Dapatkan Tiket Mudik Lebaran dengan Ragam Diskon di Blibli Travel Fest

Liputan6.com, Jakarta – Mendapatkan tiket saat mudik Lebaran bisa jadi sangat menantang. Padahal, pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga sudah jadi tradisi yang tak lepas dari perayaan Idul Fitri setiap tahunnya. Menjawab kegelisahan itu, Blibli.com kembali menghadirkan Blibli Travel Fest hingga 15 Maret 2019.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Liputan6.combeberapa waktu lalu, event ini menawarkan diskon Rp 30 ribu untuk pembelian tiket kereta api dan potongan harga dalam jumlah lain untuk pembelian tiket pesawat, hotel, tiket atraksi, serta paket umrah. 

“Bersamaan dengan dibukanya jalur mudik kereta, yaitu 90 hari dari waktu keberangkatan libur Idul Fitri, tanggal 5-6 Juni 2019, bulan Maret jadi waktu tepat untuk mempersiapkan liburan sekolah yang jatuhnya berdekatan dengan Lebaran, yaitu di periode 1-13 Juli 2019,” kata Head of Public Relations Blibli.com, Yolanda Nainggolan.

Sebanyak 356 kereta api reguler dan 50 kereta api tambahan telah dipersiapkan pihak Kereta Api Indonesia (PT. KAI) untuk moda transportasi Lebaran 2019. Pembelian tiket H-5 Lebaran atau keberangkatan 31 Mei 2019 telah dimulai di pada 2 Maret 2019.

Untuk H-4 atau keberangkatan 1 Juni 2019, tiket sudah bisa dibeli sejak 3 Maret 2019. Demikian selanjutnya hingga beberapa hari sebelum dan setelah Lebaran. Pembelian tiket kereta secara online akan semakin meningkat mulai H-10 hingga H-2.

Di samping menawarkan potongan harga menarik, Blibli Travel Fest juga menyiapkan undian berupa umrah untuk pembelian berbagai Product Travel di Blibli.com. Para pelanggan yang berbelanja di festival ini juga berkesempatan memenangkan undian program My Big Wish berupa gaji tambahan Rp 5 juta setiap bulan selama satu tahun penuh.

Pengalaman belanja yang nyaman dan memuaskan pun ditawarkan Blibli melalui fasilitas cicilan 0 persen, cicilan tanpa kartu kredit, produk berkualitas terjamin 100 persen orisinal, ragam cara pembayaran yang aman,  jaminan 15 hari pengembalian produk sejak diterima, dan dukungan customer care 24 jam/7 hari, serta bebas ongkos kirim, juga pengiriman cepat sampai.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mengantisipasi membludakanya permintaan tiket, PT Kereta Api Indonesia melakukan berbagai cara agar masyarakat bisa dengan nyaman membeli tiket terutama lewat online.

Cashback sampai Rp 5 Juta dan Ragam Penawaran Lain di Korea Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – Seiring penyebaran ragam kebudayaan Korea yang makin tak terbendung dari tahun ke tahun, minat kunjungan ke Negeri Ginseng kian menanjak. Melihat fenomena ini, Korea Tourism Organization (KTO) hendak memfasilitasi wisatawan lewat penyelenggaraan Korea Travel Fair 2019.

Bakal berlangsung di Laguna Atrium, Central Park Mall, Jakarta, pada 15-17 Maret 2019, event ini diukung penuh Kedutaan Republik Korea untuk Indonesia. KTO Jakarta juga menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra bank dan Sabre Travel Network jadi mitra Global Distribution System (GDS).

Empat maskapai yang berpartisipasi dalam travel fair ini adalah Asiana Airlines, Cathay Pacific, Korean Air, dan Thai Airways. Menambah kemeriahan penawaran, ada pula 10 agen wisata terbaik Korea pilihan KTO Jakarta.

Tak sampai di situ, Bank Mandiri sebagai bank partner resmi Korea Travel Fair 2019 pun telah mempersiapkan sejumlah penawaran menarik. Bagi calon wisatawan yang bertransaksi dengan Mandiri Kartu Kredit maupun Mandiri Debit, bisa memperoleh sederet keuntungan.

Beberapa di antaranya adalah cashback hingga Rp 5 juta, cicilan 0 persen hingga 12 bulan, diskon hingga 50 persen dengan fiestapoin, dan program #Spend&Get 2 tiket Ed Sheeran.

Di sini, calon wisatawan juga bisa mendapat ragam informasi tentang perjalanan kunjungan ke Korea yang akan dibantu pihak KTO. Di samping saat penyelenggaraan Korea Travel Fair 2019, info ini bisa didapat secara online lewat situs akudankorea.com.

Jadi, Anda mungkin bisa mencari tahu lebih dulu tentang tempat mana yang akan disambangi saat berada di Korea dengan menjelajah laman situs tersebut. Kemudian, menyiapkan tiket pesawat, hingga akomodasi yang memadai saat mendatangi Korea Travel Fair 2019. Mau?


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tiket Pesawat Garuda Indonesia Rute Jakarta-Nagoya Dijual di Japan Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – Makin banyak pilihan rute untuk bepergian ke Jepang dari Jakarta. Pasalnya, maskapai Garuda Indonesia menambah satu rute penerbangan lagi melengkapi rute Jakarta-Narita dan Jakarta-Haneda, yakni Jakarta-Nagoya.

Berlokasi di tengah Pulau Honshu, Nagoya menyimpan banyak destinasi wisata menarik. Salah satunya Istana Nagoya yang pernah didiami keluarga Tokugawa-Owari selama 17 generasi.

Dari berbagai sumber diketahui, istana tersebut disebut sebagai salah satu dari tiga istana terbaik di Jepang yang dibangun oleh Kato Kiyomasa. Dua lainnya adalah Istana Osaka dan Istana Kumamoto.

Penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Nagoya-Jakarta akan dimulai pada 23 Maret 2019 mendatang pada pukul 22.35 WIB. Rencana mendarat di Jepang adalah pukul 07.25 waktu setempat. Tiket dijual dari harga Rp 7,1 juta pp dan juga ditawarkan di arena Japan Travel Fair 2019 yang berlangsung di Mal Kota Kasablanka pada 1-3 Maret 2019.

Rute penerbangan akan dilayani empat kali seminggu, yakni Selasa, Jumat, Sabtu dan Minggu. Rute penerbangan itu akan menggunakan armada Airbus A330 dual class yang terdiri dari kelas bisnis dan ekonomi.

Dalam rilis yang disampaikan, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan diperkenalkannya rute penerbangan internasional Jakarta-Nagoya pp itu merupakan komitmen pengembangan jaringan penerbangan internasional. Prefektur Aichi tempat Nagoya berada dikenal sebagai salah satu kota industri dan manufaktur tersibuk di Jepang.

“Layanan penerbangan pada rute ini juga menjadi langkah positif perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar sektor penerbangan Jepang-Indonesia yang terus tumbuh dan semakin menjanjikan,” kata Ari pada 27 November 2018.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bank Mandiri Guyur Promo Menarik di Japan Travel Fair 2019

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebagai mitra resmi pendukung jalannya Japan Travel Fair 2019, persiapkan penawaran menarik bagi nasabah yang akan berlibur ke Jepang.

Hal ini dilakukan karena Jepang masih menjadi destinasi favorit bagi nasabah Bank Mandiri. Vira Widiyasari, Senior Vice President Credit Cards Group Bank Mandiri mengatakan, Bank Mandiri senantiasa memberikan penawaran menarik bagi nasabah yang bermimpi jalan-jalan ke Jepang.

“Jumlah transaksi kartu Mandiri di Jepang itu capai 37 persen pada tahun 2018. Karena banyak penggunanya, kami memutuskan untuk memberikan promo dan diskon kepada nasabah yang bermimpi berlibur ke Jepang,” ungkapnya di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Ada banyak keuntungan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit Bank Mandiri di pameran Japan Travel Fair 2019, di antaranya tiket dengan harga spesial dengan cashback hingga Rp 5 juta, program #spend&get hingga Rp 2 juta dan tiket Ed Sheeran.

Selain itu, cicilan 0 persen hingga 20 bulan, diskon hingga 50 persen dengan fiestapoin, Lelang Fiestapoin dengan Tiket PP ke Jepang dan masih banyak yang lainnya.

Japan Travel Fair 2019 ini diselenggarakan di Mal Kota Kasablanka dan mulai dibuka hari ini dan berakhir pada 3 Maret 2019.

2 dari 2 halaman

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 820 Triliun

Sebelumnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyalurkan kredit sebesar Rp 820,1 triliun sepanjang 2018. Jumlah tersebut tumbuh 12,4 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan, dari capaian itu, pembiayaan produktif perseroan tercatat sebesar Rp 558,7 triliun atau 77,71 persen dari portofolio.

“Kinerja ini pun kemudian berdampak pada kenaikan nilai aset konsolidasi perseroan menjadi Rp 1.202,3 triliun pada akhir tahun lalu,” kata Panji dalam acara paparan publik laporan keuangan, di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Senin 28 Januari 2019.

Panji menambahkan, peningkatan kredit produktif tercermin dari penyaluran kredit modal kerja (bank only) yang tumbuh 9,58 persen yoy menjadi Rp 334,12 triliun dan kredit investasi  yang mencapai Rp 224,6 triliun, naik 11,69 persen yoy.

“Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail, terutama kredit micro dan consumer,” ujar dia.

Dia mengungkapkan pada 2018, pembiayaan segmen korporasi Bank Mandiri mencapai Rp 325,8 triliun, naik 23,3 persen yoy. 

“Khusus ke sektor infrastruktur, Bank Mandiri membukukan kenaikan pembiayaan (baki debet) yang signifikan sebesar 29,3 persen secara yoy menjadi Rp 182,3 triliun, atau 63,9 persen dari total komitmen Rp 285,4 triliun yang telah diberikan,” ungkapnya.

Dari realisasi itu, penyaluran sektor transportasi tercatat sebesar Rp 39,5 triliun, migas dan energi terbarukan Rp 36,6 triliun, tenaga listrik Rp 34,0 triliun, konstruksi Rp 20,9 triliun, jalan Rp 15,9 triliun, telematika Rp 14,7 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota Rp 10,0 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 10,8 triliun. 

Sementara itu, kredit segmen retail perseroan tumbuh 10,52 persen yoy menjadi Rp 246,6 triliun. Khusus segmen mikro, perseroan telah memberikan kredit senilai Rp102,4 triliun, tumbuh 23,0 persen dari tahun sebelumnya.

“Adapun kredit konsumer yang disalurkan Bank Mandiri pada tahun lalu mencapai Rp 87,4 triliun, atau tumbuh 11,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar dia.  

Sebagai realisasi komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, sepanjang 2018 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 17,58 triliun, atau mencapai 100,11 persen dari target. 

“Secara kumulatif, hingga Desember 2018, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 65,91 triliun kepada lebih dari 1,25 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mandiri berkeinginan untuk menumbuhkan bisnis perseroan secara berkesinambungan dengan memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah, menjaga pertumbuhan biaya operasional serta penyaluran kredit yang lebih prudent baik di segmen Wholesale dan Retail,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Munas Alim Ulama NU Rekomendasikan Bisnis MLM Haram

Jakarta – Sidang Komisi Bahtsul Masail Waqiyyah di Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) merekomendasikan bisnis money game atau bisnis multi level marketing (MLM) haram hukumnya. Ada tiga alasan yang mendasari rekomendasi tersebut.

“Tiga unsur keharaman, tipu daya, tidak ada kejelasan akad yang dijalankan atau ada syarat yang menyalahi prinsip akad jual beli, ketiga motivasi transaksi tersebut adalah bonus bukannya barang yang dijual,” kata Koordinator Sidang Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah LBM PBNU, Asnawi Ridwan di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Sistem bisnis MLM merupakan salah satu topik yang dibahas dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU. Pembahasan mengenai hukum sistem bisnis MLM berlangsung sejak pukul 09.00-18.00 WIB.

Nantinya, rekomendasi sidang Komisi Bahtsul Masail Waqiyyah mengenai hukum bisnis MLM akan dibacakan pada sidang pleno untuk diputuskan. Asnawi juga mengimbau masyarakat agar tidak ikut terjun ke bisnis tersebut.

“Khususnya Nahdliyin dan umumnya masyarakat tidak lagi terperdaya oleh iming-iming money game. Sebab perusahaan ini menjalankan bisnisnya dengan iming-iming menggiurkan. Mudaratnya itu tipu daya,” ujar Asnawi.

Menurut Asnawi, jaringan bisnis MLM ini hingga kini masih ada di tengah-tengah masyarakat. Dia berharap pemerintah dan lembaga terkait bisa menindaklanjuti keputusan Komisi Bahtsul Masail Waqiyyah.

“Ada beberapa bisnis yang berbasis MLM tapi malah mendapat izin dari OJK. Kami sangat berharap agar tidak tebang pilih dan tumpul, aturan main yang disahkan harus diterapkan,” jelasnya.

“Harapan kami MLM harus ditutup, karena semua bisnis berbasis MLM ini sudah terlalu banyak korban. Termasuk kasus seperti travel yang dulu itu,” imbuh Asnawi.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan berakhir pada Jumat (1/3/2019). Rencananya, acara ini akan ditutup langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ulang Tahun ke-29, Sogo Bawa Suasana Jepang Lewat Hana Matsuri

Liputan6.com, Jakarta – Pada 1 Maret 2019, Sogo Indonesia tepat berusia 29 tahun. Menyambut ulang tahunnya, toko ritel dengan 18 cabang di seluruh Indonesia menggelar Japan Fair dengan mengangkat tema Hana Matsuri.

Sogo yang merupakan brand dari Jepang menjadi inspirasi utama tema perayaan tahun ini. Hana Matsuri merupakan ungkapan suka cita menyambut musim semi yang biasanya ditandai dengan menikmati bunga sakura yang sedang mekar.

Beragam aktivitas bertema tradisi Jepang bakal digelar selama Maret 2019. Bekerja sama dengan Japan Foundation, akan diadakan perangkaian bunga bersama Ikebana Ikenobo Indonesia, upacara minum teh atau cha-do, kaligrafi dan juga travel fair.

Khusus dalam program anniversary ini, pelanggan Sogo berkesempatan memenangkan 29 tiket perjalanan ke Jepang. Ada pula promo ‘All About 29’ yang pelanggan bisa membeli sejumlah produk dengan harga Rp 290 ribu.

“Kita sediakan semua barang sehingga customer tidak perlu ke Bangkok atau Singapura untuk membeli barang yang diinginkan. Kita juga berharap pemerintah bisa naikkan batas tax refund, seperti di Singapura jadi 100 dolar, Jepang 5.000 yen, atau London 50 poundsterling. Mudah-mudahan Indonesia jadi Rp 5 juta,” kata Presiden Direktur Sogo Indonesia, Handaka Santosa, Kamis (28/2/2019).

Tidak hanya program untuk para pelanggan, Sogo juga menggelar kerja sosial dengan menggelar donor darah hingga mengumpulkan donasi bagi Yayasan Tangan Harapan sebesar Rp 2,1 miliar. Donasi itu untuk mendukung Projet Pembangunan Rumah Belajar di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahja Widayanti berharap ritel bisa tetap berinovasi dengan menawarkan layanan belanja offline tetapi harga online. Kehadiran ritel penting untuk menyerap tenaga kerja karena 25 meter persegi bisa merekrut satu orang.

“Kita tahu teknologi informasi pengaruhi pola berbelanja masyarakat. Tetapi walau ada perkembangan teknologi, tapi konsumen perlu lihat kondisi barang itu sendiri,” ujarnya.

Dalam peluncuran Hana Matsuri ini, Sogo juga memberikan apresiasi kepada supplier maupun individu yang dinilai mampu mengembangkan produk Indonesia hingga dapat bersaing dengan produk internasional, melalui Sogo Kreatif Award.

Pada tahun ini, penghargaan itu dianugerahkan kepada Luire, brand karya Raden Sirait. Dalam 10 tahun bermitra dengan Sogo, penjualan Luire mencapai angka lebih dari Rp 11 miliar pada 2018, dari hanya Rp 50 juta saat penjualan perdana.

Koleksi Luire terdiri dari ladies wear dan moslem wear. Brand ini menggabungkan desain yang cantik dengan kain khas nusantara, seperti batik, tenun, dan songket.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kekar Seperti Aquaman, Ternyata Jeremiah Lakhwani Dulunya Pernah Gemuk

JakartaJeremiah Lakhwani cukup populer di media sosial. Di akun Instagramnya yang sudah mencapai lebih dari 35 ribu pengikut, panggilan ‘Aquaman Indonesia’ pun tersemat padanya. Badannya memang super kekar sih, ditambah rambut panjangnya, kesan macho pun dengan mudah membayanginya.

Penasaran dengan sosok yang punya sapaan akrab Jero ini? Tenang, detikHealth pun menghubunginya untuk mencari tahu soal transformasi yang ia lakukan. Jero menuturkan kisahnya dimulai sekitar 6-7 tahun lalu untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat.

“Justru mulai olahraga dan makan sehat karena pada saat itu kelebihan bobot berat badan alias gemuk, haha!” kisahnya pada kami.

Jero mengungkapkan bahwa ia mulai berolahraga dengan sungguh-sungguh pada kelas 1 SMA. Melawan rasa malas untuk berolahraga adalah hal pertama yang ia lakukan. Jero juga mulai mengurangi kebiasaan kebiasaan buruk yang bersangkutan dengan pola hidup sehat contohnya seperti tidur larut malam, makan makanan yang tidak sehat atau junkfood.

Semua hal yang ia lakukan bermuara pada badannya yang lebih kekar. Selain itu, perubahan positif lainnya juga mulai ia rasakan.

Gaya dan posturnya mirip Jason Momoa pemeran Aquaman.Gaya dan posturnya mirip Jason Momoa pemeran Aquaman. Foto: detikHealth

“Kalau yang berbeda dari sebelumnya tentunya yang pertama badan ya. Badan terasa fit dan tidak overweight lagi. Pake baju apa aja kelihatan bagus, hehe. Sebenernya bukan cuman badan tapi juga jiwa dan pikiran ikut sehat. Mensana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat juga terdapat jiwa yang kuat.”

Otomatis diet pun berubah total. Pria kelahiran Surabaya, 4 Oktober 1993 ini kini lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi juga mengatur porsi makan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Satu lagi, mengurangi konsumsi gula. Kalau soal olahraga, Jero sebenarnya suka dengan beragam jenis olahraga. Tapi untuk sekarang ini ia lebih menyenangi extreme sports, running dan fitness running.

Terakhir, detikHealth meminta satu kalimat yang paling menggambarkan sosok Jeremiah Lakhwani. Mau tahu jawabannya?

“Addicted to fight with adrenaline, sports freak, and travel junkie!”

Wah gokil, gokil! Kalau menurut kamu, kalimat apa yang paling pas untuk sosok ‘Aquaman Indonesia’ yang satu ini? Bagikan pendapatmu di kolom komentar ya!

Sama-sama macho dan kekar.Sama-sama macho dan kekar. Foto: detikHealth

(ask/up)

Alasan Unicorn Tumbuh Cepat di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Rudiantara menyebutkan, merupakan tugas pemerintah untuk mempermudah dari sisi regulasi untuk pertumbuhan unicorn di dalam negeri. 

Hal ini ia ungkapkan lantaran banyak kabar yang beredar, unicorn banyak didanai oleh pihak asing. Kata dia, unicorn justru membawa banyak kemudahan bagi hidup masyarakat.

“Unicorn itu cara baru untuk selesaikan masalah, kenapa startup di Indonesia tumbuh cepat karena mereka selesaikan permasalahan di masyarakat. Saya tanya, mau enggak gojek ditutup di Indonesia? Enggak? Mau pesen tiket harus ke travel biro karena tidak ada traveloka,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia menuturkan, pemerintah justru perlu mendukung keberlangsungan unicorn mengingat fungsinya sebagai alat yang mempermudah hidup banyak masyarakat.

“Teknologi ini bertindak sebagai enabler atau alat. Kita harus dorong startup di Indonesia karena muncul pemikiran-pemikiran baru, cara-cara baru,” ujar Rudiantara.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah perlu memfasilitasi kehadiran unicorn di dalam negeri.

“Juga pemerintah bukan hanya menerapkan laytouch regulation tapi juga fasilitasi dengan kembangkan 1.000 startup dengan ekosistem karena banyak anak muda jago teknologi. Kita fasilitasi properly bagaimana mereka bisa diakselerasi,” kata Rudiantara.

2 dari 2 halaman

Unicorn Selamatkan Investasi

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyebutkan investasi asing ke unicorn menyelamatkan iklim investasi asing di Indonesia secara keseluruhan.

“Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal yang deras masuk ke dalam unicorn  juga banyak ke start up lainya maka investasi internasional turun, bukan naik,” kata Thomas dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Dia mengungkapkan, arus modal masuk ke ekonomi digital berasal dari dua sektor yang menyelamatkan investasi internasional menjadi naik. Pertama, adalah e – commerce kemudian yang kedua adalah smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian logam.

“Jadi, saya tentunya terimakasih atas trend ini. Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal deras yang masuk ke dalam unicorn dan juga ekonomi digital, investasi global itu malah turun loh,” ujar dia.

Dia melanjutkan, investasi untuk unicorn menjadi sorotan sebab memiliki valuasi yang cukup besar. 

Selain itu, unicorn juga dinilai sangat membantu dalam mengembangkan roda perekonomian masyarakat. Banyak kemudahan yang ditawarkan dan dinikmati oleh masyarkat luas dengan kehadiran unicorn tersebut.

“Nah saya ini selalu mengingatkan, kita harus melihat, tak hanya kuantitas investasi, tapi juga kualitas investasi. Kita kejar target, kita harapkan nilai besar. tapi juga berkualitas tinggi,” ujarnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pengusaha Ramai-ramai Tolak Ide Sandi Soal Wisata Halal Bali

Denpasar – Wacana Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengembangkan wisata halal di Bali menuai kontra dari kalangan pengusaha pariwisata. Para pengusaha wisata menyebut akan sulit mengganti branding Bali sebagai pariwisata budaya menjadi wisata halal.

“Sama, kita di Asita juga sangat menggarisbawahi bahwa Pariwisata Bali itu sudah punya identitas yang sangat khas dan unik yaitu pariwisata budaya. Budaya inilah magnetnya. Bali bisa mendunia seperti sekarang ya karena daya tarik budayanya bukan yang lain,” kata Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel (ASITA) Bali, I Ketut Ardana lewat pesan singkat, Selasa (26/2/2019).

Ardana mengaku senada dengan penegasan Bali sebagai destinasi wisata budaya yang didengungkan Pemerintah Provinsi Bali. Dia berharap Bali tidak dipaksakan untuk mengembangkan wisata halal.
“Indonesia ini sangat kaya dan besar. Silakan kembangkan pariwisata model lain di daerah lainnya sesuai dengan potensi alamnya. Untuk Bali semakin kuat budayanya, semakin kita bisa lestarikan budaya itu semakin tertarik wisatawan untuk datang dan berlibur di Bali,” ujarnya.

Ardana juga tidak yakin untuk mengubah mindset Bali sebagai destinasi budaya menjadi wisata halal. “Pasti sulit, budaya harga mati itu,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana. Dia menyebut pasar wisata halal di Bali masih kecil.

“Secara obyektif market sharenya masih kecil buat Bali untuk halal food ini. Subyektifnya dapat membiaskan branding wisata budaya, ” ucapnya.

Adnyana juga pesimistis pengembangan wisata halal di Bali ini bisa diterima wistawan mancanegara. Malah, dia menduga wacana ini bakal menuai polemik.

“Lebih banyak menjadi polemik di market dibandingkan supportnya. Selama ininkan sudah jalan juga, dan tidak pernah jadi masalah, ” cetus Adnyana.

Usul mengembangkan wisata halal itu disampaikan Sandiaga saat kampanye di Bali. Cawapres nomor urut 02 itu menuturkan ceruk pasar wisata halal sangat menggiurkan.

“Prabowo-Sandi fokus untuk memberdayakan UMKM, meningkatkan kewirausahaan dan di Bali sendiri pariwisata kita harapkan pariwisata akan lebih baik dan multiplayer-nya banyak sekali kepada UMKM. Salah satunya juga pariwisata halal, banyak potensinya, dan sekarang banyak diambil oleh Bangkok, Thailand,” kata Sandiaga di Hotel Alkyfa, Jl Pura Demak, Pemecutan Klod, Denpasar, Bali, Minggu (24/2).

“Kita ingin Bali, Indonesia secara umum juga ngambil potensi pariwisata halal yang konon kabarnya di atas Rp 3.000 triliun potensinya. Ini sangat luar biasa potensinya kalau bisa kita ambil untuk gerakan ekonomi di Bali,” sambung pasangan Prabowo Subianto itu.

Heboh! Siswa SD Nyanyi Lagu Prabowo-Sandi, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/asp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mimpi Kiki Gumelar Mencokelatkan Indonesia

Liputan6.com, Garut – Kiprah panganan cokelat dodol (Chocodot) asal Garut, Jawa Barat ini memang terus berkibar. Berasal dari rintisan usaha kecil menengah (UKM) skala rumahan, produk cokelat ini terus berkembang mengepakan sayap hingga luar pulau Jawa, bahkan luar negeri.

Mimpinya mencokelatkan makanan khas Garut dan Indonesia, tengah dirintis dalam rencana Kiki Gumelar (38) saat ini. Bahkan pengusaha muda asal kota intan ini, berhasrat  mampu menghasilkan produk cokelat, sebagai bahan makanan khas kota-kabupaten di Indonesia, oleh-oleh khas setempat.

“Modal uang itu bukan segalanya, tapi yang mahal itu ide dan inovasi, intinya coba dulu berusaha jangan banyak mikir,” ujar dia sambil tersenyum, membuka obrolan hangatnya dengan Liputan6.com di kantor pusat PT Tama Cokelat Indonesia, Garut, beberapa waktu lalu.

Menggunakan stelan jas hitam, plus kaos oblong di dalamnya. Dandanan necis Kiki memang seolah menunjukan semangat usaha, generasi muda milenial saat ini.

Saat pertama kali memasuki ruangan kerjanya, sebuah tulisan besar ‘Chocolate, Travel, Dreams, Chocodot World the Office’, langsung menjadi tagline utama, di ruangan yang dibalut dengan mayoritas serba cokelat tersebut.

Tak ketinggalan deretan prestasi dan penghargaan berlabel nasional yang berhasil ia sabet, nampak tertata rapi seolah menjadi pendamping setia, di ruang kreasinya yang mungil dan bersih tersebut.

Menurutnya, kesuksesannya selama ini merupakan karunia terbesar Tuhan, sebagai ganjaran dari setiap ide gila dan perjuangannya selama ini, dalam membesarkan Chocodot, sebagai makanan khas baru warga Garut.

Meskipun usahanya mulai banyak dijiplak, namun dalam obrolan ringan dan hangat tiga hari yang lalu, ia tak pelit berbagi pengalaman mengenai awal mula rintisan Chocodot dimulai.

Sedih, pedih hingga sukses seperti saat ini, ia sampaikan tanpa beban sambil disisipi guyon dan banyolan khas sunda, hingga banyak pesan dan motivasi bagi generasi muda untuk dicontoh.

2 dari 5 halaman

Merangkak dari Dasar

Menurut Kiki, rintisan Chocodot berawal dari hobi masa kecil yang doyan cokelat. Beruntung dari hobi itu, ternyata dia memiliki bakat alami mengolah cokelat secara otodidak, menjadi produk makanan enak nan lezat.

“Saya ada teknik terbaru juga mengolah cokelat, saya juga pernah menjadi konsultan cokelat di salah satu perusahaan di Bekasi,” ungkap Kiki.

Saat itu, niatan membuka usaha secara mandiri muncul saat menjadi kepala cabang perusahaan di Yogyakarta pada 2009 silam. Di provinsi istimewa itu, minat masyarakat terhadap panganan cokelat cukup tinggi.

“Kebetulan mamah membawakan oleh-oleh dodol, pas lagi ngolah cokelat, eh salah satu dodolnya masuk ke dalam adonan cokelat, kok enak ya,” ujar dia sambil tersenyum lebar, mengenang awal mula kolaburasi cokelat dan dodol dipadukan.

Gayung bersambut, rencana itu mendapat sokongan keluarga terutama Yusuf, paman sekaligus orang pertama yang selalu mengompori Kiki untuk membuat produk cokelat dodol.

“Namanya saat itu ada dua pilihan Chocodot dan chocodol, tapi dua duanya sudah kita kita daftarkan ke HAKI,” ujar dia.

Akhirnya, dengan modal pas-pasaran sokongan keuangan keluarga sebesar Rp 17 juta, Kiki memberanikan diri untuk membuka sebuah gerai Chocodot di jalan babakan Selawi, saat itu. “Itu sebenarnya modal buat kuliah adik saya, saya pinjam dulu ke mamah,” ujarnya sambil tersenyum.

Agar produknya cepat menyebar, berbagai even pameran tanpa malu dan ragu, ia ikuti dari satu tempat ke tempat lainya dengan penuh semangat, hingga akhirnya produk mereka mulai mendapat perhatian masyarakat.

“Saya bersyukur pas pertama ikut pameran dagang, produk kita habis semua, ini mungkin petunjuk produk kita disukai,” ujarnya.

Dasar milik tidak jauh ke mana, di sela-sela salah satu pameran yang tengah diikuti, Kiki mengaku kedatangan seorang pengunjung emak-emak dari Jakarta.

Ia nampak tertarik mencicipi produk chocodot dan merekomendasikannya, sekaligus mengajak ikut pameran di JCC Jakarta secara gratis.

“Ternyata di sana (JCC Jakarta) juga responnya bagus sekali, kita kaget sekaligus bersyukur,” kata dia.

Dari situlah, awal mula produk chocodot akhirnya berkembang. Jika awal mula produksi cokelat hanya 20 kilogram per hari, saat ini di pabriknya yang terletak di jalan otista, Taogong Kaler, Garut, produksi mencapai 1 ton lebih per hari. “Ada sekitar ratusan produk cokelat yang kami produksi,” ujarnya.

3 dari 5 halaman

Kaya Ide dan Inovatif

Sejak pertama kali dirintis 2009 lalu, kehadiran produk Chocodot seolah memberikan alternatif belanja oleh-oleh Garut. Selain kemasan yang nyeleneh dan unik, juga rasa yang ditawarkan selalu up to date alias kekinian mengikuti selera pasar, terutama segmen utama kaula muda.

“Dulu pertama kali launching ada sekitar 25 rasa yang kita jual, mulai cokelat rasa pedas, cokelat rasa galau dan lainnya,” ujar Kiki mengenang awal rintisan pertama saat menjajakan barang dagangannya di kota Garut.

Namun bukan Kiki namanya jika hanya puas dengan satu produk, ia terus berinovasi dengan tampilan kemasan chocodot yang semakin ciamik, termasuk peningkatan kualitas rasa cokelat yang terus berevolusi.

“Pokonya ada ide dan gagasan, saya langsung terapkan, jangan pernah takut mencoba,” ujar dia mengingatkan generasi muda.

Ia tak sungkan mencontohkan beberapa produk chocodot yang kurang sukses di pasaran, meskipun memiliki rasa unik dan khas. “Dulu ada cokelat rasa peuyeum, ada cokelat rasa bandek, bajigur, bahkan cokelat rasa abon, kurang diminati pasar, ya bagaimana lagi, tapi kita sudah mencoba,” ujar Kiki menerangkan.

Waktu pun berputar, produk chocodot yang awalnya hanya puluhan, kini sudah mencapai 350 varian rasa dengan kemasan semakin kece dan menarik. Tak ayal penghargaan IKM Ovop Bintang 5, berhasil disabet tahun lalu.

Capaian ini terasa istimewa, sebab penghargaan tertinggi dari pemerintah untuk produk khas dalam negeri itu, diperoleh tepat beberapa bulan menyambut pesta ’10 magical years’, menandai 10 tahun kiprah mereka di belantika industri panganan khas cokelat dalam negeri.

“Alhamdulillah itu berkat kerjasama semua pihak, atas capain kami selama ini membangun negeri,” kata dia.

Menurut Kiki, diraihnya predikat IKM OVOP (one village one product) bintang lima yang langsung diserahkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat itu, merupakan kerja keras semua bagian di PT Tama Coklet Indonesia.

Bahkan sebagai bentuk eksistensi perusahaan, festival Choconation yang merupakan pesta terbesar se tanah air, sudah menjadi agenda wajib perusahaan sejak tiga tahun terakhir.

Rencananya kegiatan itu bakal dijadikan agenda tahunan kalender wisata Indonesia dibawah koordinasi Kementerian Pariwisata, mulai tahun depan.

Kini seiring berjalannya waktu, bagi anda yang belum sempat ke Garut, jaringan galery Chocodot telah menyebar di Bali, Jogjakarta, Jakarta, dan Bandung. “Kita sudah melakukan eksport juga ke India,” kata dia.

Kiki bersyukur, meskipun produk chocodot terbilang lokal, namun soal kualitas boleh diadu. Tak ayal dengan penghargaa itu, perusahaannya mendapatkan kemudahan dari pemerintah dalam mendistribusikan produk hingga mancanegara.

“Kita dua kali ikut pameran coklat dunia di Paris, Perancis, kemudian pameran agricultura di Maroko, Korea Selatan, hingga Hongkong,” papar Kiki bangga menjelaskan kemudahan produknya menjelajah dunia.

4 dari 5 halaman

Wisata Edukasi Cokelat

Selain puluhan gerai yang tersebar di Garut dan luar kota, Kiki pun membuat terobosan membangun museum cokelat kelas dunia di Garut. Meskipun sejak lama Garut dikenal sebagai kota dodol, namun kehadiran museum ini bak oase bagi pengunjung yang datang.

Mereka bisa menyaksikan ragam produk cokelat dengan kemasan uniknya di sana. Termasuk menyaksikan cara mengolah cokelat, sambil mengetahui pengetahuan sejarah cokelat dunia hingga sampai di Garut. “Tentu mereka bisa belanja sepuasanya di sana,” ujar Kiki.

Chocodot World, demikian nama museum itu merupakan salah satu museum cokelat terbesar tanah air, dan satu-satunya di Jawa Barat saat ini. Kiki menyatakan, kehadiran museum itu diharapakan menjadi alternatif menarik hiburan keluarga.

Di sana, pengunjung bakal mendapatkan informasi seputar cokelat dunia, termasuk perjalannya sampai hingga kota Garut. “Garut itu adalah kota pertama di Indonesia dibangunnya pabrik cokelat terbesar di tanah air,” ujar dia.

Tidak hanya itu, untuk memanjakan mata pengunjung, pengelola museum sengaja membuat satu bangunan replika Candi Cangkuang berukuran raksasa setinggi tiga meter, berbahan dasar Cokelat. 

Replika ini memang cukup unik, selain pengerjaannya yang harus telaten, juga replika candi berbahan 1,7 ton cokelat itu bisa dijadikan spot selfi keluarga sambil berlanja di sana.

Tidak hanya itu, di atas bangunan seluas 1.000 meter persegi itu, ada beberapa replika lain, seperti domba Garut, patung, dan lain-lain, yang seluruhnya terbuat dari cokelat.

5 dari 5 halaman

Semangat Kolaborasi

Selain hobi cokelat, kegemarannya traveling ke berbagai kota dan daerah di Indonesia, termasuk luar negeri, membawa berkah tersendiri bagi dia. “Saya dari setahun paling hanya tiga bulan di Garut, sisanya jalan-jalan cari ide dengan traveling,” ujar Kiki bangga.

Dari jalan-jalan itu, ia kerap menemukan ide makanan baru, untuk segera diaplikasikan saat kembali ke tanah kelahirannya di Garut.

“Kebetulan sekarang ada tim kretif khusus, jadi kita tinggal sampaikan,” ujarnya. 

Menurutnya, keunikan dan kekhasan makanan Indonesia di tiap daerah, kerap menjadi inspirasi dalam setiap produk chocodot yang ia ciptakan. “Dulu ada chocodot rasa jogja, dan rasa daerah lainnya, ternyata responnya bagus,” kata dia.

Menurutnya, pola kemasan produk dengan menjiplak nama daerah atau kota lain, mampu menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mengingatkan mereka agar tertarik menikmati produk olahannya. “Pengunjung kan bertanya ada produk chocodot nama daerahnya gak, dan lainnya,” ujar dia.

Namun bukan hanya itu, kecerdikan Kiki melihat potensi makanan khas Indonesia yang cukup beragam, menjadi inspirasi didirinya dalam menghasilkan produk baru yang enak dinikmati.

“Memang konsepanku berbeda, misal cokelat rasa kopi, atau rangginang rasa cokelat, banyak lah, lihat saja nanti,” kata dia.

Bahkan saat melakukan umroh bersama orang tua, Kiki sempat terlintas untuk mengkolaburasikan kurma, makanan khas arab, dengan cokelat. “Bagaimana kita buat cokelat kurma atau Cokor,” ujar dia sambil tersenyum riang.

Untuk itu, ia berharap ragam kekayaan makanan lokal Indonesia, bisa dikolaborasikan dengan cokelat menjadi oleh-oleh khas daerah setempat.

“Nanti kita buat cokelat rasa Makassar, cokelat rasa lainnya sesuai makanan khas daerahnya,” kata dia.


Simak juga video pilihan berikut ini: