Bagaimana Menata Industri Pariwisata Indonesia yang Rentan Bencana?

Liputan6.com, Jakarta – Pariwisata di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Data World Travel and Tourism Council (WTTC) melaporkan bahwa Top-30 Travel and Tourism Countries Power Ranking yang didasarkan pada pertumbuhan absolut pada periode 2011 dan 2017.

Untuk empat indikator perjalanan dan pariwisata utama menunjukkan Indonesia berada pada nomor 9 sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia. Sedangkan China, Amerika Serikat, dan India menempati posisi tiga besar.

Untuk kawasan Asia, Indonesia berada di nomor ketiga setelah China dan India. Sedangkan untuk di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia terbaik diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand yang berada di nomor 12.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pariwisata Indonesia punya banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yaitu sektor pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar..

Pada 2019, pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN. Country Branding Wonderful Indonesia menempati ranking 47 dunia, mengalahkan country branding Truly Asia Malaysia (ranking 96) dan country branding Amazing Thailand (ranking 83).

Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia terus mengalami peningkatan sebesar 55 persen secara absolut, dari 2014 sebesar 9 juta, menjadi 14 juta pada 2017. Sektor pariwisata jadi penghasil devisa terbesar. Pada 2019, industri pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu 20 miliar dolar AS.

Dampak devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di sejumlah daerah, sektor pariwisata sudah mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan makin meningkatkan masyarakat sekitarnya. Contohnya, pengembangan pariwisata Danau Toba telah meningkatkan PAD Kabupaten Samosir naik 81 persen dalam kurun waktu 2016-2017.

Namun sayangnya, industri pariwisata Indonesia sangat rentan bencana dan kalau tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilis yang diterima Liputan6.com, bencana merupakan salah satu faktor yang sangat rentan mempengaruhi naik turunnya permintaan dalam industri pariwisata.. Beberapa kejadian bencana telah menyebabkan dampak industri pariwisata, mulai dari erupsi Gunung Merapi pada 2000 sampai tsunami di Selat Sunda pada Desember 2018 lalu.

2 dari 2 halaman

Risiko Bencana Bisa Dikurangi

Menurut Sutopo, hal itu menjadi menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Masih menurut Sutopo, mitigasi bencana harus ditempatkan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata.

Mitigasi dan pengurangan risiko bencana sebaiknya ditempatkan sebagai investasi dalam pembangunan pariwisata itu sendiri. Penataan ruang dan pembangunan kawasan pariwisata harus memperhatikan peta rawan bencana sehingga sejak perencanaan hingga operasional dari pariwisata itu sendiri selalu mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada.

Rencana pembangunan 10 Bali Baru atau 10 destinasi pariwisata prioritas yang akan dibangun yaitu Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, Mandalika, Morotai dan Labuan Bajo sebaiknya juga mengkaitkan mitigasi dan pengurangan risiko bencana sehingga daerah pariwisata tersebut aman dari bencana.

Faktanya 8 dari 10 daerah prioritas pariwisata tersebut berada pada daerah yang rawan gempa, dan sebagian tsunami. Ditambah lagi, investasi pengembangan 10 detinasi pariwisata prioritas dan kawasan strategis pariwisata nasional tersebut sangat besar yaitu Rp 500 triliun.

Koordinasi perlu dilakukan dengan berbagai pihak. Pentahelix dalam pembangunan pariwisata dan penanggulangan bencana yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha/usahawan, akademisi, masyarakat, dan media hendaknya didukung semua pihak.

Bencana adalah keniscayaan. Namun risiko bencana sebenarnya bisa dikurangi sehingga dampaknya dapat diminimumkan dengan upaya mitigasi dan pengurangan bencana. Di balik berkah keindahan alam Indonesia juga dampat menyimpan musibah terutama bagi dunia pariwisata kalau tidak dikelola dengan baik.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Fakta-fakta Baru Nan Mengejutkan Kasus Abu Tours

Jakarta – Sejumlah fakta baru nan mengejutkan terkait kasus Abu Tours terungkap dalam persidangan. Fakta itu mengungkap latar belakang manajer keuangan Abu Tours, Muhammad Kasim, hingga istri bos Abu Tours, Nursyariah, yang memiliki emas seberat 7 kg.

Hal itu terungkap dalam sidang dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang jemaah Abu Tours di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Rabu (16/1/2019). Duduk sebagai ketua majelis hakim Denny Lumban Tobing.

Berikut fakta baru yang terungkap dalam persidangan:

1. Manajer Keuangan Abu Tours Hanya Tamatan SD

Hakim Denny awalnya menayakan riwayat pendidikan Kasim dalam persidangan. Kasim menjawab bahwa dirinya hanya tamatan SD.

“Saya tamatan sekolah dasar, Pak Hakim,” kata Kasim di hadapan majelis hakim.

Kasim menuturkan dirinya sempat menjadi customer service pada 2014 sebelum diangkat menjadi manajer keuangan Abu Tours. Beberapa tahun kemudian, bos Abu Tours mengangkatnya sebagai manajer keuangan.

“Tahun 2016 saya diangkat dan mengurus keuangan dari Abu Tours,” kata dia.

Salah satu tugas utama Kasim sebagai manajer keuangan adalah mengajukan dana yang diminta oleh cabang-cabang Abu Tours untuk kegiatan operasional mereka. Dana ini diajukan kepada Hamzah Mamba. Namun, di luar dana operasional, Hamzah Mamba sendiri yang langsung berhubungan dengan orang-orang di cabang dan anak-anak perusahaan Abu Tours yang tergabung dalam Abu Corps.

Hal ini juga berlaku pada pembelian aset, seperti rumah. Kasim mengaku hanya bertugas melakukan transfer jika diminta Hamzah Mamba.

“Uang dari rekening Abu Tours ditransferkan ke rekening Hamzah Mamba,” ungkapnya.

2. Pekerjaan Pertama Bos Abu Tours Pelayan Kedai Piza

Fakta lain yang terungkap dalam persidangan tersebut adalah pekerjaan bos Abu Tours Hamzah Hamba sebagai pelayan kedai piza. Hal itu terungkap berdasarkan keterangan istri Hamba, Nursyariah, saat bersaksi di persidangan.

Nursyariah mengatakan, pada tahun 2003, Hamzah pernah bekerja sebagai pelayan piza di Makassar. Setelah itu, Hamzah membeli sebuah gerobak dan ditempatkan di sekitar Pantai Losari, Makassar. Gerobak ini pun menjual makanan dan minuman untuk masyarakat.

“Sejak dulu punya gerobak makanan dan minuman. Mertua saya juga jualan sop di Pantai Losari,” ujarnya.

Usaha Hamzah Mamba kemudian berkembang. Pada tahun 2006, dia mencoba peruntungan dengan pindah ke Jakarta. Di kawasan Cilandak, Hamzah berjualan es teler dan es kopi. Usahanya ini dia franchise-kan sehingga tersebar 400 gerobak di seluruh Indonesia.

“Lalu kami juga membuka rumah nakan di Yogyakarta pada tahun 2001 dan semua usaha kami berjalan lancar. Akhirnya kami punya rumah di wilayah Cinere,” kata Nursyariah dengan suara pelan.

Perkenalan Hamzah Mamba dengan dunia travel umrah saat keduanya berangkat ke tanah suci pada tahun 2012. Dari sana, Hamzah ditawari temannya untuk menjadi agen perjalanan umrah. Saat itulah, kata Nursyariah, Hamzah terjun ke bisnis umrah.

“2014 Baru pakai bendera sendiri. Sejak 2012 sudah berangkat dengan menggunakan travel lain,” sebutnya.

Fakta-fakta Baru Nan Mengejutkan Kasus Abu ToursFoto: Istri CEO Abu Tours, Nusyariah jadi tersangka dan ditahan (ist.)

3. Istri Bos Abu Tours Beli Emas 7 Kg

Sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang itu juga mengungkap fakta Nursyariah memiliki emas seberat 7 kg. Awalnya hakim Denny bertanya soal adanya trasnfer uang dari rekening Abu Tours ke pegadaian terkait angsuran emas.

“Itu ada transfer pembayaran untuk emas. Emas itu punya siapa?” tanya Denny kepada Nursyariah.

Nursyariah lalu menerangkan bahwa emas miliknya memang digadaikan oleh suaminya Hamzah untuk membantu keuangan Abu Tours. Oleh karennya, perusahaan Abu Tours yang membayarkan cicilan emas tersebut. Merasa janggal atas pernyataan itu, Denny kembali mencecar soal dari mana dia mendapatkan uang membeli emas tersebut.

