Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi Tunangan

Jakarta

Pemberitaan detikHOT diramaikan dengan kabar Aura Kasih yang hamil anak pertama. Ada juga Ustad Arifin Ilham yang kesehatannya kembali menurun.

Berikut selengkapnya 5 Berita Terpopuler Minggu Ini:

1. Kabar Bahagia! Aura Kasih Hamil Anak Pertama

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Instagram

Kabar bahagia kali ini datang dari Aura Kasih. Setelah menikah September 2018 di Bangkok, kini Aura Kasih, tengah mengandung anak pertamanya.

Hal tersebut dibagikan Aura dalam Instagram Storiesnya.

“Berita bahagia kehamilan saya harus dibagikan ke public…,” tulisnya dalam Instagram Storiesnya dilihat detikHOT, Kamis (10/1/2019).

2. Polisi Ungkap Nama Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Polisi mengungkap beberapa nama artis yang diduga terlibat dalam prostitusi online artis. Keenamnya akan dipanggil mulai minggu depan.

“Karena ini sudah kita panggil. Tadi menyampaikan Kapolda sudah memanggil 6 orang lagi, jadi kita surat panggilan ini sifatnya adalah memanggil seseorang dengan identitas seseorang nama seseorang,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Siapa saja?

“Ini yang pertama adalah ML itu Maulia Lestari. Kemudian BS itu Baby Shu. Fatya Ginanjarsari, kemudian Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari,” papar Barung.

3. Vicky Prasetyo Resmi Cerai dari Angel Lelga!

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Pool/Noel/DetikFoto.

Vicky Prasetyo dinyatakan telah resmi bercerai dengan artis Angel Lelga pada hari ini. Persidangan perceraiannya itu dilakukan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

“Ya alhamdullilah tadi sudah diputuskan ketuk palu sah maksudnya putusan sudah dibacakan sama ketua majelis putusannya. Ya sudah sah menurut agama dan negara,” ujar Vicky.

Dalam proses perceraiannya, Vicky menceritakan bahwa dia mengingat saat masih melakukan ijab kabul pada pernikahannya dengan Angel Lelga 1 tahun yang lalu.

4. Sebelum ke Malaysia, Ustad Arifin Ilham Titip Pesan Ini ke Anak

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Rachman Haryanto

Putra Ustad Arifin Ilham, Muhammad Alvin mengungkapkan sang ayah menitipkan pesan ke dirinya sebelum dirawat di Malaysia. Apa isi pesannya?

Alvin mengatakan, Arifin meminta dirinya untuk mempublikasikan dokumentasi sewaktu dirinya dijenguk oleh para ulama.

“Ada cerita di balik postingan terbaru di atas. Sehari sebelum ke Malaysia, saya yang temenin abi seharian,” kata Alvin di Instagram Stories, Jumat (11/1/2019).

5. Soal Hubungan dengan Irish Bella, Ammar Zoni: Ini Settingan Allah

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: (Noel/detikHOT)

Keputusan Ammar Zoni untuk melamar Irish Bella mengundang banyak pertanyaan, karena mereka belum lama ini mengumumkan kedekatannya yakni di awal tahun 2019 ini.

Lantas kapan sebenarnya mereka mulai dekat?

“Kenal sudah lama, sekedar kenal. Siapa nggak tahu Irish Bella. Tapi untuk ngobrol yang benar-benar itu 1 Desember,” ujar Ammar Zoni saat ditemui di lokasi syuting di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Minggu (13/1).

(dal/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Dua Finalis Puteri Indonesia Masuk Daftar Dugaan Prostitusi Online Artis

Jakarta – Polda Jawa Timur telah menyebutkan nama artis yang diduga terlibat dalam prostitusi online. Dua di antaranya adalah finalis Puteri Indonesia.

“Ini yang pertama adalah ML itu Maulia Lestari. Kemudian BS itu Baby Shu. Fatya Ginanjarsari, kemudian Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Dua di antara nama tersebut adalah finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017.

“Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Nama Fatya Ginanjarsari dikenal sebagai finalis Puteri Indonesia 2017. Dia mewakili daerah Kalimantan Utara.

Selain itu, Fatya juga mewakili Indonesia sebagai Miss Tourism World Indonesia 2018. Fatya Ginanjarsari juga menjadi Top 15 GUESS Girl Indonesia 2015.

Sementara satu finalis lainnya yakni bernama Maulia Lestari. Dia merupakan finalis Puteri Indonesia 2016 mewakili Provinsi Jambi.

Tonton video: Terungkap! 6 Nama Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online
[Gambas:Video 20detik]
(nkn/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Ada 2 Nama Finalis Puteri Indonesia dalam Jaringan Prostitusi Online

Surabaya – Dari enam nama yang diungkap polisi karena keterlibatannya dalam prostitusi online, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut dua di antaranya adalah finalis Puteri Indonesia.

Luki mengungkapkan keduanya merupakan finalis Putri Indonesia tahun 2016 dan 2017.

Kedua nama finalis tersebut adalah Fatya Ginanjarsari. Fatya diketahui merupakan Finalis Puteri Indonesia tahun 2017. Sementara Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 yakni Mulia Lestari atau Maulia Lestari.

“Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017,” ujar Luki saat ditemui di Mapolda Jatim, Jumat (11/1/2019).
Sementara itu, Luki menyebut ada beberapa artis lainnya berprofesi sebagai artis FTV, sinetron hingga model.

Beberapa artis tersebut yakni Baby Shu, Riri Febianti, Aldira Chena (Sundari Indira), hingga Tiara Permatasari,

“Yang dua artis sinetron di tv swasta, yang dua finalis Puteri Indonesia, yang dua lagi artis ftv atau foto model,” lanjut Luki.

Luki menambahkan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan. Rencananya, para artis akan datang pekan depan. Hal ini untuk mencar data penyidikan tambahan yang tengah dilakukan polisi.
(lll/lll)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Debut Perdana, Saham BEEF dan POLI Kompak Naik

Liputan6.com, Jakarta PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) dan PT Pollux International Tbk (POLI) resmi melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Kamis (10/1/2019). Kedua saham Perseroan tercatat kompak melonjak di awal perdagangan.

Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) akan melepas saham kepada publik sebanyak 376,862 juta unit. Itu sebesar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan ETT setelah mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Pada pencatatan perdana ini, saham perseroan naik 140 poin atau 41,18 persen ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar.

“Kami bersyukur, saham Perseroan sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed 86,11 kali. Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,” ucap Direktur Utama BEEF Yustinus Sadmoko di Gedung BEI.

Dari IPO ini, perusahaan bidang produksi dan distribusi makanan olahan terpadu tersebut, akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 128,13 miliar. Itu berarti saham ETT ditawarkan seharga Rp 340 per unit.

Adapun dana hasil IPO ini antara lain akan digunakan sebesar 45 persen untuk pembelian sapi hidup baik lokal maupun impor. Sebesar 25 persen untuk pembelian barang dagangan berupa daging impor maupun lokal.

Sisanya 30 persen untuk investasi perluasan kandang dan membangun fasilitas produksi baru di Subang (Jawa Barat) dan Salatiga (Jawa Tengah). Bersamaan dengan penawaran saham baru, ETT juga menawarkan Waran Seri I sebanyak 37,686 juta unit.

Jika seluruh waran dieksekusi, maka saham eks waran mencapai 2,50 persen dari total saham ditempatkan dan disetor pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO saham.

Setiap pemegang 10 saham baru akan memperoleh satu Waran Seri I, dimana setiap satu Waran Seri I memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Sementara itu, harga pelaksanaan Waran sebesar Rp 550 per unit. Itu berarti ETT nantinya akan memperoleh tambahan modal Rp 20,73 miliar.

Sementara itu, PT Pollux Investasi International Tbk (POLI) menjadi emiten ke-3 di BEI. Perseroan dengan kode saham POLI itu menetapkan harga IPO sebesar Rp 1.635 per saham dengan jumlah saham yang dilepas mencapai 402,10 juta sehingga dana yang akan diraih mencapai Rp 657,44 miliar.

Pada pencatatan perdana ini, saham perseroan naik 815 poin atau 49,85 persen ke level Rp 2.450 dari harga IPO Rp 1.635. Saham POLI ditransaksikan sebanyak 8 kali dengan volume sebanyak 793 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 194.29 juta.

Perusahaan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dua Emiten Ini Bakal Melantai Perdana di BEI

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham Indonesia akan kedatangan dua emiten baru pada perdagangan saham Kamis (10/1/2019). Dua emiten akan mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jumlah saham PT Estika Tata Tiara yang bakal dilepas kepada publik sebanyak 376,862 juta unit, sebesar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan ETT setelah IPO. 

Dari IPO ini, perusahaan bidang produksi dan distribusi makanan olahan terpadu tersebut, akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 128,13 miliar. Itu berarti saham ETT ditawarkan seharga Rp 340 per unit. 

Adapun dana hasil IPO ini antara lain akan digunakan sebesar 45 persen untuk pembelian sapi hidup baik lokal maupun impor. Sebesar 25 persen untuk pembelian barang dagangan berupa daging impor maupun lokal. 

Sisanya 30 persen untuk investasi perluasan kandang dan membangun fasilitas produksi baru di Subang (Jawa Barat) dan Salatiga (Jawa Tengah). Bersamaan dengan penawaran saham baru, ETT juga menawarkan Waran Seri I sebanyak 37,686 juta unit. 

Jika seluruh waran dieksekusi, maka saham eks waran mencapai 2,50 persen dari total saham ditempatkan dan disetor pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO saham. 

Setiap pemegang 10 saham baru akan memperoleh satu Waran Seri I, dimana setiap satu Waran Seri I memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. 

Sementara itu, harga pelaksanaan Waran sebesar Rp 550 per unit. Itu berarti ETT nantinya akan memperoleh tambahan modal Rp 20,73 miliar. 

Selain itu, PT Pollux Investasi International juga akan IPO pada pagi hari ini. Adapun harga IPO ditetapkan sebesar Rp 1.635 per saham dengan jumlah saham yang dilepas mencapai 402,10 juta sehingga dana yang akan diraih mencapai Rp 657,44 miliar. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Motor Warga Bandung Mogok Usai Jambret Mahasiswi

Liputan6.com, Bandung Aparat Kepolisian Sektor Kota Bandung Wetan menangkap seorang lelaki bernisial RFA (17), yang tercatat sebagai warga Kopo. RFA ditangkap setelah gagal menjambret tas milik mahasiswi bernama Endah Dwibhony Tiara (21).

Kapolsek Bandung Wetan Kompol R. Budi Triyono menjelaskan, peristiwa penjambretan terjadi pada Senin (7/1/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Mulanya, korban Endah dibonceng seorang temannya Deas Ramdani sedang melintas di sekitaran pintu perlintasan kereta api Jalan Sunda. Endah pada saat itu sedang menyimpan tas di tengah.

“Sampai di perlintasan rel, Deas memperlambat jalan. Sementara pelaku RFA yang berboncengan dengan seorang temannya berinisial E menjambret tas yang dibawa korban,” kata Budi di Mapolsek Bandung Wetan, Selasa (8/1/2019).

Setelah berhasil menjambret tas, RFA dan E kemudian berlari ke arah Jalan Trunojoyo. Korban lalu berteriak dijambret. Pengendara lain yang kebetulan melintas ikut mengejar kedua pelaku.

Selanjutnya, pelaku kabur ke Jalan Banda. Lalu saat di Jalan Progo, motor pelaku jambret mogok.

“Pada saat itu ada anggota kita di sekitar lokasi. Petugas lalu mengamankan seorang pelaku dan barang bukti. Sementara satu pelaku E kabur,” ujar Budi.

Budi menambahkan, pelaku RFA sudah lebih dua kali melakukan aksi penjambretan yang menyasar tas perempuan. Waktu kejadiannya selalu mirip yaitu tengah malam.

Sementara itu, RFA mengakui saat ditangkap petugas, motornya mengalami kerusakan mesin.

“Motornya mati karena mesin rusak. Yang punya teman saya,” kata RFA yang kini meringkuk di rumah tahanan Mapolsek Bandung Wetan.

Adapun tindak pidana yang dilakukan RFA terkait dengan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman bui selama tujuh tahun.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Seorang penjambret melakukan aksinya sambil memegang payudara korban ditangkap warga setelah korban berteriak menjerit minta tolong.

Melantai di Bursa, Estika Tata Tiara Tawarkan 376.862 Juta Saham

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi yakin jumlah emiten baru yang akan melakukan Penawaran Umum Perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sepanjang tahun 2019 bisa mencapai lebih dari 57 perusahaan.

Menurutnya, pesta demokrasi yang dilakukan secara bersamaan tahun ini yakni pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), tak akan menyurutkan langkah beberapa perusahaan untuk mencatatkan saham di BEI. Kendati begitu, dia belum mau mengungkapkan berapa banyak perusahaan yang bisa diajakk untuk melantai di bursa saham Indonesia.

“Kami harapkan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018, kami capai 57 perusahaan yang listing. Kami harapkan tahun ini bisa lebih dari itu. Berapa tepatnya? Belum bisa bilang, tapi arahnya lebih dari itu (57),” jelas dia di Gedung BEI, Rabu (2/1/2019).

Inarno menjelaskan, untuk mencapai target emiten baru tersebut, BEI telah menyiapkan sejumlah strategi. Itu antara lain adalah melalui program sosialisasi dan edukasi berkesinambungan ke berbagai perusahaan.

“Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan seperti perusahaan penjamin emisi efek (underwriter), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kita bisa coba, this is the time untuk masuk ke publik,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2018, jumlah korporasi yang melakukan IPO saham meningkat 54 persen menjadi 57 perusahaan ketimbang 37 perusahaan di tahun 2017.

Adapun total dana publik yang berhasil dihimpun dari aksi pencatatan perdana saham tersebut mencapai Rp 16,01 triliun sepanjang tahun lalu. Angka itu meningkat 68 persen dibandingkan Rp 9,5 triliun pada 2017.

“Jadi ini merupakan jumlah pencatatan perdana saham tertinggi selama kurun waktu 26 tahun terakhir sejak swastanisasi Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Jumlah pencapaian ini juga merupakan yang terbanyak di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2018,” tandasnya.