Todd Rivaldo Ferre Siap Habis-Habisan untuk Timnas U-22 Indonesia

Jakarta – Todd Rivaldo Ferre, tak sabar lagi tampil di di Piala AFF U-22 2019. Pemain bertubuh mungil itu mengaku siap habis-habisan untuk Timnas U-22 Indonesia di ajang yang digelar di Kamboja ini.

Todd Rivaldo menyatakan akan selalu siap bermain maksimal dalam menjalankan instruksi pelatih Indra Sjafri, baik sebagai starter atau pun ketika dipercaya menjadi supersub.

Todd Rivaldo Ferre menjadi satu dari 23 pemain Timnas U-22 Indonesia yang akan berangkat ke Kamboja untuk bertarung di Piala AFF U-22 2019.

Dalam statistik memperkuat Timnas Indonesia U-19, Todd kerap bermain baik sebagai pemain pengganti, terutama saat tim asuhan Indra Sjafri butuh penyegaran dan mencari jalan untuk memecah kebuntuan.

Peran yang sama tampaknya juga akan dijalani Todd Rivaldo Ferre di Piala AFF U-22 2019. Namun, apa pun itu, baik menjadi starter atau pemain pengganti, pemain muda asal Persipura Jayapura itu siap untuk memberikan yang terbaik.

“Saya siap 100 persen di Piala AFF dan akan memberikan yang terbaik demi memperoleh hasil terbaik. Bermain atau tidak, tergantung kepada pelatih. Saya siap bermain dari pertama atau sebagai pengganti di babak kedua,” ujar Todd Rivaldo Ferre.

“Ketika saya menjadi supersub Timnas U-22 , tentu keuntungannya, pemain lawan sudah terlebih dulu lelah, sehingga saya lebih mudah untuk masuk dengan melakukan dribel. Namun, dalam situasi pertandingan, pelatih yang akan melihat dan mengambil keputusan,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kehadiran Osvaldo dan Marinus

Satu hal yang membuat Todd Rivaldo Ferre merasa sangat senang dengan Timnas U-22 Indonesia kali ini adalah kehadiran Osvaldo Haay dan Marinus Wanewar yang juga merupakan pemain-pemain jebolan Persipura.

“Saya bersyukur karena sudah mengenal tim dari dulu. Kami sudah pernah bermain bersama di Persipura, jadi sudah saling mengerti,” ujar Todd.

Kakorlantas Tepis ‘Tol Jokowi Pembunuh Bayaran’: Sudah Layak Uji

JakartaKakorlantas Irjen Refdi Andri bicara tudingan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, tentang jalan tol ‘pembunuh bayaran’. Refdi menyebut jalur tol yang ada saat ini tentunya sudah melalui proses kelayakan.

“Yang namanya pembangunan itu kan, mana kala sudah selesai dia kan lakukan uji. Itu namanya uji layak fungsi jalan. Baru perencanaan saja sudah dilakukan evaluasi, menjelang dioperasionalkan juga dilakukan evaluasi, dilakukan pengkajian,” sebut Refdi kepada detikcom, Minggu (17/2/2019).

Dian Fatwa sebelumnya menyamakan jalan tol yang dibangun semasa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pembunuh bayaran karena, menurutnya, banyak menyebabkan kecelakaan. Namun Refdi menyebut faktor penyebab kecelakaan tidak hanya pada infrastruktur.
“Kalau faktor-faktor kecelakaan itu kan banyak, ada faktor manusianya, ada faktor cuaca juga, ada faktor kendaraan juga, faktor jalur juga, dan pada umumnya juga tidak sendiri-sendiri,” ujar Refdi.

Tol ‘pembunuh bayaran’ itu disebut Dian lantaran bentuknya sebagai rigid pavement atau jalanan yang kaku dan–menurutnya–tidak memenuhi standar sebagai jalan tol karena tidak ditambah aspal. Dia mencontohkan jalur tol itu seperti di Trans Jawa. Namun anggapan itu ditepis Refdi.

“Cukup bagus saya kira. Sarana-prasarana memadai, kemudian lajurnya juga cukup bagus, kemarin kita juga lakukan survei sebelum Natal, sebelum Tahun Baru kita lakukan survei,” ucap Refdi.

Tudingan tol ‘pembunuh bayaran’ itu awalnya disampaikan Dian dalam suatu acara diskusi pada Sabtu, 16 Februari 2019. Dia menyindir pembangunan tol di masa pemerintahan Jokowi yang mengabaikan keselamatan manusia karena, menurutnya, bangunan tol itu tidak memenuhi standar sehingga menyebabkan kecelakaan.

“(Sebanyak) 90 persen (penyebab kecelakaan di tol) karena apa? Karena bannya meletus, karena aspalnya banyak diamplas, karena pembangunan aspalnya tidak sampai 5 centimeter,” ucap Dian.

“Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati,” imbuh Dian.

(dhn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Pilar Lini Belakang Timnas Indonesia U-22 di Piala AFF 2019

Jakarta – Timnas Indonesia U-22 bersiap menghadapi Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Anak asuh Indra Sjafri bakal melakoni laga pertama melawan Myanmar, Senin (18/2/2019). 

Setelah melewati enam bulan pemusatan latihan dan melakukan degradasi dan promosi dalam pemanggilan pemain, Indra Sjafri akhirnya menetapkan delapan pemain bertahan yang ikut dibawanya ke Kamboja untuk menghadapi Myanmar, Malaysia, dan Kamboja di Grup B Piala AFF U-22 2019, dan tentu harapannya dua tim lain di semifinal dan final.

Lima dari delapan pemain bertahan Timnas Indonesia U-22 yang dibawa ke Kamboja merupakan pemain-pemain yang sudah mengenal Indra Sjafri sejak di Timnas Indonesia U-19 yang dibentuk pada awal 2017, yaitu Firza Andika, Nurhidayat Haji Haris, Rachmat Irianto, Samuel Christianson, dan Asnawi Mangkualam.

Sementara itu, juga ada Bagas Adi Nugroho yang pernah menjadi anak asuh Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19 era 2013. Dua pemain bertahan lainnya adalah Andy Setyo Nugroho dan Fredyan Wahyu.

Delapan pemain bertahan tersebut memang memperlihatkan perkembangan yang pesat selama menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 dalam enam pekan terakhir.

Namun, tentu dari delapan pemain tersebut hanya akan ada empat pemain yang mendapat kepercayaan dari Indra untuk menjadi pilihan utama di Tim Garuda Muda.

Bola.com membahas empat pemain bertahan Timnas Indonesia U-22yang bisa menjadi pilihan utama Indra Sjafri mengawal sektor pertahanan tim asuhannya:

2 dari 5 halaman

Andy Setyo Nugroho

Andy Setyo Nugroho menjadi pemain bertahan yang paling menjanjikan di Timnas Indonesia U-22 saat ini. Meski kerap menjadi alternatif pemain bertahan di era Luis Milla, Andy Setyo merupakan andalan yang bisa menjadi pilihan utama di pusat pertahanan Tim Garuda Muda.

Jika bicara era Luis Milla, Andy Setyo merupakan pemain bertahan yang menjadi pilihan terakhir, kali ini justru pemain dari PS Tira itu merupakan pilihan utama di posisi bek tengah. Pengalamannya memperkuat tim nasional sejak Timnas Indonesia U-19 asuhan Eduard Tjong membuatnya memiliki jam terbang yang cukup baik.

Andy Setyo juga bisa menjadi pilihan utama Indra Sjafri untuk mengenakan ban kapten di lengan. Postur tubuhnya yang tinggi juga menjadi jaminan di skuat utama Garuda Muda.

Dalam laga uji coba yang dilakukan Timnas Indonesia U-22 sebelum bertolak ke Kamboja, Andy Setyo berhasil mencetak satu gol, yaitu ketika Tim Garuda Muda menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.

3 dari 5 halaman

Nurhidayat Haji Haris

Nurhidayat Haji Haris merupakan seorang bek tengah yang sudah terbukti kualitasnya sejak menjadi pilihan bagi Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-19. Pemain bertahan yang tercatat kini membela Bhayangkara FC itu bahkan sempat menjadi kapten Tim Merah-Putih junior saat itu.

Kini pemain bertubuh gempal itu kembali menjadi pemain kepercayaan Indra Sjafri untuk mengawal pusat pertahanan Timnas Indonesia U-22. Pengalamannya yang cukup memiliki jam terbang di tim nasional membantunya untuk bisa beradaptasi cepat.

Kemampuan mengawal lini pertahanan pun tak perlu diragukan meski Nurhidayat juga memiliki sejumlah pengalaman buruk ketika melakukan blunder sebagai pemain bertahan Timnas Indonesia U-19.

Kemampuannya mengawal lini pertahanan membuat Indra Sjafri tak ragu untuk memberikan kepercayaan lebih kepada pemain kelahiran Makassar itu.

4 dari 5 halaman

Asnawi Mangkualam Bahar

Awalnya menjadi pemain bertahan bukanlah karakter seorang Asnawi Mangkualam. Pemain yang juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 era Eduard Tjong ini kerap mendapatkan kepercayaan untuk bermain di lini tengah.

Menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri sejak 2017 maupun ketika memperkuat Timnas Indonesia U-22 asuhan Luis Milla, Asnawi Mangkualam lebih dikenal sebagai seorang gelandang. Kemampuannya bermain menyerang maupun bertahan sangat dibutuhkan untuk mengisi lini tengah tim.

Namun, sejak Indra Sjafri tak lagi memiliki Rifad Marasabessy untuk mengisi sektor kanan pertahanan tim, Asnawi Mangkualam mendapat kepercayaan baru dari pelatih asal Sumatra Barat itu. Asnawi mendapatkan plot baru sebagai bek kanan yang mampu memantu penyerangan tim lewat sayap kanan.

Selain memiliki kecepatan, daya ledak pemain asal Makassar itu ketika menghalau permainan pemain lawan tak perlu diragukan lagi. Ia mampu mematikan pergerakan pemain lawan dengan sangat baik di posisi kanan pertahanan tim.

5 dari 5 halaman

Firza Andika

Sementara itu, di sisi kiri pertahanan Timnas Indonesia U-22 akan hadir Firza Andika. Pemain yang musim lalu membela PSMS Medan itu memang selalu menjadi andalan Indra Sjafri di sisi kiri pertahanan sejak Timnas Indonesia U-19.

Tak hanya mampu memperlihatkan disiplin yang tinggi saat menghalau serangan di sisi kiri pertahanan tim, Firza Andika juga memiliki kecepatan yang sangat baik untuk membantu penyerangan tim. Berulang kali Firza mampu memberikan desakan kepada pertahanan tim lawan ketika membantu penyerangan dari sisi kiri.

Kemampuannya menjadi bek kiri juga sudah diakui dunia internasional. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan Firza memukau saat melakukan trial di Belgia bersama AFC Tubize dan UD Alzira di Spanyol.


Sumber: Bola.com

Penetapan Tarif Ojek Online Harus Bijaksana

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan bersama beberapa pihak terkait tengah melakukan finalisasi tarif ojek online (ojol). Menteri Budi Karya Sumadi mengatakan, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, dia meminta penyesuaian harga dilakukan secara bijak.

“Tarif ojek online tengah kita finalisasi, saya sarankan pada teman-teman termasuk ojol, lakukanlah yang bijaksana,” kata Menhub BKS di Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (16/2/2019).

Bila penyesuaian tarif terlalu tinggi, maka penumpang akan meninggalkan moda transportasi tersebut. Tetapi sebaliknya, bila terlalu rendah, maka mitra ojek online tidak mendapat keuntungan dari bisnis jasa tersebut.

“Janganlah terlalu rendah, tapi jangan terlalu tinggi, dalam diskusi saya harapkan mereka mengerti,” jelas Budi Karya.

Dalam wacana berkembang, tarif baru per-KM adalah Rp 3.100, posibilitasnya adalah para pengemudi yang ingin mendapatkan tambahan pendapatan dari kenaikan tarif, malah berpotensi kehilangan konsumen.

Berdasarkan hasil kajian Research Institute of Socio-economic Development (Rised). Sebanyak 71 persen masyarakat memanfatkan ojol untuk pergi ke sekolah dan kantor. Sisanya, penggunakan ojek online lebih sebagai transportasi pengumpan, seperti dari ke stasiun atau terminal.

2 dari 3 halaman

Ini Komponen Penentu Tarif Ojek Online

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (RPM) yang sedang disusun terkait Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk kepentingan masyarakat telah sampai pada tahapan uji publik. 

“Dari 5 kota besar yang kami datangi, ini unik karena pemikiran di daerah berbeda-beda, bahkan terkadang berbeda dengan yang ada di pusat. Misalnya soal tarif, yang sampai sekarang selalu menjadi perbincangan hangat diantara pengemudi karena ingin ada kejelasan,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (14/2/2019).

“Kami bersama Tim 10 telah melakukan penghitungan, ada 11 komponen yang menjadi pertimbangan dari biaya langsung dan biaya tak langsung,” ia menambahkan. 


Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan pengemudi saat menarik penumpang seperti bensin, oli, dan lainnya. Biaya tak langsung adalah biaya yang tidak langsung dikeluarkan saat itu. 

“Kami sudah mendapatkan angka yang ideal sebenarnya. Namun angka ini belum kami keluarkan dalam regulasi baru ini. Nantinya akan ada Surat Keputusan Menteri yang ditandatangani oleh Dirjen Hubdat atas nama Menteri Perhubungan untuk menjadi pedoman bagi pimpinan daerah untuk melakukan penghitungan tarif,” kata Budi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

KTM Kecam Keputusan Honda Depak Pedrosa

Liputan6.com, Wina – CEO KTM, Stefan Pierer tak habis pikir dengan sikap Repsol Honda yang mendepak Dani Pedrosa dari jajaran pembalap di MotoGP 2019. Kini, KTM menampung Pedrosa sebagai pembalap penguji.

Repsol Honda lebih memilih untuk merekrut Jorge Lorenzo sebagai tandang Marc Marquez. Pierer sangat mengecam keputusan Honda yang tidak menghargai loyalitas Pedrosa selama 14 tahun.

“Tidak seperti orang Jepang, kami menganggap (gagasan) keluarga secara harfiah. Kami berdiri di sisi orang-orang kami pada masa yang baik dan buruk. Ketika seorang pembalap cedera, Anda berdiri di sampingnya,” ujar Pierer seperti dikutip Motorsports.

“Anda harus membayangkan Dani Pedrosa didepak semalam setelah 14 tahun dengan Honda. Betapa piciknya Anda? Dia adalah pahlawan! Dia adalah duta besar!”

Dia mengatakan Pedrosa memilih pindah ke KTM karena kebersamaan di tim ini. “Apa yang orang lain lakukan dengan uang, saya berusaha untuk mencapainya dengan keluarga,” ujar Pierer.

“Banyak pembalap saya sekarang dalam manajemen. Lihatlah (juara dunia motocross, sekarang KTM Motorsports Director) Pit Beirer. Itulah yang membuat kami istimewa.”


2 dari 3 halaman

Absen Tiga Bulan

Menjalani operasi bahu, Pedrosa harus absen tes pramusim Sepang. Bahkan ia juga dihadapkan proses pemulihan yang kemungkinan memakan waktu hingga tiga bulan.

Meski begitu, Manajer Tim KTM, Mike Leitner gembira atas masukan The Little Samurai pada RC16 usai uji coba privat di Jerez tahun lalu.

“Saya rasa dia akan benar-benar fit pada akhir April atau awal Mei, jika semuanya berjalan seperti yang dikatakan para dokter,” ucap mantan kepala mekanik Pedrosa itu.

“Dia telah memenangi Grand Prix yang tak terhitung jumlahnya dan telah berada di MotoGP selama bertahun-tahun. Dia dapat membantu kami di mana-mana.”

3 dari 3 halaman

Perspektif Lain

Leitner menambahkan, memiliki perspektif dari sang mantan pembalap Honda akan berguna. Apalagi jika melihat Pol Espargaro, Johann Zarco dan Hafizh Syahrin yang semuanya berasal dari pabrikan garpu tala.

“Itu tidak direncanakan, tetapi banyak pembalap kami datang dari Yamaha. Itu sebabnya sangat menyegarkan untuk mendapatkan pembalap dari pabrikan lain, karena dia melihat dan menjelaskan berbagai hal secara berbeda,” terangnya.

Mengenai fisik Pedrosa yang kelewat mungil, Leitner menyangkal hal tersebut bakal membuatnya tak cocok dalam menjalankan peran penguji.

3 Fakta Jenis Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Korban tewas akibat ledakan granat di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat bertambah menjadi dua orang. Mereka adalah Muhammad Ibnu Mubarok (11) dan Muhammad Doni (11). Sementara, Khoirul Islami (10) masih dalam perawatan intensif di RSUD Leuwiliang dan kondisinya kini berangsur membaik.

Sebelumnya, ketiganya menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan Minggu, 10 Februari 2019. Korban Mubarok membawanya pulang. Setelah beberapa hari di rumah, sang ibu Siti Nurhasanah membuangnya ke kebun dekat rumah, Selasa, 12 Februari 2019.

Dua hari kemudian, kaleng susu berisi granat aktif tersebut diambil kembali putranya. Korban membawanya ke dekat rumahnya. Bersama Doni dan Khoirul, ketiganya memainkan granat tersebut dengan cara dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai tubuh mereka.

Akibat ledakan tersebut Mubarok tewas ditempat, sedangkan Doni dan Khoirul selamat. Namun, Doni tak mampu bertahan. Pada Kamis malam, 14 Februari kemarin, kondisi korban menurun hingga meninggal di RSUD Leuwiliang.

Olah TKP langsung dilakukan, Jumat, 15 Februari 2019, untuk mengidentifikasi jenis granat aktif yang telah menewaskan dua anak. Apa saja fakta-fakta yang berhasil ditemukan?

2 dari 5 halaman

1. Bukan Granat Tangan

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan Detasemen Peralatan TNI AD Bogor dari barang bukti berupa serpihan granat, bahwa bahan peledak itu bukan jenis granat tangan.

“Saat ini kami tengah menelusuri lebih detail supaya bisa simpulkan amunisi apa yang meledak kemarin, karena belum tahu produksi tahun berapa,” kata Komandan Detasemen Peralatan Bogor Letkol CPM Asep Rachmatsyah.

Bom yang meledak hingga menewaskan dua bocah laki-laki disebut Asep memang masuk dalam kategori granat. Namun, yang membedakan adalah cara menggunakannya.

“Kalau granat tangan dibuka kunci lalu dilempar. Kalau jenis ini menggunakan senjata pelontar,” ungkapnya.

Kekuatan daya ledak granat pelontar ini mencapai radius 10-15 meter dan masuk dalam kategori mematikan.

3 dari 5 halaman

2. Jenis Bahan Peledak

Selain TNI AD, Tim Labfor Bareskrim Polri juga diturunkan untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisis dan uji laboratorium.

“Kita akan analisis dengan Jibom dan merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

4 dari 5 halaman

3. Ketegori Ledakan High Explosive

Namun, dari kesimpulan sementara, ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” ucap Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan, kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” ujar Jakarta.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 Ujung Tombak Timnas Indonesia U-22 di Piala AFF 2019

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri mengumumkan skuat Piala AFF 2019, Rabu (14/2/2019). Dia hanya membawa dua striker murni. 

Pada awal Januari 2019, Indra Sjafri memanggil 38 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22. Dalam daftar tersebut, sebanyak delapan nama diantaranya merupakan penyerang.

Namun, seiring perkembangannya, nama-nama tersebut dikerucutkan menjadi dua penyerang.

Ezra Walian tidak mendapatkan izin dari klubnya RKC Waalwijk, adapun Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri), Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta), Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra), dan Dalmiansyah Matutu (Arema FC) dicoret.

Otomatis slot penyerang murni yang dibawa Indra Sjafri ke Piala AFF 2019 tersisa dua nama yakni Marinus Wanewar (Persipura Jayapura) dan Dimas Djarad (PS Tira Persikabo). Jumlah yang harus dikorbankan Indra Sjafri karena memutuskan untuk membawa lebih banyak pemain tengah.

Marinus dan Dimas diproyeksi menjadi ujung tombak skuat Timnas Indonesia U-22. Asumsinya adalah mereka tidak banyak bergerak dan tinggal melakukan penyelesaian akhir di depan gawang lawan.

Pada tiga laga uji coba jelang Piala AFF 2019, peran keduanya memang tidak terlalu mencolok. Beberapa kali mendapatkan peluang, namun penyelesaian akhirnya belum sempura.

Hanya Marinus yang pada uji coba terakhir mampu mencetak gol ke gawang Madura United sekaligus menghindari Timnas Indonesia U-22 dari kekalahan.

2 dari 3 halaman

Marinus Wanewar

Pemain Timnas Indonesia U-22, Marinus Wanewar, mengamati instruksi saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (15/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Nama lengkap: Marinus Maryanto Wanewar

Tempat dan Tanggal Lahir: Sarmi, Papua, 24 Februari 1997

Tinggi badan: 181 cm

Posisi: Penyerang

Klub: Persipura Jayapura

Marinus merupakan produk asli binaan akademi Persipura Jayapura. Pada 2016, Marinus mendapatkan kepercayaan tampil di skuat reguler.

Persaingan yang ketat di lini depan Persipura akhirnya membuat Marinus dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada 2018. Bersama The Guardian, pemain berusia 21 tahun itu sukses mencetak tiga gol dalam 18 laga.

3 dari 3 halaman

Dimas Drajad

Pemain Timnas Indonesia U-22, Dimas Drajad, mengamati rekannya saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (15/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Nama Lengkap: Muhammad Dimas Drajad

Tempat dan Tanggal Lahir: Gresik, 30 Maret 1997

Tinggi Badan: 178 cm

Posisi: Penyerang

Klub: PS Tira Persikabo

Dimas Drajad memulai kariernya sebagai pesepak bola dengan bergabung di akademi Deportivo Indonesia, Persegres Gresik United, dan PS TNI. Namanya kemudian melejit setelah bergabung dengan PS Tira pada Liga 1 2018.

Pemain berusia 21 tahun itu tampil sebanyak 20 pertandingan dan sukses mencetak empat gol. Dimas Drajad juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 periode 2013-2016 dan tampil sebanyak 20 pertandingan dengan sumbangan 12 gol.


Sumber: Bola.com

Nadeo Argawinata Masih Mungkin Balik ke Timnas Indonesia U-22

Jakarta – Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata termasuk salah satu pemain yang tidak masuk skuat Timnas Indonesia U-22 untuk Piala AFF U-22 2019. Namun, Nadeo masih punya peluang memperkuat tim di kualifikasi Piala AFC U-23 2020 pada 22-26 Maret 2019.

Setelah melewati tiga laga uji coba jelang berangkat ke Piala AFF U-22 2019, pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memutuskan 23 nama yang dibawanya ke Kamboja. Indra Sjafri membawa tiga penjaga gawang, yaitu Awan Setho, Satria Tama, dan Muhammad Riyandi.

Nadeo Argawinata dipastikan tercoret dari Tim Garuda Muda di Piala AFF U-22 2019. Namun, penjaga gawang yang memiliki jam terbang cukup tinggi bersama Borneo FC pada Liga 1 2018 itu masih punya kesempatan kembali ke Tim Garuda Muda dalam waktu cepat.

“Seperti yang sudah sering saya katakan. 40 pemain yang sudah didaftarkan kemarin itu bisa saja kembali dipanggil untuk kualifikasi Piala AFC. Ada yang mungkin dipanggil, ada yang mungkin tidak dipanggil,” ujar pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri.

Hal tersebut dibenarkan pelatih kiper Timnas Indonesia U-22, Hendro Kartiko. Menurut legenda Timnas Indonesia itu, Nadeo masih berpeluang kembali bergabung setelah Piala AFF U-22 2019.

“Ya Nadeo masih punya kesempatan. Saya juga berharap di kesempatan nanti setelah Piala AFF, Nadeo bisa dipanggil lagi dan dia datang dengan sudah memperlihatkan peningkatan,” ujar Hendro Kartiko.

Seusai Piala AFF U-22 2019 yang digelar mulai 17 hingga 26 Februari 2019, Timnas Indonesia U-22 akan kembali berkumpul untuk melakukan pemusatan latihan jelang Kualifikasi Piala AFC U-23 2020. Timnas Indonesia U-22 akan mengikuti turnamen kualifikasi tersebut yang digelar di Vietnam pada 22 hingga 26 Maret 2019.

Sumber Bola.com

Minum Teh Hijau hingga Urin Sapi, 4 Cara Ini Bisa Sembuhkan Kanker Darah?

Liputan6.com, Jakarta – Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada penyakit kanker darah yang diderita oleh Ani Yudhoyono. Warganet juga berbondong-bondong mencari tahu tentang gejala hingga pengobatan penyakit yang dimaksud.

Selain pengobatan medis yang biasa ditempuh oleh banyak orang, ada pula yang menerapkan metode penyembuhan dengan menggunakan beberapa jenis obat herbal, yang disinyalir mampu mengobati kanker darah.

Berikut informasi obat herbal untuk mencegah dan mengobati kanker darah tersebut, dikutip dari berbagai sumber.



Simak video pilihan berikut:

2 dari 5 halaman

1. Teh Hijau

Dilansir dari situs Huffington Post pada Jumat (15/2/2019), beberapa penelitian tentang populasi di Asia Afrika telah menemukan bahwa teh hijau dapat mengurangi risiko leukimia.

Menurut studi epidemiologi, di antara penduduk perkotaan bagian barat daya Taiwan, pengonsumsi teh hijau memiliki risiko leukimia yang lebih rendah.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, konsumsi teh hijau dengan dosis yang tepat dapat menurunkan potensi leukimia.

Ternyata, hal itu disebabkan oleh kandungan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam teh hijau yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya. EGCG itu memberikan efek anti-kanker terhadap beragam jenis kanker.

Meskipun demikian, konsumsi EGCG dalam dosis banyak (4.000 miligram) tidak diperbolehkan, kecuali dengan pengawasan dokter. Begitu juga wanita hamil, yang dilarang meminum teh hijau atau suplemen EGCG.

Bagi yang ingin mengonsumsi teh hijau untuk mencegah atau mengobati kanker darah, pastikan hanya dua cangkir teh hijau setiap hari dan tidak sedang dalam kondisi mengandung.

3 dari 5 halaman

2. Rumput Gandum

Mengonsumsi jus ekstrak rumput gandum atau wheatgrass sebanyak dua sendok makan tiap dua kali sehari, dianggap bisa menyembuhkan kanker darah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rucha Diwakar Gore, Sangeeta Jayant Palaskar, dan Anirudha Ratnadeep Bartake yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, rumput gandum muda dari tanaman gandum Tritcumaestivum linn, keluarga Poaceae (Gramineae) mengandung 41,4 persen penghambat sel OSCC –diamati pada 1.000 mikrogram per-mililiter.

Rumput gandum juga memiliki sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya adalah vitamin, mineral, asam amino, serta enzim-enzim vital yang memainkan peran penting dalam antikanker.

Tanaman itu juga disebut sebagai ‘darah hijau’, karena memiliki klorofil yang tinggi yang mampu menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.

4 dari 5 halaman

3. Gulma Laut Bermuda

Konsumsi dua sendok makan jus Cynodon dactylon atau gulma rumput laut bermuda sebanyak tiga kali sehari, dipercaya dapat mengobati kanker darah.

Menurut sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam South Asian Journal of Cancer berjudul “Anticancer activity of Cynodon Dactylon L. Root Extract Against Diethyl Nitrosamine induced Hypatic Carcinoma” dikatakan bahwa ekstrak metanol dari tumbuhan ini memiliki sifat antikanker yang signifikan.

Hal tersebut didapatkan dari hasil uji enzim antioksidan mengenai peningkatan aktivitas glutathione peroxidase (GPx), glutathione-S-transferase (GST), dan katalase (CAT).

5 dari 5 halaman

4. Urin Sapi

Sebuah situs Herbpathy merilis informasi bahwa urin sapi yang diminum dua kali sehari dapat mengobati kanker darah. Begitu pula menurut mitos yang beredar, yang salah satunya sempat menggegerkan warga di India.

Namun, menurut informasi dari media India, CNN-News18 yang telah melakukan wawancara terhadap Venkatraman Rashakrishnan, seorang profesor di bidang Medical and Pediatric Oncology(onkologi medis dan pediatrik), air seni hewan tersebut tidak terbukti mampu mengobati kanker darah.

“Tidak ada bukti ilmiah untuk itu (kencing sapi). Rekan-rekan ahli kanker saya dan saya sendiri belum melihat seorang pasien yang secara eksklusif mengkonsumsi urin sapi dan dia sembuh total dari kanker,” kata Rashakrishnan. Fakta ini pun dibenarkan oleh Dr. Amit Agarwal, ahli onkologi di New Delhi India.

Top3 Berita Hari Ini: Nasib Tragis Mobil Termurah dan Mitos Nitrogen buat Motor

Liputan6.com, Jakarta Nasib mobil termurah di dunia ternyata tragis. Hal ini membuktikan tidak selamanya yang murah itu digemari. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Nasib Tragis Mobil Termurah di Dunia

Meski menyandang gelar mobil termurah di dunia, Tata Nano kabarnya akan segera disuntik mati. Kabar tersebut muncul setelah angka penjualan yang dicatatkan sangat kecil.

Bahkan selama bulan Januari 2019 tidak ada produksi dan penjualan yang dilakukan untuk mobil mungil tersebut di pasar otomotif India. Selengkapnya baca di sini.

2. Mitos dan Fakta Penggunaan Nitrogen Pada Ban Motor

Mengisi ban menggunakan nitrogen saat ini menjadi salah satu pilihan pengguna kendaraan bermotor. Selain stasiun pengisiannya semakin banyak, penggunaan nitrogen diyakini memiliki keuntungan ketimbang angin biasa.

Zat nitrogen pada ban memang cenderung lebih tahan lama. Salah satunya karena sifat zat tersebut yang lebih dingin ketimbang udara biasa, juga ringan.Selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

3. Tak Perlu Repot Angkat Telepon Saat Mengemudi dengan Cara Ini

Menelepon saat mengemudi telah dilarang di banyak negara karena dapat mengganggu konsentrasi pengemudi sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan.

Pengemudi biasanya akan memegang telepon dengan satu tangan sembari ngobrol dengan lawan bicaranya. Risiko menyetir dengan satu tangan ini bisa mengakibat pengemudi kehilangan keseimbangan. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: