Tira Persikabo Vs Persija Berakhir Tanpa Pemenang

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Tira-Persikabo pada leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (17/2) sore WIB.

Tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Loris Arnaud pada menit ke-37. Usai menerima umpan terobosan di dalam kotak penalti, Arnaud sukses menaklukkan kiper Daryono.

Persija hanya butuh waktu dua menit untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Bruno Matos. Ia berhasil menanduk umpan silang dari Riko Simanjuntak.

Jelang babak pertama berakhir, Ciro Henrique mengembalikan keunggulan Tira-Persikabo lewat golnya pada menit ke-45. Skor 2-1 untuk tuan rumah bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Persija bermain ngotot untuk menyamakan kedudukan. Serangan serangan dibangun Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.

Hasilnya, Bruno Matos berhasil menyamakan skor lewat titik penalti pada menit 77. Wasit menunjuk titik putih setelah salah seorang pemain tuan rumah melakukan handball.

Skor jadi imbang 2-2 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Tira Persikabo Vs Persija Jakarta (Twitter Persija)

2 dari 2 halaman

Susunan Pemain

Tira-Persikabo: Angga Saputro; Herwin Tri Saputra, Khurshed Beknazarov, Vava Mario Yagalo; Ahmad Nufiandani, Ciro Henrique, Izmy Yaman, Manahati Lestusen, Muhammad Guntur, Rezky Ikhwan; Loris Arnaud

Persija Jakarta: Daryono; Ismed Sofyan, Maman Abdurrahman, Neguete Lopes, Tony Sucipto; Jahongkir, Abduminov, Bruno Matos, Fitra Ridwan; Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Bambang Pamungkas

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Jelang Ground Breaking, Stadion Baru Persija Belum Punya Nama

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuturkan banyak pihak telah mengusulkan nama untuk stadion baru Persija Jakarta yang akan dibangun di area taman BMW, Jakarta Utara. Oleh karena itu, Anies mengatakan, pihak pemerintah provinsi (pemprov) DKI belum memutuskan nama untuk stadion tersebut.

“Ada banyak usulan tentang nama stadion. Kita belum memutuskan namanya, tapi akan dibangun di kawasan yang sekarang namanya taman BMW,” kata Anies saat menghadiri festival 125 tahun MH Thamrin di lapangan VIJ, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019)

Seperti diketahui, pemprov DKI saat ini sedang menyiapkan pembangunan stadion untuk Persija Jakarta. Untuk perencanaan awal dan konstruksi stadion ini, pemprov DKI menyiapkan dana sekitar Rp 900 miliar.

Anies menuturkan, pemprov DKI bakal menerima aspirasi masyarakat terkait nama stadion Persija. Ia juga tak menutup kemungkinan jika stadion itu nantinya diberi nama Stadion MH Thamrin, untuk mengenang jasa pendiri Persija tersebut.

Yang jelas, kata Anies, nama stadion nantinya harus mencerminkan kota Jakarta. “Nama itu harus menggambarkan semangat Jakarta yang maju, Jakarta sebagai kota global dan punya akar sejarah kuat dalam perjuangan,” kata Anies.

2 dari 2 halaman

Segera Ground Breaking

Lebih lanjut, Anies menambahkan, pemprov DKI segera melakukan proses ground breaking stadion. Pasalnya, pemprov telah menyelesaikan semua perizinan yang dibutuhkan.

“Sebentar lagi akan dilakukan ground breaking. Izin-zini sudah selesai. Kemarin, pengurusan izin kita proyeksikan sekitar bulan Maret, tetapi ternyata sudah selesai semua,” kata Anies mengakhiri.

Program Tol Laut Jokowi Dikritik: Ditinggalkan Setelah Dilahirkan

Jakarta – Program tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikritik. Kritik berasal dari Direktur Eksekutif Nasional Maritime Institute (Namarine) Iswanto Rusdi yang menyebut program tersebut ditinggalkan setelah dibuat.

“Pak Jokowi punya program tol laut tapi yang sering dia resmikan tol darat. Jadi paradoks ini diserahkan kepada Menhub (Menteri Perhubungan). Ini ditinggalkan setelah dilahirkan,” kata dia dalam acara Polemik Trijaya di D’consulate, Thamrin, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Ia menjelaskan, program tol laut juga memakan biaya yang besar karena pemerintah harus mensubsidi hingga Rp 300 miliar per tahun. Selain itu, pemerintah juga membangun kapal baru dengan biaya Rp 100 miliar.

Padahal, bila dibandingkan dengan kondisi di lapangan program tersebut belum efektif menurunkan harga komoditas. Ia memberi contoh pengiriman barang dari Surabaya ke Sorong.
Untuk mencapai pedalaman Sorong diperlukan lagi pesawat guna mengirim barang. Alhasil, tujuan menurunkan harga tidak akan berhasil.

“Subsidi sebesar itu hasilnya bisa diperdebatkan soalnya disebut bisa memurahkan. Biaya Surabaya ke Sorong itu kan pedalaman, pakai pesawat jadi nggak mudah kan,” papar dia.

Sebagai informasi, program tol laut digagas Jokowi sejak tahun 2015. Program tersebut bertujuan untuk menurunkan harga pangan yang mahal di luar pulau Jawa.

(fdl/fdl)

Polisi Tangkap 8 Orang Pelaku Pungli di Tanah Abang

Jakarta – Polisi menangkap 8 orang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para pelaku mendapatkan uang yang berbeda dari hasil pungli tersebut.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono, mengatakan para pelaku itu ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Lokasi penangkapan pertama yaitu di depan Thamrin City, Jalan Kebon Kacang Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/2).

“Pelaku yang ditangkap inisial MEP dengan barang bukti 6 lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 20 ribu, pelaku inisial A dengan barang bukti 7 lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 10 ribu serta pelaku inisial FA dengan barang bukti 3 lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 20 ribu,” kata Lukman dalam keterangannya, Jumat (15/2/2019).

Lokasi penangkapan kedua yaitu di depan Masjid Al Makmur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ada 5 orang pelaku yang diamakan di lokasi kedua ini.

“Pelaku inisial OS dengan barang bukti satu lembar karcis parkir mobil dan uang tunai Rp 32 ribu, pelaku berinisial DA dengan barang bukti uang tunai Rp 92 ribu, pelaku berinisial R dengan barang bukti uang tunai Rp 22 ribu, pelaku berinisial ES dengan barang bukti uang Rp 41 ribu dan pelaku berinisial MI dengan barang bukti uang Rp 34 ribu,” ujar Lukman.
(knv/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Impor Pangan Diprediksi Jadi Debat Panas Jokowi vs Prabowo

Jakarta – Calon pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengikuti debat putaran II. Pengamat ekonomi pun menilai permasalahan akan menjadi isu yang besar.

Menurut Direktur Eksekutif Center Of Refrom On Economics (Core), Mohammad Faisal saat ini kondisi pangan di Indonesia masih berkaitan dengan masalah, mulai dari impor hingga distribusi pencadangan pangan.

“Paling besar permasalahan pangan ini sering kali yang mendominasi itu impor. Bukan hanya impor, tapi dari sisi produksi suplai. Nah yang kurang itu sebetulnya menyentuh ke permasalahan yang krusial, yaitu di distribusi pencadangan dan tata kelola cadangan pangan peran Bulog dan sebagainya,” kata dia usai diskusi media di Hong Dong Cafe, Thamrin, Jakarta, Jumat (15/2/2019).


Lebih lanjut, ia mengungkapkan akibat adanya masalah distribusi membuat pemerintah menekan harga di tingkat petani. Padahal, itu tidak menyelesaikan masalah karena yang mesti diperbaiki adalah distribusi.

“Sering kali ketika ingin mendorong harga pangan yang terjangkau yang dilakukan adalah menekan harga ditingkat petani. Ini tidak menyelesaikan permasalahan terjadi di distribusi padahal harga ditingkat petani ditekan,” ungkap dia.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan lain, yaitu terkait data pangan yang tidak konsisten antara lembaga yang satu dengan yang lain. Alhasil, hal itu mempengaruhi kebijakan yang akhirnya diambil tidak tepat, misalnya impor.

“Pada saat bulan ini harus segera impor menjadi telat menjadi permasalahan. Lagi karena kalau dia terlambat mengimpor misalkan cadangan dalam negeri menjadi sangat tipis harga menjadi melambung,” terangnya.

Maka dari itu, ia pun mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan impor di waktu yang bersamaan. Hal tersebut dengan melakukan pembenaran data pangan.

“Kesalahan data itu tadi itu bisa menjadi kelebihan over suplai atau kelebihan cadangan di Bulog seperti terjadi sekarang. Bahkan sampai ada isu akan ada ekspor lagi itu karena kesalahan manajemen pangan tata kelolanya,” jelasnya.

“Semoga persoalan-persoalan terkait kebijakan impor tersebut juga mampu dibahas lebih ke how to atau bagaimana mencari cara-cara menyelesaikan tersebut,” tutup dia.

Sebagai informasi, debat Capres dan Cawapres putaran ke-II akan berlangsung pada 17 Februari 2019 mendatang. Dalam debat, tema yang dibahas terkait pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

(eds/eds)

Total Punya Pelumas Khusus Mobil Listrik, Bakal Dijual di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta Keberadaan kendaraan listrik diyakini bakal terus berkembang di pasar otomotif nasional. Terlebih, jika peraturan presiden (perpres) terkait mobil listrik atau motor ramah lingkungan sudah benar-benar disahkan.

Dengan status sebagai mobil atau motor listrik, kendaraan ini memang tidak memerlukan perawatan yang ribet, layaknya motor konvensional (bensin), salah satunya tidak perlu mengganti pelumas secara berkala.

Melihat hal tersebut, Total Oil Indonesia mengaku sudah memiliki produk untuk mobil listrik.

“Kami sudah memiliki produk yang dirancang untuk mobil listrik, yaitu Total Electric Vehicle Fluids yang diluncurkan tahun lalu, tepatnya November 2018. Jadi, baru 3 bulanan,” ujar Managing Director Total Oil Indonesia, Franck Giraud, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Namun, untuk produk tersebut memang belum bisa dihadirkan di pasar Indonesia. Pasalnya, memang belum ada permintaan, karena mobil listrik di Tanah Air memang belum berkembang, dan masih menunggu regulasi yang jelas.

“Memang belum tersedia, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dihadirkan. Saya harap itu memberikan gambaran bahwa Total sudah siap (mobil listrik),” pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Alasan Masyarakat Enggan Pilih Kendaraan Listrik

Kendaraan bertenaga listrik diprediksi akan jadi semakin populer di masa yang akan datang. Karena lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik saat ini mengalami perkembangan pesat di sejumlah negara.

Kendati demikian, Deputi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi menyatakan, kendala yang dihadapi kendaraan listrik di Indonesia yaitu durasi waktu untuk melakukan pengisian baterai atau charging baterai.






Untuk mengisi baterai mobil listrik hingga full membutuhkan waktu 4-5 jam sehingga kebanyakan orang masih berpikir dua kali untuk pindah ke mobil listrik.

“Pilot Project fast charging station BPPT dengan kapasitas 50 kW ini mempunyai kelebihan mampu melakukan charging baterai mobil listrik sampai penuh hanya dengan waktu 30 menit,” jelas Eniya saat ditemui wartawan di gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Dengan adanya fasilitas fast charging station milik BPPT smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan, hal ini diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih dari mobil biasa ke mobil listrik.

Eniya juga menginginkan, stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik juga semakin beredar di pusat perbelanjaan serta gedung kementerian.

“Karena ini semacam introduce ke masyarakat. Dan yang perlu diperhatikan adalah sistem quick. Karena kalau sistem udah tersebar tentu akan lebih bagus. Karena enggak mungkin juga orang menunggu lebih dari 30 menit,” tuturnya.


3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Fadli Zon Selidiki Penyebab Caleg Gerindra Bunuh Diri

Jakarta – Waketum Gerindra Fadli Zon berencana menyelidiki penyebab caleg Gerindra Shanie Fiercelly bunuh diri. Fadli ingin menemui langsung keluarga Shanie.

“Nanti kita ceklah kebenarannya kenapa. Mungkin harus ditemui keluarganya, apa masalah-masalahnya. Nanti kita akan datangi,” ujar Fadli Zon kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Yang jelas, Fadli membantah isu pencalegan via Gerindra dibebani biaya. Fadli Zon mengatakan partai justru membantu caleg dengan memberikan atribut kampanye.

“Kalau biaya kampanye kan tergantung kreativitas masing-masing. Ada yang kampanyenya melalui medsos, ada yang datang door to door, ada yang pakai baliho, ada yang pakai stiker. Cara masing-masing untuk bekerja,” imbuh Fadli.

Sementara itu, Kapolsek XI Koto Tarusan, Iptu HM Thamrin, mengatakan motif Shanie melakukan bunuh diri diduga karena masalah keuangan saat nyaleg. Namun ada juga dipicu akibatnya adanya KDRT oleh suami.

Polisi kemudian menetapkan suami caleg Gerindra Shanie Fiercelly berinisial HJ sebagai tersangka.

Thamrin menjelaskan, berdasarkan autopsi di RS Bhayangkara Padang, ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Shanie yakni di kepala dan bagian dada.

“Kedua tanda-tanda ini cocok dengan hasil penyidikan yang kita lakukan di lapangan dan keterangan saksi anaknya sendiri,” terang Thamrin, kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Terkait kasus ini, polisi sudah memeriksa 7 orang saksi. Dari pemeriksaan itu, diketahui perkelahian dan ekonomi yang terbatas selama ini menjadi pemicu keributan Shanie dan suaminya, HJ.

“Ditambah lagi mengikutsertakan diri sebagai Caleg Partai Gerindra selama ini. Jadi, suaminya komplen pada intinya. Tidak menerima istrinya ikut dalam kegiatan caleg, karena faktor ekonomi tadi,” kata Thamrin.

“Suaminya sudah menyangkal dan mengatakan saya tidak punya uang untuk itu. Ini kejadian sudah berlarut-larut nih. Karena mencalon itu kan sudah lama, bukan baru-baru ini,” imbuh Thamrin.

Shanie, caleg Gerindra nomor urut 6 Dapil II untuk DPRD Kabupaten Pesisir Selatan ini ditemukan tergantung di kamar rumahnya yang berada di Sungai Lundang, Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan XI Koto Tarusan, Rabu (6/2).
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jadi Tersangka, Suami Caleg Gerindra yang Bunuh Diri Langsung Ditahan

Padang – Polisi menetapkan suami Caleg Gerindra, Shanie Fiercelly sebagai tersangka. Hendra Joni (HJ), sang suami langsung ditahan di Mapolsek Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu.MH.Thamrin mengatakan, penahanan dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan yang intensif.

“Hasil autopsi di Rumah sakit bhayangkara Padang, kita menemukan tanda-tanda kekerasan pada korban, yaitu tepatnya pada bagian kepala dan bagian dada. Kedua tanda-tanda ini cocok dengan hasil penyidikan yang kita lakukan di lapangan dan keterangan saksi anaknya sendiri,” terang Thamrin, kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

“Setelah melalui proses pemeriksaan yang intensif, dia (HJ) kita tahan,” imbhuhnya.

Menurut Thamrin, pihaknya memeriksa 7 orang saksi yang seluruhnya menerangkan, bahwa perkelahian dan ekonomi yang terbatas selama ini menjadi pemicu keributan.

“Ditambah lagi mengikutsertakan diri sebagai Caleg Partai Gerindra selama ini. Jadi, suaminya komplen pada intinya. Tidak menerima istrinya ikut dalam kegiatan Caleg, karena faktor ekonomi tadi,” kata Kapolsek.

“Suaminya sudah menyangkal dan mengatakan saya tidak punya uang untuk itu. Ini kejadian sudah berlarut-larut nih. Karena mencalon itu kan sudah lama, bukan baru-baru ini,” katanya, lagi.

Shanie Fiercelly yang menjadi Caleg dari Partai Gerindra ditemukan tergantung di kamar rumahnya yang berada di Sungai Lundang, Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan XI Koto Tarusan, Sumatera Barat, Rabu (6/2).

Shanie tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra Nomor Urut 6 Dapil II untuk DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Polisi memastikan Shanie murni bunuh diri. Namun bunuh diri itu dipicu oleh tindak kekerasan yang telah diterimanya selama ini.

Sedangkan, Partai Gerindra memastikan, bunuh diri yang dilakukan sang Caleg tak berkaitan dengan persoalan nyaleg, melainkan persoalan keluarga.

“Tidak ada hubungannya dengan proses pen-Calegan, karena kami tak memungut uang kepada Caleg,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade.
(rvk/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Caleg Gerindra yang Gantung Diri karena Kurang Biaya Nyaleg

Padang – Polisi memastikan Caleg Partai Gerindra, Shanie Fiercelly yang ditemukan tergantung di dalam rumahnya di Kecamatan Koto X Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda pembunuhan di tubuh Shanie.

“Kita sudah lakukan visum, otopsi. Tidak ada indikasi lain selain bunuh diri,” kata Kapolsek Koto X Tarusan, Pesisir Selatan, Iptu.Thamrin kepada Detikcom, Rabu (13/2/2019).

Dalam pemeriksaan ditemukan adanya indikasi korban depresi akibat persoalan keuangan dan keluarga. Sejak menjadi Caleg, korban sering terlibat pertengkaran dengan suaminya.

“Bagaimana pun, korban ini jadi Caleg tentu butuh biaya. Sementara kehidupan mereka tidak terlalu mendukung. Kita menduga ini jadi salah satu penyebab,” jelas Thamrin.

“Seluruh saksi di TKP dan yang terkait dengan kasus itu sudah kita periksa. Tidak ada indikasi lain,” katany.

Caleg dari Partai Gerindra di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat ditemukan tergantung di kamar rumahnya, Rabu (6/2/2019) silam.

Shanie Fiercelly, sang Caleg, ditemukan sudah tak bernyawa, sekitar pukul 10 malam di rumahnya yang berada di Sungai Lundang, Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan XI Koto Tarusan.

Shanie tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra Nomor Urut 6 Dapil II untuk DPRD Kabupaten Pesisir Selatan

Jasad Shanie yang sehari-hari punya usaha warung kecil-kecilan itu, sempat dibawa ke RS.Bhayangkara Padang untuk keperluan otopsi, dan dimakamkan keesokan harinya.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>