Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Terbanyak pada Surat Suara Tertukar

Secara terpisah Ketua KPU Arief Budiman, menyampaikan perkembangan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Rabu kemarin. Berdasarkan laporan dari daerah, sebanyak 2.249 TPS tidak melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu.

“Jumlah TPS yang tidak dapat melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 17 April 2019 adalah 2.249 dari total keseluruhan jumlah TPS yang dibentuk oleh kPU 810.193,” ujar Arief Budiman di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis dini hari.

Menurut Arief, jumlah tersebut hanya 0,28 persen dari jumlah total TPS di seluruh Indonesia. TPS-TPS tersebut tersebar di 18 kabupaten/kota. Arief mengakui tidak menutup kemungkinan jumlah TPS yang tidak melaksanakan pemungutan suara bertambah.

“Saya perlu ditegaskan laporan tadi sampai dengan Pukul 23.00 WIB Rabu malam,  jadi laporan ini bisa saja terus berkembang, bisa saja dikoreksi, apakah mungkin ada laporan yang kurang tepat, nanti kalau ada koreksi kita sampaikan lagi,” jelas dia.

Penyebab pemungutan dan penghitungan suara di TPS-tersebut tidak dilaksanakan karena keterlambatan distribusi logistik sehingga pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Kemudian, ada yang karena bencana alam misalnya banjir jadi di Kota Jambi sehingga pemungutan suara tidak dapat dilaksanakan,” pungkas dia.

Adapun TPS yang tidak ikut melaksanakan pemungutan suara pada 17 April: 

Kota Jayapura: 702 TPS

Kabupaten Jayapura:  1  TPS

Kabupaten Keerom: 6 TPS

Kabupaten waropen: 11 TPS

Kabupaten Intan Jaya: 288 TPS

Kabupaten Tolikara: 24 TPS

Kabupaten Pegunungan Bintang :1 TPS Yahukimo: 155 TPS

Jayawijaya: 3 TPS

Nias Selatan: 113 TPS

Kutai Barat: 20 TPS

Banggai: 391 TPS

Jambi: 24 TPS

Kabupaten Bintan: 2 TPS

Kabupaten Banyuasin: 445 TPS

Kabupaten mahakam Ulu: 4 TPS

Kutai Kartanegara: 8 TPS

Berau: 11 TPS

Total: 2249 TPS.

Reporter: Yunita Amalia

Surat Suara di Sejumlah TPS di Tangerang Tertukar

Tangerang – Surat suara di sejumlah TPS di Kota Tangerang Banten, tertukar. Surat yang tertukar untuk pemilihan DPRD tingkat Provinsi hingga Kota.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim, menjelaskan, tertukarnya surat suara tersebut terjadi di Neglasari, Batuceper, Karang Tengah dan beberapa TPS lainnya.

“Ada laporan mengenai surat suara untuk pemilihan calon anggota legislatif yang tertukar di beberapa wilayah,” kata Agus Muslim, yang dilansir dari Antara, Rabu (17/4/2019).

Laporan lainnya yang diterima Bawaslu adalah tak adanya gembok untuk kotak suara. Namun, sudah diselesaikan tadi malam.

“Jumlahnya bisa mencapai 300 TPS tak ada gembok di Larangan. Tapi sudah disikapi sama KPU,” ujarnya.

Kemudian, laporan lainnya yakni mengenai pemilih yang pindah memilih sehingga adanya kekurangan surat suara pada TPS tertentu.

Bawaslu pun telah meminta kepada KPU Kota Tangerang untuk segera menyikapi hal tersebut dan memenuhi. Sebab antusias masyarakat begitu besar.

“Harapan kita adalah agar masyarakat bisa menggunakan hak konstitusinya dengan baik tanpa adanya gangguan apapun. Bawaslu akan menjalankan tugasnya sebagai pengawas,” paparnya.
(rvk/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PPLN Dhaka Jelaskan ‘Baju Putih yang Tertukar’ di Banner Saat Pencoblosan

Jakarta – Foto capres-cawapres di banner yang terpasang saat pencoblosan Pemilu 2019 di Dhaka, Bangladesh ramai dibahas karena berbeda dengan foto di surat suara. PPLN Dhaka lalu memberi penjelasan.

“Banner visi dan misi capres dan cawapres yang dipasang oleh PPLN Dhaka dan digunakan sebagai pembatas antara bilik suara dan meja tinta adalah banner sosialisasi Pemilu yang sudah dicetak sejak September 2018 jauh sebelum ditetapkan foto resmi dari KPU yang akan digunakan pada surat suara,” kata Ketua PPLN Dhaka, Teguh Iryadi, dalam keterangan tertulis, Senin (15/4/2019).

Teguh mengatakan saat banner dicetak, belum ditentukan foto dan pakaian capres 2019 yang akan tercetak di kertas suara. Saat pencoblosan pada 12 April 2019, banyak WNI yang datang belum mendapat sosialisasi dan tidak mengenal capres.

“Rata-rata WNI di Bangladesh adalah wanita yang menikah dengan pria Bangladesh saat bekerja sebagai TKI di Malaysia dan Timur Tengah. PPLN Dhaka berinisiatif untuk memajang kembali banner visi dan misi Capres 2019 yang digunakan untuk sosialisasi sebelumnya,” jelasnya.

PPLN Dhaka menegaskan bahwa bahwa banner itu dipasang murni untuk sosialisasi. Tidak ada niatan PPLN Dhaka untuk condong ke salah satu calon.

“Tidak ada niat dari PPLN Dhaka sama sekali untuk memenangkan salah satu paslon dalam pemasangan banner tersebut. Pemasangan banner yang digunakan pada sosialisasi sebelumnya murni hanya untuk menunjukkan visi misi paslon bagi WNI yang tidak terpapar sosialisasi,” tutup Teguh.
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kemarin Sama Al Ghazali, Kini Sandiaga Minta Fotonya dan Afgan Tak Tertukar

JakartaSandiaga Uno kembali berfoto bersama selebriti Tanah Air. Cawapres nomor urut 02 itu berfoto selfie bersama penyanyi Afgan.

Di foto yang diunggah, Sandiaga memakai baju warna biru. Sementara Afgan memakai kaus warna putih.

Sandiaga mengimbau kepada netizen agar fotonya dan Afgan jangan sampai tertukar. Dia menyinggung momen saat foto bareng dengan Al Ghazali pada beberapa waktu lalu.

“Untuk para netizen, please banget jangan tertukar lagi. Foto saya dengan @alghazali7 kemarin, banyak yang bingung saya yang mana. Di foto ini saya yang baju biru, @afgansyah.reza yang pakai baju putih ya,” tulis Sandiaga, dilihat detikHOT, Selasa (2/4/2019).

Dalam pertemuan itu, Sandiaga juga mendoakan agar Afgan selalu sukses dan kariernya meningkat.

“Mudah-mudahan Afgan tambah sukses kariernya meningkat,” ujarnya.
(nkn/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Sandi Minta Jangan Tertukar, Ini Gaya Kompaknya Bareng Al Ghazali

Minggu 31 Maret 2019, 13:11 WIB

Foto News

Pool – detikNews

Surabaya detikNews – Sandiaga meminta netizen jangan tertukar antara dia dan Al Ghazali ketika tampil bareng di Surabaya. Seberapa kompak mereka? Lihat foto-fotonya di sini

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno bertemu almuni SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se Jawa Timur, di Surabaya. Sandi mengenalkan putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghazali kepada para pendukungnya. Al tampak memakai kaus putih bergambar ayahnya bertuliskan ‘My Hero’  (Dok BPN Prabowo-Sandiaga)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Gara-gara Nomor KTP Direktur Chen Tertukar

Chen pun akhirnya dipaksa sore hari itu juga harus datang ke Kantor Disnakertrans. Dia akhirnya datang membawa dokumen-dokumen ketenagakerjaan ditemani seorang warga negara China bernama A Wei. A Wei sudah lama di Indonesia dan menetap di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga memiliki peternakan ayam petelur di Cianjur dengan bendera perusahaan PT Saudara Makmur.

Rupanya, setelah dicek, IMTA yang dimiliki Chen berlaku di perusahaan A Wei. Di PT Saudara Makmur itu pula, Chen punya jabatan sebagai direktur keuangan. “Iya benar, Pak, dia direktur keuangan saya,” kata A Wei seperti ditirukan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi Hikmat, saat pertemuan di kantor Disnakertrans, itu.

Yang mengejutkan juga, saat Chen menyerahkan akta perusahaan peternakan di Cibokor, Chen bukanlah tenaga kerja, melainkan pemilik peternakan. Jabatannya direktur utama  PT Indah Tunggal Alami, yang membuka peternakan itu sejak 2017. Di bawah Chen, ada beberapa direktur yang semuanya warga negara China. Chen pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.

“Ternyata dia itu direktur utama sekaligus pemegang saham. Dia sih pegang IMTA, tapi bukan di posisi perusahaan yang sedang kita lakukan pembinaan. Jadi dia itu menunjukkan IMTA, tapi IMTA di perusahaan lain (PT Saudara Makmur). Sama, peternakan juga, tapi beda perusahaan,” ujar Ricky.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ricky, dokumen berupa IMTA itu tidak ada masalah karena semua dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan. IMTA milik Chen juga masih berlaku. Hanya sempat terjadi miskomunikasi saja lantaran Chen tidak lancar Bahasa Indonesia sehingga dilakukan klarifikasi. “Makanya kita bingung kok yang ramai malah urusan e-KTP. Dan banyak yang mempertanyakan soal e-KTP Chen ke kami,” jelas Ricky.

Warganet memang ramai mengecek NIK e-KTP milik Chen di sistem Komisi Pemilihan Umum. Nah, ternyata NIK tersebut muncul atas nama Bahar, warga Kelurahan Sayang, Cianjur. Bahar, 47 tahun, yang kesehariannya berdagang bakso keliling, pun bingung namanya muncul di aplikasi KPU dengan NIK milik WNA. “Saya tinggal di sini sejak 1996, tidak ada masalah soal NIK. Baru kali ini saja ada perbedaan. Baru tahu setelah dikabari ketua RT pagi tadi,” begitu kata Bahar, Selasa, 26 Februari 2019.

Bahar bilang selama ini tak ada kendala dalam partisipasi pencoblosan pemilu. Namun, untuk tahun ini, dia sedikit heran karena mendadak NIK-nya berubah di DPT. “Katanya jadi nama China, ya, saya nggak tahu apa-apa. Sebelumnya, nyoblos Pilgub (Jawa Barat) juga nggak ada masalah. Baru kali ini saja tiba-tiba ramai, katanya NIK-nya dipakai orang asing,” ujar Bahar.