Toyota Avanza Transmisi Manual Lebih Banyak Dicari Konsumen, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta – Model terbaru dari low multi purpose vehicle (LMPV) milik PT Toyota Astra Motor (TAM), Avanza dan Veloz cukup mendapatkan respons positif dari konsumen. Hal tersebut, terlihat dari jumlah surat pemesan kendaraan (SPK) terhitung sejak kemunculannya, pertengahan Januari 2019 yang sudah mencapai sekitar 15 ribuan unit.

Menurut Anton Jimmi, Direktur Pemasaran PT TAM, dari jumlah SPK tersebut, paling banyak masih didominasi varian Toyota Avanza tipe G 1,3 liter manual dan matik. Komposisinya, 50 persen varian tersebut, Veloz sekitar 30 sampai 35 persen, dan sisanya tipe E.

“Jadi sebenarnya tidak terlalu jauh dari sebelumnya, hanya Veloznya dari 20 persen (model lama) naik ke 30 persen. Tapi itu wajar, setiap kali kami meluncurkan Avanza major atau minor change selalu Veloz naik duluan,” jelas Anton saat berbincang dengan wartawan di acara media test drive new Toyota Avanza, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2019).

Sementara itu, jika dilihat dari tipe transmisi, antara manual dan matik, kira-kira masih didominasi manual dengan 62 persen. Jadi, komposisi tersebut rata-rata sama, kecuali di wilayah tertentu di Jakarta yang varian matik masih cukup tinggi, hampir 50 persen.

“Terus terang masih manual yang mayoritas, karena Toyota Avanza dipakai sampai di pelosok itu ada, Kalau di kota kecil, matik itu tidak terlalu dibutuhkan karena kemacetan, jaraknya lebih dekat. Kemudian, banyak juga digunakan untuk perusahaan rental, yang masih memilih manual,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Toyota Avanza tersedia dalam tujuh varian, mulai 1,3 STD dengan banderol Rp 188,6 juta sampai 1,5 G M/T yang dilepas Rp 221,25 juta. Sedangkan Veloz, tersedia empat tipe, mulai dari 1,3 M/T berbanderol Rp 215,65 juta sampai 1,5 A/T dengan harga Rp 239,45 juta.

2 dari 3 halaman

Fitur Toyota Avanza 2019 Bertambah tapi Harga Tetap, Ini Alasannya

Meskipun mendapatkan sedikit penyegaran, namun Toyota tidak menaikan harga jualnya. Toyota Avanza dan Veloz baru ini tetap dibanderol mulai Rp 188,6 juta untuk varian terendah Avanza sampai Rp 239,45 juta untuk varian tertinggi Veloz.

Dijelaskan Marketing Director TAM, Kazunori Minamide, dengan berbagai tambahan fitur, harga Toyota Avanza dan Veloz terbaru tidak mengalami peningkatan.

“Tetapi model ini sangat diterima di masyarakat, dan dengan model baru ini kita targetkan penjualan sebesar 30 persen,” jelas Minamide di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Marketing Director TAM Anton Jimmi menyampaikan, ada banyak pertimbangan yang dilakukan pihaknya sebelum memutuskan untuk menahan harga jual.

Bahkan, sejak melakukan pengembangan Avanza dan Veloz baru ini, Toyota sudah melakukan survei terkait pasar yang bakal disasar oleh pesaing berat Mitsubishi Xpander tersebut.

“Untuk target konsumen di MPV low ini value for money menjadi kunci yang paling penting. Jadi, kita rasa dengan melihat pasar dan kompetisi kita putuskan untuk mempertahankan harga,” tambah Anton di tempat yang sama.

Dengan melihat target pasarnya sendiri, Toyota sudah melihat berapa harga dan cicilan yang tepat untuk model ini.

Jadi, dengan tidak menaikan harga, kemungkinan untuk merebut pasar dan menjadi leader di LMPV lebih mungkin tercapai.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *