Saat Prabowo Ralat Ucapan soal ‘Pemimpin Bodoh’

Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan soal calon wakil presiden (cawapres) idamannya. Kriteria cawapres ideal Prabowo adalah yang lebih muda dan pintar darinya.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Aliansi Pengusaha Nasional yang digelar di Djakarta Theater, Kamis (21/3/2019). Prabowo awalnya mengatakan dia ingin calon wakil yang muda.

“Saya dari awal ingin calon wakil saya harus anak muda. Lo, kalau saya 68 tahun, pengganti saya harus lebih muda dari saya. Dan dan dia harus fit, harus kuat, harus sehat, dia harus pinter. Betul?” kata Prabowo diamini peserta acara.
Prabowo menegaskan calon wakilnya harus lebih pintar darinya. Menurutnya, begitulah cara seorang panglima bekerja.
“Dan dia harus lebih pintar dari saya. Anda tahu? Itu adalah ilmu seorang panglima. Panglima harus pilih orang-orang yang paling pintar supaya dia tidak terlalu capek berpikir. Betul?” sebut Prabowo.

Prabowo lalu berbicara soal pemimpin. Dia sempat meralat pernyataannya saat bicara ‘pemimpin bodoh’.

“Kalau pemimpin kita bodoh, apa, aaa… apa, apalah itu…. Gini, gini, ralat! Kalau orang sekitar kita bodoh-bodoh, kita yang capek,” sebut Prabowo.
(gbr/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menlu New Zealand: Terima Kasih Atas Ucapan Duka yang Diberikan RI Pada Kami

Jakarta – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu New Zealand Winston Peters berterima kasih kepada pemerintah dan publik Indonesia yang memberi dukungan moral dan simpati atas aksi teror terhadap dua masjid di Christchurch. Dia menyatakan, terorisme adalah musuh bersama.

“Kami bekerja sama dengan semua negara yang melihat bahwa terorisme merupakan sebuah masalah dan kami juga saling berbagi informasi. Dan saya yakin ini menjadi perhatian Indonesia juga, terutama dalam konteks mencegah ini akan terjadi lagi,” kata Peters di sela-sela acara High-Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation (HLD-IPC) di Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Peters mulanya bercerita, dalam pertemuan ini ada banyak hal yang dia bahas bersama Menlu RI Retno LP Marsudi. Dia mengaku banyak bertukar pikiran mengenai pengalaman masing-masing dalam menangani berbagai isu strategis.

“Banyak hal yang kami bahas mengenai hubungan RI-New Zealand. Kami sangat tertarik dengan perkembangan yang telah dilakukan Indonesia belakangan ini, terutama pengaruh politik di bagian dunia ini. Dan apa yang telah dilakukan Indonesia, yang kita lakukan bersama telah memberikan yang terbaik bagi dunia dan kawasan dan semoga bisa terus begitu,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Peters mewakili negaranya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan publik Indonesia terkait teror yang mengoyak kedamaian di Selandia Baru.

“Terima kasih juga atas ucapan duka yang diberikan Indonesia kepada kami. Indonesia, negara muslim terbesar, paham apa yang terjadi di sini, dan kami berharap Indonesia bisa memberikan pengaruhnya untuk mengoreksi misinterpretasi segala hal yang mungkin bisa menjadi dampak atas teror Christchurch,” ucapnya.

Terkait teror ini, Peters mengaku menyampaikan kepada Menlu Retno bahwa pelakunya diduga lone wolf terrorist atau tidak terafiliasi dengan kelompok radikal. Peters menegaskan polisi bekerja ekstra keras untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Investigasi masih terus berlangsung. Tapi perwira tinggi polisi senior kami yakin pelaku merupakan lone terrorist acting by himself. Tapi kami membuka segala kemungkinan lain, kami melakukan penyelidikan seluas-luasnya, publik tahu dunia harus tahu hal ini. Saya yakinkan kepada Retno, kepada dunia, Selandia Baru akan memperlakukan keluarga korban dengan layak,” ucapnya.

“Saya kini melihat, komen-komen keras tentang apa yang terjadi seputar Christchurch justru malah akan menambah parah situasi. Misalnya apa yang dikatakan oleh beberapa anggota parlemen negara lain. Pada akhirnya, semua ini adalah sebuah tragedi menyedihkan bagi kemanusiaan dan tugas kita para pemimpin dunia sekarang adalah memberikan keyakinan pada masyarakat tentang moderasi, toleransi dan menghargai semua agama,” sambung Peters.
(hri/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ralat Ucapan, Gusti Randa: Jangan Sebut Saya Plt Ketum PSSI

JakartaGusti Randa meralat ucapannya. Sempat menyebut sebagai plt ketua umum dan bersikukuh sah berdasarkan statuta PSSI, kini dia menampiknya.

Plt Ketum PSSI Joko Driyono mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang penugasan Gusti. SK itu diumumkan Gusti pada Selasa (19/3).

Dalam surat bernomor 1015/UDN/568/III-2019 itu dijelaskan bahwa Gusti memiliki dua tugas penting, yaitu yang pertama untuk dan atas nama Ketua Umum menjalankan roda organisasi PSSI dan mengambil langkah-langkah khusus yang diperlukan.

Lalu, yang kedua, adalah menyiapkan pelaksanaan KLB PSSI sebagaimana hasil keputusan Rapat Komite Eksekutif PSSI tanggal 19 Februari 2019.
Gusti menyimpulkan jika dia menjadi plt ketua umum PSSI. Dia memastikan penunjukkan itu menggunakan kewenangan Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono sebagai plt ketua umum. Dia juga menegaskan jika penugasan tersebut sesuai dengan Statuta PSSI.

Ralat Ucapan, Gusti Randa: Jangan Sebut Saya Plt Ketum PSSI Foto: detikSport

Dalam prosesnya, langkah itu menuai kontroversi. Jabatan Gusti dinilai cacat hukum. Sebab, Statuta PSSI Pasal 39 mengenai Ketua Umum poin enam, tertulis bahwa; Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum dengan usia tertua akan menggantikannya. Jadi, seharusnya bukan Gusti yang menggantikan Jokdri, namun Iwan Budianto alias IB.

Gusti pun meralat ucapannya. Dia menyebut SK itu menegaskan jabatannya bersifat penugasan saja. Tidak perlu disebut Plt.

“Makanya, jangan disebut Plt Ketum PSSI, karena ini sifatnya penugasan. Di Statuta PSSI juga tidak ada,” ujar Gusti kepada detikSport, Rabu (20/3).

“Jadi penugasan saja dalam posisi Plt Ketum PSSI non-aktif lalu memberikan Surat Keputusan (SK) penugasan. Terserah mau disebut Plt , Plh, atau sebagainya. Itu tidak penting. Yang penting, organisasi tetap jalan,” kata Gusti.

“Saya luruskan, keputusan ini bukan hasil rapat Exco. Itu diskresi kewenangan Plt ketum. Saya menerima. Pak Joko menunjuk saya lalu langkah pertama saya adalah melakukan rapat Exco (tanggal 21 Maret),” kata Gusti menambahkan.

(ads/fem)

Jokowi Disebut Sumber Nestapa, TKN Ingatkan Amien Rais Jaga Ucapan

JakartaTim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengingatkan Amien Rais untuk menjaga ucapan dan perbuatan. Hal ini menyusul pernyataan Amien yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sumber nestapa bagi Indonesia.

“Untuk Pak Amien agar beliau selalu sehat lahir batin, sehingga tetap bisa memberi hikmat bagi kemajuan bangsa, agar kita bisa banyak istigfar dan eling marang gusti,” kata anggota TKN Daniel Johan kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

“Apalagi di zaman digital saat ini, kita harus benar-benar menjaga ucapan dan perbuatan, karena jejak digital itu akan terus ada yang menjadi pelajaran bagi anak cucu ke depan,” lanjut dia.

Daniel kemudian berbicara soal pilpres yang riang gembira. Ia mengatakan pilpres merupakan proses demokrasi yang rutin terjadi. Daniel meminta agar pilpres tidak disamakan dengan perang.

“Kita sambut dengan riang gembira, jangan disambut seperti menghadapi peperangan. Calon yang ada pun adalah putra terbaik yang sudah diseleksi oleh bangsa kita, baik pasangan 01 maupun 02,” tutur politikus PKB itu.

Dia mengajak semua pihak menjaga suasana politik yang damai. Menurut Daniel, berbeda pilihan adalah wajar dalam demokrasi.

“Di tahun politik ini mari kita saling menjaga suasana tenang, damai, tanpa memperkeruh keadaan dengan ucapan-ucapan yang tidak pas untuk disampaikan ke publik. Beda pilihan dan dukungan juga hal yang wajar, kita bisa tetap saling mendoakan,” ucap Daniel.

Diberitakan sebelumnya, Amien Rais kembali menyerang Jokowi. Amien menilai Jokowi sebagai sumber nestapa di Indonesia.

“Jadi saya akan akhiri ini, tapi kita waspadai kita kumpulkan kecurangan itu nanti kalau mereka menang curang, kita geruduk KPU dan presidennya. Sekarang ternyata hoax itu kan ujungnya Pak Kowi, jadi Mas Kowi sumber segala sumber nestapa Indonesia, jadi insyaallah kita hadapi pelan-pelan,” kata Amien di Seknas Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminto, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.
(tsa/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ucapan Sayang Putri Titian untuk Mendiang Ayah

Di foto tersebut, nampak almarhum Razak Bahar berdiri tegap di samping Putri Titian. Keduanya memamerkan senyum di hadapan kamera.

Kepergian sang ayah membuat Putri Titian sangat sedih. Pasalnya, Razak Bahar meninggalkan Putri sebelum sempat melihat cucu barunya.

Ucapan Belasungkawa Sejumlah Petinggi Dunia Atas Insiden Ethiopian Airlines

Liputan6.com, Addis Ababa – Sejumlah pejabat negara menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas jatuhnya maskapai penerbangan Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 pada Minggu pagi.

Dikutip dari laman CNN, Senin (11/3/2019), sejumlah pejabat negara tersebut di antaranya Perdana Menteri Kanada, Perdana Menteri Israel, Menteri Luar Negeri Jerman hingga Presiden Prancis.

“Pikiran kami saat ini selalu bersama semua korban dalam Penerbangan Ethiopian Airlines ET302. Termasuk warga negara Kanada yang turut menjadi korban,” ujar Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga merilis pernyataan lewat akun Twitter.

“Usai mendengar kabar duka, saya langsung menuju Kementerian Luar Negeri Israel @IsraelMFA untuk memonitor laporan dari Ethiopia. Yang membuat saya sedih, duta besar kami telah menginformasikan bahwa ada dua orang Israel yang tewas dalam insiden tersebut,” tulis @IsraeliPM.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengeluarkan pernyataan atas rasa belasungkawanya kepada korban kecelakaan pesawat. Ada lima warga Jerman turut jadi korban.

“Hari ini kami menerima berita buruk tentang jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang hendak menuju Nairobi. Insiden ini telah menewaskan banyak orang. Dalam masa-masa sulit ini, pikiran kami akan selalu bersama keluarga dan kerabat para korban,” ujar Heiko Mass dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan belasungkawa lewat Twitter. Ia mengatakan bahwa warga Prancis akan selalu bersama Ethiopia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nairobi, Kenya, jatuh tak lama setelah lepas landas. Sekitar 149 penumpang dan 8 kru pesawat berada di dalamnya.

We Love You Ma! Ucapan Mikha Tambayong Buat Pevita Pearce Berkaca-kaca

Jakarta – Puluhan tamu tampak sudah mulai berdatangan di rumah duka ibunda Mikha Tambayong, Deva Malaihollo di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Mulai dari kerabat, saudara hingga rekan artis tiba di lokasi dan menantikan datangnya jenazah bunda Mikha.

Nampak Pevita Pearce yang hadir bersama make up artist, Ryan Ogilvy. Ia tampak mengenakan busana abu-abu dan bawahan hitam.

Sebelumnya jenazah tiba di pukul 22.15 WIB. Pevita tampak langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui sahabatnya Mikha Tambayong.

Saat prosesi Kebaktian Penghiburan di mulai dan Mikha pun menyanyikan sebuah lagu. Nampak mata Pevita sedikit berkaca-kaca mendengar suara sahabatnya itu, apalagi kalimat terakhirnya.

“We love you ma,” ujar Mikha di akhir lagu ‘Bapak Engkau Sungguh Baik’.

Namun tak lama berselang Mikha memilih pamit dari lokasi acara dan enggan menjawab pertanyaan awak media.
(ass/kmb)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Usai Hajar Bournemouth, Arsenal Bidik Tottenham

Liputan6.com, London – Usai menghajar Bournemouth 5-1, Arsenal kini membidik Tottenham Hotspur di laga Liga Inggris selanjutnya. Hal itu diungkap pelatih The Gunners, Unai Emery.

Pada dini hari tadi, Tottenham Hotspur harus menelan kekalahan. Mereka dikalahkan oleh Chelsea dengan skor 2-0 di Stamford Bridge.

Berkat kekalahan itu, posisi The Lillywhites kini semakin didekati oleh Arsenal di klasemen sementara EPL. Mereka kini hanya unggul empat poin saja dari The Gunners yang menempati peringkat 4.

Emery sendiri menegaskan bahwa Arsenal akan melakukan segala cara untuk mengalahkan Tottenham di akhir pekan nanti. “Itu [memangkas jarak dengan Tottenham] adalah sebuah motivasi yang besar bagi kami,” buka Emery kepada situs resmi Arsenal.

2 dari 3 halaman

Jaga Performa 

Emery menegaskan bahwa timnya tidak boleh berleha-leha jelang menghadapi pertandingan sarat gengsi tersebut pada akhir pekan nanti.

Sang pelatih menyebut bahwa timnya wajib bekerja keras di sesi latihan Arsenal agar mereka bisa meraih kemenangan pada laga itu.

“Kami tidak boleh hanya mewacanakan hal itu melalui omongan saja, melainkan kami harus memanfaatkan dengan sebaik mungkin, seperti yang kami lakukan hari ini. Setelah itu baru kami harus membuktikannya pada pertandingan hari Sabtu nanti.”

3 dari 3 halaman

Laga Sulit 

Emery juga mengakui bahwa Tottenham bukanlah lawan yang bisa dipandang dengan sebelah mata. Untuk itu timnya harus membuktikan kualitas mereka di atas lapangan.

“Untuk saat ini mereka [Tottenham] adalah lawan yang sulit bagi kami, karena mereka berada di posisi yang lebih baik daripada kami di klasemen sementara ini.”

“Saya rasa bermain di markas mereka akan sangat sulit, namun ini akan menjadi ujian yang sangat baik. Ujian ini akan menjadi ujian yang bagus dan juga positif.” tandasnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Emery Sebut Mesut Ozil Sudah Bahagia di Arsenal

Liputan6.com, London – Mesut Ozil tampil gemilang saat Arsenal mengalahkan Bournemouth 5-1 di Liga Inggris, Rabu (27/2) atau Kamis dini hari WIB. Pelatih Arsenal, Unai Emery pun memuji penampilan pemain asal Jerman itu.

Emery menilai sang pemain sudah semakin bahagia membela Arsenal sehingga mempengaruhi performanya di atas lapangan.

Sejak akhir tahun 2018 kemarin, Ozil memang kerap diberitakan tidak bahagia di Arsenal. Ia mulai tersingkir dari tim utama The Gunners sehingga banyak rumor mengatakan bahwa ia akan meninggalkan Emirates Stadium di bulan Januari kemarin, meski hal itu tidak terlaksana.

Playmaker Timnas Jerman ini kembali menunjukkan sinarnya dini hari tadi. Ia membuat satu gol dan satu assist saat Arsenal mengalahkan Bournemouth dengan skor 5-1 di Emirates Stadium.

Emery sendiri mengaku terkesan dengan permainan yang ditunjukan oleh sang playmaker. “Hari ini Ozil bermain dengan bagus,” buka Emery kepada BBC Sports.

2 dari 3 halaman

Kontribusi Besar 

Emery sendiri mengakui bahwa kemenangan besar timnya di Emirates Stadium ini tidak terlepas dari performa Ozil pada laga tersebut.

Emery menilai Ozil sudah menunjukkan kualitasnya sehingga ia berkontribusi besar pada kemenangan timnya pada laga itu.

“Hari ini dia sudah banyak membantu kami dengan kualitas yang ia miliki. Ia juga mampu mengorganisir tim ini dan bermain di sistem yang berbeda.”

3 dari 3 halaman

Teori Emery

Emery sendiri juga punya teori di balik performa apik sang playmaker pada pertandingan dini hari tadi.

Emery menilai Ozil saat ini sudah merasa lebih bahagia di Arsenal sehingga ia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya bersama tim asal London Utara itu.

“Saya rasa dia kini sudah merasa lebih bahagia bersama kami. Saya dan rekan-rekan setimnya sangat bangga akan apa yang dilakukan Mesut hari ini.” tandasnya.

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?