Tesla Kemungkinan Tak Ambil Dana dari Arab Saudi

Liputan6.com, Jakarta – Tesla, produsen mobil listrik kemungkinan tidak ambil dana dari Arab Saudi. Ini menyusul terbunuhnya jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi.

Hal itu disampaikan Chief Executive Tesla, Elon Musk. Pada Agustus 2018, Musk menarik perhatian lewat unggahan status di akun media sosial Twitter. Ia mempertimbangkan perusahaan untuk go private dengan menawarkan Tesla dengan harga USD 420 per saham.

Ia telah didekati lembaga keuangan Arab Saudi beberapa kali untuk ambil alih Tesla. Ia pun beli hampir lima persen saham Tesla melalui pasar. Kemudian mengambil rencana untuk private.

Mengutip laman CNBC, Sabtu (3/11/2018) dalam sebuah wawancara dengan Recode, Musk menanggapi sial kematian jurnalis Jamal Khashoggi. “Ya, maksud saya, kedengarannya sangat buruk. Jadi itu tidak bagus. Itu buruk,” ujar dia.

Saat ditanya, apakah akan menerima dana. Ia mempertimbangkan untuk tidak menerimanya. “Saya pikir kita mungkin tidak akan melakukannya,” kata dia.

Pada pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengakui untuk pertama kalinya mengenai pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Turki, direncanakan. Arab Saudi awalnya membantah keterlibatan pembunuhan Khashoggi. Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman menuturkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Turki untuk membawa yang bersalah ke pengadilan.

Terkait pengaruh dana dari Arab Saudi di Silicon Valley, Elon Musk menuturkan, penting untuk mengetahui kalau tidak semua dana Arab Saudi sama. Musk menilai, agar tidak menyamaratakan dari Arab Saudi.

Sebelumnya, Public Investment Fund (PIF) atau badan dana investasi Arab Saudi merupakan pendukung utama vision fund milik Softbank. PIF berkomitmen USD 45 miliar untuk dana vision tersebut. Hubungan Softbank dan Arab Saudi pun semakin tidak pasti atas terbunuhnya Khashoggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *