Terbukti Bagikan Hadiah, 6 Timses Caleg PKS Medan Ditangkap Polisi

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 6 (enam) orang Tim Sukses (Timses) Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diamankan petugas kepolisian. 

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, keenam Timses Caleg PKS diamankan dari Kantor DPD PKS Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Sei Beras, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Senin, 15 April 2019, sekitar pukul 23.30 WIB.

Keenam orang yang diamankan adalah Tutik Wulandari (25) warga Jalan Kalpataru, Gang Tambah, Nomor 90, Helvetia Timur, bertugas sebagai Koordinator Lapangan (Korlap), Siti Raudah (35) warga Jalan Gaperta Gang Rukun, Nomor 63, Medan Helvetia, Maysarah Pronika (42) warga Jalan H Abdul Manaf Lubis, Gang Rukun Nomor 64A, Medan Helvetia.

Kemudia  Muhammad Rafizi Ismail (19) warga Jalan Kalpataru, Nomor 19, Helvetia Timur, Abdul Fahdi (29) warga Jalan PWS, Gang Budiman, Nomor 8-15D Medan, dan Muhammad Hidayat Nasution (62) warga Jalan Jangka, Gang Damai, Nomor 12 Medan.

“Keenam Timses itu diamankan setelah warga mengetahui dan melaporkan ke kita ada pembagian suvenir untuk memilih caleg,” kata Martuasah, Selasa (16/4/2019).

Dari informasi itu, lanjut Martuasah, tim langsung bergerak ke lokasi guna melakukan penyelidikan. Setibanya di lokasi, ternyata benar, tim menemukan beberapa warga menerima bungkusan plastik yang berisikan handuk dan kartu nama.

Geger Timses M Taufik Ditangkap Penyidik

Jakarta – Aksi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakarta Utara menangkap seorang pria yang diduga terlibat politik uang dalam operasi tangkap tangan (OTT) bikin geger. Pria yang bernama Carles Lubis itu merupakan staf M Taufik. Berikut fakta-faktanya.

“Ada satu orang yang ditangkap, warga biasa. Artinya, kelanjutannya saya belum tahu karena masih diproses,” kata Ketua Bawaslu Jakut Mochammad Dimyati di kantornya, Jl Deli, Koja, Jakut, Selasa (16/4/2019).

Carles ditangkap pada Senin (15/4) pukul 17.30 WIB di depan rumah pemenangan M Taufik, yang merupakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Rumah pemenangan M Taufik itu berada di wilayah Warakas, Jakarta Utara.

Geger Timses M Taufik Ditangkap PenyidikM Taufik (Lamhot Aritonang/detikcom)

Dari hasil OTT, Gakkumdu Bawaslu Jakut mengamankan amplop yang diduga digunakan untuk politik uang. Total ada 80 amplop yang berisi uang.

“Barang buktinya sudah ada berupa amplop. Amplop warna putih, tapi isinya berapa kita belum tahu,” ujar Dimyati.

Bawaslu Jakarta Utara menduga amplop-amplop tersebut berasal dari M Taufik karena sedianya akan ada acara kumpul saksi di rumah pemenangan M Taufik itu. Rencananya, para saksi untuk M Taufik akan berkumpul pada Senin malam.

“Iya dugaannya begitu. Karena di sana mau ada rencana kegiatan, barang buktinya sudah ada berupa amplop. Rencananya semalam mau ada kegiatan ngumpulin saksi-saksi, RW yang jadi korwil,” jelas Dimyati.

Dalam acara itu, M Taufik direncanakan akan hadir di lokasi kejadian, tapi akhirnya tak datang. Saat OTT, sebagian saksi juga sudah berada di rumah pemenangan M Taufik.

“Ramai, saksi sudah sebagian datang, Pak Taufik juga ada rencana hadir di situ, tapi belum ada. Belum tahu ada indikasi keterlibatan M Taufik, informasinya Pak Taufik nggak ada di situ,” sebut Dimyati.

Saat ini, Carles diperiksa di Polres Jakarta Utara. Meski begitu, Bawaslu menegaskan kasus ini ditangani oleh Sentra Gakkumdu, yang mana juga melibatkan Bawaslu.

“Harus di Gakkumdu karena ini pidana pemilu. Tidak (ditangani) di Polres. Nanti Bawaslu Jakut Sentra Gakkumdu-nya setelah diplenokan di internal kemudian 1×24 jam. Apabila ini ada dugaan pelanggaran pidana, maka melakukan pembahasan pertama dengan Sentra Gakkumdu,” terang anggota Bawaslu DKI Jakarta Puadi, yang datang berkoordinasi terkait kasus ini di Mapolres Jakut, Jl Laksmana Yos Sudarso, Koja, Selasa (16/4).

Hal senada disampaikan oleh Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto. Ia menegaskan kasus dugaan tindak pidana pemilu yang ditindaklanjuti terkait diamankannya staf M Taufik, Carles Lubis, merupakan kerja Sentra Gakkumdu. Amplop yang diamankan dari Carles saat penangkapan berjumlah 80, yang isinya masing-masing Rp 500 ribu.

“Sebenarnya ini masih Bawaslu, tapi kebetulan kami juga ada di situ. Kami hitung di sana, jumlahnya 80 amplop, masing-masing amplop isinya Rp 500 ribu,” terang Kombes Budhi.

Kombes Budhi mengatakan diamankannya Carles Lubis, staf M Taufik, di Warakas, Jakut, Senin (15/4) sore, merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Saat ini tim Gakkumdu masih melakukan klarifikasi atas temuan amplop berisi uang.

“Laporan itu diteruskan ke Bawaslu, kemudian didalami, sehingga turunlah bersama-sama. Masih didalami ke atasnya yang menyuruh, kemudian ke bawahnya yang dikumpulkan itu juga sudah dimintai keterangan saksi-saksi,” papar Budhi sekaligus menyebut penjelasan penanganan berada di tangan Bawaslu.

Bawaslu Probolinggo Tangkap Timses Caleg yang Bagi-bagi Minyak Goreng

Probolinggo – Sehari jelang Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo menemukan dugaan money politic. Praktik uang ini diduga dilakukan tim sukses salah satu caleg DPRD setempat.

Dugaan money politic ditemukan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tiris, Senin (15/4). Dugaan praktik uang itu dilakukan terduga berinisial SW dan RB.

Pelaku tertangkap tangan oleh petugas saat membagi-bagikan bingkisan sembako berupa minyak goreng. Setiap paket yang dibagikan terdiri dari 4 kemasan minyak.

Aksi bagi-bagi sembako tersebut terjadi di RT 17 RW 03, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris. Selain sembako, petugas Panwascam juga mengamankan puluhan lembar stiker kampanye caleg yang didukung.

Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Fathul Qorib mengatakan, ada 16 paket sembako yang berhasil diamankan. Saat ini barang bukti tersebut disimpan di Kantor Panwascam Tiris. Sebelum ada langkah lebih lanjut dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Jadi dari hasil cek ke lapangan tadi, bukan OTT tapi petugas Panwascam menemukan dugaan praktek money politic oleh salah satu tim pemenangan salah satu caleg DPRD Kabupaten Probolinggo,” kata Fathul Qorib, Selasa (16/4/2019).

Menindaklanjuti penangkapan tersebut, Ketua Gakkumdu Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis mengaku akan menggelar rapat pleno terlebih dahulu. Sebelum akhirnya dibuatkan berita acara.

Apabila dari rapat tersebut ditemukan adanya penyimpangan, petugas akan melakukan langkah lanjutan. “Kita akan rapat dulu atas temuan Panwascam ini. Jika terbukti ada penyimpangan seperti tindak pidana tentunya akan dilanjutkan,” pungkas Nadda.
(sun/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Timses Jokowi Buka Posko Pengaduan Kecurangan Pemilu 2019

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari angkat bicara mengenai ancaman politikus PAN, Amien Rais yang akan mengerahkan people power jika terdapat kecurangan di pilpres 2019.

Hasyim menyarankan apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau dicurangi agar melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau merasa dicurangi, laporkan ke lembaga-lembaga yang sudah disediakan, seperti Bawaslu, MK,” kata Hasyim di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Menurut Hasyim, Indonesia adalah negara demokrasi. Ia mengatakan undang-undang sudah mengatur tentang pemilu sebagai penyalur suara rakyat dalam memilih pemimpin.

“Maka sebagaimana aturan kelembagaan, pemilu ini ya untuk bisa berkuasa bikin lah parpol. Kalau mau ikut pemilu, daftarkan parpol itu sebagai peserta pemilu,” tutur Hasyim.

Jarak Elektabilitas Menipis, Timses Jokowi Tetap Optimis Menangkan Pilpres

Delapan hari menuju hari pencoblosan, Voxpol Center Research and Consulting mirilis hasil survei elektabilitas para pasangan capres-cawapres 2019. Dalam survei itu, selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terpaut 5,5 persen.

Dalam survei yang digelar pada 18 Maret hingga 1 April 2019 itu, Jokowi-Ma’ruf mendapat 48,8 persen dan Prabowo-Sandi 43,3 persen. Sementara, pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters sebesar 7,9 persen.

“Dari segi elektabilitas menunjukkan peta politik semakin kompetitif, selisih elektabilitas kedua pasang kandidat sudah semakin dekat,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

Dari angka strong voters pemilih capres maupun pemilih partai politik, sambung dia, baik Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi memiliki tingkat loyalitas pemilih di bawah 50 persen. Persentasi strong voter kedua kandidat masing-masing sebesar 43,1 persen untuk Jokowi-Ma’ruf dan 40,9 untuk Prabowo-Sandi.

Menurut Pangi, dengan selisih yang begitu kecil, kedua pasangan calon sama-sama memiliki kemungkinan untuk kalah maupun menang.

“Jika pemilu dilakukan hari ini Pak Jokowi menang. Jika 17 April, Pak Jokowi punya peluang menang, dan peluang kalah. Pak Prabowo ada kemungkinan menang dan kemungkinan kalah,” kata Pangi.

Kawal Suara, Timses Jokowi Luncurkan Aplikasi Jamin Relawan

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf meluncurkan aplikasi ‘Jamin Relawan’. Aplikasi ini untuk mengawal suara dan memperlihatkan transparansi proses pemilu.

“Kami namakan Jamin Relawan. Jokowi-Amin Relawan. Ini aplikasi di Google Play, android supaya kan android cukup familiar di masyarakat,” kata Arya di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Menurutnya, aplikasi ini adalah cara TKN Jokowi-Ma’ruf memberi kesempatan bagi relawan dan masyarakat untuk melakukan pengawalan suara yang mereka lihat di setiap TPS. Selain untuk smartphone, aplikasi ini juga dapat diakses melalui versi laman internetnya.

Nantinya, akan ada tiga fitur utama dalam aplikasi ini. Yaitu ambil suara, laporan, dan notifikasi.

“Ambil suara adalah ambil jadi pemilihan kandidat. Kemudian mengirimkan ke server kita. Kalau sudah terkirim maka langsung ada notifikasi bahwa laporan sudah terkirim,” tutur Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf ini.

Timses Prabowo Mengaku Belum Bahas Pembagian Jatah Menteri

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengaku telah membahas nama-nama calon menteri bersama Capres Prabowo Subianto.

Namun, adik kandung Prabowo itu masih merahasiakan nama-nama yang akan mengisi posisi menteri. 

“Dengan saya ada. Saya kira itu antara saya dengan kakak saya,” kata Hashim saat ditemui di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta Pusat, Senin 1 April 2019 lalu.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, Prabowo menyiapkan tujuh kursi menteri untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan enam kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara untuk Partai Demokrat dan Berkarya masih dibahas.

“Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada 7 menteri untuk PAN, 6 untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas. Demokrat belum definitif,” ungkap Hashim.

Dia melanjutkan, salah satu kader Demokrat yang dipertimbangkan menjadi menteri adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hashim enggan membocorkan apakah AHY mengisi posisi Menteri Pertahanan atau bidang lain.

“AHY salah satu dipertimbangkan, masih dipertimbangkan,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan berikut ini:

Prabowo sampaikan visi misinya tentang ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan, serta hubungan internasional dalam debat capres keempat.

KPU Saran Timses Kirim Saksi ke TPS Saudi, BPN: Asal Tak Dipersulit

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyarankan masing-masing timses pasangan capres-cawapres mengirimkan saksi ke tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Arab Saudi untuk memastikan dugaan yang disampaikan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tidak benar. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap mengawal.

“Nggak perlu ngirim dari Indonesia. Pendukung Pak Prabowo tersebar di seluruh negara dan akan ikut mengawal proses pemungutan suara. Mereka siap mengawal dan jadi saksi asal tak dipersulit,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (1/4/2019).

Kendati demikian, Andre meminta relawan yang akan ikut mengawal tidak dipersulit saat mendaftar sebagai saksi di TPS. Sebab, terdapat indikasi pendukung Prabowo-Sandiaga di beberapa negara dipersulit.
“Kami mendengar dari relawan di berbagai negara saksi kami dipersulit. Di Kanada kemarin dilaporkan juga begitu, saksi Pendukung Prabowo itu kesulitan. Di Amerika juga begitu ada indikasi tekanan-tekanan. Jadi harus diwaspadai,” katanya.

Sebelumnya, Habib Rizieq menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi) serta mengiming-imingi sejumlah uang kepada mereka. Habib Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi.

“Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan, di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia, seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi,” ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti dilihat detikcom, Senin (1/4).

KJRI Jeddah membantah pernyataan Habib Rizieq, yang menyebut Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Jokowi. Hal itu dinyatakan tidak benar.

“Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019,” demikian pernyataan KJRI Jeddah lewat pernyataan tertulis.

KPU juga angkat bicara soal tudingan Habib Rizieq tersebut. Menurut KPU, saksi-saksi tersebut dikirim untuk memastikan dugaan seperti yang disampaikan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tidak benar.

“Terkait dengan peserta pemilu, salah satu bentuk partisipasinya adalah mengirimkan saksinya di setiap TPS. Dengan seperti itu maka isu pemilu yang tidak jujur, tidak transparan itu bisa kita kawal bersama-sama,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).
(mae/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Coblosan Makin Dekat, Sandi Ingatkan Timses Bicara Lebih Santun

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengingatkan timnya di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk lebih santun mengeluarkan pernyataan seiring makin dekatnya hari coblosan 17 April 2019.

“Saya sudah briefing seluruh jubir, juru debat saya sampaikan 21 hari ke depan tidak boleh ada statemen menyerang, tidak boleh ada statemen yang meningkatkan eskalasi tensi politik,” kata Sandiaga di Jalan Kertanegara Nomor 04 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Sandiaga meminta timnya bicara menyejukan. Menurut dia, di penghujung hari pencoblosan jangan sampai ada kesalahan pernyataan yang nantinya memicu kontroversi atau saling serang-menyerang antara kedua belah pihak.

“Saya tidak mau, mari kita jaga keharmonisan keadaan ini selama 21 ke depan. Kita pastikan pemilu ini luber jurdil langsung umum bebas rahasia. Jangan lagi 21 hari ada isu muncul yang jadi pemicu saling serang menyerang, saya ingatkan Bang Daniel, Fadli (Zon), dan lain-lain,” ucap dia.

Sandiaga mengatakan, pihaknya akan menerjunkan semua juru kampanye nasional pada kampanye rapat umum. Nantinya mereka ditugaskan menyampaikan pesan damai, dan tindakan nyata yang dilakukan pasangan Prabowo-Sandiaga apabila diberi amat mempimpin Indonesia mendatang.

“Mereka sampaikan program sasar kepada demografi yang ingin rasakan perubahan,” tandas Sandiaga.

Balada Timses Menangkan Bupati Cianjur Berakhir di Pasungan

Cianjur – Tahun 2006 silam Ajap (46) sukses mengantarkan pasangan calon kepala daerah idolanya sebagai bupati Cianjur. Namun ironisnya nasib Ajap tak sesukses jagoannya, dia mengidap gangguan kejiwaan lantaran kecewa dengan janji yang tidak ditepati pemimpinnya.

Kisah tentang Ajap yang dikecewakan sang idola sudah menjadi rahasia umum warga Kampung Cidalung, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Ia diberikan janji bisa dengan mudah menemui calon yang dimenangkannya itu usai Pilkada. Namun ternyata janji itu hanya isapan jempol.

“Keterangan dari keluarga, Ajap ini kecewa karena saat datang ke pusat kota Cianjur untuk bertemu calon yang dia menangkan berakhir kekecewaan. Ajap tidak berhasil bertemu idolanya itu,” kata Feri, salah seorang relawan Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Cianjur, kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (21/3/2019).

Saat itu Ajap mulai mengalami perubahan perilaku, sikapnya mulai kasar dan beringas. Tidak jarang dia merusak barang milik tetangga, pernah sekali dia menjebol dinding rumah dan mengamuk.
“Bagi tetangga dan masyarakat di tempatnya tinggal Ajap mengalami gangguan kejiwaan karena diabaikan oleh pilihannya saat Pilkada sudah bukan rahasia lagi. Semuanya tahu, Ajap dikecewakan oleh pilihannya sendiri,” lanjut Feri.
Selama 12 tahun, keluarga sudah berusaha menyembuhkan Ajap. Namun beberapa bulan terakhir, perilakunya makin tak terkendali. Akhirnya keluarga memasungnya. Ia ditempatkan di sebuah kandang bambu berukuran 1 x 1,2 meter dengan tinggi sekitar 70 sentimeter. Ajap hanya bisa menegakkan kepala dengan kedua kakinya selonjoran ke depan melewati sela-sela bambu.

“Soal lama dia di tempat itu keluarga enggan terbuka. Ada yang bilang baru dua bulan ada juga sekitar 6 bulan. Kalau dilihat kondisinya batang bambu juga masih terlihat hijau, sebagian kecokelatan masing-masing ujung diikat menggunakan tambang,” kata Nurhamid Karnaatmaja, pengurus Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Cianjur kepada detikcom.

Nurhamid menduga tahun politik membuat kejiwaan Ajap makin terguncang. Kenangan menjadi tim sukses pasangan calon pada Pilkada Kabupaten Cianjur 2006 silam kembali terpantik saat melihat baliho calon presiden, caleg maupun partai politik.

“Politik-politik wadul lah, calon presiden kabehge wadul lah (Politik bohong, calon presiden bohong-red),” ujar Nurhamid menirukan ucapan Ajat.

Saat ini Ajap berada di bawah pengawasan Komunitas Sehat Jiwa. “Kalau ngamuk sih enggak, cuma masih resah dan terlihat gelisah. Di tempat ini dia kita perlakukan secara manusiawi dan berbaur berkomunikasi dengan relawan panti, semoga beliau kembali pulih seperti sediakala,” jelas Nurhamid.

Untuk diketahui, pada Pilkada Cianjur 2006 lalu, pasangan Tjetjep Muchtar Soleh dan Dadang Sufianto terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2006-2011. Keduanya merupakan kepala daerah Cianjur pertama pilihan rakyat.
(sya/ern)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>