Calon Menantu Bejat, Diajak Tinggal di Rumah Malah Mencabuli Calon Adik Ipar

Liputan6.com, Kupang – Nasib nahas dialami, MET (16). Siswi kelas 2 salah satu SMPN di Kabupaten Kupang ini dicabuli calon kakak iparnya hingga hamil. Saat ini, anak kedua dari delapan bersaudara itu diketahui hamil enam bulan.

Pelaku merupakan mahasiswa Universitas Persatuan Guru (UPG) 45 Kupang semester akhir, Yuvens Pada Tukan (26).

Ibu korban Magdalena Mananel (37) menuturkan, aksi bejat pria asal, Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur itu terungkap ketika ia curiga dengan perubahan fisik anaknya. Saat ditanya, sang anak mengaku, dirinya sudah dicabuli berulang kali oleh pelaku.

Mirisnya pelaku merupakan calon suami kakaknya yang juga berstatus mahasiswi. Sejak bertunangan dengan kakaknya, pelaku diminta tinggal di rumah yang tak jauh dari rumah korban.

“Karena kasihan hidup di kos, kita ajak tinggal di rumah. Ternyata ia memanfaatkan kebaikan kami. Ia malah memperkosa anak saya,” ungkap Magdalena kepada Liputan6.com, Kamis (11/4/2019).

Setelah mendengar pengakuan anaknya, ia bersama keluarga langsung membuat laporan polisi di Polda NTT. Kepada polisi, korban mengaku pencabulan dilakukan tiga kali oleh pelaku saat rumah sepi.

Sementara korban, MET mengaku pertama kali dicabuli pelaku pada Juni 2018. Saat itu, ibu dan keluarga lainnya tak berada di rumah. Ia diminta ibunya menjaga adik-adik yang masih kecil. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pencabulan.

“Pelaku tarik saya ke ruang tamu. Saya sempat melawan tetapi tak berdaya karena dipaksa,” katanya.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, kata dia, pelaku mengancamnya agar tidak boleh menceritakan ke siapa pun.

Korban juga mengaku, setelah mencabuli sebanyak tiga kali, pelaku sempat memaksanya mengonsumsi obat-obatan untuk mengugurkan janin.

Siswa SMA Pendaki Gunung Arjuno Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Patroli, Surabaya – Isak tangis keluarga dan tetangga pecah saat jenazah Faiqus Syamsi (17) tiba di rumah duka Jalan Kedang Sari, Surabaya.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Sabtu (6/4/2019), jasad Faiq, siswa SMA di Surabaya yang melakukan pendakian ke Gunung Arjuno pada 16 Desember 2018 lalu bersama beberapa temannya, akhirnya ditemukan oleh seorang pendaki di lereng gunung tidak jauh dari puncak.

Saat didapati, kondisi korban tinggal beberapa potongan tulang belulang. Tim SAR yang diturunkan langsung mengevakuasi jasad korban. (Rio Audhitama Sihombing) 

Dulu Protes, Sekarang Dhani Justru Mendapat Hikmah ‘Tinggal’ di Medaeng

Surabaya – Pada awalnya Ahmad Dhani protes dengan kepindahannya dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Namun seiring berjalannya waktu, Dhani mengaku mendapat hikmahnya.

Ahmad Dhani mengaku mendapat hikmah dari pemindahan tersebut. Di Medaeng, Dhani mengaku lebih mudah mengatur strategi untuk berkampanye.

“Setiap hari saya menerima kunjungan dari relawan. Semua kampanye bisa diteruskan relawan. Alhamdulilah ada hikmahnya. Kalau saya di Cipinang nggak bisa ngapa-ngapain,” Kata Dhani usai menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (2/4/2019).


Kampanye yang dimaksud Dhani yakni mempromosikan dirinya agar terpilih dalam Pileg 2019 yang akan berlangsung 17 April mendatang. Meski tengah mendekam di balik jeruji besi, Dhani tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra untuk dapil I Jatim yakni Surabaya dan Sidoarjo.

“Semua yang kunjungi saya relawan. Justru sekarang saya dibantu oleh relawan bisa bertemu,” imbuh Dhani.

Meski tidak bisa turun langsung berkampanye menyapa warga, Dhani optimis bisa mendulang suara yang signifikan. Sehingga mengantarkan namanya menjadi seorang anggota legislatif periode 2019-2024.

“Kalau dari survei kita ya optimis sih. Karena relawan kita jalan,” pungkas Dhani.

Dhani pindah ke Rutan Medaeng sejak 7 Februari lalu. Pentolan band Dewa 19 itu dipindahkan karena harus menjalani sidang kasus pencemaran nama baik. Atau kasus ‘idiot’ terkait video viral yang ia buat pada Agustus 2018 lalu.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pengungsi Banjir Bandang Sentani Minta Dibuatkan Tempat Tinggal

Menanggapi permintaan perwakilan pengungsi, Yohana mengatakan fokus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah pelindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan pemberdayaan perempuan.

“Saya akan lanjutkan permintaan pengungsi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Saya juga akan berkoordinasi dengan Bupati dan Gubernur,” kata Yohana.

Banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu (16/3) pukul 18.00 hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre.

Banjir bandang di wilayah Kabupoten Jayapura dan sekitarnya terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (29/3) terdapat 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang dan luapan Danau Sentani.

Banjir menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 2.287 rumah rusak, 59 sekolah rusak, lima jembatan rusak, dua gereja rusak dan tiga kantor pemerintahan rusak.

Remuk Redam Polisi yang Dipoliandri, Tinggal di Kontrakan Bersama 3 Anak

Ngawi – Akal bulus Ayu akhirnya terungkap jua setelah dua tahun menutup-nutupi poliandri yang dilakukannya. Kini, ia meringkuk di penjara. Bagaimana kehidupan suami pertamanya?

Ayu sudah menikah dengan polisi yang bertugas di Magetan, Y (38) dan sudah berjalan 14 tahun. Sampai saat ini polisi berpangkat Brika itu masih hidup sederhana di rumah kontrakan.

“Masih ngontrak saya di Ngawi,” tutur Y saat dihubungi detikcom Kamis (28/3/2019).

Dari pengakuan Y saat ini dirinya memang belum memiliki rumah tinggal dan tidak ingin merepotkan tinggal serumah dengan orang tua. Meski rumah orang tua Y di Ngawi tapi dirinya memilih tunggal di kontrakan bersama ketiga anak perempuannya.

“Saya kontraktor ini. Tahu kontraktor kan? ngontrak sana ngontrak sini. Masih ngontrak kok tinggal bersama tiga anak saya. Mau tinggal di rumah ortu kamarnya terbatas hanya dua. Ndak cukup,” tuturnya.

Saat wartawan menghubungi dan berusaha ingin berkunjung serta bertemu mencari posisinya namun belum siap. Saat ditanya apakah posisinya di dalam sebuah mobil hitam, Y pun mengaku bahwa dirinya tidak punya mobil.

“Mobil siapa sih? saya Ndak punya mobil kok. Saya di warung. Ini mau pulang istirahat, ngantuk. Semalam pulang pagi piket,” tandasnya.

Saat di tanya dimana rumah kontrakannya Y pun hanya menjawab di salah satu Kecamatan Paron Ngawi. Y mengaku belum siap untuk bertemu media dan ingin menenangkan diri.

“Mohon janganlah. Sementara by phone saja. Bukan apa-apa kok saya janji suatu saat pasti kita ketemu. Cuma tolong hargai saya. Jangan sekarang. Saya Ndak ingin anak-anak tambah terganggu dengan kedatangan media,” ungkapnya.

Diakui Y, yang menikahi Ayu sejak 2004 itu (versi dakwaan PN Negara Bali Ayu dan Y menikah tahun 2010), bahwa memang sejak 2016 istrinya sering ke luar kota meninggalkan keluarga ke Bali. Saat berpamitan itu, kepada Y si Ayu mengaku ingin menjenguk orang tua yang sedang sakit di Bali.

Tak hanya beralasan menjenguk orang tua sakit di Bali, kata Y, Ayu juga beralasan ingin membeli peralatan kosmetik untuk keperluan salon yang digelutinya. Saat itu, lanjut Y, Ayu memiliki 3 usaha salon kecantikan: 1 salon di Madiun dan 2 salon berada di Ngawi.

Y mengaku, dalam sekali izin pamit ke luar kota menjenguk orang tua di Bali yang sakit itu, Ayu tidak pergi sebentar. Dalam sekali pamit itu, Ayu bisa pergi selama satu-dua minggu, bahkan sampai sebulan.

Namun, pada 2018, rahasia Ayu ternyata terbongkar. Dia melihat sendiri Ayu diciduk anggota Polres Jembrana, Bali. Belakangan ketahuan, Ayu sudah berpoliandri sejak 2016 secara diam-diam. Dia pun sadar, sejak 2 tahun terakhir, dirinya hanya dikelabui oleh sang istri, yang rela jadi mualaf demi menikahi dirinya.

Menurut polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di salah satu polsek di Polres Magetan itu, dia sudah biasa ditinggal Ayu, yang bolak-balik ke Bali. Karena itu, saat ini dia sudah terbiasa sendiri menghidupi ketiga putrinya di Ngawi.

Berdasarkan surat dakwaan yang diperoleh detikcom, Ayu dan Y menikah pada 2010 di Ngawi. Dari perkawinan itu, mereka dianugerahi 3 anak.

Pada 2016, Ayu menikah dengan Jaka secara adat. Pernikahan itu disaksikan tetua adat setempat. Kepada Jaka, Ayu mengaku sebagai gadis perawan. Padahal dia sudah punya 3 anak dari Y. Selama berpoliandri, Ayu mengaku ke Jaka bahwa dirinya harus bolak-balik Bali-Jatim untuk kuliah kedokteran.

Ayu juga kerap minta uang kepada Jaka, begitu pun kepada Y. Ayu mengaku kepada Y kerap ke Bali untuk menjenguk orang tua.

Pada 2018, Jaka mulai curiga dan menyelidiki asal-usul Ayu. Kedok Ayo terbongkar. Ternyata dia hanya lulusan SMP, tidak perawan lagi saat nikah, dan sudah punya tiga anak. Jaka menceraikan Ayu dan mengambil jalur hukum.

Ayu pun masuk bui dan kini sedang menjalani persidangan di PN Negara, Bali. Ayu didakwa melakukan penipuan dan, dalam sidang, terungkap Ayu memporoti 2 suaminya hingga Rp 1,4 miliar.
(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wallich Residence Tawarkan Sensasi Tinggal di Gedung Tertinggi se-Singapura

Telah disinggung sebelumnya bahwa privasi adalah satu hal penting yang dijaga di Wallich Residence. Komitmen ini pun ditunjukan sejak di lobby kondominium mewah di pusat kawasan bisnis di Singapura tersebut.

Bisa dimasuki hanya dengan kartu akses, penghuni dipersilakan menikmati welcome drink dan makanan ringan kapanpun tiba di lobby sembari duduk santai sebelum naik menuju unit milik mereka. Di level terbawah, yakni 39, yang berada di ketinggian 180 meter, ragam hiburan bisa ditemukan.

Mulai dari infinity pool yang langsung menghadap laut dan jadi tempat terbaik menikmati matahari terbenam, sampai private room untuk menghadakan pesta, semua ada. “Hanya untuk penghuni (penggunaan private room). Mudah sekali. Tinggal booking, tidak perlu bayar lagi. Ada dapur juga. Jadi, mereka bisa bawa chef langsung,” jelas Dora.

Sementara di Cloud 220, yakni di level 52, penghuni bisa menikmati fasilitas berupa ruang meeting, networking suite untuk menghelat event tertentu dengan ruangan lebih luas ketimbang di level 39, ruang membaca, dan fasilitas teater untuk menambah seru pengalaman menonton.

Satu lagi highligt di Wallich Residence berada di level 62, di mana terdapat lantai kaca yang menyajikan pemandangan kota, baik kota lama maupun kota baru, dari ketinggian yang membuat jarak pandang kian jauh.

Dengan gagasan eksklusf, namun tetap terhubung, khusus penghuni Wallich Residence juga akan menikmati fasilitas berupa lift yang langsung turun hingga akhirnya mencapai level B2, lokasi stasiun MRT berada.

Keputusan Tarif LRT Jakarta Tinggal Ketok Palu DPRD DKI

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta anggota DPRD untuk segera menyetujui tarif moda raya terpadu (MRT) dan light rail transit (LRT). Diharapkan, tarif tersebut sudah diputus sebelum diresmikan Presiden Jokowi.

“Tadi saya sudah ngomong juga dengan Pak Pras (Ketua DPRD DKI), nanti insyaallah diputuskan sebelum 24 (Maret 2019),” kata Anies di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).

Di lokasi yang sama, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyatakan keputusan tarif MRT dan LRT saat ini masih dibahas di Komisi B dan Komisi C. Kendati begitu, Politisi PDI Perjuangan ini menyakini tarif telah ditetapkan sebelum peresmian.

“Sebelum (24 Maret 2019) ini, selesai,” ucap Prasetyo.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tuhiyat menyebut Presiden Jokowi berencana meresmikan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta pada, Minggu 24 Maret 2019.

“Dan kalau tidak ada halangan, Minggu 24 Maret besok akan diresmikan oleh beliau (Jokowi). Bertempat tersentral di Stasiun Bundaran HI,” kata Tuhiyat di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin 18 Maret.

Tinggal di Hunian Ini ke Stasiun LRT & Sekolah Bisa Jalan Kaki

Jakarta

Podomoro River View, hunian mewah berkonsep Eco Green Living dibangun praktis sehingga penghuninya cukup berjalan kaki untuk mencapai stasiun LRT, sekolah, dan kampus.

Memiliki hunian di pusat kota tentu menjadi incaran banyak orang, tapi ternyata hal tersebut tidak menghindarkan sang penghuni dari kemacetan jalanan akibat volume kendaraan yang kian bertambah dan udara yang semakin tidak sehat akibat polusi. Semewah apapun hunian tersebut, tentunya tidak lebih baik dari hunian yang berada di kawasan hijau yang masih alami.

[Gambas:Youtube]

Setelah berpengalaman selama 50 tahun, Agung Podomoro Land sebagai pelopor real estate Indonesia memahami pentingnya hunian sehat, alami, dan ramah lingkungan. Tidak hanya mengedepankan nilai investasi hunian, tetapi juga concern terhadap kesehatan penghuni dan lingkungan sehingga Agung Podomoro Land mengaplikasikan konsep Eco Green Living di setiap proyeknya dan menjadikannya hunian berkualitas.

Tinggal di Hunian Ini ke Stasiun LRT & Sekolah Bisa Jalan Kaki

Podomoro River View terletak di lokasi yang strategis (Foto: dok. Agung Podomoro Land)

Kini Agung Podomoro Land tidak hanya mengaplikasikan konsep Eco Green Living. Namun turut membawa masyarakat untuk benar-benar mengalami hidup di hunian mewah dalam kawasan hijau alami. Bahkan hunian ini dilalui aliran sungai yang memberikan nuansa berbeda dari perkotaan, sehingga menjadikan Podomoro River View sebagai rumah tapak prestisius di selatan Jakarta.


Akses Prima ke Stasiun LRT, Sekolah, dan Kampus dengan Cukup Berjalan Kaki

Bagi masyarakat modern yang kian menyukai kepraktisan, tinggal di hunian strategis apalagi terintegrasi dengan berbagai sarana transportasi umum dengan akses prima tentu menjadi pilihan tepat bagi mereka yang penuh dengan kesibukan sehari-hari.

Tinggal di hunian Podomoro River View tentunya akan melengkapi semua kebutuhan yang masyarakat inginkan. Selain berada di lokasi strategis di selatan Jakarta dan bebas macet karena berada tepat di exit Tol Cimanggis KM 19 Tol Jagorawi, hunian ini juga dapat dijangkau hanya dalam 30 menit dari Bandara Halim Perdanakusuma sehingga menjadikannya easy to reach (mudah dijangkau).

Tinggal di Hunian Ini ke Stasiun LRT & Sekolah Bisa Jalan Kaki

Hunian Podomoro River View (Foto: dok. Podomoro)

Menariknya lagi, klaster hunian ini berada tepat di depan stasiun LRT dan terintegrasi dengan TransJakarta dan bus angkutan umum lainnya yang menjadikannya easy to mobile (mudah kemana saja). Sebab, memudahkan para penghuni untuk bepergian ke mana saja dengan nyaman, praktis, bebas macet, dan tentunya hemat biaya.

Selain itu, dari hunian Podomoro River View, orang tua cukup berjalan kaki mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah karena klaster hunian ini tepat bersebelahan dengan fasilitas pendidikan seperti sekolah YPI Al-Azhar, Sekolah Karakter, dan Universitas Gunadarma, dan bersebelahan dengan pengembangan sekolah Kolese Kanisius.

Dengan klaster yang berada sangat dekat dengan fasilitas transportasi dan pendidikan ini, tentunya akan sangat memudahkan dan menguntungkan bagi penghuni yang tingkat mobilitasnya tinggi.

Fasilitas Lengkap dengan Food & Beverage Riverside Bertaraf Internasional

Tinggal di Hunian Ini ke Stasiun LRT & Sekolah Bisa Jalan Kaki

Podomoro River View (Foto: dok. Podomoro)

Nilai tambah sebuah hunian yang juga menentukan nilai investasi hunian itu sendiri salah satunya adalah adanya fasilitas-fasilitas kawasan dan klaster yang di sekitar hunian tersebut. Seperti halnya hunian Podomoro River View yang berada di kawasan Podomoro Golf View, kawasan ini memiliki fasilitas lengkap seperti street mall, modern market, jogging track, sarana ibadah Masjid Raya AT-Thohir, dan commercial area yang mana puluhan merek HIPPINDO (Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) telah bergabung disini.

Selain itu, ada pula Food & Beverage (F&B) Riverside yang dibangun di sepanjang 2 km Sungai Cikeas dengan konsep seperti di San Antonio, Amerika Serikat atau Clarke Quay, Singapura yang juga bisa dicapai cukup dengan berjalan kaki saja dari klaster Podomoro River View.

F&B Riverside ini dirancang oleh konsultan internasional dari Singapura, Benoy. Secara keseluruhan landscape kawasan juga melibatkan konsultan internasional Bennitt Design Group dari Amerika dalam pengelolaan kawasan sehingga tampil tertata cantik, hijau, dan asri.

Fasilitas klasteryang eksklusif seperti Executive Club House, infinity lagoon swimming pool, jogging track, basketball court, children playground, fitness center, one gate system dengan keamanan 24 jam, private gazebo, inner courtyard dan masih banyak fasilitas lainnya yang menjadikan hunian mewah ini nyaman, aman, berfasilitas lengkap sekaligus investasi menjanjikan kini dan masa depan.

Tinggal di Hunian Ini ke Stasiun LRT & Sekolah Bisa Jalan Kaki

Food & Beverage Riverside dibangun di sepanjang Sungai Cikeas (Foto: dok. Podomoro)

Jika tertarik untuk memiliki atau ingin tahu lebih lengkap mengenai Podomoro River View, Anda bisa mengunjungi Marketing Lounge Podomoro Golf View sekaligus membuktikan sendiri kemudahan aksesnya, tepat di depan exit Tol Cimanggis atau KM 19 Tol Jagorawi.

Setelah klaster pertama sukses terjual habis, kini dibuka klaster terbaru, IROKO! Promo khusus angsuran 48 kali* dan cashback sampai Rp 200 juta *.

*Syarat dan ketentuan berlaku

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor telepon 021 5694 8888, WhatsApp 0818556665 atau kunjungi situsnya di www.podomororiverview.com dan www.podomorogolfview.com, juga akun Instagram @officialpodomororiverview dan @officialpodomorogolfview.

[Gambas:Youtube]

(adv/adv)

Jeff Bezos Tak Membayangkan Manusia Tinggal di Mars, Tapi di Sini…

Liputan6.com, New York – Ketika beberapa komunitas dunia sibuk bersaing untuk memulai apa yang disebut koloni pertama manusia di Mars, pria terkaya di dunia sekaligus pendiri firma antariksa swasta Blue Origin, Jeff Bezos justru menentang ide itu.

Ia mengatakan, Planet Merah bukanlah tempat yang nyaman bagi manusia.

“Teman-temanku yang ingin pindah ke Mars? Saya berkata, ‘Tolong saya, sana pergi tinggal di puncak Gunung Everest selama satu tahun pertama, dan lihat apakah Anda menyukainya – karena ini adalah surga taman dibandingkan dengan Mars’,” kata Bezos di Yale Club di New York City pada Februari 2019, menurut transkrip Business Insider, dikutip dari CNBC, Sabtu (9/3/2019).

Itu tidak berarti bahwa Bezos tidak tertarik untuk mengirim orang-orang biasa ke luar angkasa.

Ia mengatakan pindah ke luar angkasa akan menjadi penting saat populasi manusia terus berkembang dan sumber daya Bumi terbatas. Akhirnya, populasi yang terikat Bumi akan menghadapi kontrol populasi dan penjatahan energi, kata Bezos.

“Bagiku tampak seperti dunia yang sangat suram. Kami tidak harus memilikinya,” kata CEO Amazon itu.

Saat ini ada lebih dari 7,6 miliar orang di Bumi, tetapi jika ruang menjadi tempat yang layak bagi manusia untuk hidup, Tata Surya memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung 1 triliun manusia, kata Bezos.

“Lalu kita akan memiliki 1.000 Mozart dan 1.000 Einstein. Pikirkan betapa luar biasa dan dinamisnya peradaban itu nantinya.”

Namun, kata Bezos, “Saya rasa kita tidak akan hidup di planet (Mars).”

Wahana Pemukiman Antariksa

Karena bukan Mars, Jeff Bezos justru membayangkan manusia hidup dalam wahana pemukiman antariksa berstruktur ruang mandiri, seperti yang dirancang oleh profesor fisika Princeton, Gerard O’Neil.

Di bawah ini adalah perekayasaan artis yang menampilkan bagian luar dari apa yang akan terlihat dari pemukiman antariksa O’Neil.

(kredit: NASA)

Pemukiman luar angkasa O’Neill mencakup dua silinder, masing-masing berdiameter 32 km dan berdiameter 6,4 km menurut National Space Society. Di bawah ini adalah perekayasaan artis dari interior salah satu silinder pemukiman antariksa O’Neil.

“Koloni luar angkasa yang akan kita bangun akan memiliki banyak keuntungan. Yang utama adalah bahwa mereka akan dekat dengan Bumi. Waktu transit dan jumlah energi yang dibutuhkan untuk berpindah antar planet sangat tinggi,” kata Bezos.

(kredit: NASA)

“Pada akhirnya apa yang akan terjadi, adalah planet ini akan dikategorikan sebagai perumahan dan industri ringan. Kami akan memiliki universitas di sini dan seterusnya, tetapi kami tidak akan melakukan industri berat di sini. Kenapa kita harus? Ini adalah permata dari tata surya. Mengapa kita melakukan industri berat di sini? Ini omong kosong.”

(kredit: NASA)

Perekayasaan artis di atas adalah render di dalam salah satu silinder pemukiman antariksa O’Neill, menurut National Space Society.

Simak video pilihan berikut:

Gurun Dhofar dibuat memiliki suasana seperti di Mars. Para ilmuwan meneliti di sini, mulai dari robot, rumah kaca, dan pesawat.

Selamat Tinggal Harga Murah Ponsel Xiaomi

JakartaXiaomi dikenal sebagai vendor yang menyediakan ponsel dengan harga terbilang miring di pasaran, tanpa kenal kelas apa smartphone tersebut. Kini, sepertinya perusahaan asal Cina ini bakal melepas ‘jati diri’-nya itu jika mengacu ucapan terbaru dari Lei Jun

Pria yang menjabat sebagai CEO di korporasi tersebut mengatakan bahwa ponsel yang dibuat oleh Xiaomi akan lebih mahal dalam waktu dekat. Lantas, bakal semahal apakah smartphone buatan vendor tersebut nantinya?

“Sebenarnya, kami ingin menanggalkan reputasi yang menyatakan bahwa ponsel kami berharga kurang dari 2.000 yuan (Rp 4,2 juta). Kami ingin melakukan lebih banyak investasi dan membuat produk yang lebih baik,” ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari Android Authority, Jumat (8/3/2019).
“Saya sudah mengatakan secara internal bahwa ini bisa jadi akan menjadi terakhir kalinya kami mematok harga di bawah 3.000 yuan (Rp 6,3 juta). Di masa yang akan datang, ponsel kami mungkin akan lebih mahal, tidak jauh, tapi sedikit lebih mahal,” katanya menambahkan.

Ucapannya yang pertama menggambarkan rencananya secara keseluruhan dalam mematok harga untuk ponsel Xiaomi. Sedangkan ujaran Lei yang kedua merujuk ke seri flagship, dalam hal ini smartphone dengan spesifikasi tertinggi yang dimiliki oleh vendor tersebut adalah Mi 9.

Lei Jun, CEO XiaomiLei Jun, CEO Xiaomi Foto: Getty Images

Perangkat itu sendiri dijual mulai dari harga 2.999 yuan di China untuk versi 6GB/128GB terkait besaran RAM/ROM. Angka tersebut memang sedikit naik jika melihat banderol Mi 8 yang berada di angka 2.699 yuan.

Walau demikian, peningkatan harga tersebut dibayar Xiaomi lewat sejumlah peningkatan di Mi 9. Bertambahnya jumlah kamera, pengisian daya lebih cepat, hingga fitur wireless charging adalah beberapa di antaranya.

Menarik untuk ditunggu seberapa jauh perusahaan yang melahirkan Pocophone dan Redmi tersebut dalam meningkatkan harga ponselnya serta memberikan imbalan yang setimpal dengan inovasi pada smartphone buatannya. Tak kalah menarik adalah, bagaimana kita akan memandang brand tersebut di masa depan. (mon/afr)