AC Milan vs Lazio, Gattuso: Saya Terlalu Tua untuk Berkelahi

Liputan6.com, Milan- Gennaro Gattuso menunjukkan kematangannya sebagai pelatih saat pemain AC Milan terlibat bentrok dengan Lazio pada lanjutan Liga Italia, Minggu (14/4/2019) dini hari tadi. AC Milan seperti diketahui menang 1-0.

Alih-alih terlibat dalam insiden perkelahian pemain saat AC Milan vs Lazio selesai, Gattuso tampak melerai pemainnya untuk bersitegang. Padahal kala masih jadi pemain, Gattuso terkenal gahar dan tak segan berkelahi dengan lawan.

Franck Kessie tentukan kemenangan AC Milan saat lawan Lazio. Golnya di menit ke-79 tentukan kemenangan Milan dari rival berat mereka ini.

Pertengkaran terjadi dimulai dari perseteruan antara bek Lazio, Luiz Felipe dengan winger AC Milan, Fabio Borini. Gattuso langsung bergerak cepat untuk melerai pemainnya.

“Saat masih jadi pemain saya master di situasi seperti ini. Berkelahi kerap membuat saya senang. Saya sekarang punya peran berbeda, saya melihat sesuatu dengan beda,” kata Gattuso seperti dikutip Goal.com.

“Juga, saya sudah terlalu tua. Anak-anak ini pergi ke gym tiap hari. Saya tak sekuat dulu lagi.”

Kota Tua Jakarta yang Tak Menua

Liputan6.com, Jakarta – Nuansa kota tempo dulu masih kental di kawasan yang berada di Jakarta Barat ini. Gedung-gedung berarsitektur Belanda kokoh berdiri di setiap sudutnya.

Karena itulah kawasan wisata yang terletak di kawasan Taman Sari itu dinamakan Kota Tua.

Sejumlah barang peninggalan Belanda yang menjadi bukti kehadiran VOC di Batavia masih bisa dilihat di pusat kegiatan Kota Tua. Sebut saja Meriam Si Jagur.

Konon, meriam dengan sebutan Si Jagur ini sudah 'menghamili' ribuan wanita.

Si Jagur atau Meriam Ki Jagur kini tersimpan rapi di halaman Museum Fatahillah Jakarta. Tepatnya di antara gedung Kantor Pos Jakarta Kota dan Kafe Batavia. Moncong meriam diarahkan ke arah Pasar Ikan.

Meriam ini konon memiliki kembaran di halaman Masjid Agung Banten. Banyak orang yang mengidentikkannya sebagai lambang kesuburan.

Menurut salah satu petugas keamanan di kawasan Kota Tua, Ki Jagur dibuat dari pecahan-pecahan meriam.

“Meriam Jagur itu kumpulan dari pecahan-pecahan berbagai meriam pada perang dulu,” kata petugas itu kepada Liputan6.com.

Anda juga bisa berkuliner lho di Kota Tua Jakarta. Ada banyak kafe dan pedagang kaki lima yang bisa dijumpai di sini.

Nuansa kota tempo dulu masih kental di kawasan yang berada di Jakarta Barat ini. Gedung-gedung berarsitektur Belanda kokoh berdiri di setiap sudutnya. (Foto: Liputan6/Maria Flora)

Usai memanjakan perut, pengunjung juga bisa berkeliling Kota Tua dengan sepeda ontel warna-warni. Tak perlu takut dengan harga sewanya. Cukup Rp 20.000 per 30 menit, Anda sudah bisa bernostalgia dengan fasilitas ini. 

Nuansa kota tempo dulu masih kental di kawasan yang berada di Jakarta Barat ini. Gedung-gedung berarsitektur Belanda kokoh berdiri di setiap sudutnya. (Foto: Liputan6/Maria Flora)

Wisata sejarah lainnya yang bisa ditemui di kawasan Kota Tua adalah Museum Fatahilah atau Museum Sejarah Jakarta. Bangunan itu dulunya digunakan sebagai kantor dan ruang pengadilan. Kini, spot tersebut menjadi salah satu lokasi paling favorit warga Ibu Kota untuk berswafoto ria.

Nuansa kota tempo dulu masih kental di kawasan yang berada di Jakarta Barat ini. Gedung-gedung berarsitektur Belanda kokoh berdiri di setiap sudutnya. (Foto: Liputan6/Maria Flora)

Jika Anda perhatikan, pengunjung Kota Tua tak hanya sekedar disuguhkan bangunan tua yang memiliki nilai sejarah. Ratusan burung merpati yang memenuhi kawasan Kota Tua juga menjadi daya tarik yang tak kalah menghipnotis mata.

Burung-burung tersebut akan berkerumun saat memperebutkan makanan yang diberikan warga. 

Nuansa kota tempo dulu masih kental di kawasan yang berada di Jakarta Barat ini. Gedung-gedung berarsitektur Belanda kokoh berdiri di setiap sudutnya. (Foto: Liputan6/Maria Flora)

Pentingnya Orang Tua Mengenali Ciri-ciri Down Syndrome pada Anak

Jakarta – Down syndrome merupakan gangguan genetik yang menyebabkan pembagian sel-sel abnormal yang menyebabkan tambah ekstra gen dari kromosom 21. Penyakit ini menyebabkan tampilan wajah yang berbeda, disabilitas intelektual, dan kelambatan perkembangan.

Menurut Kepala Sekolah Center of Hope Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI), Dewi Wardhani, sangat penting untuk para orang tua mengenali ciri-ciri down syndrome bahkan sejak lahir. Karakteristik wajah yang berbeda bisa menjadi salah satu acuan.

“Kalau dokter atau orang tua yang mengerti soal down syndrome, saat bayinya lahir biasanya langsung tahu bahwa itu down syndrome,” kata Dewi saat ditemui di sela acara Baking Class bersama Anak Down Syndrome di Yayasan ISDI Sunter, Jakarta Utara, Rabu (10/4/2019).

Mengapa penting? Saat orang tua atau dokter mengenali lebih awal, sesegera mungkin bisa diterapi. Macam-macam terapi bisa dilakukan seperti terapi wicara atau terapi motorik. Hasilnya akan terlihat saat nanti sang anak tumbuh besar, dan bisa menyesal jika tidak dilatih sejak awal.

Selain wajah, lanjut Dewi, ciri-ciri selanjutnya adalah perkembangan anak cenderung lambat. Misalnya telat berbicara, gerak motoriknya lambat. Kemudian reaksi, misalnya saat bayi diajak bercanda namun tidak bereaksi seperti tertawa atau tersenyum.

“Setelah mungkin ke dokter dan mendapat diagnosis down syndrome mereka baru ngeh. Hasilnya bakal terlihat saat nanti anaknya besar, dan akan menyesal kalau nggak dilatih sejak awal,” tandas Dewi.

(frp/up)

7 Fashion Item Ini Harus Kamu Hindari Agar Tak Tampak Lebih Tua

Liputan6.com, Jakarta Penampilan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi non-verbal. Dimana komunikasi jenis ini tidak menggunakan kata-kata untuk menyampaikan pesannya. Ada beberapa contoh komunikasi non-verbal seperti gerak isyarat, ekspresi wajah, pakaian, simbol-simbol, dan lain sebagainya. Nah, salah satu bentuk komunikasi non-verbal yang sering atau paling banyak dilakukan oleh orang-orang adalah dengan menampilkannya melalui pakaian.

Kamu bisa berkomunikasi melalui barang-barang atau fashion item yang kamu kenakan di tubuh. Karena dengan memilih fashion item yang kamu kenakan, hal ini secara tidak langsung mencerminkan kepribadian diri, mood, atau bahkan kesehatan. Oleh karena itu, tidak jarang beberapa orang sangat memperhatikan pakaiannya. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Namun, enggak jarang juga ada beberapa orang masih ada yang salah atau kurang tepat dalam memilih produk atau fashion item yang ingin dikenakan ke tubuhnya. Alih-alih ingin berpenampilan sesuai dengan karakter diri, malah membuat penampilan menjadi sangat berbeda dengan kepribadian yang sebenarnya. Misalnya saja usia kamu masih muda atau ingin berpenampilan terlihat muda.

Namun ada beberapa orang yang menilai kalau penampilan kamu tidak sesuai dengan umur atau terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya. Jangan langsung menyalahkan bentuk badan atau wajah kamu yang, ya. Ternyata ini bisa saja kesalahan kamu dalam memilih fashion item, loh. Saat kamu memilih produk atau fashion item yang tidak sesuai dengan umur kamu, maka tidak heran kalau ini juga mempengaruhi penampilan kamu menjadi terlihat lebih tua.

Enggak mau kan orang lain menilai salah tentang diri kamu? Oleh karena itu, agar kamu tidak terlihat tua dari umur sesungguhnya atau ingin terlihat muda, ada cara untuk mengatasinya. Mulai sekarang, kamu bisa menghindari beberapa produk atau fashion item ini. Berikut ini Liputan6.com, Minggu (7/4/2019) rangkum dari berbagai sumber, fashion item yang bisa memberikan kesan lebih tua dari usia sebenarnya dan sebaiknya kamu hindari.

Cuitan Pelesetan Lagu “Waktu yang Salah” Ini Cocok Dinyanyiin Pas Tanggal Tua

Liputan6.com, Jakarta Kalau kamu penggemar musik indie pasti pernah mendengar lagu yang berjudul “Waktu yang Salah” karya Fiersa Besari.  Lagu ini rilis sejak tahun 2014 yang lalu. Bergenre folk lagu ini mampu membius para pejuang asmara.

Namun, beberapa waktu yang lalu lagu ini booming kembali ketika salah satu penyanyi Hanin Dhiya membuat cover lagu tersebut pada akhir Februari 2019 yang lalu.

Lirik yang paling menyentuh dari lagu tersebut ialah, “Kita adalah rasa yang tepat, Di waktu yang salah”. Apalagi untuk kamu kaum yang terjebak dalam “fall in love with people we can’t have”, pasti lagu ini mampu membuat hatimu kian teriris.

Namun, rupanya lagu ini enggak cuma cocok buat pejuang kaum “fall in love with people we can’t have” aja loh, tapi juga buat kamu yang lagi dirundung kesedihan karena enggak punya duit.

Ide kreatif para netizen memang tidak ada habisnya, sejumlah netizen membuat pelesetan cuitan lirik dari lagu “Waktu yang Salah”. Jika dinyanyikan kembali, lirik pelesetan lagu tersebut sesuai dengan iramanya loh. Wah bisa nih jadi lagu favorit kamu dikala tanggal tua.

Daripada penasaran, berikut Liputan6.com rangkum dari akun twitter @gabikinkembung, Rabu (27/3/2019).

8 Cara Memotong dan Merawat Rambut Bayi, Orang Tua Wajib Tahu

1. Sebelum memotong rambut bayi, pastikan semua peralatan yang dibutuhkan telah tersedia di dekatmu. Hal ini supaya kamu bisa sigap dan cepat bereaksi dalam memotong rambut si bayi nantinya. Alat-alatnya yaitu gunting rambut, pisau cukur, 2 handuk kecil yang lembut, dan air hangat secukupnya

2. Selanjutnya, jangan lupa membasahi atau mencuci rambut si bayi terlebih dahulu. Atau bisa juga dengan menyemprot bagian-bagian yang akan dipotong saja. Hal ini berguna untuk membantu memudahkanmu saat memotong rambut nantinya.

3. Cari posisi yang aman dalam mencukur rambut si bayi. Pastikan bayi tertidur dengan lelap supaya tidak ada gerakan-gerakan yang nantinya dapat menyusahkan. Selain itu kamu bisa memegang kepala si bayi dengan menggunakan alas handuk yang lembut sambil mencukur rambutnya.

4. Gunting rambut bayi yang panjang terlebih dahulu. Lakukan dengan hati-hati tanpa membangunkan si bayi.

5. Setelah rambut yang panjang digunting, basahilah dengan air hangat.

6. Selanjutnya, cukur dengan pisau cukur. Kegiatan mencukur ini terhitung sebagai kegiatan yang paling membutuhkan konsentrasi dan harus penuh hati-hati. Usahakan arah gerak posisi pisau cukur vertikal ke bawah dan lakukan dengan perlahan.

7. Jika terjadi luka goresan pada kulit kepala bayi, jangan panik. Segera obati dengan cotton buds yang telah diberikan antiseptic secara perlahan.

8. Yang terakhir, bersihkan rambut yang tersisa di leher si bayi dengan sisir bulu atau bedak.

Kocak Abis, Begini Beda Pandangan Anak Zaman Now vs Orang Tua Soal Tren Fashion

Liputan6.com, Jakarta Fashion adalah setiap mode pakaian atau perhiasan yang populer selama waktu tertentu atau pada tempat tertentu. Istilah fashion sering digunakan dalam arti positif, sebagai sinonim untuk glamour, keindahan dan gaya atau style yang terus mengalami perubahan dari satu periode ke periode berikutnya, dari generasi ke generasi.

Fashion juga berfungsi sebagai refleksi dari status sosial dan ekonomi. Fashion atau mode semakin menjadi industri yang menguntungkan di dunia internasional maupun di Indonesia sebagai akibat dari munculnya rumah-rumah mode terkenal dan majalah fashion.

Trend fashion di Indonesia pada setiap tahunnya terus mengalami perubahan. Ada yang berputar kembali, ada yang berkembang, dan tentu saja ada yang lahir baru. Tapi tidak semua gaya fashion jaman sekarang bisa diterima oleh sebagian orang tua. Bahkan terkadang orang tua terheran-heran melihat gaya tend fashion anak-anak zaman sekarang yang nyeleneh dan tidak habis pikir. Berikut kocaknya gaya fashion kids zaman now di mata orang tua yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (25/3/2019)

Survei Kompas: Ma’ruf Disukai Pemilih Tua, Sandi Rebut Hati Anak Muda

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin disukai oleh pemilih yang berusia di atas 40 tahun. Sementara itu, cawapres Sandiaga Uno masih merebut hati pemilih pemula dan milenial.

Hasil itu dipaparkan oleh Litbang Kompas dalam survei terbarunya terkait cawapres yang dirilis pada Jumat (22/3/2019). Survei itu sendiri digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Pertanyaan yang diajukan ke responden yaitu ‘di antara dua calon wakil presiden yang ada, mana yang lebih Anda sukai?’. Berikut jawabannya

Gen Z/pemilih mula (Ma’ruf Amin: 30,1%
Sandiaga Uno: 50,6%
Tidak ada: 1,2%
Tidak tahu: 6%
Tidak jawab/rahasia: 12,1%

Gen Y/milenial muda (22-30)
Ma’ruf Amin: 35,5%
Sandiaga Uno: 45,4%
Tidak ada: 2%
Tidak tahu: 6,5%
Tidak jawab/rahasia: 10,6%

Gen Y/milenial tua (31-40)
Ma’ruf Amin: 34,3%
Sandiaga Uno: 41%
Tidak ada: 1,6%
Tidak tahu: 11%
Tidak jawab/rahasia: 12,1%

Gen X (41-52)
Ma’ruf Amin: 38,1%
Sandiaga Uno: 42,6%
Tidak ada: 3,9%
Tidak tahu: 4,9%
Tidak jawab/rahasia: 10,5%

Baby Boomers (53-71)
Ma’ruf Amin: 40%
Sandiaga Uno: 34,1%
Tidak ada: 3,1%
Tidak tahu: 9,4%
Tidak jawab/rahasia: 13,4%

Silent gen (71+)
Ma’ruf Amin: 61,5%
Sandiaga Uno: 19,2%
Tidak ada: –
Tidak tahu: 3,8%
Tidak jawab/rahasia: 15,5%

Seperti diketahui, Sandiaga berusia 49 tahun sementara Ma’ruf baru saja berulang tahun ke-76.

Survei Litbang Kompas juga mencari tahu cawapres yang paling berperan mendongkrak elektabilitas capres. Di kelompok pemilih Prabowo-Sandi, sebanyak 16,7% responden memilih karena faktor Sandi. Sementara di kelompok pemilih Jokowi-Ma’ruf, pilihan yang didasarkan oleh faktor Ma’ruf Amin hanya sebesar 5,4%.
(imk/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kartika Affandi, Sang Maestro Lukis yang Menolak Bergaya Tua

Liputan6.com, Jakarta – Fesyen tidaklah memiliki batasan umur. Tua-muda bisa menjajal berbagai jenis fesyen sesuai dengan apa yang disukainya. Termasuk, pelukis Kartika Affandi yang ternyata memiliki gaya yang nyentrik.

Nenek berumur 85 tahun tersebut terlihat fashionable saat ditemui di acara Move Right, pada Rabu, 20 Maret 2018. Walaupun duduk di kursi roda, ia terlihat tetap bugar.

Kartika mengenakan baju panjang mirip daster berwarna-warni yang motifnya dicetak dari lukisan karyanya sendiri. Tak lupa, aksesoris syal berwarna merah dililit menjadi bandana. Yang paling menarik perhatian adalah anting- berbentuk flamingo yang desainnya sangat anak muda.

Ibu sembilan anak itu mengaku memilih sendiri gaya berbusananya, tergantung suasana dan tempat. Ia melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ia mengaku menyukai baju dengan warna cerah. 

“Ya ini. Coklat, kuning, oranye. Yang cerah. Mungkin ada orang kepikiran warna nenek kan biasanya abu-abu, entah biru. Kalau mami sih soal warna apa saja,” ungkapnya.

Kebiasaan berbusana ini ia lakoni setiap hari. Sejak pagi, Kartika sudah berbusana lengkap dan berdandan. Setelah itu, barulah ia beraktivitas di dalam maupun luar rumah.

“Saya merasa harus bersolek supaya anak-anak, atau cucu, siapa pun yang datang kalau lihat neneknya kok genit, gitu. Itu mami seneng gitu. Nggak mau tua di hari tua,” katanya sembari tertawa. (Fairuz Fildzah)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

25 Tahun Berkarya di Dunia Fesyen

Punya Pacar 20 Tahun Lebih Tua, Ini Kata Pete Davidson

“Tapi (perbedaan umur) ini tidak mengganggu kita kok. Tapi ya aku baru untuk urusan ini. Kalau kalian mau tahu tentang hubungan beda usia sialhkan tanya Leonardo DiCaprio, Jason Statham, Michael Douglas, Richard Gere….,” lanjut Pete Davidson yang menyebutkan sejumlah nama pesohor dengan hubungan berjarak usia lebih dari 20 tahun. (Rezka Aulia/Kapanlagi.com)