Menguak Cara Terbaik untuk Melihat Keindahan Pelangi

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah fenomena alam yang biasanya terjadi usai berhetinya hujan adalah munculnya pelangi. Karena tampilannya yang penuh warna dan unik, pelangi telah dikaitkan dengan banyak mitos di berbagai daerah yang ada di dunia.

Tetapi kenyataannya adalah pelangi hanya dapat dilihat ketika cahaya matahari melewati tetesan hujan, demikian menurut Kristin Calhoun, seorang ilmuwan peneliti di National Oceanic & Atmospheric Administration (NOAA), lembaga ilmiah yang sebagian berfokus pada kondisi cuaca.

Pelangi merupakan hasil dari ilusi optik yang diciptakan oleh pembiasan dan pantulan cahaya mentari.

Ketika cahaya matahari melewati tetesan air hujan, sinarnya melengkung atau membias dan kemudian memantulkan bagian dalam tetesan hujan. Ini terjadi karena air bersifat lebih padat daripada udara yang mengelilinginya.

Saat keluar dari tetesan air, cahaya matahari memisah menjadi panjang gelombang. Cahaya akan terdiri dari berbagai panjang gelombang, dan setiap panjang gelombang muncul sebagai warna yang berbeda, yakni merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Warna merah, misalnya, melengkung pada sudut yang berbeda dari warna ungu. “Inilah yang meyebabkan kita dapat melihat setiap warna di lokasi yang berbeda dan mengapa pelangi terlihat seperti busur atau panah,” kata Calhoun, seperti dikutip dari situs Popular Science, Jumat (15/2/2019).

Namun, terkadang pelangi benar-benar dapat terlihat berbentuk lingkaran penuh. Peristiwa menakjubkan ini biasanya dapat diamati ketika kita menyaksikannya dari ketinggian tertentu –saat naik pesawat, misalnya.

Karena pelangi diciptakan oleh cahaya melalui tetesan hujan, maka waktu terbaik untuk melihatnya adalah ketika langit cerah, namun hujan turun rintik-rintik.

“Bahkan ada peluang yang lebih baik untuk melihat pelangi, ketika matahari berada pada sudut yang lebih rendah, pada pagi atau sore hari,” ungkap Calhoun.

Jika Anda ingin mencoba menemukan pelangi, kuncinya adalah Anda berada di tempat yang sedang hujan dan membelakangi matahari.

“Hujan gerimis dan badai sering terbentuk pada sore hari karena efek gabungan dari topografi dan pemanasan pada siang hari di tanah itu,” papar Calhoun. “Hujan jenis ini sering menghasilkan hujan lebat, tetapi tetap terisolasi di tengah-tengah pulau.”

Karena pelangi adalah ilusi optik, maka posisinya tidak terletak pada jarak tertentu.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pelangi 9 Jam di Taiwan Pecahkan Rekor Dunia

Sementara itu, masih terkait dengan kemunculan pelangi, suatu ketika pernah ada penampakan pelangi selama sembilan jam di Taiwan. Fakta ini akhirnya memecahkan rekor dunia. Guinness World Record mencatatnya sebagai pelangi terlama yang pernah ada, demikian menurut laporan media lokal.

Seperti dikutip dari Asia One, Sabtu 17 Maret 2018, banyak orang merasa beruntung bisa melihat pelangi tersebut. Akhirnya mereka berpikir bahwa fenomena tersebut tak hanya bisa berlangsung sesaat seperti sebelumnya.

Dua profesor di Taipei menemukan pelangi sembilan jam itu pada 30 November 2017 lalu.

Profesor dari kampus Chinese Culture University’s Department of Atmospheric Science (CCU) itu lalu mendokumentasikan pertunjukan cahaya warna-warni paling lama yang pernah ada.

Pelangi tersebut menghiasi langit dari pukul 06.57-15.55, atau dengan kata lain terlihat hingga nyaris sembilan jam.

“Rasanya seperti hadiah dari langit … sangat langka!” ujar salah satu profesor, Chou Kun-hsuan.

Foto yang diunggah di halaman Facebook universitas tersebut menunjukkan lengkungan warna-warni di atas bangunan kampus berarsitektur gaya China. Latar tanaman hijau nan subur semakin membuat pemandangan sangat indah.

“Dan tidak hanya ada satu, tapi empat – dua pelangi primer dan dua supernumerary,” menurut Chou.

Untuk menorehkan rekor sebagai pelangi terpanjang versi Guinness World Record, para profesor mengumpulkan lebih banyak bukti dari para saksi fenomena pelangi tak biasa di kampus hari itu.

Pelangi yang terlihat pada 30 November 2017 oleh Chou Kun-hsuan dan Liu Ching-huang (profesor) di Departemen Ilmu Atmosfer di CCU, dari atap Gedung Dayi di kampus CCU.

Menurut Chou, pelangi dimulai pada pukul 06.57 dan berlangsung sampai jam 15.55, atau 8 jam 58 menit.

Dengan pencatat tersebut, pelangi Taiwan mengalahkan rekor sebelumnya di Wetherby, Yorkshire, Inggris pada 14 Maret 1994. Fenomena itu tercatat berlangsung dari pukul 09.00 sampai 15.00.

Anggota panitia Guinness World Record, Kepala Biro Cuaca Pusat, profesor dan mahasiswa CCU, Direktur Biro Pariwisata Kota Taipei, dan Direktur Layanan Taman Nasional Gunung Yangming akan menghadiri upacara peresmian rekor tersebut.

Ini adalah pertama kalinya Taiwan menerima rekor dunia untuk fenomena ilmu pengetahuan alam.

Cara Jitu Menghilangkan Bau Asap Rokok di Kabin Mobil

Liputan6.com, Jakarta – Pemilik mobil yang memiliki kebiasaan merokok saat berkendara, pasti bakal bermasalah dengan bau yang tak sedap di dalam kabin. Pasalnya, bau asap rokok tidak mudah untuk dihilangkan karena cukup kuat menempel di kabin mobil.

Selain itu, bau asap rokok di kabin mobil jadi bikin tidak nyaman, ujung-ujungnya cara cepat adalah dengan menyemprotkan pengharum ruangan.

Tapi cara ini hanya bertahan sebentar saja, karena bau asap rokok akan muncul lagi meskipun telah disemprot spray pengharum ruangan berkali-kali. Memang, bau rokok cukup membandel dan lumayan sulit hilang karena menempel pada jok dan karpet.

Apalagi kalau sudah masuk ke sirkulasi udara, mau tidak mau butuh biaya yang cukup banyak untuk membersihkannya. Namun, ada cara bagaimana cara menghilangkan bau asap rokok, seperti dilansir laman resmi Hyundai Indonesia:

Pertama, dengan menyingkirkan semua sampah di dalam kabin termasuk di jok dan karpet menggunakan vacuum cleaner sampai tak tersisa. Lalu, lap juga interior dengan cairan pembersih. Kemudian untuk menghilangkan bau rokok pada jok atau karpet, gunakan penghilang bau berbahan enzim. Bahan ini cukup efektif menghilangkan bau tak sedap.

Biasanya jenis ini harga cukup mahal, tetapi ampuh menghilangkan bau asap rokok.

Menghilangkan bau di bagian sistem sirkulasi udara, bisa menggunakan penetral bau atau pengharum ruangan. Parkirkan mobil di tempat terbuka lalu nyalakan mobil dengan keadaan pintu terbuka semuanya. Tunggu beberapa menit, agar bau rokok keluar dari dalam kabin.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Terakhir, adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami. Ini adalah cara yang cukup mudah, karena bahan-bahannya bisa didapatkan di dapur. Anda bisa menggunakan bubuk kopi, vanilla, atau kayu manis di kabin mobil.

Cukup pilih salah satu saja dan cukup diletakkan di dalam kabin mobil. Nantinya bubuk tersebut akan menyerap bau rokok dan menyebarkan aroma yang khas dan lebih segar. Tapi jangan gunakan sambil berjalan. Baiknya saat mobil sedang tidak dipakai agar bubuk tidak menyebar dan mengotori kabin mobil.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Balada Stok Beras dan Jagung: Katanya Cukup, Eh Malah Impor

Jakarta – Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipenuhi dengan polemik impor pangan untuk beras dan jagung. Sebab, pemerintah mengakui adanya panen yang cukup namun ujung-ujungnya impor lagi.

Kementerian Pertanian memprediksi adanya panen di tahun 2018 sebanyak 49,29 juta. Padahal, kebutuhan masyarakat hanya sebesar 30,37 juta ton. Artinya, ada surplus sebanyak 18,92 juta ton.

“Produksi padi tahun 2018 sebanyak 48,29 juta ton, lebih besar dibandingkan konsumsi sebesar 30,37 juta ton. Artinya produksi beras masih surplus,” jelas dia di Kementan, Senin (1/10/2018).


Tak berselang lama, pada 25 Oktober 2018 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produksi beras 2018 yang angkanya berbeda dengan milik Kementan. Dalam data tersebut tercatat surplus sebanyak 2,85 juta ton.

“Produksi kita tahun ini 32,4 juta ton. 6Konsumsi 29,6 juta ton. Jadi sebenarnya masih ada lebih 2,85 juta ton,” Papar Darmin di Kemenko Perekonomian.

Nyatanya, data surplus tersebut tak pernah ada. Sebab, sepanjang 2018 pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor beras sebanyak 2,8 juta ton dari izin kuota sebanyak 3 juta ton.

Selain itu, kejadian ini juga terjadi pada komoditas jagung. Data produksi tidak mampu memenuhi kebutuhan jagung untuk pakan ternak. Alhasil ini berdampak pada harga telur dan daging ayam.

Kementan mengklaim produksi jagung 2018 diperkirakan mencapai 30 juta ton pipilan kering (PK). Sedangkan kebutuhan hanya sebesar 15,5 juta ton yang untuk pakan 7,76 juta ton. Artinya ada surplus sebesar 4,5 juta ton.

Lagi-lagi, data ini tak sesuai dengan kenyataan. Sebab, harga telur dan daging ayam mengalami peningkatan akibat harga jagung yang merupakan bahan utama pakan ternak meningkat.

Pemerintah pun di tahun 2018 memutuskan untuk mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton. Jagung tersebut dijual untuk para peternak mandiri dengan harga Rp 4.000 per kilogram (kg).

Sementara itu, persoalan tersebut masih belum terselesaikan hingga saat ini. Pemerintah pun menambah lagi izin impor sebanyak 30 ribu ton di Februari dan tanpa kuota di Maret 2019. (dna/dna)

Perlukah NKRI Bersyariah?

Liputan6.com, Jakarta – Deden Sujana hanya bisa tertawa saat tahu polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara bentrok di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, tawa di wajahnya bukan lantaran senang.

Dia tertawa getir. Saat mendengar kabar penetapan dirinya sebagai tersangka Februari 2011 lalu, Deden sedang berbaring di ranjang pasien di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

Luka di sekujur tubuhnya belum kering. Tangannya masih kaku, belum bisa digerakkan usai operasi penyambungan yang dilakukan selama 7,5 jam oleh 7 dokter dengan keahlian berbeda. Dokter pun berkata, dia mengalami gegar otak.

Ketika berbincang dengan Liputan6.com, Deden mengaku, kala itu ia tak menyangka bakal berakhir di rumah sakit. Juga tak terbesit dalam pikirannya bahwa bakal ada 1.500 orang yang datang ke masjid milik Ahmadiyah di Cikeusik, sekitar pukul 10.30 WIB, 6 Februari 2011 .

“Malam minggu (Sabtu 5 Februari 2011), saya mendapat kabar tentang penahanan ustaz kami, istrinya dan keluarganya. Saya dan 12 orang lainnya malam itu juga berangkat ke Cikeusik untuk bertanya dan meminta polisi membebaskan mereka. Kebetulan saat itu saya menjabat sebagai Ketua Keamanan Nasional Ahmadiyah. Kami sampai di sana pukul 08.00 WIB karena Cikeusik itu masih jauh dari Pandeglang, kami ingin istirahat dulu dan siangnya baru ke polisi,” tutur Deden, Rabu 13 Februari 2019.

Tiba-tiba, lanjut dia, sejumlah polisi mendatangi mereka dan memintanya untuk meninggalkan lokasi karena akan ada sekelompok orang yang menuju ke tempat tersebut. Namun, polisi tidak memberi tahu jumlahnya.

Deden dan rekan-rekannya enggan meninggalkan lokasi karena maksud kedatangannya belum tersampaikan. Apalagi, dia merasa datang dengan cara dan tujuan yang baik. Mereka tak membawa senjara. 

Massa kemudian datang. Bentrokan pun tak terelakkan. “Bisa dibuktikan kok di video yang beredar, kami melawan dengan tangan kosong atau alat yang bisa kami dapat di dekat kami,” kata dia.

Hari itu, Deden menyaksikan tiga saudara seimannya tewas karena diserang menggunakan senjata tajam. Ia yang susah payah menghindari hujaman celurit dan golok, tak kuasa membantu. 

Begitupula polisi. Tak ada satu pun petugas keamanan yang berani melerai. Sebuah mobil aparat habis dibakar massa, satu dimasukkan ke jurang. 

Deden  yakin, ada yang memobilisasi massa itu. Sebab, dia merasa janggal, 1.500 orang bisa berkumpul secara spontan. Tapi kecurigaan tersebut tak pernah ditindaklanjuti polisi.

Usai bentrok Cikeusik, polisi membawa Deden dan 12 rekannya ke RSUD Serang. Namun, pihak rumah sakit angkat tangan dengan kondisi Deden. Tangan dan kakinya nyaris putus. Tak ada dokter ahli yang bisa menanganinya ketika itu.

Keluarganya pun harus beradu argumen dengan kepolisian untuk bisa membawa Deden ke RSPP. Sampai akhirnya, polisi mengizinkannya.

“7,5 jam saya dioperasi untuk menyambungkan tangan saja. Dokter bilang, baru kali ini ada operasi selama itu di RSPP. Orang tangan saya mau putus dan sudah ada beberapa jaringan yang busuk. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk hidup dan menggunakan tangan kaki saya kembali. Dua minggu saya dirawat. Sekarang sudah bisa digerakkan,” ujar Deden.

Usai pulih, ia kembali berurusan dengan hukum. Polisi menyangkakan empat pasal kepadanya, yakni, provokasi, penganiayaan, kepemilikan senjata tajam dan melawan petugas. Namun pada akhirnya, polisi menjeratnya dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 212 KUHP tentang perlawanan terhadap petugas kepolisian.

Ia ditahan selama enam bulan. “Wong saya dipenjara bukan karena nyopet atau korupsi. Yang saya sayangkan, 12 pembunuh saudara saya malah dihukum 3-5 bulan,” ucap Deden.

Usai kejadian itu, dia dan pengikut Ahmadiyah lainnya selalu berhati-hati dalam bertindak dan bertutur. Tidak kepada sembarang orang mereka mau terbuka. Mereka pun tidak pernah bersuara di ruang publik, media sosial sekalipun.

“Karena kita tidak tahu, kita sedang berhadapan dengan siapa. Bagaimana kalau lawan bicara kita ternyata kelompok garis keras? Kami saling menjaga saja,” kata dia.

Baru belakangan Deden dan warga Ahmadiyah lain berani mengeluarkan pendapat di  ruang publik dan media sosial. “Saya juga sudah berani komen-komen di Twitter. Apalagi pada pemerintahan saat ini, kami merasa aman,” kata Deden. 

Sementara, pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab pada akhir tahun lalu melemparkan kembali isu NKRI Bersyariah terkait dukungannya kepada salah satu peserta Pilpres 2019.

Akun twitter @RizieqSyihabFPI, mengunggah poster isu NKRI Bersyariah disertai gambar dirinya dan Prabowo-Sandi. Wacana NKRI Bersyariah juga pernah dia bukukan dengan judul Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah.

Deden kemudian berkomentar, “Mau sampai kapan begini?”

“NKRI harga mati, final, tidak ada lagi embel-embel syariah. Cukup bank saja yang bersyariah. Apalagi kita ini bukan negara Islam. Indonesia terdiri dari ribuan budaya. Beda itu indah. Sudahlah, Pancasila final, NKRI harga mati,” lanjut Deden yang kini menjabat sebagai Ketua Ahmadiyah Bekasi dan Asisten Humas Pengurus Besar Ahmadiyah itu.

Hal yang sama disampaikan oleh seorang jemaah Ahmadiyah berinisial S. Dia mengatakan, kini hidupnya lebih mudah. Dia juga bertempat tinggal dan bekerja di lingkungan dengan tingkat toleransi tinggi. Dia pun bebas bersuara bahwa ia adalah pengikut Ahmadiyah.

Berbeda dengan beberapa tahun lalu. Ketika menikah saja, dia harus menumpang ke kota lain. Sebab, sulit untuk mengurus surat-surat pernikahan di kota asal calon istrinya.

Dia bahkan menyebut, sejumlah jemaah lain di lokasi itu tidak mendapatkan e-KTP lantaran keyakinannya yang berbeda dengan masyarakat sekitar. Saat berbincang dengan Liputan6.com pun, dia tidak ingin daerah asal pasangan hidupnya disebut.

“Dulu saya harus menikah di tempat lain. Sulit mengurusnya bahkan ada yang tidak dapat e-KTP. Alhamdulillah di tempat lain diberi kemudahan dan kami tidak perlu menyembunyikan identitas sebagai seorang Ahmadiyah,” ujar S.

Dia pun tak ingin mengalami deja vu. Dia tidak mau lagi terkungkung dengan konsep yang diwacanakan Rizieq Shihab.

Sementara, Slamet, warga Kudus, Jawa Tengah yang baru dua tahun ini mualaf juga tak paham dengan konsep NKRI bersyariah yang diwacanakan Rizieq. Terlebih, baru dua tahun ini dia bisa memeluk agama pendahulunya.

