Penyebab Gerakan Kantong Plastik Berbayar di 2016 Gagal

Liputan6.com, Jakarta Mulai 1 Maret 2019, berbelanja di toko ritel modern tidak akan lagi mendapatkan kantong plastik gratis untuk membawa barang belanjaan. Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) ini juga sebelumnya sempat diberlakukan pada 2016, namun hanya berlangsung sekitar 3 bulan.

Terbaru, dipastikan sekitar 40.000 tokto ritel yang tergabung dalam Aprindo akan menjadikan kantong plastik belanja sebagai barang dagangan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 200 per kantong.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mande mengatakan kali ini gerakan KPTG akan sedikit berbeda. Kantong plastik yang biasanya diberikan cuma-cuma untuk konsumen akan menjadi barang dagangan. Artinya, konsumen harus membelinya jika ingin menggunakan kantong plastik untuk membungkus barang yang dia beli.

“Jadi modelnya kami mau buat kantong plastik jadi barang dagangan harganya minimal Rp 200, kita akan buat konsumen mengeluarkan uang untuk kantong plastik,” kata dia dalam acara konferensi pers, di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Selain itu, kantong plastik juga akan masuk ke dalam struk beserta keterangan pajak yang dibayarkan. Hal itu untuk mencegah terulangnya polemik uang kantong plastik di tahun 2016.

“Nanti kantong plastik akan masuk di bill di struk, kita juga akan bayar pajaknya, setiap transaksi itu kan ada pajaknya, jadi tidak ada yang dirugikan tidak ada yang sebut memakai uang konsumen. Kita menjadikannya barang dagangan,” tutur dia.

Lebih jauh dia mengungkapkan alasan kantong plastik berbayar tidak berlanjut di tahun 2016. Sebab gerakan tersebut tidak kunjung dibuatkan payung hukum oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHKK).

Padahal kementerian telah meminta agar KPTG menjai gerakan nasional yang bertujuan mengurangi sampah plastik.

“Kita ini langkah konkret sambil tunggu peraturan dari KLHK. Seperti yg dikatakan KLH sejak tahun 2016 yang bilang akan ada aturan pengaturan sampah plastik, tapi hingga kini belum keluar sudah tiga tahun lamanya. Tahun 2016 pun kita juga sudah lakukan ini, namun setelah tiga bulan uji coba, polemik justru muncul dan tidak ada penanganan dari pemerintah maka kami hentikan, padahal berhasil dengan sukses,” ujarnya.

Roy berharap KPTG di ritel modern bisa membuat masyarakat lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Hal ini juga diharapkan dapat diikuti industri lain, serta didukung pemerintah sebagai bentuk upaya pengurangan penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di Indonesia.

“Mengubah budaya masyarakat yang akrab sekali dengan kantong plastik tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk itu kita coba secara perlahan mulai sekarang,” kata Roy.


Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Langkah Kongkret

Selain menjaga lingkungan hidup, KPTG juga sebagai langkah konkret implementasi dari Peraturan Pemerintah no.81 Tahun 2012 pasal 1 ayat 3 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah tangga serta Peraturan Presiden N0-97/ 2017 Pasal 3 ayat 2 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Kita juga ingin menerapkan apa yang sudah menjadi peraturan yang sudah keluar kita coba konsisten,” ujarnya.

Roy mengungkapkan tujuan utama dari KPTG adalah mengubah perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kantong plastik.

“Kita ingin supaya ini menjadi satu pembelajaran yang aktif bagi konsumen. Ini satu bagian edukasi pada konsumen untuk mereka juga ikut serta (menjaga lingkungan),” ujarnya.

Dengan tidak gratisnya kantong plastik diharapkan masyarakat akan menggunakan kantong belanja ramah lingkungan yang selalu dibawa ketika berbelanja.

“Kalau bisa terus menerus lah membawa tas belanja sehingga tas belanja itu lebih menghemat, tidak mengotori dan mejadi sampah dan tentunya ini baik bagi lingkungan kita,” ujarnya.

Mengenai harga plastik, Roy menyebutkan hal tersebut merupakan kewenangan masing-masing toko ritel. Sebab setiap toko mempunyai manajemen dan model bisnis yang berbeda.

“KPTG ini hanya ujungnya saja, tujuan utamanya adalah pengurangan sampah plastik. Supaya mereka (konsumen) tidak usah pakai kantong plastik kalau tidak mau keluar biaya, bawa saja kantong belanja yang bisa dipakaii berulang – ulang supaya tidak perlu merusak lingkungan,” tutupnya.

Cara Nyentrik ABG Cantik Protes Jalan Tak Laik

Palembang – Sekelompok remaja di Batumarta, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, punya cara dan nyentrik dalam memprotes jalan rusak. Mereka melakukan pemotretan dengan cara unik dan pose lucu agar direspons pemerintah.

Ada yang berpose sedang memancing, ada yang berpose romantis dan seolah duduk santai di tepi danau, ada pula yang sampai mandi lumpur.

Mereka berhasil membuat pose konyol tapi di jalan rusak yang seperti kubangan. Lubang di jalan yang rusak seolah memberi banyak ide kreatif. Pemotretan sendiri dilakukan seorang fotografer bernama Robby Ari Sanjaya.

“Jalanan itu memang sudah lama rusak. Sudah lama tidak diperbaiki pemerintah setempat. Itu merupakan bentuk protes masyarakat yang sudah kesal karena ini tidak ada perbaikan jalan,” kata seorang warga, Syakirin Edo Lugan, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/2/2019).
Sang fotografer, Robby Ari Sanjaya, menyebut pemotretan dilakukan pada Minggu (24/2) pagi. Untuk mendapatkan hasil maksimal, dia melibatkan 4 anak muda yang ‘siap untuk malu’.

“Awalnya jalan itu jalan yang saya lewatin setiap hari. Saya selalu pergi pagi pulang malam dan saya harus lewat jalanan itu,” ujar fotografer Robby Ari Sanjaya, yang memotret para ABG cewek tersebut, saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/2).

Karena kesal melihat kondisi jalan yang selalu dilewatinya rusak semakin parah, Robby akhirnya putar otak mencari ide. Dia ingin memotret jalan dengan cara unik dan kreatif untuk menceritakan isi hatinya.

Cara Nyentrik ABG Cantik Protes Jalan Tak LaikFoto: (dok Istimewa-Robby)

Aksinya ini, kata Robby, cukup berhasil karena jepretannya mendapat banyak respons dari masyarakat. Tidak jarang warganet ikut membagikan dan menanggapi fotonya yang di-posting di media sosial.

“Responsnya banyak, luar biasa. Kadang cara-cara kreatif seperti ini justru cukup menarik perhatian masyarakat. Jadi ini bukan hanya dari pemerintah setempat, tetapi juga nasional dan saya berharap segera ada perbaikan jalan,” tutupnya.

Salah seorang ABG yang menjadi model jalan rusak penuh lumpur sebagai aksi protes itu adalah Resysta Saputri Mojjes atau Putri. Tindakannya itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena jalanan di daerahnya sudah 4 tahun tak diperbaiki.

“Itu dilakukan secara spontan saja. Lagi pula jalannya sudah lama rusak nggak pernah diperbaiki. Kesal,” terang Putri saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/2/2019).

Untuk mencurahkan kekesalannya itulah ABG yang akrab disapa Putri tersebut memilih ikut terlibat dalam pemotretan. Putri pun mengaku jalan rusak itu sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki.

“Sudah sekitar 4 tahun nggak pernah dibenerin, dari masih sekolah. Selain itu, banyak pengendara jatuh di daerah jalan berlubang dan lumpur yang dalam foto itu,” kata Putri.

Protes para ABG soal jalan rusak di OKU itu mendapat respons dari pemerintah setempat. Pemprov Sumatera Selatan menargetkan perbaikan jalan pada 2019 segera terealisasi dan sudah disiapkan dana Rp 500 miliar.

“Kami telah menyiapkan dana perbaikan infrastruktur Rp 500 miliar, dana ini akan digunakan untuk perbaikan jalan-jalan di 17 kabupaten/kota yang ada di Sumsel,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui di Palembang, Rabu (27/2)

Sementara itu, guna menanggapi jalan rusak di Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ulu (OKU) yang ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir ini, Herman Deru mengaku telah membagikan anggaran tersebut.
(idh/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Spanduk Jokowi Picu Ricuh di Acara Prabowo, Ini Respons TKD DIY

Spanduk Jokowi Picu Ricuh di Acara Prabowo, Ini Respons TKD DIY Ricuh di Yogya (Foto: Istimewa)

Yogyakarta – Polisi melepas tembakan peringatan saat terjadi kericuhan di dekat kegiatan kampanye Prabowo di Grand Pacific Hall Sleman, siang tadi. Pemantiknya karena ada dua orang tak dikenal membawa spanduk Jokowi-Ma’ruf di tengah pendukung Prabowo.

Terkait insiden ini, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto, menegaskan pihaknya tak tahu menahu atas insiden tersebut.

“Saya enggak tahu. Enggak ada perintah apapun (untuk membawa spanduk Jokowi-Ma’ruf), enggak ada perintah, juga enggak ada laporan,” jelas Bambang saat dihubungi detikcom, Rabu (27/2/2019).


“Ya jelas (pembawa spanduk) bukan (dari TKD KIK DIY), karena enggak ada perintah. Kalau ada ya semestinya mereka ada laporan, sampai sekarang enggak ada laporan,” sebutnya.

Disinggung mengenai dua orang pembawa spanduk Jokowi-Ma’ruf, Bambang menegaskan pihaknya tak mengenal. Dia kembali menegaskan bahwa bukan dari Timses Jokowi yang membawa spanduk tersebut.

“Itu membawa poster (spanduk Jokowi-Ma’ruf) kan enggak teridentifikasi. Terus terang saya enggak punya laporan, enggak ada yang ngomong,” tutupnya.
(ush/mbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Sebut Uang WNI Rp 11.000 T di Luar Negeri, Luhut: Nggak Mungkin!

Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan ‘Prabowo Menyapa’ di Grand Pacific Hall Sleman, Yogyakarta hari ini, Rabu (27/2/2019). Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia dalam kondisi tidak benar lantaran Rp 11.000 triliun uang warga negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika hal tersebut tidak mungkin. Sebab, itu angka yang fantastis.

“Hebat banget, saya nggak tau, saya cek dulu. Tapi nggak mungkinlah, itu angka yang sangat fantastis,” kata Luhut di kantornya, Rabu (27/2/2019).

Untuk diketahui, Prabowo dalam pidatonya mengatakan, inti masalah bangsa Indonesia ialah kekayaan yang mengalir ke luar negeri.

Menurut Prabowo, uang WNI yang tersimpan di luar negeri jumlahnya sangat besar. Menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Prabowo, juga mengakui bahwa kekayaan warga Indonesia justru banyak berada di luar negeri.

“Ini diakui oleh menteri-menteri dalam kabinet pemerintah ini. Pemerintah yang sekarang berkuasa mengakui bahwa lebih banyak uang… Uang milik warga Negara Indonesia lebih banyak berada di luar daripada di Indonesia,” kata Prabowo.

“Uang warga negara Indonesia di luar negeri jumlahnya lebih dari Rp 11.000 triliun. Jumlah uang di bank-bank di seluruh bank di dalam negeri Rp 5.400 triliun. Berarti dua kali kekayaan Indonesia berada di luar Indonesia, tidak berada di negeri Indonesia,” tutupnya. (fdl/fdl)

Bualan Gadis Berhijab yang Akan Berbikini Jika Timnas Indonesia Menang

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Indonesia U-22 berhasil menjuarai Piala AFF U-22 2019 lewat kemenangan 2-1 atas Thailand, di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) malam.

Artinya, kemenangan Timnas U-22 tersebut mengingatkan kepada seorang gadis yang berjanji akan memakai bikini di bundara Hotel Indonesia (HI). Walhasil, tak lama setelah diumumkan menang, warganet ramai-ramai menagih janji wanita yang diketahui bernama Neska Zebadiah tersebut.

“Timnas gak akan menang. Kalau timnas menang, aku berencana nazar pakai bikini di Bundaran HI,” tulis Neska dalam akun Twitter-nya bernama @theneskazeze, saat me-reply twit PSSI dan Info Suporter.

Merasa ditagih, gadis yang mengenakan jilbab tersebut pun langsung menghapus twit-nya dan meminta maaf kepada para pengguna jejaring sosial. 

“Aku mintak maaf karena udah ngetweet yg gak2. Lagian kan aku kan cuma main twitter doang. Nazar tu kan utk main2 aja. Aku mohon maaf sebesar2nya. Jangan lagi ss aku, krn itu pripasi aku,” tulisnya. 

Dia bahkan menjelaskan bahwa nazar yang dibuatnya hanya bayolan semata dan meminta warganet untuk tidak lagi memintanya untuk merealisasikan janjinya.

“Aku minta maaf. Emang aku yang salah kok. Aku nazarnya pake becandaan gitu. Aku salah dan iseng juga. Jangan lagi komen-komen ke aku ya, aku cape bacanya dan takut di bully. Aku gak mau akunku di ras dan kena banned administrasi oleh Twitter-nya. Jadi, maafin aku ya,” twit Neska.

2 dari 2 halaman

Neska Akhirnya Penuhi Nazarnya

Banyaknya twit warganet yang membanjiri akunnya, Neska yang merasa tertekan akhirnya memenuhi nazarnya.

“Ya udah… Aku akan pake bikini menuhin nazarku. Dalemannya bikini tapi luarannya tetep pake pakaian. Udah lah aku mo bobo. Aku udah mintak maaf juga, masih aja komen gak jelas. Allah bersama orang yg dizolimin,” twit lanjutan Neska.

Meski sudah memenuhi janjinya dengan versinya, tampaknya warganet tak puas dan terus mencecarnya. Neska bahkan meminta agar warganet menyudahi risakan terhadapnya dan dia berjanji tidak akan mengulangi hal serupa.

“Aku dukung timnas, dan semua orang Indonesia punya hak peogratif utk membela dan dukung timnas. Aku mengaku salah dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi, bullyan kalian ke aku, aku udah maafin kok,” tutupnya.

Kocak! ABG Cewek di Sumsel Protes Jalan Rusak dengan Berfoto Ala Model

Palembang – Menyampaikan protes pada pemerintah ternyata tak hanya dilakukan dengan kekerasan atau berunjuk rasa. Di Batumarta, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, anak muda protes jalanan rusak dengan cara unik.

Protes jalan rusak ini dilakukan dengan seni fotografi para anak muda di daerah tersebut. Mereka membentuk kelompok untuk pemotretan dengan cara unik dan pose lucu agar direspons pemerintah.

Ada yang berpose sedang memancing, ada yang berpose romantis dan seolah duduk santai di tepi danau bahkan ada pula yang sampai mandi lumpur.

Mereka berhasil membuat pose konyol tapi di jalanan rusak yang seperti kubangan. Lubang di jalanan yang rusak seolah memberi banyak ide kreatif. Pemotretan sendiri dilakukan seorang fotografer bernama Robby Ari Sanjaya.

“Jalanan itu memang sudah lama rusak. Sudah lama tidak diperbaiki pemerintah setempat. Itu merupakan bentuk protes masyarakat yang sudah kesal karena ini tidak ada perbaikan jalan,” kata seorang warga, Syakirin Edo Lugan saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (27/2/2019).

Dikatakan Lugan, jalan rusak itu berada tepat di daerah Lubuk Raja dan menjadi akses penghubung masyarakat menuju pusat pemerintahan OKU. Bahkan jalan itu setiap hari dilalui oleh anak sekolah, petani dan masyarakat sekitar.

“Iya salah satu akses utama, petani, anak sekolah semua lewat jalan itu. Itu sangat rawan orang kecelakaan. Terutama pada malam hari jadi rawan kejahatan,” imbuh Lugan.

Sementara itu sang fotografer, Robby Ari Sanjaya menyebut pemotretan dilakukan Minggu (24/2) pagi. Untuk mendapatkan hasil maksimal, dia melibatkan kalangan anak muda yang ‘siap untuk malu’.

“Pemotretan itu sudah dipersiapkan dari jauh hari. Jadi ada empat anak muda di sini yang terlibat dengan berbagai peran serta berpose seperti beraktifitas sehari-hari. Mereka semuanya udah siap malu,” kata Robby.

Aksinya tersebut dilakukan karena kesal melihat kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki. Sebagai aksi protes, Robby merencanakan aksinya itu secara matang.

“Sekitar seminggu saya persiapkan ide seperti itu. Ternyata banyak juga yang merespon, kemudian saya seleksi lagi untuk persiapan agar aksi protes sama seni bisa dipadukan dan sampai pada pemangku kebijakan,” katanya.

Kocak! ABG Cewek di Sumsel Protes Jalan Rusak dengan Berfoto Ala Model

ABG di Sumsel protes Jalan Rusak (dok Istimewa-Robby)

Aksinya ini, kata Robby, cukup berhasil karena hasil jepretannya mendapatkan banyak respons dari masyarakat. Tidak jarang warganet ikut membagikan dan menanggapi fotonya yang diposting di media sosial.

“Responsnya banyak, luar biasa. Kadang cara-cara kreatif seperti ini justru cukup menarik perhatian masyarakat. Jadi ini bukan hanya dari pemerintah setempat, tetapi juga nasional dan saya berharap segera ada perbaikan jalan,” tutupnya.
(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menyelidiki Motif Kampanye Hitam 3 Emak-Emak di Karawang

Liputan6.com, Jakarta – Kampanye hitam yang melibatkan tiga orang ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat menghebohkan media sosial.

Tiga emak-emak, yang diketahui berinisial ES (49), IP (45), CW (44) ini diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka melakukan kampanye hitam dengan membuat isu Jokowi akan melarang azan dan melegalkan pernikahan sejenis jika kembali terpilih di Pilpres 2019. Polisi pun bergerak cepat usai video yang menampilkan tiga emak-emak itu viral di media sosial.

Polda Jabar menetapkan ES (49), IP (45), CW (44) sebagai tersangka setelah diduga melakukan kampanye hitam door to door terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tepatnya sejak tanggal 25 Februari 2019 kemarin kita menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ditemui di Mapolda Jabar, Selasa (26/2/2019).

Trunoyudo mengatakan Dalam video yang beredar, ketiganya memiliki peran masing-masing. “Ya dua orang (ES dan IP) yang dimaksud dalam konten video. Satu lagi (CW) yang memvideokan dan menambah caption (di twitter),” dia. 

Dalam video juga nampak dua ibu-ibu yang sedang berbicang dengan seorang pria paruh baya. Pria tersebut berdiri di depan pintu rumahnya. Dua ibu-ibu mengajak untuk tidak memilih Jokowi dengan menggunakan bahasa sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin)” kata salah satu ibu yang tidak diketahui namanya.

Setelah ditetapkan tersangka, ketiganya kini dijerat dengan UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara dan juga Pasal 14 ayat 2 UU KUHP terkait penyebaran berita bohong dengan ancaman 3 tahun bui.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya kini ketiga tersangka berada di Polres Karawang.

“Kita lakukan penahanan dari penyidik. Karena ancaman hukuman 6 tahun. Karena memang di sana fokus terjadinya dan dasar adanya laporan dari pihak korban. Dalam hal ini adalah tim sukses pasangan calon yang disudutkan,” ungkap dia. 

Sementara itu, motif ketiga ibu melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf kini terus didalami oleh Bawaslu Jawa Barat.

Rencananya Bawaslu Jabar bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan memeriksa motif terduga pelaku.

Nantinya setelah dilakukan pendalaman, pihaknya bersama Gakkumdu akan menilai apakah ketiga perempuan tersebut melakukan pelanggaran terkait pemilu atau tidak.

“Dari Bawaslu kami lagi mengumpulkan informasi dan keterangan dulu. Nanti bersama Gakkumdu untuk pendalamannya,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Abdullah.

Menurut Abdullah, Bawaslu akan mendalami hal-hal terkait soal pemilu saja. Pasal 280 ayat 1 huruf C Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu memuat larangan dalam kampanye. Pasal itu berbunyi: Pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain.

Soal dugaan kampanye hitam itu, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin meminta kepolisian mengusut tuntas kampanye hitam yang dilakukan ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat.

Dia berharap aktor intelektual kampanye hitam ‘Jokowi terpilih tidak ada azan dan LGBT diizinkan’ juga ditangkap.

“Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya di mana,” kata Ma’ruf di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Supaya, kata Ma’ruf, sumber hoaks tersebut dihentikan. Menurut Ma’ruf, kampanye hitam yang demikian sangat berbahaya.

“Sebab kalau tidak ini (ditangkap) bakal ada lagi keluar lagi jadi sumber hoaks. Itu harus diketahui dan harus diproses. ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini isu seperti itu menimbulkan konflik,” jelas dia.

2 dari 3 halaman

Ada Peran Tokoh Intelektual ?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko menduga tiga orang emak-emak yang melakukan kampanye hitam terhadap capres petahana Joko Widodo atau Jokowi atas perintah pihak tertentu.

“Terstrukturlah pasti. Enggak mungkin menjalankan kalau enggak ada perintah,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Moeldoko menyebut publik tak kesulitan untuk mengidentifikasi siapa saja di balik kampanye hitam tersebut. Dilihat dari bahasa yang digunakan tiga emak-emak tersebut, terlihat jelas aktor utama kampanye yang menjatuhkan Jokowi-Amin.

Mengenai pernyataan tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno yang membantah memberikan perintah apa pun pada tiga emak-emak itu, Moeldoko menanggapi santai.

“Bisa saja menyangkal. Kan bisa dilihat, diikuti. Pelakunya siapa? Aktornya siapa? Emak-emak. Ikuti saja. Pendidikan dia apa? Substansi isunya apa? Bisa enggak ya dia membuat struktur isu seperti itu? Kan gitu. Kan gampang. Mana bisa emak-emak bikin isu begitu kalau enggak ada seniornya,” ujar dia.

Belajar dari kampanye hitam itu, Moeldoko mengimbau kepada pihak-pihak yang tengah berkontestasi di Pemilu 2019 untuk tak membodohi rakyat. Dia berharap ajang pesta demokrasi kali ini diisi dengan adu gagasan dan program.

“Enggak usahlah pakai membodoh-bodohi rakyat. Yang saya sedih itu, berpakaian Muslim, tapi memfitnah orang kayak begitu. Itu kan keterlaluan. Jadi Muslim-nya mana? Saya yang enggak sukanya begitu. Kita sama-sama Muslim jadi enggak enak. Masak ajaran kita begitu sih? Jadi jangan cara-cara pembodohan yang berlebihan,” ucap dia.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan meminta Polda Jabar tidak berhenti melakukan penyelidikan setelah mengamankan tiga perempuan tersebut. Terlebih, ia menduga ketiga ibu rumah tangga itu tidak memahami pesan yang disampaikan.

“Kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual di balik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucapnya di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 25 Februari 2019.

Selebihnya, pihak kepolisian pun diminta untuk menelusuri lebih jauh peran ketiga perempuan yang saat ini berada di Polda Jabar. Apakah ketiganya simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 Prabowo- Sandiaga Uno yang saat ini bersaing dengan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah telah melakukan kampanye hitam pada Pilpres 2019. Hal ini sekaligus menanggapi tiga ibu-ibu di Karawang yang ditangkap oleh polisi karena telah melakukan kampanye hitam.

“Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo-Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoaks,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019.

“Kami harus verifikasi ulang, enggak tahu sampai saat ini tentu tim kami sedang mengkajinya tetapi ingin melakukan landasan dari BPN bahwa kami meminta siapapun relawan dari BPN Prabowo-Sandi untuk tetap tidak menyebarkan hoaks kalau melanggar itu memang konsekuensi harus siap diproses hukum,” tegas dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) ini mengungkapkan, BPN tetap meminta keadilan harus ditegakkan secara adil terhadap penyebar hoaks baik dari pendukung Prabowo-Sandi maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil. Para pendukung 01 yang melakukan menyampaikan hoaks dan black campaign pada 02 diproses secara hukum,” pungkas dia.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

3 dari 3 halaman

Hindari Hoaks

Menjelang Pilpres 2019, fenomena haters dan hoax dipastikan bakal bermunculan. Begitu pun saling menyerang antarpendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengimbau masyarakat tidak menanggapi dengan serius berbagai postingan di media sosial (medsos).

“Jangan gampang baperan. Dari pada buang-buang pulsa mending delete saja” ujar Rudiantara, usai kuliah umum di IPB Dramaga, Bogor.

Rudiantara menegaskan tidak akan segan-segan untuk menghapus akun media sosial atau website yang melakukan black campaign maupun menyebar informasi bohong (hoax) selama masa kampanye.

“Seperti Pilkada kemarin, Bawaslu meminta kami meng-take down beberapa akun, pasti kami lakukan,” kata dia.

Selama Pemilu 2019, Menkominfo bersama Bawaslu akan selalu mengawasi proses kampanye baik di medsos maupun area yang menjadi tanggungjawabnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan media sosial sebagai tempat saling menyerang. Alangkah baiknya diisi dengan adu program maupun gagasan untuk kebaikan Indonesia.

“Ini kan pesta demokrasi, namanya pesta harus happy, jangan jelek-jelekan, gontok-gontokan, gebuk-gebukan. Harusnya sampaikan yang baik-baik seperti program atau visi-misi saja,” tutupnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Emruscorner, Emrus Sihombing, mengatakan tidak menutup kemungkinan ada penumpang gelap yang memanfaatkan momentum Pilpres dan bergerak di media sosial. Dia mencontohkan isu-isu bangkitnya PKI atau yang lainnya.

“Saya mau katakan bahwa tidak hanya Pilpres, dalam dinamika politik penumpang gelap itu adalah sesuatu yang tak tertolak dan tak ternafikkan,” ucap Emrus di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dia menuturkan, seharusnya, jika terjadi serangan dalam bentuk hoax, ujaran kebencian, dan sebagainya melalui berbagai saluran komunikasi, terutama sosial media, kepada salah satu peserta atau paslon, kompetitor lain yang merasa diuntungkan harus membantu.

“Sejatinya kompetitornya yang boleh jadi diuntungkan dengan isu tersebut maju ke depan menjelaskan. Bila perlu membelanya dengan narasi yang menyejukkan,” tutur Emrus.

Dia mencontohkan, jika paslon Z diserang isu yang merugikannya, sejatinya paslon X yang membelanya sembari mejelaskan bahwa mereka tidak mau menang di tengah hiruk-pikuk penyebaran hoax, ujaran kebencian, ekploitasi SARA dengan berbagai bentuk.

“Jadi, tidak boleh ada pembiaran sekalipun paslon yang bersangkutan diuntungkan,” ungkap Emrus.

Sementara itu, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga Politisi PDI Perjuangan, Zuhairi Misrawi, menegaskan, pihaknya mewaspadapi potensi munculnya penumpang gelap yang bakal menggerus suara mereka di Pilpres 2019 mendatang.

“Penumpang gelap biasannya muncul dengan memproduksi isu negatif dan berita bohong. Dengan fokus pada isu ekonomi dan pembangunan, maka isu negatif yang dimainkan penumpang gelap bisa diredam,” jelas Zuhairy.

Melawan Pelatih, Kiper Chelsea Kena Denda Rp 3,4 Miliar

Liputan6.com, London – Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, menuai kontroversi karena membantah instruksi pelatih. Pada laga melawan Manchester City pada hari Minggu lalu di Continental Cup. Kiper milenial ini sempat emosional karena menolak diganti.

Maurizio Sarri, pelatih Chelsea, tampak marah di pinggir lapangan, sementara David Luiz tampak berupaya menenangkan juniornya. 

Atas tindak subversif tersebut, hukuman bagi Arrizabalaga adalah pemotongan satu minggu upah sebesar 190 ribu pound sterling atau setara Rp 3,4 miliar (1 pound sterling = Rp 18.385).

Uang itu akan simbangkan Chelsea ke yayasan milik klub. Arrizabalaga pun meminta maaf dan menyebut apa yang terjadi adalah miskomunikasi semata.

“Saya menyesali bagaimana akhir pertandingan tersebut digambarkan. Sama sekali bukan niat saya untuk membantah pelatih atau keputusannya. Saya pikir segalanya terkena salah paham di tengah panasnya akhir pertandingan demi memenangkan gelar,” tulis pemain asal Italia itu di Twitternya.

“Saya memiliki rasa hormat penuh pada pelatih dan otoritasnya,” tutupnya. Pertandingan melawan City berakhir dengan kekalahan Chelsea. 

Arrizabalaga merupakan salah satu pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia. Ia nyaris dibeli Real Madrid, sampai kemudian didapatkan Chelsea dengan nilai transfer hingga 80 juta euro pada Agustus lalu.

Menurut ESPN, angka transfer Arrizabalaga menjadikan pemuda itu kiper termahal di dunia mengalakan nama senior seperti Toldo, Courtois, Buffon, dan de Gea. 

2 dari 2 halaman

Sikap Kepa Arrizabalaga Jadi Olok-olokan Kapten Manchester City

Kapten Manchester City, Vincent Kompany, tertarik untuk memberi pendapat soal sikap kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, yang tak mau ditarik keluar. Ini terjadi saat Manchester City melawan Chelsea di final Carabao Cup di Wembley Stadium, Minggu (24/2/2019).

Alih-alih memberi komentar serius soal sikap Kepa Arrizabalaga, Kompany malah menjadikannya bahan olok-olokan. Dia mengatakan, kalau bisa mengikuti langkah Kepa yang menolak ditarik keluar oleh pelatih. 

Pada masa injury time, Maurizio Sarri berniat untuk memasukkan Willy Caballero setelah melihat Kepa Arrizabalaga mengalami kesakitan di lapangan. Namun, kiper asal Spanyol itu secara tegas menolak keputusan pelatih dan memilih meneruskan permainan.

Kepa Arrizabalaga lalu melanjutkan permainan hingga ke babak adu penalti dan sempat melakukan penyelamatan terhadap eksekusi Leroy Sane. Sayangnya, aksi heroiknya tersebut tak mampu menolong The Blues terhindar dari kekalahan.

Rincian Sanksi Buat Pengemudi dan Aplikator Jika Langgar Aturan Taksi Online

Liputan6.com, Jakarta – Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus (taksi online) akan berlaku efektif Juni tahun ini. Lantas apa sanksi yang akan diterapkan jika tak patuhi aturan tersebut?

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani menjelaskan, sanksi pasti akan diberlakukan. Namun pemberlakuan sanksi tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Dia menjelaskan, ada tingkatan pemberian sanksi bagi yang melanggar, yaitu peringatan 1 hingga peringatan 3. Sanksi berlaku bagi pengemudi maupun aplikator yaitu Gojek dan Grab. Jika operator atau pengemudi mendapatkan peringatan 3 maka izinnya bakal dicabut.

“Sanksinya ada 3, sanksinya ada peringatan 1, peringatan 2, peringatan 3. Kalau peringatan 1, SP 1 lah. Kalau SP 3 dicabut izin penyelenggaraannya. Itu dari sisi operatornya atau pengusaha angkutannya,” kata dia dalam acara sosialisasi PM 118 di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Selain itu sanksi juga dibagi menjadi 3 kategori sesuai dengan jenis pelanggaran, yaitu sanksi ringan, sedang dan berat. Namun dia tak mengingat secara rinci masing-masing jenis sanksi tersebut.

“Misalnya salah satunya kalau terkait perizinan, izin kartu pengawasannya atau kartu elektroniknya misalnya ganda, itu termasuk yang (sanksi) berat,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Tim Khusus

Dia mengatakan, akan ada tim khusus yang bertugas untuk mengawasi implementasi aturan tersebut. Sehingga jika ditemukan adanya pelanggaran bisa segera dilakukan penindakan.

Dia menegaskan bahwa sanksi ini akan langsung berlaku pada Juni seiring diimplementasikannya PM 118. Artinya tidak ada masa percobaan atau sejenisnya.

“Iya kita punya nanti kita tim pengawasan termasuk kita juga pertama yang terkait dengan tarif ya kita sangat concern karena ini menjadi penting. Kita juga bisa dibantu oleh pihak ketiga,” tutupnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sikap Kepa Arrizabalaga Jadi Olok-Olokan Kapten Manchester City

Liputan6.com, London- Kapten Manchester City, Vincent Kompany tertarik untuk memberi pendapat soal sikap kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga yang tak mau ditarik keluar. Ini terjadi saat Manchester City melawan Chelsea di final Carabao Cup di Wembley Stadium,Minggu (24/2/2019).

Alih-alih memberi komentar serius soal sikap Kepa Arrizabalaga, Kompany malah menjadikannya bahan olok-olokan. Dia mengatakan, kalau bisa mengikuti langkah Kepa yang menolak ditarik keluar oleh pelatih.

Pada masa injury time, Maurizio Sarri berniat untuk memasukkan Willy Caballero setelah melihat Kepa Arrizabalaga mengalami kesakitan di lapangan. Tapi, kiper asal Spanyol itu secara tegas menolak keputusan pelatih dan memilih meneruskan permainan.

Kepa Arrizabalaga lalu melanjutkan permainan hingga ke babak adu penalti, dan sempat melakukan penyelamatan terhadap eksekusi Leroy Sane. Sayangnya, aksi heroiknya tersebut tak mampu menolong The Blues terhindar dari kekalahan.

2 dari 3 halaman

Tertarik Ikuti Kepa

Begitu pertandingan usai, beragam respon pun bermunculan. Salah satunya datang dari mantan pemain The Blues, Chris Sutton, yang menganggap bahwa manajemen Chelsea sudah seharusnya memecat eks pemain Athletic Bilbao tersebut.

Vincent Kompany, bek Manchester City, menanggapi sikap Kepa dengan cara jenaka. Ia mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengikutinya saat ia ingin ditarik keluar lapangan oleh sang pelatih, Josep Guardiola.

“Tentu saja saya tak pernah melihat yang seperti itu,” tutur Kompany kepada Sky Sports. “Saya berharap bisa melakukannya mulai dari sekarang hingga nanti saat tak ingin ditarik keluar,” katanya.

3 dari 3 halaman

Bahaya Willy Caballero

Willy Caballero batal masuk ke lapangan, dan sepertinya keputusan itu bisa disyukuri oleh Kompany. Saat masih membela Manchester City, tepatnya dalam laga final Carabao Cup 2016 kontra Liverpool, ia menjadi penyelamat pada babak adu penalti.

“Saya tahu seberapa bagus Willy dalam adu penalti. Saat kami menang di kompetisi ini melawan Liverpool, dia luar biasa. Dia memenangkan penalti demi kami,” tambahnya.

“Itu akan menjadi sebuah permainan pikiran yang harus dilakoni. Itu tak terjadi dan kepercayaan diri muncul untuk mencetak penalti,” tutupnya.

Dalam laga tersebut, Willy Caballero berhasil menyelamatkan tiga dari empat eksekusi penalti Liverpool, membuat Manchester City menang dengan skor 3-1.

Sumber: Bola.net