Meluncur Tanpa Seremonial, Lexus LX 570 Sport Coba Peruntungan di Segmen SUV Mewah

Liputan6.com, Jakarta – Mengawali tahun baru, merek mewah Toyota di Indonesia, Lexus resmi menghadirkan LX 570 Sport. Desain terbaru dari mobil ini, semakin mencerminkan karakter yang powerfull, prestigious, dan elegant dari sebuah SUV premium.

Penyegaran dari Lexus LX 5700 Sport yang signifikan, terdapat pada bagian signature spindle grille sport yang didesain oleh para Takumi Lexus (Lexus Craftsman).

Selain itu, perubahan juga terdapat pada bumper depan dan belakang yang dilengkapi dengan diffuser untuk meningkatkan aerodinamika berkendara. Kesan elegan makin ditunjang dengan pelek dual-tone berukuran 21 inci, dan kaca spion dengan cover hitam, serta sentuhan aksen krom, dan ornamen sporty yang mewah di bagian dalam interior dengan kehadiran Aluminum Sport Pedals.

Untuk wajah LX 570 Sport juga dilengkapi lampu 3-LED untuk headlamps, dan L-Shaped Daytime Running Lights.

“Tahun ini, kami membawa perubahan lain untuk Lexus LX, dengan menghadirkan The New LX 570 Sport yang membawa tampilan kuat dan muscular. Model ini dihadirkan untuk semakin memancarkan power dan elegance, dengan sentuhan desain khas Lexus,” jelas GM lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (22/1/2019).

Jantung penggerak Lexus LX 570 Sport ini masih dipersenjatai mesin V8 berkapasitas 5.700 cc, yang mampu menghasilkan tenaga 362 Tk. Mesin berkapasitas besar ini, didukung oleh transmisi otomatis delapan percepatan yang didampingi fitur crawl control yang dapat mengendalikan gas, rem, dan transmisi sehingga pengemudi hanya perlu fokus pada manuver setir.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Kemewahan interior LX 570 SPORT dilengkapi oleh ruang kabin yang luas, serta tempat duduk lebar yang terbalut kulit semi-aniline yang lembut. Sistem hiburannya, terdapat 19-speaker Mark Levinson Premium Audio System, dan 12,3 inch Center Screen Display, dan 11,6 inch Dual Rear Seat Entertainment.

Mendukung kenyamanan dalam berkendara, Lexus LX 570 Sport dilengkapi dengan Colored Head-Up Display terbesar di kelasnya, dan untuk menjamin konektivitas tak terhenti, Lexus LX 570 SPORT dilengkapi dengan Wireless Charger di bagian penumpang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Nissan Terra Bertekuk Lutut di Hadapan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero

Liputan6.com, Jakarta – Nissan Terra nampaknya belum mampu menandingi para pesaingnya di segmen mobil SUV Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner. Buktinya, angka penjualan mobil yang dirilis di GIIAS 2018 ini terus di bawah kedua rivalnya itu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Nissan Terra secara wholesale pada Desember 2018 lalu hanya mencapai 230 unit. Angka tersebut turun 50% dari November yang mencapai 563 unit.

Hal berbeda justru dirasakan oleh rivalnya, Mitsubishi Pajero Sport yang justru mengalami peningkatan dari 1.322 unit pada November 2018. Angka distribusi mobil ini mencapai 1.549 unit per Desember sekaligus mengukuhkannya sebagai mobil SUV terlaris di Indonesia.

Senasib dengan Mitsubishi Pajero Sport, peningkatan juga dialami oleh Toyota Fortuner. Berdasarkan sumber yang sama, angka distribusinya pada Desember 2018 kemarin mencapai 1.523 unit, naik dari 1.471 unit pada November.

Wajar saja, Nissan Terra saat ini hanya ditawarkan dalam 4 varian. Sedangkan Mitsubishi Pajero Sport memiliki 6 varian dan Toyota Fortuner 8 varian. Selain itu, Nissan Terra juga terbilang pendatang baru yang belum sepenuhnya mengambil hati pasar mobil SUV Indonesia.

Sekadar informasi, berdasarkan situs resmi Nissan Indonesia, saat ini Nissan Terra dijual dengan harga Rp464 juta untuk varian terendahnya dan yang tertinggi mencapai Rp661 juta (OTR Jabodetabek).

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Kencan Singkat dengan Nissan Terra, Sang Penantang Toyota Fortuner

Nissan telah resmi meluncurkan SUV anyarnya yakni Nissan Terra terbaru di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan ini, Liputan6.com tak ingin ketinggalan untuk menjajal sekaligus mengetahui fitur-fitur yang disematkan di mobil yang dibanderol kisaran dari Rp 460 juta- Rp 600 jutaan ini.




Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Dari posisi duduk untuk pengendara, memang mobil yang diklaim cocok untuk dibawa di medan offroad ini sangatlah nyaman. Untuk postur tubuh yang tingginya 160 cm, head room SUV ini masih tersisa banyak sehingga membuat lega.

Pada bagian MID (Multi Information Display) terdapat indikator yang menghadirkan fitur untuk mengetahui tekanan angin pada ban kendaraan.

Nissan Terra yang dibekali mesin diesel 2.488cc ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 187 Tk dan torsi 450 Nm. 

Dimensinya sendiri memiliki panjang 4.895 mm, lebar 1.865 mm dan tinggi 1.835 mm, serta jarak sumbu roda 2.850 mm.

Dimensi yang lebih besar dari para pesaingnya ini membuat Terra lebih nyaman untuk dikendarai jarak jauh. Dengan ground clearance 225 mm, SUV ini diklaim bisa melalui berbagai medan termasuk off road. 

Baca selengkapnya di sini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Videonya di Bawah Ini:

Honda Siapkan Cafe Racer 300 Cc

Liputan6.com, Jakarta – Resmi diperkenalkan dalam ajang otomotif Bangkok Motor Show 2016, konsep Honda 300 TT Cafe Racer berhasil mendapatkan respons positif secara global.

Karena itu, perusahaan otomotif berlambang sayap mengepak itu memutuskan untuk melakukan produksi tahun depan.

Seperti dilansir Motorbeam, Selasa (22/01/19), Honda 300 TT Cafe Racer memiliki kerangka yang sama dengan CB300F dan CB300R. Namun, perbedaan jelas terlihat pada sub-frame dan swingarm.

Untuk menunjang rasa nyaman pengendara, motor pabrikan otomotif Jepang tersebut diharapkan memiliki pengaturan suspensi untuk bagian depan.

Secara mekanis, motor bergaya cafe racer itu akan ditenagai mesin yang sama dengan CB300R. Mengandalkan mesin DOHC 286cc, satu silinder, tenaga yang mampu dihasilkan mencapai 304 Tk dan torsi 27 Nm. Mesin tersebut dikawinkan dengan gearbox 6-speed.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sebelumnya, karya divisi R & D Honda Jepang telah mendaftarkan hak patennya. Pengajuan ini dilakukan untuk mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya untuk menciptakan desain serupa.

Dalam prosesnya, Honda melucuti bagian panel instrumen dan kaca spion. Selain itu, beberapa bagian juga belum memenuhi regulasi seperti ekor pendek yang dimensinya tidak melampaui roda belakang dan knalpot tidak dilengkapi catalytic converter.

Desain pada 300 TT Racer ini juga mendapat pengaruh dari CB1100F pada bagian tangki.

Rancangan ini pun tidak menutup kemungkinan berguna untuk paket aksesoris bolt on bagi pemilik motor sejenis yang ingin berganti gaya dari naked bike biasa menjadi cafe racer atau scrambler.

Pesaing Yamaha XMax dan Honda Forza Siap Mengaspal

Liputan6.com, Jakarta – Persaingan sepeda motor dikelas skuter matik semakin sengit. Pabrikan motor secara global berlomba-lomba menyajikan model menarik yang dibekali fitur-fitur canggih, salah satunya skutik premium.

Untuk Indonesia, Honda dan Yamaha berusaha memikat konsumen dengan menghadirkan skutik premium dengan pilihan mesin 150cc dan 250cc seperti PCX, NMax, Forza dan XMax.

Tren skutik premium ternyata tak hanya terjadi di Tanah Air, negara yang terkenal dengan film Bollywood, India, juga memiliki beberapa pilihan motor di segmen tersebut.

Setelah Suzuki meramaikan pasar dengan menghadirkan Brugman, produsen motor asal Italia Aprilia juga akan meluncurkan skutik premium di kelas 300cc, SR Max 300.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Seperti dilansir Motorbeam, Senin (21/01/2019), Aprilia SR Max 300 memiliki ukuran cukup besar karena meniru gaya sepeda motor sporty mereka. Terdapat windshield besar dan roda depan 15 inci yang dipadukan dengan garpu teleskopik 35 mm.

Untuk dapur pacunya, mengandalkan mesin 278cc, berpendingin cair yang dikawinkan dengan gearbox CVT sehingga mampu menyeburkan tenaga hingga 22,3 Tk pada 7500 RPM dan 23 Nm pada 6.000 RPM.

Sistem pengereman, Aprillia SR Max 300 menyematkan rem cakram berukuran 260 mm di bagian depan dan 240 mm di belakang. Selain tangki bahan bakar, di bawah kursi juga terdapat bagasi cukup luas.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi kapan Aprilia akan meluncurkan skuter terbarunya itu di pasar India, termasuk harga yang akan ditawarkan.

Ikutan #10YearChallenge, Mobil Ini Jadi Sorotan karena Tak Berubah

Liputan6.com, Jakarta – Setelah 35 tahun mengaspal, Suzuki Omni menarik perhatian saat ikutan #10YearChallenge, hal itu lantaran tak ada perubahan pada bagian eksterior saudara dekat Suzuki Carry tersebut.

Seperti dilansir Zigwheel, Senin (21/01/19), saat dibandingkan dengan mobil lainnya hanya Omni yang tidak mengalami perubahan selama 10 tahun belakangan.

Dijual sejak 1984, Omni dibekali mesin 796cc 3-silinder yang mampu menyemburkan tenaga 34,4 Tk dan torsi 59 Nm.

Terdapat juga model Van yang tersedia dalam 4 varian, yakni 5-penumpang, 8-penumpang, kargo dan ambulans.

2 dari 2 halaman

Omni Akan Berhenti Diproduksi

Sebelumnya, Omni menarik perhatian setelah Maruti Suzuki mengabarkan soal masa pensiun mobil legendaris tersebut.

Pabrikan pernah menyebutkan bahwa tak akan lagi ada investasi tambahan untuk mengembangkan Omni. Sebab untuk membuatnya sesuai dengan peraturan yang ketat, seperti uji tabrak butuh dana besar.

Apalagi mulai 1 Juli 2019 semua kendaraan di India harus memiliki fitur keselamatan standar. Mulai dari fitur keselamatan standar, seperti sistem peringatan kecepatan, sistem pengingat sabuk pengaman, airbag pengemudi, dan sensor parkir belakang.

Aturan ketat ini seolah tak bisa depenuhi oleh Omni. Maka itu, mobil pabrikan otomotif berlambang ‘S’ tersebut akan dipensiunkan pada pertengahan 2019.

Pabrikan berharap Suzuki Eeco bisa menggantikan posisi Omni dengan penjualan yang relatif tinggi, mendcapai 7.000 unit per bulan.

Tim Panel Dugaan Pencabulan Staf Dewas BPJS TK Disetop, Ade Armando Curiga

Jakarta – Kelompok Pembela Korban Kekerasan Seksual (KPKS) mencurigai langkah Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menghentikan Tim Panel dugaan pencabulan yang dilakukan mantan anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin (SAB) kepada stafnya. Tim Panel itu disetop setelah SAB diberhentikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini sungguh mencurigakan. DJSN menghentikan kerja Tim Panel yang sudah hampir rampung mengumpulkan bukti dan mewawancarai para saksi dan ahli. Tim Panel sudah akan mengumumkan hasil kerja mereka tentang perilaku Syafri pada awal pekan besok, dan tiba-tiba saja DJSN menghentikannya. Saya curiga DJSN sudah terbeli atau tunduk pada kepentingan Syafri,” ujar Koordinator KPKS, Ade Armando dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/1/2019).

Meski demikian, Ade berharap tim panel yang dibentuk akhir Desember 2018 itu tetap mengumumkan temuan tentang dugaan asusila yang melibatkan SAB dengan staffnya berinisial RA.

“Mudah-mudahan Tim Panel tidak ragu untuk menuntaskan kewajibannya, karena ini menyangkut integritas sebuah lembaga yang dibiayai uang rakyat tentang perilaku seorang pejabat nesagara yang dibiayai uang rakyat,” kata Ade.

Disetopnya kerja tim panel lantaran Presiden Jokowi sudah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan SAB yang mengajukan permohonan pengunduran diri pada 30 Desember 2018. Menurut Ade, DJSN seharusnya tidak melakukan intervensi karena mengundurkan diri.

“Ini tentu dua hal yang berbeda. Tim panel ini dibentuk untuk menyimpulkan apakah perilaku Syafri masuk dalam kategori perilaku tidak pantas atau tidak. Tim sudah bekerja. Seharusnya DJSN tidak mengintervensi hanya karena Syafri mengundurkan diri,” kata Ade.

Proses kerja tim panel, kata Ade sudah mengumpukan beberapa bukti dari saksi-saksi. Saksi dalam penuturan Ade, menyajikan bukti chat WA SAB ke RA berupa kata-kata rayuan. Dia melanjutkan, disetopnya tim panel oleh DJSN menunjukkan ada ketidakobjektifan dan indikasi tidak ingin melindungi pekerja perempuan.

“Tapi ini bukan cerita baru. Dua tahun yang lalu sejumlah deputi di BPJS TK juga melaporkan perilaku tidak pantas oleh Syafri. Tim panel sudah dibentuk dan merekomendasikan penghentian Syafri. Tapi ternyata tidak pernah ditindaklanjuti. Bayangkan, ini semua terjadi karena terduga pelaku dibiarkan bertahun-tahun oleh sesama Dewan Pengawas BPJS TK dan kini juga dilindungi oleh DJSN yang seharusnya berpihak pada korban,” ujar Ade.

Sebelumnya, DJSN memaparkan bahwa Presiden RI melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2019 tertanggal 17 Januari 2019 telah memberhentikan dengan hormat saudara SAB dengan mengacu pada Surat Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Nomor 01/DP/012019 tanggal 2 Januari 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Penetapan Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi serta Calon Pengganti Antarwaktu Dewan Pengawas dan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

“Dengan adanya Surat Keputusan Presiden tersebut, proses Tim Panel dihentikan dan selanjutnya DJSN akan mengusulkan pada Presiden, untuk membentuk panitia seleksi untuk pengisian jabatan anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan yang kosong,” kata Plt Ketua DJSN, Andi Zainal Abidin Dulung dalam keterangan tertulis.
(idn/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Berhentikan Dewas BPJS TK yang Dilaporkan Dugaan Pencabulan

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan dengan hormat anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin (SAB). SAB sebelumnya mengajukan pengunduran diri setelah terbelit isu dugaan pencabulan.

“Presiden telah menerima surat pengunduran diri SAB dengan baik. Pemberhentian dengan hormat saudara SAB menunjukkan presiden mengapresiasi kontribusi SAB kepada negara, yang sudah mengabdi puluhan tahun,” kata anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/1/2019).

Pemberhentian dengan hormat SAB tertuang dalam Keppres Nomor 12 Tahun 2019 pada 17 Januari. Lewat pemberhentian ini, Jokowi disebut Poempida juga menunjukkan posisinya menghormati proses hukum.

“Dengan demikian saudara SAB dapat fokus untuk menyelesaikan proses hukum yang dengan dijalaninya.

Apresiasi saya pribadi kepada Presiden Jokowi yang secara cepat menandatangani Keppres ini. Saya pribadi berharap semua pihak menghormati semua proses hukum yang sedang berjalan,” sambung Poempida

SAB sebelumnya menyatakan pengunduran diri dalam jumpa pers pada Minggu, 30 Desember 2018.

SAB mengatakan dirinya mundur bukan sebagai pembenaran uan mantan stafnya. Syafri mengaku fokus menempuh jalur hukum.

“Agar saya dapat fokus dalam rangka menegakkan keadilan melalui jalur hukum,” katanya.


(fdn/haf) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sensasi Tamasya Pagi di Agrowisata Kampung Flory

Liputan6.com, Yogyakarta – Satu lagi alternatif wisata hadir di Yogyakarta. Kampung Flory hadir sejak 2016 menawarkan tiga sensasi wisata sekaligus.

Memang kemunculan ketiganya tidak sekaligus. Satu persatu, tetapi kini bersinergi dan membuat pengunjung merasakan kelengkapan dalam berwisata.

Tidak sulit mencari lokasi Kampung Flory. Jika sudah berada di Kompleks Pemkab Sleman hanya meneruskan perjalanan ke barat sampai bertemu papan petunjuk menuju Kampung Flory. Kalau ingin praktis, cukup buka Google Maps dan temukan Kampung Flory sesuai arahan aplikasi itu.

Seusai namanya, Kampung Flory dikelilingi ribuan tanaman. Tumbuhan, bunga, dan pohon mengelilingi kawasan seluas 6,5 hektare. Tanaman pun tidak sebatas yang ditemui di Sleman, melainkan juga Gunungkidul, misal pohon pule.

Memasuki areal ini seperti memasuki hutan lindung yang tertata rapi. Setiap tepi jalan dikelilingi tumbuhan rindang dan menyegarkan mata. Beberapa tempat juga ditata sehingga menarik untuk dijadikan spot berswafoto.

Aliran sungai Bedog juga menambah kesan asri dengan gemericik air jernih yang mengalir. Masuk ke Kampung Flory juga sampai saat ini tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Pengunjung cukup membayar tarif parkir kendaraan saja,” ujar Redy Nurhadi, pengelola Kampung Flory, beberapa waktu lalu.

Kampung Flory juga menyediakan fasilitas outbound. Wisata outbound lahir karena banyaknya kunjungan siswa TK dan SD di tempat ini.

Bukan sebatas permainan mengasah kekompakan dan keseimbangan fisik, outbound di Kampung Flory juga dilengkapi dengan edukasi tanaman.

“Jadi harapannya di tempat wisata ini bisa refreshing sekaligus mendapatkan pengalaman yang berbeda,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kuliner Juga Eksis

Kampung Flory juga menyediakan tempat makan yang bisa dipilih pengunjung sesuai selera dan kebutuhan. Kampung Flory dikenal justru setelah Iwak Kalen viral.

Resto yang menyediakan aneka makanan termasuk ikan air tawar itu kerap menjadi tujuan wisatawan.

Kemudian bermunculan tempat makan lainnya, seperti Kopi Keceh dan Mbali Ndeso. Harga menu yang ditawarkan bervariasi, tergantung jenis makanan dan paket yang dipesan.

“Untuk ukuran wisatawan lokal harga menu makan relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000,” kata Redy.

Kopi Keceh juga memiliki minuman andalan yang bernama kopi keceh. Racikannya berbeda dari kopi kebanyakan.

Ada komposisi rahasia yang disiapkan pengelola ketika menyajikan minuman yang satu ini.

Pengunjung bisa membayar makanan secara terpisah atau dalam bentuk paket outbound. Rentang harganya bervariasi, tergantung kelengkapan paket yang dipilih, mulai dari Rp 45.000 per orang.

“Jumlah kunjungan pada akhir pekan bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 orang per hari,” tutur Redi.

3 dari 3 halaman

Berawal dari Kelompok Ronda

Kampung Flory digagas oleh kelompok ronda di Jugang, Tridadi, Sleman. Kebanyakan pemuda di sana keluar dari Yogyakarta untuk bekerja, sebagian juga masih ada yang menganggur.

“Kemudian kami punya mimpi untuk membangun sesuatu,” ujar Redy.

Konsep awal sebenarnya berupa pengembangan tanaman hias dan buah untuk menyuplai kebutuhan di Yogyakarta. Ide yang muncul pada pertengahan 2014 itu dieksekusi satu tahun kemudian.

Mereka membentuk kelompok Taruna Tani Flory. Semula tanaman dikembangkan di halaman rumah masing-masing. Keterbatasan lahan membuat mereka memutuskan untuk menyewa lahan seluas satu hektare untuk pembibitan.

“Setelah berjalan, kami kembali melihat ternyata tidak cukup mengembangkan dengan satu usaha saja, akhirnya bekerja sama dengan Iwak Kalen sebagai tempat kuliner,” ucapnya.

Dari situlah Kampung Flory mulai dikenal. Diversifikasi usaha membuat mereka memecahnya menjadi beberapa manajemen. Pengelola outbound dan kuliner pun berbeda, namun tetap berinduk di Kampung Flory

Bermesin Sama, Lebih Kencang Toyota Supra atau BMW Z4?

Liputan6.com, Jakarta – Toyota Supra resmi menjalankan penampilan perdana pada 14 Januari 2019 lalu. Toyota Supra 2020 dikembangkan oleh Toyota dan BMW. Kerja sama ini dilakukan melalui penggunaan mesin yang sama antara Toyota Supra dan BMW Z4 Roadster.

Keduanya memiliki spesifikasi mesin yang sama, tapi dengan tuning yang berbeda sesuai dengan masing-masing pabrikan. Mesin 3.0L inline 6-silinder turbocharger menjadi sumber tenaga keduanya.

Jika keduanya menggunakan mesin yang sama, lalu apakah tenaga dan akselerasinya sama?

Dilansir Response.jp, BMW Z4 Roadster ini juga meluncur di hari yang sama dan tempat yang sama, di Detroit, dengan Toyota Supra. BMW Z4 Roadster dengan spesifikasi Amerika Serikat itu memiliki tenaga maksimum 382 Tk dan torsi maksimum 500 Nm. Tenaga itu disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan. BMW Z4 juga mampu berakselerasi 0-100 kpj dalam waktu 3,9 detik.

Sementara mesin yang sama yang dipakai oleh Toyota Supra menghasilkan tenaga 335 Tk dan torsi maksimum 495 Nm, yang disalurkan melalui transmisi yang sama, otomatis 8-percepatan. Soal akselerasinya, Supra butuh waktu 4,1 detik untuk mencapai 0-100 kpj.

Dengan begitu, artinya BMW Z4 Roadster masih memiliki tenaga yang lebih besar ketimbang saudara beda pabriknya. Akselerasinya pun lebih cepat 0,2 detik ketimbang Supra.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Rahasia di Balik Diadopsinya Mesin BMW oleh Toyota Supra

Toyota diketahui berkolaborasi dengan BMW dalam mengembangkan mobil sport. Salah satu karya hasil kolaborasi itu adalah mesin yang digunakan oleh BMW Z4.

Mesin 3.0L inline 6-silinder itulah yang juga akan menjadi jeroan Toyota Supra generasi kelima. Meskipun mesin itu akan tetap di-tune oleh Toyota untuk disesuaikan dengan gayanya, tapi penggunaan mesin ini seolah Toyota tak mau mengembangkan mesin sendiri.




Pada wawancara dengan Autonews Eropa, Chief Engineer Toyota Supra, Tetsuya Tada mengatakan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya keputusan ini juga ada hubungannya dengan permintaan konsumen.

Hal yang paling utama saat Toyota memutuskan membangkitkan Supra kembali adalah melanjutkan mesin 6-silinder. Berdasarkan hasil survey konsumen, hal ini adalah suatu keharusan, mengingat keempat generasi sebelumnya memiliki mesin inline 6-slilinder.

Toyota Supra juga disebut bukan akan menjadi volume maker bagi Toyota sendiri. Didukung alasan bisnis itulah, mesin BMW Z4 roadster menjadi pilihan yang paling logis bagi Toyota.

Menggunakan mesin hasil kerjasama dengan BMW akan lebih mudah daripada mengembangkan mesin inline 6-silinder sendiri.


Mesin asal Bavarian ini disetel oleh para insinyur Toyota untuk Supra. Seperti transmisi 8-percepatan dan chassisnya. Beberapa hari lalu Toyota juga memamerkan suara mesin Supra, sebelum diluncurkan di Detroit bulan depan.

Toyota pun telah mengonfirmasi bahwa Supra akan memiliki tenaga lebih dari 300 hp, tapi unit mesin 3.0L itu harusnya mampu lebih dari itu, minimal 382 hp dan torsi 369 lb-ft, sama seperti pada Z4 M40i.

Kabarnya, Toyota juga akan menghadirkan versi mesin lebih kecil, yakni menggunakan mesin 2.0L 4-silinder yang bertenaga 262 Tk, seperti yang dilansir dari Carbuzz. Bisa jadi versi entry level ini akan memiliki harga yang lebih murah.

Sumber: Otosia.com


3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Punya Dana Rp 200 Juta, Mending Toyota Avanza 1.3 E AT atau Daihatsu Xenia 1.3 R AT?

Liputan6.com, Jakarta – Duet maut LMPV Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia telah terlahir kembali dengan penyegaran tampilan.  Meski mendapat perubahan, keduanya masih memiliki varian dengan harga tak jauh dari Rp 200 juta.

Jika Anda memiliki dana sekitar Rp 200 juta, ada 2 pilihan menarik, yaitu Toyota Avanza E 1.3 AT seharga Rp202,3 juta dan Daihatsu Grand Xenia 1.3 R AT yang dibanderol Rp198,55 juta.

Secara tampilan memang tak ada yang berbeda pada keduanya. Baik Toyota Avanza 1.3 AT maupun Daihatsu Grand Xenia 1.3 R AT sama-sama dibekali bumper baru yang dilengkapi dengan LED headlight. Bagian belakangnya pun sama persis, memiliki desain taillight baru.

Fitur Toyota Avanza 1.3 AT dan Daihatsu Grand Xenia 1.3 R AT pun tak jauh berbeda. Keduanya dibekali immobilizer, display AC digital, audio steering switch, dan new retractable mirror.

Mesin keduanya pun sama persis, 4-silinder DOHC 1.329cc bertransmisi otomatis 4-percepatan. Dapur pacu tersebut mampu menyemburkan tenaga sebesar 96,5 Tk dengan torsi maksimum mencapai 120 Nm.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Bahkan, tak ada perbedaan sedikit pun pada dimensi keduanya. Baik Toyota Avanza 1.3 AT maupun Daihatsu Grand Xenia sama-sama memiliki panjang 4.190 mm, lebar 1.660 mm, dan tinggi 1.695 mm.

Sekarang pilihan kami kembalikan kepada Anda, lebih suka mobil Toyota atau Daihatsu. Yang jelas, dengan budget Rp200 juta, Anda harus menyiapkan dana tambahan sebesar Rp2,3 juta untuk menebus Toyota Avanza 1.3 E AT. Sedangkan jika memilih Daihatsu Grand New Xenia 1.3 R AT, Anda masih menyisakan uang sebesar Rp1,45 juta.

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: