Ultimatum untuk Sarri dari Mantan Presiden Juventus

Naples – Mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, tak terlalu senang melihat Maurizio Sarri gabung Juventus. Dia berharap Sarri tak banyak bikin alasan andai semua tak berjalan lancar.

Juventus telah mengumumkan Sarri sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Keputusan ini tak sepenuhnya membuat beberapa pihak senang.

Ketidaksenangan itu tak lepas dari rivalitas Napoli dan Juventus. Sarri adalah pelatih yang lahir di kota Naples dan pernah menjadi pelatih klub berjulukan Partenopei.

Sarri bahkan sempat beberapa kali mengkritik Juve saat masih menjadi pelatih Napoli. Jari tengah juga pernah diacungkan pelatih berusia 60 tahun tersebut dari dalam bus saat bertandang ke markas Juve.
Cobolli Gigli salah satu orang yang kecewa melihat Sarri ke Juve. Mantan presiden Juve itu masih punya ingatan atas banyak hal yang tidak disukai dari Sarri.

“Sebagai fans, saya berharap fakta jahat ini tidak akan terjadi. Sarrismo adalah sesuatu yang kuat di Napoli, tetapi pengkritik Juventus,” kata Cobolli Gigli seperti dikutip dari Calciomercato.

“Saya memiliki ingatan, saya ingat semua yang dia katakan dan lakukan. Tapi sekarang keputusan sudah dibuat, kita harus menilai Sarri atas kinerjanya. Dia adalah pelatih yang tak terbantahkan dengan kualitas permainan,” sambungnya.

“Saya tidak lupa bahwa sampai sebulan lalu dia bilang senang di Liga Inggris, bahwa dia tidak berniat kembali ke Italia. Oleh karena itu, dalam pikiran saya, saya akan menilainya. Saya harap dia berkomunikasi seperti pelatih Juve, bukan Sarri.”

“Saya harap dia memiliki gaya yang tepat, bahkan ketika harus mengakui bahwa tim tidak bekerja dengan baik, dan tidak membuat alasan seperti di Naples,” tegasnya.

Kepindahan Sarri ke Juve juga memunculkan kemarahan kelompok sayap kiri di Kota Naples. Sebuah plakat Sarri di tempat kelahirannya bahkan dicopot.

(ran/raw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *