Sergio Garcia Bertekad Pertahankan Gelar SMB Singapore Open

Liputan6.com, Jakarta Pegolf Spanyol, Sergio Garcia bertekad mempertahankan gelar juara SMBC Singapore Open di edisi 2019. Garacia sudah mempersiapkan diri menghadapi turnamen ini dengan matang. 

Garcia sebenarnya cukup sibuk tahun lalu. Namun pegolf berusia 39 tahun tersebut sudah beristirahat sebelum tamil di  SMBC Singapore Open tahun ini. 

“Saya mulai berlatih beberapa pekan yang lalu. Masih sedikit buru-buru, tetapi saya harap saya bisa menyesuaikan diri,” kata Garcia, Kamis (17/1/2019).

Sejak 2017, Garcia sudah tiga kali ikut di SMBC Singapore Open. Tahun lalu, ia berjaya di turnamen yang digelar di Sentosa Golf Course, Singapura ini. Bukan hanya juara di Singapura, Garcia juga sukses membela tim golf Spanyol mengalahkan Amerika Serikat di Europe’s Ryder Cup. Selain itu, ia juga menang di turnamen Valderrama Masters.

Lebih lanjut, Garcia mengaku senang bisa unjuk gigi lagi di SMBC Singapore Open 2019. Apalagi, ia datang sebagai juara bertahan. “Menyenangkan bisa kembali. Ini arena yang saya suka, luar biasa, dan berada di sini sebagai juar bertahan itu sangat spesial,” kata Garcia.

2 dari 2 halaman

Perebutkan Hadiah Satu Juta Dollar

SMBC Singapore 2019 sendiri akan berlangsung hingga 20 Januari 2019. Turnamen ini akan memperebutkan total hadiah 1 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 14 miliar.

Bukan hanya Garcia, beberapa pegolf dunia seperti Sean Crocker (Amerika Serikat), Lucas Herbet (Australia), Jazz Janewattananond, dan Danthai Boonma (Thailand) juga tampil. 

Keempat pegolf ini sebelumnya lolos ke turnamen The Open Royal Potrush di Irlandia Utara. Untuk lolos, mereka harus berada di empat teratas di SMBC Singapore Open yang menjadi turnamen kualifikasi.

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Pembangunan Palapa Ring Timur Selesai Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan proyek Palapa Ring Timur akan selesai dikerjakan pada tahun ini.

Saat ini, proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia tersebut sudah selesai dikerjakan untuk wilayah Indonesia barat dan tengah.

“Barat dan tengah sudah selesai, sudah beroperasi, yang timur tahun ini targetnya,” kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak lain bertujuan untuk memberikan akses telekomunikasi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah-daerah yang masih tergolong blank spot.

“Kalau kita lihat peta Indonesia sebelum Palapa Ring itu dibuat meskipun provider telekomunikasi sudah berusaha membuat koneksi ke berbaga wilayah di indonesia, ada beberapa wilayah di indonesia yang istilahnya blank spot,” jelas dia.

Salah satu penyebab akses internet yang tidak merata tersebut karena beberapa daerah yang tergolong blank spot memang tidak menarik secara bisnis bagi provider telekomunikasi swasta.

“Nah kalau perusahaan biasa tidak masuk, harus pemerintah yang masuk. itulah palapa ring, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini masih blank, baik di barat, Natuna misalkan itu blank, kemudian di tengah itu juga ada beberapa daerah, Sulawesi terutama, Kalimantan, di timur paling banyak, Maluku dan Papua, dan NTT,” tandas dia.


Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Palapa Ring Rampung, Harga Paket Data di Daerah 3T Bakal Sama dengan Jakarta

Pembangunan proyek tulang punggung jaringan komunikasi pita lebar Palapa Ring diperkirakan akan menghubungkan seluruh nusantara pada pertengahan 2019.

Imbasnya, seluruh daerah yang mulanya tak dibangun jaringan oleh operator telekomunikasi karena tak menguntungkan secara bisnis, kini bisa dikembangkan oleh operator dengan skema bisnis KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha).

Jika operator telekomunikasi tak lagi membangun jaringan dari awal dan hanya melanjutkan Palapa Ring, menurut Menteri Komunikasi dan Informatia Rudiantara, biaya yang diperlukan untuk membangun jaringan di daerah-daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) pun bisa lebih murah.

Hal ini memberikan dampak berupa harga paket pulsa atau kuota data yang lebih terjangkau. Rudiantara berharap, harga pulsa dan kuota data bisa sama dengan di Ibu Kota.

Rudiantara mengibaratkannya seperti proyek tol laut yang memungkinkan harga bensin bisa sama di berbagai tempat di Indonesia.

“Harga data seluler, satu harga, akhir tahun ini. Jadi, Palapa Ring selesai tengah tahun 2019. Barat sudah operasi April dan ada operator yang bayar, Tengah itu selesai Desember kemarin sekarang operator boleh pakai untuk uji coba,” tutur Rudiantara saat ditemui di Daruba, Kab Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (2/1/2019).

Jadi Saksi Kasus Narkoba, Ivan Gunawan Jalani Tes Urine

Liputan6.com, Jakarta – Ivan Gunawan menjalani pemeriksaan terkait kasus narkoba yang menjerat asistennya berinisial AJA di Kanit 3 Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (17/1/2019).

Tak datang sendiri, Ivan Gunawan didampingi oleh kuasa hukumnya‎ Sandy Arifin. Dalam pemeriksaan tersebut, Ivan Gunawan dikonfrontir langsung oleh tersangka AJA yang merupakan asisten Ivan Gunawan.

Setelah dipertemukan kurang lebih sejam dengan tersangka AJA, tak lama berselang Ivan Gunawan keluar dari ruangan pemeriksaan guna menjalani tes urine.

Tak banyak kata yang keluar dari mulut Ivan Gunawan saat akan menjalani tes urine. Ia mengaku siap menjalani tes urine guna melengkapi pemeriksaan kasus kepemilikan kokain yang disita polisi dari tangan asistennya.

2 dari 2 halaman

Komentar Ivan Gunawan

“Saya enggak grogi. Saya enggak kemana-mana kok,” kata Ivan Gunawan sambil berjalan menuju Klinik Pratama Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani tes urine.

Seperti diketahui AJA asisten Ivan Gunawan diciduk polisi saat tengah berada di kosnya di kawasan Gandaria Utara, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan satu paket serbuk kokain, dua paket serbuk MDMA dan satu pil ecstasy.

Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz ‎menuturkan, ini merupakan hasil pengembangan kasus jaringan kokain Indonesia. “Yang jelas ini pengembangan jaringan kokain di Indonesia,” kata Erick.

Jadwal Piala Asia 2019: Jepang vs Uzbekistan

Liputan6.com, Abu Dhabi – Empat pertandingan Piala Asia bakal berlangsung pada Kamis (17/1/2019). Laga menarik akan terjadi di Grup F Piala Asia 2019.

Jepang akan menantang Uzbekistan di Sheikh Khalifa International Stadium, Al Ain. Mereka mengantongi dua kemenangan dan berambisi menjadi juara Grup F Piala Asia.

Ini akan menjadi pertarungan ketujuh bagi kedua tim. Dari enam pertandingan sebelumnya, Jepang mencatatkan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan sekali kekalahan dari Uzbekistan.

Laga memperebutkan juara grup juga terjadi di Sheikh Zayed Sports City, Abu Dhano. Arab Saudi akan berduel melawan Qatar demi memperebutkan juara Grup E.

Di atas kertas, Qatar lebih diunggulkan. Dalam delapan pertandingan sebelumnya, Qatar mencatatkan tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan sekali menelan kekalahan.

Lihat jadwal Piala Asia di halaman selanjutnya.

2 dari 2 halaman

Jadwal Piala Asia

Kamis, 17 Januari 2019

20.30 WIB Jepang vs Uzbekistan

20.30 WIB Oman vs Turkmenistan

23.00 WIB Arab Saudi vs Qatar

23.00 WIB Lebanon vs Korea Utara

Saksikan video pilihan berikut ini:

Penyanyi hingga Asisten Artis Terjerat Narkoba, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta – Apa pun profesinya, jika sudah terjerat narkoba maka sulit untuk dihindari. Di kalangan selebritis Ibu Kota misalnya, sudah berapa banyak artis dan aktor yang kini mendekam di penjara karena tertangkap tangan atau sudah jadi incaran polisi karena kepemilikan narkoba.

Belum lama ini, dunia hiburan kembali dibuat geger. Polisi menciduk asisten artis Ivan Gunawan dan seorang pria yang mengaku sebagai mantan kekasih Syahrini berinisial HS. Demikian pula dengan Januarisma Runtuwene atau yang lebih dikenal dengan Aris Idol.

Dari tangan sang asisten, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendapati 1 paket serbuk kokain, 2 paket serbuk metilendioksi-metamfetamina (MDMA), dan 1 pil ekstasi.

Sementara, pria berinisial HS ditangkap bersama ketiga temannya di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, karena diduga sebagai bandar narkoba.

Berikut faktanya:

2 dari 5 halaman

1. AJA, Asisten Pribadi Ivan Gunawan

AJA (36) ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, pada Senin, 14 Januari 2019.

Penangkapan dilakukan di rumah kost pelaku di Jalan H Najihun Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Polisi menyita barang bukti 1 paket serbuk kokain, 2 paket serbuk MDMA, dan 1 pil ekstasi,” ucap Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz dalam keterangan tertulis, Rabu 16 Januari kemarin.

Rencananya penyidik juga akan meminta keterangan dari Igun, sapaan akrab Ivan Gunawan, yang mempekerjakan AJA sebagai asisten pribadinya.

“Igun akan segera dipanggil dan diperiksa keterangannya sebagai saksi,” ucap Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz, Rabu (16/1/2019).

3 dari 5 halaman

2. Januarisma Runtuwene atau Aris Idol

Januarisma Runtuwene atau yang lebih dikenal dengan Aris Idol ditangkap di sebuah apartemen di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Saat ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu bersama keempat temannya yaitu YSP, AS, AY dan AN sedang berpesta narkoba. Dan dari hasil tes urine yang dilakukan mereka positif menggunakan narkoba jenis sabu.

“Hasil penuturan dia (Aris) baru makai. Tapi hasil penelusuran BAP (berita acara pemeriksaan) sudah tiga kali menggunakan,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara Iptu Edi Suprayitno di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 16 Januari 2019.

“Kami mengamankan 0,23 gram sabu. Kami juga masih memburu dua orang pelaku lainnya yakni TA seorang pria dan A wanita,” ungkap Edi.

4 dari 5 halaman

3. HS, Pria yang Mengaku Eks Pacar Syahrini

HS ditangkap jajaran Direktorat Resnarkoba Polda Metro Jaya. Dia ditangkap polisi karena terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu bersama tiga tersangka lainnya yakni SN, TP, dan FK.

Kasubdit 2 Psikotropika Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander mengatakan, barang haram yang sudah siap edar ini sudah masuk ke wilayah Jakarta, khususnya untuk diedarkan ke kalangan menengah ke atas.

Keempatnya diciduk di dua lokasi berbeda, yakni di Restorant Yosinoya Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan di Jalan Panarukan, Menteng, Jakarta Pusat.

“Jadi untuk kelas-kelas menengah ke atas kemungkinan merekalah yang menyalurkan, tapi ini masih dalam tahap penyelidikan kami,” sambung Dony.

Lantas apa peran HS? HS bekerja sebagai kurir untuk mengedarkan narkoba jenis sabu.

“Iya sih (mantan Syahrini), tapi ya kami kan tidak mengejar terkait masalah pribadi. Tapi kalau kami dengar dari media, kami cek keliatannya benar. Tapi kami dalam proses penyelidikan, kami tidak pernah mencampuri masalah pribadi. Sempat saya tanya ke yang bersangkutan (Hans) iya benar. Dia membenarkan,” jelas Dony.

Dalam penangkapan empat tersangka, polisi telah menyita sabu seberat 2.362,84 gram, enam buah handphone, satu buah cincin, satu unit mobil Toyota Fortuner dan satu unit mobil Toyota Agya.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ingin Liburan Murah ke Luar Negeri? Coba Kunjungi Negara Ini

Liputan6.com, Jakarta – Jika Anda merencanakan liburan ke luar negeri tetapi tidak ingin mengeluarkan budget yang terlalu besar, maka Anda patut memikirkan dan menambahkan Bulgaria kedalam daftar destinasi yang akan Anda kunjungi.

Mengapa Bulgaria? Karena seperti dilansir pada laman countryliving.com, Kamis (17/1/2019), Bulgaria selama dua tahun belakangan ini menjadi destinasi negara untuk berlibur termurah di dunia berdasarkan Holiday Costs Barometer.

Hal ini dpdapat dari rata-rata pengeluaran di Bulgaria dengan 42 destinasi lainnya. Pengeluaran tersebut termasuk harga kopi dari kedai kopi lokal, harga botol besar air mineral, tabir surya, harga makanan dan termasuk harga minuman anggur di restoran lokal. Namun sayangnya, perbandingan ini belum termasuk harga tiket dan hotel di sana.

Selain itu, total harga barang di resort yang berada di pesisir laut hitam, Bulgaria Sunny Beach Resort mencapai USD 46,18 atau setara Rp 652 ribu (Kurs USD 1 = Rp 14.124).

Peringkat kedua berasal dari Marmaris, sebuah resor Mediterania yang berada di Turki dengan total USD 57,74 atau setara Rp 815 ribu.

Tempat ketiga diduduki oleh Algarve, dengan total pengeluaran sebesar USD 64,16 atau setara Rp 906 ribu. Selain ketiga negara tersebut, Cape Town menjadi destinasi terjauh yang termurah, hal ini disebabkan oleh perubahan kurs.

2 dari 3 halaman

Daftar Negara

Sementara itu, Abu Dhabi merupakan destinasi termahal dengan total USD 215,63 atau setara Rp 3.045 juta dan diikuti oleh Mahe di Seychelles.

Laporan diatas menunjukkan bahwa setelah dilakukannya survei di beberapa destinasi menunjukkan bahwa seluruh destinasi yang ada mengalami penurunan harga. Ini disebabkan oleh harga makanan dan minuman lokal yang lebih murah.

Selain ketiga negara diatas, berikut adalah 10 negara yang termasuk kedalam destinasi termurah berdasarkan laporan tahunan dari countryliving:

1. Bulgaria (Sunny Beach), USD 46,23 atau Rp 652 ribu

2. Turkey (Marmaris), USD 58,04 atau Rp 819 ribu

3. Portugal (Algarve), USD 64,30 atau Rp 908 ribu

4. Afrika Utara (Cape Town), USD 68,52 atau Rp 967 ribu

5. Spanyol (Costa del Sol), USD 69,45 atau Rp 980 ribu

6. Jepang (Tokyo), USD 71,28 atau Rp 1.06 juta

7. Kenya (Mombasa), USD 71,69 atau Rp 1.012 juta

8. Czech Republic (Prague), USD 83,63 atau Rp 1.18 juta

9. Cyprus (Paphos), USD 89,20 atau Rp 1.2 juta

10. Indonesia (Bali), USD 89,25 atau Rp 1.26 juta.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Emak-Emak Banyumas Ubah Sampah Jadi Berkah dengan Bank Sampah Inyong

Liputan6.com, Banyumas – Belakangan, sampah menjadi masalah pelik Banyumas yang tak jelas solusinya, terutama di kota Purwokerto. Karut marut sampah seolah tak berujung.

Jumlah sampah harian tak sebanding dengan shelter alias tempat pembuangan sementara. Pun dengan armada yang mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Konsep pengelolaan sampah yang berkonsep ‘kumpul angkut buang’ terbukti tak efektif saat produksi melebihi daya angkut harian. Hanggar pun menjadi tak berfungsi optimal lantaran keterbatasan daya angkut.

Nun di utara Purwokerto, ada model pengelolaan sampah yang meski tak baru, namun, mungkin bisa menjadi solusi sampah sejak hulu. Namanya, Bank Sampah Inyong.

Lokasinya berada di Jalan Mocc Besar Gang Remaja RT 01/02 Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Menariknya, bank sampah ini dikelola oleh emak-emak.

Kaum ibu, barangkali adalah pihak yang paling rewel soal sampah. Mereka tak mau melihat sampah di lingkungannya.

Kadang-kadang ada yang nekat membuangnya di sembarang tempat, asal tak kelihatan mata. Dan itu bakal menciptakan masalah baru di lingkungan lainnya.

Karenanya, dibutuhkan pengelolaan sampah yang mendatangkan manfaat. Diyakini, warga bakal mendukung penuh jika sampah bisa mendatangkan manfaat, apalagi keuntungan.

Di Jalan Mocc, Sampah tak lagi menjadi ‘sampah’ yang dibuang. Akan tetapi, sampah berubah menjadi aset yang bernilai jual. Bank Sampah Inyong semula diprakarsai oleh orang yang peduli lingkungan. Lingkupnya pun kecil. Setingkat RT.

2 dari 3 halaman

Suka Duka Pendirian Bank Sampah

Tetapi, perlahan, dengan semakin tingginya jumlah sampah, kini, bank sampah ini telah bergerak hingga lingkup RW dan dusun. Masih kecil memang.

Ketua Pengelola Bank Sampah, Nurhayatni, menuturkan, pada mulnya ia resah lantaran lingkungannya banyak sampah. Melihat sampah yang setiap saat berserakan membuat dia tak nyaman.

Lantas, ia pun meminta dukungan suami yang saat itu menjadi ketua RT untuk mendirikan bank sampah. Awalnya, bank sampah ini disepelekan. Berjalan hingga berbulan-bulan, tak ada warga yang mau menabung sampah.

“Sifatnya masih sukarela, belum ada kewajiban karena baru dikelola kelompok di tingkat RT. Namun karena ketekunan dan lingkungan semakin terlihat lebih bersih, akhirnya warga satu RW ikut menabung di Bank Sampah yang saya beri nama Inyong,” ucapnya, Selasa, 15 Januari 2019.

Nurhayatni sadar betul, banyak yang belum mempercayai konsep bank sampah. Sebab itu, pada masa awal, banyak warga yang minta langsung dibayar.

Dia pun mengalah dan langsung membayarnya. Meski bertajuk bank sampah, pada awal berdiri, ia mesti menyiapkan uang tunai dalam jumlah tertentu.

Ia pun mesti siap tiap hari selama 24 jam menerima warga yang menabung atau menjual sampah yang dikumpulkan. Bahkan beberapa di antaranya, minta barter dengan beras.

“Masyarakat di sini macam-macam ada yang memang ditabung, ada yang langsung minta dibayar, bahkan ada yang minta barter dengan beras dan jajanan. Semua saya layani karena kebetulan saya juga berjualan,” dia menjelaskan.

Keseriusan Nurhayatni mengelola sampah secara mandiri rupanya memang benar-benar serius. Di gudang bank sampah, terlihat sebuah mesin pencacah sampah organik berukuran sedang, terlihat pula satu unit komposter.

Perlahan, kepercayaan masyarakat tumbuh. Tumbuhnya kesadaran warga itu juga dipengaruhi oleh semakin tingginya kepedulian warga terhadap sampah yang ada disekitarnya.

3 dari 3 halaman

Cara Kreatif Pemanfaatan Sampah

Salah satunya, Ibu Aris, warga RT 02/2. Dia adalah warga yang rutin menabung sampah di Bank Sampah Inyong. Kadang, ia bahkan memungut sampah yang bukan berada di sekitar rumahnya.

“Selain untuk keindahan dan kebersihan tetapi juga memberi berkah buat saya, karena mempunyai tabungan dari sampah,” jelasnya.

Dengan sabar, Nurhayatni menerima dan menimbang sampah dengan rekan sesama pengelola, Ningrum. Saat senggang, dia rela menjemput sampah sampai ke rumah anggota.

Kini tempat pengelolaan sampah (TPS) Dusun 1 telah ditutup. Pengumpulan sampah pun total berpindah ke Bank Sampah Inyong. Pemdes Kutasari menetapkan Bank Sampah Inyong sebagai pengelola sampah tingkat dusun. Masih kecil memang.

Tetapi, jika bank sampah model ini diadopsi wilayah lain, bukan tak mungkin, sampah bukan lagi menjadi masalah. Sebaliknya, sampah menjadi berkah.

Bank sampah Inyong membagi sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik, dibuah menjadi kompos dengan memanfaatkan mesin pencacah.

“Setelah itu, sampah tersebut difermentasi dan ditambahkan zat aktivator, sehingga seterusnya bisa dihasilkan kompos,” ucapnya.

Cukup banyak yang membeli kompos produksi Bank Sampah Inyong. Kalau pun tak ada pesanan, anggota kelompok nmenggunakan kompos untuk keperluan kebun pekarangan dan apotek hidup.

“Untuk sampah anorganik, sebagian besar dijual lagi dan sebagian lainya digunakan menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual,” dia mengungkapkan.

Nurhayatni optimis, jika bank sampah didirikan di daerah lain, maka lambat laun sampah di Banyumas bakal menjadi berkah.

Anies Baswedan Ingin Depo MRT Fase 2 Tak Seperti Lebak Bulus

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar penetapan depo moda raya terpadu (MRT) fase II dapat dipelajari secara lebih detail. Sehingga secara keseluruhan kawasan depo tetap dimanfaatkan.

“Contoh sekarang, ketika kita menentukan depo Lebak Bulus, salah satu feedback yang muncul, sayang deponya atasnya nggak bisa dipakai,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyebut, depo Lebak Bulus tidak dapat dibuat bangunan di atasnya.

“Di lokasi sestrategis itu, atasnya kosong konsekuensi seperti ini saya tidak mau berulang,” ucap Anies.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan meminta depo Moda Raya Terpadu (MRT) fase dua yang awalnya di Kampung Bandan dipindah ke Stadion BMW. Dia beralasan lahan di Kampung Bandan masih bermasalah dengan sengketa hukum.

Namun, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto memastikan Depo Moda Raya Terpadu (MRT) fase II tidak akan dibangun di kawasan Taman BMW di Sunter, Jakarta Utara.

2 dari 3 halaman

Depo MRT Fase 2

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, Taman BMW akan menjadi lokasi stadion untuk Persija yang memiliki kapasitas 80.000 penonton, sedangkan Depo MRT adalah objek vital nasional yang tentunya tidak bisa dicampur dengan pusat keramaian.

“Pada waktu itu, Pak Anies (Baswedan) sempat bilang bahwa di sana akan dibangun depo. Saya sudah jelaskan bahwa tidak mungkin depo dibangun di sana karena depo itu objek vital nasional. Tidak mungkin dicampur dengan pusat keramaian,” kata Daryoto, di Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 10 Januari 2019.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah lahan yang tidak mencukupi. “Mestinya tidak, karena pembangunan kawasan yang ada stadionnya itu kan sudah diputuskan, jadi tidak mungkin digabung dengan depo,” tambahnya dikutip dari Antara.

Menurut dia, MRT butuh 12 hektare buat depo, kemudian di kawasan BMW itu hanya 25 Hektare. Kalau 12 hektare itu diambil untuk depo, berarti tinggal 13 hektare.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Spiced Honey, Si Hangat yang Jadi Color of The Year 2019

Liputan6.com, Jakarta – Dulux, merek cat dinding, baru saja meluncurkan Color of The Year 2019. Spiced honey terpilih mewakili warna tahun ini karena dinilai pas menggambarkan optimisme yang terpancar dari seluruh dunia.

Oscar Wezenbeek, Managing Director untuk AkzoNobel Decorative Paints East and South Asia menerangkan pemilihan warna tersebut berdasarkan hasil penelitian sejumlah ahli lintas bidang di Global Aesthetic Center yang berpusat di Belanda.

Warna spiced honey yang kecoklatan dinilai pas untuk memberikan perlindungan sekaligus semangat perubahan bagi banyak orang. Meski situasi dunia masih diliputi ketidakpastian, menurut Oscar, orang-orang mulai fokus mencari solusi atas hal tersebut.

“Setelah melewati tahun-tahun penuh ketidakpastian, mood yang terbentuk sekarang adalah merasa optimistis. Baik secara individual maupun komunitas, memutuskan untuk beraksi,” ujarnya dalam peluncuran Color of The Year 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Pihaknya kemudian memecah warna utama tersebut dalam empat palet yang terbagi menjadi mood berpikir, mood bermimpi, mood cinta, dan mood aksi. Masing-masing palet memiliki set warna sesuai mood yang hendak dibangun.

Mood berpikir, misalnya, didominasi oleh warna netral yang hangat seperti putih, turunan warna coklat, hingga hitam. Palet warna itu dinilai pas untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan kontemplatif sehingga orang lebih nyaman berpikir.

Sementara, mood bermimpi didominasi oleh warna pastel yang lembut, seperti beige, pink, hingga granit. Palet warna ini dianggap tepat untuk membangkitkan suasana yang merangsang orang bermimpi.

Set ketiga, mood cinta diwakili oleh warna yang intens, seperti hijau pupus, burgundi dan abu-abu pekat. Palet warna ini dinilai bisa membangun suasana hangat yang penuh cinta bagi orang-orang berada di ruangan.

“Sementara, mood aksi diwakili oleh warna bold yang ceria yang bisa menstimulasi orang untuk beraksi,” ujar Oscar yang menambahkan spiced honey yang dikombinasikan dengan warna oranye, hijau army, hingga merah cabai.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kala Menpora Imam Kena Tipu Gocekan Bola di Tasikmalaya

Liputan6.com, Tasikmalaya – Ada pemandangan menarik saat kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, ke Lapangan Sepakbola Lodaya Sakti yang berlisensi FIFA, di Desa Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dipandu dua mantan pemain nasional Atep Rizal dan Tantan yang tengah memberikan coaching clinic, puluhan anak-anak pelajar sekaligus peserta sekolah sepakbola (SSB) terlihat  menikmati  teknik passing, shooting dan kontrol bola yang diberikan dua pemain Persib tersebut.

Di tengah keseriusan itu, Menteri Imam sepertinya terpanggil untuk gabung ikut dalam salah satu game, ia kemudian mengajak Atep bagaimana menunjukkan operan yang baik, sekaligus cara menendang yang benar di antara peserta didik.

“Horeee…,” teriakan salah satu peserta pelatihan meneriaki Menteri Imam, setelah berhasil melintasi kedua kakinya, sekaligus mengelabui sang Menteri dengan riang. “Kamu memang bagus,” ujar Imam, sambil memeluk salah satu anak yang telah berhasil mengelabuinya itu.

Menurut Imam, perbaikan sejumlah fasilitas lapangan sepakbola di tiap desa sangat dinantikan masyarakat. Untuk mendukung itu, bahkan pemerintah tidak ragu menggelontorkan dana desa yang cukup besar, agar kehadiran infrastruktur yang memadai benar-benar dinikmati seluruh masyarakat.

“Silahkan para Kepala Desa mencontoh desa Cisayong,” kata dia.

Lapangan Bola Lodaya Sakti desa Cisayong ini memang tengah menjadi buah bibir saat ini, menggunakan jenis rumput lapangan Zoysia Matrella dari Eropa, yang biasa digunakan stadion di benua biru, Lapangan bola Cisayong memang pengecualian dibanding seluruh lapangan bola milik desa di Indonesia.

Dengan jenis rumput itu, lapangan sepakbola lebih optimal digunakan seluruh pemain. Selain empuk, karena memiliki ketebalan dan kerapatan rumput yang seimbang, juga memiliki elastisitas dalam menahan beban.

Kemudian rumput itu memiliki pemulihan diri lebih cepat dalam pertumbuhan sehingga ketebalan tetap terjaga, yang memungkinkan terjadinya resiko cedera pemain bisa dihindari sejak dini.

“Ini bukan standar Tasik lagi tetapi standar internasional,” ujar dia yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan penonton yang hadir.


2 dari 2 halaman

Berharap Penambahan Fasilitas Lapangan

Sejak pertama kali dibuka tahun lalu, animo masyarakat untuk menggunakan lapangan sepakbola berstandar FIFA itu memang tidak terelakan lagi, meskipun tribun penonton belum terbangun akibat minimnya anggaran. Namun keinginan mereka menikmati main sepakbola di lapangan tersebut tinggi.

Untuk itu, Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin selaku penggagas dan pengelola lapangan baru tersebut, meminta adanya tambahan bantuan anggaran untuk mempercantik kondisi Lapangan Cisayong.  “Sekarang ada space lima meter di sebelah utara dan selatan lapangan, nanti bisa dibangun tribun untuk kapasitas 1000 orang lah,” ujarnya.

Imam yang sejak awal memasuki lapangan, langsung menjajal kualitas rumput. Di sela-sela itu, Ia pun memberikan isyarat adanya bantuan untuk memenuhi permintaan Yudi, meskipun tidak seluruhnya.

“Kita lihat dulu yang lima meter itu seperti apa, tetapi yang paling mungkin, apa dulu yg perlu kita bantu lebih awal, kamar ganti, tribun, atau apa,” papar dia.

Dengan semakin baiknya fasilitas lapangan, Imam berharap dalam waktu dekat Lapangan Cisayong bisa menjadi salah satu alternatif kejuaraan nasional dan internasional.

“Dengan saya hadir, nambah semangat saya untuk terus bantu masyarakat di sini,” ungkap dia bangga.

Coaching Clinic  Pemain Persib

Selain didatangi Menpora Imam Nahrowi, keceriaan lain yang dirasakan ratusan anak –anak yang hadir di tengah lapangan Cisayong, adalah transfer ilmu yang diberikan dua pemain Persib Bandung Atep Rizal dan Tantan.

Bahkan untuk menguji kemampuan dua mantan pemain timnas itu, panitia penyambutan kunjungan Menpora sengaja membuat laga antara Menteri Iman yang dibantu Atep, Tantan dan satu pemain timnas U15 asal Ciamis, melawan tiga tim SSB sekaligus dibawah usia 10 tahun.

Menurut Atep, latihan teknik permainan sepakbola mesti dilakukan dengan penuh suka cita tanpa tekanan siapapun. Ia mencontohkan Leonel Messi, Cristiano Ronaldo, dua masetro pesepakbola terbaik dunia saat ini, nampak menikmati seluruh pertandingan yang mereka jalani. “Tetapi tetap saja dari semua itu, anak-anak harus bekerja keras agar bisa meraih mimpi,” ujar dia.

Ia pun tak pelit berbagi ilmu, beberapa teknik dasar bermain sepakbola mulai shooting, operan pendek hingga game kecil, ia perlihatkan di depan puluhan siswa didik. “Latihan itu jangan terbebani, ketika teman-teman punya mimpi besar tapi tidak bekerja keras, maka akan sulit meraihnya,” papar dia.

Dengan pola latihan penuh kerja keras, serta memahami dan menguasai teknik permainan sepakbola yang benar, Atep berharap suatu saat ini, dari desa Cisayong akan lahir pemain sepakbola dunia.

“Saya doakan satu di antara peserta yang banyak ini nanti akan menjadi pemain nasional,” ujar dia yang diamini seluruh peserta siswa SSB yang hadir.