Kecelakaan Tunggal di Pondok Indah, Pemotor Tewas

Jakarta – Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Seorang korban yang merupakan pemotor tewas.

“Benar, ada kecelakaan pemotor dengan dengan nomor polisi B 4849 SHA. Korban tutup usia,” kata petugas call center NTMC Polri, Ardi saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/3/2019).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Jl Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ardi mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai kecelakaan tersebut.

“Untuk kronologinya kami belum mendapatkan informasi lengkapnya,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pihak kepolisian juga sudah berada di lokasi melakukan penanganan terhadap kecelakaan tersebut.

“Saat ini masih dalam penanganan petugas di lapangan,” sebut Ardi.

(ibh/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kakek di Kebumen Tewas karena Puntung Rokok, Kok Bisa?

“Saat membuka rumah tercium bau gosong. Selanjutnya saat dicek, pamannya ditemukan meninggal di atas kasur,” kata Kapolsek Sempor, Iptu Sugito, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Saat ditemukan, sebagian jasad Sardi telah menjadi abu di atas kasur kapuknya yang habis dilalap api akibat putung rokok. Jilatan api tampak dari jelaga yang menempel di tembok rumah Sardi.

Temuan jasad terbakar ini pun menggegerkan Desa Sidoharum Kecamatan Sempor. Ratusan orang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bersamaan dengan itu, Kepolisian Sektor Sempor dan tim Inafis Polres Kebumen mulai mengolah TKP. Polisi juga memeriksa saksi-saksi yang diduga mengetahui peristiwa kebakaran ini.

Hasil penyelidikan, kebakaran di kasurnya diduga dipicu oleh putung rokok yang ditaruh sembarangan oleh Sardi hingga merembet ke kasur. Nahas, lantaran tubuhnya terlalu lemah, Sardi tak bisa menyelamatkan diri.

Dari keterangan keluarga dan tetangga dekat, Sardi menderita diabetes yang membuatnya mesti beristirahat total dan hanya bisa berbaring di kasurnya. Sardi tak berdaya ketika api mulai membakar kasurnya.

“Bisa kami pastikan ini murni kecelakaan. Dimungkinkan karena korban kurang hati-hatinya saat merokok,” dia menerangkan.

Kebakaran itu tak sampai melalap bangunan rumah lantaran posisi kasur yang rendah dan jauh dari bahan-bahan mudah terbakar lainnya. Polisi tidak menemukan kejanggalan yang disebabkan oleh tindak pidana.

Penembakan di Utrecht Belanda, 3 Orang Tewas

Utrecht – Insiden penembakan terjadi di Kota Utrecht, Belanda. Tiga orang dilaporkan tewas.

Dilansir ewn.co.za dari AFP, Senin (18/3/2019), polisi sudah turun tangan ke lokasi kejadian. Pelaku diduga berasal dari Turki–yang terindentifikasi bernama Gokman Tanis (37)–.

“Pada tahap ini, kami dapat mengkonfirmasi tiga orang tewas dan sembilan luka-luka, tiga di antaranya luka serius,” kata Wali Kota Utrecht Jan van Zanen dalam sebuah pernyataan video di Twitter.
Polisi merilis foto tersangka kelahiran Turki itu. Polisi memperingatkan orang-orang untuk tidak mendekatinya.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan insiden itu, hanya beberapa hari sebelum pesta demokrasi di Utrecht, “sangat mengganggu” dan polisi meningkatkan keamanan di masjid dan bandara.

Media-media lokal melaporkan bahwa aparat polisi antiterorisme telah berada di lokasi. Media lokal menunjukkan foto-foto polisi bertopeng dan bersenjata, serta kendaraan-kendaraan darurat di sekitar trem yang berhenti di dekat jembatan jalan.

Menurut kantor berita ANP yang mengutip operator trem, Qbuzz, lalu lintas trem di wilayah tersebut telah dihentikan akibat insiden penembakan ini. Trem merupakan kereta ringan yang memiliki rel khusus di dalam kota.
(dkp/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pembunuh Sopir Angkot di Tangerang Buron 5 Tahun Setelah Mengaku Tewas

Pada 2014, saat Rifki berusia 17 tahun, ia sempat terlibat cekcok dengan seorang sopir angkot bernama Febi Hermanto (18). Saat itu, Rifki yang juga sopir tembak angkot jurusan Cikokol-Ciledug, bersitegang lantaran berebut penumpang di tengah jalan. 

Saat kejadian, keduanya sempat dilerai dan didamaikan sopir angkot lain. Bukannya damai, Rifki masih menaruh dendam yang kemudian pada malam harinya mendatangi korban saat mangkal di Pom Bensin Jalan Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang. 

“Sempat adu mulut lagi, korban sempat memukul pelaku dengan tangan kosong. Namun dibalas tusukan oleh pelaku di dada sebelah kiri,” jelas Ewo.

Korban pun tewas di tempat kejadian, sementara pelaku langsung melarikan diri. Yang awalnya ke rumah keluarga besarnya di Lampung, kemudian ke Belitung, kembali lagi ke Lampung dan ikut kakaknya berjualan. 

Kepada petugas, Rifki mengaku selalu dihantui almarhum Febi dalam mimpinya. “Sering mimpi didatangi, dicekek sampai saya susah nafas,” akunya.

Kini, Rifki sudah mendekam di balik jeruji besi Polsek Tangerang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia disangkakan penganiayaan yang berujung pada kematian, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Istri Tewas dalam Aksi Teror New Zealand, Pria Ini Maafkan Pelaku

Christchurch – Seorang pria yang kehilangan istrinya dalam serangan teroris di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) mengaku telah memaafkan pelaku teror yang menewaskan 50 orang itu. Menurutnya, memaafkan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hidup.

“Saya akan mengatakan pada dia ‘Saya menyayangi dia sebagai pribadi’,” kata Farid Ahmad kepada kantor berita AFP, Senin (18/3/2019). “Saya tak bisa menerima apa yang dilakukannya. Apa yang dilakukannya adalah hal yang salah,” tuturnya.

Namun ketika ditanya apakah pria itu memaafkan pelaku teror yang menewaskan istrinya, dia berujar: “Tentu. Hal terbaik adalah pengampunan, kemurahan hati, cinta dan perhatian, positif.”


Istrinya, Husna Ahmad (44) tewas dalam serangan teror di masjid Al-Noor, satu dari dua masjid yang menjadi target serangan pelaku teror, Brenton Tarrant asal Australia. Ahmad dan istrinya bermigrasi dari Bangladesh ke New Zealand pada tahun 1990 dan dikarunia seorang putri.

Saat penembakan brutal itu terjadi, Husna membantu beberapa orang untuk menyelamatkan diri dari ruangan khusus perempuan dan anak-anak di masjid. “Dia berteriak-teriak ‘lewat sini, cepat’, dan dia mengajak banyak anak-anak dan perempuan menuju taman yang aman,” ujar Ahmad.

“Kemudian dia kembali untuk memeriksa saya karena saya berada di kursi roda, dan saat dia mendekati gerbang, dia ditembak. Dia sibuk menyelamatkan orang-orang, dia melupakan dirinya sendiri,” kata Ahmad.

Ahmad yakin dirinya lolos dari hujan peluru karena pelaku fokus ke target-target lainnya.

“Orang ini menembaki satu orang sebanyak dua kali, tiga kali, mungkin itu memberi kami waktu untuk bergerak … bahkan yang sudah tewas pun dia tembaki lagi,” papar pria berumur 59 tahun itu.

Ahmad telah duduk di kursi roda sejak dirinya ditabrak oleh seorang pengendara mobil yang mabuk pada tahun 1998.

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kecelakaan Speed Boat di Sungai Musi, 4 Orang Tewas

Palembang – Speedboat yang membawa puluhan orang mengalami kecelakaan di sungai Musi, Banyuasin. Akibatnya 4 orang meninggal dunia dan diduga masih ada penumpang yang hilang.

“Betul ada speedboat kecelakaan, speed Awet Muda menabrak batang di perairan Sungai Upang anak Sungai Musi,” terang Humas Basarnas Palembang, Ferry saat dikonfirmasi, Senin (19/3/2019).

Dikatakan Ferry, speed yang membawa puluhan penumpang itu berangkat dari Palembang tujuan Sungai Upang. Tapi belum sampai di lokasi, speedboat yang dikemudikan Mamat menabrak batang di tepian sungai.

“Kami sedang menuju ke lokasi, kejadian pagi ini. Untuk waktu belum dapat kami pastikan, tapi benar ada korban,” imbuh Ferry.

Sementara Kasubdit Gakkum Polairud Polda Sumsel AKBP Munaspin menyebut ada 4 korban meninggal dunia. Korban ada yang sudah berhasil dievakuasi warga.

“Informasi awal 4 korban meninggal dunia. Untuk yang lain belum diketahui secara pasti. Nanti saya kabari lagi,” kata Munaspin.

Dari foto-foto kecelakaan yang diterima detikcom, terlihat beberapa penumpang tergeletak di atas speedboat. Terlihat jelas beberapa penumpang tergeletak dan mengalami luka serius.
(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Siklon Idai Terjang Mozambik dan Zimbabwe, 100 Orang Lebih Tewas

Harare – Siklon Idai yang menerjang Mozambik dan Zimbabwe menewaskan lebih dari 100 orang. Angin kencang yang disertai banjir bandang itu menerjang negara-negara di selatan Afrika.

Dilansir AFP, Senin (18/3/2019), pihak berwenang mengatakan ada 65 orang korban yang ditemukan di bagian timur Zimbabwe. Sementara ada 48 orang tewas di Mozambik bagian tengah saat topan menerjang daerah tersebut pada Jumat (15/3) dan Sabtu (16/3).

“Sejauh ini kami melihat 65 orang yang kehilangan nyawa,” kata anggota parlemen untuk Chimanimani, Joshua Sacco, kepada AFP melalui telepon.
“Kami melihat kemungkinan 150 hingga 200 orang hilang,” tambahnya. Chimanimani merupakan wilayah yang terdampak paling parah.

Daerah yang paling terkena dampak belum dapat diakses, sementara angin kencang dan awan lebat telah menghambat penerbangan helikopter penyelamat militer.

“Kami sangat khawatir karena semua rumah ini tiba-tiba tenggelam di bawah air dan benar-benar hanyut dan di sanalah kami memiliki sekitar 147 (orang) yang hilang,” katanya. “Ini sangat menyedihkan dan situasinya mengerikan,” imbuhnya.

Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa melakukan kunjungan singkat ke Abu Dhabi karena bencana topan di negaranya. Dia telah menyatakan keadaan bencana di daerah-daerah yang terkena dampak.

Juru bicara pemerintah Nick Mangwana mengatakan kepada AFP bahwa “upaya penyelamatan dan pemulihan sedang berlangsung”.

Angin kencang juga merobek atap bangunan penjara di selatan kota Masvingo, menurut penyiar negara bagian ZBC.

Sekitar 300 pengungsi yang ditampung di Kamp Pengungsi Tongogara di tenggara telah terkena dampak dan 49 rumah rusak.
(jbr/aud)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Penambang Emas Ilegal di Bogor Tewas Keracunan Gas

Liputan6.com, Bogor – Sebanyak empat orang penambang emas ilegal ditemukan tewas di kaki Gunung Cingaleng, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (17/3/2019). Mereka melakukan penambangan emas secara tradisional dengan menggali lubang untuk mendapatkan butiran-butiran emas di bawah tanah itu.

Dugaan sementara, tewasnya keempat penambang emas itu akibat kehabisan oksigen saat berada dalam lubang. Saat itu, keempat penambang lemas dan ditemukan sudah tewas.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan, keempat orang yang tewas adalah para penambang yang berniat mencari emas di lubang itu. Diduga mereka tewas karena keracunan gas ketika berada di dalam lubang.

Keempat korban adalah Ata (27), Satri (25), Kosim (28), dan Adam (27). Mereka berasal dari Desa Banyuresmi dan Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Bogor.

“Keempatnya tewas karena kehabisan oksigen, saat ditemukan mereka sudah tidak bernyawa,” kata Budi, via telepon.

Menurut keterangan saksi, keempat korban tersebut sedang melakukan penambangan emas secara tradisional melalui lubang yang sudah mereka gali untuk mendapatkan emas di dalam tanah itu.

Sesak Napas, 4 Penggali Emas di Bogor Tewas di Lubang Galian

Bogor – Sebanyak empat orang penggali emas tanpa izin atau biasa disebut guradil ditemukan tewas di dalam lubang galian di Kaki Gunung Cingaleng, Bogor. Keempat korban diduga tewas karena alami sesak napas saat ada di dalam lubang galian.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan keempat korban hendak mengambil tanah dan lumpur yang mengandung emas di dalam lubang ilegal yang mereka gali sendiri.

Keempat korban yakni Adam, Ata (27), Satri (25), dan Kosim (28). Keempatnya merupakan warga Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
“Ketika sekitar 15 menit berada di dalam lubang, korban bernama Adam mengalami sesak napas dan berusaha keluar lubang. Karena kondisinya semakin lemah, korban Adam kemudian jatuh kembali ke dalam lubang,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (17/3/2019) malam.
Keempat korban masuk ke dalam lubang sempit itu menggunakan alat seadanya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (17/3) pukul 14.00 WIB.

Setelah mengetahui rekannya terjatuh ke dalam lubang, Kosim, Ata, dan Satri langsung menyusul dan berusaha mengevakuasi Adam yang sudah tidak berdaya. Namun ketiganya ikut mengalami sesak napas dan lemas.

“Jadi ketika tiga orang itu mau menolong, tapi kemudian ikut mengalami sesak napas dan lemas. Ketiganya juga tidak bisa keluar, sampai akhirnya meninggal. Jadi korban meninggal ada 4 orang. Begitu info yang diterima,” tambah Camat Cigudeg, Acep Sajidin ketika dikonfirmasi terpisah.

Keempat korban, lanjut Acep, akhirnya dievakuasi warga dengan alat seadanya pada Minggu sore. Oleh pihak keluarga masing-masing, keempat korban kemudia langsung dimakamkan di sekitar tempat tinggal mereka.
(jbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Korban Tewas Banjir-Longsor Sentani Jayapura Bertambah Jadi 58 Orang

Jakarta – Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua, bertambah jadi 58 orang. 4.000-an orang mengungsi akibat bencana alam tersebut.

“Korban meninggal 58 orang, 51 di Kabupaten Jayapura karena longsor dan banjir. 7 orang di Kota Jayapura karena tertimbun longsor,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jl Pramuka Raya, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Sutopo menambahkan, jumlah korban luka ialah 74 orang. Banjir tersebut menggenangi 6 titik dan 4 ribuan pengungsi yang tersebar di berbagai titik.

“Jumlah korban 74 luka-luka, 4.150 pengungsi, di 6 titik, 1.450 komplek Perumahan Gajah Mada, 1.000 kompleks Jabatan Jayapura, Kemiri, BTP Sentani, 200 kantor bupati, 200 di Doyo,” ungkapnya.

Dia memprediksi, jumlah korban akan terus bertambah karena evakuasi masih berlangsung. Adapun kelurahan yang paling terkena dampak ialah Dobonsolo, Doyobaru dan Hini Kumbi.

“Belum semua terjangkau oleh tim SAR, yang paling parah di Kelurahan Dobonsolo, Doyobaru, Hini Kumbi. 300 rumah mengalami kerusakan,” ungkapnya.
(rvk/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>