Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput Rampung Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Pasar Rumput, Jakarta Selatan, selesai pada 2019 ini.‎ Hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini merupakan rusunwa tingkat tinggi dengan 25 lantai sebanyak tiga menara (tower).

“Kami (Kementerian PUPR) targetkan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput bisa selesai tahun 2019 ini,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Nilai kontrak pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp 961,367 miliar. Rusunawa yang dibangun sejak 2016 ini akan memiliki jumlah unit hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios.

Dia menjelaskan, pembangunan Rusunawa Pasar Rumput yang berlokasi tidak jauh dari Terminal Manggarai merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah untuk masyarakat di Kawasan Ibukota.

Dengan demikian, MBR di Provinsi DKI Jakarta yang benar-benar membutuhkan hunian yang layak dapat menempati hunian vertikal tersebut.

Rusunawa, lanjut Khalawi, merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah perumahan di kota besar seperti di DKI Jakarta. Hal itu dikarenakan semakin mahal dan terbatasnya lahan untuk lokasi pembangunan rumah tapak.

2 dari 2 halaman

Konsep

Dia menambahkan, Rusunawa Pasar Rumput menggunakan konsep mixed use atau penggabungan antara hunian, komersial dan pasar.

Untuk bagian bawah Rusunawa nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar. Sedangkan di bagian atas dibangun unit hunian tempat tinggal beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak.

Perencanaan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan konsultan PT Ciria Jasa Cipta Mandiri.

“Saat ini progres pembangunan Rusunawa Pasar Rumput sudah mencapai 93 Persen. Setelah pembangunan Rusunawa Pasar Rumput selesai akan diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk dikelola lebih lanjut,” tandas Khalawi.

4 Persiapan Jokowi Hadapi Prabowo di Arena Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres kedua Pilpres 2019 akan digelar Minggu, 17 Februari 2019. Persiapan serta amunisi pun telah siapkan capres petahana nomor urut 1 Jokowi.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menyatakan, pihaknya ingin membuat debat bukan sekedar retorika, namun juga untuk menampilkan karakter dasar dari Jokowi-Ma’ruf Amin.

Apa saja persiapan Jokowi bersama Timsesnya untuk menghadapi debat capres kedua Pilpres 2019, berikut catatan Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Kuasai Materi Debat

Cawapres Ma’ruf Amin menyebut bahwa Jokowi telah menguasai semua materi debat yang akan dikemukakan pada debat capres kedua.

“Pak Jokowi itu sudah ngelotok, dia petahana ya, dia sudah mengerjakan melakoni. Istilahnya, itu sudah di kepalanya beliau,” kata Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Rencananya, Ma’ruf Amin akan hadir dalam debat capres 17 Februari 2019. Dia akan mendampingi Jokowi yang akan berdebat dengan rivalnya, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Insyaallah saya akan hadir, kalau tidak ada halangan saya akan hadir,” ucap Ma’ruf Amin.

3 dari 6 halaman

2. Pengalaman

Kesiapan Jokowi di debat capres kedua juga disampaikan oleh salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin, Arif Budimanta. Salah satu contoh senjatanya adalah berbagai program yang sudah dilaksanakan pada masa pemerintahannya selama ini.

Seperti mengenai harga pangan yang stabil, pembangunan infrastruktur yang masif dan banyak lagi.

“Dari sisi energi kalau ambil contoh, listrik menerangi rumah tangga agau rasio elektrifikasi meningkat hampir 100 persen,” ucap Arif.

“Dari sisi produksi pangan juga ada perbaikan, baik beras atau terkait jagung, harga diterima konsumen stabil di tingkat petani harga juga ada perbaikan karena ada HPP,” tambahnya.

4 dari 6 halaman

3. Sampaikan Capaian Infrastruktur

Dalam debat nanti, Jokowi akan menyampaikan pencapaian pemerintah di bidang infrastuktur dan energi.

“Itu kan, menurut saya besok infrastruktur, kita sampaikan apa yang sudah dikerjakan. Juga masalah energi akan saya sampaikan yang kita lakukan,” ujar Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Selain di bidang infrastruktur dan energi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga akan menyampaikan capaian pemerintah di bidang pangan dan lingkungan hidup.

“Pangan, data-data yang kita punyai akan disampaikan,” ucap Jokowi.

5 dari 6 halaman

4. Sudah Siapkan Jawaban Bila Dikritik

Isu impor ditengarai akan menjadi senjata Prabowo dalam debat capres 17 Februari besok. Terkait hal ini Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima meminta kubu capers nomor urut 2 dapat membedakan tentang kebijakan impor dan konsep kedaulatan pangan.

“Tolong dibedakan mana kebijakan impor yang memang kita tidak ingin. Mana program dalam konsep kedaulatan pangan,” ujar Aria di Posko Cemara, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.

Saat ini menurut Aria, Jokowi tengah berusaha mewujudkan konsep kedaulatan pangan di Indonesia. Konsep kedaulatan pangan Jokowi menempatkan impor pada bagian kecil.

Untuk menunjang kemandirian pangan tersebut, Jokowi telah memiliki roadmap, yang isinya pengaturan waktu produksi, penyediaan infrastruktur pertanian seperti waduk. Impor termasuk tapi bukan hal utama.

“Pak Jokowi bilang kita tidak akan melakukan kebijakan impor pangan. Tetapi butuh program,” ujarnya.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Strategi Polri Ajak Kaum Milenial di Papua Barat Kampanye Tertib Berlalu Lintas

Liputan6.com, Papua – Sebanyak 30 ribu kaum milenial menghadiri acara “Millennial Road Safety Festival” di Lapangan Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, untuk mendeklarasikan keselamatan berlalu lintas.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja menyebutkan pihaknya berharap melalui acara ini akan membuat generasi milenial Papua Barat lebih menyadari pentingnya menaati peraturan saat berkendara.

“Kami berharap adik-adik milenial di Papua Barat bisa lebih menyadari pentingnya menaati peraturan saat berkendara. Untuk berlalu lintas dengan aman di jalan raya, mereka harus melengkapi diri dengan kelengkapan berkendara,” kata Brigjen Rudolf, Sabtu (16/2/2109).

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Kombes Indra Irianto Darmawan mengatakan pentingnya kegiatan “MRSF” ini sebagai upaya kampanye keselamatan berkendara untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas.

“Kegiatan ini adalah bagian dari sosialisasi kami mengingatkan para milenial tentang keselamatan berkendara, mengingat bahwa korban kecelakaan di Indonesia didominasi kaum milenial,” tuturnya dilansir Antara.

Rangkaian kegiatan dalam MRSF yakni Deklarasi Keselamatan, pemutaran pesan keselamatan berlalu lintas dari Presiden RI, penampilan “freestyle” motor dan atraksi “safety riding” oleh Personel Satlantas Polres Sorong Kota dan Polres Sorong.

Selain itu, kegiatan lainnya adalah jalan sehat berhadiah, senam kolosal milenial, “Millenial Entrepreneur Expo” dan lomba permainan daring PUBG.

Menurut dia, warga milenial Papua Barat tampak antusias menikmati penampilan yang disuguhkan dalam acara MRSF, termasuk penampilan artis Ibu Kota yang disisipi dengan pesan-pesan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Kegiatan ini dikemas sedemikian rupa agar pesan intinya bisa dengan mudah diterima dan dipahami kaum milenial,” kata Indra.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tahun Politik Tak Hambat Bisnis Properti

Liputan6.com, Jakarta – Mengamati data Rumah.com Property Index dan data nasional, pasar properti nasional di tahun 2019 dipastikan akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk di sepanjang 2018.

Meski kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga hunian tetap terjangkau sedikit menurun, namun mayoritas merasa optimistis dengan iklim properti Indonesia saat ini. Kendati begitu, berbelitnya proses pengurusan KPR bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional.

Kebijakan Pemerintah yang melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka membuka kesempatan bagi para pencari properti untuk membeli rumah dengan uang muka yang serendah-rendahnya.

Secara umum, pasar properti Indonesia di tahun ini tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik.

Pasar properti akan terus merangkak naik dan menuju pemulihan, sehingga ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti. Baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi.

Simak juga: Mau tahu kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!

Senada, menurut pengembang PT Bakrie Swasakti Utama sebagai anak usaha Bakrieland Development Tbk (ELTY), situasi politik yang akan terus ramai hingga semester satu 2019 diyakini tak akan berdampak signifikan terhadap aktivitas penjualan.

“Sebab kami punya target pasar yang spesifik, sehingga kami tetap optimistis penjualan tiga proyek yang ada di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, yakni The Masterpiece, The Empyreal serta Ocea Condotel, akan memenuhi target di tahun 2019,” kata Hermon Simanjuntak, Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama.

Ia melanjutkan, “Buktinya di Januari, empat unit apartemen telah terjual. Berbanding bulan yang sama tahun lalu, dimana hanya terjual 2 unit itu sudah bagus.”

The Masterpiece dan The Empyreal yang berada di megasuperblok terpadu Rasuna Epicentrum dibanderol dengan harga jual mulai Rp 3 miliaran. Terkini, unit di kedua apartemen hanya tersisa sekitar 5% dari total keseluruhan 463 unit.

Sementara Ocea Condotel ditawarkan mulai dari Rp 1 miliaran – Rp 2 miliaran. Kondotel ini mengusung konsep arsitektur modern, yang dibangun di atas lahan seluas 12.582 meter persegi dengan ketinggian 32 lantai dan berjumlah 324 unit.

“Ocea Condotel sangat ideal untuk ajang investasi, bisa digunakan investor sebagai penginapan pribadi namun dalam batas waktu tertentu. Pemiliknya bisa stay sampai 25 kali dalam satu tahun, mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Hermon.

2 dari 2 halaman

Peluang Itu Tetap Ada

Kilas balik di tahun lalu, Colliers International Indonesia menemukan fakta bahwa masyarakat Jakarta lebih memilih menabung daripada membelanjakan uangnya ke dalam bentuk properti.

Alasan turunnya minat dipicu oleh pertumbuhan harga tahunan apartemen, yang tercatat lebih rendah (2,5%) dari tingkat inflasi 2018 sebesar 3,13%.

Sedangkan di tahun ini, diperkirakan permintaan apartemen bakal cenderung stagnan. Hal tersebut disebabkan konsumen lebih menunggu sampai pemerintahan baru terbentuk.

Di samping itu, adanya potensi kenaikan suku bunga dan kemungkinan pelemahan rupiah akibat ketidakpastian global turut menjadi penyebab.

(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)

Kendati demikian, pangsa hunian vertikal tetap memiliki peluang dari efek lanjutan relaksasi Loan To Value (LTV) serta penurunan pajak properti (PPnBM dan Pajak Barang Sangat Mewah).

Untuk itu, terkait rencana penjualan ketiga produk, PT Bakrie Swasakti Utama berupaya menarik minat konsumen dengan mengimplementasikan strategi yang sudah terbukti berhasil pada tahun lalu.

“Tahun lalu properti disebut lesu, tapi penjualan kami masih tetap ada. Lalu sales di awal tahun ini sendiri sudah cukup memuaskan, meski belum mencapai 100% dari target yang ditentukan tiap bulannya. Dan kami tetap yakin, di akhir tahun semua produk yang tersisa akan sold out,” Hermon menjelaskan.

Beberapa metode penjualan yang bakal dilakukan diantaranya menyiasati uang muka (Down Payment) agar bisa lebih rendah dari harga normal. Ada juga komponen lain seperti gratis biaya-biaya terkait urusan perbankan.

“Namun teknik ini situasional, mana yang lebih disukai calon customer itu yang akan kami gencarkan. Sebab penetrasi kami lakukan lewat dua cara, baik konvensional dan digital,” tukasnya.

Dapatkan ulasan lebih mendalam tentang Rumah.com Property Outlook 2019 di sini (https://www.rumah.com/insights/rumah-com-property-market-outlook-2019-326)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KPU Surakarta Mulai Rakit 8 Ribu Kotak Suara

Liputan6.com, Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta mulai merakit sebanyak 8.715 kotak suara untuk Pemilu 2019. Perakitan dilakukan di kantor KPU Solo, Jumat 15 Februari 2019.

KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan pihaknya mempekerjakan 18 tenaga kerja. Perakitan kotak suara ditargetkan dapat selesai pada pekan depan atau Jumat 22 Februari 2019.

Menurut dia, perakitan kotak suara untuk Pemilu 2019 di Kota Surakarta dilaksanakan sesuai petunjuk surat edaran pusat agar segera melaporkan jika ada kekurangan atau kerusakan kotak suara.

“Jumlah kotak suara itu, dengan rincian lima kotak suara dikalikan 1.732 TPS, dan ditambah 11 kotak kali lima kecamatan di Solo, sehingga totalnya 8.715 kotak,” kata Nurul seperti dilansir dari Antara, Sabtu (16/2/2019).

Namun, lanjut dia, KPU belum menemukan kotak suara yang rusak sampai Jumat malam.

Kotak suara tiba di KPU Surakarta secara bertahap mulai awal November 2018 hingga awal Januari 2019. Kotak suara dalam kondisi terbungkus plastik besar hitam. Kotak suara diamankan ke gudang KPU dengan lantai terlebih dahulu diberikan palet agar logistik pemilu itu tidak rusak.

2 dari 3 halaman

Dibungkus Plastik

Nurul mengatakan setiap kotak suara yang selesai dirakit langsung dibungkus plastik warna bening dan disusun lima tingkat untuk mengantisipasi kerusakan karena terkena air hujan.

Menyinggung soal kotak suara yang diterima apakah masih kurang, kata Nurul, memang masih ada kekurangan terutama untuk melayani yang mobile seperti pemilih di rumah sakit.

“Kami masih kekurangan sekitar 51 kotak suara untuk mobile atau kotak suara jemput bola,” kata Nurul.

Menyinggung soal surat suara di KPU Surakarta, Nurul menjelaskan yang sudah datang dikirim dari pusat untuk Pilpres, sedangkan untuk Pileg belum sampai di Solo. KPU berharap kedatangan surat suara Pileg terjadwal sehingga tidak perlu penyewa gudang penyimpanan lagi untuk logistik

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Hasil Jagung Melimpah di Tuban, Mentan: Saya Senang Lihat Para Petani Tersenyum

Liputan6.com, Jakarta Jawa Timur merupakan sentra jagung nasional. Ada tujuh kabupaten mulai gelaran panen raya, seperti di Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto, dan Pasuruan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ikut hadir dalam panen raya jagung di desa Talun, Kecamatan Montong, Tuban, Jumat (15/2).

Amran tampak sumringah melihat hasil panen jagung melimpah di Tuban. Dengan penuh rasa gembira, Amran pun ikut berdialog langsung dengan para petani. “Saya senang lihat para petani tersenyum dengan hasil panennya. Di sini kami memang untuk melayani, jadi kami datang tidak dengan tangan kosong,” kata Amran. 

Pada Februari ini, Desa Talun, Kecamatan Montong memanen sekitar 10 ribu hektare lahan jagung. Lalu untuk Kabupaten Tuban keseluruhan memanen lebih dari 50 hektare lahan jagung.

Dengan tibanya masa panen jagung ini, Amran berharap para petani dapat mensuplai kebutuhan jagung peternak, baik yang berada di wilayah Tuban, maupun di kabupaten lainnya.

“Kami berharap Bulog dapat membantu menyerap jagung petani saat panen raya seperti ini, sehingga dapat menjadi buffer stock. Kalau mekanisme ini berjalan baik, petani tak akan lagi terjerat tengkulak,” kata Amran.

Amran berharap petani jagung dan peternak ayam mandiri dapat menikmati masa panen raya jagung saat ini melalui mekanisme distribusi dan stok yang baik. Sukses panen jagung ini tak lepas dari kerjasama semua pihak.

Mulai dari mulai stakeholder pertanian tingkat pusat hingga daerah, kelompok-kelompok usaha tani, perbankan dan masyarakat petani. Salah satu yang ikut mendorong sukses panen ini adalah Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan lewat bantuan alsintannya kepada petani.

Secara terpisah Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Eddy mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban pihaknya, untuk membantu petani jagung dalam usaha meningkatkan hasil pertanian mereka.

“Produksi jagung harus ditingkatkan ke depan. Kami akan terus membantu para petani untuk mewujudkan hal tersebut. Saya juga mengharapkan para petani tetap semangat melakukan usaha tani dengan memproduksi pangan lokal, serta mencintai produk dalam negeri,” kata Sarwo Eddy.

Ditambahkan Sarwo Eddy Ditjen PSP sendiri akan melanjutkan program mekanisasi pertanian. Untuk tahun 2019, Kementan akan mengalokasikan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 40.390 unit

Alsintan tersebut berupa traktor roda dua sebanyak 13.911 unit, traktor roda empat 200 unit, pompa air 19.279 unit, rice transplanter 2.000 unit, cultivator 4.970 unit, dan excavator 30 unit.

Untuk Kabupaten Tuban tahun ini mendapat bantuan pompa 4 dim 15, pompa 6 dim 16, tracktor roda empat sejumlah lima buah, tracktor roda dua ada 19, dan cultivator 5.

Dikonfirmasi terpisah, informasi tentang panen jagung pada Februari-Maret ini, juga sempat diutarakan oleh Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin. Ia yakin bahwa produksi jagung bulan Februari-Maret bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Terlebih panen di tahun ini mencakup lahan yang luas.

Hasil produksi itu juga turut menegaskan bahwa kebutuhan jagung di Jawa Timur akan tercukupi. “Harga jagung di Tuban selama ini tidak pernah di bawah Rp 3.000,” ujar Bupati Tuban Fathul Huda.

Ia menginformasikan bahwa harga jagung saat ini Rp 4.500 per kilogram. Harga ini, kata dia cukup menggembirakan dan menguntungkan bagi petani jagung maupun peternak.

“Petani tersenyum karena harga jagung tidak pernah di bawah Rp 3.000. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Pertanian karena telah banyak membantu,” tambahnya.



(*)

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Impor Pangan Diprediksi Jadi Debat Panas Jokowi vs Prabowo

Jakarta – Calon pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengikuti debat putaran II. Pengamat ekonomi pun menilai permasalahan akan menjadi isu yang besar.

Menurut Direktur Eksekutif Center Of Refrom On Economics (Core), Mohammad Faisal saat ini kondisi pangan di Indonesia masih berkaitan dengan masalah, mulai dari impor hingga distribusi pencadangan pangan.

“Paling besar permasalahan pangan ini sering kali yang mendominasi itu impor. Bukan hanya impor, tapi dari sisi produksi suplai. Nah yang kurang itu sebetulnya menyentuh ke permasalahan yang krusial, yaitu di distribusi pencadangan dan tata kelola cadangan pangan peran Bulog dan sebagainya,” kata dia usai diskusi media di Hong Dong Cafe, Thamrin, Jakarta, Jumat (15/2/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan akibat adanya masalah distribusi membuat pemerintah menekan harga di tingkat petani. Padahal, itu tidak menyelesaikan masalah karena yang mesti diperbaiki adalah distribusi.

“Sering kali ketika ingin mendorong harga pangan yang terjangkau yang dilakukan adalah menekan harga ditingkat petani. Ini tidak menyelesaikan permasalahan terjadi di distribusi padahal harga ditingkat petani ditekan,” ungkap dia.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan lain, yaitu terkait data pangan yang tidak konsisten antara lembaga yang satu dengan yang lain. Alhasil, hal itu mempengaruhi kebijakan yang akhirnya diambil tidak tepat, misalnya impor.

“Pada saat bulan ini harus segera impor menjadi telat menjadi permasalahan. Lagi karena kalau dia terlambat mengimpor misalkan cadangan dalam negeri menjadi sangat tipis harga menjadi melambung,” terangnya.

Maka dari itu, ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan impor di waktu yang bersamaan. Hal tersebut dengan melakukan pembenaran data pangan.

“Kesalahan data itu tadi itu bisa menjadi kelebihan over suplai atau kelebihan cadangan di Bulog seperti terjadi sekarang. Bahkan sampai ada isu akan ada ekspor lagi itu karena kesalahan manajemen pangan tata kelolanya,” jelasnya.

“Semoga persoalan-persoalan terkait kebijakan impor tersebut juga mampu dibahas lebih ke how to atau bagaimana mencari cara-cara menyelesaikan tersebut,” tutup dia.

Sebagai informasi, debat Capres dan Cawapres putaran ke-II akan berlangsung pada 17 Februari 2019 mendatang. Dalam debat, tema yang dibahas terkait pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

(eds/eds)

Cerita Theti Numan Agau, Perempuan Penjaga Gambut dari Kalteng

Liputan6.com, Jakarta – Dari sekian banyak, peran serta perempuan di berbagai aspek kehidupan juga hadir dalam usaha melawan perubahan iklim. Satu di antaranya adalah Theti Numan Agau, perempuan Dayak yang tinggal di Desa Mantangi Hilir, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Provinsi ini jadi salah satu wilayah yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan yang parah sejak 2015 lalu. Beragam dampak timbul dari kondisi ini, mulai dari sulit bernapas, hingga terbatasnya gerak aktivitas sehari-hari.

Pembakaran lahan gambut tak jarang dilakukan petani dengan tujuan menyuburkan tanah. Melihat hal tersebut, Badan Restorasi Gambut (BRG) mulai melakukan pendekatan ke beberapa tokoh petani dan beberapa dari mereka mulai sadar akan bahaya dari pembakaran lahan.

Kelompok petani turut dibentuk untuk mewadahi berbagai kegiatan. Edukasi juga dilakukan untuk pertanian yang ramah lingkungan dan Theti adalah salah satu petani yang ada dalam program inisiasi BRG. Sebelum bergabung, ia mengelola lahan kecil tempat menanam padi dengan memanen hingga 30 karung beras. Hasil tersebut diakui hanya cukup untuk makan saja selama setahun.

“BRG membuat Pelatihan Sekolah Lapang selama 10 hari. Di sana kami diajarkan metode pertanian ramah lingkungan untuk menyuburkan lahan. Kami tidak lagi membakar lahan dan diajarkan untuk membuat pupuk alami,” ungkap Theti melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.combaru-baru ini.

Lewat Sekolah Lapang yang dibangun Mini Demplot Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dikelola para kader. Mereka membentuk kelompok pengelola demplot.

“Dalam satu kelompok ada 10 petani. Tadinya jumlah ini terbagi rata, yaitu lima pria dan lima perempuan. Namun, usaha ini kurang mendapat sambutan dari petani pria. Saya mengubah komposisi kelompok menjadi 10 perempuan dan semua berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Theti dan kelompok menanam cabai, tomat, juga kacang panjang di lahan demplot. Ia mengatakan hasil yang diakui mengalami kenaikan.

“Hasilnya bisa dipakai untuk makan dan kelebihannya bisa dipakai untuk menabung. Kalau dulu hanya cukup untuk makan, sekarang kami bisa menjual hasil pertanian. Menjualnya pun tidak susah karena hasil pertanian ini lebih sehat. Kami memakai metode bertani yang ramah lingkungan. Sampai saat ini, kami telah panen sebanyak empat kali,” jelas Theti.

Sementara, BRG menyadari pentingnya peran perempuan dalam menjaga gambut. Hingga kini, telah ada 773 anggota kelompok perempuan yang didampingi BRG. Diharapkan, jumlahnya terus bertambah.

Tak hanya bertani, kelompok ini juga dibekali keterampilan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual pada produk kerajinan anyaman dari rumput atau tanaman tumbuh di lahan gambut. Mereka telah mampu membuat anyaman menjadi topi, tas, keranjang, dan lainnya.

“BRG menyadari pentingnya peran para perempuan dalam menjaga ekosistem gambut. Kami percaya bahwa jika perempuan diberdayakan, maka akan dapat mendorong perubahan besar dalam sikap dan perilaku melindungi,” kata Myrna A. Safitri, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG.

“Kita tidak dapat bicara tentang ketahanan pangan, tentang generasi emas jika soal pemenuhan nutrisi di tingkat keluarga diabaikan. Perempuan-perempuan kader sekolah lapang di lahan gambut menunjukkan bagaimana mereka berjuang untuk itu,” tambah Myrna.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kehidupan Seks yang Baik Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Liputan6.com, Jakarta Kamar bukan hanya untuk tidur tapi juga untuk aktivitas yang lebih intim bersama suami atau istri. Kehidupan seks yang baik menuntun pada kualitas tidur yang juga lebih baik.

Studi di Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa pria dengan masalah tidur, memiliki tingkat testosteron yang lebih rendah. Pada akhirnya, ini menyebabkan penurunan tingkat aktivitas seksual dan libido.

Dikutip dari Healthline pada Jumat (15/2/2019), para ahli mengatakan memang tidak ada bukti klinis yang kuat, untuk membuktikan bahwa hubungan seks membuat Anda mengantuk. Namun, mekanisme dasar terkait bahan kimia yang dilepaskan inilah yang membantu seseorang tidur lebih baik. Salah satunya adalah hormon oksitosin.

Neurologis dan pakar tidur dari Sutter Health, Dr. Amer Khan mengatakan, pelepasan oksitosin dinyatakan terjadi bersamaan dengan rasa kasih sayang dan sentuhan yang sifatnya sensual. Hal tersebut mengarah pada perasaan bahagia, sejahtera, hingga bantuan melepaskan diri dari stres.

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Fokus pada kedekatan emosional

“Hormon lain seperti dopamin, prolaktin, dan progesteron, terlibat dalam mempengaruhi pikiran dengan perasaan lega, relaksasi, dan kantuk setelah melakukan hubungan seks yang memuaskan,” kata Khan pada Healthline.

Namun, Khan mengatakan, bahwa setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda. Ketika hormon-hormon itu bereaksi di otak saat waktu tidur, dia bisa saja merangsang, membangunkan, atau membuat Anda mengantuk.

“Tampaknya masuk akal untuk mengatakan bahwa interaksi fisik dan mental yang saling memuaskan sebelum tidur, meningkatkan suasana hati, rasa sejahtera, melepaskan stres, dan membuatnya lebih mudah untuk mematikan pikiran yang sibuk untuk pergi tidur dan tetap terlelap,” kata Khan menambahkan.

Sebuah studi 2016 di University of Ottawa menunjukkan, hubungan seksual sebelum tidur bisa mengurangi stres. Hal ini mungkin membantu penderita insomnia memulai dan mempertahankan tidur mereka. Namun, tetap saja dibutuhkan penelitian yang lebih besar untuk melihat bagaimana ini saling berkaitan.

“Sebagai pakar tidur, saya menyarakan orang untuk menikmati waktu bersama mereka. Kebersamaan fisik, emosional, dan mental, lebih penting daripada berfokus pada kebutuhan orgasme sebelum tidur,” kata Khan.