Habib Luthfi dan belajar ilmu tawaduk ke Mbah Moen dalam kunjungannya ke Jawa Tengah.

“Dari sisi agama, UAS ingin menyampaikan pesan kepada beberapa ustaz muda yang ‘di-ulama-kan’ oleh segmen tertentu bahwa menghidupkan tradisi datang kepada ulama senior seperti zaman dulu itu perlu dilakukan kembali,” ulas Arsul.

“Dari sisi kultural, UAS ingin menyampaikan bahwa dirinya tidak meninggalkan NU dan tradisi-tradisinya. Kan sempet UAS ditolak di daerah-daerah tertentu yang merupakan kantong NU. Nah, dengan silaturahmi ini singkatnya UAS juga hendak menyampaikan dirinya juga bagian dari keluarga besar Nahdliyin,” tutur Arsul.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu lanjut menganalisis sisi politik dari sowannya UAS ke Habib Luthfi hingga Mbah Moen. Menurut Arsul, UAS juga ingin mengirim pesan kepada para pendukung Prabowo tentang asosiasi politiknya.

“Dari sisi politis, sebenarnya UAS juga hendak mengirim pesan bahwa sosok dirinya yang diasosiasikan sebagai pendukung Prabowo itu tidak benar sebagaimana meme yang diedar-edarkan di mana gambarnya ada dalam barisan mereka yang dukung paslon 02. Kami meyakini bahwa UAS melihat realitas bahwa mayoritas umat Islam dan ulamanya sesungguhnya lebih memilih kepada Jokowi,” sebut Arsul.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>