Bawaslu Sumsel Rekomendasikan Coblos Ulang-Susulan di Ratusan TPS

JakartaBawaslu Sumatera Selatan merekomendasikan pemungutan suara susulan dan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS. Rekomendasi ini karena banyaknya warga yang tidak mendapat kesempatan untuk memilih.

“Untuk menjaga hak pilih warga negara, dan untuk menegakkan prinsip keadilan pemilu, kami merekomendasikan untuk dilakukan pemungutan susulan, lanjutan hingga pemungutan suara ulang,” terang Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto saat dikonfirmasi, Minggu (21/4/2019).

Rekomendasi itu, lanjut Iin, berdasarkan Keputusan Rapat Pleno jajaran Bawaslu di sekretariat pada Sabtu (20/4) petang. Dalam rapat, mereka menerima banyak laporan terkait pemilih yang tidak bisa memilih karena surat suara sudah habis.
Tidak hanya itu, bahkan beberapa TPS di Banyuasin surat suara caleg tertukar dan tidak sesuai dapil. Sehingga warga tidak mau mencoblos dan memutuskan untuk menunggu keputusan KPU.

Adapun jumlah TPS yang direkomendasi untuk pemungutan suara susulan tercatat ada 445 TPS dan tersebar di Banyuasin. Sementara sisanya ada di Palembang 25 TPS, Ogan Ilir 12 TPS, Ogan Komering Ilir 1 TPS dan di Prabumulih 1 TPS.

“Kalau untuk PSU akan dilakukan di satu TPS di Banyuasin. Penyebab dilakukannya PSU karena ada orang yang tidak berhak memilih, tapi melakukan pencoblosan di TPS tersebut,” imbuh Iin.

“Untuk pelaksanaan PSU dan PSL akan dilaksanakan 10 hari usai pemungutan suara 17 April kemarin. Saya pun sudah minta seluruh panwas kabupaten/kota untuk menindaklanjuti laporan masuk,” ucap Iin.

Sebelumnya, Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana menyebut pemungutan suara susulan di Banyuasin dilakukan karena ada kesalahan cetak surat suara caleg di mana caleg yang ada di surat suara tidak sesuai lokasi pemilihan.

“Ada salah cetak surat suara untuk caleg. Jadi warga tidak mau memilih dan nanti ini kita lakukan pemilihan lagi. Tertukar,” kata Kelly.

Terkait dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU Banyuasin karena ada surat suara yang tak sampai di TPS pada H-1, Kelly menunggu keputusan DKPP.

“Ya kami penyelenggaraan silahkan, kalau memang melanggar aturan administrasi nantikan ada DKPP. Tapi kami KPU telah berusaha maksimal supaya pemilik hak suara dapat mencoblos,” katanya.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Parepare Sulsel Rekomendasikan Coblos Ulang di 3 TPS

ParepareBawaslu Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di tiga TPS. Alasannya, ada ditemukan pemilih yang tak memenuhi syarat mencoblos di tiga TPS itu.

“Temuan di lapangan berdasarkan laporan dari pengawas terkait adanya pemilih tidak memenuhi syarat melakukan pencoblosan di TPS tersebut, akhirnya kita mengeluarkan rekomendasi PSU,” kata Ketua Bawaslu Kota Parepare, Zainal Asnun, Sabtu(20/4/2019).

TPS tersebut di antaranya TPS 31 Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, TPS 12 Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat serta TPS 3 Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung. Pemilih yang tak memenuhi syarat itu, kata Zainal, berasal dari luar wilayah TPS itu berada.

“Bukan warga di sini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Parepare, Hasruddin Husain, mengaku akan menindaklanjuti rekomendasi PSU yang dikeluarkan Bawaslu. Dia mengatakan KPU bakal menggelar rapat pleno terkait rekomendasi itu.

“Akan ditindaklanjuti oleh KPU dalam rapat pleno untuk melaksanakan rekomendasi yang dimaksud,” ujar Hasruddin.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

10 TPS di Banten Gelar Pemungutan Suara Ulang Mulai Besok

SerangKPU Banten telah menjadwalkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk 10 TPS yang tersebar di enam kabupaten dan kota. PSU akan dimulai besok pukul 07.00-13.00 WIB.

“Semua logistik untuk yang PSU, Insyaallah sudah oke,” kata Komisioner KPU Banten Agus Sutisna dalam keterangan kepada wartawan di Serang, Banten, Sabtu (20/4/2019).

Ada empat TPS akan yang PSU besok Minggu (21/4). Keempatnya adalah TPS 8 Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, TPS 5 Cipocok Jaya dan TPS 24 Ciloang di Kota Serang dan TPS 1 Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Keempat TPS ini dilakukan PSU karena pemungutan suara dilakukan sebelum jam yang ditentukan serta adanya pemilih dari luar daerah yang mencoblos tanpa memiliki A5. Pemilih yang sebelumnya telah terdaftar, diharapkan datang untuk melakukan pemilihan ulang sesuai waktu yang ditentukan KPU.

Kemudian, ada empat TPS di Kabupaten Lebak yang bakal menggelar PSU pada Rabu (24/4). Keempatnya yaitu TPS 13 Desa Keong, Kecamatan Cibadak, TPS 9 Desa Bojong Sae, Kecamatan Cibadak, TPS 4 Desa Sindang Wangi, Kecamatan Muncang, dan TPS 13 Desa Cijoro, Kecamatan Rangkasbitung.

Penyebab PSU dilakukan di keempat TPS itu ialah pembukaan kotak suara DPRD Lebak tidak disaksikan oleh saksi dan PTPS, penggunaan KTP elektonik di luar Lebak tanpa formulir A5.

Selanjut, PSU juga bakal digelar di dua TPS di Tangerang Selatan. Keduanya ialah TPS 49 Kelurahan Rengas dan TPS 71 Cempaka Putih akan dilakukan pada Rabu (24/4).
(bri/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengintip Ayo Jaga TPS, Situs Rekap Suara Pilpres yang Prabowo Unggul 62 Persen

James mengatakan, saat ini data yang masuk dan sudah disiarkan, artinya verified sudah sekitar 6,5 juta suara. Hasil ini didapat dari 31 ribu TPS di seluruh Indonesia.

“Sisanya kita masih verifikasi, kita update sehari dua kali,” ujar James.

Saat dilihat Tim Liputan6.com, Sabtu (20/4), pukul 15.14 WIB, jumlah suara yang masuk dari hasil input C1 plano via aplikasi AyoJagaTPS, baru 5.261.931 juta, dari total 25.689 TPS.

Hasilnya Jokowi-Ma’ruf mendapat alokasi suara 1.960.009 atau 37,25 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 3.301.922 atau 62,75 persen.

Bukan Lembaga Survei

James menegaskan hal yang terpublikasi di situsnya semata menampilkan data suara masuk. Pihaknya hanya melakukan verifikasi dan merekepitulasi.

“Kami bukan lembaga servei, ini bukan quick count tapi kami cuma mengumpulkan C1 dari para penjaga AyoJagaTPS lalu kita verifikasi dan kita publish,” jelas James.

Karenanya, AyoJagaTPS tidak bisa diklaim tingkat kepercayaan, margin of error, seperti lembaga survei kebanyakan karena tidak melakukan metode-metode survei.

“Kita cuma masukkan dan jumlahkan data, tiap TPS dari tiap kelurahan kecamatan ke provinsi sampai nasional ya udah data itu yang kami tampilkan,” ucap James.

Hasil rekap data AyoJagaTPS yang terpajang dan dilihat Liputan6.com disebut James belum final. Pihaknya masih terus mendapat kiriman data yang wajib diverifikasi sebelum diunggah ke situs.

Bawaslu-KPU Koordinasi Soal Pencoblosan di 9 TPS Kabupaten Seram Bagian Timur

Liputan6.com, Ambon – Akibat keterbatasan logistik, sembilan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Seram Bagian Timur belum melakukan pencoblosan surat suara, pada Rabu 17 April 2019.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku, Abdullah Elly, pemungutan suara tersebut tergantung keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat yang perlu berkoordinasi dengan KPU RI untuk pengadaan logistik Pemilu.

“Kami telah mengarahkan Bawaslu SBT (Seram Bagian Timur) agar membantu KPU setempat berkoordinasi dengan Pemkab maupun Forkopimda SBT untuk kelancaran pemungutan suara di sembilan TPS tersebut,” ujarnya seperti dilansir Antara, Sabtu (20/4/2019).

Dia pun memaklumi, karakteristik wilayah Seram Bagian Timur yang harus memanfaatkan jasa perhubungan laut maupun darat dengan keterbatasan armada sehingga mempengaruhi distribusi logistik Pemilu.

“Soal jadwal pelaksanaan pemungutan suara baiknya dikonfirmasikan ke Bawaslu SBT yang berkoordinasi dengan KPU, Pemkab maupun Forkopimda setempat,” lanjut Abdullah.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Seram Bagian Timur, Ona Sehwaky mengemukakan, sembilan TPS yang belum melakukan pemungutan suara ada di Kecamatan Werinama dan Totuk Tolu.

“Kami sedang berkoordinasi dengan KPU SBT soal jadwal pemungutan suara di sembilan TPS tersebut yang pelaksanaannya juga tergantung logistik Pemilu dari Jakarta,” katanya.

Karena itu, KPU Seram Bagian Timur telah melaporkan kepada KPU RI melalui KPU Maluku untuk pengiriman logistik Pemilu, terutama surat suara dan formulir C-plano Pilpres maupun Pileg.

“Pastinya setelah logistik Pemilu tiba di Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku selanjutnya diangkut ke Bula, Ibu Kota Kabupaten SBT untuk penyortiran dan pelipatan sebelum didistribusikan ke sembilan TPS tersebut sehingga diprakirakan pemungutan suara pada pekan depan,” ujar Ona.

Pilu! Anggota KPPS di Konawe Ini Keguguran Usai Bertugas di TPS

Jakarta – Cerita pilu dialami oleh Sri Utami (30), anggota KPPS dari TPS 1 Desa Lalonggotomi, Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sri, yang tengah mengandung, keguguran setelah bertugas sebagai KPPS semalam suntuk.

Suami Sri, Muhammad Agus (32), menuturkan istrinya kelelahan karena bertugas selama dua hari penuh. Sri Utami bertugas di TPS hingga pagi hari.

“Keterangan dari dokter istri saya keguguran karena kelelahan. Memang saat bertugas ia lembur sampai pagi,” kata Agus, Sabtu (20/4/2019).

Agus tak menyangka jika aktivitas istrinya sebagai anggota KPPS akan sepadat itu. Agus mengaku akan melarang istrinya jika mengetahui sedari awal tugas anggota KPS sangat sibuk.

“Dua hari itu memang sibuk sekali. Lembur sampai pagi. Jangankan pulang, salat saja di TPS. Kalau saya tahu sejak awal akan sesibuk ini saya mungkin larang,” sesalnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan istrinya merasa darah keluar sejak 17 April pukul 18.00 Wita. Namun hal itu tidak diharukan mengingat pekerjaan di TPS saat itu masih banyak.

Pilu! Anggota KPPS di Konawe Ini Keguguran Usai Bertugas di TPSFoto: Istimewa

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 Wita pagi, istrinya pulang ke rmah dengan darah yang banyak. Agus menyadari bahwa istrinya mengalami keguguran.

Ayah dua anak ini pun terus memberikan motivasi kepada sang istri. Pasalnya, saat ini kondisi Sri Utami drop setelah tahu jika ia kehilangan calon buah hatinya.
(knv/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU Belum Terima Rekomendasi PSU untuk 2 TPS di Kota Malang

Liputan6.com, Malang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 9 Bunulrejo dan TPS 14 Penanggungan, Kota Malang, Jawa Timur. Sebab, ada temuan pelanggaran pemilih yang tidak sesuai perundangan.

Rekomendasi pemungutan suara ulang di TPS 9 Kelurahan Bunulrejo lantaran ditemukan ada 6 pemilih pengguna formulir A5 atau pindah pilih, diberi 3 – 5 jenis surat suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Seharusnya mereka hanya mendapat surat suara untuk pemilihan presiden dan DPD,” kata Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa di Malang, Sabtu (20/4/2019).

Sedangkan di TPS 14 Kelurahan Penanggungan ditemukan ada 8 pemilih yang bukan warga Kota Malang mencoblos menggunakan KTP elektronik. Padahal mereka tak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tak masuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Hanya warga berdomisili di wilayah TPS itu boleh pakai KTP. Kalau warga luar ya harus pakai formulir A5, sedangkan mereka tak mengurus itu,” ujar Alim.

Bawaslu sudah mempelajari kedua jenis pelanggaran pemilih tersebut. Telah berkonsultasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Serta berdiskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang terutama untuk TPS 9 Bunulrejo.

“Ini tinggal rapat pleno untuk mengesahkan rekomendasi itu. Arahnya ya ada pemungutan suara ulang,” tutur Alim.

Malam ini juga surat rekomendasi segera dikirim ke KPU. Pemungutan suara ulang bisa dilaksanakan pada 10 hari setelah surat rekomendasi diterima KPU. Hal itu sesuai Peraturan KPU nomor 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilu.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

2 TPS di Tegal Gelar Pemungutan Suara Ulang Hari Ini

Fokus, Tegal – Pemungutan suara ulang dan lanjutan hari ini berlangsung di Subang, Jawa Barat, dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (20/4/2019), pemungutan suara ulang di Tegal digelar di dua TPS, yakni di TPS 24 Desa Dukuhwringi dan TPS 04 di Desa Blubuk. Pemungutan suara ulang ini mendapat sambutan positif warga dengan tetap menyalurkan hak pilihnya.

Alasan kenapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pemilihn uang di dua TPS tersebut, karena ada tiga warga ber-KTP luar kota yang mencoblos tanggal 17 April 2019 tanpa formulir A5.

Dua warga ber-KTP Jakarta diketahui mencoblos di TPS 25 dan satu warga ber-KTP Tangerang mencoblos di TPS 04 Blubuk. Permasalahan tersebut baru diketahui oleh petugas Panwascam setelah pemungutan suara usai dilaksanakan.

Sementara itu, pemungutan suara lanjutan digelar hari ini di Dusun Ciawitali, Desa Pusakaratu. Antususiasme pemilih masih tinggi dengan jumlah pemilih sebanyak 278 DPT di TPS 31 Dusun Ciawitali.

Di TPS ini warga mencoblos lanjutan akibat tertukarnya kertas suara daerah pemilihan anggota DPRD. Pemungutan suara ulang maupun lanjutan digelar KPU demi terwujudnya pemilu yang jujur dan adil tanpa diwarnai kecurangan.

Pemilih Termakan Hoaks, 1 TPS Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

“Kami dalam hal PSU, masih dalam kajian dan kami dalami, kemudian kami akan putuskan apakah akan diusulkan PSU atau tidak, melalui Panwas TPS dan Panwascam ya. Hari ini kita kaji,” ucap Miftah.

Dia menjelaskan, PSU bisa disebabkan karena terjadinya pelanggaran-pelanggaran khusus di TPS. Contohnya, penghitungan suara yang tidak valid, petugas KPPS yang terindikasi melakukan pelanggaran, dan pelanggaran peserta pemilu yang yang berakibat kepada potensi perubahan perolehan suara.

“Di TPS 10 itu ada yang tidak punya hak pilih tapi bisa memilih,” ujarnya.

Miftahudin mengemukakan, di Banyumas dari 5.437 TPS ada 23 kejadian khusus yang dilaporkan oleh jajaran panwas. 23 kejadian khusus itu tengah dirapatkan di Panwas TPS, desa dan selanjutnya akan diplenokan di Bawaslu Banyumas.

Kejadian khusus itu diantaranya, ada suara dobel, pemilih yang didampingi tetapi tidak mengisi form C3, tertukarnya sampul surat suara, pemilih yang ditolak memilih, ada pula kasus kekurangan suara lantaran hanya masuk dalam DPTb, serta kasus lainnya.

Meski begitu, Miftahudin mengatakan secara umum pelaksanaan Pemilu di Banyumas berlangsung kondusif.

“Perlu ditekankan bahwa ini baru potensi ya, PSU itu kan ada beberapa penyabab. Makanya sedang kita dalami,” ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Viral Video Polisi Tolong Nenek yang Kesasar saat Berangkat ke TPS

Bawaslu Brebes Temukan Pelanggaran di 3 TPS saat Pemungutan Suara

Liputan6.com, Brebes – Bawaslu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menemukan adanya pelanggaran di tiga TPS (Tempat Pemungutan Suara) di tiga desa di Kecamatan Bantar Kawung saat pemungutan suara.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (20/4/2019), Ketua Bawaslu Brebes Wakro mengatakan, di ketiga TPS tersebut ada pemilih dari luar daerah yang ikut mencoblos hanya dengan menggunakan E-KTP, namun tanpa disertai formulir A5.

Ketiga TPS tersebut yakni TPS 12 di Desa Jipang, TPS 28 di Desa Pangebatan, dan TPS 13 Desa Banjarsari.

“Ada 3 pemilih di 3 desa tersebut yang datang ke TPS yang tidak tercantum di DPT menggunakan fasilitas DPK,” kata Ketua Bawaslu Brebes Wakro.

“Kita sudah koordinasi, kalau memang nanti ada surat resmi tentu kita akan sikapi dengan pleno,” ujar Ketua KPU Brebes Muamar Riza Pahlevi.