Wakil Ketua Komisi VIII Sarankan Acuan Biaya Haji 2019 Tetap Pakai Rupiah

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta Kementerian Agama (Kemenag) tidak menggunakan kurs dolar Amerika Serikat (AS). Menurut dia, sebaiknya biaya haji ditetapkan dengan menggunakan mata uang rupiah.

“Kami minta pakai rupiah. Karena hampir semua komponen penetapan haji, pakai mata uang rupiah,” kata Ace di usai rapat tertutup di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12).

Ace mengatakan penggunaan sarana penunjang ibadah haji bisa tetap menggunakan rupiah. Serta penggunaan kurs dolar AS juga melanggar regulasi yaitu UU Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia.

“Yang mengatakan bahwa penggunaan BPIH itu tidak masuk dalam komponen yang dikecualikan dalam penggunaan mata uang. Jadi kita jangan sampai melanggar aturan, karena toh jemaah haji membayarnya bukan menggunakan dolar, tapi pakai rupiah,” ungkapnya.

Selain itu, Kemenag juga diminta mengkaji ulang rencana kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 seperti komponen lain seperti airport service, handling service diminta untuk ditekan. Tentunya tanpa mengurangi kualitas dan memberikan pelayanan yang maksimal.

“Ini masih pembahasan awal. Kami dorong supaya tak terjadi kenaikan yang besar sampai dikonversi ke rupiah jadi sebesar Rp 3 juta. Kalau sebesar itu menurut saya perlu dipertimbangkan, dikaji ulang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *