Cuaca Hari Ini: Mayoritas Wilayah Jakarta Hujan Disertai Petir Siang Nanti

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek) cerah berawan, Minggu (14/11/2019) pagi ini.

Namun, cuaca cerah Ibu Kota tak berlangsung lama. Siang hari curah hujan ringan hingga lokal terjadi di sebagian besar wilayah Ibu Kota. Bahkan BMKG mengeluarkan peringatan dininya akan potensi hujan disertai petir dan angin kencang.

“Waspada hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakbar, Jaksel dan Jaktim pada siang dan sore hari,” ungkap BMKG.

BMKG juga melaporkan kondisi yang sama bakal terjadi di wilayah Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. Keempat kota penyangga Jakarta ini diprediksi hujan ringan

Malam harinya sebagian besar wilayah DKI Jakarta turun hujan lokal, sementara Bekasi, Bogor, Depok juga Kota Tangerang diselimuti awan tebal.

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Minggu (14/4/2019):

 Kota   Pagi  Siang    Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Lokal
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Kepulauan Seribu   Berawan  Cerah Berawan  Hujan Lokal
 Bekasi  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Depok  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
Bogor Cerah Berawan Hujan Ringan Berawan
 Tangerang  Cerah Berawan  Berawan  Berawan Tebal 

Cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah Amerika Serikat. Di beberapa tempat suhu udara bisa mencapai di bawah 20 derajat celcius. Air pun bisa membeku dalam sekejap.

Sepekan Lagi Nyoblos, 2 Wilayah Ini Sulit Ditaklukkan Jokowi dan Prabowo

Pulau Sumatera menjadi basis pendukung Prabowo, dari beberapa survei terbaru Prabowo-Sandiaga diprediksi mengungguli Jokowi-Ma’ruf. Menurut Litbang Kompas, suara Prabowo di Sumatera mencapai 50,5 persen, sedangkan Jokowi hanya 37,0 persen.

Menurut survei CSIS, Prabowo diprediksi menang di Sumatera dengan 49,6 persen. Sedangkan Jokowi 37,3 persen. Belum menentukan jawaban 1,5 persen dan tidak menjawab 11,6 persen.

Prabowo juga diprediksi menang di Sumatera versi survei Charta Politika dengan 48,3 persen. Sementara Jokowi 43,3 persen dan tidak menjawab atau tidak tau 8,5 persen.

Jokowi perlu kerja keras di beberapa wilayah di Sumatera, khususnya di Sumatera Barat. Karena pada Pilpres 2014, Jokowi mengalami kekalahan dengan meraup suara 539.308 atau 23,08 persen, Prabowo 1.797.505 suara atau 76,93 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan saat Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf berserta koalisinya gencar melakukan kampanye akbar. Terbaru Grup musik Slank dan 12 kepala daerah di Sumatera Barat. Kampanye dibalut dengan acara Konser ‘Jempolan Indonesia Maju’ di Danau Cimpago, Padang.

Kampanye di Padang dilakukan, Selasa 9 April Jokowi ataupun Ma’ruf sendiri tidak hadir, TKN mengirim Arcandra Tahar sebagai tim kampanye nasional. “Walaupun daerah ini dikenal orang sebagai kandang Prabowo, kita optimis Jokowi bisa dapat perolehan suara yang bagus disini,” kata Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumbar, Febby Dt. Bangso.

Jokowi juga telah melakukan kampanye di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 2 April di Palembang Sport and Convention Center (PSCC). Jokowi disambut meriah oleh pendukungnya di Palembang. Di hadapan pendukungnya, Jokowi mengajak masyarakat Palembang datang ke TPS mengenakan baju putih. Kemudian mencoblos Capres nomor urut 01 di kertas suara.

“Pakai baju warna putih, kenapa? Karena kita akan coblos yang pakai baju putih,” kata Jokowi.

Saat Pilpres 2014, Jokowi juga mengalami kekalahan di Palembang dengan 2.027.049 suara atau 48,74 persen. Prabowo menang tipis 2.132.163 suara atau 51,25 persen.

Reporter : Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka

Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Kamis (11/4/2019) dilaporkan cerah berawan. Tidak hanya di pagi ini, namun terjadi hingga malam nanti. 

Namun, ada sebagian wilayah Ibu Kota yang diprediksi berawan siang nanti, yaitu Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Sementara, Jakarta Selatan bakal diguyur hujan lokal.

Selain Jakarta, BMKG juga memprediksi cuaca cerah berawan bakal menyelimuti wilayah Bekasi, Depok, dan Bogor pada pagi ini.

Namun, siang harinya langit cerah di kota penyangga Ibu Kota ini mulai diselimuti awan mendung dan akan diguyur hujan ringan. Sedangkan kawasan Tangerang cenderung cerah berawan. 

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Kamis (11/4/2019):

 Kota   Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Berawan  Cerah
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
Bekasi  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
Depok Cerah Berawan Hujan Ringan Cerah Berawan
Bogor  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Tangerang  Berawan  Cerah Berawan Cerah Berawan

Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengelar rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Selasa (9/4/2019).

“Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan. Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan,” ujar Agung Hendriadi. 

Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapangan.

“Kalau harga sampai jatuh, petani akan beralih ke komoditas lain, akibatnya ketersediaan pangan berkurang dan berimplikasi terhadap ketahanan pangan wilayah dan nasional,” tambah Agung.

Menurut Agung, potensi serapan oleh Bulog kepada petani dapat bersumber dari 2 pintu, pertama dari Mitra berupa gabah langsung ke UPGB dan beras tidak langsung dari LUPM, dan kedua dari Mitra Bulog berupa gabah (gudang filial) dan beras (gudang Bulog).

Pada tahun 2018 lalu, Bulog Divre Jatim mampu menyerap 1.000 ton setara beras per hari, tahun ini diharapkan bisa naik atau minimal bisa mempertahankan.

Bulog Divre Jatim menyatakan bahwa target dan realisasi pengadaan gabah-beras di Jatim belum signifikan namun akan terus ditingkatkan.

“Realisasi Jatim sampai 8 April 2019 baru mencapai 10.400 ton, sementara sisa target masih ada 340 ribu yang harus kita kejar sampai Desember 2019,” ujar Cecep Anjinandian, Wakadivre Bulog Jatim.

Kepala Bulog Subdivre Jember, Jamaludin juga mengungkapkan optimisme-nya dalam serapan gabah/beras ke petani khususnya di wilayah Jember.

“Serapan Kita di Jember saat ini memang masih rendah diangka 109 ton, namun Saya yakin pekan ini realisasi akan meningkat tajam karena panen sudah melimpah,” ujar Jamaludin

Menanggapi hal tersebut, Mitra Bulog dan Perpadi yang hadir menyatakan siap menyetor ribuan ton setara beras bulan April 2019, terdiri dari 7.000 ton gabah dari UD Samudera, 1.000 setara beras sampai dari UD Utama, 1.000 ton beras dari UD Bintang Surya, 10.000 ton beras dari Johanes, Ketua Perpadi Jember, 500 ton beras dari UD Bintang Timur, dan 1.000 ton beras dari UD Surya.

“Jadi total nya ada tambahan sekitar 18 ribu ton setara beras yang akan masuk di Bulog Subdivre Jember bulan April ini,” jelas Jamaludin

Pada kesempatan lain, Kepala Bulog Subdivre Bondowoso, Dwiana Puspitasari menyampaikan bahwa target penyerapan yang ditetapkan oleh Pusat sebesar 34 ribu namun realisasi saat ini baru 83 ton.untuk meningkatkan serapan, Mitra Bulog sepakat untuk menyalurkan setara beras sebesar 250 ton terdiri dari 100 ton dr UD Samudera, 150 dari UD Chandra dan Vincent.

Diakhir lawatan ke Jember dan Bondowoso, Agung meminta agar Kasubdivre benar-benar menjaga harga di tingkat petani, karena salah satu fungsi Bulog adalah menjaga stabilisasi harga.

“Saya kira ini luar biasa, Kementan dan Bulog sudah _ngeklik_ dengan turun ke lapangan bersama melakukan percepatan serapan gabah-beras ke petani, sehingga angka 18.250 ton setara beras yang hari ini Bulog dan Mitra Sepakati diharapkan besok sudah bisa mengalir secara bertahap,” pungkas Agung.

(*)

Tim KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia yang Masuk Wilayah RI

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal asing yang menangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. Dua kapal asing penangkap ikan itu berbendera Malaysia.

“Kini, berturut-turut 2 kapal perikanan berbendera Malaysia berhasil ditangkap oleh kapal pengawas perikanan (KP) dalam dua hari yang berbeda di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) Selat Malaka,” kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman dalam keterangannya Minggu, (7/4/2019).

Penangkapan pertama dilakukan oleh KP.Orca 02 pada Sabtu (6/4) sekitar pukul 11.45 WIB atas kapal dengan nama KM. PKFA 7836. Dari penangkapan kapal berukuran 82,47 GT tersebut diamankan seorang nakhoda dan 4 orang anak buah kapal (ABK) berkewarganegraan Indonesia.

Lalu penangkapan kedua dilakukan pada Minggu (7/4) sekitar pukul 06.30 WIB. KP. Hiu Macan Tutul 02 yang dinakhodai Ilman Rustam ini menangkap KM. PKFA 7747 dengan 5 orang ABK berkewarganegaraan Myanmar. Selanjutnya, kedua kapal itu masing-masing dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau dan Stasiun PSDKP Belawan, Sumatera Utara untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan.

“Keduanya menangkap ikan di WPP-NRI Selat Malaka tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan serta menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang di Indonesia jaring trawl,” sebut Agus.

Kedua kapal tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Tim KKP Tangkap 2 Kapal Asing Berbendera MalaysiaTim KKP Tangkap 2 Kapal Asing Berbendera Malaysia (Foto: dok Kementerian KP)

Agus menyebutkan penangkapan itu menambah deretan kapal perikanan ilegal yang ditangkap oleh KKP selama 2019. Total sebanyak 27 kapal ilegal berhasil ditangkap saat melakukan upaya pengerukan sumber daya ikan secara ilegal sejak Januari hingga 7 April 2019. Kapal-kapal tersebut terdiri dari 22 kapal perikanan asing (KIA) dan 5 kapal perikanan Indonesia (KII).

“Dari sejumlah KIA yang ditangkap terdiri atas 11 kapal berbendera Vietnam dan 11 kapal berbendera Malaysia,” kata Agus.
(ibh/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Siang Nanti

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca cerah berawan diperkirakan akan menyinari seluruh wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang, Minggu (24/3/2019) pagi. 

Namun, kondisi langit cerah Jabodetabek diprediksi tak bertahan lama saat mulai memasuki siang hari. Kawasan Jakarta Pusat, selatan, timur, utara dan keempat kota penyangga Ibu Kota bakal diguyur hujan lokal hingga ringan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi hujan dan angin kencang juga dilaporkan akan melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek pada siang hingga sore hari. 

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaksel, Jaktim, Jakpus dan Jakut pada sore hari,” isi peringatan dini BMKG lewat laman resminya.

Menjelang malam, cuaca cerah kembali menyelimuti semua titik di wilayah Ibu Kota. Sedangkan Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang digelayuti awan mendung.

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Minggu (24/3/2019):












 Kota  Pagi    Siang   Malam
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
Bekasi  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
Depok Cerah Berawan Hujan Ringan Berawan
Bogor   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
Tangerang   Cerah Berawan  Hujan Lokal  Berawan

Wiranto: Pentingnya Membangun di Wilayah Perbatasan

Liputan6.com, Morotai – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai pentingnya pembangunan di wilayah perbatasan. Karena menurutnya, ancaman sekarang sudah berubah, tidak lagi berorientasi pada serangan-serangan militer dari negara lain.

“Itu dulu sehingga kita harus memperkuat angkatan bersenjata kita, melatih pasukan-pasukan kita untuk melatih ancaman dari luar. Sekarang tidak mungkin. Karena negara lain nyerang negara lain. Itu biaya mahal dan akan dikutuk dunia internasional,” kata Wiranto dalam pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) di Morotai, Maluku Utara,  Senin 18 Maret 2019 di 

Wiranto menambahkan, ancaman saat ini berubah menjadi multidimensional. Seperti serangan narkoba, human trafficking, radikalisme, terorisme, illegal fishing, illegal logging. Ia pun mengambil salah satu contoh serangan narkoba.

Atas dasar itulah, Wiranto menegaskan pembangunan daerah perbatasan dan memperkuat perbatasan penting dilakukan. Kalau tidak, maka negara mudah rapuh.

“Akan banyak ancaman yang langsung ke jantung kehidupan bangsa Indonesia di pusat-pusat perkotaan. Jadi itulah sekelumit tentang bagaimana pentingnya dan tepatnya presiden membangun dari pinggiran,” ujar dia.

Wiranto pun memuji langkah pemerintahan di bawah pimpinan Joko Widodo. Ia mengatakan, Jokowi berani untuk menerobos kebijakan-kebijakan nasional yang berorientasi kepada pembangunan dari pinggiran.

“Membangun dari pinggiran perlu keberanian karena tidak populer. Karena uang yang dikeluarkan banyak tapi kelihatannya itu tidak dapat pujian banyak orang. Beda dengan di kota. Misal bangun menara yang tinggi pasti banyak yang tepuk tangan karena banyak yang lihat,” kata Wiranto.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhajar Diantoro mengatakan, membangun kawasan perbatasan bukan hanya urusan meningkatkan wibawa negara, tetapi juga bentuk keseriusan negara menunaikan janji kemerdekaan yaitu memuliakan seluruh rakyat Indonesia.

Suhajar menjelaskan, salah satu wujud nyata memuliakan seluruh rakyat Indonesia yakni menyejahterakan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil dan terluar, di gunung atau perbukitan di wilayah perbatasan negara tempat patok-patok batas negara.

Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diprediksi Berawan

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca berawan diperkirakan akan menaungi seluruh wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang pagi ini, Jumat (15/3/2019). 

Memasuki siang hari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan lokal akan turun di wilayah Jakarta Selatan, sementara langit cerah berawan akan menyelimuti bagian utara Ibu Kota dan Kepulauan Seribu.

Hujan lokal dan ringan juga diperkirakan akan terjadi dua kota penyangga Ibu Kota, yaitu Depok dan Bogor. Sementara, Bekasi dan Tangerang diprediksi BMKG bakal berawan.

Meski cuaca hari ini terbilang cukup bersahabat, warga Ibu Kota dan sekitarnya patut waspada potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang akan terjadi pada malam hari. Hal ini diinformasikan BMKG lewat peringatan dininya.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakbar, Jakpus, dan Jakut antara malam dan dini hari,” ungkap BMKG.

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Jumat (15/3/2019): 












 Kota   Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Lokal  Hujan Ringan
 Jakarta Timur  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Utara  Berawan Cerah Berawan  Berawan
 Kepulauan Seribu  Berawan Cerah Berawan  Cerah Berawan
Bekasi  Berawan Berawan Berawan
Depok Berawan Hujan Ringan Berawan
Bogor  Berawan Hujan Lokal Berawan
Tangerang  Berawan Berawan Berawan

Pertamina Optimalkan Pasokan BBM dan Elpiji di Wilayah Banjir Bojonegoro

Liputan6.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) optimalkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji di wilayah yang terdampak banjir, di Bojonegoro, Jawa Timur. 

Hal itu terutama di kecamatan Ngraho, Padangan, Gayam, Kalitidu, Trucuk, Bojonegoro, Balen, Kanor dan Boureno, Jawa Timur.

Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina, Rustam Aji mengatakan,‎ Pertamina telah menurunkan tim di lapangan untuk memaksimalkan pasokan BBM dan Elpiji di wilayah tersebut. 

Penyaluran BBM kepada seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Bojonegoro tetap berjalan normal, dengan rata-rata realisasi penyaluran BBM jenis Gasoline atau Bensin) sebesar 323 Kilo Liter (KL) per hari, sementara BBM jenis Gasoil atau diesel sebesar 167 KL per hari.

“Kondisi banjir Alhamdulillah tidak menghalangi pengiriman BBM ke seluruh SPBU di Bojonegoro, kami pun tetap berkordinasi di lapangan terkait aspek keselamatan dalam pengiriman,” kata Rustam, di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Dia pun memastikan, penyaluran Elpiji  tetap berjalan normal dengan terdapat 15 agen di Bojonegoro yang didukung oleh 780 pangkalan Elpiji yang tersebar di seluruh daerah.

Adapun rata-rata penyaluran Elpiji di Bojonegoro mencapai 98 ribu kg per hari untuk Elpiji bersubsidi, sementara untuk Elpiji Non Subsidi mencapai 775 kg per hari. 

“Selain kelancaran pasokan BBM, kami pun memastikan jika pasokan Elpiji di Bojonegoro tetap berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan elpiji,” ujar Rustam. 

Khofifah: 15 Wilayah di Jatim Dilanda Banjir, Madiun Paling Parah

Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut ada 15 kota/kabupaten di Jatim yang tengah dilanda banjir. Banjir terparah ada di Kabupaten Madiun yakni mencapai 35 desa di 7 Kecamatan.

“Untuk jumlah semua laporan di Jatim ada 15 wilayah yang kena musibah banjir, paling parah di Kabupaten Madiun,” ujar Gubernur Khofifah saat berkunjung ke posko bencana di Kecamatan Balerejo, Kamis (7/3/2019).

Selain Madiun, 14 kota atau kabupaten lainnya yakni Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan dan Kabupaten Blitar. Gubernur wanita pertama Jatim itu menambahkan, Pemprov telah berkoordinasi terhadap seluruh kepala daerah terkait.
“Bentar lagi saya ke Ngawi ya, maka Pemprov akan segera melakukan rapat koordinasi dengan bupati atau walikota yang memiliki titik-titik terhadap kerawanan bencana banjir bisa dimitigasi. Maka kita melakukan langkah langkah, antisipasi ke depannya,” imbuhnya.
Selain itu, mantan Menteri Sosial itu juga mengajak pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk melakukan peninjauan kemungkinan adanya beberapa penyebab banjir. Khofifah meminta BBWS untuk melakukan penyisiran ke sejumlah tanggul yang kemungkinan jebol.

Khofifah melanjutkan, pihaknya juga akan menghadiri acara Musrenbangnas yang digelar 15 Mei 2019 di Jakarta. Dalam rapat nanti, pihaknya akan menjabarkan beberapa infrastruktur yang rusak akibat bencana dan harus diperbaiki oleh pemerintah pusat.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>