Angelina Jolie Kenakan Tank Top Saat Temani Maddox Keliling Kampus

Liputan6.com, Jakarta – Aktris Angelina Jolie harus berpisah sementara dari sang putra sulung, Maddox Jolie-Pitt. Lelaki berusia 18 tahun itu diterima kuliah di Universitas Yonsei jurusan Biokimia.

Pada hari terakhir sebelum meninggalkan Seoul, Korea Selatan, pemeran Maleficent itu menemani sang putra berdarah Kamboja keliling kampus. Dalam sebuah video yang diunggah pemilik akun Instagram @xx_efu, Jolie mengaku berusaha tak menangis meninggalkan anaknya di Negeri Ginseng.

“Aku pulang hari ini. Hari ini aku pulang ke rumah. Aku tahu. Aku berusaha tak menangis,” ujarnya yang direspons dengan senyum simpul Maddox, Rabu, 21 Agustus 2019.

Perempuan kelahiran 4 Juni 1975 itu datang ke kampus dengan penampilan kasual. Ia awalnya memakai sweater abu-abu dengan bawahan celana palazzo hitam. Belakangan, ia membuka sweater dan hanya mengenakan kamisol hitam berenda.

Jolie memadukan penampilannya dengan sendal open toe hitam dan sebuah sling bag berwarna cokelat. Menyempurnakan penampilan, ibu enam itu membawa serta kacamata hitam dengan frame bermotif leopard.

Angelina Jolie hanya menyapukan riasan natural. Ia menggerai bebas rambut brunette-nya tanpa aksesori berlebihan.

2 dari 3 halaman

Maddox Tinggal di Seoul

Tempat kuliah Maddox dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi paling bergengsi di Korea Selatan. Ia mengambil jurusan biokimia di kampus ini.

“Dia diterima di universitas lain, tetapi memilih Yonsei,” kata seorang sumber, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Maddox dilaporkan sangat tertarik dengan bahasa dan budaya Korea Selatan. Dia bahkan sampai ikut les khusus untuk persiapannya.

Sesaat sebelum berpisah dengan sang ibu, ia tampak kasual dengan hanya memakai sweater beige dan celana jins hitam. Senyum tak lepas dari wajahnya saat menemani Angelina menjawab pertanyaan para wartawan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

VIDEO: Yenny Wahid Ajak Mahasiswa Asal Papua Ziarah ke Makam Gus Dur

Liputan6.com, Jakarta – Demi meredam, ada isu rasisme yang memicu kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua, puteri mendiang Presiden Abdulrahman Wahid, Yenny Wahid mengajak sejumlah mahasiswa asal Papua berziarah ke makam ayahnya KH Abdurrahman Wahid pada Rabu 21 Agustus 2019.

Yenny meminta agar Masyarakat Papua bisa menahan diri dengan melihat sejarah kedekatan Gus Dur dengan Warga Papua.

Begitu tiba di komplek pemakaman di Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur pada Rabu 21 Agustus 2019. Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid langsung disambut sejumlah mahasiswa Papua yang sudah menunggu di lokasi pemakanan. Yenny yang merupakan putrid Gus Dur mengajak sejumlah Mahasiswa Papua untuk berziarah di makam ayahnya.

Kegiatan ziarah bersama dengan Mahasiswa Papua, selain untuk menunjukan sejarah tentang kedekatan Gus Dur dengan Warga Papua juga untuk meredam isu rasisme yang menyebabkan sejumlah wilayah di Papua terjadi kerusuhan. Selain melakukan tabur bunga bersama sejumlah Mahasiswa Papua juga diajak untuk beryanyi lagu Indonesia Raya.

Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?

Jakarta – Informasi soal adanya gempa di Kalimantan Timur sedang ramai dibahas. Kabarnya, Kaltim diguncang gempa magnitudo 4,8 pada Kamis (22/8) kemarin. Benarkah informasi itu?

Informasi soal adanya gempa di Kalimantan Timur itu merujuk dari kabar yang dirilis Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC). Disebutkan, gempa M 4,8 terjadi pukul 13.15 WIB pada Kamis (22/8) kemarin.

Pusat gempa disebutkan berada di 511 km arah barat laut Makassar, 198 km barat daya Samarinda, dan 107 timur laut Barabai. Pusat gempa berada di koordinat 1,94 Lintang Selatan dan 116,1 Bujur Timur. Informasi ini belum dapat dipastikan akurasinya.
Saat detikcom mencoba menelusuri ke situs EMSC-CSEM pada Jumat (23/8/2019) pukul 11.13 WIB, tercantum informasi perihal gempa di kawasan Kalimantan Timur. Di situ disebut gempa M 4,8 terjadi pada 22 Agustus 2019 kemarin pada pukul 05.51 UTC. Waktu UTC punya selisih 7 jam setelah WIB.

Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?Foto: Gempa di Kalimantan Timur diinformasikan oleh situs EMSC. (Dok situs EMSC-CSEM)

Jadi, benarkah gempa ini terjadi?

BMKG kemudian mencuit lewat akun Twitter resminya, @infoBMKG, Kamis (22/8) kemarin, karena ada akun yang bertanya kenapa BMKG tidak menginformasikan gempa di Kaltim kemarin. Akun lain menghubungkan bahwa Kaltim adalah calon ibu kota baru yang sempat disebut aman dari gempa.

BMKG menjelaskan gempa tersebut tidak dikabarkan oleh BMKG karena tidak dirasakan oleh masyarakat. EMSC Bisa mengabarkan gempa tersebut karena juga mendapat data otomatis dari BMKG, namun data otomatis itu masih perlu dipastikan sehingga tidak bisa langsung dirilis.

Ternyata setelah dipastikan, gempa itu bukan terjadi di Kaltim melainkan di Selat Makassar. Kekuatan gempanya pun bukan M 4,8 melainkan M 3,7. Berikut keterangan BMKG selengkapnya:

Mimin jawab.
1. Gempa tersebut berkekuatan dibawah magnitude 5.0, yg artinya tidak kami kirimkan infonya jika tidak dirasakan oleh masyarakat.
2. Info awal gempa ada yg diperoleh melalui sistem otomatis, namun datanya perlu pemutakhiran, menunggu sinyal gempa terkumpul semua.
3. Biasanya akan dilakukan pemutakhiran parameter gempa oleh para ahli, setelah data sinyal gempa lengkap terkumpul.
4. Berikut info gempa yang telah dimutakhirkan (satuan waktu dalam UTC).

Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?Foto: Ternyata bukan gempa di Kaltim, tapi di Selat Makassar. (Dok akun Twitter BMKG)

EMSC mengambil data dari hasil automatic BMKG, padahal hasil analisa lanjut epic tersebut ada di Sulawesi dengan M=3.3, namun EMSC tidak mengupdate lagi sehingga yg masih muncul masih epic di Kalimantan.

(dnu/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Usai Berkicau soal Aura Kasih, Akun Twitter Yan Widjaya Mendadak Hilang

Liputan6.com, Jakarta – Nama Yan Widjaya mendadak populer di jagat maya. Kata kunci Yan Widjaya juga mendominasi di mesin pencarian Google.

Gara-garanya unggahan kicauan Yan Widjaya beberapa waktu lalu yang membahas Aura Kasih, dinilai melecehkan. Karena twit tersebut, Aura Kasih sampai-sampai kesal dan mengamuk di Instagram pribadinya.

Namun saat ini akun Twitter milik Yan Widjaya tiba-tiba menghilang. Saat dikonfirmasi kepada yang bersangkutan, diketahui bahwa akun Twitter-nya memang sengaja dinonaktifkan.

“Iya memang saya nonaktifkan dulu. Sengaja saya nonaktifkan, baru saja,” kata Yan Widjaya kepada Showbiz Liputan6.com saat dihubungi pada Jumat (23/8/2019).

2 dari 2 halaman

Terganggu

Alasannya, tak lain karena dirinya merasa terganggu dengan aktivitas di Twitter yang begitu ramai. Oleh karena itu ia memilih untuk menonaktifkan akun Twitter-nya hingga waktu yang belum ditentukan.

“Terlalu banyak orang (berkomentar), saya punya followers banyak. Dari sekian banyak, yang saya kenal hanya 10 persen. Dan mereka ngomong macam-macam, jadi sangat mengganggu pekerjaan saya,” lanjutnya.

Polda Jabar Periksa Polwan yang Diduga Beri Miras pada Mahasiswa Papua

Bandung – Seorang polisi di Bandung diduga memberikan minuman keras (miras) kepada mahasiswa Papua di Bandung. Oknum polisi tersebut kini tengah diperiksa di Polda Jabar.

Informasi yang dihimpun, pemberian miras sebanyak dua dus tersebut dilakukan oknum polisi tersebut ke asrama Papua di Bandung pada Kamis (22/8) . Miras itupun langsung dikembalikan mahasiswa ke oknum polisi tersebut.

“Terkait peristiwa itu, kami sudah mengambil langkah. Kita Polda Jabar sudah melakukan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Saat ini, yang bersangkutan sudah menjadi terperiksa dalam kaitan untuk internal,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (23/8/2019).


Truno mengatakan oknum polisi berinisial Kompol C ini saat ini masih menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Jabar. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak semalam.

“Propam Polda Jabar sejak tadi malam mengambil langkah. Kita hargai, kita lihat sejauh mana prosesnya. Karena saat ini kita harus melihat dari fakta-fakta yang perlu didalami dalam proses bidang Propam,” tuturnya.

Sementara itu Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema membenarkan oknum polisi tersebut merupakan anggotanya yang bertugas di Polsek Sukajadi. Irman menyatakan anak buahnya itu tengah menjalani pemeriksaan di Polda Jabar.

“Sekarang yang bersangkutan sebagai terperiksa terkait dugaan pemberian minuman keras ke asrama Papua,” kata Irman.

Irman menegaskan pihaknya akan menindak bila oknum polisi tersebut terbukti memberikan miras kepada mahasiswa Papua.

“Kami akan menindaklanjuti. Apabila hasil pemeriksaan terbukti, maka kami akan berikan sanksi yang tegas kepada yang bersangkutan,” ucap Irman.

Soal pemberian minuman keras pada mahasiswa Papua ini ramai di twitter. Akun @anzharcore memposting video saat penyerahahan kembali dua dus miras yang diduga diberikan seorang Polwan di aksi Kamisan depan Gedung Sate.

Video berdurasi 2 menit 19 detik itu memperlihatkan seorang polwan berseragam lengkap memegang toah tengah menjelaskan bahwa minuman itu bukan minuman keras namun minuman segar.

Namun hal itu disanggah para massa yang berkeliling di sekitarnya. Menurut massa, minuman itu mengandung alkohol 19 persen.
(dir/ern)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ibu Kota Jadi Pindah ke Kaltim? Menteri ATR: Koreksi, Itu Alternatif

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur masih menjadi alternatif. Pasalnya, Bappenas masih melakukan kajian terhadap lokasi calon ibu kota.

“(Kaltim) itu alternatifnya, antara lain. Itu saya koreksi. Salah satu alternatif. Tunggu saja, ada beberapa studi yang dikerjakan Bappenas nanti presiden akan umumkan,” jelasnya di kantor pusat BPK, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Bappenas, lanjutnya, sedang melakukan kajian terhadap lokasi calon ibu kota baru. Namun Sofyan tidak mengetahui pasti apa saja kajian yang dilakukan.

