Pascapenembakan di Utrecht, KBRI Den Haag Imbau WNI Waspada

Utrecht – Peristiwa penembakan terjadi di Utrecht, Belanda, yang menewaskan tiga orang. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag mengimbau WNI yang berdomisili di Belanda selalu waspada.
Dalam surat edaran dari KBRI Den Haag, Senin (18/3/2019), ada lima poin imbauan yang disampaikan. Berikut isinya:

1. Agar senantiasa waspada dan selalu memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tempat tinggal/bekerja masing-masing.

2. Agar menghindari kerumunan massa dan daerah-daerah yang menjadi konsentrasi kegiatan massa.

3. Apabila tidak terdapat kepentingan, dimohon agar tidak meninggalkan rumah.

4. Tetap mematuhi hukum yang berlaku dan instruksi/imbauan aparat keamanan setempat.

5. Sekiranya terdapat hal yang perlu diketahui/dilaporkan, dapat menghubungi KBRI Den Haag dengan alamat:

Tobias Asserlaan 8, @517 KC, Den Haag
Hotline KBRI Den Haag : +31 6 28860509
Email : bidkons@indonesia.nl

Terkait insiden ini, seperti dilansir ewn.co.za dari AFP, polisi sudah turun tangan ke lokasi kejadian. Pelaku diduga berasal dari Turki–yang teridentifikasi bernama Gokman Tanis (37).

“Pada tahap ini, kami dapat mengkonfirmasi tiga orang tewas dan sembilan luka-luka, tiga di antaranya luka serius,” kata Wali Kota Utrecht Jan van Zanen dalam sebuah pernyataan video di Twitter.
(dkp/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pakai Ban Tubeless, Pemilik Motor Tetap Harus Waspada Ranjau Paku

Liputan6.com, Jakarta – Menggunakan ban tubeless biasanya sudah membuat pemilik motor merasa aman dari kebocoran akibat tusukan paku. Namun jangan salah, meskipun sudah menggunakan ban jenis tersebut, si empunya kendaraan harus tetap waspada terhadap ranjau paku yang ditebar orang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya, para oknum penyebar ranjau paku ini tidak lagi menebar paku berukuran kecil, tapi juga sudah cukup kejam, menebar paku berukuran besar.

Seperti dilansir laman resmi Suzuki Indonesia, untuk paku kecil, ban tubeless terbilang cukup tangguh, apalagi jika sudah dilengkapi dengan cairan anti-bocor. Pemilik hanya perlu mencabut paku kecil tersebut, dan kebocoran tersebut bisa diatasi dengan cairan anti-bocor.

Sesampainya di rumah, kamu bisa melakukan penambalan sendiri dengan menggunakan alat-alat tambal yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Alhasil, para pelaku usaha tambal ban nakal pun akan gigit jari karena tipu daya mereka gagal.

Tapi bukan berarti pengguna ban tubeless 100 persen aman dari ranjau paku. Untuk paku yang berukuran besar, sulit untuk diatasi dengan hanya mengandalkan tambahan cairan anti-bocor. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah, dengan menambalnya langsung.

Makanya, meskipun sudah menggunakan ban tubeless, waspada terhadap ranjau paku merupakan hal yang wajib dilakukan. Jika memungkinkan, bawa alat tambal khusus untuk ban tubeless di dalam bagasi motor kamu. Alat ini sekarang sudah banyak dijual di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau.

Wolverhampton Vs MU: Setan Merah Waspada Si Pembunuh Raksasa

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) akan menghadapi Wolverhampton di Stadion Molineux, pada perempat final Piala FA, Sabtu (16/3/2019) atau Minggu dini hari WIB. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit untuk Setan Merah, julukan MU.

Sebab, tim Big Six Liga Inggris sudah merasakan bagaimana sulitnya melawan Wolverhampton. Chelsea dua kali tidak bisa menang. Tottenham mereka kalahkan di Wembley. Manchester City dan Arsenal mereka tahan imbang. Bahkan, perjalanan mereka hingga perempat final Piala FA dimulai dengan mengalahkan Liverpool.

MU juga sudah pernah merasakan betap sulitnya melawan Wolverhampton, yang kini dikenal dengan sebutan Si Pembunuh Raksasa. Pada pekan keenam Liga Inggris pertengahan September lalu, Joao Moutinho membuyarkan keunggulan United pada babak pertama.

Bahkan selama 90 menit, Setan Merah lebih banyak berada dalam tekanan dan begitu sulit menembus lini belakang Wolves. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1.

“Mereka adalah tim yang hebat dan memiliki pemain yang sangat bagus. Kami menyadari kalau pertandingan akhir pekan nanti tidak akan berjalan mudah.”

“Jadi kami harus siap untuk itu. Kami tetap mengejar kemenangan meski lawan yang kami hadapi adalah lawan yang sulit,” kata Fred, gelandang MU yang mencetak gol di laga tersebut, dikutip dari situs resmi klub.

Liga Champions: Liverpool Jumpa Porto, Klopp Tetap Waspada

Jakarta Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyangkal jika timnya dianggap mendapat undian terbaik di perempat final Liga Champions. The Reds harus bertemu FC Porto yang dianggap sebagai tim terlemah di perempat final. 

Namun, Klopp kangsung menepis anggapan itu. “Apa yang bisa saya katakan? Lawan kami Porto. Kami pernah berduel melawan mereka dan tahu bagaimana bagusnya mereka pada tahun lalu,” kata Klopp seperti dilansir situs resmi Liverpool, Jumat (15/3/2019). 

“Hasil akhirnya aneh. Pertandingan itu tentu saja sangat bagus, tapi aneh. Pada leg kedua kami melihat karakter dan kualitas yang dimiliki Porto,” imbuh pelatih asal Jerman tersebut. 

Musim lalu Liverpool dan Porto berjibaku pada 16 besar. Pada leg pertama di kandang Porto, The Reds menang telak 5-0. Namun, pada leg kedua di kandang sendiri Liverpool malah ditahan imbang tanpa gol.  

“Saya berpikir ini undian terbaik. Ini hanya undian. Kami harus mempersiapkan diri menghadapinya (Porto). Itulah yang kami pikirkan ketika kami mempersiapkan diri menghadapi pertandingan itu,” ujar Klopp tentang undian yang didapat Liverpool.

Buntut Teror Christchurch, Muslim Australia Diminta Waspada

Christchurch

Para ulama Islam di Australia mengutuk serangan penembakan terhadap jamaah di dua masjid Christchurch sebagai “aksi teror” yang terinspirasi oleh paham Islamofobia.

Poin Utama Muslim Australia
Poin utama:

• Badan tertinggi dewan Islam di Australia menggambarkan penembakan itu sebagai “aksi teror”

• Ulama Rateb Jneid mengatakan politisi harus menyadari konsekuensi dari suasana “kebencian dan perpecahan”

• Masjid dan jamaah Muslim di seluruh Australia didesak untuk “ekstra waspada”

Pihak berwenang Selandia Baru yakin bahwa 40 orang tewas setelah penembakan massal di dua masjid Christchurch, yang disebut Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, sebagai “salah satu hari terkelam di Selandia Baru”.

Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) mengutuk serangan itu dan mendesak pemerintah di Australia di semua level untuk memberi perhatian ekstra pada sentimen anti-Muslim dan ekstremisme.

Presiden AFIC, Rateb Jneid, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para korban dan keluarga mereka berada dalam doanya.

“Dengan kesedihan yang mendalam kita mengetahui serangan teroris hari ini yang dilakukan terhadap jamaah yang tidak bersalah di sebuah Masjid di Christchurch, Selandia Baru,” kata Dr Jneid.

“Kami menyampaikan doa dan simpati kami kepada para korban dan penyintas, keluarga mereka dan masyarakat Selandia Baru selama masa yang mengerikan ini,” katanya.

“Tindakan teror terhadap para jamaah yang tidak bersalah ini adalah kekejaman dan kami berduka bersama para korban dan keluarga mereka.”

Peringatan akan adanya suasana kebencian

Senator perempuan Muslim pertama Australia, Mehreen Faruqi, mengutuk sentimen anti-Islam di Australia, terutama “politisi sayap kanan seperti Pauline Hanson dan Fraser Anning”.

“Ada darah di tangan para politisi yang menghasut kebencian. Bagi saya, ada hubungan yang jelas antara politik kebencian mereka dan kekerasan yang memalukan dan tidak masuk akal di Christchurch ini,” unggahnya di Twitter.

Presiden AFIC mengatakan penembakan itu adalah 'produk dari meningkatnya Islamofobia dan marjinalisasi Muslim &rsquo.
Presiden AFIC mengatakan penembakan itu adalah ‘produk dari meningkatnya Islamofobia dan marjinalisasi Muslim &rsquo. (AP: Mark Baker)

“Muslim telah menjadi sasaran selama sholat Jum’at, ini bukan peristiwa terisolasi dengan penyebab misterius. Ini bukan peristiwa acak. Ini adalah konsekuensi dari kebencian Islamofobia dan rasis yang telah dinormalisasi dan dilegitimasi oleh beberapa politisi dan media. “

“Menghadiri sholat Jum’at adalah ritual keluarga bagi jutaan umat Islam. Hati saya hancur untuk semua orang yang kehilangan keluarga dan teman-teman hari ini, dan Muslim di seluruh dunia yang khawatir akan keselamatan mereka setiap hari.”

“Mari kita sebut ini apa adanya. Serangan teroris terencana yang menargetkan kaum Muslim.”

Dr Jneid mengatakan dalam pernyataannya bahwa umat Islam di Australia perlu mewaspadai keselamatan mereka, terutama di sekitar masjid.

“Kami mendorong semua Masjid dan tempat ibadah di Australia untuk lebih waspada dan bagi anggota komunitas Muslim untuk secara khusus memperhatikan keselamatan mereka dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Ia juga mendesak pemerintah Australia untuk mewaspadai “konsekuensi mengerikan” yang bisa timbul dari ujaran kebencian.

“Pembantaian hari ini adalah produk dari Islamofobia yang semakin meningkat dan marjinalisasi umat Islam dan merupakan pengingat bagi semua pihak, termasuk para pemimpin politik dan komentator media, tentang konsekuensi mengerikan yang bisa ditimbulkan oleh suasana kebencian dan perpecahan,” katanya.

“Tidak ada negara atau komunitas yang kebal terhadap kekejaman seperti itu.”

“Kami mendesak pemerintah di Australia, baik di tingkat Federal dan Negara Bagian, untuk memberikan perhatian ekstra pada munculnya sentimen anti-Muslim dan ekstremisme dan memastikan bahwa keprihatinan komunitas Muslim didengar dan ditanggapi dengan tulus.”

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dua Personel Blackpink Sempat Diminta Waspada dengan Seungri

Sunmi mengungkapkan dirinya pernah diminta waspada soal Seungri oleh para senior. Meski begitu, tentunya sang solois tidak mengungkap alasannya.

“Aku sudah jutaan kali diingatkan, ‘Pastikan kamu selalu waspada pada Seungri’. Khususnya, oleh banyak senior wanita,” ungkapnya.

Sementara Naeun Apink justru mengaku sama sekali tidak berniat untuk bertemu dengan Seungri Big Bang.

“Kalau bertemu dengannya… Hmm, lebih baik jangan sampai,” ucap Naeun.

Penyakit Gondongan Penyebab dan Cara Menyembuhkan, Waspada Bisa Menular

1. Istirahat yang Cukup

Demi meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menghentikan penyebaran virus, sebaiknya istirahat di rumah dulu dan hindari bepergian keluar rumah untuk sementara waktu. Penderita penyakit gondongan sebaiknya mengistirahatkan diri di rumah kurang lebih selama lima hari setelah kelenjar parotis mulai terlihat membengkak.

Bed rest juga bertujuan untuk mencegah penularan virus pada orang lain. Pasalnya, virus gondongan akan sangat menular bahkan hingga seminggu setelah kemunculan gejala.

2. Minum Banyak Air Putih

Penyakit gondongan bisa membuat tenggorokanmu sakit sehingga sulit untuk mengunyah dan menelan makanan ataupun minuman. Itu sebabnya, banyak orang yang kehilangan nafsu makan dan jadi malas mengonsumsi apapun, termasuk minum air.

Padahal, minum banyak air putih bisa bantu mencegah dehidrasi selama demam yang dialami saat gondongan. Kebutuhan cairan yang terpenuhi dengan baik juga membantu melancarkan sistem metabolisme tubuh.

Selama penyakit gondongan berlansung hindari jus buah, karena jus biasanya merangsang produksi air liur yang justru membuat gondongan makin sakit.

3. Perhatikan Sumber Makanan

Jangan sepelekan pemilihan makanan selama sedang menjalani pengobatan gondongan. Nyatanya, pemilihan makanan yang tepat akan bantu menurunkan risiko komplikasi dari gondongan dan mempercepat proses penyembuhan.

Jika makan makanan keras membuatmu susah menelan dan akhirnya jadi tidak nafsu makan, coba makan makanan lain yang lebih lunak. Sup, yogurt, kentang rebus tumbuk, serta makanan lainnya yang tidak sulit dikunyah dan ditelan mungkin bisa jadi pilihan yang tepat. Sebisa mungkin hindari juga makan makanan asam, seperti buah jeruk, karena bisa memperbanyak produksi air liur.

