DPR-KPU Sepakat Warga Bisa Hanya Gunakan e-KTP untuk Nyoblos

Jakarta – Komisi II DPR selesai menggelar rapat bersama KPU, Bawaslu, dan Kemendagri terkait persiapan Pemilu 2019. Salah satu hasil rapat adalah menyepakati penggunaan e-KTP bagi warga yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Komisi II DPR RI, KPU, dan Bawaslu sepakat bahwa masyarakat yang tidak terdaftar di DPT boleh menggunakan hak pilihnya hanya menggunakan e-KTP,” kata Wakil Ketua Komisi II F-PKB Nihayatul Wafiroh membacakan kesimpulan rapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Namun ada syarat bagi warga yang hanya menggunakan e-KTP untuk memilih pada Pemilu 2019. Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan e-KTP digunakan di TPS sesuai dengan domisili.

“Orang-orang dengan kategori DPK (daftar pemilih khusus) itu hanya boleh menggunakan hak pilihnya di mana dia berdomisili,” kata Arief.

Selain itu, Ketua Bawaslu menegaskan warga yang menggunakan e-KTP hanya diberi waktu di satu jam terakhir pencoblosan. “Digunakan satu jam terakhir,” ujar Abhan.
(tsa/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KKP Lepas Dugong yang Dipelihara Warga Sorong

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas) Sorong didukung oleh instansi terkait dan Dewan Adat setempat melaksanakan pelepasliaran spesies dilindungi dugong di perairan Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Pelepasliaran satu ekor dugong berukuran panjang 51 cm dan lingkar badan 32 cm dilakukan untuk melindungi spesies yang sudah dikategorikan terancam punah dari penangkaran yang dilakukan oleh penduduk setempat, ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (19/3/2019).

Upaya tersebut berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan kepada Pengawas Perikanan Satwas Sorong mengenai adanya penangkaran satu ekor dugong oleh penduduk. Atas informasi tersebut, Satwas Sorong segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lapangan dan diketahui bahwa terdapat satu ekor dugong yang dipelihara oleh penduduk Desa Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Dugong tersebut sebelumnya tertangkap secara tidak sengaja dengan alat tangkap gill net di perairan Tanjung Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat oleh nelayan setempat pada tanggal 1 Januari 2019.

Selanjutnya, Pengawas Perikanan bersama-sama dengan Instansi terkait dan Dewan Adat setempat melakukan pendekatan kepada penduduk yang memelihara dugong tersebut agar dapat dilepaskan ke alam. Setelah pendekatan dan musyawarah dilakukan dengan didukung oleh tokoh adat setempat, akhirnya dugong dilepasliarkan dengan sukalera.

“Proses pelepasliaran berjalan dengan baik atas dukungan tokoh adat, Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA), Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan (LPSPL) Sorong, Kepolisian dan TNI Sorong, serta Kepala Kampung setempat,” ujar Agus.

4,2 Juta Warga Belum Punya e-KTP, DPR Minta Pemerintah Percepat Perekaman

Jakarta – Komisi II DPR meminta Kemendagri mempercepat perekaman e-KTP masyarakat. Berdasarkan catatan, masih ada 4,2 juta penduduk yang belum merekam data e-KTP.

Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II dengan KPU, Bawaslu, dan Kemendagri tentang persiapan Pemilu 2019. Rapat digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

“Mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan langkah-langkah percepatan pencetakan e-KTP bagi 4.231.823 penduduk yang belum melakukan perekaman serta melakukan upaya afirmatif di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan daerah lain yang tingkat perekamannya masih rendah agar dapat selesai sebelum 31 Maret 2019,” kata Wakil Ketua Komisi II F-PKB, Nihayatul Wafiroh selaku pemimpin rapat.


Dalam simpulan rapat juga disinggung soal e-KTP WNA. Komisi II meminta pemerintah membedakan warna e-KTP WNA dan WNI serta sementara menghentikan pencetakan e-KTP WNA.

“Mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk membedakan warna e-KTP bagi WNA dan menghentikan pencetakan KTP elektronik bagi WNA hingga pemilu selesai sebagai upaya menciptakan situasi pemilu serentak yang kondusif,” ujar Nihayatul.

Selain mengenai e-KTP, dalam rapat disepakati perubahan PKPU 7/2017 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilu 2019. Menurut KPU ada sejumlah daerah yang memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan penghitungan suara.

“Menyetujui usulan perubahan terkait daerah tertentu yang memerlukan penambahan waktu penghitungan suara dari 10 hari menjadi 17 hari dan perubahan PKPU Nomor 3 tahun 2019 tentang pemungutan dan penghitungan suara. Selanjutnya peraturan Bawaslu yang terkait hal di atas menyesuaikan,” tutur Nihayatul.

Rapat Komisi II dengan KPU, Bawaslu, dan Kemendagri ini menghasilkan 3 kesimpulan lain. Tiga poin kesimpulan tersebut, yaitu:

1. Komisi II DPR RI KPU dan Bawaslu sepakat bahwa masyarakat yang tidak terdaftar di DPT maka boleh menggunakan hak pilihnya menggunakan e-KTP.
2. Komisi II DPR RI memahami kesulitan Bawaslu dalam rekrutmen pengawas TPS. Selanjutnya Komisi II DPR RI meminta Bawaslu agar tetap mengoptimalkan proses rekrutmen.
3. Komisi II DPR RI mendorong Bawaslu untuk menyelenggarakan pelatihan bagi saksi peserta pemilu sesuai dengan mekanisme yang berlaku di Bawaslu.
(tsa/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Respons Serangan di Utrecht, Turki: Solidaritas Kami untuk Warga Belanda

Liputan6.com, Utrecht – Pelaku penembakan di sebuah trem di Utrecht Belanda yang menewaskan tiga orang, telah ditangkap. Ia diketahui bernama Gokmen Tanis (37), pria kelahiran Turki.

Menanggapi insiden itu, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk serangan dan mengucapkan belasungkawa kepada para korban.

“Kami mengecam dengan keras serangan yang terjadi pada hari ini (Senin, 18 Maret 2019) di Kota Utrecht, Belanda terlepas dari identitas pelaku serangan dan motivasi di belakangnya,” kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan, beberapa jam pascapenembakan.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan berharap ketabahan untuk para keluarga yang ditinggalkan, serta kesembuhan yang cepat bagi mereka yang terluka,” lanjut pernyataan itu.

“Dalam menghadapi serangan ini, kami bersolidaritas penuh dengan warga Belanda dan pemerintah,” pungkasnya.

Meskipun identitas pelaku penembakan trem telah diketahui, motif di balik serangan masih menjadi misteri.

Otoritas Negeri Tulip sempat cemas, mengeluarkan peringatan ancaman terorisme di Kota Utrecht ke tingkat tertinggi. Hal itu mengingat insiden terjadi hanya tiga hari berselang dari penembakan dua masjid yang berdekatan di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte juga sempat mengatakan bahwa motif terorisme tidak bisa dikesampingkan.

“Negara kita hari ini dikejutkan oleh serangan di Utrecht … Motif teroris tidak bisa dikesampingkan,” kata Rutte.

“Orang-orang tak bersalah telah jadi korban kekerasan,” katanya.

Meski demikian, saat ini kasus tengah berada di bawah peneyelidikan berbagai entitas, khususnya otoritas Belanda. Mereka tengah berusaha menyingkap motif sebenarnya di balik serangan.

Simak pula video pilihan berikut:

Aksi penembakan terjadi di kota Utrecht, Belanda. Penembakan nemelan 3 warga tewas.

Sungai Bogowonto Meluap, Ribuan Warga Purworejo Mengungsi

Ada kemungkinan pengungsian akan berkurang jika rendaman turun signifikan sore ini. Namun, itu dengan syarat tak lagi turun hujan lebat.

“Ya daerah pesisir, arus Bogowonto lah hitungannya itu. Itu karena muara surutnya akan lebih lama,” dia menjelaskan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Iman Ciptadi mengemukakan, mulai Senin sore, sejumlah pengungsi mulai kembali ke rumah. Karenanya, ia memperkirakan jumlah pengungsi hanya separuh dari jumlah pada Senin pagi dan siang.

“Yang masih ada pengungsian, Bapangsari, Dadirejo. Desa Laban sudah kembali ke rumah tapi aktifitas belum normal. Talangsari juga masih butuh logistik karena masih ada genangan,” ucap Iman.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah pengungsi akan langsung tinggal di rumah yang sebagian besar masih terenda. Biasa jadi, pada malam harinya, banyak warga yang bakal kembali lagi ke pengungsian.

Dia mengemukakan, saat ini rendaman paling tinggi terjadi di wilayah muara. Sebab, wilayah tersebut berada di dataran rendah dan merupakan wilayah limpasan dan genangan air.

“Rendaman sudah tidak terlalu tinggi, seperti Krandegan. Sudah ada aktifitas, tapi sebagian mungkin akan kembali lagi ke pengungsian,” ujarnya.

Iman menjamin, suplai logistik dan obat-obatan tercukup. Sejumlah posko kesehatan dan dapur umum didirikan. Di antaranya di Markas Komando BPBD Purworejo, Desa Bapangsari, Dadirejo, Bopong.

“Posko kesehatan kita dibantu DKK, PMI dan Polri yang menerjunkan tim kesehatannya,” dia menerangkan.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah Menculik

Jakarta – Survei Saiful Mujani Research and Colsulting (SMRC) di Banten antara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandiaga Uno bersaing ketat. Jokowi meraup elektabilitas 43,2 persen, sedangkan Prabowo 41,7 persen.

Survei yang dilakukan pada 27 Februari-8 Maret 2019 di 8 kabupaten dan kota di Banten ini juga memunculkan isu seputar calon presiden. Hasilnya, dari sampel 1.620 responden dengan margin error ± 2,5% masih ada yang percaya bahwa Jokowi adalah keturunan PKI, memusuhi Islam dan ulama. Di kubu Prabowo, muncul juga isu soal mantan Danjen Kopassus itu yang dipecat dari tentara dan keluarganya dari latar belakang non muslim.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah MenculikFoto: Isu Jokowi (Dok SMRC)

Soal isu Jokowi PKI, 65 persen responden tidak pernah mendengar isu ini dan 35 persen pernah mendengar. Dari 35 persen tersebut, 15 persen di antaranya percaya bahwa Jokowi adalah PKI.

“35 persen dari warga Banten atau 3 dari 10 orang Banten pernah mendengar isu hoax ini dan yang percaya adalah 15 persennya,” Diretur Riset SMRC Deny Irfani dalam jumpa pers di Kota Serang, Banten, Senin (18/3/2019).

Untuk isu Jokowi memusuhi Islam, survei juga menemukan ada 15 persen warga yang percaya dan 17 persen malah mempercayai Jokowi memusuhi ulama.

Untuk isu Prabowo dipecat dari tentara karena menculik aktivis demokrasi terdapat 29 persen warga Banten yang pernah mendengar. 34 persen di antaranya percaya dan 64 persen tidak percaya Prabowo seorang pecatan.

SMRC: Ada Warga Banten Percaya Jokowi PKI dan Prabowo Pernah MenculikFoto: Isu Prabowo (dok SMRC)

Kedua, dari 21 persen warga Banten yang pernah mendengar bahwa ibu, kakak, dan adik Prabowo tidak beragama Islam ada 50 persen yang percaya dan 50 yang tidak.

Artinya, kata Deny cukup banyak pemilih di Banten yang percaya berita tidak berdasarkan fakta khususnya terkait Jokowi. Dari 15 persen yang terpapar, atau 5 persen dari total polulasi percaya bahwa Jokowi PKI.

“5 persen dari total pemilih 8,1 juta sekitar 400 ribu. Jumlah ini sangat besar,” katanya.

Dari temuan ini, katanya masih banyak pemilih di Banten yang tidak bisa membedakan antara fakta dan hoax. Mereka rata-rata di perkotaan dengan usia muda dengan pendidikan dan pendapatan tinggi serta mudah mengakses internet.

Efek atas informasi tak benar dan hoax ini juga berpengaruh pada calon terhadap pilihan.

“Informasi latar belakang Prabowo juga berefek negatif terhadap Prabowo, tapi tidak sebesar efek fake news pada Jokowi,” katanya.
(bri/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Ingatkan Warga Kaltim Agar Tak Percaya Politikus Tukang Tipu

Samarinda – Capres Prabowo Subianto menemui warga Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam orasinya, Prabowo mengingatkan kepada warga supaya tidak mudah percaya dengan politikus tukang tipu.

“Politisi itu senyumnya bohong, senyum kalau orang Betawi bilang, monpendet, muka penuh tipu. Yaitu jadi politisi itu muka penuh tipu, senyumnya serba palsu, janji-janjinya bertahan 15 menit,” Kata Prabowo saat menyapa ribuan pendukungnya di Gor Segiri Samarinda, Kaltim, Minggu (17/3/2019).

Prabowo tiba di GOR Segiri Samarinda sekitar pukul 17.00 Wita. Ia datang mengenakan pakaian safari berwarna krem. Kehadiran Prabowo disambut histeris ribuan pendukungnya yang memadati pelataran GOR Segiri. Seruan ‘Prabowo Presiden’ terdengar menggema di kawasan Jl Kesuma Bangsa Samarinda.

Sembari berdiri di atas mobil atap terbuka, Prabowo menyapa rakyat Kaltim. Prabowo sesekali merentangkan tangan dengan gestur salam dua jari ke hadapan para pendukungnya. Yang menarik, Prabowo sempat meminta panitia mematikan lampu panggung, Prabowo mengaku tidak ingin terlihat seperti artis yang ingin tampil di depan panggung dengan sorotan lampu.

Prabowo kembali menegaskan bahwa rakyat Indonesia sudah tak bisa dibohongi lagi, Rakyat Indonesia ingin perbaikan hidup.

“Di mana-mana rakyat sudah mengerti kekayaan bangsa hanya dinikmati segelintir orang saja. Terlalu banyak kebohongan, kebocoran, dan terlalu banyak uang yang dicuri, terlalu banyak korupsi,” tegas Prabowo.

Prabowo kemudian meninggalkan GOR Segiri pukul 18.00 Wita langsung menuju Bandara APT Pranoto untuk kembali ke Jakarta.

(rvk/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gempa NTB: 2 Turis Meninggal, 4 Warga Luka-luka

Lombok Timur – Gempa bumi bermagnitudo 5,2 menyebabkan 4 warga di Lombok Timur, NTB, luka-luka. 4 warga di Kabupaten Lombok Timur itu mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.

“Untuk sementara kami mendapat laporan ada empat orang warga yang menjadi korban,” ungkap Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum yang dilansir dari Antara, Minggu (17/3/2019).

4 korban tersebut saat ini sedang menjalani perawatan. 4 korban tersebut, ialah:

1. Edi Rustaman (30) warga Dusun Dasan Tengah Barat, Desa Sembalun.
2. Beri (16) warga Dusun Kendang Luar, Desa Sembalun.
3. Hamzani (28) warga Kecamatan Jerowaru.
4. Rendi (18) warga Lendang Luar, Desa Sembalun.

“Ke semua korban mengalami luka-luka di kepala dan kaki akibat terbentur reruntuhan bangunan saat terjadinya gempa,” terangnya.

Selain menyebabkan korban luka-luka, sejumlah rumah di kabupaten Lombok Timur juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 mengguncang Lombok Timur pukul 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, gempa juga mengakibatkan longsor di Air Terjun Tiu Kelep, Senaru. Akibatnya, puluhan turis terkena longsor, dua di antaranya dipastikan meninggal dunia. Dari puluhan turis itu, 22 dari Malaysia.
(rvk/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gempa M 5,2 di Lombok Timur, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa M 5,2 di Lombok Timur, Warga Berhamburan Keluar Rumah Warga tampak berada di luar rumah setelah merasakan gempa (Foto: Harianto/detikcom)

Mataram – Warga di Nusa Tenggara Barat (NTB) berhamburan keluar rumah setelah merasakan guncangan gempa. Mereka merasakan guncangan yang cukup keras.

“Besar sekali gempanya. Di mana pusatnya? Besar sekali rasanya,” ucap Ria, seorang warga yang tinggal di Cakranegara Barat, Mataram, Minggu (17/3/2019).

Warga lainnya, Sari, menuturkan hal serupa. Dia langsung berlari keluar rumah.

“Tadi saya lagi tidur-tiduran, main handphone di kamar. Saya lari ke luar halaman,” ucap Sari.

Gempa sebelumnya terjadi pukul 14.09 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,2. Titik pusat gempa berada di jarak 7 km arah barat laut Lombok Timur dengan kedalaman 11 km.

Gempa disebut BMKG tak berpotensi tsunami. Belum diketahui apakah gempa menimbulkan kerusakan atau tidak.
(dhn/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>