“Itu kajian yang sedang dikerjakan Bappenas, saya nggak tahu, itu masalah teknis,” katanya.
Sofyan mengungkapkan, setelah kajian tersebut selesai dikerjakan, maka Jokowi akan langsung memberi pengumuman lebih lanjut terkait pindah ibu kota.

“Masih ada dua studi lagi yang dikerjakan Bappenas. Saya nggak tahu studi apa. Tapi setelah studi itu lengkap baru presiden umumkan,” katanya.

“Tapi sampai sekarang belum diputuskan alternatifnya. Masih Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. Tapi yang sudah dilihat secara serius adalah Kalteng dan Kaltim,” tutup Sofyan.

Pernyataan ini sendiri berbeda dengan yang disampaikan Sofyan pada Kamis (22/8) kemarin. Sofyan yang saat itu ditemui usai rapat di kantor Menko Perekonomian membenarkan bahwa lokasi ibu kota baru berada di Kalimantan Timur.

“Iya, Kaltim benar, tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana yang belum,” kata Sofyan.

Simak Video “Mau Pindahkan Ibu Kota, Jokowi Contek Negara Lain
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/ara)

10 Orang Jadi Tersangka Demo Rusuh di Timika

Jakarta – Polisi menetapkan 10 orang tersangka dalam demo berujung rusuh di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Mereka dijerat dengan pidana perusakan dan membawa senjata tajam.

“Jumlah tersangka yang diamankan awal 34 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan yang dapat diproses hukum 10 orang,” kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/8/2019).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang dan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12/1951 terkait senjata tajam.


Saat rusuh di Timika, 1 ruko dibakar, pos kantor DPRD dirusak. Massa juga merusak 2 mobil patroli, 1 bus, dan 1 truk.

Kericuhan bermula saat unjuk rasa warga menyuarakan anti-rasisme di gedung DPRD Mimika, Rabu (21/8). Tiba-tiba ada kelompok orang yang menyerang polisi dengan melempar batu.

Massa yang didorong mundur lantas memblokade jalan-jalan di sekitar DPRD Mimika dengan membakar kayu dan meletakkan batu. Ada mobil polisi dan pemadam kebakaran yang dirusak.

Saat bergerak mundur, massa juga melempari Hotel Mozza, yang jaraknya 500 meter dari DPRD Mimika dengan batu. Kaca hotel dan mobil di area parkir pecah. Pos penjagaan hotel juga dirusak.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

6 Info Lowongan Pekerjaan Ini Malah Bikin Gagal Paham

Liputan6.com, Jakarta Di zaman sekarang ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Selain karena minim pengalaman kerja, persaingan yang ketat dengan pelamar lainnya dan juga jumlah lapangan kerja menjadi hal yang dikhawatirkan para lulusan baru.

Untuk mengetahui informasi-informasi mengenai lowongan pekerjaan, semua orang bisa mencari sendiri melalui berbagai sumber. Apalagi saat ini info lowongan pekerjaan sangat mudah didapati. Tak bisa dipungkiri di era yang kian canggih ini media sosial ini masyarakat bisa mengakses lowongan pekerjaan.

Dengan adanya media sosial seseorang dengan mudah mengakses informasi lowongan pekerjaan. Namun, banyak juga informasi lowongan pekerjaan yang tidak masuk akal dan bikin orang bingung. Entah disengaja atau tidak sengaja, banyak info lowongan pekerjaan di media sosial yang bikin orang gagal paham.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, 6 info lowongan pekerjaan yang malah bikin gagal paham, Jumat (23/8/2019).

2 dari 7 halaman

1. Ini jadi karyawan bakso atau tukang cukur?

3 dari 7 halaman

2. Anak Krakatau memang bisa diasuh ya?

4 dari 7 halaman

3. Yang berminat silakan daftar

5 dari 7 halaman

4. Penjahat super itu gimana ya?

6 dari 7 halaman

5. lumayan nih, jadi istri simpanan bos!

7 dari 7 halaman

6. Penjahit bukan penjahat.