4. Kompres dengan Air Hangat

Kompres bagian wajah yang membengkak dengan handuk lembut yang sebelumnya dicelupkan pada air hangat. Ini mengurangi rasa nyeri pada pembengkakan.

Waspada, Sumsel Segera Tetapkan Status Siaga Karhutla

Liputan6.com, Palembang – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus mengancam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) setiap memasuki musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel pun langsung bersiap menghadapi terjadinya karhutla kembali.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, dalam waktu dekat BPBD Sumsel akan menetapkan Sumsel dengan status siaga bencana karhutla.

“Sekarang Surat Keputusan (status siaga) sudah di tangan Gubernur Sumsel dan tinggal disahkan,” ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (11/3/2019).

Penetapan status siaga bencana sedari dini, menjadi upaya penanganan maksimal untuk mengantisipasi karhutla.

Iriansyah memastikan semua pihak baik pemerintahan, TNI, Polri, dan perusahaan yang ada diwilayahnya, siap menghadapi bencana karhutla.

Pada hari Selasa (12/3/2019), BPBD Sumsel akan berkoordinasi dengan Kepala BNPB Doni Monardo, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Pemprov Sumsel dan stakeholder terkait untuk penetapan siaga bencana karhutla ini.

“Dalam rapat tersebut, kita akan mempersiapkan antisipasi karhutla lebih intensif. Termasuk kesiapan saraa dan prasarana, baik dari kepemerintahan, Manggala Agni dan perusahaan perkebunan swasta di Sumsel,”katanya.

Dia mengharapkan dengan adanya penetapan status ini, bisa meminimalisir terjadinya karhutla di Sumsel.

Diakui Irianyah, Sumsel merupakan daerah yang sangat rawan terjadinya karhutla. Hal ini diperparah dengan luasnya kawasan gambut yang sangat mudah terbakar.

“Kami tidak ingin kembali terulang karhutla. Setiap tahun kita selalu diupayakan pencegahan dan pengendalian karhutla yang matang. Terlebih sebelum masuk musim kemarau,”ujarnya.

Ada beberapa daerah rawan karhutla yang sudah dipetakan BPBD Sumsel, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Muara Enim. Di daerah ini banyak lahan gambut yang mudah terbakar.

Waspada Penyakit Bronkitis, Ini Penyebab, Gejala dan Cara Alami Mengobatinya

Gejala bronkitis umumnya mirip dengan infeksi paru-paru atau pneumonia. Penderita penyakit bronkitis ini akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut. Alergi, pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak. Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan. Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis.

Gejala umum kondisi ini adalah: Batuk, batuk berdahak, yang mungkin bercampur dengan darah. Napas pendek atau sesak nafas, dada terasa nyeri. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.

Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia. Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir.

Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernapasan yang abnormal. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: Tes fungsi paru-paru, Gas darah arteri dan Rontgen dada.

Waspada, Penyakit Tidak Menular Kini Banyak Menjangkit Anak Muda

Penyakit yang biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia ini, kini banyak dialami oleh golongan usia produktif. Kondisi ini menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan. Bagaimana tidak, kelompok usia produktif diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang akan membawa Indonesia menghadapi persaingan global.

Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Fiastuti Witjaksono, M.S SpGK mengungkapkan bahwa mereka rentan terkena penyakit tidak menular adalah orang-orang yang tidak menjalankan pola hidup sehat.

Menurutnya, dahulu penyakit tidak menular banyak dialami oleh kelompok yang usianya di atas 50 tahun. Namun saat ini golongan muda yang berusia 30 tahun sudah banyak yang terkena beragam penyakit tersebut. Dirinya mengungkapkan jika seseorang yang telah divonis menderita salah satu penyakit tidak menular tersebut, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi maka hidupnya akan bergantung pada obat.

Menurut dr. Grace Joselini, aktivitas fisik adalah kunci agar seseorang terhindar dari penyakit tidak menular. Cukup dengan meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan secara umum.

Untuk langkah awal, Anda bisa melakukan olahraga yang mudah seperti jalan cepat dan jogging. Selain mudah dilakukan, olahraga lari khususnya juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan risiko mengidap penyakit, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga membantu melepaskan hormone endorphin, yang membuat perasaan menjadi lebih rileks.

Selain itu, dirinya juga menyarankan untuk melakukan variasi untuk setiap olahraganya. Misalnya saja futsal, basket, bersepeda, dan buku tangkis adalah oalhraga yang bagus untuk anak muda. Sementara untuk orang yang usianya sudah lebih tua, jalan santai dan jogging adalah pilihan yang aman.