Sebelum kemerdekaan, orangtuanya tidak memiliki kebebasan untuk memeluk agama Islam karena saat itu tak ada ruang publik yang manusiawi. Keduanya memutuskan berpindah agama.

“Jika sekarang ada yang menyerukan NKRI bersyariah, justru mundur dong. Warga seperti saya sebenarnya hanya butuh ruang publik yang manusiawi. Tanpa rasa takut kita bisa menegakkan apa yang kita yakini. Kita hanya butuh damai,” kata pria 57 tahun itu kepada Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Harus Paham Konsep

Lalu, masih haruskah kita mempertimbangkan wacana Rizieq Shihab soal NKRI bersyariah atau lebih memilih ruang publik yang manusiawi?

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Marsudi Syuhud mengatakan, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, masyarakat harus tahu terlebih dahulu tentang makna kata “bersyariah”. Setelah itu, baru bisa membahas soal pilihan tersebut.

“Yang harus dipahami oleh muslim maupun nonmuslim, Bangsa Indonesia, sesungguhnya kata bersyariah itu seperti apa sih? Teorinya bagaimana? Bersyariah itu bukan hanya untuk muslim tapi untuk siapa saja. Maka kaidahnya di mana ada kemaslahatan, kebaikan, untuk publik, untuk siapa saja, maka sesungguhnya sudah memakai syariat Allah,” kata Marsudi saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (14/2/2019).

Dia pun memberikan gambaran tentang permasalahan ini melalui Undang-Undang Lalu Lintas. UU tersebut diciptakan untuk mengatur segala sesuatu tentang yang berhubungan dengan lalu lintas, agar tidak terjadi kecelakaan dan tercipta keteraturan, seperti rambu-rambu dan batas kecepatan maksimal.

“Itu untuk kemaslahatan tidak? Untuk kemaslahatan, biar tidak tabrakan. Berarti UU Lalu Lintas bersyariah tidak? Bersyariah.

Pertanyaan selanjutnya, apakah ruang publik kita sudah baik? Sudah manusiawi?

Marsudi menilai, proses menuju baik itu tidak ada ujungnya. Amerika saja, lanjut dia, tidak berhenti untuk menjadi baik dan lebih baik.

Bagi dia, ruang publik yang berdasarkan Pancasila pada saat inipun sudah bersyariah, meski terus berproses menjadi lebih baik.

“Ruang publik hari ini alhamdulillah dengan dasar negara kita Pancasila, ya itu tadi, penjelasan Pancasila sama dengan UU Lalu Lintas. Pancasila hadir kesepakatan, maka sudah sesuai syariah belum? Sudah, karena untuk kemaslahatan,” tutur Marsudi.

Hal serupa diungkapkan oleh negarawan, Ahmad Syafii Maarif. Pria yang akrab disapa Buya ini menilai, NKRI bersyariah dengan sendirinya akan tercipta ketika norma-norma agama, sosial dan hukum dijalankan.

“Kalau Islam yang benar, tidak perlu itu perlu NKRI bersyariah. Islam yang selaras dengan kemanusiaan sudah mewujudkan NKRI bersyariah,” kata Buya kepada Liputan6.com.

Dia pun pernah membahas wacana NKRI bersyariah dan ruang publik manusiawi dalam bukunya yang berjudul Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan

Dia menyayangkan pendapat beberapa orang yang menuduh sistem demokrasi, paham keberagaman, toleransi, dan pesan anti-kekerasan bukanlah napas Islam. Baginya, yang terjadi justru sebaliknya.

Buya Maarif berpendapat, sesungguhnya Islam Indonesia tidaklah antidemokrasi. Indonesia sekarang ini, lanjut dia, beruntung karena memiliki Islam yang terbuka akan prinsip demokrasi.  


3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Prabowo Sebut Harga Beras dan Daging RI Tertinggi di Dunia

Blora – Saat berkunjung ke Kabupaten Blora, calon presiden Prabowo Subianto menyebut harga beras, daging dan daging ayam di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Ia pun berjanji untuk memperbaiki kondisi tersebut dengan segera.

“Beras di Indonesia jadi salah satu tertinggi di dunia, demikian daging juga tertinggi di dunia. Daging ayam tertinggi di dunia. Salah satu yang tertinggi di dunia. Perjuangan kami adalah untuk kita perbaiki keadaan ini dengan segera,” kata Prabowo, Kamis (14/2/19).

Prabowo menjelaskan, kondisi saat ini di Indonesia banyak terjadi kebocoran kekayaan negara. Sehingga kekayaan yang seharusnya dinikmati masyarakt, disebut Prabowo rakyat hanya menerima sisa yakni berupa upah minimum.

“Kalau tiap tahun kekayaannya mengalir keluar terus, ya ujungnya ambruk. Karena itu kita tidak ada uang di Indonesia. Gaji selalu kecil, pekerjaan selalu tidak ada. Lah uangnya dibawa keluar, yang ada sisa, sisa upah minimum,” terang Prabowo.
Ia pun berjanji jika nantinya terpilih menjadi pemimpin di Indonesia, ia akan segera mengamankan kekayaan yang dimiliki bangsa. Ia meyakini, Indonesia kaya berkat amanat dan warisan para pendiri bangsa jaman terdahulu.

“Pertanyaannnya apa bisa? Saya katakan bisa. Kita punya kekayaan yang masih banyak, tapi harus segera kita amankan. Kita amankan dengan kita laksanakan amanat, warisan nenek moyang kita. Utamanya pendiri-pendiri bangsa kita. Mereka begitu arif, begitu cemerlang, begitu pengalaman. Bung Karno, bung Hatta, Bung Syahrir. Tokoh-tokoh seperti Wahid Hasyim, tokoh-tokoh bangsa kita semuanya,” katanya. (dna/dna)

TKN soal Slamet Ma’arif Tersangka: Jangan Selalu Merasa Benar

TKN soal Slamet Maarif Tersangka: Jangan Selalu Merasa Benar Foto: Abdul Kadir Karding. (Ari Saputra/detikcom).

Jakarta – Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif merasa diperlakukan tidak adil menyusul penetapan tersangkanya dalam kasus pidana pemilu. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Slamet dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang membelanya untuk fair.

“Di era politik ini, apapun yang terjadi, yang merugikan BPN Prabowo-Sandiaga pasti tuduhannya ke pemerintah, itu tidak fair,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Karding menegaskan, penetapan Slamet Ma’arif sebagai tersangka bukan asal-asalan. Masalah pidana dalam pemilu pun juga sudah diatur dalam UU Pemilu dan ditagani oleh Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu).


“Itu kewenangan di Gakkumdu, ada Jaksa, Polisi dan Bawaslu. Kalau kemudian dia tersangka itu artinya ada bukti hukum yang nyata yang dapat dipertanggungjawabkan oleh penyidik , apalagi sekarang ini seluruh proses-proses itu terbuka, apalagi kalau dia tokoh publik,” kata Karding.

Menurutnya, Gakkumdu pun tak akan aneh-aneh dalam penanganan kasus pemilu. Sebab hal tersebut bisa menjadi masalah dan menyerang balik penegak hukum.

“Kita fair aja, pengadilan terbuka kok, boleh didampingi pengacara, boleh di-medsoskan. Akan dapat dibuktikan di pengadilan. Pasti mereka punya bukti yang cukup. Tidak semua apa-apa ujungnya ke pemerintah, nggak bisa. Kita menganut sistem persamaan di mata hukum dan hukum yang tidak bisa diintervensi. Pengadilan memiliki independensi yang tinggi terhadap satu kasus,” tutur anggota Komisi III DPR itu.

Karding pun menyebut tim sukses dan pendukung Prabowo-Sandiaga selalu menuduh pemerintahan Presiden Joko Widodo bila ada pihaknya yang terkena masalah. Itu menurutnya justru sikap yang tidak adil.

“Masalahnya segala sesuatu yang terjadi terhadap gengnya BPN Prabowo ini, kelompok BPN, apa-apa kalau yang salah itu tuduhannya, framingnya adalah kriminalisasi, framingnya adalah pekerjaan pemerintah, dalangnya pemerintah, saya kira itu juga tidak fair,” sebut Karding.

Politikus PKB ini mengimbau Badan Pemenagan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dan para simpatisan pasangan nomor urut 02 itu, termasuk Slamet Ma’arif untuk bijaksana dalam bersikap. Bila tidak ingin terkena kasus, kata Karding, mereka diminta untuk menjaga sikap dan tutur katanya.

“Kalau tidak ingin kena masalah, jangan berbuat salah. Kita harus proporsional. Jangan mau selalu merasa benar bisa omong apa saja tidak tersentuh hukum, setelah dihukum nyalahkan Jokowi,” katanya.

Seperti diketahui, Slamet Ma’arif menjadi tersangka terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019. Kubu Prabowo-Sandiaga membela Slamet habis-habisan.

Slamet Ma’aruf sendiri menyatakan tidak adil terhadap penetapan status tersangkanya. Polisi memastikan sudah melakukan prosedur yang semestinya. Slamet ditetapkan sebagai tersangka karena polisi sudah punya bukti kuat terkait kasus tersebut.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (11/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 News: Kubu Prabowo Diminta Ikut Tanggungjawab Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 news hari ini, kasus hoaks atau berita bohong yang menimpa aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet, menurut Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf harus pula menjadi tanggungjawab kubu Prabowo.

Abdul Karding menilai kubu Prabowo-Sandi sengaja menyebarkan dan menggelar konferensi pers untuk mempengaruhi dan meyakinkan publik bahwa Ratna telah dipukuli hingga seperti drama. 

Sebelumnya kabar penganiayaan yang dilakukan terhadap Ratna Sarumpaet viral. Wajah penuh lebam dan bengkak-bengkak membuat cerita semakin meyakinkan. 

Saat itu ibu dari artis cantik Atikah Hasiholan ini berujar, bahwa dirinya telah dipukul oleh orang tak dikenal di bandara. Belakangan semua hanya sandiwara yang dilakukan Ratna Sarumpaet untuk menutupi cerita sebenarnya.

Sementara itu, putri pendiri PKS Yusuf Supendi, Azmah Shoobiroh mengungkap alasan almarhum ayahnya bergabung ke PDIP. Menurutnya lebih baik mengambil jalan dakwah di PDIP daripada PKS.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Sabtu, 9 Februari 2019:

2 dari 5 halaman

1. Diabaikan Kubu Prabowo, Timses Jokowi Mengaku Kasihan pada Ratna Sarumpaet

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengaku prihatin dengan nasib Ratna Satumpaet.

Menurut dia, tersangka kasus penyebaran berita bohong alias hoaks itu menjadi korban dari kampanye kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Karding, pihak Prabowo punya andil besar dan bertanggung jawab dalam pemberitaan hoaks tersebut. Mereka sengaja menyebarkan dan menggelar konferensi pers untuk mempengaruhi publik.


Selengkapnya…

3 dari 5 halaman

2. Putri Pendiri PKS Ungkap Alasan Ayahnya Gabung ke PDIP

Putri pendiri PKS Yusuf Supendi, Azmah Shoobiroh mengungkap alasan almarhum ayahnya bergabung menjadi calon legislatif dari PDI Perjuangan.

Menurut Azmah, Yusuf Supendi sebenarnya sudah dua tahun mempertimbangkan bergabung dengan PDIP. Lanjut Azmah, sang ayah lebih baik mengambil jalan dakwah di PDIP daripada PKS.

“Daripada berdakwah di kandang sapi, lebih baik berdakwah di kandang banteng, daripada ujungnya di sukamiskin,” kata Azmah menirukan ucapan ayahnya.


Selengkapnya…

4 dari 5 halaman

3. 3 Kondisi Terkini Ahmad Dhani Usai Tempati Rutan Medaeng

Usai menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian terkait vlognya di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur pada Kamis, 7 Februari 2019, musikus yang juga politikus Ahmad Dhani dipindah ke Rumah Tahanan atau Rutan Klas 1 Medaeng.

Kepala Rumah Tahanan Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo, Teguh Pamuji mengatakan sudah menerima surat resmi dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait status Ahmad Dhani di Rutan Medaeng. 

Hari pertama di rutan, biasanya, tak banyak aktivitas yang dilakukan narapidana/tahanan. Mereka harus melewati masa pengenalan lingkungan atau Mapenaling selama beberapa waktu.

Ahmad Dhani pun demikian, dia menjalani mapenaling selama tiga hingga tujuh hari ke depan.


Selengkapnya…

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Putri Pendiri PKS Ungkap Alasan Ayahnya Gabung ke PDIP

Liputan6.com, Jakarta – Putri pendiri PKS Yusuf Supendi, Azmah Shoobiroh mengungkap alasan almarhum ayahnya bergabung menjadi calon legislatif dari PDI Perjuangan.

Menurut Azmah, Yusuf Supendi sebenarnya sudah dua tahun mempertimbangkan bergabung dengan PDIP.

“Sebelum bergabung itu almarhum dua tahun nanya temen temennya yang di PDI,” ujar Azmah saat konsolidasi PDIP dalam rangka Safari Kebangsaan VII di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2019).

Menurut Azmah, mendiang Yusuf Supendi ingin berdakwah di PDIP. Menurutnya lebih baik mengambil jalan dakwah di PDIP daripada PKS.

“Daripada berdakwah di kandang sapi, lebih baik berdakwah di kandang banteng, daripada ujungnya di sukamiskin,” kata Azmah menirukan ucapan ayahnya.

Salah hal yang membuat kaget ayahnya, kata Azmah, bahwa di kantor PDIP punya masjid. Dan hanya PDIP yang punya masjid di kantornya. Bukti itu pun menepis isu PDIP anti Islam.

“Di PDI Perjuangan kaget juga, pas masuk itu ternyata di PDIP punya masjid. Partai lain pun enggak punya masjid, tapi PDIP punya Masjid,” kata Azmah.

 

2 dari 2 halaman

Nasionalis Religius

Hal itu pun diamini oleh Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Bahwa Yusuf Supendi melihat partai dari dalam sehingga bisa mengambil kesimpulan PDIP tidak seperti yang dituduhkan.

“Ternyata beliau sampai pada kesimpulan, tuduhan PDIP partai komunis, anti-Islam, partai kafir tidak terbukti. Tebukti PDIP partai nasionalis religius,” ujar Basarah yang menemani Azmah.

Sebelumnya, salah satu pendiri PKS Yusuf Supendi bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih sebagai calon legislatif.

Namun, perjuangannya terhenti karena meninggal dunia pada Agustus 2018. Langkah Yusuf Supendi ini lalu dilanjutkan oleh Azmah sebagai caleg DPR RI dari Dapil Kabupaten Bogor.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Drama Adi Saputra: Banting Motor, Bakar STNK, Nangis Tersedu-sedu

Sabtu 09 Februari 2019, 06:08 WIB

Foto News

Pool – detikNews

Jakarta detikNews – Dalam 2 hari, nama Adi Saputra ramai dibahas karena videonya saat membanting motor ketika ditilang viral. Ujungnya, Adi ditahan polisi. Begini dramanya

Adi membanting-banting motornya di kawasan BSD, Serpong, Tangsel, Kamis (7/2). Dia tidak terima ditilang polisi. Adi diberhentikan polisi karena melawan arus dan tidak memakai helm. Setelah diperiksa, Adi juga tidak memiliki SIM dan STNK.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Bali United Siap Bekerja Sama dengan Satgas Anti Mafia Bola

Jakarta – Bos Bali United Pieter Tanuri siap bekerja sama dengan Satgas Anti Mafia Bola dalam memberantas kasus pengaturan skor. Dia siap dipanggil jika dibutuhkan.

Satgas Anti Mafia Bola terus mendalami kasus pengaturan skor yang diduga melibatkan klub serta PSSI. Bahkan, Satgas juga melakukan penggeledahan ke beberapa tempat. Selain kantor PSSI, juga bekas kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Said, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut ditemukan dokumen keuangan milik Persija Jakarta yang sengaja dihancurkan.

Mengomentari itu, Pieter sebagai pemilik klub terus mendukung kemajuan sepakbola Indonesia. Dia juga menyadari akan ada pro kontra dalam proses tersebut, termasuk kekhawatiran sponsor.

“Pasti kan segala sesuatu ada proses naik lalu turun. Di dunia mana pun pasti tak suka ada sesuatu yang terus-terusan ribut. Tapi saya yakin ini lebih baik, untuk hal lebih baik kita harus dukung lah. Dengan Satgas terbentuk tujuannya pasti lebih baik. Buat tim juga begitu,” kata Pieter saat ditemui di Gedung TVRI, Senayan, Jumat (8/2/2019).

Untuk itu, saudara kandung Yabes Tanuri, ini juga siap-siap saja jika diminta bekerja sama. Meski demikian, Pieter tetap menilai federasi sudah melakukan banyak hal positif sejauh ini.

“Bali United aman dari Satgas? Harus aman lah. Siapapun harus lah (siap jika dipanggil). Warga negara Indonesia harus siap,” tegas dia.

“Banyak hal positif yang sudah dilakukan pengurus sekarang. Tapi kan biasa karena kita belum mencapai prestasi yang diinginkan hal positif apapun yang dilakukan seperti tidak terlihat. Seperti wasit semakin banyak yang pro, pelatih, segala macam pertandingan, banyak yang dilakukan.”

“Tapi memang ujungnya kan harus prestasi. Lalu liganya dibandingkan tahun lalu dengan sekarang jumlah penontonnya jauh lebih meningkat 50 persen. Di tengah yang bilang ini engga benar. Tapi apakah bisa diperbaiki pasti bisa. Sponsor juga jauh lebih tinggi. Jadi prosesnya itu ada,” kata dia.

(mcy/mrp)