HEADLINE: MRT Jakarta, Ikon Baru yang Terwujud Setelah Penantian 34 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tampak semringah. Tiba di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 20 Februari 2019 pukul 10.30 WIB, JK dan rombongan langsung naik kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus. Sepanjang perjalanan, JK tampak menikmati moda transportasi baru Ibu Kota ini.

Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JK tak hanya menjajal rasanya jadi penumpang. JK yang mengenakan batik panjang dan bertopi hitam itu juga duduk di kursi masinis saat kereta kembali menuju Stasiun Bundaran HI.

“Sistem ini cocok kalau untuk Jakarta, (karena) penduduknya 10 juta. Pokoknya 10 tahun minimum 200 kilometer harus jadi, baru Jakarta akan bersaing sebagai kota metropolitan,” ujar JK usai mencoba moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Ratangga atau MRT Jakarta memang belum beroperasi secara reguler, namun terus melakukan uji coba setiap harinya hingga diresmikan pada akhir Maret mendatang. Uji coba itu pun belum bisa mengikutkan warga Ibu Kota.

“MRT baru beroperasi penuh antara tanggal 24 Maret dan 31 Maret. Minggu depan uji coba penuh (full trial run), tapi masih belum bisa melibatkan publik. Publik baru bisa mencoba tanggal 12 Maret dan harus mendaftar melalui website MRT,” terang Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamalludin kepada Liputan6.com, Jumat (22/2/2019).

Usai melakukan pendaftaran, nantinya masyarakat akan mendapatkan quick response (QR) code atau bukti pendaftaran yang perlu dicetak. Bukti itu nantinya perlu dibawa pada saat mau menjajal naik MRT. Masyarakat yang ingin naik Ratangga secara gratis itu pun tak dibatasi oleh kuota.

Selama masa uji coba tersebut, lanjut dia, masyarakat yang akan menggunakan MRT tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis. Di sisi lain, jumlah kereta yang disediakan masih dibatasi karena belum diluncurkan secara resmi.

“Nanti prosedurnya masih kita susun, dan batas (jumlah masyarakat) masih kita tentuin, kemudian aksesnya dari stasiun mana dulu. Ini juga belum langsung serempak 13 stasiun langsung full pelayanan, kan masih belum bayar, masih gratis, makanya kita atur dulu,” jelas Muhammad Kamalludin.

Pada Fase I ini, MRT Jakarta memiliki 13 stasiun. Tujuh di antaranya adalah stasiun layang yang berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Jika sudah beroperasi penuh dan semua stasiun telah dibuka untuk melayani jalur perjalanan sepanjang 15,7 kilometer, pihaknya meyakini Ratangga bisa membawa 130 ribu penumpang setiap harinya. Namun, bukan hanya jumlah penumpang yang menjadi perhatian PT MRT Jakarta, melainkan adanya perubahan budaya warga Ibu Kota.

“Kita tentunya ingin mengembangkan budaya mengantre dengan tertib dan teratur, untuk kemudian beralih ke moda lain seperti bus umum dan kendaran pribadi maupun online di tempat yang sudah ditentukan secara disiplin,” ujar Muhammad Kamalludin.

Hanya saja, dia belum mengetahui tarif atau ongkos yang akan dikenakan bagi penumpang Ratangga nantinya. “Tarif akan diumumkan Pemprov DKI,” pungkas dia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta. Dia menyebutkan, kajian tarif MRT Jakarta bakal dihitung berdasarkan jarak per kilometer.

“Tinggal diumumkan, sebelum data lengkap saya tidak akan umumkan (angkanya),” kata Anies saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta mengajukan tarif jarak terjauh, Stasiun Lebak Bulus-Hotel Indonesia sebesar Rp 13 ribu. Usulan tarif ini sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk diputuskan.

Angka tersebut berasal dari kajian tentang kesanggupan masyarakat membayar ongkos perjalanan MRT. Hasilnya, masyarakat akan membayar Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama. Sedangkan untuk rute selanjutnya, formulasi biaya yang dibebankan adalah Rp 700 per kilometer.

Sementara pada peninjauan November tahun lalu, Presiden Jokowi memperkirakan tarif perjalanan menggunakan Ratangga paling tinggi Rp 9.000.

“Tarifnya Rp 8.000 sampai Rp 9.000,” kata Jokowi di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

2 dari 3 halaman

Melayang Bisa, Masuk Terowongan Ayo

Mimpi buruk warga Jakarta akan kemacetan yang setiap hari terpampang di depan mata agaknya bakal segera berkurang. Mulai Maret mendatang, Jakarta akan memiliki sistem transportasi mass rapid transit (MRT) yang diharapkan pemerintah menjadi langkah pertama menghapus kemacetan di Ibu Kota.

Sarana transportasi yang kini juga populer dengan istilah Moda Raya Terpadu itu diyakini bakal membuat warga pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan MRT Jakarta. Alasannya, moda ini bebas macet, cepat dan modern.

“Inilah saatnya untuk mengubah Jakarta. Inilah saatnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan bebas dari kemacetan,” kata Direktur MRT Jakarta William Sabandar, beberapa waktu lalu.

Ucapan William tak main-main. Ada tiga moda transportasi berbasis rel yang akan mengepung Jakarta di masa depan. Yakni kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT) dan MRT. Ketiga moda transportasi dengan sarana kereta tersebut diharapkan mampu melayani mobilitas warga Ibu Kota dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memangkas kemacetan.

Meski terkesan sama, ketiga moda ini punya beberapa perbedaan baik dari perlintasan, kapasitas penumpang, dan rangkaiannya. LRT atau kereta api ringan, misalnya, mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Meskipun MRT dan KRL memiliki daya angkut lebih besar, LRT dapat memindahkan penumpang melalui operasi rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang sehingga tidak memiliki konflik sebidang yang sering ditemukan di lintasan KRL. Karenanya, headway atau jarak antarkereta dapat dipastikan waktunya.

Sedangkan commuter line atau KRL yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925 merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya. KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali mengalami konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. Hal ini yang kerap menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.

Kemudian MRT yang merupakan transportasi dengan transit cepat dan memiliki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Perlintasannya dibuat melayang dan bawah tanah, sehingga meminimalisir pertemuan dengan konflik sebidang sama halnya dengan LRT.

Ketika tahap pertama mulai beroperasi pada Maret mendatang, 14 rangkaian kereta MRT akan digunakan untuk layanan harian mulai pukul 05.00 pagi hingga tengah malam. Sementara dua lainnya tetap disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Rute ini membentang sejauh 15,7 kilometer antara Lebak Bulus di pinggiran selatan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Lebak Bulus adalah lingkungan perumahan yang padat penduduk. Dengan transportasi umum lainnya, dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menempuh perjalanan menuju Bundaran HI. Tetapi, dengan MRT waktu perjalanan akan menjadi satu jam lebih pendek atau hanya sekitar 30 menit.

“Kita bersama-sama mencoba MRT dari Bunderan HI sampai di Lebak Bulus sepanjang 16 KM. Ini uji coba terus dan saat tadi kita naik dengan kecepatan 60 km per jam, suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar, menurut saya sangat bagus sekali,” puji Presiden Jokowi usai menjajal MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga memaparkan spesifikasi teknis moda yang diberi nama Ratangga ini. Dia mengatakan, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta.

Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta atau gerbong memiliki 2 unit penyejuk ruangan.

Satu rangkaian kereta nantinya terdiri dari 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car. Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor.

Dengan semua keunggulan itu, MRT ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Paling tidak menurut Presiden Jokowi, moda transportasi jenis ini akan terus digeber di kota-kota lain yang memiliki problem serupa dengan Ibu Kota.

“Memang harus berani memulai seperti di sini. Jakarta sudah memulai. Palembang memulai. Nanti Bandung mulai, Surabaya mulai, Medan mulai. Saya kira memang transportasi massal ini adalah masa depan transportasi kita untuk menghindari kemacetan di kota mana pun,” ujar Jokowi.

Pertanyaan sekarang, apakah proses pembangunan moda MRT di kota-kota lain juga akan memakan waktu yang lama seperti di Jakarta?

3 dari 3 halaman

Mimpi Habibie yang Terwujud di Era Jokowi

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)​.

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar Yen.

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh. Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI direncanakan meresmikan moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur Anies Baswedan itu pada Maret mendatang.

Namun, Ratangga dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI bukanlah akhir mimpi Jokowi. Dia juga sudah meminta agar tahun ini juga pembangunan MRT Jakarta tahap kedua, yakni rute Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan (Ancol) segera dimulai. Demikian pula pembangunan MRT koridor East-West.

“Kita harapkan nanti pada tahapan kedua, HI sampai ke Ancol. Tahun depan plus kita harapkan yang East-West,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa 6 November 2018.

Jadi, selamat datang Ratangga dan Jakarta yang makin modern.

Kemenhub Ambil Alih Proyek MRT di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi berencana mengambil alih proyek transportasi massal cepat atau Mass Rapid Transportation (MRT) dan LRT (Light Rapid Transit) di Surabaya yang gagal diwujudkan Wali Kota Tri Rismaharini.

Untuk mewujudkan rencana pembangunan trem tersebut, Budi menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Surabaya, Kamis, 21 Februari 2019, terkait pengembangan perkeretaapian di Provinsi Jawa Timur.

Maksud dari FGD ini digelar, kata Budi, untuk meminta masukan dari beberapa pemegang kebijakan dan warga.

“Kita, perencanaan ini, kita tidak melupakan aspirasi masyarakat lokal. Kami perlu masukan perumusan,” kata Budi usai FGD.

Proyek MRT dan LRT ini sendiri, lanjutnya, sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mendukung aglomerasi Kota Surabaya dan sekitarnya.

“Surabaya sebagai kota kedua terbesar, yang menurut hemat saya masih belum terlambat untuk membuat perencanaan kembali yang sangat baik,” kata Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi berharap, konsep yang keluar nantinya, bisa jadi contoh untuk kota-kota lain di luar Kota Pahlawan.

“Kami tidak akan ngomong langsung apa, namun silahkan diskusi,” ucap dia.

Yang pasti, masih kata Budi, pihaknya tidak akan mengindahkan konsep atau perencanaan yang dibuat Wali Kota Risma sebelumnya terkait trem untuk Surabaya.

“Biarkan masyarakat bicara, sebab transportasi masal merupakan suatu pilihan dan bukan suatu keniscayaan,” ucap dia.

Selebihnya, Budi meminta agar dalam perencanaan proyek transportasi massal di Surabaya ini, juga mengajak swasta. Sebab, katanya, peran swasta harus dipikirkan.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang turut hadir di acara FGD Menhub ini, mengatakan bahwa perencanaaan untuk jangka panjang, perlu adanya perluasan. Tidak hanya berkutat di Surabaya saja.

“Yang menjadi pertanyaan, Surabaya, Megapolitan mau dibawa ke mana? Kalau kita melihat Surabaya ini kan crowdednya luar biasa,” kata Emil.

Kalau Surabaya sudah mentok, lanjutnya, ekonomi gak bisa tumbuh. Perekonomian harusnya tidak terhenti hanya di satu kota saja.

“Ekonomi Jatim siapa yang mau dorong kalau Surabaya sudah padat dan terhenti?” tanya suami pesohor Arumi Bachsin ini. 

 

 

2 dari 2 halaman

Demi Pertumbahan Ekonomi

Maka, tandas Emil, perekonomian di Jawa Timur harus tumbuh merata di setiap daerah. “Di sini kami melihat konsep Gerbangkertasusila atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan, jadi perlu segera direalisasikan,” ucap dia.

Seperti diketahui, proyek trem di Kota Surabaya ini merupakan mimpi Risma sejak 10 tahun silam, ketika masih menjabat kepala Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota).

Namun, di sisa dua tahun jabatannya sebagai wali kota, rencana proyek yang diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun dan dibahas mulai 2016, itu berakhir kandas.

“Ada (proyek trem), karena aku sudah ndak bisa kan! Aku tinggal dua tahun (sisa masa jabatan sebagai wali kota),” katanya kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, 10 Desember 2018 lalu.

“Karena kalau transportasi, kalau massal, itu konstruksinya di atas dua tahun. Dua tahunlah paling cepat, jadi nggak mungkin aku,” sambung dia.

Sebagai gantinya, Risma mengalihkan angkutan massal tersebut ke armada bus. “Yang paling mudah itu pakai bus. Iya, kita pakai bus. Tapi kalau untuk yang trem, itu nggak bisa,” tegas dia. 

 

Reporter: Moch. Andriansyah

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

  

Keunggulan-Keunggulan MRT yang Akan Mulai Beroperasi Maret 2019

Liputan6.com, Jakarta – Mass Rapid Transit (MRT) merupakan moda transportasi baru yang akan mulai beroperasi awal Maret 2019. Transportasi berdaya angkut besar ini ditargetkan bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga mengurangi angka kemacetan.

Selain itu, sistem pembayaran MRT nantinya juga akan terintegrasi dengan angkutan lainnya, misalnya Transjakarta dan Commuterline.

Lantas apa saja keunggulan MRT yang akan bisa segera dinikmati dalam waktu dekat ini: 

2 dari 5 halaman

1. Kecepatan

MRT Jakarta fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus dapat ditempuh dalam waktu singkat. Penumpang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menempuh jarak sepanjang 16 kilometer. 

Pada saat uji coba, kereta melaju dengan kisaran kecepatan 100 kilometer per jam saat berada di bawah permukaan tanah, dan 80 kilometer per jam di atas permukaan tanah.

Tak hanya didukung dengan kecepatan laju kereta, rangkaian kereta MRT pun muncul setiap 10 menit sekali, dan rencananya dijadwalkan berangkat setiap lima menit sekali saat jam sibuk. Hal ini bisa menghindari pengguna layanan MRT dari keterlambatan.

Fase pertama ini nantinya akan melewati 13 stasiun. Di antaranya Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, hingga stasiun akhir Lebak Bulus.

3 dari 5 halaman

2. Tarif MRT ditetapkan Pekan Depan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penetapan tarif Mass Rapid Transit (MRT) akan dilakukan pada pekan depan. Penetapan tarif ini adalah kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta selaku pemilik PT MRT Jakarta.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. Menurut dia, penetapan tarif akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sebelum MRT beroperasi.‎‎

“Nanti Pemprov yang akan menentukan, sedang digodok oleh Pemprov. Jadi nanti biar saja yang mengumumkan.‎ Sebelum pengoperasian sudah harus diumumkan,” ungkap dia.

Uji coba transportasi ini akan dilakukan awal Maret dan akan mulai beroperasi pada bulan Maret pula. Diperkirakan harga tiketnya berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 13.000 untuk rute terjauhnya.


4 dari 5 halaman

3. Rute Baru Akan Mulai dikerjakan

Setelah MRT fase I yang menghubungkan Bundaran HI-Lebak Bulus selesai dibangun dan segera beroperasi,  pembangunan MRT fase II, III dan IV akan segera dikerjakan.

MRT fase II nantinya akan menghubungkan Bundaran HI-Kampung Bandan. MRT fase III akan menghubungkan Cikarang-Balareja, sedangkan MRT fase IV masih belum diketahui rutenya.

Pembangunan fase II akan dimulai pada Maret 2019, menyusul pengoperasian MRT fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus. Kemudian pembangunan MRT fase selanjutnya akan menyusul dalam dua tahun mendatang.

Jadi buat kamu yang butuh mobilisasi dalam waktu cepat tidak perlu khawatir karena bisa segera menggunakan kereta MRT Maret mendatang. (Dewi Larasati)

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Siap-siap! Akan Ada ‘Hujan Salju’ di Bekasi

Jakarta

Ini bukan hoax. Tinggal beberapa hari lagi Anda bisa mencoba pengalaman baru bermain salju asli di Bekasi. Bahkan, Anda bisa mengalami langsung rasanya berada di tengah badai salju! Anda tidak akan merasa di Bekasi, melainkan seperti di Eropa!

Tunggu saatnya dan rasakan pengalaman unik dan menyenangkan ini hanya di Trans Studio Snow World di Transpark Juanda, Bekasi. Ajak seluruh keluarga untuk merasakan lembutnya butiran-butiran salju asli yang dibuat dengan mesin khusus, bukan dari es biasa seperti di wahana sejenis lainnya.

Trans Studio Snow World merupakan wahana salju terbesar dan pertama yang menggunakan salju asli di Indonesia. Tentu banyak yang bisa Anda dan keluarga lakukan di sini. Dari membuat bola salju, membuat boneka salju, berseluncur dengan snow board, bermain snow ball, atau naik kereta gantung.


Satu lagi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah menikmati pengalaman langka dan tak terlupakan, yaitu hujan dan badai salju di negara tropis.

Fasilitas Serba Spektakuler

Trans Studio Snow World hanyalah satu dari sekian banyak fasilitas spektakuler yang disediakan oleh Transpark Juanda Bekasi, superblok terbaru besutan pengembang properti papan atas negeri ini, Trans Property. Trans Property adalah anak usaha dari Trans Corp yang dibangun oleh pengusaha anak negeri, Chairul Tanjung.

Berikut ini fasilitas spektakuler untuk Anda nikmati di Transpark Juanda, Bekasi yang berada di atas lahan seluas 5,8 hektare.

Sky Garden

Siap-siap! Akan Ada 'Hujan Salju' di BekasiSky Garden (Foto: dok. Transpark Juanda)

Sky Garden adalah sebuah ruang terbuka hijau yang terdapat di “angkasa”, tepatnya di lantai 16 pada tiap-tiap tower. Bisa dimanfaatkan untuk berolahraga sambil menikmati segarnya udara. Ajak seluruh keluarga bersantai di sini menjelang malam, dan siap-siaplah berdecak kagum menyaksikan keindahan kota Bekasi dalam view 360 derajat!

Private Waterpark

Private Waterpark adalah fasilitas yang bisa Anda nikmati secara gratis seumur hidup bersama seluruh keluarga. Anda tinggal memilih wahana dan permainan untuk dinikmati, dari water slide, yaitu seluncuran yang meliuk-liuk dari atas menara, water pool atau kolam ombak, wave pool, water gun, dan lazy river. Transpark Juanda adalah apartemen pertama di Bekasi yang menyediakan waterpark gratis seumur hidup untuk penghuninya.

Transpark Mall

Untuk memuaskan hasrat berbelanja Anda, ada Transpark Mall yang bisa jadi solusinya. Mall modern pertama di Bekasi Timur yang berkonsep lifestyle ini menyediakan beragam kebutuhan harian, dari fashion, perkakas rumah tangga, home-living, barang-barang elektronik, hingga kuliner. Dengan brand-brand terbaru yang tersedia di sini, Anda tak akan pernah ketinggalan tren dan tetap tampil gaya.

Masih banyak fasilitas pendukung yang juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain. Mulai dari pusat perkantoran, fasilitas pendidikan seperti London School Public Relation (LSPR), fasilitas kesehatan dan olahraga, hotel berbintang, hingga pusat hiburan Trans Studio.

Investasi Potensial

Banyaknya fasilitas, pengembang terpercaya, lokasi strategis, adalah faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam memilih hunian. Ditambah, tentu saja, kemudahan mendapatkan akses transportasi publik sehingga membantu mobilitas penghuninya.

Transpark Juanda Bekasi sudah mempertimbangkan hal ini dengan mengembangkan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD) seperti yang diserukan pemerintah. Stasiun Bekasi Timur hanya berjarak sekitar 100 meter, akses tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat tidak jauh dari lokasi, begitu juga stasiun LRT dan halte busway TransJakarta.

Dengan semua fasilitas dan kemudahan tersebut, Anda bisa mendapatkan unit apartemen di Transpark Juanda Bekasi mulai harga Rp 350 juta. Bonusnya, Anda akan mendapat prospek nilai investasi yang sangat potensial.

Siap-siap! Akan Ada 'Hujan Salju' di BekasiTranspark Mall (Foto: dok. Transpark Juanda)

Nah, tak perlu menunggu lebih lama. Puaskan hati Anda dengan mendapatkan informasi tentang Transpark Juanda Bekasi ke Marketing Gallery, Jl. Ir. H. Juanda No. 180, Margahayu, Bekasi Timur 17113, Jawa Barat.

Selain itu Anda bisa menghubungi nomor telepon 021-82691999, WhatsApp ke nomor 087880691999, atau kunjungi www.transpark.co.id, Facebook transpark, dan Instagram @transpark_official. Informasi lebih lengkap Transpark Juanda Bekasi bisa Anda saksikan juga di program Trans Luxury Living di Trans TV (Sabtu, 23/2/2019) dan Trans 7 (Minggu, 24/2/2019) pukul 08.00 WIB.

(adv/adv)

Mentan Lepas Ekspor Manggis dan Beri Bantuan untuk 10 Ribu Petani Milenial

Liputan6.com, Sukabumi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan dalam acara Apresiasi Kementerian Pertanian Terhadap Kinerja Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2/2019).

Amran menjelaskan, Indonesia merupakan negara eksportir manggis dan menempati peringkat ke-lima dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara, seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sementara itu, nilai ekspor 2018 mencapai Rp 474 miliar, naik 778 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 54 miliar.

“Ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu poin pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkatkan karena added value dinikmati petani,” ucap Amran, saat melepas ekspor manggis sebanyak 92 ton yang nilainya mencapai Rp 2,76 miliar.

Menilik data BPS, imbuhnya, hasil kerja keras Kementan dalam mengurus ekspor komoditas pertanian secara keseluruhan dari 2016 hingga 2018 naik 29 persen. Nilai ekspor 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, sedangkan pada 2018 angkanya naik menjadi Rp 499,3 triliun.

“Kemudian ada yang menarik jarang terekspor, yakni kurun waktu empat tahun terakhir, Produk Domestik Bruto sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tahun 2014 sebesar Rp 906,1 Triliun dan di 2018 meningkat menjadi Rp 1.460 triliun, sehingga naik kurang lebih Rp 470 sampai Rp 500 triliun,” kata Amran.

Menurutnya, akumulai kenaikan PDB sektor pertanian 2014 hingga 2018 adalah Rp 1.370 triliun, lebih dari separuh APBN per tahun. Dengan demikian, terjadi kenaikan PDB sektor pertanian yang sangat tajam selama pemerintahan Jokowi-JK.

“Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung. Di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian,” ujar Amran.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan bahwa pada 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp 448,127 milyar. Dari jumlah itu, ekspor manggis yang berasal dari kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 milyar.

“Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam acara sama, Anggota DPR RI, Dewi Asmara mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian di pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik.

“Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri. Petani Sukabumi pada sejahtera,” kata dia.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, mengaku optimis terhadap ekspor hortikultura, khususnya manggis. Sesuai arahan Amran untuk mendorong ekspor, upaya yang dilakukan adalah mendorong kawasan sentra manggis terbesar, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Banten untuk meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis 2019 ada sekitar 211 ribu batang.

“Dan bersama Badan Ketahanan Pangan membina packaging house, sehingga memenuhi standar ekspor. Bibit manggis pun sudah disiapkan dalam jumlah besar,” ujarnya.

Suwandi melanjutkan, pengurusan dokumen ekspor benih hortikultura sudah cepat.

“Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Amran juga menyalurkan bantuan kepada petani dan santri milenial berupa bantuan domba untuk 40 kelompok ternak, masing-masing 25 ekor. Juga 4.00 ekor bibit ayam berikut pakan 8 ton, obat-obatan dan vitamin untuk Kelompok Usaha Bersama santri milenial Pondok Pesantren Nurul Huda. Selanjutnya, bibit ayam 567.950 ekor untuk 11.359 rumah tangga miskin (RTM), bantuan berupa mangga, durian dan manggis 500 pohon, aneka benih sayuran dan 150 unit pengemasan untuk pengembangan kawasan fasilitasi pasca panen dan pengolahan, serta benih pala dan kelapa. Diberikan pula bantuan berupa traktor roda dua, cultivator, dan pompa air.

Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, serta lebih dari 10.000 petani dan santri tani milenial.



(*)


Kunjungi Dhani di Rutan Madaeng, Fadli Zon Soroti Over Capacity

Surabaya – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon selama dua jam lebih kunjungan kerja (kunker) di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo dan sekaligus mengunjungi Ahmad Dhani. Fadli Zon prihatin melihat kondisi Rutan Medaeng.

“Saya keliling melihat semua tempat yang over capacity luar biasa. Kalau saya disini, ini over capacity hampir 500 persen, yang harusnya untuk 550 orang menjadi 2779 orang. Ini luar biasa menurut saya, tapi ini terjadi dimana-mana,” kata Fadli Zon usai kunker di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Rabu (20/2/2019).

Fadli Zon menjelaskan para tahanan yang menghuni Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, didominasi perkara narkoba, kemudian disusul oleh pidana umum. Selain itu jumlah tahanan dan petugas perbandingannya jauh.

“Lebih dari 1700-an perkara narkoba, selebihnya pidana umum. Petugas juga relatif tidak terlalu banyak dibanding jumlah orang ini. Sehingga rasionya 1 banding 120-an, petugas juga hanya 129 orang,” ungkap Fadli Zon.
Selama mengelilingi 10 blok yang ada di dalam Rutan Klas I Surabaya, Medaeng. Fadli Zon mengaku melihat tahanan yang tidur dengan cara bergantian.

“Hampir 10 blok saya lihat semua, yang jelas ada soal tidur. Mereka harus bergantian untuk tidur. Kondisi ini harus kita selesaikan bersama,” ujar Fadli Zon.

Wakil Ketua Partai Gerindra tersebut, juga menyoroti besaran tunjangan kesehatan untuk tahanan di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng yang hanya Rp 98 juta pertahun. Menurutnya tunjangan kesehatan tersebut terlalu kecil dan tidak cukup.

“Kalau ini ada yang sakit diantara 2779 gimana. Karena ini sebagai transit rumah tahanan, banyak orang keluar dan masuk, seminggu masuk 100, dan keluar sebagian,” ungkap Fadli Zon.

Prihatin dengan kondisi Rutan Klas I Surabaya, Fadli meminta semua pihak untuk memikirkan over kapasitas tahanan. Ia meminta ke depan ada pemikiran untuk perkara narkoba agar bisa dibedakan perkara administratif dan pidana.

“Sebenarnya menurut ahli hukum, sebenarnya ini perkara administratif, bagaimana ada mekanisme lain, bekerja sosial denda atau memang ad rumah tahanan khusus narkoba yang terpisah,” ujar Fadli Zon.

Saat ditanya selama keliling Blok di Rutan Medaeng, apakah sempat melakukan pertemuan khusus? Fadli mengaku sempat ketemu diblok yang dihuni Dhani.

“Sempat ketemu sepintas saja, saya tanya proses hukumnya bagaimana,” ujar Fadli Zon.
(iwd/fdu)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Proyek MRT Bundaran HI-Kampung Bandan Mulai Dibangun Maret 2019

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan Mass Rapit Transit (MRT) fase II rute Bundaran HI-Kampung Bandan akan dimulai pada Maret 2019. Hal ini menyusul pengoperasian MRT fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus pada bulan depan.

Usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau MRT fase I, Budi Karya melihat pembangunan yang dilakukan cukup memuaskan. Oleh sebab itu, pembangunan MRT fase II bisa mulai dilakukan.

“Ya tadi disampaikan Pak Wakil Presiden satu pekerjaan yang baik, cukup memuaskan. Oleh karenanya kita akan segera membangun tahap II. Operasi dari tahap I ini akan kita lakukan pada bulan Maret. Dan kita harapkan sebelumnya tahap II ini segera dimulai,” ujar dia di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dia mengungkapkan, untuk fase II yang menghubungkan Bundaran HI-Kampung Bandan diharapkan pembangunannya mulai dilakukan pada Maret 2019.

“Kita lagi finalisasi. Tahap II desain sudah semuanya, kita tinggal groundbreaking. Kita tender sudah juga. Groundbreaking kita harapkan bulan depan,” kata dia.

Sementara untuk MRT fase III akan menghubungkan Cikarang-Balaraja. Fase ini akan dimulai pembangunannya dalam 2 tahun mendatang.‎

“Tadi ada pembicaraan untuk melakukan pembangunan di tahap III, tahap IV lebih cepat dan Wakil Presiden mengundang kita untuk rapat rencana rencana ke depan. Tahap II dari HI sampai ke Ancol, itu kira-kira 14 km. MRT Tahap III 78 km dari Cikarang ke Balaraja. Baru tahap IV belum tahu lokasinya,” tandas dia.

2 dari 3 halaman

Menhub: Tarif MRT Ditetapkan Pekan Depan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penetapan tarif Mass Rapit Transit (MRT) akan dilakukan pada pekan depan.

Budi mengungkapkan masalah tarif ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta selaku pemilik dari PT MRT Jakarta, pengelola MRT.

“Tarif kewenangannya Pemda DKI,” ujar dia di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Hingga saat ini tarif tersebut memang belum ditetapkan. Namun demikian, diperkirakan pada pekan ini sudah ada penentuan tarif oleh Pemda DKI Jakarta, ‎

“Belum ditetapkan. Mungkin minggu depan ditetapkan,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. Menurut dia, penetapan tarif akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sebelum MRT beroperasi.‎‎

“Nanti Pemprov yang akan menentukan, sedang digodok oleh Pemprov. Jadi nanti biar saja yang mengumumkan.‎ Sebelum pengoperasian sudah harus diumumkan,” ungkap dia.

Namun dia belum bisa memastikan apakah nanti akan ada tarif promosi pada awal pengoperasian moda transportasi massal tersebut.‎‎”(Tarif promosi)‎ Belum tahu. Uji coba di Maret, operasi di Maret juga,” tandas dia.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Dirut BCA: Jangan Menggebu, Penyaluran Kredit Harus Prudent

Liputan6.com, Jakarta – Ulang Tahun BCA yang ke-62 tampaknya akan menjadi ajang promosi besar-besaran untuk nasabah. Pasalnya, BCA benar-benar berniat melonjakkan pertumbuhan kredit rumah.

Selain memberi bunga KPR rendah 5,62 persen fixed, akan ada lagi banyak bonus seperti paket promo lain dengan bunga sampai 7,62 persen per tahun, tergantung masa pembayaran.

Meskipun begitu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja mengaku tak berharap banyak pada perputaran kredit di Kuartal I 2019.

“Kalau awal-awal begitu, ya, credit cycle kan begitu. Makanya untuk kuartal I ini tidak menekan cabang untuk menggebu-gebu cari kredit. Mengalir saja,” ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta (29/02/2019).

Jahja mengungkapkan bahwa meskipun bunga naik, permintaan akan selalu ada. Untuk target sendiri, dia tidak bisa memasang terlalu tinggi. Dia yakin, dengan membiarkan siklus kredit berjalan dengan perlahan, target akan tercapai.

“Kalau untuk target, nah, filosofinya ya itu tadi, kredit itu natural saja, prudent. Buktinya tahun kemarin target 9 persen, ternyata hasilnya 15 persen, kan. Itu karena meskipun bunga naik, permintaan akan selalu ada, kebutuhan orang terhadap rumah baru selalu ada,” pungkasnya.

BCA memberikan promo yang menarik agar masyarakat dapat memiliki rumah dengan pembiayaan yang mudah dan murah. Jahja juga mengaku akan melakukan kontrol terhadap perputaran kredit di tahun 2019 ini.

“Nanti kan dilihat, bulan ke-3, ke-4, kalau permintaan meningkat artinya kita harus genjot cari kredit,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Berburu Penawaran Menarik di Singapore Airlines-BCA Travel Fair 2019

Singapore Airlines (SIA) kembali bermitra dengan Bank Central Asia (BCA) menyelengarakan Singapore Airlines-BCA Travel Fair 2019 pada 15-17 Februari 2019 di Gandaria City Mall, Jakarta.

Di sini, Anda bisa mendapat berbagai keuntungan, termasuk tiket pesawat terbang dengan harga spesial ke berbagai destinai populer dalam jaringan rute penerbangan Singapore Airlines seperti Singapura, Bangkok, Guangzhou, Hong Kong, Mumbai, New Delhi, Osaka, Paris, Perth, Seoul, dan Wellington.

“Pelanggan akan merasakan produk terbaru kami seperti layanan (penerbangan) non-stopmenuju New York, Los Angeles, dan San Fransisco, serta destinasi yang dilayani pesawat A350-900 Medium-Haul seperti Adelaide dan Jakarta,” kata General Manager Singapore Airlines Indonesia Alan Lim saat konferensi pers di Gandaria City Mall, Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019. 


Penawarannya berupa tiket Singapura Rp 1,6 juta PP, Hong Kong Rp 3,5 juta PP dan Paris Rp 11 juta PP. Harga ini sudah termasuk pajak dan bagasi. Bagi setiap pemegang kartu kredit SIA-BCA, pembelian tiket kurang dari Rp 5 juta akan memperoleh cashback Rp 700 ribu, sementara pembelian lebih dari Rp 5 juta membuat Anda berhak mendapat cashback Rp 1,5 juta. 

Juga, 3x Kris Flyer miles, dan cicilan 0 persen. Namun, tiket yang sudah di pesan tidak bisa dikembalikan dan di-reschedule, kecuali ada alasan di luar kuasa penumpang seperti visa yang ditolak. Selain di Jakarta, acara Singapore Airlines-BCA Travel Fair 2019 ini juga diselenggarkan di Surabaya dan Bali. 

Melalui kemitraan dengan Changi Airport Group, Singapore Airlines bakal menyediakan Changi Dollar Vouchers (CDV) di luar voucher senilai 20 dolar Singapura yang diterima saat transit di Bandara Changi, khusus bagi anggota Kris Flyer.

Sementara, selama penerbangan, banyak hiburan dan aneka kuliner spesial yang bisa dinikmati. Pesawat A350-900ULR bahkan dilengkapi modern satelit Panasonic Avionic. Bagi member Kris Flyer, Anda akan memiliki akses ke 200 jam tambahan konten liburan selama penerbangan.

Anda juga dapat menyimpan, serta melanjutkan konten, membuat playlist, menyesuaikan prefensi di my Krisword untuk penerbangan selanjutnya dan menikmati Wi-Fi berkecepatan tinggi.

Bagi pelanggan yang melakukan pembelian tiket selama pameran, Anda akan menerima tas perlengkapan Singapore Airlinesvoucher belanja, Wi-Fi, dan banyak keuntungan lain dari mitra pendukung. (Indah Permata Niska)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Isu Liar Gestur Karding Dikaitkan Gaya Jokowi Pegang Kuping

Jakarta – Foto Wakil Ketua Tim Kampamye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding yang menggunakan handy talkie (HT) di lokasi debat capres kedua jadi perdebatan. Penggunaan HT itu dikaitkan dengan Jokowi yang memegang telinga dan diisukan memakai earpiece atau alat penyuara telinga. Seperti apa penjelasannya?

Perdebatan soal earpiace dan HT itu ramai di media sosial. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai sebaiknya isu tersebut segera diluruskan.

“Kami tidak ingin ini menjadi isu dan fitnah kepada Pak Jokowi bahwa beliau pakai wireless earphone untuk mendengar jawaban. BPN nggak ingin ini jadi fitnah ke Pak Jokowi. Saya sarankan TKN supaya segera mengklarifikasi ini, supaya tidak jadi fitnah dan isu liar. Masak, incumbent pakai sontekan,” kata Andre Rosiade, Senin (18/2/2019).


Dalam tuduhan yang beredar, Jokowi dianggap memakai earpiece yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dua arah. Selain itu, ada yang mengkaitkannya dengan pulpen yang dipakai Jokowi.

Jokowi menepis tuduhan itu dan menganggapnya fitnah tak bermutu. “Ya, jadi jangan membuat isu fitnah-fitnah yang nggak bermutu lah,” tutur Jokowi kepada wartawan, Senin (18/2).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, lalu membantah tuduhan adanya penggunaan earpiece itu. Dia juga menjawab tuduhan yang dilontarkan kepadanya soal penggunaan HT.

Karding menjelaskan soal penggunaan HT semalam di debat. Menurutnya ia memerlukan HT karena mendapat tugas dari Ketua TKN Erick Tohir untuk menjadi liaison officer (LO) bagi tamu dan kerabat Jokowi. Ia pun menunjukkan HT yang dipakainya semalam.

“Saya dapat tugas dari Pak Erick untuk menjemput tamu, termasuk paslon yang hadir. Saya jemput ketika turun dari mobil dan mengantar ke ruang transit dan ada hadir Pramono, Pak Moeldoko, Mas Bobby, Kahiyang, Ibu Iriana, Kiai Ma’ruf dan istri, dan ada ajudan,” jelas Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Selain diperlukan karena tugasnya sebagai LO kerabat Jokowi, Karding mengatakan, HT digunakan sebagai alat bantu untuknya berkomunikasi dengan timses Jokowi-Ma’ruf lainnya yang ada di lokasi debat. Ini terkait masalah teknis pendukung Jokowi-Ma’ruf yang menonton di dalam ruangan.

“Saya gunakan ini (HT) sebagai koordinator support debat, misalnya tim hore, peserta siapa yang urus, dan lain-lain. Jadi ada 10-an orang yang gunakan HT, termasuk saya, temarsuk Pak Aria Bima, Kirana (caleg PDIP Kirana Larasati), dan beberapa LO dari parpol kita. Jadi saya makainya itu,” kata Karding.

“Saya pakai di sini (HT ditaruh di pinggang dan tali headset-nya ditaruh di kuping). Saya pegang 1, Pak Aria pegang 1. Ini sama sekali tak tersambung dengan Pak Jokowi. Jadi banyak teman-teman BPN (Badan Pemenangan Nasional) dan pendukung Prabowo tahu. Jadi kerjaan saya kemarin jadi EO. Jadi sama sekali nggak ada (terhubung ke Jokowi),” sambung dia.

Dikatakan politikus PKB ini, sang petahana tidak menggunakan alat komunikasi apa pun kecuali pemasangan mik atau pengeras suara oleh panitia debat. Karding juga meminta pihak-pihak yang mencurigai Jokowi untuk memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi debat bila masih tidak percaya.

“Yang saya pahami, saya tak melihat ada pemasangan alat tertentu di tubuh Pak Presiden sebelum ke debat. Ada dipasang oleh panitia yaitu microphone untuk suara seperti kita mau talkshow,” tuturnya.

“Yang dilakukan Pak Jokowi di dalam itu hanya bercengkerama dengan Pak Kiai Ma’ruf, Pak Erick, Pak Pramono, Pak Moeldoko, Bu Iriana dan beliau berdoa, saya ada fotonya, lalu ke kamar kecil lalu ke panggung. Jadi nggak ada pemasangan apapun saya saksikan sendiri,” lanjut Karding.

Sementara itu, KPU menegaskan tidak ada penggunaan alat bantu dalam debat. Baik capres Jokowi maupun Prabowo.

“Capres 01 dan 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu, jadi clear seperti itu,” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Senin (18/2). Wahyu ditanya soal isu Jokowi memakai earpiece saat debat semalam.
(idh/nvl)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU: Jokowi dan Prabowo Tak Pakai Earpiece Saat Debat Kedua

Jakarta – Capres nomor urut 01 Joko Widodo dituduh menggunakan earpiece atau penyuara telinga dalam debat kedua Pilpres 2019 semalam. KPU menegaskan tidak ada penggunaan alat bantu dalam debat.

“Capres 01 dan 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu, jadi clear seperti itu,” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Senin (18/2/2019). Wahyu ditanya soal isu Jokowi memakai earpiece saat debat semalam.

Wahyu tak mau berkomentar banyak soal isu yang menyebar soal earpiece hingga pulpen yang dituding sebagai alat bantu untuk Jokowi. Menurutnya, baik Jokowi maupun Prabowo Subianto tak ada yang memakai alat bantu dalam debat kedua, Minggu (17/2).


“Baik 01 maupun 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu,” tegas Wahyu.

Sebelumnya, tuduhan penggunaan earpice ini beredar di media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga bicara soal ramai isu capres Jokowi memakai earpiece saat debat kedua. Menurut BPN, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin harus segera memberi penjelasan soal isu itu.

“Kami tidak ingin ini menjadi isu dan fitnah kepada Pak Jokowi bahwa beliau pakai wireless earphone untuk mendengar jawaban. BPN nggak ingin ini jadi fitnah ke Pak Jokowi. Saya sarankan TKN supaya segera mengklarifikasi ini, supaya tidak jadi fitnah dan isu liar. Masa incumbent pakai contekan,” kata Andre Rosiade, Senin (18/2).

Menanggapi hal tersebut, TKN Jokowi-Ma’ruf membantahnya dan bahkan mempersilakan siapa pun yang menudingkan hal itu untuk mengecek CCTV atau kamera pemantau pada ruangan transit debat di The Sultan Hotel Jakarta yang menjadi lokasi debat pada Minggu malam itu. Selain itu menurutnya, banyak saksi yang diklaim mengetahui apa saja yang dilakukan Jokowi sesaat sebelum naik ke panggung debat.

“Boleh dicek saya kira ada CCTV di ruangan itu dan mungkin bisa dicek dari beliau masuk, ngobrol, sama beberapa orang di dalam situ, berdoa sebelum ke stage, sempat ke toilet, lalu balik lagi. Setelah itu menuju ke stage panggung depan,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, pada wartawan, Senin (18/2).

Simak Juga ‘Ini Momen Jokowi Disebut Pakai Earpiece Saat Debat’:

[Gambas:Video 20detik]


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(dwia/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>