Kerusakan Hutan dan Danau Toba Diminta Jadi Materi Debat Capres

Medan – Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) Prof Dr Syafruddin Kalo, SH menyarankan debat calon presiden membahas isu pembakaran hutan dan pencemaran parah perairan Danau Toba.

“Kehancuran hutan dan pencemaran Danau Toba itu, bukan hanya merugikan negara, tetapi juga memperparah kerusakan lingkungan di Indonesia yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah,” kata Syafruddin di Medan sebagaimana dilansir Antara (17/2/2019).

Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan daerah lainnya, menurut dia, juga merugikan negara maupun pemerintah daerah.

“Selain itu, kebakaran hutan di beberapa daerah Riau dan Sumsel juga mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat maupun aktivitas akibat kabut asap, serta menimbulkan korban jiwa anak-anak, dan orang dewasa karena mengalami sakit,” ujar Syafruddin.
Ia mengatakan kebakaran tersebut karena alih fungsi hutan yang dilakukan para pengusaha perkebunan untuk menjadikan areal kebun sawit.

Begitu juga pencemaran yang terjadi di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilakukan pengusaha dengan budi daya ikan, dan diduga menggunakan makanan ikan mengandung bahan kimia.

“Kemudian, budi daya ikan di Danau Toba, diduga melebihi kapasitas dari izin yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLH),” ucap Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Syafruddin menjelaskan pencemaran di Danau Toba, juga berdampak terhadap sektor pariwisata, karena daerah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia, dan juga kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Isu kerusakan hutan akibat pembakaran dan pencemaran Danau Toba itu, termasuk visi misi debat capres, yakni sumber daya alam dan lingkungan.

Bahkan, Komisi pemilihan Umum (KPU) pada debat capres tersebut, menetapkan tema debat adalah masalah pangan, energi, infrastruktur, serta sumber daya alam dan lingkungan.

Karena hal itu sangat penting bagi kelangsungan pembangunan bangsa dan negara, serta kesejahteran rakyat Indonesia.

“Diharapkan pada debat capres kedua itu, akan lahir ide-ide yang brilian untuk membangun Negara Indonesia yang lebih baik, mengejar segala ketertinggalan dari-negara-negar maju,” kata Pakar Hukum Lingkungan dan Tanah itu.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Keindahan dan Misteri Berpadu di Pantai Selatan Jember

Liputan6.com, Jember – Salah satu obyek wisata bahari pantai selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur menyuguhkan pemandangan menawan. Bentangan bukit dan pantai bak lukisan alam berjajar sepanjang pantai selatan Jember,  mulai dari Pantai Paseban di Kecamatan Kencong, Pancer Puger, Watu Ulo Kecamatan Ambulu, Pantai Pasir Putih Malikan, Bande Alit Kecamatan Tempurejo, seperti lukisan alam.

Sementara perahu-perahu nelayan berlalu lalang dengan segala aktivitasnya menjadi pemandangan menarik tersendiri. Selain tempat-tempat tersebut menyuguhkan pemandangan indah, juga sebagai urat nadi kehidupan ekonomi masyarakat nelayan sekitar pantai.

Pantai Puger yang terletak kurang lebih 40 kilometer dari Kabupaten Jember juga jadi tujuan orang yang suka memancing. Di pantai ini juga terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan Puger dan Payangan Desa Sumber Rejo Ambulu. Tidak heran, jika pantai Puger menjadi titik temu antar nelayan.

“Banyak nelayan luar Puger sandar di sini. Seperti nelayan dari Madura, Probolinggo, dan Kalimantan,” ucap Hafid (36) nelayan setempat, Jumat 15 Fberuari 2019.

Daya tarik wisatanya terletak di sekitar Pantai Puger, baik dari Cagar Alam Puger Watangan maupun pesona Sumber Air Kucur di Pantai Kucur. Pantai Puger juga merupakan gerbang keluar menuju Cagar Alam Pulau Nusa Barong.

Aura mistis dirasakan, apalagi saat tradisi larung sesaji yang diadakan setiap tahunnya, tiap bulan Suro. Kedua tempat nelayan dan wisata bahari terpopuler di pantai selatan, nelayan Watu Ulo pantai Payangan Ambulu dan Puger menggelar acara petik laut secara rutin. Selain itu juga menggelar doa bersama sebulan sekali.

“Kami menggelar petik laut dengan melakukan larung sesaji, supaya diberi keberkahan dan keselamatan dan tangkapan ikan yang melimpah, setiap bulan suro,” kata Ketua Forum Nelayan Payangan, Heri Suryata.

2 dari 3 halaman

Tradisi Turun Temurun

Hal ini dilakukan untuk minta perlindungan kepada Allah, supaya dijauhkan dari marabahaya, dan mendapatkan rezeki yang berkah. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan dan turun – temurun, jika tidak dilakukan khawatir terjadi musibah terhadap warga.

Hal senada juga diucapkan Nidom (48) nelayan Puger. Kata Nidom, tradisi dan mitos yang ada di sepanjang Pantai Puger hingga Pantai Kucur memang sudah turun- temurun adanya. Nidom menjelaskan, selain fungsi sesajen seba­gai ucapan syukur kepada Yang Maha. Fungsi sesajen itu sendiri dianggap juga seba­gai penunjuk arah mata angin.

Mereka percaya, arah mata angin merupakan kompas keberuntungan ketika melaut. Jika sesajen terse­but berlabuhnya ke arah utara dan berhenti lama di tengah laut, maka di situlah letak kumpulnya ikan.

Jadi tidak mengherankan jika arah angin, kompas dan perahu merupakan guratan urat nadi kehidupan warga pesisir Pantai Puger yang lekat akan mitologi tersebut. Dan yang terpenting, diberikan rasa keberanian ketika menerjang ganasnya ombak laut Selatan serta diberikan perlindungan dari serangan gaib, baik dari ilmu hitam antar nelayan ataupun kemalangan.

“Makanya den­gan adanya larungan sesaji ini, berharap kedamaian selalu muncul di hari para nelayan. Intinya, jangan sampai terjadi perbuatan celaka gara-gara mencari ikan,” tutur Nidom.

Sementara nelayan lainnya, Muhamad Edy Susanto menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT, diberi keselamatan. Sebab, sejak menjadi nelayan Puger, mulai tahun 1975, sudah mengalami 12 kali kecelakaan.

“Alhamdulillah 12 kali kecelakaan, diterjang ombak saat memasuki pintu pelawangan pantai Pancer Puger, masih diberi keselamatan,” tutur pria yang biasa dipanggil Cak Mat ini.

3 dari 3 halaman

Jadi Menantu Nyi Roro Kidul

Cak Mat menjelaskan, pelawangan Puger adalah tempat yang paling berbahaya dan sudah puluhan perahu dan kapal nelayan, karam saat memasuki pintu pelawangan. Bahkan sudah banyak korban yang meninggal dunia dan hilang yang hingga saat ini belum ditemukan.

“Kepercayaan warga setempat, nelayan yang hilang dan belum ditemukan, dipek mantu Nyi Roro Kidul dijadikan menantu Nyi Roro K idul),” tutur Cak Mat.

Hingga saat ini ada satu tempat di sekitar pantai Pancer yang masih misteri yakni Palung Nyonya. Sehingga wisatawan bahkan warga setempat dilarang mandi di tempat tersebut. Sebab, tempat tersebut terkenal angker dan berbahaya. Jika mandi ditempat tersebut, bisa kesedot dan mayatnya akan keluar lagi di sekitar pintu pelawangan Puger.

“Jika terjadi Kecelakaan di pelawangan, korban terseret arus ke arah barat dan masuk Palung Nyonya, maka mayatnya akan keluar di timur lagi (di pintu pelawangan Puger),” katanya.

Mengapa hal itu, bisa terjadi hingga saat ini, tidak ada yang tahu. Meski demikian, nelayan tetap tidak gentar, apalagi takut melaut.

“Setinggi apapun ombaknya, kami akan tetap melaut, selama ada ikannya. Kalau paceklik ikan kami tidak melaut. Tapi bukan karena takut, tapi karena ikan tidak keluar. Kami hanya takut lapar saja,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Mengenal Warung’e Cak Moel Itali yang Dikunjungi Sandiaga Uno di Bojonegoro

Liputan6.com, Jakarta – Sandiaga Uno terlihat mengunjungi beberapa willayah di Jawa Timur sejak Kamis, 14 Februari 2019. Dalam kunjungannya, lelaki 49 tahun itu sempat bertandang ke salah satu warung makan populer di Bojonegoro.

Lewat unggahan di akun Instagram-nya @sandiuno, baru-baru ini, ia terlihat menyantap sajian Warung’e Cak Moel Itali setelah melaksanakan ibadah salat Jumat. “Saya diajak oleh warga lokal untuk mencoba masakan di Warung’e Cak Moel Itali,” tulis Sandi di keterangan foto.

Ia melanjutkan, tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata kuliner yang populer di Bojonegoro. Bertempat di Desa Kabunan Lor Kecamatan Balen, warung makan ini buka Senin-Sabtu dari pukul 08.00 hingga 17.00.

Menu yang disediakan antara lain sop buntut, asem-asem, rawon, kikil, kare ayam, soto ayam, sayur lodeh, dan pecel. Terkesan sederhana memang, namun rasanya disebut sudah membuat tak sedikit pelanggan ketagihan.

Karena terletak di Jl. Raya Bojonegoro, warung yang berdiri sejak Mei 2006 ini kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai kota. “Dari Surabaya, Semarang, Solo, bahkan Jakarta juga ada,” ucap Mulyono, pemilik Warung Cak Moel Itali saat dihubungi Liputan6.com melalui pesan singkat, Sabtu (16/2/2019).

“Kalau sudah langganan pasti sering mampir, bahkan dari luar kota pun ada langganan,” sambungnya. Jadi, maukah Anda mampir ke warung makan pilihan Sandiaga Uno ketika berada di Bojonegoro? (Esther Novita Inochi)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Inspirator Pelestarian Lingkungan, Pemkot Bitung Resmikan Monumen Alfred Russel Wallace   

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Bitung beserta segenap elemen masyarakat pencinta lingkungan, menyelenggarakan kegiatan perayaan 100th Natuurmonument Goenoeng Tangkoko Batoeangoes pada tanggal 20 – 21 Februari 2019, bertempat di lapangan Singkanaung – Kampung wisata Batuputih. Kegiatan perayaan dikemas dalam berbagai kegiatan tontonan yang penuh tuntunan yang terdiri dari Workshop masyarakat & Komunitas, Talkshow, Pameran dan Konser Musik Alam.

Kegiatan talkshow akan menampilkan narasumber ahli diantaranya : Harry Hisler – UK; Dou Van Hoang – Vietnam ; Khouni Lomban Rawung dan Rahmi Handayani yang akan mengupas terkait pendekatan kampanye dan pelestarian lingkungan hidup melalui berbagai perspektif yang berbeda.

Kegiatan pameran akan melibatkan 24 komunitas lingkungan dan pariwisata yang bersama sama akan melandasi pengembangan kampung wisata Batuputih sebagai kampung wisata berbasis konservasi. Musisi Nugie dan Tanita bersama The early bird, lamp of bottle, jarank pulang dan 4play akan menyajikan konser alam yang mengajak seluruh pengunjung menghargai dan merawat alam melalui alunan musik.

Sebagai puncak kegiatan, akan diresmikan monumen Alfred Russel Wallace sebagai sosok inspirator dalam gerakan pemuliaan lingkungan bertempat di dalam Taman Wisata Alam Batuputih dan Batuangus. Monumen ini juga sekaligus menjadi simbol keunikan satwa endemik di Sulawesi serta menjadi peringatan bahwa mengkonsumsi satwa liar asli secara berlebihan bisa berujung pada kepunahan. Pada acara ini akan dihadir bapak Paul Smith OBE, Country Director British Councill Indonesia sebagai perwakilan negara sahabat.

Kota Bitung merasa bangga karena sejak kunjungan Wallace hingga hari ini, Batuputih mampu menarik para ilmuwan dan pelajar dari seluruh belahan dunia untukmempelajari keunikan dan kekayaan serta keanekaragaman hayati Sulawesi Utara di Tangkoko. Kehadiran monumen ini diharapkan dapat melindungi dan menghormati warisan alam kita sampai ke generasi yang akan datang.

Walikota Bitung, Max Lomban menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan keteladanan para pendahulu dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, namun juga turut mendorong percepatan pembangunan pariwisata di kawasan Batuputih. Akan turut diluncurkan paket wisata “Jelajah Tangkoko” sebagai paket unggulan bagi para wisatawan untuk dapat menjelajahi keunikan alam dan budaya di kawasan Tangkoko.

Hutan Tangkoko-Batuangus

Hutan Tangkoko-Batuangus, merupakan salah satu hutan konservasi tertua di Indonesia yang ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda pada tahun 21 Februari 1919. Pada tanggal 24 Desember 1981, kementrian pertanian Republik Indonesia merubah status Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus seluas 1.250 Ha menjadi Taman Wisata Alam Batuputih (615 Ha) dan TWA Batuangus (635 Ha).

Sesuai dengan penetapan awalnya, tujuan pengelolaan kawasan ini adalah untuk perlindungan dan pelestarian satwa endemik, dan kegiatan wisata. Dalam perkembangannya, cagar alam Gunung Tangkoko-Batuangus mengalami perubahan berdasarkan SK Mentri Kehutanan RI No SK/1826/Menhut-VIII/KUH/2014 tentang penetapan kawasan hutan pada kelompok hutan Dua saudara seluas 8.5045.07 Ha. Kawasan ini terdiri dari Cagar Alam Dua Saudara (7.247,46 Ha) TWA Batu putih (649 ha), TWA Batuangus ( 648.57 Ha)

Terlepas dari penamaan yang berganti, dunia tetap mengenal kawasan TANGKOKO sebagai salah satu laboratorium hidup dengan tempat keragaman ekologi yang menawan. Adalah Alfred Russel Wallace, seorang naturalis berkebangsaan Inggris yang memulai perjalanan dan pengamatannya dengan meneliti fauna di kepulauan Indonesia bagian timur. Hasil pengamatannya dituliskan dalam sebuah buku bertajuk “THE MALAY ARCHIPILAGO”. Sebuah buku yang menginspirasi jutaan generasi setelahnya tentang kekayaan biogeografi untuk sekelompok pulau yang dipisahkan oleh selat yang dalam yang memisahkan lempeng ASIA dan AUSTRALIA”.

Sepak Terjang Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace dikenal sebagai penemu teori evolusi melalui seleksi alam dan membuat tulisan bersama Charles Darwin yang membahas subjek tersebut. Beliau dianggap sebagai “Bapak dari Biogeografi”- sebuah studi mengenai distribusi secara geografi dari flora dan fauna.

Alfred Russel Wallace yang lahir pada 8 Januari 1823 dan meninggal pada 7 November 1913) adalah seorang naturalis, ahli biologi, penjelajah, geografer dan antropolog dari Britania Raya. Ia paling dikenal akan pemahamannya tentang teori evolusi melalui seleksi alam. Tulisannya yang membahas tentang subjek tersebut diterbitkan bersamaan dengan beberapa tulisan Charles Darwin pada tahun 1858. Hal ini mendorong Darwin untuk mempublikasikan gagasannya sendiri dalam bukunya yang berjudul “Origin of Species”(Asal Usul Spesies).

Wallace banyak melakukan penelitian lapangan, pertama-tama di lembah Sungai Amazon dan kemudian di Kepulauan Melayu (Nusantara),termasuk Celebes (Sulawesi). Observasinya yang tajam menyoroti keunikan dari biogeografi Sulawesi.

Di Indonesia, Wallace mengidentifikasi pembagian flora dan fauna yang sekarang dikenal dengan istilah Garis Wallace. Garis tak kasat mata ini melintang melewati di antara Bali dan Lombok ke arah utara di antara Borneo dan Sulawesi. Garis Wallace membagi kepulauan Indonesia menjadi dua bagian flora dan fauna yang berbeda, bagian barat terdiri dari fauna yang berasal dari Asia (primata, macan, harimau, gajah, badak, dsb) dan bagian timur terdiri dari fauna asal Australia (kakaktua, perkici, cendrawasih, marsupial, dsb).

Garis Wallace dan batasan biogeografi antara Papua dan Maluku kini didefinisikan sebagai area ekologis yang dikenal sebagai Wallacea. Wallacea dideskripsikan sebagai zona dengan persilangan flora dan fauna yang unik antara Asia dan Australia. Zona ini terdiri dari Sulawesi dan Kepulauan Maluku bagian utara, dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian selatan.

Sekarang ini, zona tersebut dianggap sebagai salah satu dari titik dengan keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia, dimana spesies baru yang bahkan belum pernah ditemukan oleh peneliti sebelumnya masih bermunculan sampai hari ini. Dalam sejarah taksonomi, penamaan spesies hewan berdasarkan nama Wallace jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan nama-nama yang lain.

Wallace melakukan perjalanan ke wilayah Minahasa dari bulan Juni sampai September 1859. Ia mengunjungi Batu putih selama seminggu pada pertengahan September tahun 1859 untuk mencari spesimen Maleo – burung endemik Sulawesi – sebagai bahan koleksi di museum sejarah alam di Inggris. Populasi Maleo di Batuputih sekarang sudah punah karena telur-telur mereka diambil oleh masyarakat untuk dikonsumsisecara berlebihan. Namun sampai saat ini sebagian masyarakat masih mengingat tempat bersarang Maleo yang terletak di sepanjang garis pantai ini di masa lampau.

Wallace mencatat bahwa masyarakat setempat biasanya berjalan sejauh 50 km untuk mengumpulkan telur Maleo di Batuputih, sebuah desa nelayan yang didirikan oleh warga keturunan Kepulauan Sangihe-Talaud. Burung Maleo, termasuk sarang dan telur mereka, kini sudah dilindungi hukum Republik Indonesia.

35 tahun setelah kunjungan Wallace, seorang Belanda ahli botani Dr. Sijfert Koorders melakukan survei di hutan Minahasa secara ekstensif pada tahun 1894-1895,tetapi ia sendiri tidak sempat mejelajahi Tangoko. Beliau sudah mempelajari publikasi dari Wallace dan mereka berdua surat-menyurat menggenai beberapa hal. Koorders juga sempat memberi nama sekelompok pohon di Sulawesi Wallaceodendron, sebagai tanda untuk menghormati Wallace. Dr. Koorders menjabat sebaga iketua Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische Vereeniging tot Natuurbescherming), yang mengusulkan beberapa kawasan konservasidi Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua. Meskipun Koorders tidak pernah survei hutannya sendiri, “Goenung Tongkoko-Batoeangoes” di resmikan oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai cagar alam pada 1919 karena memiliki “nilai ilmiah” berdasarkan flora dan fauna (Anoa, Babirusa dan Maleo).

Wallace sangat terpukau dengan Sulawesi karena keunikan formasi geologinya yang terbagi atas dua kawasan ekologi. Berdasarkan penelitiannya terhadap burung, serangga, mamalia, tumbuhan dan biota lainnya, ia bisa menjelaskan secara detail mengenai apa yang disebutnya sebagai “anomali dan eksentriknya sejarah alam di Sulawesi” Kata beliau, Sulawesi merupakan “..pulau yang kaya akan makhluk yang khas, banyak keistimewaan dan keindahan… sejumlah fauna disini begitu luar biasa dan tidak ada duanya di belahan dunia yang lain”

Sulawesi adalah satu-satunya wilayah di Asia yang mempunyai baik primata (seperti ragam spesies tarsius dan macaca) dan marsupial (seperti ragam spesies kuse kerdil dan kuskus beruang). Kita bisa melihat apa yang menjadi inspirasi di balik konsep biogeografi Wallace dan evolusi dari seleksi alam: “Maka dari itu, Sulawesi menunjukkan kepada kita bukti nyata mengenai pentingnya kita mempelajari distribusi geografis fauna.”


(*)

Pelajari 11 Ungkapan Khas Ini Sebelum Berwisata ke Korea Selatan

Liputan6.com, Korea Selatan – Demam K-Wave –julukan budaya populer Korea– melanda banyak wilayah di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Paparannya meluas, tidak hanya dari musik dan drama televisi, melainkan juga peningkatan minat terhadap sektor pariwisatanya.

Menurut data Korea Tourism Agency (KTO) Jakarta pada kuartal ketiga 2018, sebagaimana pernah ditulis oleh Liputan6.com, jumlah wisatawan Indonesia ke Korea Selatan tercatat berjumlah hampir 130 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebanyak 15,5 persen dari kuartal serupa di 2017 lalu.

Tiga destinasi favorit wisatawan Indonesia di Korea Selatan, masih menurut KTO, adalah Seoul, Busan, dan Pulau Jeju,

Jika Anda tertarik untuk berwisata ke Korea Selatan, pastikan juga untuk menyiapkan sedikit kemampuan berbahasa setempat, setidaknya untuk sekadar menyatakan ekspresi dasar saat berkomunikasi di sana.

Berikut adalah 13 ekspresi dasar yang perlu Anda ketahui untuk menjalin komunikasi dengan penduduk lokal saat berwisata ke Korea Selatan, sebagaimana dikutip dari Koreabridge.net pada Jumat (15/2/2019).


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 5 halaman

1. Annyeonghaseyo

Ini adalah cara masyarakat lokal dalam mengatakan “Halo!” Atau “Hai!”. Orang Korea dikenal sangat sopan dan hormat terutama kepada orang tua. Jika Anda tidak menyapa orang yang lebih tua dari Anda, mereka akan sering menyebut Anda “tidak sopan”.

Anda juga bisa mengatakan “Annyeong!” Ketika Anda ingin mengatakan “Selamat tinggal!” Atau “Sampai jumpa!” kepada lawan bicara. Namun, angan pernah menggunakan singkatan kata ini ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, jika Anda tidak ingin dimarahi.


2. Kamsahamnida atau Gomapsumnida

Ilustrasi Terima Kasih (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Ungkapan ini berarti “Terima kasih” dalam bahasa Korea, dan sebaiknya dilakukan dengan ekspresi yang sangat antusias.


3. Gwenchana

Adikku korban bully, dia tetap tersenyum. (Ilustrasi: huffingtonpost.com)

Anda dapat menggunakan ungkapan ini ketika ingin mengatakan “tidak apa-apa” atau “tidak masalah”.

Harap perhatikan bahwa di Korea, sangat penting untuk menggunakan kata-kata formal ketika berbicara dengan seseorang yang lebih tua dari Anda, sebagai tanda penghormatan. Dalam hal ini, Anda harus menambahkan “-yo” di akhir kata, sehigga berbunyi “Gwenchanayo” bukannya “Gwenchana”.

3 dari 5 halaman

4. Geurae

Ungkapan ini berarti “Baiklah”, yang cenderung untuk menyepakati sebuah kompromi dengan penduduk lokal, di mana seseorang setuju untuk satu pendapat.


5. Jinjja

Ilustrasi terkejut melihat pulsa berkurang | Via: bibliofilland.wordpress.com

Ungkapan ini diucapkan untuk menunjukkan rasa kaget, kurang lebih bermakna “Sungguh?” atau “Serius?”.


6. Daebak

ilustrasi makanan korea/copyright unsplash/Filippo Faruffini

Ini adalah ungakan untuk menunjukkan rasa kagum, di mana kurang lebih bermakna sebagai “luar biasa”, atau bisa juga ditujukan untuk menyebut kata “enak” pada cita rasa makanan.

4 dari 5 halaman

7. Ottoke

Biasanya ungkapan singkat ini digunakan untuk mempermudah kebingungan akan suatu hal, di mana kurang lebih berarti: “apa yang harus saya lakukan sekarang?”.

Sebagai contoh:

Saya lupa di mana saya meletakkan Kartu Pengenal Orang Asing milik saya. Ottoke? (Apa yang harus saya lakukan sekarang?)”


8. Aigoo

Walaupun memasang ekspresi kaget, akan tetapi Suzy masih terlihat cantik menawan. (Foto: instagram.com/skuukzky)

Kurang lebih ungkapan ini berarti ungkapan terkejut, seperti “ya ampun”, atau “astaga”.


9. Wae

Ilustrasi Korea Selatan (iStock)

Konon katanya, ini merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “why”, yang berarti “kenapa?”.

5 dari 5 halaman

11. Olmayeyo

Secara harafiah berarti “berapa?” yang merujuk pada harga pembelian barang dalam kegiatan membeli di toko atau penjual lokal.


11. Ige dan Geuge

Salah satu toko yang menjual beragam aksesoris dan kerajinan tangan tradisional Korea di Jalan Insadong, Seoul, Korea Selatan. (visitkore.or.kr)

Dalam aktivitas jual beli, kamu bisa mengatakan dua kata ini untuk menunjuk barang yang diinginkan, sebelum bertanya tentang harganya. Ige berarti “ini” dan geuge berarti “itu”.

4 Klarifikasi BMKG soal Gelombang Tinggi dan Isu Gempa Megathrust di Mentawai

Liputan6.com, Jakarta – Tidak hanya melulu soal gempa, lewat laman resminya, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkap sejumlah cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Tak tanggung-tanggung,peringatan dini BMKG dikeluarkan dan berlaku untuk tiga hari ke depan soal potensi gelombang tinggi yang menyasar lima daerah di Tanah Air. Yaitu Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Isu akan adanya gempa bumi megathrust di Mentawai akhir Februari ini juga tak luput dari perhatian pihak BMKG.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, ramalan gempa yang dimuat dalam sejumlah media massa tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah

Jadi apakah benar gempa bumi megathrust akan terjadi di Mentawai? Berikut klarifikasi BMKG terkait cuaca ekstrem dan gempa:

2 dari 6 halaman

1. Gelombang Tinggi 2,5 hingga 4 meter

Dalam keterangan resminya, BMKG mengonfirmasi akan terjadi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut BMKG kondisi ini disebabkan akibat kecepatan angin berkekuatan tinggi berkisar 4-25 knot.

“Waspada untuk beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5-4,0 meter di Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua,” kata BMKG dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (15/02/2019).

3 dari 6 halaman

2. Gelombang Sedang di Selat Malaka

Selain gelombang tinggi, daerah lain yang diperkirakan bakal terjadi gelombang sedang terjadi Selat Malaka bagian Utara hingga Laut Arafuru.

Ketinggian gelombang dilaporkan bisa mencapai 1,25-2,5 meter. Imbauan pun dilontakan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuik lebih waspada.

“Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” ungkap BMKG.

4 dari 6 halaman

3. Gempa Bumi Megathrust di Mentawai?

BMKG menegaskan kabar akan adanya gempa bumi megathrust di Mentawai akhir Februari nanti adalah tidak benar.

Karena konsep pemicu gempa akibat benda luar angkasa hingga saat ini masih bersifat spekulatif dan belum terbukti secara empirik.

BMKG juga tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi. Sehingga jika berkembang berita adanya prediksi atau ramalan gempa dengan kekuatan sekian dan akan terjadi di waktu dan tempat, itu dipastikan itu berita bohong atau hoaks.

“Masyarakat tidak layak mempercayainya. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya akan terjadi,” kata dia.

Daryono juga mengungkap bahwa segmentasi megathrust di Indonesia lebih dari 16 lokasi, dengan sesar aktif berada di lebih dari 295 lokasi. Artinya gempa bumi kapan saja dapat terjadi, berkekuatan besar, menengah, atau kecil.

“Tetapi kita baru dapat menilai potensinya di kawasan tertentu dan belum mampu memprediksi,” tambah Daryono.

5 dari 6 halaman

4. Gelombang Tinggi di Sulawesi Barat

Sementara itu, BMKG juga memprediksi perairan Sulawesi Barat untuk satu minggu ke depan berpotensi terjadi gelombang tinggi.

“Kurun waktu sepekan ke depan ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar diprediksi mencapai 0,5 hingga 1,25 meter dan gelombang tertinggi yakni 0,25 sampai dua meter diperkirakan terjadi pada tanggal 16 Februari 2019. Namun, secara umum ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar berkisar 0,25 sampai 1,5 meter,” ungkap Prakirawan BMKG Majene, Ayu Indrawati yang dihubungi Antara, Jumat (15/2/2019).

“Jadi, kami mengimbau para nelayan agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang yang cukup tinggi di wilayah perairan Sulbar,” tambahnya.

Akibat ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar itu juga, menyebabkan pelayaran kapal feri KM Laskar Pelangi dari Mamuju ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlayar pada Rabu, 13 Februati tertunda sampai hari ini.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Panduan Wisata Belanja di Tokyo dan Osaka Jepang

Liputan6.com, Jakarta – Anda tipe orang yang tak bisa pergi tanpa belanja? Kebiasaan ini lalu secara tak langsung terbawa ketika traveling, tak terkecuali saat pergi ke Jepang. Tenang, lantaran atraksi di Negeri Matahari Terbit juga sangat mungkin berupa surga bagi penikmat wisata belanja.

Dari sekian banyak, terdapat beberapa store di bawah naungan Mitusi Fudosan Retail Management yang siap memenuhi hasrat belanja Anda. “Kami adalah retail yang mengelola sekitar 70 fasilitas komersial di seluruh Jepang,” kata Yasunobu Inubashiri, Managing Officer of Mitsui Fudosan Retail Management di konferensi pers di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Di kesempatan yang sama, Kazuo Iida, General Manager, Tourism Sales Promotion Department of Mitsui Fudosan Retail Management pun menjelaskan apa saja outlet Mitsui Fodusan yang bisa disambangi sebagai destinasi belanja di Tokyo dan Osaka.

Mitsui Outlet Park Kisarazu

Terdiri dari 308 toko, Mitsui Outlet Park Kisarazu merupakan outlet mall paling besar se-Jepang berdasarkan jumlah toko. Di sini, Anda bisa menemukan banyak produk branded season sebelumnya dengan harga terjangkau. “Diskonnya bisa sampai 70-80 persen,” kata Iida.

Mulai dari fashion store, sampai toko serba ada, semua hadir menawarkan pengalaman belanja yang tak hanya nyaman, tapi juga lengkap. Anda bisa menjumpai merek kenamaan seperti Gicco, Coach, Nike, dan Adidas.

“Ada loker koin yang disewakan sehingga pengunjung bisa berkeliling tanpa membawa barang bawaan berat. Pengunjung juga bisa langsung me-redeem kembali tax yang sudah dibayarkan di tax free counter,” ujarnya.

Tak hanya itu, deretan outlet penjual makanan Jepang, barat, dan China, juga bisa jadi alasan lain untuk menikmati waktu di outlet mall berjarak 45 menit berkendara dengan bus dari pusat kota Tokyo ini.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Jalan-Jalan Sambil Belanja di Tokyo dan Osaka

DiverCity Tokyo Plaza

Masih di Tokyo, destinasi satu ini adalah surga dunia bagi para pecinta Gundam. Di samping Gundam Unicorn berukuran asli yang jadi ciri khas tempat ini, terdapat pula toko penjual Gunpla dan Gundam Cafe.

Di sini, atmosfer ala anime juga bakal Anda rasakan melalui VR, food court yang menjual masakan Jepang, dan berbagai toko penjual barang elektronik, obat, bahkan deretan busana dengan cutting-an clean ala Jepang.

“Lokasinya juga sangat strategis. Hanya 18 menit dari Stasiun Tokyo atau Bandara Haneda,” terang Kazuo Iida, General Manager, Tourism Sales Promotion Department of Mitsui Fudosan Retail Management.

Expocity

Singgah ke Osaka, Anda bisa sambangi Expocity. Iida menjelaskan, tempat ini merupakan fasilitas gabungan terbesar di Jepang dan belakangan menjelma jadi salah satu tempat populer untuk dikunjungi di Osaka.

Kincir ria yang jadi ikon di sini memungkinkan Anda melihat cantik pemandangan kota Osaka dari ketinggian. Di samping berbelanja, Anda juga bisa menikmati ragam hiburan di kompleks Expocity, mulai dari akuarium, kebun binatang, museum seni, hingga VS park.

Tepat di sisi Expocity, terdapat Expo Commemoration Park yang merupakan tempat terkenal untuk melihat bunga sakura di Jepang. “Setiap tahunnya ada festival bunga sakura dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri,” ujar Iida.

Identik dengan Drakula, Ternyata Transylvania adalah Kota yang Ramah

Liputan6.com, Jakarta Beberapa orang mengira bahwa Transylvania adalah tempat fiksi. Namun, Translyania adalah daerah pegunungan yang nyata adanya. Transylvania adalah sebuah kota yang terletak di barat Rumania. Kota ini terkenal dengan legenda asal mula Count Dracula yang terdapat sebuah kastil tua sebagai Kastil Drakula atau disebut Kastil Bran.

Selain identik dengan vampir dan drakula ternyata kota Transylvania dekat dengan hutan Hoia Baciu yang menurut legenda dikenal dengan hutan paling seram di dunia.

Sehingga banyak orang yang menganggap bahwa kota Transylvania sarat dengan kesan seram dan tempat yang mengerikan.

Dilansir Liputan6.com, Kamis (12/2/2019) dari Boredpanda, seorang fotografer, Aurel Paduraru, pergi ke kota Transylvania dan berharap untuk mendapatkan jepretan foto drakula di sana. Sampai di kota Trasylvania, ia justru mendapati bahwa kota tersebut jauh dari kesan menyeramkan.

2 dari 8 halaman

Penduduk Transylvania yang Bahagia

Di sana, ia menemukan kehidupan yang kontras dengan ‘ke-identik-kan” Transylavania yang seram. Ia menyadari orang-orang di sana memang memiliki kehidupan yang tak banyak memiliki kekayaan, namun kehidupan mereka lebih bahagia dari lainnya.

“Saya mengambil foto beberapa pemandangan menakjubkan yang dapat ditemukan di seluruh wilayah, sehingga anda dapat melihat bahwa disini masih ada tempat di masa lalu,” tulisnya dikutip dari Boredpanda.

Ketenaran Transylvania yang mulai dibawa ke dalam film Hollywood, membuat kota ini kerap dikunjungi orang-orang yang penasaran. Kepopuleran film Dracula dan Van Hellsing serta beberapa judul film kartun lainnya menjadi daya tarik.

Penduduk di sana menjadi lebih terbuka dan bergantung pada wisatawan asing yang datang. Keramahan penduduk Transylvania membuat pemerintah setempat menjadikan kawasan tersebut objek wisata.

3 dari 8 halaman

1. Potret keindahan rumah penduduk di Transylvania

4 dari 8 halaman

2. Seorang anak dengan seekor anjingnya

5 dari 8 halaman

3. Peternakan domba di desa

6 dari 8 halaman

4. Penduduk yang membuat cindera mata khas Transylvania

7 dari 8 halaman

5. Peternakan sapi di desa

8 dari 8 halaman

6. Keramahan penduduk Transylvania

Grup Garuda Indonesia Pangkas Harga Tiket 20 Persen Mulai Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Grup Garuda Indonesia melalui lini layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia serta grup Sriwijaya Air-NAM Air menurunkan  harga tiket pesawat di seluruh rute penerbangan sebesar 20 persen.

Penurunan harga tiket tersebut berlaku mulai Kamis, 14 Februari 2019. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Ari Akshara mengatakan, ‎penurunan tarif tiket pesawat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia  National Air Carrier Association (INACA) yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden RI mengenai penurunan tarif tiket penerbangan dalam mendukung upaya peningkatan sektor perekonomian nasional khususnya untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, hingga industri nasional lainnya, mengingat layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian,” ujar dia di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Selain itu, lanjut dia, penurunan tersebut sejalan dengan komitmen dan upaya peningkatan akses konektivitas udara bagi masyarakat, 

‎”Garuda Indonesia Group memastikan komitmen penurunan harga tiket pesawat sejalan dengan dengan sinergi intensif yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga” kata dia.

Langkah yang diambil oleh grup Garuda Indonesia sebagai BUMN tersebut juga sejalan dengan sinergi positif seluruh sektor penunjang layanan penerbangan dalam memastikan tata kelola industri penerbangan yang tepat guna.

Hal ini baik dari aspek aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara serta business sustainability maskapai penerbangan di Indonesia.

Lebih lanjut melalui penurunan tarif tiket penerbangan tersebut, grup Garuda Indonesia berharap akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara dapat semakin terbuka luas.

Grup Garuda Indonesia dapat mengakomodir aspirasi masyarakat dalam memberikan pelayanan berkualitas yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat.

“Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif,” ujar Ari.

2 dari 2 halaman

Menpar Terima Keluhan soal Tingginya Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, tingginya harga tiket pesawat memberi dampak penurunan bagi sektor pariwisata.

Dirinya pun mengaku sempat mendapat keluhan dari berbagai provinsi lantaran jumlah kunjungan wisatawan turun akibat harga tiket pesawat yang tinggi.

“Banyak sekali protes hampir dari semua provinsi. mulai Aceh, Medan, Batam, Pekanbaru, Padang, gubernurnya langsung protes ke saya. Karena kenaikannya terlalu tinggi,” kata dia saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 13 Februari 2019.

Arief menuturkan, jika harga tiket untuk penerbangan domestik naik, secara otomatis akan berpengaruh pada permintaan tiket. Turunnya jumlah permintaan tiket tersebut kemudian bisa berdampak pada sektor pariwisata di Indonesia.

“Ada rekan nanya ke saya apa pengaruh kenaikan? Pengaruh kenaikan harga pasti penurunan demand, itu namanya price elasticity. Jadi kalau harga naik 20 persen demand turun 20 persen kalalu harga naik 100 persen demand 0 itu. Teorinya seperti itu,” ujar dia.

Dirinya pun tidak mempermasalahkan tingginya harga tiket pesawat, hanya saja perlu disesuaikan dengan harga pasar.

Bahkan, apabila ini dibiarkan secara terus menerus, dirinya menilai justru akan memberikan beban bagi pelaku usaha khususnya di sektor pariwisata. 

“Dan itu berbahaya. Jangan sampai kita mahal sendirian apalagi kalau international flight, memalukan kalau kita dibandingkan dengan negara lain harga kita jauh lebih tinggi,” kata dia.

“Jadi kalau mau naik 100 persen proyeksikan saja naiknya 3 tahun jangan sekarang,” tambah dia


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gelar Influencer Gathering di Jeddah, Upaya Kemenpar Dongkrak Wisman Saudi

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Influencer Gathering di Jeddah, Arab Saudi pada 11-12 Februari 2019. Gelaran ini dihelat untuk menjaring lebih banyak wisman Arab Saudi ke Tanah Air.

Ada puluhan industri pariwisata Indonesia yang bertemu 50 pembeli asal Jeddah, sebut saja agen perjalanan dan pedagang grosir. TFA manasek International, satu di antara pelaku industri wisata Indonesia yang merupakan perusahaan handling jemaah haji dan umrah selama di Arab Saudi.

Nordin Hidayat, CEO TFA manasek International menyampaikan bahwa gelaran ini sangat bagus dan persuasif.

“Ini merupakan langkah yang bagus untuk membantu sinergitas kita di Saudi dalam mempromosikan Wisata Indonesia kepada warga Saudi Arabia, ke depannya kita akan membuka jalur traveling orang Saudi ke banyak tempat indah di Indonesia, contohnya ke Bukittinggi Sumbar, ke Danau Toba Sumut dan masih banyak lagi,” jelas Nordin Hidayat, melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Asim Garoot, Vice President & Director Marketing TMB di Mekkah mengatakan acara ini sebagai ajang unjuk kualitas industri wisata Indonesia kepada Internasional.

“Terobosan baru akan kami lakukan di Saudi Arabia dalam mempromosikan Wisata Travel Indonesia. Kita akan menggaet pasar traveling orang Saudi untuk meng-explore lagi wisata yang ada di Indonesia,” kata Asim Garoot yang juga asli orang Garut Jawa Barat.

Selain pelaku usaha wisata asal Indonesia, instansi pemerintah daerah juga turut bergabung yaitu kepala dinas pariwisata Sumatera Barat, Oni Alfian. Ia menyebut wisata Sumatra Barat telah dikenal luas oleh masyarakat Saudi hingga ia meyakinkan Pemprov Sumatera Barat akan memberikan layanan maksimal terutama di bidang pariwisata.

“Sekarang pasar wisata Sumatera Barat sudah banyak diketahui oleh warga Saudi, sehingga kami akan selalu berbenah dan selalu memberikan servis yang baik kepads wisatawan. Alhamdulillah orang Saudi banyak yang datang ke Sumatera barat, contohnya ke Bukittinggi, Danau Maninjau, Payakumbuh, Istana Pagaruyung Batu Sangkar dan masih banyak yang lain,” jelas Oni Yulfian.

Sementara, acara Influencer Gathering juga dihadiri oleh Mazem, Influencer asal Mekkah. “Saya hadir disini sangat bersyukur sekali, karena saya sebagai penyiar radio Alif Alif FM di Saudi. Banyak informasi dunia traveling di Indonesia saya ketahui di Acara ini. InsyaAllah nanti dalam siaran radio saya, akan saya promosikan kepeda pendengar Alif Alif FM di Mekkah,” ungkap Mazem yang juga aktif di berbagai komunitas sosial media di Mekkah, Saudi Arabia. 

Acara Influencer Gathering adalah rangkaian acara dari seluruh kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia pada kegiatan Jeddah International Travel & Tourism Exhibition dilaksanakan pada 13-15 Februari 2019.

Saksikan video pilihan di bawah ini: