Jadwal Home United vs Persija di Kualifiksi Liga Champions Asia

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta bersiap tampil di kualifikasi Liga Champions Asia 2019. Mereka akan berhadapan dengan klub asal Singapura, Home United.

Persija akan jadi tamu Home United. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Jalan Besar Singapura.

Bagi Persija, ini bukan duel pertama mereka lawan Home United. Mereka berhadapa dengan klub yang sama di semifinal Piala AFC, Mei 2018.

Namun, ketika itu, Persija Jakarta gagal menembus partai puncak karena kalah agregat 3-6 dari sang lawan. Pada pertemuan pertama, tim Macan Kemayoran dikalahkan Home United dengan skor 2-3.

Persija tentu bertekad membalas kekalahan itu pada laga kualifikasi Liga Champions Asia. Skuat Ivan Kolev itu pun lebih diunggulkan jika berkaca dari performa sang lawan saat ini.

Pasukan Saswadimata Dasuki itu belum sekalipun mendulang hasil positif sejak memasuki 2019.

Berikut jadwal Home United vs Persija di kualifikasi Liga Champions Asia.

2 dari 2 halaman

Jadwal Home United vs Persija

Selasa, 5 Februari

18.30 WIB, Home United vs Persija

Stadion Jalan Besar Singapura

Bikin Gemas, Pria Ini Edit Foto Bayinya Lakukan Aktivitas Orang Dewasa

Liputan6.com, Jakarta – Memiliki bayi tentu menjadi hal yang sangat menyenangkan. Tak sedikit orangtua yang mengabadikan foto-foto bayi mereka dengan cara biasa. Hal ini seperti yang dilakukan oleh seorang pria bernama Matt. Dirinya kerap kali mengabadikan momen bayi laki-lakinya yang bernama Ryan.

Matt mengabadikan foto Ryan seolah-olah sedang melakukan hal-hal yang kerap dilakukan orang dewasa dan mengunggahnya di media sosial. Contohnya saja seperti olahraga, bermain kartu, berangkat kerja, dan lainnya.

Matt juga menyiapkan baju hingga properti untuk menunjang pemotretan tersebut. Setiap pemotretan bisa memakan waktu hingga 15-20 menit. Pada hasil akhir, Matt juga akan banyak mengedit foto-foto tersebut.

Nah, apa kalian penasaran dengan foto-foto tersebut? Dikutip dari Boredpanda, berikut deretan foto bayi Ryan yang dijamin bikin gemas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 10 halaman

Memang sudah ada jenggotnya ya?

3 dari 10 halaman

Potong rumput dulu nih

4 dari 10 halaman

Main kartu sambil mengisi waktu luang

5 dari 10 halaman

Mengolah kayu bakar

6 dari 10 halaman

Mancing ikan biar bisa dimasak sama mama

7 dari 10 halaman

Service mobil sendiri biar tak perlu ke bengkel

8 dari 10 halaman

Mau berangkat kerja dulu ya

9 dari 10 halaman

Masih bayi udah kuat angkat barbel

10 dari 10 halaman

Olahraga biar sehat ya

Pasien DBD di RS Hasan Sadikin Membludak

Liputan6.com, Bandung Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bandung, Jawa Barat meningkat. Bahkan, terjadi penumpukan jumlah pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Menurut Kepala IGD RSHS Bandung Dodi Tavianto peningkatan itu terjadi sejak dua bulan terakhir sebanyak dua sampai tiga kali lipat dari jumlah hari normal. Dodi menjelaskan pada hari normal, jumlah pasien dalam satu hari hanya dikisaran 80-120 orang.

“Itu dengan asumsi bahwa yang masuk ruangan (inap) itu seimbang dengan yang datang ke IGD. Nah ini dalam dua bulan terakhir kita mengalami peningkatan volume yang sangat-sangat signifikan ya. Ya itu juga tidak bisa lepas dari demam berdarah. Ini kan lagi musim demam berdarah, sehingga banyak pasien-pasien ke IGD kita dengan diagnosis DBD,” kata Dodi, Bandung, Senin, 4 Februari 2019.

Dodi mengatakan kelebihan jumlah pasien di IGD , dipicu juga penuhnya ruangan rawat inap. Akibatnya, banyak pasien yang dirawat bukan diruangan tindakan medis melainkan ditempatkan di lorong IGD.

Dodi mengupayakan kelebihan jumlah pasien yang hendak dirawat, tidak sampai ditempatkan di lobi IGD. Jika hal itu terjadi ujar Dodi, maka akan terkendala dengan mengakomodasi para petugas medis.

“Jangan sampai ke lobi ya. Jadi memang disini bukan cuman tanggung jawab IGD ya, tapi tanggung jawab lintas instalasi. Dalam kata lain, kita harus segera berkoordinasi dengan kepala ruang rawat inap, kepala ruang rawat intensif, kepala instalasi ruang operasi agar tidak terjadi penumpukan di IGD. Kita minta difasilitasi supaya pasien-pasien segera cepat pindah ke ruangan atau ke rawat intensif atau naik ke meja operasi karena mengingat pasien yang datang ke iGD itu terus-terusan,” ujar Dodi.

2 dari 2 halaman

Tetap bisa dilayani baik

Namun dengan kondisi saat ini, diakui pelayanan medis sejauh ini di IGD masih dapat ditangani dengan baik. Meski tutur Dodi, petugas medis harus bekerja sangat keras.

Jumlah pasien yang masuk ke IGD RSHS usai merebaknya penyakit demam berdarah setiap harinya dikisaran 160 – 200 orang. Sebagian pasien itu dipulangkan karena telah sembuh dan sebagian lagi masuk ke ruangan rawat inap.

“Yang banyak itu pasien anak – anak datang dengan diagnosa demam berdarah. Jadi setiap hari itu pasti ada sisa pasien anak – anak yang belum bisa kita alihkan ke ruangan,” jelas Dodi.

Sebelum masuk musim hujan, IGD RSHS disebutkan Dodi minim kedatangan pasien dengan diagnosis demam berdarah. Bahkan cenderung tidak ada. Hanya saja dalam kurun waktu dua bulan terakhir, jumlah pasien dengan diagnosa demam berdarah meningkat tajam.

Steffy Ngaku Umrah Bareng Irwandi Yusuf Karena Ragu Menikah

JakartaFenny Steffy Burase mengaku pernah beribadah umrah bersama Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf di Mekkah, Arab Saudi. Umrah bersama dilakukan karena Steffy saat itu merasa ragu menikah dengan Irwandi Yusuf.

“Saya dekat Pak Gubernur (Irwandi Yusuf), masuk masalah rencana pernikahan antara ragu mau nikah atau tidak. Pak Syaiful beri pilihan ke saya untuk ibadah umrah, untuk berdoa,” kata Steffy ketika bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).

Teuku Saiful Bahri disebut Steffy orang dekat Irwandi Yusuf di Banda Aceh. Dia mengenal Saiful saat berada di Sabang untuk menyiapkan Aceh Marathon.

Untuk berangkat umrah, Steffy mengaku meminjam uang dari Saiful Bahri sekitar Rp 150 juta. Saiful mengirimkan uang ke rekening Steffy.

Dia mengaku meminjam uang kepada Saiful karena habis menalangi kegiatan Aceh Marathon. Karena itu, Steffy meminjam dana untuk umrah.

“Saya minta uang dikirim dipecah ke rekening saya untuk bayar hotel, karena satu ATM tidak bisa langsung tarik banyak,” kata Steffy.

Irwandi didakwa menerima suap Rp 1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang tersebut, disebut jaksa, dimaksudkan agar Irwandi Yusuf menyetujui program pembangunan dari DOKA tahun 2018. Irwandi menerima uang tersebut melalui Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Selain itu, Irwandi didakwa menerima gratifikasi Rp 41,7 miliar selama menjabat Gubernur Aceh. Irwandi menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jadi Duda, Delon Akan Terima Angpao saat Imlek

Jakarta Penyanyi Delon baru saja menyandang status barunya sebagai seorang duda. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini pun bakal merayakan Imlek berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, Delon akan merayakan Imlek tanpa pendamping setelah resmi bercerai dengan Yeslin Wang akhir Januari 2019.

“Persiapan masih tetep yang sama. Bedanya sekarang sendiri aja sih. Mungkin masih yang sama karena mama Puji Tuhan masih diberi kesehatan, jadi masih makan-makan lah di rumah mama,” kata Delon saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

2 dari 3 halaman

Menerima

Delon Juga mengaku di Imlek tahun ini dirinya akan menerima Angpau. Itu menjadi salah satu yang juga membedakan Imlek tahun lalu dan sekarang.

“Bagi angpau pasti, gue singel inget. Singel nggak boleh bagi. Jadi, tahun ini dapet ampau. Selama tujuh tahun gue bagi angpau, sekarang udah ketok palu, gue single lagi. Jadi, gue dibagi angpau,” ungkap Delon.

3 dari 3 halaman

Keluarga Ayah

Delon memang dilahirkan dari orangtua yang sama-sama keturunan Tionghoa. Namun, kali ini di keluarga besarnya tidak mempunyai tradisi khusus setelah kepergian ayahnya .

“Kalau dulu kan waktu bokap gue masih hidup, masih agama Budha. Dia percaya bakar duit untuk mendiang ayahnya. Jadi, dibakar supaya itu nyampe ke khayangan gitu. Dia percaya gitu. Tapi, sekarang sudah nggak ada papa, paling kita makan-makan keluarga,” pungkas Delon. 

Sumber: Jawapos.com

RUU Pemusikan Tuai Polemik, Anang Hermansyah: Akan Dikaji Ulang

Liputan6.com, Jakarta – Polemik Rancangan Undang-Undang atau RUU Permusikan tengah ramai diperbincangkan. Pro-kontra lahir dari sejumlah musisi lantaran terikat langsung dengan rancangan tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus musikus Anang Hermansyah mengungkapkan, RUU permusikan masih menjadi kajian di parlemen. Bersama anggota dewan di DPR, dia menunggu berbagai pendapat dari semua orang yang terlibat di industri musik Tanah Air.

“Akan dikaji ulang (RUU permusikkan). Masukan ini kan akan berjalan terus dari teman-teman di sini. Masukan itu yang hadir di sosial media maupun di mana-mana, kita akan duduk dan membahas bersama sama, apakah memang ini akan diteruskan atau tidak. Itu pun teman-teman yang punya maksud, punya keinginan,” katanya di Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Pihaknya bersama perwakilan dari pemusik juga sudah melakukan mediasi terkait hal ini. Langkah itu dilakukan agar pembahasan RUU terjalin dua arah, sehingga regulasi yang tercipta bisa disetujui seluruh pihak.

“Memang di kursi DPR ada masukan. Hari ini dari teman-teman kayak Glenn Fredly itu sudah berapa kali ke parlemen, berapa kali berdiskusi dengan saya dan tim yang ada di parlemen. Kita memiliki keinginan yang sama dengan yang mas Glenn dan teman-teman yang sekarang ada. Saya juga bagian dari panggung musik indonesia,” katanya menandasi.

Namun, Anang tak menampik kehadiran RUU Permusikan sebagai upaya posiftif guna menyejahterakan para pemusik. Ada beberapa poin yang menurutnya bagus agar bisa dipertahankan. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bermediasi guna terciptanya suatu regulasi yang kokoh.

“Dibutuhkan duduk bersama dengan kepala dingin, memberikan masukan. Kalau engga setuju, bilang, ‘ini loh aku enggak setuju’. kalau setuju ‘ini loh aku setuju’. Kalau diperbaikkin, harusnya apa? Parlemen masih menunggu,” lanjut dia.

Terkait dengan Pasal 5 dalam RUU Permusikan, Anang menegaskan tidak menyetujuinya saat duduk bersama di parlemen. Menurutnya, sejumlah regulasi yang terdapat di dalamnya bisa menimbulkan perdebatan yang bisa memecah belah musisi.

“Saya bilang, saya tidak setuju dengan Pasal 5 itu, di Papri pernah membahas itu. Saya waktu terima bahwa akan disanksi (untuk pelanngar pasal 5), saya langsung diskusi. Ini pasal 5 akan menimbulkan kontroversi karena saya sendiri pun gak mau seperti itu. Papri bicara untuk mendrop RUU atau pasal itu, atau diubah redaksionalnya,” lanjut dia.

2 dari 3 halaman

Menyambut Positif

Kendati demikian, Anang tetap menyambut positif RUU ini. Dalam pandangannya yang lain, pemusik bisa mendapat sertifikasi resmi dari negara sehingga profesi ini akan diakui dunia internasional.

Dia menyoroti pemusik lokal yang tidak diterima kehadirannya di luar negeri, “Kayak ada teman cerita bahwa salah satu seniman kita di luar negeri tapi nggak punya sertifikasi ditolak, ikut konser ditolak. Itu bagaimana?”, ujarnya.


Reporter: Rifqi Aufal Sutisna

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Urutan Kejadian 2 Penyelidik KPK Diduga Dianiaya Versi Pemprov Papua

JakartaKPK melaporkan dugaan penganiayaan terhadap 2 penyelidiknya saat sedang bertugas. Pemprov Papua membantah melakukan penganiayaan dan memaparkan kejadian versinya.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (2/1) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pemprov Papua saat itu melakukan pertemuan dengan DPRD Papua. Pihak Pemprov Papua lalu menyadari difoto oleh seorang pria.

Setelah diminta menunjukkan identitasnya, akhirnya diketahui bahwa pria itu anggota KPK. Pihak Pemprov Papua juga mengecek isi HP pegawai KPK itu hingga akhirnya menyerahkan pria itu dan rekannya ke Polda Metro Jaya. Mereka meyakini pegawai KPK itu hendak melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Pihak Pemprov Papua membantah ada penganiayaan terhadap 2 penyelidik KPK tersebut. Tetapi, mereka mengaku ada aksi dorong-dorongan.

Berikut penjelasan lengkap Pemprov Papua yang disampaikan atas nama Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Pemprov Papua, Gilbert Yakwar (nama 2 pegawai KPK tidak disebutkan-red):

PERS RILIS RESMI PEMERINTAH PROVINSI PAPUA
DALAM MENGAMANKAN 2 (DUA) OKNUM PEGAWAI KPK (KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI) YANG MELAKUKAN PENGINTAIAN TERHADAP RAPAT RESMI PEMERINTAH PROVINSI PAPUA, DPRP DAN KEMENDAGRI DALAM RANGKA EVALUASI APDB PROVINSI PAPUA TAHUN 2019

Menyikapi dan merespon tindakan mengamankan 2 (dua) oknum pegawai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada, Sabtu, 2 Februari 2019 bertempat di Lobby Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Bersama ini Pemerintah Pronvinsi Papua menyampaikan, hal-hal, sebagai berikut:

1. Pemerintah Provinsi Papua telah menyelesaikan RAPBD Pronvinsi tahun 2019 dan telah mendapat evaluasi Menteri Dalam Negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

2. Berkenan dengan hasil evaluasi tersebut, pada hari sabtu tanggal 2 Februari 2019, Pemerintah Provinsi Papua dan DPR Papua melakukan Pertemuan RESMI di Hotel Borobudur Jakarta Pusat yang dihadiri juga oleh Kementerian Dalam Negeri, melalui Direktorat Keuangan Daerah untuk menjelaskan substansi hasil evaluasi agar dapat dipahami oleh Pemerintah Provinsi dan DPR Papua untuk segera ditindaklanjuti;

3. Bahwa bersamaan dengan pelaksanaan agenda pertemuan tersebut, ternyata KPK telah menempatkan beberapa pegawai KPK untuk melakukan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan dugaan akan ada tindakan penyuapan pada pertemuan dimaksud. Hal tersebut dapat terbaca dari beberapa bukti-bukti berupa cuplikan komunikasi melalui WA yang berisikan informasi, gambar dan/atau foto semua peserta rapat beserta keterangan, termasuk barang-barang yang dibawa peserta rapat seperti tas ransel, yang senantiasa dilaporkan secara detail antara pegawai KPK yang satu kepada pegawai KPK lainnya dan/atau kepada atasannya yang tidak berada di tempat kejadian;

4. Bahwa mengetahui adanya pihak lain dan/atau orang lain yang sedang melakukan pemotretan secara berulang-ulang yang dikuti dengan komunikasi via telepon atas semua gerak-gerik peserta rapat, maka yang bersangkutan didatangi untuk ditanyakan untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan sementara memantau semua pergerakan peserta rapat sebagaimana yang diduga;

5. Bahwa ketika yang bersangkutan dihampiri, membuat yang bersangkutan menjadi gugup atau panik dan terlihat berkelit ketika ditanyakan perihal siapa bersangkutan serta tindakan apa yang sementara dilakukan bersangkutan pada saat itu;

6. Pada mulanya yang bersangkutan tidak mengakui sebagai pegawai KPK yang sementara melakukan tugas pengawasan dan/atau monitoring terhadap kegiatan evaluasi APBD Papua bersama Kementerian Dalam Negeri RI, namun setelah tas jinjingnya diambil dan dilihat isinya ternyata terdapat kartu identitas sebagai Anggota KPK atas nama (tidak disebutkan), lalu ditanyakan pula berapa anggota yang Bersama-sama dengan yang bersangkutan dan di jawab oleh yang bersangkutan bahwa mereka ada berenam namun ternyata yang berada di tempat kejadian (lobby hotel Borobudur) hanyalah berdua bersama dengan sesorang yang kemudian diketahui bernama saudara (tidak disebutkan) Selanjutnya diminta pula untuk memperlihatkan surat tugas atau surat perintah penugasan akan tetapi yang bersangkutan menyatakan tidak ada, seraya mengatakan bahwa hanya diperintah oleh Pimpinan, selanjutnya yang bersangkutan diminta untuk memperlihatkan siapa-siapa saja yang telah diambil gambar atau difoto dengan hand phone yang bersangkutan, ternyata dalam hand phone tersebut terdapat hampir semua foto pejabat Papua beserta keterangan termasuk barang-barang bawaan serta lebih disoroti lagi tentang adanya tas ransel yang dibawa oleh salah satu peserta yang diduga di dalamnya ada berisi uang untuk tujuan penyuapan;

7. Peserta yang membawa tas ransel tersebut setalah mengetahui bahwa dirinya sebagai bidikan utama, seolah-olah dalam tas ransel tersebut berisikan uang, maka secara spontanitas peserta tersebut, mendatangi pegawai KPK dimaksud lalu memperlihatkan isi dalam tas ransel dimaksud, yang sesungguhnya hanya berisikan dokumen-dokumen berupa kertas dan tidak terdapat uang didalamnya;

8. Bahwa mengingat telah terdapat banyak kasus yang mengatasnamakan diri sebagai pegawai dan/atau sebagai Penyidik KPK, apalagi yang bersangkutan tidak dapat memperlihatkan Surat tugas dan/atau surat perintah penugasan, maka atas dasar tersebut, yang bersangkutan diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan klarifikasi oleh Polda Metro Jaya apakah benar yang bersangkutan adalah Pegawai KPK;

9. Bahwa terkait dengan isu penganiayaan kedua petugas tersebut sampai kepada tindakan operasi pada bagian hidung dan/atau wajah, perlu kami sampaikan bahwa hal tersebut adalah tidak benar karena tidak ada penganianyaan sebagaimana sampai kepada kerusakan fisik pada bagian hidung dan/atau wajah dimaksud, yang terjadi adalah tindakan dorong mendorong karena perasaan emosional karena diduga akan melakukan penyuapan yang akan berakibat pada tindakan OTT dari KPK. Terlampir kami perlihatkan foto ke-dua orang dimaksud ketika telah berada dalam ruangan DireskrimUm Polda Metro Jaya, dimana dari foto tersebut, secara jelas menunjukan bahwa kedua orang tersebut dalam keadaan fresh, sehat serta tidak terdapat adanya luka dan/atau sobekan pada bagian hidung dan/atau wajah yang bersangkutan, sehingga membutuhkan tindakan operasi;

10. Bahwa atas dasar peristiwa ini, kami Pemerintah Provinsi Papua termasuk DPR Papua, merasakan hal-hal, sebagai berikut :

a) Sangat mencederai hati pemerintah dan DPR Papua yang telah menseriusi arahan dan pembinaan yang dilakukan KPK selama 4 tahun di Provinsi Papua tentang Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Papua, dimana atas rekomendasi KPK kami telah membangun system e-planning, e-budgeting, e-samsat, e-perijinan, dan e-lapor. Pemerintah Provinsi Papua telah berusaha dengan sumber daya yang kami miliki diatas kekurangan dan kelemahan kami orang papua untuk mendukung penuh arahan-arahan KPK melalui rencana aksi pemberatasan korupsi di Papua.

b) Tindakan ini menunjukan ketidak percayaan KPK terhadap kemampuan dan hati orang papua untuk berusaha taat asas dan komitmen atas upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dalam NKRI;

c) Justru tindakan tersebut menimbulkan rasa takut untuk melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan karena aparatur akan dihantui perasaan ” AKAN DITANGKAP SEWAKTU-WAKTU”. Padahal kami telah komitmen untuk menjaga papua dalam kerangka NKRI.

d) Secara perlahan-lahan tindakan tersebut akan membunuh kemandirian dan prakarsa daerah untuk berusaha memahami kondisi rill budaya papua dan mencari solusi-solusi kreatif mengatasi permasalahan untuk membangun dan mengejar ketertinggalan dengan saudara-saudara kami di provinsi lain untuk mencapai kesejahteraan melalui RAPBD yang tepat sasaran dan pro rakyat. RAPBD hanyalah alat untuk mencapai kesejahteraan. Jika selalu digunakan kaca mata CURIGA kepada pemerintah provinsi dan DPR papua dalam mengelola anggaran untuk kemanfaatan rakyat, hanya melahirkan ketakutan yang berkepanjangan.

11). Untuk itu, kami meminta perlindungan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia agar kami dapat bekerja dengan tenang, jauh dari rasa takut dan intimidasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di Pronvinsi Papua.

Demikian pernyataan rilis ini kami sampaikan untuk mengklarifikasi sekaligus menjelaskan duduk persoalan yang benar-benar terjadi, dan juga untuk menjawab seluruh pemberitaan yang telah beredar di media massa dan dikalangan public atau masyarakat, terima kasih Tuhan Memberkati kita semua.

Jakarta, 4 Februari 2019

Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol
Sekretariat Daerah Provinsi Papua

TTD

Gilbert Yakwar
(imk/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Manchester City vs Arsenal: Emery Sebut Dapat Pelajaran Berharga

Manchester – Arsenal tak berdaya saat menjadi tamu Manchester City di lanjutan Liga Inggris, Minggu (3/2) di Stadion Etihad. The Gunners pulang membawa kekalahan 1-3.

Pada pertandingan tersebut, Arsenal dipaksa takluk 1-3 di Stadion Etihad. Kekalahan itu mempersulit posisi Arsenal di klasemen sementara.

The Gunners merosot ke peringkat keenam dengan 47 poin, tertinggal dari Manchester United di peringkat kelima (48 poin) dan Chelsea di posisi keempat (50 poin).

Emery mengakui skuat Manchester City berkualitas dan memiliki kapasitas tinggi.  Namun, di sisi lain dia menyebut pertahanan Arsenal memang perlu ditingkatkan.

Tiga gol The Citizen pada pertandingan tersebut lahir dari proses yang sama, yaitu umpan silang di dalam kotak penalti.

Emery merasa pertandingan itu bisa jadi pelajaran berharga untuk skuat Arsenal. “Yang paling penting adalah kualitas dan kapasitas mereka (Man City). Kami tidak bisa menghentikan itu, tapi saya tidak bisa mengatakan apa pun untuk para pemain saya karena saya pikir mereka sudah bekerja keras,” tutur Emery di laman resmi Arsenal.

“Mereka berjuang dan kami kebobolan karena aksi individu dan kolektif, mereka menunjukkan kapasitas mereka. Namun, hal yang terpenting adalah kaim memahami bahwa kami masih tertinggal dari Man City. Kami menerima itu,” imbuh pelatih Arsenal berkebangsaan Spanyol itu. 

2 dari 2 halaman

Pelajaran Penting

Terlepas dari kekalahan itu, Emery merasa ada banyak pelajaran yang bisa dipetik Arsenal. Dia percaya Arsenal masih punya peluang besar mengakhiri musim di posisi empat besar.

“Dalam 38 pertandingan kami bisa mendapatkan peluang dan kesempatan untuk terus berkembang dan terus mendekati empat besar. Namun, (kekalahan) hari ini merupakan pelajaran, untuk terus bekerja keras setelah pertandingan,” urai Emery. 

“Pada situasi lain, kami menyadari superioritas mereka. Saya pikir kami bisa optimistis, tapi dengan hasil ini, itu tidak mudah,” imbuh dia. 

Tangani Obesitas Sunarti, RSHS Kerahkan 11 Dokter Spesialis

Liputan6.com, Bandung Sunarti (39), wanita asal Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, diketahui mengidap obesitas. Untuk memulihkan kondisi berat badannya, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membentuk tim dokter.

Direktur Utama RSHS Nina Susana Dewi mengungkapkan, pihak RSHS sudah melakukan pemeriksaan kondisi tubuh, gizi, dan penyakit atau potensi komplikasi yang bisa saja berada di tubuh Sunarti yang dirawat sejak Jumat (1/2/2019) lalu.

“RSHS sudah membentuk tim yang melibatkan 11 multidisiplin ilmu kesehatan. Perawatan dan pemeriksaan terhadap pasien membutuhkan waktu untuk mendapatkan diagnosa pasti. Setelah itu melakukan tindakan apa yang dilakukan Ibu Sunarti,” ujar Nina dalam jumpa pers di RSHS, Senin (4/1/2019).

Tim dokter terdiri dari spesialis jantung, paru, gizi, nutrisi, psikiatri dan lain-lain. Pihak RSHS tidak langsung menerapkan program diet kepada Sunarti yang memiliki bobot 148 kilogram, namun mengatur pola makanan yang tak jauh beda dari jam dan kebiasaan makan Sunarti selama ini.

Menurut ketua tim dokter penanganan Sunarti, Arto Yuwono, pihaknya tak bisa dalam waktu singkat menangani permasalahan obesitas. Sebab, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, sehingga diketahui penyebab dan upaya menanggulanginya.

“Sekarang memang kita sudah mulai bekerja hari ini menyusun satu tim. Lebih detil penyakit lainnya belum bisa kita sampaikan karena efektifnya baru hari ini. Namun sejak beberapa hari dirawat, pasien mengalami keluhan berat badan sangat berlebih, ia juga mengeluh sesak nafas dan rasa sakit di badan,” papar Arto.

Sementara, anggota tim penanganan Sunarti, Hikmat Permana menyebut obesitas bisa menyerang siapa saja. Orang yang mengalami permasalahan kelebihan berat badan akan berdampak pada semua organ tubuh.

“Dan tentu saja kualitas hidupnya berpengaruh. Terutamanya aktivitas yang jadi beban. Untuk itu, RSHS akan membantu seoptimal mungkin beban kesehatan pada pasien tersebut,” ujar Hikmat.

Sebelumnya, Sunarti dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada pekan lalu. Perempuan yang menderita obesitas itu mendapat penanganan medis dokter RSHS setelah sempat ditangani di RSUD Karawang.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Pemprov Papua Meyakini 2 Penyelidik KPK Hendak Lakukan OTT

JakartaPemprov Papua membantah ada penganiayaan terhadap 2 penyelidik KPK saat mereka berada di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pemprov Papua justru menyebut KPK hendak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada mereka.

Pada saat peristiwa, Sabtu (2/1) malam, Pemprov Papua dan DPRD Papua sedang melakukan pertemuan di hotel tersebut. Pertemuan berlangsung usai Pemprov Papua menyelesaikan pembahasan RAPBD Pronvinsi tahun 2019. Pemprov Papua mengklaim pertemuan itu dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

“Bahwa bersamaan dengan pelaksanaan agenda pertemuan tersebut, ternyata KPK telah menempatkan beberapa pegawai KPK untuk melakukan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan dugaan akan ada tindakan penyuapan pada pertemuan dimaksud,” kata Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Pemprov Papua, Gilbert Yakwar, lewat keterangan tertulis, Senin (4/1/2019).

Pemprov Papua meyakini hal itu usai mengecek HP milik 2 penyelidik KPK tersebut. Dua penyelidik KPK itu didatangi pihak Pemprov Papua yang merasa difoto.

“Hal tersebut dapat terbaca dari beberapa bukti-bukti berupa cuplikan komunikasi melalui WA yang berisikan informasi, gambar dan/atau foto semua peserta rapat beserta keterangan, termasuk barang-barang yang dibawa peserta rapat seperti tas ransel, yang senantiasa dilaporkan secara detail antara pegawai KPK yang satu kepada pegawai KPK lainnya dan/atau kepada atasannya yang tidak berada di tempat kejadian,” papar Gilbert.

Pihak Pemprov Papua lalu membawa 2 penyelidik KPK itu ke Polda Metro Jaya. Mereka juga membantah melakukan penganiayaan, melainkan dorong-dorongan.

“Bahwa terkait dengan isu penganiayaan kedua petugas tersebut sampai kepada tindakan operasi pada bagian hidung dan/atau wajah, perlu kami sampaikan bahwa hal tersebut adalah tidak benar karena tidak ada penganianyaan sebagaimana sampai kepada kerusakan fisik pada bagian hidung dan/atau wajah dimaksud,” kata Gilbert.

“Yang terjadi adalah tindakan dorong mendorong karena perasaan emosional karena diduga akan melakukan penyuapan yang akan berakibat pada tindakan OTT dari KPK,” lanjutnya.

Pemaparan itu adalah penjelasan versi Pemprov Papua. Adapun KPK menyatakan dua pegawainya itu dianiaya saat bertugas dan sedang mengendus indikasi korupsi. Dugaan penganiayaan itu juga sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).

“Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK, pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK,” tambahnya.
(imk/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>