Tindakan Kriminal Dua Pemutilasi Mayat dalam Koper di Mata Keluarga

Tindakan Kriminal Dua Pemutilasi Mayat dalam Koper di Mata Keluarga Ibunda eksekutor mutilasi mayat dalam koper/Foto: Erliana Riady

Surabaya – Apa yang dilakukan dua pelaku mutilasi mayat dalam koper AS dan AJ membuat masing-masing keluarga terkejut. Ibu AS dan ayah AJ tidak menyangka anak kandung mereka bisa bertindak bengis seperti itu.

“Anakku lho mbak. Kok jahat banget seperti itu. Masa sampean tidak tahu, anakku itu yang bunuh mayat terus dibuang pakai koper itu,” kata seorang ibu sambil membuka nasi kotak untuk makan siang, Sabtu (13/4).

Apalagi, koper yang dipakai membuang mayat miliknya saat membeli di Malaysia saat menjadi TKW. NG, ibu kandung tersangka AS yang memutilasi Budi Hartanto (28). Warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, itu ikut dimintai keterangan polisi. Karena dari dalam rumah itu, tim penyidik menemukan beberapa barang bukti kasus mutilasi mayat dalam koper.

Termasuk dua sepeda motor milik korban dan pelaku. Serta barang milik korban yang dibakar pelaku di depan rumahnya.

Menurut NG, watak anaknya semakin hari semakin keras. AS kerap berkata kasar dan menghardik sang ibu dengan alasan dirinya sudah dewasa dan bisa berpikir mandiri.

“Ya belakangan hari ini makin kasar juga sama saya. Katanya, aku ki wes gede mak. Wes iso mikir dewe (Saya itu sudah besar mak. Sudah bisa berpikir sendiri). Tapi kok sampai sejahat itu juga sama orang lain,” tuturnya sambil menetaskan air mata.

Aksi mutilasi terhadap warga Desa Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri juga melibatkan tersangka berinisial AJ (23). Keluarga tidak menyangka AJ berani melakukan perbuatan sadis tersebut.

Berbeda dengan AS yang dinilai kerap bersikap kasar pada orang tua, AJ dikenal sebagai sosok yang baik dan berbakti. Seperti yang diutarakan sang ayah Supriyanto (50).

“Dia anak yang baik, selalu menurut apa kata saya,” ujar Supriyanto kepada detikcom.

“Bahkan pernah dia membawa pulang ke rumah seorang gadis usai jalan hari Minggu. Saya suruh pulangkan karena hari sudah malam. Dia nurut langsung diantar pulang,” tambah Supriyanto.

Tidak hanya itu, AJ juga disebut-sebut sebagai tulang punggung keluarga. AJ dinilai kerap membantu biaya hidup dan ekonomi keluarga.

“AJ ini anak bungsu dari 4 bersaudara. Kita sangat terpukul dengan penangkapan ini,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, polisi menemukan alat bantu penggunaan sabu saat menggeledah kediaman AJ. Alat tersebut bekas digunakan pelaku di rumahnya, Jalan Merak Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

“Bekas-bekas, iya menggunakan sabu itu. Iya kalau dari barang buktinya dia diduga kuat pengguna,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela kepada detikcom di Surabaya.

Rabu (3/4), warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper. Budi menjadi korban mutilasi lantaran dalam koper berwarna hitam tersebut tanpa ada bagian kepala korban.

Polisi kemudian meringkus kedua pelaku yakni AS dan AJ pada Kamis (11/4). Sehari berselang, tim gabungan dari pihak berwajib juga menemukan bagian kepala korban.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *