Safari ke Jawa Timur, Ketua Majelis Syuro PKS Napak Tilas Perjuangan Wali Songo

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri melakukan safari sejarah dakwah dengan berziarah ke makam-makam wali songo. Antara lain berziarah ke makam Sunan Gresik, Sunan Drajat, dan Sunan Bonang, kemudian Syaikh Jumadil Kubro di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Syaikh Jumadil Kubro dikenal sebagai penghulu para waliyullah.

Putranya adalah Sunan Gresik, cucunya adalah Sunan Ampel. Cicitnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Serta Sunan Giri, dan Sunan Gunung Jati. Sedangkan Sunan Muria dan ayahnya, Sunan Kalijaga, adalah keturunan dari adik Syaikh Jumadil Kubro yang juga berdakwah bersama beliau.

“Ini waliyullah yang sangat berjasa menyebarkan agama kita di Nusantara. Islam yang rahmatan lil’alamin. Anak keturunannya pun menjadi para wali dan raja-raja di Nusantara. Penuh barokah. Semangat perjuangannya harus kita lanjutkan,” tutur Habib Salim kepada wartawan, Rabu (27/2/2019).

Syaikh Jumadil Kubro mulai menyebarkan Islam di Nusantara pada masa Majapahit. Mulai Malaka, Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi telah tersentuh oleh dakwahnya.

Habib Salim juga mengajak umat Islam untuk meneladani perjuangan para waliyullah dalam mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin di Bumi Nusantara.


Reporter : Randy Ferdi Firdaus

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

PNM: UMKM Agar Berkembang Harus Punya Merek

Liputan6.com, Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendukung penuh gerakan wirausaha masyarakat Indonesia.

Selain memberikan bantuan pembiayaan serta pelatihan wirausaha, PNM juga mendukung UMKM yang sudah berkembang untuk mendapat hak merek.

Komisaris Utama PNM, Agus Muharam menyatakan, proses mendapatkan hak merek memang tidak sebentar.

UMKM perlu mengajukan merek ke Kementerian Hukum dan HAM. Prosesnya bisa mencapai 11 hingga 20 bulan. Namun hal ini bermanfaat bagi usaha yang telah memiliki pasar yang luas, agar tidak ada yang bisa mencontek mereknya sembarangan.

“Hak Kekayaan Intelektual itu ada dua, Hak Cipta dan Hak Merek. Kalau hak cipta itu memang mudah dapatnya, tapi kalau bisnis sudah besar itu harus punya hak merk, supaya brand nggak diaku-aku sama pihak lain,” ujarnya di Jakarta, (26/2/2019).

Selain itu, menurut Agus, usaha yang ekspansinya sudah luas wajib memiliki hak merek agar tidak digugat jika memiliki kesamaan dengan usaha yang lain.

Untuk usaha yang masih kecil atau baru dirintis, memang tidak wajib punya hak merek. Fokus mereka adalah membangun brand itu sendiri. Agus juga berkata, penting untuk membangun brand yang eye catching dan filosofis sejak usaha masih dirintis.

“Brand yang baik itu yang bercerita mengenai produk. Oleh karenanya, sejak usaha masih dirintis, harus punya brand yang unik, filosofis dan mudah diingat,” tambah dia.

2 dari 2 halaman

Rahasia PNM Jaga Kredit Bermasalah

Sebelumnya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menyalurkan pinjaman kepada ibu-ibu rumah tangga pra sejahtera dengan nilai lebih dari Rp 1 triliun. Semua itu disalurkan melalui program Mekaar yang menjadi salah satu produk andalan PNM.

Sampai awal Desember ini, setidaknya sudah ada 3,9 juta ibu rumah tangga yang menjadi anggota Mekaar.

Mekaar merupakan layanan pembiayaan kepada ibu-ibu rumah tangga pra sejahtera dengan sistem grouping. Layanan pembiayaan yang diberikan tidak lebih dari Rp 2 juta.

Mayoritas anggota Mekaar ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang tidak tersentuh fasilitas pembiayaan perbankan namun memiliki semangat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Meski yang kami sasar keluarga pra sejahtera, namun NPL gross Mekaar ini 0,11 persen. Jadi rendah sekali. Padahal kita tidak minta jaminan sama sekali, hanya verifikasi,” tegas Direktur Utama PNM Arief Mulyadi kepada Liputan6.com, seperti dikutip Kamis 6 Desember 2018.

Apa rahasianya?

Dijelaskan Arief, saat ini PNM memiliki lebih dari 24 ribu Account Officer (AO) yang setiap minggu bertemu dengan para anggota Mekaar untuk melakukan pendampingan dan bimbingan.

Selain itu, karakter nasabah Mekaar adalah keluarga pra sejahtera yang butuh penghasilan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Proses pembiayaan pun dibuat grouping sehingga terbangun rasa kekeluargaan dan saling mengingatkan.

“Jadi budaya disiplin dan jiwa sosial mereka akan terbentuk dengan sendirinya,” tegas Arief.

Menurut dia, melalui Mekaar ini, PNM sebenarnya memberikan tiga modal kepada para keluarga pra sejahtera tersebut, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.

“Nanti akan tumbuh enterpreneur dari keluarga kecil yang mereka akan menjadi sosial enterpreneur. Itu yang harapan kami ke depan menjadi basis ekonomi bangsa ini,” pungkas dia. 


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Final Piala AFF U-22 2019: 4 Ancaman Thailand yang Perlu Diwaspadai Timnas Indonesia

Jakarta Tak terbantahkan, Thailand adalah rajanya sepak bola Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih seperti tak pernah bosan jadi juara event bergengsi AFF di berbagai level, mulai dari senior hingga junior.

Bisa dibilang Thailand tak pernah kering mencetak pemain-pemain bertalenta. Di ajang Piala AFF U-22 2019, Thailand berstatus juara bertahan.

Mereka jadi yang terbaik di edisi terakhir 2015 silam. Timnas Indonesia yang akan bersua mereka di laga final Piala AFF U-22 2019pada Selasa (26/2/2019) harus ekstrawaspada. Thailand yang sudah terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan final bisa jadi momok.

Langkah Timnas Thailand U-22 cenderung mulus hingga ke laga puncak.

Tim asuhan Alexandre Lima, belum tersentuh kekalahan serta kebobolan dalam waktu normal pertandingan selama Piala AFF U-22 2019. Sang arsitek asal Brasil yang didapuk jadi nakhoda tim pada awal November 2018 terlihat sukses menjaga tempo permainan Timnas Thailand U-22.

Menghadapi jadwal padat turnamen, Thailand tak habis-habisan di awal namun gembos di akhir. 

Di fase penyisihan Grup A Piala AFF U-22 2019, Thailand menang 1-0 dan 3-0 masing-masing atas Timor Leste dan Filipina, bermain tanpa gol kontra Vietnam.

Mereka melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Memasuki periode knock-out Tim Negeri Gajah Putih Muda bersua tuan rumah Kamboja yang jadi tim kuda hitam di penyisihan. Thailand menang 5-3 dalam adu penalti atas Kamboja (0-0) di semifinal.

Saat laga final nanti, Tim Garuda Muda kudu mewaspadai empat pemain yang jadi kartu truf Thailand. Siapa saja mereka?



2 dari 2 halaman

Bek Raksasa dan Gelandang Agresif

Rekor tak kebobolan menunjukkan ketangguhan lini belakang Thailand U-22. Penyerang-penyerang Timnas Indonesia U-22 kudu cerdik untuk bisa menembus kerapatan poros belakang mereka.

Sebagai catatan Tim Merah-Putih berlaga di Piala AFF U-22 2019 tanpa penyerang-penyerang terbaik macam: Ezra Wallian, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani.

Sebagai ganti Indra Sjafri menyiapkan duo Indonesia Timur, Osvaldo Haay dan Marinus Wanewar.

Ketangguhan lini belakang Thailand karena mereka punya duo stoper raksasa yang sulit ditembus.

Marco Ballini, bek keturunan Italia amat jago dalam duel-duel bola udara.

Ballini bersama kapten tim Saringkan Promsupa merupakan duet kunci sukses Thailand hingga melangkah ke babak final Piala AFF U-22 2019. Berkat duet bek tengah itu timnas Thailand U-22 tidak pernah kebobolan hingga memasuki babak final.

Ballini merupakan pesepak bola berdarah Italia yang lahir di Bologna pada 12 Juni 1998. Terlahir dari ayah asal Italia dan ibu asal Thailand, Ballini memulai karier sepak bola di tim akademi AC Cesena.

Setelah sempat memulai karier profesional bersama Alfonsine FC, Ballini kemudian direkrut klub asal Thailand Chainat Hornbill pada 2018. Ballini dikontrak juara Thai League 2 2017 itu hingga 2020. Musim lalu Ballini tampil di 16 pertandingan dan mencetak satu gol untuk Chainat.

Ballini sempat masuk daftar skuat bayangan Timnas Thailand senior untuk tampil di Piala AFF 2018. Tapi, pelatih Milovan Rajevac memutuskan untuk tidak membawa Ballini ke putaran final.

Dengan postur tinggi menjulang 198 cm, Ballini jelas jadi tembok  yang sulit ditembus.

Pemain depan Timnas Indonesia U-23, Alberto Goncalves (kanan) berebut bola dengan pemain Thailand U-23, Saringkan Promsupa pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Minggu (3/6). Laga berakhir imbang 0-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Mengandalkan tinggi badannya, Ballini juga menjadi andalan Thailand untuk mencetak gol lewat skema bola-bola mati. Ballini menjadi eksekutor terakhir timnas Thailand U-22 saat mengalahkan Kamboja di babak semifinal lewat adu penalti.

Duetnya Saringkan Promsupa yang berstatus sebagai kapten juga tak kalah garang. Ia saat ini jadi top scorer tim dengan lesakan dua gol.

Sebiji gol dicetak ke gawang Timor Leste, serta satu gol lainnya ke gawang Filipina.

Selain dua pemain di atas Thailand punya juga punya Jaroensak Wonggorn, sosok pengendali permainan di lini kedua.

Jaroensak Wonggorn sudah mencetak satu gol di Piala AFF U-22 2019 ke gawang Filipina. Ini adalah gol international keduanya untuk Timnas Thailand U-23.

Sang playmaker sebelumnya mencetak satu gol ke gawang Bahrain pada turnamen Alpine Cup 2018. Jaroensak amat berbahaya saat mengeksekusi bola mati. Ia juga penembak jarak jauh yang jitu.

Di sektor tengah ia didampingi kompatriotnya Jedsadakorn Kowngam yang tak kalah mobil.

Jedsadakorn Kowngam adalah penggawa muda Ubon United FC dan saat ini sedang dipinjamkan ke Army United di tahun 2019 ini. Jedsadakorn yang berusia 21 tahun juga menjadi pemain penting di lini tengah Thailand U-22.

Jedsadakorn Kowngam mencetak satu gol ke gawang Filipina di Piala AFF U-22 2019. Jedsadakorn Kowngam juga menjadi salah satu algojo Thailand saat menghempaskan Kamboja di adu penalti.


Final Piala AFF U-22 2019, Begini Perjalanan Timnas Indonesia U-22 dan Thailand ke Partai Puncak

Jakarta Timnas Indonesia U-22 bakal melakoni pertandingan penentuan juara Piala AFF U-22 2019 pada Selasa (26/2/2019) di Olympic Stadium, Kamboja. Thailand, lawan yang dihadapi bukan tim yang asing.

Thailand, spesialis sukses di berbagai level turnamen Asia Tenggara. Tim Negeri Gajah Putih mungkin sudah bosan mengangkat trofi sanking seringnya menjadi juara.

Sementara itu, Tim Merah-Putih selalu kesulitan menjadi yang terbaik. Semenjak 1991 menjadi juara SEA Games, Indonesia baru mengakhiri paceklik gelar pada Piala AFF U-19 2013, dan kemudian diikuti kesuksesan di Piala AFF U-16 2018 lalu.

Di level senior, nama Timnas Indonesia tak pernah masuk dalam catatan buku sejarah sebagai juara.

Menariknya Indra Sjafri, yang menukangi Timnas Indonesia U-22 saat ini adalah aktor sukses Timnas Indonesia U-19 lima tahun silam.

Sang mentor dianggap sosok yang membangkitkan euforia sepak bola usia dini. Di tangannya lahir bintang-bintang berkelas macam Evan Dimas, Putu Gede, Ilham Udin Arymain.

Bersama Timnas Indonesia U-22, Indra membawa bintang-bintang wajah baru. Osvaldo Haay, Marinus Wanewar, Lutfi Anwar, bersiap mencetak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia, yang tengah koyak dengan kasus-kasus pengaturan skor di kompetisi domestik. 


2 dari 3 halaman

Timnas Indonesia U-22 Sempat Terseok di Penyisihan

Langkah Timnas Indonesia U-22 menunju final Piala AFF U-22 2019 tak mulus. Terutama saat melakoni tiga laga penyisihan Grup B.

Pada laga pertama penyisihan Grup B, Tim Garuda Muda ditahan 1-1 oleh Myanmar. Ketika itu lawan lebih dulu menjebol gawang Indonesia, sebelum akhirnya Rachmat Irianto mencetak gol pada menit ke-38 dan membawa Indonesia meraih poin satu.

Dari segi hasil, Timnas Indonesia U-22 masih belum ada peningkatan saat melakoni laga kedua di Grup B (20/2/2019). Berjumpa musuh bebuyutan, Malaysia, Tim Merah-Putih kembali meraih skor imbang, kali ini 2-2.

Timnas Indonesia U-22 sempat unggul dua kali, lewat Marinus Wanewar menit ke-52 dan Witan Sulaeman menit ke-77, namun dua kali pula gawang Indonesia jebol, hingga akhirnya Indonesia terpaksa berbagi poin lagi dengan lawan. 

Pada laga terakhir Grup B, partai terakhir, yang sekaligus jadi penentu kelolosan ke semifinal, Timnas Indonesia U-22 dengan gagah berani menantang tuan rumah, Kamboja (22/2/2019).

Meski sudah memastikan lolos ke semifinal sebagai juara grup sejak laga kedua berkat kemenangan beruntun, Kamboja tetap merepotkan Indonesia. Namun, tekad tak mau angkat koper dan mengharumkan nama bangsa, menyelimuti setiap pemain Tim Garuda.

Marinus Wanewar jadi sorotan dalam laga ini menyusul brace yang dicetaknya pada menit ke-19 dan ke-83. Indonesia akhirnya menyudahi perlawanan Kamboja dengan skor 2-0.

Indonesia memastikan tempat di semifinal dengan koleksi poin lima dan jadi runner-up Grup B, menantang Vietnam yang berstatus juara Grup A.

Grafik Timnas Indonesia U-22 kian menanjak. Di semifinal, Bagas Adi cs. merontokkan Vietnam, satu di antara kandidat juara turnamen ini.

Vietnam ke semifinal sebagai juara Grup A, namun Timnas Indonesia U-22 tak gentar. Tim Merah-Putih tampil cukup apik untuk menahan setiap gempuran lawan.

Bahkan, mampu menjebol gawang Vietnam lewat tendangan bebas cantik yang dieksekusi Luthfi Kamal pada menit ke-69. Itulah satu-satunya gol yang tercipta, dan Indonesia pun ke final.

Timnas Indonesia U-22 tentu diharapkan mampu menyuguhkan permainan yang kian moncer dan mencapai puncaknya pada partai final melawan Thailand. Dengan begitu, trofi juara bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

3 dari 3 halaman

Thailand Kelelahan di Semifinal

Sebaliknya, langkah Timnas Thailand U-22 cenderung mulus hingga ke laga puncak.

Tim asuhan Alexandre Lima, belum tersentuh kekalahan serta kebobolan dalam waktu normal pertandingan selama Piala AFF U-22 2019. Sang arsitek asal Brasil yang didapuk jadi nakhoda tim pada awal November 2018 terlihat sukses menjaga tempo permainan Timnas Thailand U-22.

Menghadapi jadwal padat turnamen, Thailand tak habis-habisan di awal namun gembos di akhir. 

Di fase penyisihan Grup A Thailand menang 1-0 dan 3-0 masing-masing atas Timor Leste dan Filipina, bermain tanpa gol kontra Vietnam.

Mereka melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Memasuki periode knock-out Tim Negeri Gajah Putih Muda bersua tuan rumah Kamboja yang jadi tim kuda hitam di penyisihan.

Thailand menang 5-3 dalam adu penalti atas Kamboja (0-0) di semifinal.

Pelatih Thailand, Alexandre Gama, mengakui kalau anak asuhnya mengalami kesulitan dengan gaya permainan Timnas Kamboja U-22. Timnas Thailand U-22 akan menghadapi Timnas sepak bola Indonesia U-22 di final Piala AFF U-22.

Sebab Timnas Thailand U-22 kerap mengalami masalah saat berusaha membangun serangan. Apalagi pada laga tersebut anak asuh Gama juga jarang memegang bola.

“Saya tahu bahwa kami bisa bermain lebih baik jika kami memegang bola lebih banyak. Tapi itu adalah sesuatu yang bisa kami tingkatkan dari laga ke laga,” kata Gama.

Pernyataan Gama jangan diartikan secara harafiah bahwa Timnas Thailand U-22 punya persoalan jelang laga final. Pernyataan model ini seringkali dilontarkan pelatih berbagai tim untuk mengecoh lawan.

Realitasnya Thailand di berbagai level dikenal sebagai tim jagoan turnamen level Asia Tenggara. Sudah sering terjadi mereka bermain biasa saja di penyisihan, namun intensitas permainan ditingkatkan begitu memasuki periode knock-out.  Timnas Indonesia U-22 perlu mencermati hal ini, karena Tim Merah-Putih kerap tersandung di pengujung turnamen.



Jadwal Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF 2019

Jakarta – Timnas U-22 Indonesia  sukses mengamankan tiket di laga final Piala AFF U-22 2019. Di partai puncak di Stadion Olympic Stadium, Phnom Penh, Indonesia akan berhadapan dengan Thailand untuk menentukan siapa yang terbaik.

Thailand merupakan juara edisi 2005. Meski begitu, tentu Timnas U-22 tak akan gentar. Pasukan arahan pelatih Indra Sjafri ini tentu sudah menyiapkan diri sebelum beraksi di final.

Apalagi, permainan Timnas Indonesia U-22 diyakini mengalami peningkatan dalam setiap pertandingan yang sudah dijalani.

Meski begitu, Tim Merah-Putih tetap harus waspada, tak boleh memandang enteng lawan, terlebih yang akan dihadapi adalah Thailand, satu di antara basis kekuatan sepak bola di Asia Tenggara.

Bersama pelatih asal Brasil, Alexandre Lima, yang ditunjuk sebagai arsitek tim pada awal November 2018, Timnas Thailand U-22 belum tersentuh kekalahan serta kebobolan dalam waktu normal pertandingan selama Piala AFF U-22 2019.

Thailand menang 1-0 dan 3-0 masing-masing atas Timor Leste dan Filipina, bermain tanpa gol kontra Vietnam, serta menang 5-3 dalam adu penalti atas Kamboja (0-0) di semifinal.

Seperti halnya Indonesia, Thailand juga pantas melaju hingga final. Alhasil, partai puncak Piala AFF U-22 2019 bisa dibilang laga ideal.

Secara khusus, pelatih Indra Sjafri meminta agar lebih banyak lagi suporter Tim Garuda yang terbang ke Kamboja untuk mendukung langsung tim asuhannya pada partai final. Atau, bisa membantu melalui salat tahajud dari Tanah Air demi keberhasilan Timnas Indonesia U-22 memenangi Piala AFF U-22 2019 untuk kali pertama.

Pertandingan Timnas U-22  vs Thailand di final ini akan disiarkan secara langsung, berikut jadwal lengkapnya.

2 dari 2 halaman

Jadwal Pertandingan

Final Piala AFF U-22 2019

Timnas Indonesia U-22 vs Timnas Thailand U-22

Selasa (26/2/2019)

Jam: 18.30 WIB

Stadion: Olympic, Phnom Penh

Siaran Langsung: RCTI



Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pirlo Kritisi Cara Bermain Juventus saat Bertemu Atletico Madrid

Liputan6.com, Jakarta Eks pemain Juventus, Andrea Pirlo, sama sekali tidak terkesan dengan permainan Si Nyonya Tua saat kalah 0-2 dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Rabu lalu. Gol yang dicetak Jose Gimenez dan Diego Godin membawa Atletico menang 2-0 dalam laga ini. 

“Saya lihat tim bermain tanpa kepribadian atau keinginan untuk bermain,” katanya kepada Sky Italia seperti dilansir Marca. “Anda harus bisa menghadapi tekanan dan memberikan kemampuan terbaik Anda bila ingin memenangkan (Liga Champions),” ujar Andrea Pirlo. 

Kekalahan di leg pertama memamg membuat langkah Juventus menuju babak perempat final semakin sulit. Beruntung, pertemuan kedua bakal berlangsung di kandang sendiri. 

“Juventus kehilangan karakter dan keinginan untuk berbuat lebih. Mereka senang duduk menunggu, dan berpikir mereka mungkin akan mencetak gol,” beber Pirlo menambahkan. 

Pirlo yang pernah mengangkat trofi juara Liga Champions 1996 bersama AC Milan juga mengkritik gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. “Permainan berlangsung dalam dua tempo. Atletico memainkan tempo Liga Champions sedangkan Juventus tertinggal di belakangnya,” kata pria yang juga pernah memperkuat AC Milan itu. 


2 dari 2 halaman

Capello Angkat Bicara

Sementara itu, mantan pelatih Juventus dan Real Madrid, Fabio Capello juga angkat bicara. Menurutnya, Atletico Madrid seharusnya bisa unggul lebih banyak. Sayang, wasit menganulir gol yang dicetak Alvaro Morata setelah melihat VAR atas pelanggaran terhadap Chiellini. 

Menurut Capello, hal ini biasa terjadi di Serie A. “Sesaat setelah Anda tersentuh, lalu jatuh dan mendapat tendangan bebas. Sesaat setelah Chiellini merasa disentuh, dia buru-buru jatuh dan ini hasilnya. Itu jelas bukanlah sebuah pelanggaran,” kata Fabio Capello. 

“Ada banyak perbedaan antara Serie A dan Liga Champions yang mirip dengan olahraga lain. Kecepatan, agesifitas yang Anda butuhkan tidak ada di sana. Juventus tidak siap untuk ini.”

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Bertemu Budayawan Jabar, Sekjen PDIP Cerita Upaya Pemerintah Bersihkan Citarum

Liputan6.com, Bandung – Rombongan Safari Kebangsaan VIII yang dipimpin Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bertemu budayawan Jawa Barat di kediaman aktor Indonesia, Budi Dalton di Kota Bandung. Turut hadir juga sejumlah budayawan dan seniman seperti Edi Brokoli.

Budi mengatakan, banyak sekali program yang disinergikan dengan para budayawan di Jawa Barat, khususnya yang ada di pinggiran yang jarang tersentuh.

“Saya tidak mewakili, tetapi saya sebagian kecil pelaku budaya, berterima kasih pada PDI Perjuangan, yang telah meluangkan waktunya mendengarkan keluhan budayawan Jabar,” ungkap Budi di lokasi, Jum’at (22/2/2019).

Menurut Budi, target dari berbagai macam programnya adalah kaum milenial dan wilayah yang belum tersentuh.

“Sebetulnya di kalangan milenial sekarang melakukan sesuatu dengan cara masing-masing. Jadi perlu dirangkul dan diarahkan,” tutur dia.

Di saat bersamaan, Hasto turut menyatakan Jabar kaya dengan tradisi kebudayaan. Namun, jika modernitas berdiri tanpa keseluruhan jati diri, maka kebudayaan akan kehilangan akarnya.

“Untuk itu, berbagai strategi kebudayaan harus dijalankan bersama-sama karena sangat sesuai dengan kepribadian kita apalagi di Jawa Barat,” ujar Hasto.

Hasto berharap, dari pertemuan ini para tokoh kebudayaan dapat memperindah politik pada kesejatiannya. Yaitu, dengan kebudayaan tariannya, kuliner dan seluruh nilai luhur bangsa.

“Sekali lagi, kami bertemu dengan para tokoh kebudayaan ini untuk mendorong hijrah politik menjadi wajah yang membangun keadaan politik yang santun, yang toleran, yang mencintai seluruh isi alam raya,” tukas Hasto.

2 dari 2 halaman

Bersihkan Citarum

Hasto juga mengajak para seniman dan budayawan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Jabar.

Menurutnya, salah satu langkah konkret pelestarian lingkungan adalah menjaga sumber mata air di Sungai Citarum.

Hasto mengatakan, pemerintahan Jokowi telah berupaya keras agar bisa membersihkan Sungai Citarum dari sampah plastik. Selain itu, pelestarian terhadap kesenian, adat istiadat hingga makanan juga perlu dilakukan.

“Inilah yang membuat politik benar-benar membumi. JokowiKiai Ma’ruf, turun ke rakyat dan menyentuh hal-hal yang fundamental. Tidak lagi bicara fitnah, tebar hoaks sana-sini tetapi benar-benar yang dibutuhkan rakyat,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

TKN Jokowi Jawab Dahnil soal Simsalabim: 191 Ribu Km Jalan Diperbaiki

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjelaskan perihal pernyataan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang telah membangun 191 ribu kilometer jalan pertanian di desa-desa. Menurut TKN, jalan yang dibangun bukanlah jalan baru, melainkan memperbaiki jalan yang sudah ada.

“Harus dipahami bahwa yang dimaksud Pak Jokowi dengan jalan desa sepanjang 191.000 (kilometer) itu bukan membangun jalan yang baru tapi membangun kembali jalan-jalan, tadinya tidak dapat diakses karena jelek dan serta berbatu, kembali diperbaiki jalan-jalan desa yang rusak dengan menggunakan dana desa yang semakin tahun semakin naik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Menurut Ace, jalan desa banyak yang terbengkalai karena kekurangan anggaran. Dana desa yang diberikan, menurutnya, bisa digunakan untuk perbaikan jalan-jalan tersebut.
“Kita kan tahu bahwa jalan-jalan desa selama ini banyak yang terbengkalai akibat tidak, kekurangan anggaran. Dengan dana desa, yang pada tahun 2015 hingga sekarang diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur dasar, terutama jalan desa,” ujarnya.

Politikus Golkar ini menampik anggapan Koodinator juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut Jokowi produsen kebohongan karena klaim 191 ribu kilometer jalan desa. Menurutnya, anggaran dana desa bisa digunakan untuk memperbaiki jalan yang belum tersentuh anggaran dari APBN.

“Jadi salah kalau Mas Dahnil mengatakan itu hoax, itu tidak benar karena memang jalan desa selama ini tidak diperhatikan. Dengan anggaran desa kita bisa membangun dan memperbaiki jalan desa yang selama ini belum tersentuh anggaran dari APBN,” pungkasnya.

Sebelumnya, koordinator juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan klaim Jokowi soal 191 ribu kilometer jalan pertanian di desa yang disampaikannya saat debat capres pada Minggu (17/2) lalu. Dia bertanya-tanya soal cara Jokowi mewujudkannya.

“Jokowi klaim membangun jalan desa 191.000 km. Ini sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi,” cuit Dahnil melalui akun Twitternya.

“Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” sambungnya.
(azr/idh)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

David Luiz Tak Terkejut MU Bangkit Bersama Solskjaer

Liputan6.com, London – Bek Chelsea David Luiz tidak kaget dengan peningkatan performa Manchester United (MU) di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Menurut Luiz, Setan Merah sudah punya tim yang bagus sebelum ditangani Solskjaer.

MU menjalani start yang buruk di bawah asuhan Jose Mourinho pada musim ini. Namun, manajer asal Portugal itu kemudian digantikan oleh Solskjaer pada bulan Desember lalu.

Solskjaer baru saja menelan kekalahan pertamanya setelah ditaklukkan oleh PSG di Liga Champions. Namun, sebelum itu pria asal Norwegia itu berhasil memimpin timnya tidak tersentuh kekalahan dalam 11 pertandingan.

Setan Merah kini sudah berhasil menembus posisi empat besar di klasemen sementara Premier League. Selain itu, para pemain MU sekarang sudah tampil dengan penuh percaya diri.

2 dari 2 halaman

Komentar Luiz

Chelsea akan menjamu United dalam putaran kelima Piala FA pada hari Senin (18/2/2019). Luiz pun memberikan penilaian tentang performa United di bawah Solskjaer.

“Bahkan sebelumnya sudah mereka menjadi tim yang hebat dengan manajer hebat, Jose Mourinho mencoba melakukan segalanya untuk yang terbaik bagi Man United tetapi kemudian mereka memutuskan untuk berubah,” kata pemain Brasil itu di situs resmi Chelsea.

“Kemudian datang Solskjaer dan dia melakukan hal luar biasa karena dia pelatih yang hebat dan juga dia memiliki pemain-pemain hebat. United sudah memiliki tim yang sama sejak lama, mereka memahami filosofinya dan mereka mencoba menikmatinya.”

Statistik Manchester United di bawah manajer interim Ole Gunnar Solskjaer sejak Desember 2018 memang mengundang decak kagum. Bahkan tidak ada yang menyangka jika mantan striker United itu menjalani start yang bagus di Old Trafford.

Di bawah tangan dingin manajer asal Norwegia itu, Setan Merah mencatatkan sepuluh kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kekalahan. Selain itu, Paul Pogba dan kawan-kawan juga berhasil menyarangkan 28 gol.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini