Sandiaga Pastikan Mobil Pelat TNI di Kampanye Prabowo Bukan dari BPN

Jakarta – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno memastikan pengguna mobil pelat TNI di acara kampanye relawan Prabowo-Sandiaga bukan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN). BPN Prabowo-Sandiaga diminta untuk tidak menggunakan fasilitas negara.

“Menurut saya harus diklarifikasi, betul tidak BPN. Tapi menurut saya, BPN tidak akan menggunakan kendaraan milik fasilitas negara karena itu arahan kita tidak ingin membebani dan menggunakan fasilitas negara,” ucap Sandiaga kepada wartawan di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Sandi lalu kembali bercerita alasan dia mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk maju dalam Pilpres 2019. “Saya mundur dari Wagub karena tidak ingin menggunakan fasilitas negara. Buat saya itu esensi,” kata Sandiaga.

Sandiaga meminta kepada pihak berwajib, baik TNI maupun Bawaslu untuk bertindak jika ada pelanggaran.

“Kita ikuti peraturan kalau sampai ada pelanggaran segera ditindak lanjuti,” ucap Sandiaga.

Sebelumnya, video sebuah mobil berpelat dinas TNI mengangkut logistik di acara relawan paslon Prabowo-Sandiaga viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu tampak satu unit mobil Mitsubishi Pajero membawa logistik.

Pihak TNI melakukan penyelidikan. Diketahui, mobil tersebut bukan milik anggota TNI aktif, tapi purnawirawan.

“Setelah melakukan penyelidikan awal di lingkungan internal TNI, POM TNI mengembangkan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait di lapangan. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini,” kata Kabidpenum Puspen TNI Letkol Inf Abidin Tobba dalam keterangan tertulis.

Abidin menjelaskan pemilik mobil berpelat dinas TNI itu berinisial RAT. Saat pensiun, RAT tidak mengembalikan pelat mobil dinas TNI yang digunakannya semasa aktif.

“Diketahui bahwa pemilik mobil Pajero berpelat nomor dinas TNI 3005-00 adalah seorang Purnawirawan TNI, pensiun tahun 2001, berinisial RAT,” jelas Abidin.

“Pada saat pensiun, yang bersangkutan mengembalikan mobil dinas, namun pelat nomor dinasnya tetap dipegang yang bersangkutan,” imbuhnya.

(aik/knv)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kata Moeldoko soal Mobil Pelat TNI di Kampanye Prabowo

Jakarta – Bawaslu sedang menginvestigasi laporan soal mobil pelat TNI di acara relawan Prabowo-Sandiaga di GOR Pajajaran, Bogor. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan sarana dan atribut militer tidak boleh digunakan dalam kegiatan politik.

“Kalau itu benar pelaku TNI, saya pikir Panglima akan ambil langkah tegas. Tapi banyak yang sudah pensiun masih gunakan pelat tentara. Mungkin mereka pegang itu, saya tidak tahu persis” ucap Moeldoko kepada wartawan di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019).

Menurut mantan Panglima TNI itu, fasilitas dan sarana militer tidak boleh digunakan untuk acara politik. Bahkan, tindakan itu adalah pelanggaran.

“Tapi yang jelas jangan coba-coba gunakan sarana, prasarana, alat perlengkapan militer untuk politik praktis. Itu dilarang, siapa pun mereka. Nggak elok, nggak bagus, bahkan pelanggaran,” ujarnya.

Sebelumnya, video sebuah mobil berpelat dinas TNI mengangkut logistik di acara relawan paslon Prabowo-Sandiaga viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu tampak satu unit mobil Mitsubishi Pajero membawa logistik.

Pihak TNI sudah melakukan penyelidikan. Diketahui, mobil tersebut bukan milik anggota TNI aktif, tapi purnawirawan.

“Setelah melakukan penyelidikan awal di lingkungan internal TNI, POM TNI mengembangkan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait di lapangan. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini,” kata Kabidpenum Puspen TNI Letkol Inf Abidin Tobba dalam keterangan tertulis.

Abidin menjelaskan pemilik mobil berpelat dinas TNI itu berinisial RAT. Saat pensiun, RAT tidak mengembalikan pelat mobil dinas TNI yang digunakannya semasa aktif.

“Diketahui bahwa pemilik mobil Pajero berpelat nomor dinas TNI 3005-00 adalah seorang Purnawirawan TNI, pensiun tahun 2001, berinisial RAT,” jelas Abidin.

“Pada saat pensiun, yang bersangkutan mengembalikan mobil dinas, namun pelat nomor dinasnya tetap dipegang yang bersangkutan,” imbuhnya.

(aik/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Panglima TNI dan Kapolri Kompak ke Sentani Cek Penanganan Banjir Bandang

Jayapura – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama-sama mengunjungi Sentani, Jayapura, Papua. Mereka mengecek kawasan terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan korban berjalan baik.

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri yang berangkat dari Jakarta dan transit di Makassar, tiba di Bandara Sentani pada pukul 11.15 Wita, Sabtu (2/3/2019). Di ruang transit VIP, mereka disambut Danrem 17/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar. Binsar memaparkan data-data korban dan kerusakan akibat banjir bandang serta langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan.

“Hingga saat ini dilaporkan 113 jiwa meninggal dan 94 jiwa hilang,” kata Binsar di hadapan Panglima TNI dan Kapolri serta rombongan. Hadir juga di acara ini, Gubernur Papua Lukas Enembe, Kapolda Papua Irjen Martuani, dan Bupati Jayapura Mathias Awaitouw.

Panglima TNI dan Kapolri di SentaniPanglima TNI dan Kapolri di Sentani Foto: Triono WS/detikcom

Panglima TNI menyoroti penanganan korban luka dan yang masih hilang serta ketersediaan air bersih untuk pengungsi. “Jangan sampai ada penyakit lanjutan karena tak ada air bersih,” kata Marsekal Hadi.
Sementara Kapolri fokus pada operasi dan korban luka. Polri mendukung penuh penanganan korban banjir. “Untuk korban, terutama korban luka, sekiranya tidak bisa ditangani di sini, lebih baik langsung dievakuasi (dirujuk),” kata Jenderal Tito.

Dari bandara, Panglima TNI dan Kapolri bergeser ke Markas Yonif RK 751/R Sentani yang berjarak 2 kilometer dari bandara. Di sini, Panglima TNI dan Kapolri memberi penghargaan kepada prajurit TNI dan Polri yang berjuang menyelamatkan korban banjir. Mereka di antaranya Letda Inf Febriansyah (menyelamatkan bayi), Serda M. Nur (menyelamatkan korban dengan bantuan oksigen), Kopda Bonafisius Lamadoken (menyelamatkan uang gereja), dan Lettu Shofa Amrin (menyeberangkan korban banjir), dan lain-lain.

Kemudian rombongan menuju Mako Lanud Silas Papare Sentani. Markas TNI AU ini ikut jadi korban banjir. Kerusakan terlihat di sejumlah titik.

Panglima TNI dan Kapolri di SentaniPanglima TNI dan Kapolri di Sentani Foto: Triono WS/detikcom

Lokasi terakhir yang dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri adalah posko induk darurat dencana di kantor Pemkab Jayapura. Rombongan berinteraksi dengan anak-anak pengungsi dan berdialog dengan korban banjir. Juga memberikan bantuan secara simbolis.
“Saya sudah mengecek ke beberapa lokasi di sini, dan saya kira penanganan berjalan cukup baik,” tegasnya.

Banjir bandang di Sentani terjadi pada Sabtu, 16 Maret 2019. Berdasarkan data Korem per hari ini, tercatat 113 orang tewas, 107 luka berat, 808 luka ringan, dan 94 hilang. Total pengungsi berjumlah 15.670 orang atau 4.019 KK.
(trw/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mabes TNI Ungkap Pemilik Mobil di Giat Relawan Prabowo-Sandi

Liputan6.com, Jakarta – Markas Besar (Mabes) TNI mengaku tidak menemukan keterlibatan prajurit TNI aktif dalam acara Pasangan Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagaimana beredarnya video mobil dinas berpelat TNI yang viral di media sosial.

“Setelah melakukan penyelidikan awal di lingkungan internal TNI, POM TNI mengembangkan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait di lapangan. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini,” kata Plh Kabidpenum Puspen TNI Letkol Inf Abidin Tobba seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/3/2019).

Dari hasil penyelidikan awal, Abidin mengatakan, pemilik mobil Pajero berpelat nomor dinas TNI 3005-00 itu ternyata seorang purnawirawan TNI berinisial RAT.

Menurut Abidin, RAT telah mengembalikan mobil dinasnya. Namun pelat nomor dinasnya tetap dipegang yang bersangkutan.

“Pada hari Kamis 21 Maret 2019 yang bersangkutan memerintahkan sopirnya, berinisial L, membeli nasi bungkus untuk dikirim ke Gedung Pajajaran, Bogor. Awalnya mobil tersebut berangkat dengan menggunakan nomor registrasi sipil. Namun, karena macet, sopirnya (L) berinisiatif mengganti dengan pelat nomor dinas menuju Gedung Pajajaran Bogor,” katanya.

Atas dasar hasil pengembangan perkara tersebut, POM TNI telah menyita pelat nomor dinas TNI 3005-00 yang tidak dilengkapi BNKB (STNK TNI).

Bawaslu Investigasi Laporan soal Mobil Pelat TNI di Kampanye Prabowo

Jakarta – Bawaslu akan menginvestigasi lebih lanjut soal laporan mobil dinas pelat TNI yang mengangkut logistik di acara kampanye relawan capres Prabowo Subianto. Bawaslu akan menyampaikan keputusan soal laporan itu ke publik.

“Jadi kita melakukan investigasi nanti. Dan kami kan punya waktu untuk bisa melakukan investigasi, pengumpulan dan nanti akan membuat kajian apakah ini masuk memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak. Tentu nanti apapun keputusan kita akan sampaikan kepada publik,” kata Ketua Bawaslu Abhan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019).

Abhan belum bisa memberitahukan apakah pihak kubu Prabowo-Sandi akan diundang untuk dimintai keterangan. Dia juga masih merahasiakan siapa pemilik mobil yang dimaksud.

“Kita nanti dulu, kita belum bisa menyampaikan kesimpulan itu (pemilik mobil). Itu kalau itu sudah kesimpulan,” ujarnya.

TNI sebelumnya menyelidiki mobil berpelat dinas TNI yang mengangkut logistik acara relawan Prabowo-Sandiaga itu. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pemilik mobil tersebut merupakan purnawirawan TNI.

“Setelah melakukan penyelidikan awal di lingkungan internal TNI, POM TNI mengembangkan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait di lapangan. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini,” kata Kabidpenum Puspen TNI Letkol Inf Abidin Tobba dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (23/3).

Abidin menjelaskan pemilik mobil berpelat dinas TNI itu berinisial RAT. Saat pensiun, RAT tidak mengembalikan pelat mobil dinas TNI yang digunakannya semasa aktif.

“Diketahui bahwa pemilik mobil Pajero berpelat nomor dinas TNI 3005-00 adalah seorang Purnawirawan TNI, pensiun tahun 2001, berinisial RAT,” jelas Abidin.

“Pada saat pensiun, yang bersangkutan mengembalikan mobil dinas, namun pelat nomor dinasnya tetap dipegang yang bersangkutan,” imbuhnya.
(azr/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Minta Sosok yang Pakai Mobil Berpelat TNI untuk Kampanye Diungkap

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meminta TNI transparan menjelaskan mobil berpelat nomor dinas yang angkut logistik kampanye Prabowo Subianto. TKN meminta TNI tegas bila anggotanya terbukti terlibat.

“TNI harus transparan kepada masyarakat dan memberitahukan siapa sebenarnya pelaku pelanggaran disiplin dan tata tertib di TNI tersebut, apalagi undang-undang mewajibkan TNI netral di setiap pemilu,” kata anggota TKN Inas Nasrullah kepada detikcom, Jumat (22/3/2019).

Inas mengatakan pelaku dinilainya berani karena memindahkan pelat nomor resmi ke mobil yang berbeda. Dia meminta TNI memberitahukan siapa pelakunya.


Sementara itu Wakil Ketua TKN Johnny G Plate menyindir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tidak mematuhi undang-undang (UU) pemilu. Dia mengatakan bila sebagai peserta pemilu saja berani melanggar aturan apalagi jika terpilih nanti.

“Jika taat UU pemilu saja sulit apa yang bisa diharapkan dari calon pemimpin seperti ini? Baru sebagai peserta pemilu sudah langgar UU apalagi nanti bisa semua UU diterabas,” kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate saat dikonfirmasi terpisah.

Johnny mengingatkan semua peserta pemilu harus taat pada aturan yang ada. Dia menegaskan tidak dibenarkan TNI terlibat dalam kampanye.

“Peserta pemilu yang harus sadar bahwa menggunakan fasilitas dan melibatkan personil TNI tidak dibenarkan dan melanggar UU pemilu,” ucapnya.

Sebelumnya, TNI telah melakukan pengecekan ke registrasi Mabes TNI. “Hasil dari pengecekan dari data yang ada di registrasi Mabes TNI, bahwa nomor tersebut betul nomor kendaraan yang ada di Mabes TNI, yang mana nomor tersebut adalah 3005-00,” kata Danpuspom TNI Mayjen Dedy Iswanto dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3).

“Namun jenis kendaraannya tidak sesuai dengan registrasi yang ada di Mabes TNI, yang mana data di registrasi militer, berjenis Mitsubishi Lancer. Mungkin itu yang bisa saya klarifikasi,” sambungnya.

Saat ini TNI tengah menelusuri soal berpindahnya pelat dinas untuk sedan Mitsubishi Lancer ke Mitsubishi Pajero. Dedy mengatakan TNI juga sedang mendalami bila memang ada anggota TNI yang terlibat.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan telah menegur pengemudi mobil berpelat dinas TNI tersebut. Dikatakan bahwa sopirnya adalah seorang purnawirawan.

“Mobil TNI sedang diselidiki dan pelat nomornya pada saat itu kami menemukan, Panwascam Tanah Sereal, kejadian di Kota Bogor, menegur yang bersangkutan pakai mobil pelat dinas. Kemudian diganti dengan pelat biasa, sehingga kemudian kami masukkan pada laporan pengawasan. Nanti kita tindak lanjut bagaimana penindakannya,” kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Bagja mengaku sudah mengantongi identitas pemilik mobil. Dia memberi tahu profesi sosok pemilik mobil itu merupakan purnawirawan, namun dia enggan menyebut siapa orang tersebut.

“Masih dalam penyelidikan. Jangan, orangnya sedang diproses,” katanya.

“Purnawirawan,” imbuhnya saat ditanya sosok pemilik mobil.
(fdu/rna)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Sebut Mobil Berpelat TNI di Giat Relawan Prabowo Milik Purnawirawan

Liputan6.com, Jakarta – Komisoner Badan Pengawas Pemilu Rahmat Bagja mengatakan mobil berpelat TNI dalam giat kampanye Prabowo-Sandi adalah milik purnawirawan. Pihaknya tengah menyelidiki lebih dalam soal peranan mobil tersebut.

“Sudah ketahuan yang pakai mobil, bukan perwira aktif, tapi purnawirawan. Masih dalam penyelidikan dan ada orangnya sedang diproses,” kata Bagja di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

Terpisah, Mabes TNI menyebut mobil berpelat militer tersebut tidak sesuai dengan nomenklatur resmi. Tercatat, dalam video beredar, jenis mobil diketahui tipe SUV, sedangkan data TNI menyebut pelat yang tercantum adalah untuk mobil tipe sedan.

“Yang mana data di registrasi militer dalam hal ini Mabes TNI, (mobil tersebut seharusnya) berjenis Mitsubishi Lancer,” ujar Komandan Polisi Militer (Danpom) TNI Mayjen Dedy Iswanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat siang.

Saat ini, POM TNI juga menyelidiki bagaimana pelat nomor tersebut bisa digunakan di mobil Pajero dan berada di tempat kegiatan kandidat nomor urut 02 dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto.

Bawaslu Tegur Pengemudi Mobil Pelat TNI yang Angkut Logistik Acara Prabowo

JakartaBawaslu menerima laporan terkait mobil berpelat dinas mengangkut logistik di acara capres Prabowo Subianto. Bawaslu mengaku sudah menegur pengemudi itu dan mengantongi identitas pemilik mobil.

Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja menjelaskan kronologi saat itu. Dia menyebut kejadian itu di Tanah Sereal, Bogor. Dia mengaku Bawaslu telah menegur pengemudi itu.

“Mobil TNI sedang diselidiki dan pelat nomornya pada saat itu kami menemukan, Panwascam Tanah Sereal kejadian di Kota Bogor, menegur yang bersangkutan pakai mobil pelat dinas. Kemudian diganti dengan pelat biasa sehingga kemudian kami masukkan pada laporan pengawasan. Nanti kita tindak lanjut bagaimana penindakannya,” kata Bagja di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2019).


Bagja mengaku sudah mengantongi identitas pemilik mobil. Dia memberi tahu profesi sosok pemilik mobil itu merupakan purnawirawan, namun dia enggan menyebut siapa orang tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, jangan, orangnya sedang diproses,” katanya.

“Purnawirawan,” imbuhnya saat ditanya sosok pemilik mobil.

Bagja mengatakan temuan ini dari laporan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) yang menghadiri acara tersebut. Hingga saat ini Bawaslu masih menyelidiki kasus tersebut.

Polemik ini berawal dari tersebarnya video viral berdurasi 1 menit. Dalam video tersebut tampak satu unit mobil Mitsubishi Pajero membawa logistik. Ada beberapa orang yang memindahkan logistik itu dari dalam mobil ke ruangan acara. Di lokasi tersebut terpasang sebuah spanduk bergambarkan Prabowo-Sandiaga dengan tulisan ‘Selamat Datang Para Relawan Se Bogor Raya Pada Dialog Kebangsaan’. Mobil jenis SUV itu tampak ada pelat dinas TNI berwarna oranye di bagian depan dan belakangnya.

Terkait hal itu pula sebelumnya TNI telah melakukan pengecekan ke registrasi Mabes TNI. “Hasil dari pengecekan dari data yang ada di registrasi Mabes TNI, bahwa nomor tersebut betul nomor kendaraan yang ada di Mabes TNI, yang mana nomor tersebut adalah 3005-00,” kata Danpuspom TNI Mayjen Dedy Iswanto dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/3).

“Namun jenis kendaraannya tidak sesuai dengan registrasi yang ada di Mabes TNI, yang mana data di registrasi militer, berjenis Mitsubishi Lancer. Mungkin itu yang bisa saya klarifikasi,” sambungnya.

Saat ini TNI tengah menelusuri soal berpindahnya pelat dinas untuk sedan Mitsubishi Lancer ke Mitsubishi Pajero. Dedy mengatakan TNI juga sedang mendalami bila memang ada anggota TNI yang terlibat.
(zap/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TNI AL di Batam Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 46 M

Pekanbaru – Tim TNI AL di Batam, Provinsi Kepri, menggagalkan penyelundupan baby lobster dengan tujuan Singapura. Diperkirakan nilai baby lobster ini mencapai Rp 46 miliar.

Upaya penyelundupan ini digagalkan tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I. Lokasinya di perairan Sugi, Batam.

“Tim ini gabungan dengan Guskamla, Den Intel Koramada I, Lantamal IV, dan Lanal Batam. Rencananya baby lobster ini akan diselundupkan ke Singapura,” kata Komadan Landal Dumai Kol Laut (P) Alan Dahlan kepada wartawan di Mako Lanal, Batam, Kamis (21/3/2019).

Menurut Alan, benih lobster ini diangkut dengan kapal cepat (speedboat) dengan mesin 4 x 200 PK. Melihat adanya speedboat di perairan Sugi, Batam, yang melaju dengan kecepatan sekitar 50 knot mengarah ke Singapura, tim segera melakukan penyekatan.

“Tim gabungan melakukan penyekatan gerakan kapal. Akhirnya speedboat itu berhasil kita tangkap,” kata Alan.

Dari hasil pemeriksaan di dalam kapal, kata Alan, terdapat beberapa kantong plastik yang berisi baby lobster. Baby lobster ini juga terdiri atas berbagai jenis dan ukuran.

Ada jenis baby lobster pasir berjumlah 295.236 ekor. Harganya setiap ekornya mencapai Rp 150 ribu. Selanjutnya ditemukan kembali baby lobster jenis mutiara sebanyak 9.118 ekor. Harga jenis lobster ini Rp 200 ribu per ekor.

“Total keseluruhan mencapai 302.354 ekor lobster dari dua jenis. Estimasi harga dari keseluruhan mencapai Rp 46 miliar lebih,” kata Alan.

Pihak TNI AL telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melepas kembali benih lobster tersebut. “Akan dilaksanakan pelepasliaran bersama instansi terkait ke wilayah Pulau Natuna,” kata Alan.
(cha/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tragedi Heli TNI Jatuh di Poso Gugurkan 13 Prajurit pada 2016

Liputan6.com, Jakarta – Suasana arisan keluarga Kolonel Infantri Ontang RP berlangsung hangat, Minggu 20 Maret 2016 lalu. Semua handai taulan berkumpul di rumah Ontang yang berada di Kompleks Perwira Angkatan Darat Cijantung, ‎Jakarta Timur.

Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, acara kumpul-kumpul keluarga ini memang digelar saban Minggu. Ontang yang biasa hadir, kali ini absen. Tugas negara di Poso mengharuskannya terpisah dari keluarga. Dia hanya menyampaikan salam kepada sang ibunda melalui sambungan telepon.

Namun tak dinyana. Suara Ontang dalam sambungan seluler itu menjadi komunikasinya yang terakhir dengan keluarga. Dia meninggal dunia setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh di Poso.

“Ada kawan Bang Ontang menyampaikan turut berduka cita,” ucap adik kandung Ontang, Marthin Sitindaon kepada Liputan6.com.

Tak hanya Ontang. Ada 12 prajurit lain yang gugur dalam tugas negara tersebut. Mereka adalah Danrem 132/Tdl Kolonel Inf Saiful Anwar, Kolonel Inf Heri, Letkol Cpm Tedy, Mayor Inf Faqih, Kapten Dr Yanto, Prada Kiki, Kapten Cpn Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Serda Karmin, Sertu Bagus, dan Pratu Bangkit.

Mayjen TNI Tatang Sulaiman, yang kala itu menjabat Kapuspen TNI menyatakan, 13 personel gabungan dengan Polri itu diterjunkan ke Poso untuk menangkap kelompok bersenjata pimpinan Santoso dalam Operasi Tinombala.

“Musibah jatuhnya Helikopter milik TNI AD sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah,” kata Mayjen Tatang Sulaiman saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Minggu 20 Maret 2016.

Dia menuturkan, kecelakaan berawal saat helikopter berangkat dari Desa Napu menuju Poso sekitar pukul 17.20 Wita. Namun heli itu jatuh tersambar petir di atas perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.

“Heli Bell itu masih kategori heli baru pengadaan 2012 dari Amerika Serikat. Semestinya pendaratan dekat Stadion Poso, 35 menit selama terbang,” kata Tatang.

Menurut dia, saat ini pihaknya melakukan langkah investigasi dan evakuasi korban jatuhnya helikopter tersebut. Sebab, salah satu kru helikopter Lettu Cpn Wiradi masih dalam pencarian pihak TNI.

“Pangdam VII/Wirabuana sedang memimpin pencarian dan evakuasi terhadap korban, 12 orang sudah dapat diidentifikasi dan 1 orang Lettu Cpn Wiradi (Co Pilot) masih dalam pencarian,” ujar dia.

Tatang menambahkan, dua belas jenazah korban heli itu sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, pada Minggu 20 Maret 2016. 12 korban akan menjalani identifikasi.

“Besok pagi, semua korban akan dievakuasi menuju ke rumah duka masing-masing. TNI masih melaksanakan investigasi dalam rangka mengumpulkan informasi jatuhnya pesawat helikopter itu,” jelas dia.

Sementara di kesempatan berbeda, Camat Poso Pesisir, Muhlis Saing mengatakan aparat TNI, Polri dan masyarakat setempat mengevakuasi jenazah dan memadamkan api saat heli yang membawa 13 penumpang itu jatuh di dekat Bandara Kasiguncu Poso.

“Kondisi jenazah hampir tidak ada yang utuh,” kata Muhlis.

Dia mengatakan aparat TNI dan Polri dibantu masyarakat kesulitan memadamkan api karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi kejadian. “Heli jatuh di saluran air, tapi tidak ada airnya. Kecuali saat hujan baru ada airnya,” ujar dia.

Menurutnya, saat membantu memadamkan api, warga hanya menggunakan daun pisang dan pasir. Dia mengatakan, evakuasi terpaksa dilakukan setelah api padam.

Warga juga takut mendekat karena sesekali ada letusan yang diduga amunisi. “Ada ledakan kecil-kecil. Kalau meledak lagi, masyarakat sembunyi lagi di balik pohon karena takut kena amunisi,” katanya.