“Tapi kan dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli emas yang jumlahnya banyak itu?” tanya Denny lagi.

“Saya beli emas-emas itu dari usaha saya sebelumnya Pak. Emas saya dua kg sudah ada sebelum Abu Tours,” jawab Nursyariah yang mengenakan rompi tahanan ini.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang menyebutkan beberapa transferan uang kepada Pegadaian untuk membayarkan cicilan emas. Dari sana lah terungkap bahwa jumlah emas miliknya sangatlah banyak.

“Ada beberapa kali transferan uang dan nilai emasnya mencapai sekitar 7 kg apakah benar?” tanya Nanang.

“Iya benar (emas saya), tetapi saya dapat dari sejak lama,” kata Nursyariah dengan tegas.
(knv/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dari Merapi hingga Selatan Sunda, Dampak Bencana Alam bagi Pariwisata

Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan pariwisata di Indonesia luar biasa pesat. Data World Travel and Tourism Council (WTTC) melaporkan bahwa Top-30 Travel and Tourism Countries Power Ranking yang didasarkan pada pertumbuhan absolut pada periode 2011 dan 2017 untuk empat indikator perjalanan dan pariwisata utama menunjukkan Indonesia berada pada nomor 9 sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia.

Dalam daftar tersebut, China, Amerika Serikat, dan India menempati posisi tiga besar. Untuk kawasan Asia, Indonesia berada nomor 3 setelah China dan India. Sedangkan untuk di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia terbaik di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya,.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yaitu sektor pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar. Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia terus mengalami peningkatan sebesar 55 persen secara absolut, dari 2014 sebesar 9 juta, menjadi 14 juta pada 2017.

Sayangnya, industri pariwisata sangat rentan terhadap bencana, apabila tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata. Bencana merupakan salah satu faktor yang sangat rentan mempengaruhi naik turunnya permintaan dalam industri pariwisata.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilis yang diterima Liputan6.com, beberapa kejadian bencana telah berdampak industri pariwisata, antara lain:

1. Erupsi Gunung Merapi (2010), telah mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan di beberapa obyek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai hampir 50 persen.

2. Bencana kebakaran hutan dan lahan pada Agustus sampai September 2015 menyebabkan 13 bandara tidak bisa beroperasi karena jarak pandang pendek dan membahayakan penerbangan. Bandara harus tutup, berbagai event internasional ditunda. Industri airline, hotel, restoran, tour and travel, objek wisata dan ekonomi yang di-drive oleh sektor ini pun terganggu.

2 dari 2 halaman

Turunnya Kunjungan Wisatawan

3. Erupsi Gunung Agung di Bali (2017) menyebabkan 1 juta wisatawan berkurang dan kerugian mencapai Rp 11 triliun di sektor pariwisata.

4. Gempa Lombok yang beruntun pada 2018 menyebabkan 100.000 wisatawan berkurang dan kerugian Rp 1,4 triliun di sektor pariwisata.

5. Tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 menyebabkan kerugian ekonomi hingga ratusan miliar di sektor pariwisata. Bencana menyebabkan efek domino berupa pembatalan kunjungan wisatawan sampai 10 persen.

Sebelum dilanda tsunami, tingkat hunian atau okupansi hotel dan penginapan di kawasan wisata Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung mencapai 80–90 persen.

Menurut Sutopo, hal itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Mitigasi, baik mitigasi struktural dan non struktural di kawasan pariwisata masih sangat minim. Mitigasi bencana harus termasuk salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata.

Penataan ruang dan pembangunan kawasan pariwisata sebaiknya memperhatikan peta rawan bencana. Dengan begitu sejak perencanaan hingga operasional dari pariwisata itu sendiri selalu mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada.

Bencana adalah keniscayaan. Namun Sutopo kembali menegaskan kalau risiko bencana dapat dikurangi sehingga dampak bencana dapat diminimumkan dengan upaya mitigasi dan pengurangan bencana. Di balik berkah keindahan alam Indonesia yang sangat menunjang sektor pariwisata, juga dapat menyimpan musibah jika tak dikelola dengan baik.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kata Para Pejabat Negara Tentang Turunnya Tarif Tiket Pesawat Domestik

Liputan6.com, Jakarta – Maskapai nasional yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah menurunkan tarif tiket pesawat rute penerbangan domestik sejak Jumat, 11 Januari 2019.

Hal ini terjadi setelah banyaknya keluhan masyarakat akan mahalnya harga tiket pesawat untuk rute domestik. Penurunan tiket pesawat kabarnya berkisar 20-60 persen. Lalu apa kata para pejabat negara tentang masalah tarif tiket pesawat yang menyita perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir ini?

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi sikap kedewasaan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang menurunkan tarif tiket penerbangan.

“Saya mengapresiasi INACA yang dewasa, memberikan satu cara agar masyarakat tidak resah,” ucap Menhub Budi kepada awak media di Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Menurut Menhub, untuk ke depannya harus melihat struktur biaya yang ada di maskapai yakni beban-beban yang harus ditanggung, seperti biaya “leasing” pesawat dan konsumsi bahan bakar avtur.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla juga ikut angkat bicara. Ia mengatakan penyebab kenaikan tarif tiket pesawat antara lain karena penyesuaian kurs mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, sehingga berpengaruh pada biaya perawatan dan pembelian bahan bakar.

“Kita juga tahu kalau mereka (maskapai) membayar (dengan) dolar, membeli pesawat dengan dolar, membeli avtur dengan dolar; tapi tarifnya (tiket) rupiah. Mau tidak mau harus ada beberapa penyesuaian secara bertahap,” tuturnya.

Penyesuaian tarif tiket pesawat tersebut harus dilakukan agar kegiatan operasional perusahaan penerbangan tetap berjalan di tengah penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah. Kalau tarif tiket pesawat tetap murah, lanjut JK, maka hal itu bisa berpengaruh pada lesunya industri maskapai sehingga berakibat pada bangkrutnya perusahaan penerbangan.

Dengan dampak tersebut, perusahaan penerbangan di Indonesia nantinya dapat dikuasai oleh maskapai tertentu saja, sehingga, hal itu kelak pun dapat berakibat pada kenaikan tarif tiket pesawat.

“Kalau nanti (ada) yang berhenti bagaimana? Tarif akan lebih tinggi lagi, kalau monopoli. Hati-hati juga, kita harus mempertimbangkan unsur itu, unsur kepentingan konsumen tapi juga memperhatikan unsur perusahaan,” kata JK.

2 dari 2 halaman

Pendapat Menteri Pariwisata

Pendapat lain diutarakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dilansir Antara, Senin, 14 Januari 2019, Luhut menyebut, sebagai regulator, pemerintah punya kewenangan untuk mengendalikam tarif penerbangan dengan aturan tarif batas atas dan bawah.

Dengan begitu, maskapai penerbangan tidak bisa bebas menentukan harga tiket pesawat terbang karena menyangkut kepentingan publik. “Kalau enggak diatur dan diregulasi, ya bubar nanti kita semua,” tukasnya.

Meski begitu, mantan Menko Polhukam itu memastikan, pemerintah tak akan menetapkan aturan mengenai batasan tarif yang akan membuat maskapai merugi. Ia mengatakan aturan diberlakukan demi kepentingan tidak hanya konsumen tetapi juga bagi perusahaan agar tetap beroperasi.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik penurunan tarif tiket pesawat domestik, karena biaya transportasi itu sangat menentukan orang akan datang atau tidak ke destinasi wisata

“Alhamdulillah. Sudah turun lagi. Saya belum cek hari ini, berapa besarannya. Tapi secara umum, yang diumumkan sekitar 20-60 persen dari tarif yang ada. Jadi sudah kembali,” ujarnya usai acara BRI Mandeh Run di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Arief mengatakan, penurunan tersebut terjadi karena mendengarkan masukan dari masyarakat. Kenaikan biaya tiket pesawat bisa dilakukan, asalkan perlahan-lahan dan tidak mendadak.

“Kita paham, di sisi lain, biaya operasional, terutama bahan bakarnya mahal. Itu dipahami oleh masyarakat, tapi kenaikan yang mendadak itulah yang kurang bisa diterima. Tapi sekarang, alhamdulillah sudah turun,” ujarnya tentang tarif tiket pesawat domestik.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Hotel Santika Premier Bintaro Sajikan Kuliner Spesial dari Penjuru Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk bertualang santapan lezat memanjakan lidah para pecinta kuliner. Di Januari ini, Hotel Santika Premiere Bintaro menawarkan sensasi kuliner dari penjuru dunia.

Ada juga ragam sajian Indonesia yang menggugah selera dan kaya akan rempah-rempah siap menambah khasanah kuliner bagi siapapun yang mencobanya. Hotel Santika Premiere Bintaro menyajikan aneka hidangan yang akan menjadi pamungkas dari ragam promo menarik Food dan Beverage yang dapat dinikmati di Kembang Sepatoe Restaurant, Terrace Café dan Room Service.

“Raise of Toast Special Buffet ini persembahan istimewa kita buat penyuka masakan dari berbagai penjuru dunia, hadir setiap Kamis di Restoran Kembang Sepatoe, dengan harga istimewa sudah termasuk Free Flow Juice, Iced Tea dan Coffee/Tea,” terang Soniya Ana, Public Relations Hotel Santika Premiere Bintaro, dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (14/1/2019).

Menu spesial lainnya dari hotel bintang empat ini adalah Artisan Wagyu Sirloin Carchoal yang merupakan Chef Suggestion di sepanjang Januari 2019. Rasanya sedikit pedas dan gurih, daging ayamnya empuk lengkap dengan gravy sauce, dan bisa dinikmati di Restoran Kembang Sepatoe maupun di Terrace Café, Pool Bar atau melalui Room Service.

Dengan harga istimewa, Anda sudah mendapatkan menu spesial lengkap dengan Crème Brulee sebagai hidangan penutup. Untuk minuman, ada Orange Spark, yaitu perpaduan Herbal Orange Juice, Mango Fruit, dan Passion Fruit yang pas sebagai pelepas dahaga saat bersantap.

“Ada juga promo Free Coffee and Tea yang masih terus dapat dinikmati saat momen-momen spesial berlangsung,” pungkas Soniya tentang paket kuliner spesial dari Hotel Santika Premiere Bintaro.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pelaku Ungkap Motif Pembunuhan Janda Rejang Lebong Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu – Jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu berhasil menangkap JM (33) yang diduga menjadi pelaku utama pembunuhan HL alias Lili (35) bersama dua putrinya MM (16) dan CR (12) pada Sabtu kemarin.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengatakan, JM ditangkap di salah satu penginapan di Kota Manna Ibu Kota Kabupaten Bengkulu Selatan. Saat ditangkap, JM sedang berupaya melarikan diri setelah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap para korban.

“Kita tangkap dini hari tadi,” tegas Kapolda di Bengkulu, Senin (14/1/2019).

Bersama pelaku, aparat berhasil mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp 519.000, STNK mobil Suzuki APV milik korban, kunci mobil korban, telepon genggam, dan perhiasan emas milik korban lengkap dengan nota pembelian dari toko emas.

Sebelum tertangkap di Kota Manna, pelaku sempat menginap satu malam di Hotel V di Kota Bengkulu. Pelaku berhasil kabur dengan menumpang salah satu mobil travel dan rencananya menginap di penginapan di Kota Manna untuk transit menuju Pulau Jawa.

“Kita identifikasi kemungkinan untuk mempersempit ruang gerak pelaku, akhirnya kita bisa tangkap,” ujar Kapolda.


2 dari 3 halaman

Motif Asmara

Tertangkapnya JM (35) menguak misteri terkait motif pembunuhan yang dilakukannya terhadap HL alias Lili (35) bersama dua putrinya MM (16) dan CR (12). JM ternyata merupakan suami ketiga dari korban Lili dan sudah bercerai sejak dua bulan yang lalu.

Menurut Kapolda Coki Manurung, pelaku sempat beberapa kali meminta rujuk kembali, tetapi selalu ditolak korban. Sebab, saat mereka menjalin hubungan rumah tangga, pelaku tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.

“Dia suami ketiga yang bercerai dua bulan lalu,” tegas Kapolda.

Tertangkapnya JM tidak lepas dari informasi yang disampaikan Jd (40) kerabat korban. Saat itu, saksi Jd melihat mobil Suzuki APV milik korban keluar dari rumah korban pada Senin subuh pukul 05.00 WIB.

Saat itu, dia melihat samar mobil yang keluar rumah. Sebab JM mengendarai mobil menggunakan kerudung atau selendang untuk menutupi kecurigaan warga.

“Informasi saksi Jamadi ini kami kembangkan dan melakukan penyisiran dan berhasil menangkap pelaku,” lanjut Kapolda.

3 dari 3 halaman

Terancam Hukuman Mati

Hasil pemeriksaan dan identifikasi awal, pelaku membunuh janda bersama dua putrinya di Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Dipastikan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan JM sudah direncanakan.

Kapolda Bengkulu Coki Manurung memastikan bakal menjerat pelaku dengan pasal berlapis yaitu 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. JM juga dijerat pasal lain yaitu Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain juncto Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

“Ancamannya hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” tegas Kapolda.

Jeratan pasal tersebut didukung alat bukti berupa kayu balok, sebilah pisau, tali charger telepon genggam dan bercak darah pada selendang yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pelaku juga mendatangi rumah korban yang berjarak 2 kilometer dengan berjalan kaki pada Sabtu dini hari.

Saat ini, pelaku sudah dibawa menuju Polres Rejang Lebong untuk diperiksa. Polisi juga akan memeriksa para saksi serta mengembangkan kasus ini jika memungkinkan ada keterlibatan pihak lain. “Sementara pelakunya baru satu orang saja,” kata Coki Manurung.

Layanan Operasional Sriwijaya Air Kini Diambil Alih Anak Usaha Garuda Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan di tahun-tahun mendatang, maskapai penerbangan Sriwijaya Air menjalin kerjasama dengan lima mitra strategis yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia.

Kerjasama ini secara resmi ditandatangani pada Senin, 14 Januari 2019 di auditorium kantor pusat Garuda Indonesia yang berada di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul mengatakan, kerjasama ini menjadi langkah strategis yang diyakini akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga sebagai upaya peningkatan efisiensi dan optimalisasi perusahaan.

“Dengan didukung oleh lima unit usaha Garuda Indonesia Group sekaligus, kami optimis tahun 2019 ini Sriwijaya Air dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Sejalan dengan itu, maka kami optimis dapat meraih hasil yang positif dari sisi bisnis maupun kontribusi kami dalam pengembangan dunia penerbangan Indonesia,” ucap Joseph Saul.

Setelah berjalan efektif, maka ke depan beberapa kegiatan operasional penerbangan Sriwijaya Air akan dikelola oleh para mitranya.

Terkait Ground Handling Service, ke depan Sriwijaya Air akan memberikan kepercayaan kepada PT Gapura Angkasa.

Dan untuk sisi pelayanan konsumsi penumpang serta penjualan souvenir selama penerbangan, Sriwijaya Air menunjuk PT Aerofood Indonesia atau lebih dikenal dengan Aero Catering Service (ACS) sebagai pengelolanya.

Disisi lain, PT Aerotrans Service Indonesia akan mengelola seluruh transportasi pilot beserta awak kabin Sriwijaya Air. PT Aero Globe Indonesia atau dikenal dengan Aerotravel akan menjadi distribution channel Sriwijaya Air dalam travel dan leisure.

Dan untuk yang terakhir yakni penanganan kargo, Sriwijaya Air akan mempercayakan operasionalnya kepada PT Aerojasa Cargo atau Aero Express.

Melalui kerjasama ini, ke depan Sriwijaya Air juga berharap dapat mengikuti langkah Garuda Indonesia yang memperoleh predikat Skytrax dalam hal layanan serta sertifikasi IOSA dalam hal safety.

2 dari 2 halaman

Garuda Pertimbangkan Ambil Alih Pengelolaan Operasional AirAsia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengaku mendapatkan tawaran dari AirAsia Indonesia untuk Kerjasama Operasi (KSO). Hanya saja, saat ini manajemen Garuda Indonesia masih mempertimbangkan hal itu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, pertimbangan yang tengah dilakukan adalah benefit apa yang diperoleh Garuda Indonesia jika kerjasama dengan AirAsia Indonesia.

“Ya mereka minta KSO dengan kita, tapi saya belum bicarakan detail. Kita akan kihat opportunity nya, kalarena AirAsia ini kuat di internasional, jadi kita support juga ke Citilink. Jadi kita terbuka,” kata Ari Askhara di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Jika KSO ini terwujud, nantinya akan menjadi kerjasama dengan maskapai untuk ke sekian kalinya bagi Garuda Indonesia setelah sebelumnya dengan Sriwijaya Air.

Grup Garuda Indonesia, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia, mengambil langkah strategis dengan mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Langkah strategis ini direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia (Citilink) dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSO tersebut telah ditandatangani pada 9 November 2018. Nantinya keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut.

“Kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen – komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara di Jakarta (14/11/2018).

Ari menambahkan bagi grup Garuda Indonesia, kerja sama joint operation ini, dapat memberikan dampak yang positif di antaranyaCitilink Indonesia dapat mensinergikan dan memperluas segmen pasar, jaringan, kapasitas dan kapabilitasnya, serta mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban grup Sriwijaya pada salah satu anak Perusahaan Garuda Indonesia.

Hidup Mewah, CEO Abu Tours Mengaku Digaji Rp 54 Juta/Bulan

Makassar – Bos Abu Tours Hamzah Mamba mengaku mengambil keuntungan 7 persen dari setiap penjualan paket umrah miliknya. Setiap bulannya dia juga mendapat gaji sebesar Rp 54 juta sebagai CEO Abu Tours.

Hal ini terungkap pada persidangan Abu Tours di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Senin (14/1/2019). Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan terdakwa Hamzah Mamba.

Pada sidang ini, Hamzah bercerita dirinya membangun Abu Tours sejak tahun 2012. Awalnya Hamzah bekerja sebagai agen umrah dan membuka usaha bisnis kopi pada tahun 2009 dan kemudian memahami berbisnis travel umrah.
Dihadapan sidang yang ketua majelis hakim, Danny Lumban Tobing ini, Hamzah mengaku mendapatkan jemaah sebanyak 1.891 orang di tahun 2012.

“Setiap bulan saya dapat 7 persen dari total jemaah yang mendaftar dari Abu Tours,” kata Hamzah.

Hingga tahun 2017, Hamzah berhasil mengumpulkan jemaah sebanyak kurang lebih 52 ribu orang dengan rata-rata harga antara Rp 15 juta untuk promo dan Rp 20 juta untuk reguler.

“Tahun 2017 keuntungan saya sekitar Rp 7 miliar per bulan. Namun ini dikurangkan dengan gaji karyawan saya,” ungkapnya.

Hamzah mengajui dengan paket promo murah yang dijualkannya, dia harus memberikan banyak subsidi. Pada tahun 2016, Hamzah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 400 miliar.

“Ini terjadi karena berubahnya kurs mata uang dan terjadi perang harga daripada agen travel sehingga saya harus mempertahankan harga,” ungkapnya.

“Jadi kerugiaan saya dari tahun 2016 hingga 2017 mencapai Rp 1 triliun,” tambahnya.

Hal inilah yang dianggap oleh Hamzah Mmaba sebagai salah satu penyebab mulai rontoknya perusahaan miliknya. Selain itu, keluarnya putusan Kementerian Agama (Kemenag) soal pencabutan izin Abu Tours membuat Hamzah kesulitan mencari dana segar.

Pada persidangan ini, Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang memberikan bukti baru dihadapan hakim bahwa gaji yang diterima Hamzah Mamba sebesar Rp 54 juta per bulan dan istrinya Nursyariah mendapatkan gaji sebesar Rp 32 juta per bulannya.

Dengan gaji di atas, ia bisa bergaya hidup mewah. Dari touring motor besar di Eropa, membangun rumah miliaran rupiah hingga mengembangkan bisnis ke segala sektor.

(fiq/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Garuda dan Astindo Capai Kesepakatan soal Komisi Travel Agent

Liputan6.com, Jakarta – Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda), Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) akhirnya menyepakati kebijakan perihal pembayaran komisi yang ditentukan Garuda terhadap para travel agent yang menjadi mitra perseroan.

Ketua Umum DPP Astindo Elly Hutabarat berharap, kesepakatan ini dapat memperbaiki hubungan bisnis antara Garuda dengan para travel agent-nya. Sebelumnya, ia menyatakan, pihaknya berulangkali telah menyampaikan keberatan atas rencana pemberlakuan penundaan pembayaran komisi ke travel agent.

“Astindo memilih untuk mengambil langkah berdiskusi dan bernegosiasi dengan Manajemen Garuda untuk mendapatkan win-win solution, hingga akhirnya Garuda selaku pembuat kebijakan, pada tanggal 10 Januari 2019 lalu telah menetapkan kebijakannya yang dapat diterima oleh para travel agent sebagai mitranya,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/1/2019).

Dia melanjutkan, hasil diskusi dan negosiasi tersebut membuahkan 4 kesepakatan yang bertujuan untuk memperbaiki ekosistem bisnis antara Garuda beserta travel agent. Antara lain:

1. Garuda tetap akan memberikan travel agent, service fee dan sales fee untuk penjualan tiket internasional dan service fee untuk penjualan tiket domestik. Besarnya sales fee tersebut akan diperoleh sesuai dengan pencapaian minimum penjualan yang telah ditargetkan Garuda kepada travel agent.

2. Garuda mengakomodir keberatan yang disampaikan Astindo, terutama mengenai pembayaran sales fee yang sedianya dibayarkan after segment flown berubah menjadi after ticket issued.

3. Garuda sedang mengajukan agar tidak ada minimum target penjualan untuk tiket domestik, sehingga setiap travel agent yang menjual akan tetap mendapatkan sales fee.

4. Garuda akan memfasilitasi pertemuan dengan Kementerian Keuangan dan BPK terkait dengan aturan tidak diperbolehkannya menambahkan service fee pada penjualan tiket yang dijual kepada instansi pemerintahan yang menjadi klien dari travel agent, mengingat margin dari penjualan tiket yang didapat travel agent relatif kecil ditambah periode pembayaran dari instansi pemerintahan yang cukup lama.

Adapun peraturan atas hasil kesepakatan tersebut berlaku setelah ada keputusan dari Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan Garuda dengan Astindo yang juga dihadiri asosiasi lainnya, yakni Asita.

Elly menyatakan, Astindo memberi masukan agar Garuda mengajak stakeholder-nya berdialog terlebih dahulu sebelum memutuskan kebijakan-kebijakan baru, sehingga dapat bersama-sama memutuskan yang terbaik di industrinya masing-masing.

“Kami berterimakasih kepada management Garuda yang membuka dialog dengan Astindo sebagai mitra dan tangan Garuda dalam memasarkan dan menjual produk-produk mereka,” ujar dia.

Penjelasan Lengkap Lion Air soal Tarif Bagasi hingga Rp 930.000

Jakarta – Beredar daftar tarif bagasi Lion Air pasca maskapai tersebut memutuskan menghapus bagasi gratis. Lion Air akan memberlakukan tarif bagasinya untuk penerbangan domestik.

Informasi yang beredar merincikan tarif bagasi Lion Air hingga Rp 930 ribu

Berdasarkan gambar yang diterima detikFinance, Jumat (11/1/2019), tarif bagasi untuk bobot 5 kilogram (kg) sebesar Rp 155 ribu, 10 kg Rp 310 ribu, 15 kg Rp 465 ribu, 20 kg Rp 620 ribu, 25 kg Rp 755 ribu, dan 30 kg Rp 930 ribu.

Pihak Lion Air memberi keterangan soal beredarnya informasi tersebut. Berikut ini penjelasan lengkap dari Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro secara tertulis kepada detikFinance, Jumat (11/1/2019):
Jadi kalau gambar tsb, Terkait dengan daftar harga bagasi (pre-paid baggage), bahwa struktur harga Lion Air dan Wings Air bervariasi.

Hal tersebut berdasarkan dengan rute dan jam penerbangan (flight hours). Untuk kapasitas (berat) disesuaikan kebutuhan pelanggan.

Lion Air dan Wings air menghimbau untuk menghubungi kantor perwakilan Lion Air Group terkait harga prepaid baggage. Bagi pelanggan yang akan membawa bagasi, dapat membeli pada saat dan setelah beli tiket, dengan maksimum sebelum enam jam sebelum keberangkatan, melalui agent travel, website resmi dan kantor perwakilan Lion Air Group.

Pada gambar informasi yang beredar, kami masih melacak sumbernya. Namun, utk struktur tersebut adalah kisaran untuk penerbangan dengan flight hours lebih dari 3 jam, seperti Jakarta – Gorontalo, Jakarta – Manado, Jakarta – Kupang.

(fdl/fdl)