Orang Desa Juga Bisa Kena Hipertensi, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda mengira tekanan darah tinggi atau hipertensi hanya dialami oleh masyarakat perkotaan saja, ini salah besar. Faktanya, orang-orang yang hidup di pedesaan bisa terkena hipertensi.

Beberapa waktu lalu, ketika berbincang dengan seorang kepala dinas kesehatan dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2019 di Tangerang Selatan, Banten Presiden Joko Widodo sempat terkejut mendengar bahwa di wilayah Natuna, Kepulauan Riau banyak orang terkena hipertensi. Salah satu faktor yang bisa meningkatkan kondisi itu kemungkinan besar adalah konsumsi garam.

“Kemungkinan sekali hal itu karena konsumsi garamnya tinggi sekali,” kata Prof. Dr. dr. Suhardjono SpPD-KGH, K.Ger kepada Health Liputan6.com di Jakarta ditulis Sabtu (23/2/2019).

Di kesempatan yang sama, Presiden Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia Tunggul Situmorang mengatakan, dahulu di publikasi awal mengenai hipertensi, daerah dengan angka tertinggi di Silungkang, Sumatera Barat. Penyebabnya karena daerah tersebut memang memiliki konsumsi garam yang tinggi.


Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Konsumsi garam meningkat dengan modernisasi

Tunggul mengatakan, konsumsi garam di daerah-daerah luar kota memang meningkat seiring dengan  modernisasi. Namun, penelitian dari Jepang di Amerika Serikat telah membuktikan hal semacam itu.

“Dengan kondisi diet garam yang bertambah, maka prevalensi hipertensinya juga bertambah,” ungkap Tunggul menjelaskan.

Dia menambahkan, dalam sebuah studi di Jawa Barat, orang-orang di desa memang banyak mengonsumsi garam.

“Mereka memang ‘lauk’nya garam. Makan pakai garam. Jadi ini bukan soal di kota atau di desa, walaupun stres dan lainnya (berpengaruh), tapi yang utamanya juga konsumsi garam.”

Sehingga, pemerintah diminta untuk membuat regulasi khusus terkait konsumsi garam. Tunggul mencontohkan di Inggris yang tidak memperbolehkan konsumen restoran menambahkan garam secara mandiri.

3 dari 3 halaman

Hipertensi, pintu gerbang stroke dan penyakit jantung

Tunggul mengatakan bahwa hipertensi bisa menjadi awal mula dari berbagai penyakit tidak menular yang mematikan. Misalnya masalah jantung dan stroke.

“Hipertensi adalah biang keladi dari kelainan pada ginjal, jantung, bahkan pada saraf dan semua organ yang mempunyai pembuluh darah,” kata Tunggul. Maka dari itu, penyakit semacam ini harus diwaspadai.

Salah satu untuk mencegahnya adalah dengan mengurangi konsumsi garam dan juga makanan-makanan kemasan yang mengandung monosodium glutamat (MSG). Tentu saja, juga diimbangi dengan gaya hidup sehat seperti rajin olahraga.

Viral Video Camat di Makassar Dukung Jokowi, Ini Respons Dua Kubu Capres

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah video berisi sejumlah camat di Kota Makassar menyatakan dukungannya pada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi dan Ma’ruf Amin, viral di media sosial. Dalam video itu, dukungan para camat tampak dipimpin oleh Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Video itu menuai respon dari Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani. Dia menilai para camat tak seharusnya bersikap seperti itu. 

“Camat itu adalah jabatan struktural dalam aparatur negara, bupati itu jabatan struktural dalam aparatur negara. Wakil bupati, jabatan stuktur negara, apalagi camat itu ASN, aparatur sipil negara bukan jabatan politik,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.

Menurut dia, para camat harus bebas dari kepentingan politik dan bersikap netral. Muzani menilai, para camat di Kota Makassar, mendeklarasikan dukungannya sebagai camat dan bukan dari sisi dukungan pribadi.

“Ketika dirinya mengaku camat, itu berarti dia camatnya bukan pribadinya. Itu sudah jelas pelanggaran. Karena dia mengaku camat, ‘saya camat ini, saya camat’.  Tapi kalau dia pribadinya menyebut dirinya, boleh,” ungkap Sekjen partai Gerindra itu. 

Karena itu, Muzani menilai ada potensi pelanggaran dari deklarasi tersebut. Namun dia belum bisa memastikan apakah timnya akan melakukan pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

“Ada yang mengurus, begitu begitu. Tapi ini potensi pelanggarannya iya. Tapi yang lpor bukan saya, saya gak ngerti yang begitu-begitu,” ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Tak Ada Pelanggaran

Sementara itu, juru Bicara Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyarankan BPN melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika memang merasa ada pelanggaran dalam video tersebut.

“Kalau dinilai melanggar aturan tentu silahkan aja untuk dilaporkan ke pihak yang berwenang yang terkait proses tersebut, tapi kita harus tahu bahwa di  dalam proses politik itu setiap warga negara memiliki hak individual untuk memilih,” kata Ace, Jumat, 22 Februari 2019. 

Menurut Ace tidak ada yang perlu di permasalahkan jika para camat se-Makassar tidak melanggar aturan. Terlebih lagi video yang beredar bukan ajakan untuk memilih pasangan calon tertentu, tetapi hanya sikap politik saja. 

“Ya saya kira kalau bentuknya bukan ajakan, tetapi menunjukan sikap politik kenapa harus dipersoalkan,” ungkap dia. 

Politikus Partai Golkar ini juga yakin Bawaslu dan KPU akan bersikap netral dalam menangani kasus viralnya video camat se-Makassar.

“Saya kira Bawaslu dan KPU memiliki independensi untuk mengambil langkah langkah yang memang dinilai melanggar hukum,” ujarnya. 

“Kami tidak bisa mengintervensi. Dan kalau memang dinilai berat sebelah ya tanyakan ke KPU. Kami sendiri sering mendapatkan teguran dari KPU dan Bawaslu. Jadi itu sesuatu yang biasa saja,” ucapnya. 

Sebelumnya, belasan camat se-Kota Makassar menerima undangan klarifikasi ke kantor Bawaslu Provinsi Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (22/2). Mereka dimintai tanggapan terkait beredarnya video dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Dalam video ini juga terlihat ada Ketua DPP Partai NasDem yang juga mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Mereka yang diundang adalah camat Tamalate, Wajo, Panakukang, Pulau Sangkarrang, Ujung Tanah, Manggala, Makassar, Mariso, Tamalanrea, Biringkanayya, Mamajang, Ujung Pandang, Rappocini dan Tallo.

 

Reporter: Sania Mashabi 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Radovic Ungkap Sukses Persib Lolos ke Perempat Final Piala Indonesia

Liputan6.com, Malang – Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic mengungkapkan kunci sukses timnya mengamankan tiket perempat final Piala Indonesia. Maung Bandung menyingkirkan Arema FC setelah unggul produktivitas gol tandang.

Dalam leg kedua babak 16 besar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/2/2019), Persib menahan imbang Arema 2-2. Otomatis, hasil itu membuat agregat menjadi 3-3 setelah sebelumnya di markas Persib bermain imbang 1-1.

Radovic mengaku bangga dengan usaha anak asuhnya. Menurutnya, penampilan Ghozali Siregar dan kawan-kawan sudah memenuhi ekspektasinya.

“Hari ini kita main cukup bagus. Saya senang karena kalau hari ini mental bermain luar biasa, fisik, taktik semua bagus, dan kita punya penguasaan bola yang banyak,” kata Radovic usai pertandingan.

Meski Persib lolos ke babak selanjutnya, Radovic enggan jemawa. Menurutnya hasil ini cukup membuat moral pemain terangkat.


2 dari 2 halaman

Berharap Lebih Bagus

Radovic pun memuji penampilan para pemainnya. “Ini merupakan gim keempat dengan proses yang baru. Saya harap selanjutnya bisa lebih bagus di pertandingan nanti. Tapi hari ini luar biasa, semua pemain kasih 100 persen hari ini,” ujarnya.

Pelatih asal Montenegro itu menilai Arema adalah tim yang bagus. Tapi menurutnya, tim asuhannya lebih bagus dari Singo Edan.

“Saya selalu lihat Persib, kalau kita bermain saya selalu bicara. Arema tim bagus, tapi hari ini kita lebih bagus permainannya,” tutupnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

4 Inovasi Posyandu Terbaik di Indonesia

Bandung – Sudah enam kali Posyandu Wijaya Kusuma yang terletak di RW 13, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, menyabet predikat posyandu terbaik di tingkat kota maupun nasional dalam rentang waktu 2004 hingga 2017. Prestasi terbaru ditorehkan di level nasional pada 2017 lalu sebagai posyandu terbaik se-Indonesia.

Usut punya usut, hal tersebut berhasil diraih karena inovasi yang dilakukan pengurus Posyandu Wijaya Kusuma dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar.

Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Marsiah mengatakan, ada beberapa inovasi khas yang dilakukan posyandu ini secara konsisten. Salah satunya yang paling dikenal adalah Kasaba (Kader Sayang Bayi dan Anak), alias layanan pijat bayi keliling.

“Posyandu kami adalah posyandu multifungsi, atau posyandu generasi ketiga yang tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan, tapi juga mampu memberikan pelayanan pendidikan dan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat,” ungkap Imas kepada ayobandung.com, Kamis (21/2/2019).

Berikut menurut Imas empat inovasi yang dilakukan Posyandu Wijaya Kusuma:

1. Pijat Bayi

Tak sekedar penimbangan gizi dan imunisasi, posyandu ini memiliki fasilitas pijat dan spa bayi yang diberikan cuma-cuma oleh para kader terlatih. Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan rumah sakit swasta Santo Borromeus. Setelah munculnya fasilitas ini, animo masyarakat sekitar untuk rutin datang ke posyandu meningkat.

“Kader posyandu diberikan pelatihan oleh RS Borromeus untuk melakukan pijat bayi. Animo masyarakat juga bertambah untuk mulai rutin datang ke posyandu,” jelas Imas.

2. Kasaba Online

Pijat dan SPA bayi tersebut bahkan bisa dilakukan door to door guna memudahkan para ibu dan bayi mendapat fasilitas tersebut di luar jadwal operasional posyandu yang terbatas lewat Kasaba Online. Kota Bandung bahkan memberikan hibah motor operasional bagi Posyandu Wijaya Kusumah untuk melangsungkan program ini.

Teknisnya, para ibu dari bayi anggota posyandu digabungkan dalam satu grup WhatsApp bersama para kader. Nantinya, para ibu dapat memesan langsung pijat bayi di rumah mereka kepada para kader via aplikasi tersebut. 

“Kader memijat bayi yang mau dipijat ke rumahnya, serta mengajarkan cara memijat pada keluarganya karena yang paling baik untuk memijat adalah keluarganya, agar tali kasih sayang terjalin lebih erat,” ujar Imas.

Bayi yang dipijat biasanya berusia 0 hingga 3 tahun. Hingga saat ini, jumlah bayi dan balita yang tergabung dalam Posyandu Wijaya Kusuma adalah 120 orang, dan yang telah memanfaatkan fasilitas ini ada sebanyak 40 orang sejak 2016.

2 dari 2 halaman

E-posyandu dan DUKM

3. E-posyandu

E-posyandu merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan bayi serta balita yang tergabung dalam Posyandu Kenanga secara daring. Sehingga, apabila ada keganjilan dalam tumbuh kembang seorang anak, hal tersebut dapat dideteksi dengan segera.

“Sistem pelaporannya dilakukan secara online, tapi sekarang sedang offline,” ungkapnya.

4. Dana Upaya Kesehatan Masyarakat (DUKM)

DUKM merupakan program urunan seluruh masyarakat yang ada di RW 13 Kelurahan Sekeola untuk dibelanjakan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas kesehatan untuk digunakan di posyandu. Program ini bisa dibilang merupakan program terlama yang dimiliki Posyandu Wijaya Kusumah. Setelah belasan tahun berjalan, DUKM telah berhasil dibelikan sebuah mobil ambulans.

“Besarannya adalah Rp500 per-bulan untuk setiap jiwa di RW 13,” kata Imas.

Dia mengatakan, selain program-program inovasi di atas, posyandunya juga saat ini telah menjalankan program gagasan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung, yakni Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PLIPA).

“Di dalamnya ada pelayanan informasi kepada masyarakat seputar HIV, human trafficking, KDRT, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Baca berita ayobandung.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Bertemu Budayawan Jabar, Sekjen PDIP Cerita Upaya Pemerintah Bersihkan Citarum

Liputan6.com, Bandung – Rombongan Safari Kebangsaan VIII yang dipimpin Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bertemu budayawan Jawa Barat di kediaman aktor Indonesia, Budi Dalton di Kota Bandung. Turut hadir juga sejumlah budayawan dan seniman seperti Edi Brokoli.

Budi mengatakan, banyak sekali program yang disinergikan dengan para budayawan di Jawa Barat, khususnya yang ada di pinggiran yang jarang tersentuh.

“Saya tidak mewakili, tetapi saya sebagian kecil pelaku budaya, berterima kasih pada PDI Perjuangan, yang telah meluangkan waktunya mendengarkan keluhan budayawan Jabar,” ungkap Budi di lokasi, Jum’at (22/2/2019).

Menurut Budi, target dari berbagai macam programnya adalah kaum milenial dan wilayah yang belum tersentuh.

“Sebetulnya di kalangan milenial sekarang melakukan sesuatu dengan cara masing-masing. Jadi perlu dirangkul dan diarahkan,” tutur dia.

Di saat bersamaan, Hasto turut menyatakan Jabar kaya dengan tradisi kebudayaan. Namun, jika modernitas berdiri tanpa keseluruhan jati diri, maka kebudayaan akan kehilangan akarnya.

“Untuk itu, berbagai strategi kebudayaan harus dijalankan bersama-sama karena sangat sesuai dengan kepribadian kita apalagi di Jawa Barat,” ujar Hasto.

Hasto berharap, dari pertemuan ini para tokoh kebudayaan dapat memperindah politik pada kesejatiannya. Yaitu, dengan kebudayaan tariannya, kuliner dan seluruh nilai luhur bangsa.

“Sekali lagi, kami bertemu dengan para tokoh kebudayaan ini untuk mendorong hijrah politik menjadi wajah yang membangun keadaan politik yang santun, yang toleran, yang mencintai seluruh isi alam raya,” tukas Hasto.

2 dari 2 halaman

Bersihkan Citarum

Hasto juga mengajak para seniman dan budayawan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Jabar.

Menurutnya, salah satu langkah konkret pelestarian lingkungan adalah menjaga sumber mata air di Sungai Citarum.

Hasto mengatakan, pemerintahan Jokowi telah berupaya keras agar bisa membersihkan Sungai Citarum dari sampah plastik. Selain itu, pelestarian terhadap kesenian, adat istiadat hingga makanan juga perlu dilakukan.

“Inilah yang membuat politik benar-benar membumi. JokowiKiai Ma’ruf, turun ke rakyat dan menyentuh hal-hal yang fundamental. Tidak lagi bicara fitnah, tebar hoaks sana-sini tetapi benar-benar yang dibutuhkan rakyat,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Komisi III Ingatkan Satgas Ungkap Aliran Dana Mafia Sepakbola

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan Satgas Antimafia Bola menelusuri dan mengungkap aliran dana kasus mafia bola hingga ke akar-akarnya.

Sahroni yakin penegakan hukum terhadap kasus mafia bola menjadi momentum membenahi persepakbolaan tanah air.

“Ini momentum baik untuk memberangus mafia-mafia itu. Puluhan tahun persepakbolaan kita jalan di tempat karena keserakahan sekelompok orang,” kata Sahroni seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/2/2019).

Sahroni menduga jaringan mafia bola yang selama ini bermain di tanah air bekerja secara sistemik dengan dukungan oknum-oknum di lingkungan PSSI. Oleh karenanya Sahroni mendesak Satgas Antimafia Bola menjangkau semua pihak yang terlibat.

“Logikanya mafia-mafia bola itu tidak bisa beraksi tanpa ada ‘restu’ dari oknum-oknum PSSI, entah di level daerah maupun pusat,” ucap dia.

Aparat penegakan hukum, menurut Sahroni, juga harus mempertimbangkan rasa keadilan dari ratusan juta pencinta sepakbola tanah air, mengingat olahraga ini paling digandrungi masyarakat Indonesia.

“Bayangkan doa dan harapan ratusan juta penduduk itu selalu dipupus oleh mafia-mafia yang tidak bertanggungjawab. Rasa keadilan masyarakat itu harus menjadi pelecut penegak hukum menuntaskan kasus ini,” ucap politikus NasDem yang kembali menjadi Caleg dari Dapil Jakarta III ini.

2 dari 2 halaman

500 Laporan

Sebelumnya, dua bulan sejak dibentuk, Satgas Antimafia Bola telah menerima 500 laporan terkait kasus ini. Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan pihaknya telah menetapkan 15 tersangka pengaturan skor, termasuk Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Hendro menambahkan kinerja Satgas Antimafia Bola akan lebih optimal dengan dukungan atau partisipasi masyarakat melaporkan kasus-kasus yang berkaitan dengan mafia bola.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan menuntaskan kasus ini. Satgas Antimafia Bola menjamin keselamatan pelapor,” tukasnya.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Kylie Jenner Ungkap Menu Diet yang Bikin Tubuhnya Langsing

Liputan6.com, Jakarta – Apa yang dilakukan keluarga Kardashian dan Jenner selalu menarik perhatian banyak orang. Begitu juga dengan Kylie Jenner. Ia kerap mengunggah berbagai hal di media sosial.

Bukan hanya mengunggah foto-foto koleksi pakaian maupun produk kosmetik miliknya, tapi juga berbagi informasi tentang kehidupan pribadinya. Seperti bagaimana caranya merawat wajah dan tubuh dan yang terbaru adalah membagikan rahasia tubuh langsingya.

Baru-baru ini, Kylie berbagi rahasia tentang program dietnya. Dilansir dari Times of India, Kamis, 21 Februari 2019, ibu dari Stormi Webster itu engungkapkan kalau ia mulai mengonsumsi jus seledri setelah mendengarkan manfaatnya dari Kim Kardashian.

Jus seledri memang memiliki jumlah vitamin C dan K yang tinggi yang membantu memerangi kanker dan penyakit hati, mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung. Bukan itu saja, jus ini juga dapat menenangkan saraf, mengurangi migrain, dan menurunkan berat badan.

Selain minum jus, Kylie masih menyempatkan dirinya untuk meminum kopi dengan creamer mineral. Hal itu dilakukannya setelah 30 menit meminum jus seledri.

Perempuan kelahiran 21 tahun lalu itu biasanya menyiapkan kopi sambil menyiapkan kudapan lainnya seperti kentang, daging, dan buah favoritnya. Sebelumnya, ia pernah mengungkapkan suka mengolah masakan dari jenis kentang, seperti kentang tumbuk dan manisan ubi jalar.

Kesimpulannya, menu diet Kylie Jenner tiap pagi terdiri dari 500ml jus seledri, kopi dengan creamer mineral, kentang tumbuk, daging, dan alpukat.

Dengan beragam aktivitas, seperti mengurus bisnis dan jadi ibu rumah tangga, memang tak mudah untuk menguruskan tubuh. Namun Kylie berhasil melakukannya dengan menjaga tubuhnya tetap bugar dan sehat. Tertarik mengikuti pola diet Kylie Jenner?

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Penjelasan Jaksa Soal Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Liputan6.com, Makassar – Kasus dugaan pidana perusakan rumah milik warga di Makassar terkatung-katung hingga memakan waktu nyaris dua tahun.

Berkas perkara dua orang tersangka dalam kasus tersebut masing-masing pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan, hingga saat ini tak memperlihatkan isyarat akan dinyatakan lengkap (P 21). Malah berkas berulang kali hanya bolak-balik antara penyidik Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, Fitriani didampingi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengaku jika pihaknya sulit memaksakan berkas kedua tersangka Berstatus P 21, karena hingga saat ini penyidik Polda Sulsel belum memenuhi kelengkapan berkas sebagaimana telah dituangkan dalam petunjuk yang diberikan pihaknya.

“Pasal yang diterapkan dalam perkara ini kan Pasal 406 Jo Pasal 55. Nah Pasal 55 ini kita minta ada pelaku materil (yang melakukan perusakan langsung dalam hal ini buruh) tidak hanya pelaku tidak langsung (yang menyuruh). Ini yang belum dipenuhi oleh penyidik karena keduanya harus dipidana, ini kan yang dimaksud ‘vicarious liability’,” kata Fitriani saat ditemui di ruangan kerja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai adanya putusan praperadilan bernomor 15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016 yang memutuskan dengan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud, diakui Fitriani, itu tidak mengikat, tapi tetap akan menjadi pertimbangan dalam perkara yang telah menjerat pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edi Wardus sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dalam putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana tersebut, sepengetahuannya juga terdapat pertimbangan Hakim bahwa jika terdapat kerusakan rumah seperti yang dipermasalahkan, sebaiknya ditempuh jalur gugatan perdata.

“Jadi amar putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana jangan juga dibaca sepotong-sepotong dong. Harus utuh,” kilah Fitriani.

Ia pun membantah ketika pihaknya dituding menolak kehadiran saksi ahli pidana untuk menjelaskan secara utuh mengenai petunjuk ‘vicarious liability’ (pertanggung jawaban pidana pengganti) yang diberikan pihaknya sebagai syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Tidak pernah ada permintaan penyidik Polda Sulsel secara tertulis ke kami untuk gandeng ahli pidana menerangkan utuh terkait petunjuk yang kami berikan yakni tentang unsur ‘vicarious liability’ itu,” ujar Fitriani.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera memenuhi petunjuk yang diberikan oleh pihaknya agar syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan perkara ini P.21.

“Hingga saat ini petunjuk kami sepertinya masih diupayakan dipenuhi oleh penyidik. Mendekat ini kami akan undang penyidik membicarakan masalah kelengkapan berkas perkara kasus perusakan rumah milik warga Makassar ini. Waktunya belum ada kepastian tapi jadwal gelar perkara bersama kita pasti akan lakukan secepatnya,” ungkap Fitriani.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Korban Tantang Jaksa Arahkan Penyidik Gandeng Ahli Hukum Pidana

Korban sekaligus pelapor kasus perusakan rumah, Irawati Lauw melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani yang menafsirkan Pasal 55 KUHP dalam perkara kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban (kliennya) sejak tahun 2017 namun tidak menemui kepastian hukum.

Menurut Jermias, dalam hukum pidana dikenal adanya ajaran tentang delneming (penyertaan) Pasal 55 KUHP dan sudah banyak yurisprudensi (putusan hakim) mengenai hal itu dalam praktek peradilan pidana.

Seperti contoh yurisprudensi klasik dan itu semua orang hukum tahu tentang bagaimana pelaku langsung yang dipersamakan dengan pelaku tidak langsung didasarkan pada hal yang disebut sifat pribadi yang melekat pada manusia sebagai subyek hukum.

Di antaranya menurut Arrest Hoge Raad pada tanggal 21 April 1913, kata Jermias, berpendapat bahwa seorang pelaku tidak langsung itu bukan merupakan pelaku tetapi dipersamakan dengan seorang pelaku. Dimana sifat pribadi itulah yang merupakan unsur suatu kejahatan.

Olehnya itu, lanjut Jermias, inilah yang harus (wajib) ahli pidana dihadirkan sebagai salah satu instrumen alat bukti untuk membuat terang petunjuk Jaksa Penuntut Umum terkait unsur ‘vicarius liability’ terhadap pelaku penggantinya yaitu Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) dan Edi Wardus (pemborong pekerjaan) atas perbuatan pekerjaan dari buruh sehingga berakibat rusak rumah.

Dengan menyimak penjelasan diatas, kata Jermias, justru hukum pidana telah membuat batasan pertanggung jawaban pidana bagi buruh.

“Di sinilah berfungsi ajaran delneming, yang mana ‘vicarious liability’ dapat berlaku bagi pelaku tidak langsung. Jadi tidak berarti karena ada pelaku langsung yang sudah dibatasi pertanggung jawaban pidana, lalu tidak dapat dibebankan kewajiban bertanggung jawab secara pidana kepada pelaku tidak langsung. Keliru jika ada yang beranggapan demikian,” jelas Jermias via telepon, Jumat (22/2/2019).

Tanpa mengurangi peran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam bertafsir mengenai penerapan Pasal 170 dan Pasal 406 Jo Pasal 55 KUHP perihal perusakan, Jermias menyarankan sebaiknya lebih tepat jika Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli pidana untuk membuat terang ajaran delneming tentang vicarious liability.

“Apa susahnya? Jika berlama lama, ada apa?,” Jermias menandaskan.

Diketahui, perkara dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buruh Makassar awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperdilan yang diajukan oleh para buruh. Perkara dugaan pengrusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti (SP.3).

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka.

Namun belakangan, dia tak terima status tersangkanya tersebut, sehingga ia mengajukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis melalui Penasehat Hukumnya dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar penyidikannya segera dilanjutkan

Tampil Bagus lawan BATE, Mesut Ozil Tak Dapat Jaminan di Arsenal

London – Manajer Arsenal, Unai Emery, memuji Mesut Ozil. Pemain asal Jerman itu tampil gemilang di laga melawan BATE Borisov di Liga Europa. Tapi, Emery sama sekali tidak jaminan akan terus memberikan kesempatan tampil kepada Ozil.

“Mesut Ozil menampilkan performa yang positif. Jika ia bisa terus berada dalam kondisi yang bagus, ia berpeluang untuk terus main,” ujar Emery.

“Kami akan melalui banyak pertandingan. Ia bisa masuk dalam starting lineup, bisa juga memulai laga dari bangku pemain pengganti. Kami memiliki banyak pemain yang juga bisa membantu Arsenal.”

“Ozil menampilkan semangat yang luar biasa. Ia menunjukkan kalau dirinya masih menjadi satu di antara playmaker terbaik di dunia.”

“Kombinasi Ozil dengan pemain lain sangat mulus dan bagus. Peran Ozil di laga tadi sangat penting untuk Arsenal,” ungkap Emery.

Situasi Mesut Ozil di Arsenal menjadi perdebatan pemerhati sepak bola. Banyak yang mengatakan kalau Ozil tidak pantas dipinggirkan oleh Emery.

Manajer asal Spanyol itu dinilai terlalu naif karena tidak mau mengoptimalkan kemampuan Ozil si skuat Arsenal. Ozil sering absen dari skuat The Gunners karena tidak dipilih oleh Emery.

Laga melawan BATE Borisov menjadi laga pertama Mesut Ozil tampil penuh pada 2019. Kali terakhir Ozil tampil penuh untuk Arsenal terjadi saat melawan Burnley pada laga pekan ke-18 Premier League (22/12/2018).

Hal itu menimbulkan spekulasi kalau musim 2018-19 bisa menjadi musim terakhir Ozil di Arsenal.

2 dari 2 halaman

Siap Hengkang

Perseteruan Ozil dan Emery sudah dimulai sejak awal-awal musim. Ozil beberapa kali melakukan protes kepada Emery ketika digantikan pada tengah laga.

Hal itu membuat Emery meminggirkannya dari skuat dengan alasan yang beragam, mulai Ozil dari tidak berada dalam kondisi fisik yang baik hingga cedera misterius. Padahal, Ozil selalu menunjukkan kalau ia siap tampil di akun media sosial pribadinya.

Hal itu membuat pendukung Arsenal menjadi terbagi, antara yang mendukung agar Ozil kembali tampil dan meminta Ozil untuk segera angkat kaki dari Arsenal.

Ozil diprediksi berpeluang meninggalkan Arsenal pada musim mendatang dan hengkang ke Italia atau Spanyol.

Sumber: Bleacher Report

Deretan Lumbung Suara Jokowi dan Prabowo, Mampukah Naikkan Elektabilitas?

Liputan6.com, Jakarta – Saling klaim kemenangan di daerah-daerah yang menjadi titik kelemahan masing-masing pasangan calon atau paslon, kini gencar dilakukan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto.

Kondisi ini tak bisa dipungkiri lantaran kedua kubu menjelang Pilpres 2019 kerap berkampanye di daerah-daerah yang pada Pilpres 2014 silam menjadi titik lemah Jokowi dan Prabowo.

Tentu itu dilakukan untuk menaikkan elektabilitas keduanya hingga akan mempengaruhi jumlah pemilih pada pertarungan final, 17 April 2019.

Dari sejumlah survei, baik independen maun internal parpol menyebutkan, pasangan cawapres nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf Amih masih lebih unggul dibanding Prabowo-Sandiaga.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, elektabilitas pasangan capres cawapres ini berada di angka 56 persen. “Di kisaran angka 56 persen,” ucap Karding saat dikonfirmasi, Rabu, 6 Februari 2019.

Meski demikian diakui Karding ada sejumlah daerah, dimana Jokowi-Ma’ruf masih kalah tipis dari Prabowo-Sandi. Di antaranya Jawa Barat dan Banten.

Berikut deretan lumbung suara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Subianto yang berpotensi menaikkan elektabilitas kedua paslon:

2 dari 6 halaman

Kekuatan Jokowi

Berdasarkan rilis sejumlah lembaga survei, Jokowi-Ma’ruf mengungguli Prabowo-Sandi hampir di seluruh pulau besar di Indonesia. Seperti Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, daerah Nusa Tenggara ditambah Maluku dan Papua.

Bahkan diprediksi Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur serta Yogyakarta akan menjadi lumbung suara Jokowi-Ma’ruf Amin dengan pencapaian suara mencapai 57,1 persen.

Bahkan oleh Lembaga Surabaya Survey Center (SSC) diperkirakan, kedua pasangan ini akan menang telak di Jawa Timur dengan meraih suara sebesar 55.9 persen.

3 dari 6 halaman

Kelemahan Jokowi

Seperti disebutkan di atas, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten merupakan titik lemah Jokowi-Ma’ruf Amin dalam perolehan suara. Khususnya di Priangan Barat yakni Sukabumi, Cianjur dan Priangan Timur yakni Garut dan Tasikmalaya.

“TKD akan terus lakukan sosialisasi juga untuk kampanye di sana. Sebab kalau program-program yang dilakukan Pak Jokowi kan sudah cukup dan bagus, sudah diterima masyarakat. Tinggal bagaimana supaya masyarakat di sana kemudian juga tingkat elektoralnya tinggi,” ” ungkap Sekretaris TKD Abdy Yuhana.

Begitu pula di Madura. Perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014 yang saat itu dipasangkan dengan Jusuf Kalla, kalah parah di empat kabupaten di Pulau Madura.

Banten juga diperkirakan masih akan menjadi basis Prabowo. Jokowi- Ma’ruf Amin hanya unggul di Kabupaten Lebak dari delapan Kabupaten/Kota di Banten versi survei internal.

“Di Banten kalah tipis sekitar 5 sampai 6 persen. Kita kalah di tujuh Kabupaten/Kota kalah tipis, kita menang hanya di Lebak,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Banten Asep Rahmatullah saat dikonfirmasi.

4 dari 6 halaman

Kekuatan Prabowo

Dari hasil survei internal yang dilakukan tim Prabowo-Sandiaga disebut sejumlah provinsi akan menjadi lumbung suara kedua paslon ini. Misalnya di Pulau Sumatera, kubu Prabowo diklaim unggul di Aceh, Sumatera Barat dan Riau.

Sementara di Pulau Jawa, Kubu Prabowo juga merasa unggul di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Menurut pengurus Partai Gerindra, hal tersebut merupakan bentuk bukti nyata kerja keras para kadernya.

“Merupakan hal mutlak kalau kami berada di tengah-tengah masyarakat, berarti masyarakat bisa menilai,” ucap Ketua DPD Gerindra Banten Desmon J Mahesa di kediamannya, usai acara bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng, di Kota Serang, Banten, Kamis (7/6/2018).

Sementara di kawasan Indonesia bagian Timur, Andre mengungkapkan, di Pulau Sulawesi Prabowo-Sandi unggul. Begitu pula di Kalimantan, di beberapa titik, Prabowo-Sandi ada yang unggul dan kalah.

“Kita Sulawesi unggul, Kalimantan ada menang dan ada yang kalah, NTB menang, NTT kalah, Papua masih tertinggal,” ungkap Jubir Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.

Sementara untuk di kawasan Indonesia bagian Timur, Andre mengungkapkan, di Pulau Sulawesi Prabowo-Sandi unggul. Begitu pula di Kalimantan, di beberapa titik, Prabowo-Sandi ada yang unggul dan kalah.

5 dari 6 halaman

Kelemahan Prabowo

Berkaca dari beberapa hasil survei yang menyatakan kubu Jokowi-Ma’ruf masih lebih unggul, Timses Prabowo-Sandi kini tengah mengejar ketertinggalan.

Meski disebutkan selisih elektabilitas paslon nomor urut 02 dengan Jokowi-Ma’ruf tinggal 4 persen, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian Timses Prabowo-Sandiaga untuk mendulang suara.

Salah satunya adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal inilah yang menjadi kenapa Prabowo-Sandi ingin mendirikan Markas di provinsi yang menjadi basis massa terbesar PDIP yakni Jawa Tengah.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap, alasan rencana dibangunnya markas mereka di Jawa Tengah.

“Berdasarkan survei kita, memang Jateng menjadi istilah ‘Battle Ground’. Banyak tempat kita menang tipis,” kata Dahnil di Kantor Seknas, Hos Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2018).

Namun, Dahnil percaya kali ini magnet Prabowo akan mampu menjadi magnet yang sangat kuat untuk menaikkan elektabiltas Prabowo-Sandi.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: