Tim Prabowo Cek Pengakuan Ketua PA 212 Baru Tahu Masuk Struktur BPN

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo SubiantoSandiaga Uno akan mengecek pengakuan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif. Slamet mengaku baru tahu namanya masuk dalam jajaran BPN.

“Nanti akan kita komunikasikan, akan kita cek di mana missed link-nya,” ucap Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, saat dihubungi wartawan, Selasa (22/1/2019).

Riza mengatakan tim BPN Prabowo-Sandiaga mungkin akan menggelar pertemuan informal dengan Slamet terkait persoalan itu. Baginya, hal itu bukanlah persoalan besar.

“Kan ada ratusan orang di sana (BPN). Misal saya merekomendasikan A, B, C. Lalu setelah masuk, saya belum memberi tahu. Itu bisa aja. Mungkin ada yang merekomendasikan nama Pak Slamet, lalu mungkin belum diberitahu. Ya itu soal teknis, akan diselesaikan baik-baik,” ujar Riza.

Slamet mengaku baru tahu masuk jajaran tim BPN itu setelah menjalani pemeriksaan di Bawaslu Surakarta karena diduga melakukan pelanggaran pemilu dalam Tablig Akbar PA 212 Solo Raya pada Minggu, 13 Januari kemarin. Perihal pelaporan Slamet ke Bawaslu itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andra Rosiade meyakini Slamet tidak bersalah.

“Kami meyakini ustaz Slamet Maarif akan lepas dari tuduhan tersebut, karena beliau datang dalam kapasitas sebagai Ketua PA 212. Acara tersebut tablig akbar 212. Tidak ada ustaz Slamet Maarif berkampanye seperti citra diri, penyampaian visi misi,” kata Andre sebelumnya.
(tsa/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

9 Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pedoman Masyarakat Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Pancasila merupakan jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan yang semakin baik, demi menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Salah satu fungsi Pancasila sebagai dasar negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum.

Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. Pancasila merupakan lima butir ideologi dasar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pancasila merupakan lima dasar negara yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik bagi masyarakat Indoensia. Hal ini dipertegas oleh The Faunding Father Kita Bung Karno, bahwa, Pancasila merupakan isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat dan penjajah.

Nama Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas.

Pancasila menjadi rumusan dan pedoman kehidupan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara agar tidak menjadi penyebab tindakan penyalahgunaan kewenangan sehingga kita harus memahami fungsinya dengan baik.

Berikut telah liputan6.com rangkum Selasa (22/1/2018), fungsi Pancasila sebagai dasar negara yang harus kamu pahami dengan baik.

2 dari 2 halaman

Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

1. Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Fungsi Pancasila yang pertama adalah sebagai dasar Negara. Dasar negara di sini diartikan sebagai dasar falsafah atau filosofi negara. Sehingga Pancasila dalam hal ini digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan negara.

Dengan kata lain, Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan aparatur negara yang sesuai dengan bunyi dan isi yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

2. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila yang kedua adalah sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Dalam hal ini Pancasila berperan sebagai petunjuk hidup sehari-hari, yang juga merupakan satu kesatuan yang tidak akan bisa dipisah-pisah antara satu dengan yang lain. Artinya bersatu dalam satu Negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

3. Kepribadian Bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila yang ketiga adalah sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Fungsi yang satu ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sikap mental maupun tingkah lalu atau perilaku beserta amal perbuatan dari sikap mental tersebut.

Kepribadian yang dimaksudkan adalah ciri khas masyarakat bangsa Indonesia. Artinya suatu sikap mental dan tingkah laku yang mempunyai ciri khas tersendiri sehingga mampu dibedakan dengan bangsa lainnya di seluruh dunia. Itulah yang dinamakan kepribadian bangsa Indonesia.

4. Jiwa Bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila yang keempat adalah sebagai jiwa bangsa Indonesia. Pancasila dijelaskan berdasarkan teori Von Savigny yang artinya adalah setiap bangsa mempunyai jiwanya masing-masing yang disebut dengan Volkgeist yang berarti jiwa bangsa atau jiwa rakyat.

Pancasila merupakan jiwa bangsa yang lahir bersamaan dengan adanya atau terbentuknya bangsa Indonesia, yaitu pada zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.

Hal ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Prof. Mr. A. G. Pringgodigdo dalam tulisannya yang berjudul Pancasila. Dalam tulisan tersebut, juga menyebutkan Pancasila sendiri sudah ada sejak adanya bangsa Indonesia berdiri dan berkembang di zaman kerajaan. Meskipun istilah atau nama Pancasila baru dikenal pada 1 Juni 1945.

5. Sumber dari Segala Sumber Hukum

Fungsi Pancasila yang kelima adalah sebagai sumber dari segala hukum. Pancasila merupakan sumber hukum bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber hukum Indonesia ini bermakna sebagai pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum beserta cita-cita moral yang meliputi suasana kejiwaan serta watak bangsa Indonesia.

Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita mengenai kemerdekaan individu, kemerdekaan bangsa atau Negara, perikemanusiaan, keadilan sosial, dan perdamaian Nasional yang merupakan hak dan kewajiban warga negara.

Cita-cita hukum atau politik ialah tentang sifat, bentuk dan tujuan Negara Indonesia. Dan terakhir cita-cita moral adalah hukum tentang kehidupan rakyat yang terkait dengan keagamaan dan kemasyarakatan.

6. Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila yang kelima adalah sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia. Perjanjian luhur di sini adalah menyangkut ikrar yang telah dibuat saat memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia bersama sama oleh para pendiri bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia memutuskan untuk merdeka menjadi sebuah Negara pada tanggal 17 Agustus 1945.

18 Agustus 1945 disahkan pembukaan dan batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI pada saat itu merupakan wakil-wakil seluruh rakyat Indonesia yang mengesahkan perjanjian luhur yang tertulis tersebut (UUD 1945) untuk membela Pancasila sebagai dasar Negara selama-lamanya.

7. Falsafah Hidup yang Mempersatukan Bangsa

Fungsi Pancasila yang ketujuh adalah sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa. Indonesia negara yang kaya akan budaya dan etnis yang berbeda.

Pancasila di sini merupakan sarana atau alat yang sangat ampuh untuk mempersatukan bangsa Indonesia agar tidak terjadinya penyebab terciptanya masyarakat majemuk dan multikultural.

Pancasila merupakan falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma luhur serta diyakini paling benar, adil, bijaksana, dan tepat bagi bangsa Indonesia untuk bisa mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.

8. Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila yang kedelapan adalah sebagai cita cita dan tujuan bangsa Indonesia. Cita-cita luhur bangsa Indonesia termuat tegas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Hal ini dikarenakan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan media penuangan jiwa proklamasi, yaitu jiwa Pancasila yang tertulis di dalamnya.

Sehingga Pancasila dapat dikatakan sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Cita-cita luhur inilah yang kelak akan dicapai oleh bangsa Indonesia selaku bangsa atau Negara.

9. Ideologi Bangsa Indonesia

Fungsi Pancasila yang kesembilan adalah sebagai ideologi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Negara adalah nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif dalam proses penyelenggaraan Negara.

Secara lebih luas, pengertian Pancasila sebagai Ideologi negara dapat diartikan sebagai visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dengan terwujudnya suatu kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan, dan menjunjung tinggi nilai keadilan, termasuk keadilan sosial. Dalam artian semua nilai-nilai luhur Pancasila ada di dalamnya, di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Reporter: Heri Setiawan

Debat Kedua Pilpres 2019 Tanpa Kisi-Kisi, Jadi Lebih Seru?

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan debat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Februari 2019. Debat yang hanya akan diikuti calon presiden itu bertema energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur

KPU pun menyatakan, format dan mekanisme debat kedua dan seterusnya akan diubah. Hal ini setelah debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019 menuai sorotan, terutama karena adanya pemberian kisi-kisi pertanyaan.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU telah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” kata Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Salah satu format yang akan diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon akan diperpanjang.

“Termasuk durasi akan kita perbarui karena debat pertama penyampaian visi misi dan program dari kandidat hanya tiga menit. Ini dirasa kurang sehingga mungkin akan kita tambah waktunya,” sebut Wahyu.

Format yang akan diubah selanjutnya ialah teknis panggung. Debat dinilai terlalu gaduh sehingga mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat.

Lalu bagaimana reaksi kubu Jokowi dan Prabowo mengenai perubahan mekanisme debat?

PDIP yang mengusung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin tak mempermasalahkan peniadaan kisi-kisi.

“Tema debat itu sendiri kan pada dasarnya sebagai sebuah pengerucutan kisi-kisi itu,” ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Meski demikian, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, tak menampik tetap ada persiapan debat nanti. Persiapan itu akan dilakukan dengan sebaik mungkin.

“Dalam rangka persiapan itu, kami menegaskan tema debat itu sudah menjadi bagian dari kisi-kisi itu sendiri. Sehingga kalau temanya terorisme, jangan bicara pangan, ketika tema HAM jangan bicara air,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima menuturkan, apa pun yang diputuskan KPU, pihaknya akan tetap menyiarkan program paslon nomor urut 01 itu.

Dia menuturkan, yang paling penting adalah durasi waktu yang lebih panjang dalam menjawab.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyambut baik langkah KPU yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi. Tim Prabowo berharap debat kedua akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu 20 Januari 2019.

Ia menyatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Politisi Partai Gerindra itu menyebut pihaknya turut mendukung apabila KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa sontekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar rakyat mendapatkan jawaban dari kepala kandidat, bukan dari teks atau sontekan. Sehingga rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” jelas Andre.


2 dari 4 halaman

Debat Jadi Lebih Seru?

Komisioner KPU Ilham Saputra mengakui debat pilpres 2019 edisi pertama tak sesuai ekspektasi. Bahkan, bisa dibilang tak seru karena peserta debat sudah lebih dahulu diberikan kisi-kisi pertanyaan.

“Ya sekali-kali kita menerima masukan dari masyarakat, bahwa memang mungkin karena diberikan kisi-kisi debat ini menjadi yang masyarakat sebut kurang seru,” ujar Ilham di Gedung Percetakan Gramedia Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Meski begitu, KPU mengatakan pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin agar jalannya debat berlangsung dengan baik. KPU berjanji akan mengikuti saran dari masyarakat untuk debat lanjutan Pilpres 2019.

“Sekali lagi kita enggak menutup mata dan kuping terkait masukan-masukan dari masyarakat terkait dengan peningkatan debat,” kata dia.

Terkait dengan durasi debat lanjutan, menurut Ilham akan dibicarakan kembali dengan pihak televisi yang menyiarkan program debat Pilpres 2019. “Kita bicarakan lagi,” kata dia.

Namun demikian, komisioner KPU Wahyu Setiawan mengklaim, debat perdana pilpres Kamis lalu lebih hidup dibanding pada Pilpres 2014 lalu. ‎Menurutnya, dalam debat kemarin sudah ada dialektika antarpaslon capres-cawapres.

“Dalam beberapa pencapaian, kita merasa dibandingkan dengan debat 2014 ‎yang lalu, ini lebih hidup. Ini diakui oleh banyak pihak. Karena debatnya itu di ronde awal sudah debat,” kata Wahyu di Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Kendati demikian, Wahyu mengakui masih banyak kekurangan pada debat perdana Pilpres 2019. Itu diakuinya setelah KPU melakukan evaluasi serta adanya kritik pasca-debat perdana digelar.

“Kami menyadari bahwa debat pertama belum sepenuhnya, artinya sudah ada yang terpenuhi tapi tidak sepenuhnya harapan publik itu terpenuhi,” ucapnya dikutip dari JawaPos.com.

Wahyu mengatakan, pihaknya terbuka jika ada kritikan-kritikan pada proses debat perdana. ‎Sejauh ini, pihaknya telah menerima berbagai masukan untuk nantinya dijadikan acuan pada debat kedua.

“Kami KPU akan melakukan evaluasi dan ini sudah kami lakukan setiap debat. Jadi debat pertama kita evaluasi untuk ebat kedua, debat kedua pun kita evaluasi untuk debat ketiga. ‎Demikian seterusnya,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Siapa Moderator dan Panelis?

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga terkait moderator yang akan ditunjuk pada debat capres-cawapres kedua, 17 Febuari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

“Untuk moderator berdasarkan UU konsep yang sudah dimiliki KPU dikoordinasikan paslon TKN dan BPN,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

“KPU sudah punya opsi, dan kita tawarkan. Moderatornya ini, ini. Kemudian dari masing-masing timses misalnya bilang, oh jangan itu tidak netral. Kan moderator debat capres itu harus netral. Ya kita diskusikan, tapi ya opsi moderator itu kan sudah kami siapkan nama-nama nominasinya. Semua insan media,” sambungnya.

Wahyu menegaskan, pemilihan moderator pada saat debat kedua pilpres 2019 bukan hak dari KPU. Namun, merupakan keputusan dari masing-masing paslon.

“Ya moderator ternama. Misalnya Alvito Deanova, mba Nana Najwa Shihab. Ada banyak. Sekali lagi kalau untuk moderator kami tidak bisa putuskan secara sepihak. Sebab, menurut UU harus dikoordinasikan. Tapi untuk panelis, itu kewenangan mutlak KPU,” tegasnya.

Sedangkan panelis debat capres-cawapres, yang menentukan adalah KPU. Namun demikian, panelis debat tidak sembarang pilih.

“Panelis itu ada syaratnya. Dia pakar di bidangnya, dia punya integritas dan dia harus netral. Jadi bisa jadi ada pakar di bidangnya, kok bisa enggak masuk ? Ya kalau dia tidak netral ya dia enggak penuhi syarat. Lah netral tidak netral kan bukan negatif ya artinya. Sebab, itu kan bagian dari hak politik seseorang. Yang tidak netral tidak penuhi syarat sebagai panelis,” pungkas Wahyu.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, nama Najwa Shihab dan Tommy Tjokro dipilih atau diusulkan oleh beberapa media televisi sebagai moderator debat. Namun, ia tak menyebutkan stasiun televisi mana yang mengusulkannya.

“(Nana dan Tommy jadi moderator) itu diusulkan oleh tv. Kalau KPU nanti saja dirapat selanjutnya dan itu bisa satu (moderator) dan dua (moderator),” kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Ia menegaskan, jumlah moderator pada debat Pilpres 2019 yang kedua nanti bisa kemungkinan hanya satu saja yaitu antara Najwa atau Tommy. Alasannya, karena pada debat kedua Pilpres 2019 hanya diikuti capres.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan Kewirausahaan dan Prinsipnya Bagi Wirausahawan

Liputan6.com, Jakarta Apakah kamu pernah mendengar istilah kewirausahaan? Pernah mempelajari kewirausahaan? Atau bahkan sedang menjadi seorang wirausaha? Banyak dari kamu pasti pernah mempelajari mengenai kewirausahaan. Tapi apa sebenarnya kewirausahaan itu dan apa tujuan kewirausahaan?

Kewirausahaan ialah proses mengidentifikasi, mengembangakan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara untuk lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Dan hasil akhir dari proses tersebut ialah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko ketidakpastian.

Dalam dunia pendidikan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), para murid telah diajarkan bagaimana mereka dapat bekerja dengan membuat lapangan pekerjaan dan bukan hanya menjadi pekerja. Meskipun dalam lingkup kecil, akan tetapi menyiapkan hal tersebut akan memberikan pengaruh yang baik bagi masa depan sang murid.

2 dari 4 halaman

Pengertian Kewirausahaan

Biar semakin paham, berikut pengertian kewirausahaan dari berbagai ahli yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (21/1/2019).

1. John J. Kao

Berkewirausahaan ialah usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, manajemen pengambilan resiko yang tepat dan melalui keterampilan komunikasi untuk memobilisasi seseorang, uang dan bahan baku ataupun sumber daya lainnya yang diperlukan.

2. Robert D. Hisrich

Menurutnya kewirausahaan ialah proses yang dinamis untuk menciptakan tambahan kekayaan yang dibuat oleh individu yang berani untuk mengambil resiko utama. Tentu saja dengan berbagai syarat di antaranya, syarat kewajaran, waktu serta komitmen karier ataupun penyedia nilai untuk berbagai barang dan jasa produk. Jasa produk yang diberikan tak selalu baru ataupun unik, akan tetapi nilai dari barang tersebut yang akan memberikan berbagai peluang bagi pelaku usaha.

3. J. Leach Ronald Melicher

Kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai atau harga. Kesempatan yang diciptakan tentunya dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh para pelaku usaha, agar mendapatkan nilai lebih.

4. Drs. Joko Untoro

Menurut Joko Untoro, kewirausahaan ialah suatu keberanian untuk melakukan upaya-upaya demi memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang atas dasar kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya atupun orang lain.

5. Ahmad Sanusi

Menurutnya kewirausahaan merupakan suatu nilai yang dapat diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tujuan dan kiat serta proses yang dilakukan agar menghasilkan suatu bisnis atau usaha.

Dan secara umum kewirausahaan dapat diartikan proses kegiatan yang melibatkan segala kreativitas serta inovasi dan ide untuk memberikan sebuah manfaat dan juga memiliki nilai lebih serta mencapai tujuan kewirausahaan yang dituju.

3 dari 4 halaman

Tujuan Kewirausahaan

Tentu saja dalam membuat sebuah usaha atau menjadi seorang wirausaha kamu juga perlu mempunyai tujuan. Tujuan kewirausahaan secara luas ialah untuk menyejahterakan rakyat serta meningkatkan ekonomi, akan tetapi tentu ada tujuan kewirausahaan lainnya. Nah berikut adalah tujuan kewirausahaan yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (21/1/2019).

1. Menjaring dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar

Semakin berkembang sebuah usaha, tentunya membutuhkan semakin banyak karyawan. Dan tentunya hal ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Menambah lapangan pekerjaan juga membantu untuk mengurangi pengangguran yang ada.

Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Dengan berkembangnya suatu usaha, maka masyarakat yang kesulitan mendapat pekerjaan ataupun masih kekurangan secara finansial dapat terbantu.

2. Membantu menularkan semangat berwirausaha

Seorang wirausaha tentunya seseorang yang memiliki jiwa kreatif, kompetitif dan memiliki sebuah inovasi ataupun terobosan. Tujuan kewirausahaan satu ini bisa disalurkan kepada masyarakat yang memang menginginkan sebuah terobosan ataupun ingin memiliki usaha sendiri. Saling berbagi ide ataupun memberikan inspirasi mampu membuat masyarakat untuk mencoba membuka sebuah usaha.

3. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas

Dengan membantu menularkan semangat untuk berwirausaha, tentunya akan meningkatkan jumlah wirausahawan yang ada pada suatu daerah. Tujuan kewirausahaan ini tentu saja saling berkaitan satu dengan lainnya. Apabila karyawan yang pernah bekerja membuka usaha sendiri tentunya akan semakin menambah peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.

4. Menyebarkan semangat untuk berinovasi

Masyarakat saat ini memiliki pola berpikir yang berbeda dengan masyarakat sebelumnya. Berbagai inovasi serta ide akan selalu berkembang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penjaja makanan yang ada di setiap kota.

Makanan yang sedang menjadi sebuah tren nantinya akan tertular pada kota lain. Dan hal ini tentunya dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi dalam berwirausaha. Sebuah inovasi dan kreativitas tak selalu terpaku pada suatu hal. Dan jika produk yang ditawarkan memiliki nilai lebih di mata masyarakat tentunya hal ini akan menambah nilai jual pada produk yang tersedia.

4 dari 4 halaman

Prinsip Kewirausahaan

Selain tujuan kewirausahaan yang harus diketahui, seseorang wirausaha tentu memiliki prinsip dalam berwirausaha. Prinsip dalam berwirausaha yang terpenting ialah berani. Kamu harus berani dalam membuat sebuah usaha baru. Tidak takut dengan kata gagal dan bisa mengambil sikap atas peluang usaha yang ada. Seorang wirausaha tak kenal dengan latar belakang pendidikan asalkan kamu memiliki prinsip dalam membentuk sebuah usaha.

Dan menurut Dhidiek D Machyudin, ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh seorang wirausahawan, di antaranya:

1. Optimis

2. Ambisius

3. Berani mengambil resiko dan peluang

4. Sabar

5. Tidak takut gagal

6. Tidak mudah putus asa

Selain Dhuduek D Machyudin, Khafidul Ulum pun menjabarkan mengenai prinsip berwirausaha yang harus diterapkan, yaitu:

1. Memiliki passion atau semangat

2. Kreatif dan inovatif

3. Marketing Sensitivity (peka terhadap pasar)

4. Berani mengambil risiko namun tetap penuh perhitungan

5. Independent atau mandiri

6. Pantang menyerah

7. Tetap berdasar pada etika yang ada

Prinsip kewirausahaan yang tak boleh dilupakan ialah membangun relasi serta network dengan sesama wirausahawan. Hal itu karena membangun sebuah relasi dalam kewirausahaan sangat penting dilakukan, hal ini dapat membantumu untuk menambah pengetahuan serta saling berbagi pengalaman agar usaha yang kamu jalankan dapat mencapai tujuan yang ada.



Reporter: Novita Ayuningtyas

MenPANRB: Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Kuasai Teknologi

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, mengajak para generasi muda untuk bersiap menghadapi tantangan global. Salah satunya adalah revolusi industri 4.0

Dia menuturkan, revolusi industri 4.0 kini telah ada di depan mata. Oleh sebab itu, hal ini tidak bisa dihindari, melainkan harus dihadapi dengan penguasaan teknologi informasi.

“Kita tidak bisa menghindari revolusi industri 4.0, kita harus menguasai kecanggihan teknologi,” ujar dia di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Syafruddin mengungkapkan, penguasaan teknologi informasi, adalah salah satu jalan untuk mencapai visi Indonesia 2045. Di usia 100 tahun kemerdekaan itu, Indonesia bercita-cita untuk menjadi lima besar negara di dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan sinergi dan peran para generasi muda. Perjalanan menuju visi besar Indonesia itu, juga harus ditata dengan baik mulai dari sekarang. 

“Visi Indonesia 2045 itu ada di tangan pemuda, bukan lagi di tangan saya,” kata dia.

Namun tidak lupa, Mantan Wakapolri ini juga mengajak para pemuda di Indonesia untuk menjaga kerukunan dan persatuan NKRI. Apalagi, Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak suku bangsa, budaya, dan agama.

“Kita jaga bangsa yang plural ini. Kita jaga keseimbangan itu semua untuk menyongsong visi Indonesia 2045,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Kemenperin Bakal Luncurkan Indikator Penilaian Kesiapan Industri 4.0

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian untuk tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi era industri 4.0. Indikator ini disebut Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara mengatakan,‎ metode asesmen INDI 4.0 ini merupakan salah satu tahap implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan menuju industri 4.0,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.

Ngakan menjelaskan, hasil pengukuran INDI 4.0 juga akan menjadi patokan dalam mengidentifikasi tantangan serta menentukan strategi dan kebijakan pemerintah guna mendorong sektor manufaktur bertransformasi menuju industri 4.0.

“Dalam indeks tersebut masing-masing industri melakukan penilaian mandiri (self-assessment) terhadap kemampuan mereka di bidang-bidang terkait revolusi industri 4.0 dan ini adalah program prioritas kami di tahun 2019,” kata dia.

Adapun lima pilar yang akan diukur di dalam INDI 4.0, yaitu manajemen dan organisasi (management and organization), orang dan budaya (people and culture), produk dan layanan (product and services), teknologi (technology), serta operasi pabrik (factory operation).

Kemudian dari lima pilar tersebut, dirinci lagi menjadi 17 bidang, yakni strategi dan kepemimpinan, investasi menuju industri 4.0, kebijakan inovasi, budaya, keterbukaan terhadap perubahan, pengembangan kompetensi, kustomisasi produk, layanan berbasis data, produk cerdas, serta keamanan cyber.

Selanjutnya, konektivitas, mesin cerdas, digitalisasi, sistem perawatan cerdas, proses yang otonom, rantai pasok dan logistik cerdas, penyimpanan, serta sharing data. “Dari 17 bidang inilah yang dijadikan acuan untuk mengukur kesiapan industri di Indonesia untuk bertransformasi menuju Industri 4.0,” ungkap Ngakan.

Sementara itu, mengenai rentang skor penilaian, yang digunakan di dalam INDI 4.0 adalah dari level 0 sampai level 4. Level 0 artinya industri belum siap bertransformasi ke industri 4.0, kemudian level 1: industri masih pada tahap kesiapan awal, level 2: industri pada tahap kesiapan sedang.

Kemudian, level 3: industri sudah pada tahap kesiapan matang bertransformasi ke industri 4.0, dan level 4: industri sudah menerapkan sebagian besar konsep industri 4.0 di sistem produksinya.

“Pada acara peluncuran INDI 4.0 nanti, dirangkai dengan kegiatan konferensi, pameran, dan penghargaan yang akan dilaksanakan tanggal 20-21 Maret 2019 di Gedung Kementerian Perindustrian,” tandas dia.

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Kemenperin dengan Asosiasi Cloud Computing Indonesia, yang rencananya dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari pihak pemerintah, pelaku dan asosiasi industri, serta akademisi.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

TKN ke Habiburokhman: Debat Pilpres Bukan Seperti Jawab Ujian Sekolah

JakartaJuru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menanggapi usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang ingin ada 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Ace menilai yang terpenting bukanlah banyaknya pertanyaan, melainkan bagaimana pasangan kandidat menyampaikan visi dan misi ke masyarakat.

“Yang terpenting dari debat itu adalah kemampuan untuk menyampaikan dan menjelaskan visi, misi, program serta kemampuan capres atau cawapres untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini,” kata Ace kepada detikcom, Minggu (20/1/2019).

Ace mengatakan, menguji kemampuan capres dan cawapres memang penting. Debat itu juga agar masyarakat tahu sejauh mana calon yang ada menguasai persoalan yang dihadapi bangsa ini.
“Tapi apakah perlu atau tidak daftar pertanyaan banyak itu? Ini bukan pada banyaknya pertanyaan, tetapi lebih kepada tujuan dari kemampuan kandidat tersebut untuk menggali dan menjelaskan program yang ditawarkan kepada masyarakat,” katanya.
“Sebab, debat kandidat capres dan cawapres itu bukan seperti ujian sekolah, debat capres dan cawapres itu kemampuan untuk dapat menawarkan program terbaik buat masyarakat, sehingga dari situ bisa ketahuan mana yang memiliki kemampuan yang betul-betul dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sesuai tema debat tersebut,” imbuhnya.

Ace mengatakan, dirinya menyadari bahwa setiap tema dalam debat memilii banyak turunan bahasan. Namun, dia menegaskan tujuan debat tersebut yakni bagaiamana agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan lugas dari para kandidat.

“Jadi sekali lagi, ini bukan soal seperti menjawab ujian sekolah, ini soal bagaimana capres dan cawapres mampu menjelaskan program, visi dan misi sesuai harapan rakyat,” katanya.

Terkait dengan kekhawatiran Habiburokhman akan adanya kebocoran soal dalam debat nanti, Ace menegaskan bahwa semua pihak harus percaya pada integritas KPU dan panelis debat.

“Kalau kita percaya bahwa KPU dan panelis sendiri berintegritas, kenapa kita harus tidak memiliki kepercayaan terhadap mereka? Toh ada UU dan aturan juga yang mengatur tentang misalnya adanya kebocoran dalam hal pertanyaan debat tersebut. Ada sanksi pidananya,” kata Ace.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman mengusulkan agar panelis menyiapkan 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Dia juga menilai pertanyaan untuk debat Pilpres 2019 masih rawan bocor meski KPU sepakat tidak lagi menyodorkan kisi-kisi kepada capres/cawapres.

“Kami mengusulkan panelis menyiapkan sedikitnya 50 pertanyaan untuk setiap tema. Dari 50 pertanyaan tersebut lalu diundi oleh moderator untuk diajukan kepada paslon. Dengan demikian jikapun terjadi kebocoran, tetap susah bagi siapapun untuk memprediksi pertanyaan mana yang akan muncul,” ujar Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).
(jor/fdu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AHY Minta Prabowo-Sandi Sampaikan Visi Misi yang Dipahami Masyarakat

MakassarAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan masukan jelang debat kedua Pilpres 2019. AHY meminta Prabowo-Sandi bisa menyampaikan visi-misi secara lugas dan dipahami masyarakat.

“Para kandidat tentu jagoan kami pasangan Prabowo dan bang Sandi bisa mengutarakan visi-misi lugas dan dipahami masyarakat,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, di Makassar, Minggu (20/1/2019).

AHY berharap debat kedua bisa lebih seru, dinamis, spontan dan tetap konstektual serta relevan. Dia menyebut masyarakat yang belum menentukan pilihan pada debat nanti bisa menjatuhkan pilihan pada pasangan Prabowo-Sandi.
“Ya saya berharap debat kedua sampai dengan terakhir nanti ya lebih seru lagi, lebih dinamis lagi, lebih spontan, tetapi konstektual tetap relefan bukan berarti kemana mana tetap benar benar menyentuh substabsi. saya yakin makin hari makin meyakinkan publik terutama swing voter yang belum menetukan hari ini bisa menentukan pilihanya,” jelasnya.
AHY membandingkan dirinya waktu Pilgub Jakarta. Ia sendiri bercerita jika mengelar debat tak semudah yang dibayangkan. “Kita tau memang tidak semudah dibayangkan, saya sendiri perna meraskaan bagaimana tekanan pada saat melakukan debat publik pasti ingin jawaban-jawaban yang mereka ingin dengarkan,” paparnya.
(jor/jor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Setuju Tanpa Kisi-kisi, Tim Prabowo Harap Debat Kedua Lebih Berkualitas

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyambut baik langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi. Tim Prabowo berharap debat kedua dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu (20/1/2019).

Ia menyatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Politisi Partai Gerindra itu menyebut pihaknya turut mendukung apabila KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa contekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar Rakyat mendapatkan jawaban dr kepala kandidat bukan dari teks atau contekan. Sehingga Rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” jelas dia.


2 dari 2 halaman

Evaluasi Menyeluruh

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU telah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” kata Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2019).

Salah satu format yang akan diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon akan diperpanjang.

Format yang akan diubah selanjutnya ialah teknis panggung. Wahyu mengatakan pihaknya mendapat banyak kritik terkait teknis panggung pada debat pertama. Rakyat, kata dia, merasa tidak nyaman karena gaduh mengingat debat pertama dihadiri juga oleh pendukung paslon.

Wahyu menuturkan, untuk mengantisipasi kegaduhan dan kebisingan, pihaknya mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat. Termasuk juga mengatur tamu undangan agar lebih tertib dalam menyaksikan debat. Karena jika masyarakat terganggu dalam menyimak debat, tujuan debat tak akan tercapai.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Perludem Harap KPU Batasi Pendukung Paslon ke Arena Debat Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Debat pertama pasangan capres-cawapres telah berlangsung pada 17 Januari. Namun banyak pihak menyayangkan format debat pilpres tersebut karena membuat kedua pasangan calon tak memberikan jawaban konkret dalam setiap permasalahan yang dibahas dalam debat.

Perludem menyayangkan KPU memberi paket pertanyaan kepada paslon sebelum debat diselenggarakan. “Ternyata jawaban paslon pun tetap tidak mendalam,” kata peneliti Perludem, Fadli Ramadhanil, dalam acara diskusi di D’Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2019).

Fadli menilai jawaban paslon sangat normatif. Akibatnya tak menghasilkan perbedaan argumen soal visi, misi, dan program terkait tema debat capres dan cawapres.

Agar debat selanjutnya berjalan sesuai harapan, Perludem juga berharap kepada KPU agar membatasi jumlah pendukung paslon yang masuk ke arena debat. Karena, banyaknya pendukung yang masuk ke arena debat pilpres dapat menimbulkan kebisingan.

“KPU diharapkan membatasi secara signifikan pengunjung debat dari unsur pendukung mestinya dibatasi. Pendukung yang banyak cenderung bising dan bisa ciptakan kondisi tak nyaman dan mengganggu konsentrasi serta fokus paslon dalam berdebat,” kata Fadli.

2 dari 3 halaman

Bertentangan dengan UU

Perludem juga mendesak KPU menjelaskan bentuk penyelenggaraan debat sesuai dengan peraturan UU. Berdasarkan Pasal 277 UU Nomor 7 Tahun 2017, dalam beberapa ayat menjelaskan tentang debat paslon. Ayat 1 menyatakan debat dilaksanakan lima kali, yang dijelaskan pada bagian penjelasan UU dengan rincian; tiga kali debat capres, dua kali debat cawapres.

Ayat 3 dan 4 menekankan moderator debat dipilih KPU dari kalangan profesional dan akademisi yang berintegritas tinggi, jujur, simpatik, dan tidak memihak paslon tertentu serta dilarang memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan apapun terhadap penyampaian materi tiap paslon.

“Namun KPU dalam publikasi resminya menyebut lima kali debat meliputi dua kali debat paslon, dua kali debat capres, dan satu kali debat cawapres. Skema ini bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ma’ruf Amin Siap Debat Pilpres Tanpa Kisi-Kisi

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyatakan, dirinya tak masalah jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak memberikan kisi-kisi saat debat Pilpres 2019 berikutnya nanti.

“Kita siap saja apa yang jadi keputusan KPU. Kita akan menerima ikuti bentuknya seperti apa,” ucap Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).

Sehingga, lanjut dia, itu bukan masalah untuk dirinya dan juga Jokowi.

“Ya kalau sudah menjadi keputusan, harus siap,” ungkap Ma’ruf.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menegaskan, dari awal bukan pihaknya yang meminta adanya kisi-kisi tersebut.

“Pada prinsipnya kami sangat siap dengan format apapun. Kita tahu juga bahwa dalam format debat yang pertama, siapa yang mengusulkan soal kisi-kisi. Yang jelas bukan kami,” ungkap Ace.

2 dari 2 halaman

Siap Format Apa pun

Menurut dia, pasangan nomor urut 01, sangat siap dengan format apapun. Pihaknya akan selalu ingin mengeksplorasi lebih jauh tentang kedalaman visi misi dan program-program.

“Kita bisa lihat kemarin debat yang pertama, justru paslon 01 yang paling orisinil, paling siap, dan paling konkret di dalam perdebatan debat Pertama itu. Jadi tidak benar kalau di sosmed dikatakan kita yang mencontek,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini: