Jerat Pidana Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali pertama menggelar sidang dugaan hoaks yang dilakukan ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ratna Sarumpaet dengan dakwaan alternatif.

“Dakwaan kesatu Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa. 

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutur jaksa.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak. Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

“Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah,” kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. “Dipukulin 2 laki-laki,” kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

“Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa,” kata jaksa.

Keesokan harinya pukul 20.43 WIB, terdakwa mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

Pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet meminta Saharudin menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Setelah terhubung, dia curhat telah dianiaya sembari menangis. Dia meminta Said Iqbal ke rumahnya.

Ketika Said Iqbal datang, terdakwa berkata, “Kakak dianiaya” dan menceritakan kronologi penganiayaannya. Dia juga menunjukkan foto wajahnya yang lebam.

Dia lalu minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna mengaku sudah berbicara dengan Fadli Zon dan mendapat informasi tengah diatur waktu untuk bertemu Prabowo.

Dia kemudian mengirimkan foto wajah lebamnya ke Saiq Iqbal untuk diteruskan ke ajudan Prabowo atas nama Dani.

Pukul 23.01 WIB, Sabtu 29 September 2018, Ratna Sarumpaet mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan, “Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It’s painful.”

Pukul 23.42 WIB dia juga kembali mengirimkan 3 foto wajahnya ke Basariaja alias Basari dan 3 menit kemudian dia mengirim pesan, “KK sedang sangat kesakitan/menderita saat KK minta tolong ingin bicara dengan Pak Joksan.”

Tak berhenti di situ, dia mengirim 3 foto wajahnya ke Simon Aloysius Mantiri dengan pesan, “Ini terjadi di area parkir Bandara Bandung 21 sept 2018, Saya harus bertemu 08 segera Pak Simon, Saya mohon …..” dan mendapat jawaban, “Kurang ajar sekali Bu itu pelakunya.”





2 dari 3 halaman

Akui Salah dan Ajukan Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis 28 Februari 2019.

Meski begitu, Ratna merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Namun, tudingan nuansa politis ini dibantah kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi. Dia menyanggah adanya muatan politis yang disebut disebut kliennya.

“Tidak ada motif politik sama sekali. Dakwaan kedua kita lihat kebohongan itu diproduksi untuk meyakinkan masyarakat saja, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo-Sandi,” katanya usai persidangan.

Desmihardi mengatakan, lontaran kebohongan yang disebut Ratna murni karena malu dengan keluarga. Dia menegaskan, kebohongan itu hanya dibuat untuk keluarga, tidak ada tujuan menyebarkannya kepada publik.

“Ini murni karena beliau malu lebamnya diketahui oleh keluarga, sehingga harus mengarang cerita bahwa beliau dipukuli. Ini kebohongannya hanya untuk keluarga, karena beliau ingin keluarga tidak tahu beliau operasi plastik,” katanya menandasi.

Pada sidang tersebut, pengacara juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanan kliennya dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Desmihardi membacakan pertimbangan mengajukan permohonan tersebut. Dia menyebutkan dua pertimbangan pengajuan penangguhan tahanan bagi kliennya, yakni berdasarkan hukum dan sisi kemanusian.

Ia menyatakan, Ratna Sarumpaet tidak ada niat melarikan diri. Kemudian, terdakwa tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat dianggap mempersulit jalannya proses hukum.

“Bahwa selama proses pemeriksaan di tingkat kepolisian dan tingkat Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terdakwa Ratna Sarumpaet sangat kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Selanjutnya terdakwa maupun keluarga dalam hal ini anak-anak menjamin bahwa terdakwa akan selalu menghadiri persidangan dengan tidak sulit jalannya sidang pengadilan ini,” ucap Desmihardi.

Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, terdakwa adalah seorang perempuan lemah yang telah berusia senja. Pada usia 69 tahun, dia sangat rentan dalam penyakit terbukti selama penahanan dilakukan terdakwa sering sakit-sakitan dan selama penahanan beberapa kali terdakwa harus diperiksa di Bidokkes Polda Metro Jaya.

Apabila terus-menerus ditahan, lanjut dia, akan memperburuk kesehatan Ratna Sarumpaet baik secara fisik maupun secara mentalnya.

“Tidak berlebihan melalui permohonan ini kami minta kemudian lagi sakit yang teramat agar terdakwa dapat dialihkan status,” ucap Desmihardi.

Desmihardi mengatakan, anak kandung terdakwa yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina akan menjadi penjamin penangguhan penahanan Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, pengacara memohon kearifan dan kebijaksanaan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan jenis penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota atas terdakwa Ratna Sarumpaet.

“Tujuan permohonan kami bukan untuk ditangguhkan akan tetapi hanya sebatas pada pengalihan jenis penahanan yang semula penahanan rumah tahanan negara menjadi penahanan rumah tahanan kota sebagaimana yang diatur dalam KUHP,” kata Desmihardi.

3 dari 3 halaman

Siapkan 20 Saksi Ahli

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berencana menghadirkan 20 saksi untuk sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet. Hanya, jaksa enggan membeber siapa 20 saksi tersebut.

“20 saksi fakta, 5 saksi ahli, dan saksi meringankan,” kata Jaksa kasus Ratna Sarumpaet, Panyaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Panyaman menegaskan nama Prabowo dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar itu. Hanya Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang disebut akan dihadirkan senagai saksi di persidangan.

“Dalam bacaan saya tidak ada nama Prabowo dan Fadli Zon,” imbuhnya.

Isi Lengkap Surat Mandat SBY: AHY Pimpin Pemenangan, Ibas Keseimbangan PD

Jakarta – Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi mandat kepada putra sulungnya yang juga komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan pemilu partai berlambang mercy itu. Kabar tersebut disampaikan SBY ke para kadernya lewat sebuah surat.

Surat SBY tersebut dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Pandjaitan, di Kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). SBY tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2014 karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan melawan penyakit kanker darah di Singapura.

“Secara nasional komandan Kogasma saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY dalam suratnya.


Berikut isi surat SBY untuk para kader Demokrat yang berisi soal mandat kepada AHY dalam pemenangan Pemilu:

Surat ini adalah tentang surat keputusan dewan pimpinan pusat Partai Demokrat tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan Pemilihan Umum tahun 2019 yang sekarang sedang berjalan.

1. Kampanye nasional dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melibatkan seluruh komponen partai yang meliputi Komando Tugas Bersama (Kogasma) yang sudah kami bentuk sejak 2017 lalu, Komisi Pemenangan Pemilu, jajaran organisasi partai dari pusat hingga daerah dan para caleg. Jadi semuanya satu kesatuan, menyeluruh.

2. Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019.

3. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komandan Kogasma dibantu oleh koordinator kampanye wilayah timur, saudara Soekarwo, anggota majelis tinggi Partai Demokrat dan koordinator kampanye wilayah barat, saudara Nachrawi Ramli, anggota majelis tinggi Partai Demokrat.

4. Di samping membantu komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai di wilayah tugasnya.

5. Wilayah timur kampanye Partai Demokrat meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan wilayah barat yang menjadi wilayahnya Pak Nachrawi Ramli meliputi provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

6. Selama kampanye tugas-tugas harian DPP Partai Demokrat dilaksanakan oleh Sekjen Partai Demokrat.

7. Ketua fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari Partai Demokrat, karena 61 anggota DPR RI partai saat ini adalah incumbent yang hampir semuanya adalah Caleg.

8. Setelah kampanye pemilu dilaksanakan seluruh jajaran partai tetap melakukan pengawalan dan pengamanan suara yang diperoleh, baik suara partai maupun suara caleg agar Partai Demokrat tak dirugikan pihak manapun.

9. Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubahan.

10. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, Rabu 27 Februari 2019.

Selain surat kepada kadernya, SBY juga mengirimkan surat khusus kepada Hinca. Dalam suratnya, SBY meminta Hinca menjelaskan kepada kader dan media massa soal posisinya saat ini. Berikut isinya:

Surat ini ditujukan kepada Saudara Hinca.

Pak Hinca menyertai penjelasan Pak Hinca kepada media massa tentang peningkatan intensitas dan kapasitas kampanye Partai Demokrat 2019 ini tolong sampaikan hal hal berikut kepada para kader Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama dengan tidak dapatnya saya berjuang secara fisik bersama caleg dan kader Demokrat dalam kampanye lanjutan Pemilu 2019 ini saya harap semangat para caleg Demokrat tidak berkurang. Pada hakikatnya hati saya tetap bersama kader dan caleg Demokrat dalam perjuangan maha penting ini.

Saya pribadi juga Ibu Ani yang tengah menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan tetap berdoa kepada Allah SWT semoga perjuangan mulia para kader dan caleg Partai Demokrat berhasil dengan baik. Saya tahu 2 bulan ini saat saat yang paling menentukan untuk partai dan caleg Demokrat. Seperti yang saya lakukan bersama Ibu Ani sebenarnya saya sangat ingin secara fisik berada di lapangan. Namun Allah tidak mengizinkan karena saya harus mendampingi pengobatan dan perawatan kesehatan Ibu Ani yang dilakukan intensif saat ini.

Pesan dan harapan saya terus berjuang secara gigih dan lakukan perjuangan itu dengan cara baik, cerdas dan tepat. Dengarkan harapan dan aspirasi rakyat kemudian perjuangkan dalam Pemilu 2019 ini. Jika kelak para caleg terpilih untuk DPR RI, DPRD dan DPD Kab/Kota, wujudkanlah dan buktikan semua yang dikampanyekan itu Insyallah saudara sekalian berhasil.

Meskipun secara fisik saya tidak bisa aktif dalam kampanye di lapangan, saya percaya Partai Demokrtat tetap memiliki, berpeluang besar untuk mencapai suara. Saya yakin instruksi yang saya keluarkan kepada jajaran partai untuk meningkatkan intensitas dan kapasitas akan dapat dijalankan dengan baik.

Komandan Kogasma AHY dan para koordinator wilayah kampanye saudara Soekarwo dan Nachrawi adalah pemimpin dan kader Demokrat yang tangguh, berkualitas, dan memiliki kemampuan tinggi untuk melaksanakan kampanye di tanah air. Di samping berjuang untuk calegnya di dapil masing-masing, yang lain memperjuangkan juga membantu penuh Kogasma secara nasional.

Saya juga yakin dengan strategi dan taktik pemenangan pemilu yang telah dibekalkan para caleg sukses akan dapat diraih. Di samping itu 14 prioritas sebagai program unggulan yang ditawarkan kepada rakyat akan diperjuangkan Partai Demokrat beserta pemerintah yang dipilihnya adalah jawaban yang diinginkan rakyat.

Saudara Hinca karenanya saya yakin Partai Demokrat bukan hanya siap memenangkan pemilu tapi atas izin Allah yang maha kuasa, Partai Demokrat akan sukses dengan gemilang, Demokrat tidak hanya pandai berjanji tapi pernah memberi bukti pada pemerintahan. Ke depan jajaran Partai Demokrat akan sukses karena semua kebijakan dan program merupakan aspirasi dari rakyat kita juga jawaban dan solusi dari permasalahan.

Ketiga atau terakhir, saya mengamati kontestasi pemilih 2019 ini utamanya pilpres lebih keras dibandingkan dengan pilpres era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas semakin berjarak. Jika situasi ini berkembang lebih jauh dan melewati batasannya, saya kuatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Ini yang harus kita cegah untuk tidak terjadi pada negeri ini. Untuk itu saya berpesan pada Partai Demokrat untuk turun agar pemilu berjalan damai, demokratis, jujur, dan adil.

Pemilu memang keras tapi tidak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa kita semua, utamanya elit dan pemimpin bangsa. Semoga praktik berdemokrasi dengan baik dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam Pemilu 2019 ini. Demikian.

Sampaikan salam hangat saya dan Ibu Ani kepada seluruh kader dan caleg Demokrat. Sampaikan pula salam sayang saya kepada saudara saya rakyat Indonesia Tercinta.

Singapura, 27 Februari 2019
SBY


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.

(elz/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saat Air Mata Ahmad Dhani Jatuh di Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya – Sepanjang persidangan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Ahmad Dhani baru sekali saja meneteskan air mata. Yakni saat meniup lilin kue ulang tahun untuk anaknya, Shafeea Ahmad.

Shafeea merayakan ulang tahun yang ke-8, Selasa (26/2). Tepat Dhani menjalani sidang kelima terkait kasus ‘idiot’ pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya.

Senin (25/2), Dhani dan Shafeea sudah bertemu di Rutan Medaeng, Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, Dhani sudah mengucapkan selamat ulang tahun kepada putri pertamanya bersama Mulan Jameela.


Bahkan, Dhani sempat mendengarkan harapan Shafeea di ulang tahunnya. Bocah yang kala itu datang ke rutan dengan berkerudung hitam ingin sang ayah tercinta cepat pulang ke rumah.

Meski sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuk putrinya, Dhani tetap berharap bisa meniup lilin sebelum sidang digelar di Ruang Cakra, PN Surabaya. Alih-alih ingin mengawali sidang dengan meniup lilin, Dhani malah kesal karena kue tar tidak kunjung datang hingga sidang dimulai.

Kekesalan Dhani memuncak setelah merasa mendapat perlakuan yang kurang berkenan dari polisi. Ia merasa tidak mendapat izin meniup lilin kue ulang tahun di ruang pengadilan.

“Tolong diberitakan ya hari ini saya tidak boleh meniup lilin untuk anak saya Shafeaa Ahmad yang hari ini ulang tahun. Tolong diberitakan dilarang oleh polisi, tolong beritakan saja,” kata Dhani sambil berlalu menuju kursi persidangan, Selasa (26/2).

Momen yang ditunggu-tunggu Dhani akhirnya tiba juga. Ketika persidangan diistirahatkan, suami Mulan Jameela itu bisa meniup lilin ulang tahun untuk Shafeea. Alih-alih ingin menyampaikan sukacita atas bertambahnya usia Shafeea, mata Dhani malah berlinang.

Dhani sempat kesulitan meniup lilin-lilin kecil yang menancap di kue tar itu. Kesedihan Dhani kemudian memuncak. Ia tidak kuasa lagi menyembunyikan air matanya meski sempat menutupnya dengan salah satu tangannya.

“Selamat ulang tahun kepada anakku tercinta Safeea Ahmad 8 tahun. Maaf ayah nggak bisa hadir,” kata Dhani sambil menangis.

Tim kuasa hukum mencoba menghibur pentolan Dewa 19 itu dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Saat ditanya harapan terkait Shafeea, Dhani memberikan jawaban dengan menyinggung soal demokrasi. “Ini adalah perjuangan ayah untuk demokrasimu di masa depan. Allah Akbar,” pungkas Dhani.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Depan Ulama Sumenep, Prabowo Ajak Kawal Pemilu Bersih, Jujur dan Adil

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung proyek infrastruktur era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya dibangun bukan untuk rakyat kecil. Hal itu disampaikan Prabowo saat menggelar silaturahmi dengan alim ulama, kiai dan habaib di Pondok Pesantren Assadad, Sumenep, Madura, Selasa (26/2/2019).

Prabowo mengakui, pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan bangsa ini. Namun, infrastruktur yang dibangun harus bisa diakses oleh rakyat.

“Kalau yang pakai infrastruktur hanya pengusaha untuk membawa barang dari luar negeri (impor), ya untuk apa infrastruktur itu,” kata Prabowo melalui siaran pers Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Kepada rakyat Sumenep, Prabowo berjanji, pemerintahan yang ia pimpin ke depan akan membangun infrastruktur yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Kita akan bangun ratusan pabrik-pabrik, anak-anak kita harus mendapatkan pekerjaan yang baik, kita tidak mau anak kita hanya jadi babu. Anak petani harus jadi insinyur, harus jadi dokter,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga berkomitmen untuk membentuk pemerintahan yang bersih dari korupsi. Ketua Umum Partai Gerindra itu memastikan dirinya akan menunjuk putra putri terbaik untuk duduk di kabinet pemerintahannya.

“Tak hanya pintar, tapi juga yang miliki nurani. Yang bersedia tidak memperkaya diri sendiri, saudara, teman, atau saudaranya,” kata capres yang berpasangan dengan cawapres Sandiaga Uno ini.

Atas dasar itu, Prabowo mengajak rakyat Sumenep khususnya dan warga Madura pada umunya untuk menggunakan hak pilihnya di pemilu 17 April 2019. Prabowo juga mengajak masyarakat untuk mengawal jalannya pemilu agar berlangsung jujur dan adil.

“Kita berada di penghujung perubahan besar. 17 April 2019, 50 hari lagi kita bisa mengganti arah dari negara yang lemah ke negara yang lebih kuat. Bangsa makmur yang rakyatnya sejahtera. Karena itu, mari kita tidak lengah, mari berbondong-bondong TPS dan jaga sampai selesai,” seru Prabowo.

2 dari 3 halaman

Kiai dan Alim Ulama Sumenep Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Sementara kedatangan Prabowo di Ponpes Assadad disambut meriah para ulama, santri, dan masyarakat. KH Moh Yazid selaku perwakilan tuan rumah menerangkan, acara silaturahmi dengan Prabowo ini dihadiri oleh ulama-ulama dari berbagai penjuru Madura. Kehadiran mereka adalah pertanda Madura siap memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Mereka para ulama ini waktunya sudah habis untuk berkhidmad untuk umat, untuk mendidik para santri, tapi kenapa mereka masih sempat hadir di sisi, tujuannya hanya satu, yakni untuk memenangkan Prabowo Subianto,” kata KH Yazid, Selasa (26/2/2019).

KH Yazid mengatakan, para ulama sumenep telah menetapkan pilihan dukungan kepada paslon nomor urut 02. Pilihan itu didapat memlaui ikhtiar dan doa memohon petunjuk kepada Tuhan.

“Kami para ulama tentunya sudah berfikir panjang. Selain telah ada hasil ijtima ulama di Jakarta, para ulama dan kiai sepuh di Sumenep telah beristiharah meminta petunjuk kepada Allah. Kami punya cara sendiri untuk menentukan pilihan dan alhamdulillah hasilnya sama dengan hasil ijtima ulama yang di Jakarta,” terang KH Yazid.

Kepada Prabowo, para alim ulama serta kiai Sumenep menitipkan mandat dan aspirasi. Mereka juga berdoa agar gerakan menuju Indonesia adil makmur ala Prabowo-Sandiaga Uno selalu mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa.

“Pak Prabowo dan Pak Sandi semoga menjadi pemimpin yang bisa menghadirkan keadilan untuk bangsa indonesia, bisa wujudkan kemakmuran bagi rakyat. Semoga jadi pemimpin yang adil dan memakmurkan,” ucap KH Yazid.

Masih di kesempatan yang sama, KH Yazid juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pemilu jujur, adil, damai, dan saling menghormati perbedaan pilihan.

“Mari jaga pemilu ini tetap damai, mohon tidak ada kata netral, suara anda akan menentukan nasib Indonesia lima tahun yang akan datang. Misalnya di luar sana ada ulama kiai yang beda pilihan politik, tolong jangan dicaci, jangan dibenci, kita jaga ukhwah Islamiyah, ukhuwah watoniyah kita supaya terwujud Indonesia yang adil dan makmur,” kata KH Yazid.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bandingkan Xi Jinping dengan Winnie the Pooh, Gim Taiwan Picu Kemarahan di China

Jakarta

Perusahaan Taiwan harus menarik gim yang baru mereka rilis dari kawasan China daratan, setelah para gamers menyadari adanya referensi yang nyaris tersembunyi yang “berisi ejekan terhadap Presiden Cina Xi Jinping”, termasuk membandingkannya dengan sosok Winnie the Pooh.

Red Candle Games merilis Devotion, gim horor berlatar Taiwan tahun 1980-an, dalam platform gim Steam pada 19 Februari lalu.

Gim tersebut dengan cepat menjadi viral setelah para pemain menemukan apa yang mereka sebut “telur paskah” dan menyebarluaskannya.

Meski demikian, perbincangan online terkait hal itu kini telah disensor.

“Telur paskah” adalah pesan tersembunyi alias lelucon dalam gim komputer, biasanya ditemukan oleh beberapa pemain yang memerhatikan dengan seksama detil suatu gim.

Red Candle Game telah meminta maaf, dan mengatakan akan mengembalikan uang kepada pemain yang merasa tersinggung.

Taiwan adalah sebuah pulau yang secara de facto merdeka, namun Cina melihat Taiwan sebagai provinsi yang memberontak, dan memaksa agar negara-negara lain tak menjalin hubungan diplomatik dengan mereka.

Presiden Taiwan saat ini telah berselisih paham dengan Beijing tentang masa depan politik negara tersebut. Bulan Januari lalu, Xi Jinping menyatakan bahwa Taiwan “harus dan akan” kembali bersatu dengan Cina.

Pesan tersembunyi

Salah satu telur paskah di gim Devotion adalah sebuah poster berisi tulisan “Xi Jinping” yang bersebelahan dengan tulisan “Winnie the Pooh”, dalam gaya penulisan kuno.

Winnie the Pooh telah disensor di mesin pencari dan media sosial di Cina sejak tahun 2017, setelah para blogger mulai membandingkan Xi Jinping dengan karakter buku cerita anak-anak tersebut.

Gamers juga menemukan sebuah koran tua dalam gim Devotion yang merujuk pada seseorang yang pernah dipenjara, dengan nama panggilan “baozi” alias “roti kukus”.

“Roti kukus” alias “steamed bun” merupakan istilah sensitif lainnya di Cina, setelah pengguna media social menggunakannya untuk merujuk pada sang presiden dan menghindari sensor pemerintah.

“Sangat tidak profesional”

Red Candle Games memastikan bahwa gim Devotion telah dihapus dari platform Steam China pada tanggal 23 Februari lalu, dan mereka pun mengungkapkan permohonan maaf dan mengatakan bahwa poster dengan referensi Winnie the Pooh tersebut masuk ke dalam gim tersebut tanpa sengaja akibat adanya masalah teknis.

Mereka menyatakan bahwa mereka menyadari beberapa gamers merasa tersinggung akibat gambar tersebut, dan mengatakan bahwa mereka telah menghubungi Steam untuk memastikan bahwa para pemain yang merasa tersinggung dapat mendapatkan kembali uang pembelian gim yang mereka keluarkan.

“Seluruh tim Red Candle Games bertanggungjawab atas kesalahan buruk yang tak profesional ini,” ujar mereka dalam sebuah pernyataan hari Senin kemarin. “Bukan visi Red Candle untuk secara diam-diam menyebarluaskan ideologi yang lebih luas, maupun untuk menyerang seseorang di dunia nyata.

“Kami dengan tulus berharap bahwa hal ini diakhiri oleh Red Candle, dan tolong jangan melampiaskannya kepada rekan-rekan kami yang tidak tahu apa-apa.”

Wakil Perdana Menteri Taiwan Chen Chi-mai memuji gim tersebut dengan mengatakan “hanya di negara-negara demokratis dan merdeka saja suatu karya dapat terbebas dari berbagai larangan.”

Lembaga sensor online Cina, sementara itu, mencoba menghapus referensi-referensi dan pesan tersembunyi dari gim tersebut.

Hasil pencarian kata “Red Candles Game” dan “Devotion” di mesin pencari Cina, Weibo, tak menunjukkan apapun.

What’s On Weibo, yang melacak konten dalam situs, menyatakan bahwa sepanjang akhir pekan, unggahan berisi tanda pagar #Devotion mendapat ratusan juta tinjauan.

Namun pada hari Senin, pencarian tagar #Devotion hanya menampilkan empat hasil, di mana tak satu pun berhubungan dengan gim tersebut.

Unggahan yang menyebut judul gim tersebut dalam bahasa Inggris, yang kerap luput dari penyensoran lembaga sensor online Cina, menunjukkan bahwa pengguna internet yang berada di Cina menerima pesan dari Steam yang menyatakan bahwa gim tersebut tak lagi tersedia untuk dimainkan di negara tersebut.

Sementara itu, akun Red Candle dalam platform serupa Twitter versi Cina, Sina Weibo, telah ditangguhkan, untuk mencegah perusahaan tersebut mempublikasikan gim itu di kawasan Cina daratan.

Di Taiwan, di mana media sosial tidak diatur oleh pemerintah, ribuan pengguna media sosial berkelakar tentang ‘telur paskah’ tersebut.

Beberapa pengguna Facebook mengunggah foto dan gambar bergerak (GIF) karakter Winnie the Pooh, sementara yang lainnya mencetak poster yang dipermasalahkan tersebut.

Bermaingim di Cina

Kejadian di atas memunculkan pertanyaan apakah Steam akan menjadi platform online asing terbaru yang akan diblok di Cina daratan.

Secara teknis, Steam belum mendapatkan ijin resmi untuk beroperasi di Cina daratan, tetapi masih tetap dapat diakses. Sekitar 30 juta orang menggunakan platform itu di Cina.

Platform itu mengijinkan pengguna asal Cina untuk mengunduh dan memainkan gim yang belum mendapatkan otorisasi resmi.

Selama satu dekade terakhir, pemerintah telah melarang sejumlah gim yang kontennya dinilai kental unsur kekerasan atau anti-Cina.

Meski demikian, banyak gim rilisan terbaru yang belum berhasil menembus pasar Cina karena banyaknya gim yang menumpuk bertahun-tahun dan belum dipelajari oleh pihak regulator lokal.

Pejabat regulator media setempat juga baru mengumumkan bahwa mereka untuk sementara tak akan memberikan lisensi baru kepada perusahaan-perusahaan gim hingga tumpukan gim yang belum dipelajari tadi selesai diperiksa.

Alhasil, gim-gim populer seperti PlayerUnknowns’s Battlegrounds dan Fortnite, di mana keduanya dirilis sejak 2017 lalu, masih belum mendapat otorisasi di Cina.


(rna/rna)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ahok: Hentikan Menuduh Puput Nastiti Devi Macam-Macam

Liputan6.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok meminta publik tak berspekulasi macam-macam soal hubungannya dengan mantan polwan Puput Nastiti Devi.

“Mengenai hubungan saya dengan PND, tuduhan-uduhan negatif dari saudara-saudara itu, saya harap jangan berspekulasi dengan kehidupan pribadi saya. Saudara telah melakukan fitnah,” kata Ahok dalam sebuah video yang dia unggah dalam akun instagramnya, @basukibtp pada Selasa (26/2/2019).

Menurut Ahok, apa yang dia lakukan sudah dia konfirmasi dengan Tuhan, ibu dan para tantenya. Untuk itu, Ahok meminta agar tak ada lagi yang menuduh Puput macam-macam.

“Saya minta saudara hentikan spekuasi kehidupan saya, hentikan menuduh PND macam-macam, saya yang memutuskan, kalau mau salahkan, salahkan saya jangan PND, kalau saya salah, saya tidak perlu berikan bukti-bukti soal percerian saya,” kata dia.

Ahok pun menegaskan bahwa dia mengetahui benar apa yang telah dia lakukan.

“Saya sudah 52 tahun, saya bukan anak kecil kemarin, saya berbuat apapun saya berani selama saya punnya dasar firman Tuhan, kebenaran, taat pada konstitusi dan ibu saya. Sekali lagi tolong jangan spekulasi kepada kehidupan saya,” tandas Ahok.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tak Bisa Tiup Lilin untuk Ultah Shafeea, Dhani Kesal

SurabayaAhmad Dhani kesal karena gagal meniup lilin kue ulang tahun sebelum sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Apalagi hingga persidangan dimulai, kue tart untuk merayakan ulang tahun sang putri, Shafeea Ahmad tidak kunjung datang.

“Hari ini Shafeaa ulang tahun, kuenya mana untuk tiup lilin,” kata Dhani di Ruang Cakra, PN Surabaya, Jalan Arjuno, Selasa (26/2/2019).

Caleg Partai Gerindra itu semakin geram karena merasa mendapat perlakuan yang kurang berkenan dari polisi. Dhani merasa dihalang-halangi untuk merayakan ulang tahun Shafeea.
“Tolong diberitakan ya hari ini saya tidak boleh meniup lilin untuk anak saya Shafeaa Ahmad yang hari ini ulang tahun. Tolong diberitakan dilarang oleh polisi, tolong beritakan saja,” kata Dhani sambil berlalu menuju kursi persidangan.
Shafeea genap berusia 8 tahun tepat hari ini. Tepat Dhani menjalani sidang yang kelima. Senin (25/2), Shafeea menjenguk Dhani bersama ibunda tercinta Mulan Jameela dan sang kakak, Tiara di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Dhani mengucapkan selamat ulang tahun sambil memeluk erat Shafeea. Saat ditanya soal kado ulang tahun, Shafeea hanya ingin sang ayah lekas pulang ke rumah.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indra Sjafri: Marinus Bisa Kendalikan Emosi

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, takjub dengan kedewasaan Marinus Wanewar. Meskipun kerap mendapatkan provokasi dari Vietnam, namun sang bomber mampu mengendalikan emosinya. 

Marinus Wanewar sebelumnya mendapatkan kritikan karena sikap tak sportifnya kepada pemain Kamboja U-22. Namun, belakangan terungkap kalau para pemain tuan rumahlah yang sejak awal pertandingan kerap melakukan provokasi terhadap Marinus.

Pada laga melawan Vietnam U-22, Marinus juga mendapatkan perlakuan yang sama. Beberapa kali terlihat Marinus coba diprovokasi oleh para pemain lawan, namun sang pemain hanya diam dan membalasnya dengan senyuman.

Bahkan, Marinus berubah menjadi penengah ketika Osvaldo Haay terlibat perkelahian kecil dengan pemain Vietnam U-22. Marinus dengan sigap mencegah para pemain lawan lainnya yang mencoba ikut campur ketika wasit sudah memisahkan kedua pemain tersebut.

“Saya mengenal Marinus sudah tujuh pekan dan ini pekan kedelapan. Dia anak yang cerdas. Jangan pikir dia gampang terpancing emosinya sama lawan. Dia adalah pemain yang bisa mengontrol emosinya,” kata Indra Sjafri kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).

Indra Sjafri juga berpesan agar media dan sosial media tidak selalu memojokkan Marinus ketika melakukan sesuatu yang dianggap tidak lazim. Pelatih asal Sumatra Barat itu ingin masyarakat Indonesia sama-sama membantu Marinus untuk menjadi penyerang yang hebat.

“Saya ingin dia menjadi pemain terbaik di Indonesia. Jadi, tolong kepada media dan masyarakat Indonesia untuk terus mengawal dan mendukung Marinus,” tegas Indra Sjafri.

Timnas Indonesia U-22 melaju ke final Piala AFF 2019 setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0. Pasukan Garuda Muda bisa mengandalkan ketajaman Marinus Wanewar yang sedang dalam puncak performanya di Piala AFF ini.


HEADLINE: Tembus Final Piala AFF 2019, Timnas U-22 Indonesia Bidik Sejarah

Liputan6.com, Jakarta – Veni, vidi, vici atau datang, lihat, dan menang. Itukah yang akan dinikmati Timnas U-22 Indonesia di ajang Piala AFF U-22 2019? Saat ini, langkah tim asuhan Indra Sjafri ini sudah sampai di partai puncak, di ajang yang digelar di Kamboja itu.

Tiket ke partai puncak itu didapat usai mengalahkan Vietnam 1-0 lewat gol semata wayang Luthfi Kamal di semifinal, Minggu (24/2). Padahal, ini adalah pertama kalinya, Indonesia tampil di turnamen yang pertama kali digelar pada tahun 2005 itu.

Dengan status debutan, langkah Timnas U-22 Indonesia yang sudah sampai ke final, memang luar biasa. Tak pelak, Witan Sulaeman dan kawan-kawan pun akan mencetak sejarah jika mampu menghajar Thailand, lawan di partai puncak yang akan digelar sore nanti.

Indra Sjafri jelas tak ingin pasukannya membuang kesempatan emas ini. Dia menegaskan Garuda Muda tak mau pulang dengan tangan kosong ke Tanah Air. Timnas U-22 ingin merebut gelar juara Piala AFF untuk yang pertama kalinya.

“Target pertama lolos ke babak gugur karena grup B sangat ketat. Lalu target kedua kami lolos ke final, dan terakhir kami ingin bawa pulang Piala AFF U-22,” kata Indra, yang pada 2013 sukses membawa Timnas U-19 jadi juara di ajang serupa.

Timnas U-22 Indonesia memang layak tampil di final. Sepanjang perhelatan Piala AFF U-22, performa mereka terus meningkat dari laga per laga. Tentu, diharapkan, penampilan mereka menemui puncaknya saat duel lawan Thailand.

Indonesia memang sempat terlihat agak gugup di dua laga awal Grup B. Hasil, dia dua pertandingan, mereka hanya mampu meraih hasil imbang: 1-1 lawan Myanmar dan 2-2 saat berhadapan dengan Malaysia.

Performa lebih baik baru ditunjukkan pasukan Indra Sjafri di pertandingan ketiga, yang merupakan laga penentuan lolos tidaknya mereka ke semifinal. Menghadapi tuan rumah Kamboja, yang telah memastikan lolos, Tim Merah Putih tampil beringas.

Alhasil, dua gol berhasil diberondong Marinus Wanewar ke gawang Kamboja dan memastikan tiket ke semifinal.

Lawan Vietnam, yang berstatus juara Grup A, di semifinal, Tim Garuda juga sama sekali tak gentar. Timnas U-22 tampil gemilang untuk menahan setiap gempuran lawan.

Bahkan, mereka mampu menjebol gawang Vietnam lewat tendangan bebas cantik yang dieksekusi Luthfi Kamal pada menit ke-69. Itulah satu-satunya gol yang tercipta, dan Indonesia pun ke final. 

Pasukan Garuda Muda juga semakin percaya diri. Mereka yakin, pencapaian saat ini, pantas mereka dapatkan karena perjuangan yang tak kenal lelah.

“Alhamdulillah kami meraih hasil positif pada pertandingan semifinal. Namun, kami harus fokus lagi untuk mempersiapkan laga final,” ujar Witan.

Di dua laga terakhir, memang performa Timnas U-22 Indonesia makin mengilap. Permainan kolektif dipertujukkan dengan sangat baik. Faktor kecepatan para pemain Indonesia juga benar-benar dieksploitasi sehingga membuat lawan keteteran.

2 dari 3 halaman

Faktor Marinus

Marinus Wanewar jadi salah salah satu pemain Timnas U-22 yang jadi momok bagi lawan. Termasuk di final nanti, penyerang asal Papua ini diharapkan mampu membuat perbedaan sehingga bisa mengantar Indonesia ke tangga juara.

Dengan tiga gol yang dia lesakkan, pemain berusia 21 tahun ini bahkan berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak di Piaal AFF U-22. Tak heran, Indra Sjafri sangat berharap kepada ketajaman pemain Bhayangkara FC ini.

Indra pun makin percaya, kareka belakangan, sang pemain sudah semakin mahir mengatur emosinya. Contohnya, saat duel lawan Vietnam, beberapa kali terlihat Marinus coba diprovokasi pemain lawan, namun sang pemain hanya diam dan membalasnya dengan senyuman.

“Saya mengenal Marinus sudah tujuh pekan dan ini pekan kedelapan. Dia anak yang cerdas. Jangan pikir dia gampang terpancing emosinya sama lawan. Dia adalah pemain yang bisa mengontrol emosinya,” kata Indra Sjafri kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).

Marinus memang sempat bikin heboh dengan tingkah kontroversialnya. Di SEA Games 2017 lalu, saat melawan Kamboja. Dia dituduh memegang kemaluannya di hadapan para pemain Kamboja.

Tapi, seperti disebut Indra, saat ini, tampaknya dia telah berubah. Buktinya, dia bisa begitu berkontribusi untuk Timnas U-22 Indonesia.

“Saya ingin dia menjadi pemain terbaik di Indonesia. Jadi, tolong kepada media dan masyarakat Indonesia untuk terus mengawal dan mendukung Marinus,” ujar Indra.

3 dari 3 halaman

Tahu Kekuatan Thailand

Indra Sjafri sendiri menyebut, duel final lawan Thailand bukanlah hal yang istimewa. Pasalnya, kedua tim sudah sangat sering saling berhadapan, di berbagai level, berbagai kategori umur, dan berbagai kejuaraan.

Indra pun menilai, kedua tim, baik Indonesia dan Thailand, sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana mereka saling meracik strategi, memanfaatkan peluang-peluang yang ada, dan membuat sesedikit mungkin kesalahan.

Indra sendiri mengaku sudah mempelajari kekuatan terkini Thailand. Paling tidak, pria asal Minang ini sudah punya bekal karena menyaksikan laga Thailand saat mengalahkan Kamboja lewat adu tendangan penalti.

“Mudah-mudahan ini tak sekadar final. Semoga ini bisa menjadi gelar kedua saya untuk tim usia yang berbeda,” Indra Sjafri menegaskan.

Selamat berjuang Garudaku….

Setop Kampanye Hitam di Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ketiga perempuan berkerudung itu tertunduk usai digelandang ke Mapolda Jawa Barat. Suara ketiganya tak lagi terdengar, seperti saat melakukan kampanye hitam door to door di Karawang.

Aksi kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ketiganya terekam kamera. Pada video yang viral di media sosial itu, mereka menyebut, bila Jokowi menang maka suara azan di masjid dilarang, tidak ada lagi yang diperbolehkan memakai hijab, dan pernikahan sejenis dibolehkan.

Pukul 23.30 WIB, Minggu 24 Februari 2019, Polres Karawang dan Polda Jawa Barat menangkap ketiganya di rumah masing-masing. Mereka adalah Engqay Sugiarti (39) warga Babakanmaja, Ika Peranika (36) warga Kalioyod, Karawang, dan Citra Widianingsih, (38) warga Perumnas Bumi Telukjambe, Karawang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, polisi ingin memberi efek jera kepada pelaku dan penyebar kampanye hitam dari penangkapan ketiganya. Tidak peduli dengan sikap atau kampanye hitam itu ditujukan.

Selain itu, lanjut dia, penangkapan ketiganya merupakan tindakan preventif. Polisi dan Bawaslu khawatir, video tersebut dapat memunculkan konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Polri akan melakukan tindakan tegas dan terukur siapapun yang melakukan kampanye hitam yang bersifat tidak benar atau bohong. Karena kita tidak ingin tatanan demokrasi ini dirusak oleh berita bohong,” kata Truno di Bandung, Senin 25 Februari 2019.

Terlebih, kampanye hitam sudah masuk dalam tindak pidana. 

“Dalam proses penyelidikan ini tentunya Dirkrimum bersama Bawaslu akan melakukan serangkaian kegiatan bersama untuk mengevaluasi terhadap perbuatan yang diduga adalah tindak pidana pemilu. Namun dalam proses penyelidikan, kita lihat adanya tindak pidana lain terkait pelanggaran yang dilakukan ketiga wanita tersebut,” ujar Truno.

Dia menuturkan, tindakan ketiganya bisa dijerat dengan sejumlah undang-undang. Salah satunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Direktorat Kriminal Khusus melakukan langkah-langkah penyelidikan tentang adanya dugaan pelanggaran Pasal 28 UU ITE. Termasuk UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang adanya peraturan hukum pidana soal penyebaran berita bohong,” tutur Truno.

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran Pasal 28 UU ITE yakni 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Sedangkan pelanggaran terhadap UU No 1 tahun 1946 diancam dengan hukuman 3 tahun penjara.

Menurut dia, penyidik tengah mendalami sangkaan tersebut. Termasuk soal peran masing-masing perempuan tersebut dalam kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sejauh ini kita masih mendalami dan nanti akan disampaikan,” ujar Truno.

Rabu 29 Januari 2019, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pernah mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan kampanye hitam pada Pemilu 2019. Dia mengatakan, boleh saja memberitahukan kekurangan pihak lawan, selama informasinya berdasarkan fakta dan data.

“Tolong kedepankan cara-cara santun, lakukan positif campaign, kampanye tentang program dan keunggulan calon masing-masing, kalau ada negative campaign sebatas tertentu masih bisa kita tolerir,” kata Kapolri, seperti dilansir Antara.

Artinya, lanjut dia, kampanye tentang kelemahan lawan bisa dilakukan selama berdasar fakta dan bertujuan supaya masyarakat paham dalam memilih. Sebab, masyarakat jadi tahu kelebihan dan kekurangan dari calon pemimpin.

“Yang tidak boleh adalah black campaign, kampanye yang faktanya tidak ada tapi diada-adakan,” kata Kapolri di sela pelaksanaan Rapim TNI-Polri 2019 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta.

Dia menuturkan, Polri akan menindak tegas siapapun yang melakukan kampanye hitam dalam Pemilu 2019.

“Itu (kampanye hitam) pidana, pasti akan kita tindak,” janji Kapolri.

2 dari 3 halaman

Bawaslu Bentuk Tim Khusus

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menurunkan tim khusus untuk mendalami kasus video yang menampilkan ibu diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, di Karawang, Jawa Barat.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bawaslu Karawang, sudah melakukan pendalaman atas informasi yang masuk ke kita ya,” kata Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah, di Kota Bandung, Senin 25 Februari 2019.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan investigasi dan menurunkan tim khusus untuk mencari tempat kejadian dari video tersebut dan mencari tahu pihak yang terlibat dalam video tersebut.

“Dari hasil ini memang kami sedang mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi. Jadi dalam konteks kami ini masih dalam rangka pengumpulan informasi, sehingga ruang investigasi sedang kami maksimalkan,” ujar Abdullah.

Tim Sentra Gakkumdu sedang menyelidiki dan mendalami terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Pemilu dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, beredar video di Twitter yang menampilkan perempuan berbicara Bahasa Sunda melakukan kampanye hitam yang ditujukan ke capres nomor urut 01, kepada warga.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: