Caleg Viral Mirip Artis Korea, Ini Potret Davin Kirana Putra Bos Lion Air

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, di sepanjang jalan banyak ditemukan spanduk dan baliho caleg (calon anggota legislatif) yang terpampang sebagai media kampanye. Namun, ada salah satu baliho caleg yang rupanya menarik perhatian netizen.

Di beberapa titik di Jakarta, terdapat baliho berukuran besar menampilkan seorang caleg dari Partai Nasdem bernama Davin Kirana. Yang menarik dari baliho ini, sosok caleg yang dikampanyekan memiliki wajah oriental bak artis Korea.

Hal ini mengundang banyak perhatian netizen khususnya para pecinta Korea. Sebenarnya siapa sosok caleg yang disebut mirip artis Korea ini?

2 dari 8 halaman

Sosok Davin Kirana Caleg Partai Nasdem

Dikutip dari laman KPU, Davin Kirana terdaftar sebagai Calon Legislatif DPR RI Dapil DKI Jakarta II Partai Nasdem. Diketahui Davin Kirana saat ini masih berusia 22 tahun.

Davin Kirana juga merupakan anak dari Rusdi Kirana, pendiri maskapai penerbangan Lion Air. Rusdi Kirana sendiri juga sudah lama terjun ke dunia politik.

Pada 12 Januari 2014, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rusdi Kirana juga pernah dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Pencalonan David Kirana dinilai mengejutkan karena David Kirana memilih Partai Nasdem sebagai tunggangannya dalam berpolitik.

Davin Kirana sendiri terbilang aktif di media sosial Instagram dengan akun @davinkirana. Davin aktif mengunggah kegiatan dan konten-konten kampanye pencalonan dirinya.

Dalam kampanyenya, Davin Kirana menyatakan akan fokus pada kepedulian terhadap para TKI di luar negeri. Beberapa kali Davin Kirana terlihat mengunggah kebersamaanya bersama para WNI yang berada di Malaysia.

Berikut potret Davin Kirana yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (16/2/2019).

3 dari 8 halaman

Davin Kirana Bersama Ketum Partai Nasdem Surya Paloh

4 dari 8 halaman

Davin Kirana Merupakan Putra Rusdi Kirana, Bos Lion Air

5 dari 8 halaman

Davin Kirana Bertemu dengan TKI di Malaysia

6 dari 8 halaman

Davin Kirana Disebut Mirip dengan Artis Korea

7 dari 8 halaman

Gaya Santai Davin Kirana, Mirip Artis Korea kan?

8 dari 8 halaman

Davin Kirana Hadir di Acara Komunitas Guru

LTMPT Terapkan Pendaftaran SNMPTN 2019 Sistem Ganjil-Genap, Ini Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta Untuk kedua kalinya Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memperpanjang masa pendaftaran dan finalisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pada awalnya masa pendaftaran SNMPTN dijadwalkan berakhir pada 14 Februari 2019. Namun dikarenakan banyak para calon peserta SNMPTN 2019 yang belum melakukan pendaftaran dan finalisasi, maka LTMPT memperpanjang masa pendaftaran hingga Sabtu 16 Februari 2019.

Jadwal pun kembali berubah. Dikarenakan belum optimalnya akses untuk pendaftaran dan finalisasi SNMPTN 2019, maka masa pendaftaran diperpanjang lagi hingga Selasa, 19 Februari 2019 pukul 22.00 WIB. Hal ini berdasarkan surat edaran LTMPT bernomor 01/Peng.LTMPT/2019 tentang perpanjangan masa pendaftaran dan finalisasi SNMPTN 2019.

Surat edaran ini disampaikan Ravik Karsidi selaku Ketua LTMPT. Surat edaran ini terpampang dalam laman LTMPT. Berikut yang disampaikan oleh Ravik Karsidi pada pengumumannya, Jumat (15/2/2019) lalu sebagaimana Liputan6.com kutip, Sabtu (16/2/2019).

“Memperhatikan akses untuk Pendaftaran dan Finalisasi SNMPTN 2019 yang masih belum optimal, siswa dimohon tenang dan akan dilakukan pelayanan pendaftaran sampai dengan SELASA tanggal 19 Februari 2019 pukul 22.00 WIB. Jika ada siswa yang masih belum dapat melakukan pendaftaran dan finalisasi, maka akan dicarikan solusi yang pada prinsipnya tidak merugikan siswa.”

2 dari 3 halaman

LTMPT Terapkan Mekanisme NISN Ganjil-Genap

Pada SNMPTN 2019 ini, LTMPT menerapkan mekanisme pendaftaran NISN Ganjil-Genap. Informasi ini dapat dilihat melalui akun twitter resmi sekretariat SNMPTN @SekreSNMPTN.

“Untuk memberikan kesempatan lebih baik kepada siswa untuk mendaftar, sistem snmptn menerapkan giliran untuk login berdasarkan NISN ganjil genap. NISN ganjil diberikan giliran pada jam ganjil (13.00-14.00 wib, 15.00-16.00 wib, dst), dan sebaliknya.”

Begitu kurang lebih pernyataan resmi dari sekretariat SNMPTN. LTMPT melalui sekretariat SNMPTN menjelaskan bahwa mekanisme pendaftaran calon peserta SNMPTN diatur dengan mekanisme NISN Ganjil genap.

Bagi pemilik Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ganji hanya dapat mulai melakukan pendaftaran pada jam ganjil seperti 13.00-14.00, 15.00-16.00, 17.00-18.00 dan seterusnya.

Sebaliknya jika calon pendaftar SNMPTN memiliki nomor genap, maka mereka hanya dapat mulai mendaftar pada jam genap seperti 12.00-13.00, 14.00-15.00, 16.00-17.00 dan seterusnya.

Namun meski demikian, masih banyak calon peserta yang belum berhasil melakukan pendaftaran dikarenakan server tidak dapat diakses dengan baik.

3 dari 3 halaman

Cara Mendaftar SNMPTN 2019 Menurut LTMPT

LTMPT menjadwalkan Pengumuman Hasil SNMPTN akan diumumkan pada 23 Maret 2019. Dengan diperpanjangnya pendaftaran SNMPTN 2019 hingga 19 Februari mendatang, masih ada kesempatan bagi para calon mahasiswa untuk mendaftarkan diri.

Berikut cara mendaftar SNMPTN 2019

– Siswa pendaftar login menggunakan NISN dan password ke laman SNMPTN 2019 snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.

-Pastikan pendaftar mendaftar pada jam yang sudah ditentukan sesuai mekanisme NISN ganjil genap.

– Siswa pendaftar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan (jika ada).

– Siswa pendaftar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN pilihan.

– Siswa pendaftar pada program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah menggunakan pedoman yang dapat diunduh dari laman snmptn.ac.id.

– Tahap terakhir siswa mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.

Pengumuman dari hasil seleksi SNMPTN 2019 akan dilakukan pada 23 Maret 2019. Jadwal pelaksanaan proses verifikasi dokumen peserta dan/atau pendaftaran ulang di PTN dapat dilihat di laman masing-masing PTN.

4 Jaksa Diutus Ikuti Perkembangan Kasus Slamet Ma’arif

Jakarta – Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) berkaitan dengan kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu yang menjerat Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif sudah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta. Empat orang jaksa pun ditunjuk mengikuti perkembangan perkara itu.

“Bahwa dengan diterimanya SPDP tersebut, oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta telah menerbitkan surat perintah penunjukan Tim Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta yang beranggotakan 4 orang jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan dan meneliti berkas perkara hasil penyidikan perkara dimaksud,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri dalam keterangannya, Jumat (15/1/2019).

Mukri menyebut SPDP itu bernomor SPDP/24/II/RES.1.24/2019/Reskrim tertanggal 4 Februari 2019. Slamet Ma’arif dikenakan Pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j atau Pasal 276 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“SPDP dalam perkara dugaan tindak pidana Pemilu berupa tindakan yang dilakukan oleh setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar pelaksanaan kampanye Pemilu yang diduga dilakukan oleh atas nama terlapor inisial SM (Slamet Ma’arif),” kata Mukri.

Sebelumnya, Slamet Ma’arif menjadi tersangka terkait dengan orasi Slamet dalam acara Tablig Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di perempatan Gladak, Jl Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/1). Slamet pun menilai penetapannya sebagai tersangka memilukan dan memalukan hukum.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia. Ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet.
(yld/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penantang Toyota Rush dari DFSK Pakai Mesin 1,5 Liter Turbo?

Liputan6.com, Jakarta – Berbagai bocoran di media sosial terkait model baru DFSK, yang bakal diposisikan sebagai ‘adik’ Glory 580 terus bermunculan di media sosial. Setelah tampilan wajah depan yang masih terbungkus kamuflase, kini foto mesin penantang Toyota Rush dan Daihatsu Xenia ini juga terpampang dengan jelas.

Berdasarkan unggahan dari akun instagram @deadanella, sport utility vehicle (SUV) baru DFSK ini bakal menggunakan mesin turbo. Namun, tidak jelas unit berapa liter yang bakal disematkan, karena dalam foto tersebut hanya bertuliskan Euro-SFG Turbo.

“Sama gak ya spek engine nya kayak yg di china ?? 🙄🤔–#suvjamannow #suvmasakini #dfskindonesia,” tulis pemilik akun sebagai caption fotonya, saat dilihat Liputan6.com, Jumat (15/2/2019).

Sementara itu, mencoba mengkonfirmasi kepada Arviane D.B, PR Digital Manager & Marketing DFSK Indonesia, mesinnya memang menggunakan unit berkapasitas 1,5 liter turbo.

Namun, dengan dimensi yang lebih kompak, mobil ini bakal memiliki power yang lebih besar dibanding ‘sang kakak’ Glory 580.

“Sama mesin 1,5 liter turbo, tapi kalau spesifikasi dalemannya belum bisa diinfo saat ini,” jelas wanita yang akrab disapa Ane ini ketika dikonfirmasi Liputan6.com, melalui pesan elektronik.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Untuk diketahui, sebelumnya memang sempat dibahas terkait model yang bakal berdasarkan Dongfeng S560. Di negara asalnya, mobil ini telah diluncurkan pada November 2017.

Model ini dibekali dua pilihan mesin bensin, berkapasitas 1,5 liter turbo dan 1,8 liter naturally aspirated. Jantung mekanis turbo memberi tenaga 150 Tk, dengan torsi maksimum 220 Nm.

Sedangkan engine 1,8 liter menyuplai daya 139 Tk dan torsi 187 Nm. Kedua mesin, sama seperti yang dimiliki Glory 580.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Instagram Angkat Bicara Soal Akun Komik Muslim Gay

Liputan6.com, Jakarta – Kehadiran akun Komik Muslim Gay di Instagram, belakangan ini meresahkan masyarakat.

Akun tersebut, diduga mengandung konten pornografi dalam komik bertemakan homoseksual sehingga menjadi sorotan polisi.

Pantauan Tekno Liputan6.com, akun milik pengguna bernama @alpant**i tersebut mengantongi 5.933 pengikut.

Dalam akun itu, terpampang bio dengan tulisan ‘Komik Muslim Gay untuk orang yang bisa berfikir’.

Foto profil akun menampilkan sosok kartun pria berkulit cokelat dengan peci hitam.

Menanggapi kehadiran akun ini, Instagram pun akhirnya memberikan tanggapan.

Kepada Tekno Liputan6.com, Instagram berkata pihaknya ingin menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.

Karenanya, mereka memiliki Panduan Komunitas dan proses peninjauan yang komprehensif untuk menentukan konten yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan di Instagram.

“Jika pengguna menemukan konten yang membuat mereka merasa tidak nyaman, atau melanggar Panduan Komunitas Instagram, mereka bisa segera melaporkan akun atau konten tersebut ke Instagram melalui fitur pelaporan di aplikasi kami,” ujar Instagram.

2 dari 3 halaman

Soal Posting-an Pengguna Dibatasi, Ini Kata Instagram

Baru-baru ini, ada sebuah kabar yang menyebut Instagram (IG) mengubah algoritma kolom feed penggunanya.

Algoritma baru ini kabarnya membuat unggahan pengguna hanya dilihat oleh tujuh persen followers mereka. Hal ini berarti IG membatasi agar unggahan tidak bisa dilihat oleh banyak orang.

Namun demikian, kabar yang sempat viral ini buru-buru dibantah oleh pihak Instagram. Melalui akun Twitter-nya, Instagram menyebut mereka masih tetap memakai algoritma lama.

“Kami sadar ada kabar tentang Instagram yang membatasi jangkauan foto pengguna hanya bisa dilihat oleh tujuh persen follower. Kami akan menjernihkan hal ini,” kata Instagram melalui akun Twitter, sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider, Kamis (24/1/2019).

Instagram menjelaskan, apa yang muncul pertama kali pada feed pengguna ditentukan oleh unggahan dan akun apa yang paling banyak terlibat dengan pengguna tersebut.

Faktor lain yang juga berkontribusi menentukan adalah ketepatan waktu unggah, seberapa sering pengguna memakai IG, dan berapa banyak yang diikuti di IG.

3 dari 3 halaman

Feed Pengguna IG Dipersonalisasi

“Kami belum membuat perubahan terbaru untuk apa yang terlihat di feed. Kami juga tidak pernah menyembunyikan unggahan dari orang yang di-follow. Pengguna akan melihat semuanya,” tutur Instagram dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, disebutkan feed pengguna IG dipersonalisasi khusus pengguna dan berkembang seiring waktu, berdasarkan bagaimana Anda menggunakan IG,” kata Instagram.

Dengan kata lain, algoritma Instagram mencoba menebak apa yang ingin dilihat oleh pengguna. Artinya, sebagian akun akan lebih banyak dilihat oleh pengguna Instagram, ketimbang akun-akun lainnya.

Bisa dikatakan, jika seorang pengguna mengikuti ratusan atau ribuan akun, mereka tak akan bisa melihat semua unggahan milik orang yang diikutinya, kecuali jika meluangkan waktunya untuk men-scroll semua akun yang diikutinya.

Kendati begitu, Instagram tidak mengumumkan batasan persentase dari akun-akun yang dilihat unggahannya.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

JK Soal Slamet Ma’arif Tersangka: Bedakan Kriminalisasi dengan Masalah Hukum

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta penetapan tersangka Ketum PA 212 Slamet Ma’arif dibedakan dengan kriminalisasi. Jika harus disebut kriminalisasi, maka masalah hukum yang menjerat Slamet perlu dikaji dengan baik.

“Tentu Kita harus bedakan kriminalisasi dengan masalah hukum. Kalau ya memang, ya perlu dikaji dengan baiklah,” kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

JK mengatakan setiap pelanggar hukum memang harus ditindak dengan penegakan hukum. JK pun mengingatkan penegak hukum agar adil dalam menegakkan hukum kepada siapa saja.
“Hukum memang harus diterapkan, tetapi harus adil pada penerapannya,” ujarnya.

Sementara itu, Polri sedianya melakukan pemeriksaan terhadap Slamet pada Rabu (13/2). Namun pemeriksaan itu diundur menjadi Senin (18/2).

“Info terakhir yang kami dapat pemeriksaan pada hari Rabu nanti minta dilakukan pada Senin. Hari Senin nanti akan dimintai keterangan di Polda Jateng,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Pemintaan pengunduran jadwal pemeriksaan, menurut Dedi, diajukan pihak pengacara Slamet Ma’arif. Menurut Dedi, pemeriksaan juga akan berkoordinasi dengan Sentra Gakkumdu.

“Proses pemeriksaan akan diverifikasi kembali sesuai dengan fakta diajukan oleh Bawaslu menyangkut masalah dan bentuk pelanggaran pemilu dilakukan,” ujar Dedi.

Slamet Ma’arif mengatakan penetapan dirinya sebagai tersangka memilukan dan memalukan hukum. Slamet menyebut dirinya kini khawatir rakyat akan kehilangan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu dan penegak hukum.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet.

Polri menepis penilaian Slamet, dengan menegaskan semua warga negara sama di mata hukum. “Kami menjunjung persamaan, sama di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak menyampaikan keberatan-keberatannya. Silakan saja (keberatan), asal tetap pada koridor hukum,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
(nvl/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN soal Slamet Ma’arif Tersangka: Jangan Selalu Merasa Benar

TKN soal Slamet Maarif Tersangka: Jangan Selalu Merasa Benar Foto: Abdul Kadir Karding. (Ari Saputra/detikcom).

Jakarta – Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif merasa diperlakukan tidak adil menyusul penetapan tersangkanya dalam kasus pidana pemilu. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Slamet dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang membelanya untuk fair.

“Di era politik ini, apapun yang terjadi, yang merugikan BPN Prabowo-Sandiaga pasti tuduhannya ke pemerintah, itu tidak fair,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Karding menegaskan, penetapan Slamet Ma’arif sebagai tersangka bukan asal-asalan. Masalah pidana dalam pemilu pun juga sudah diatur dalam UU Pemilu dan ditagani oleh Sentra Gakkumdu (penegakan hukum terpadu).


“Itu kewenangan di Gakkumdu, ada Jaksa, Polisi dan Bawaslu. Kalau kemudian dia tersangka itu artinya ada bukti hukum yang nyata yang dapat dipertanggungjawabkan oleh penyidik , apalagi sekarang ini seluruh proses-proses itu terbuka, apalagi kalau dia tokoh publik,” kata Karding.

Menurutnya, Gakkumdu pun tak akan aneh-aneh dalam penanganan kasus pemilu. Sebab hal tersebut bisa menjadi masalah dan menyerang balik penegak hukum.

“Kita fair aja, pengadilan terbuka kok, boleh didampingi pengacara, boleh di-medsoskan. Akan dapat dibuktikan di pengadilan. Pasti mereka punya bukti yang cukup. Tidak semua apa-apa ujungnya ke pemerintah, nggak bisa. Kita menganut sistem persamaan di mata hukum dan hukum yang tidak bisa diintervensi. Pengadilan memiliki independensi yang tinggi terhadap satu kasus,” tutur anggota Komisi III DPR itu.

Karding pun menyebut tim sukses dan pendukung Prabowo-Sandiaga selalu menuduh pemerintahan Presiden Joko Widodo bila ada pihaknya yang terkena masalah. Itu menurutnya justru sikap yang tidak adil.

“Masalahnya segala sesuatu yang terjadi terhadap gengnya BPN Prabowo ini, kelompok BPN, apa-apa kalau yang salah itu tuduhannya, framingnya adalah kriminalisasi, framingnya adalah pekerjaan pemerintah, dalangnya pemerintah, saya kira itu juga tidak fair,” sebut Karding.

Politikus PKB ini mengimbau Badan Pemenagan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dan para simpatisan pasangan nomor urut 02 itu, termasuk Slamet Ma’arif untuk bijaksana dalam bersikap. Bila tidak ingin terkena kasus, kata Karding, mereka diminta untuk menjaga sikap dan tutur katanya.

“Kalau tidak ingin kena masalah, jangan berbuat salah. Kita harus proporsional. Jangan mau selalu merasa benar bisa omong apa saja tidak tersentuh hukum, setelah dihukum nyalahkan Jokowi,” katanya.

Seperti diketahui, Slamet Ma’arif menjadi tersangka terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019. Kubu Prabowo-Sandiaga membela Slamet habis-habisan.

Slamet Ma’aruf sendiri menyatakan tidak adil terhadap penetapan status tersangkanya. Polisi memastikan sudah melakukan prosedur yang semestinya. Slamet ditetapkan sebagai tersangka karena polisi sudah punya bukti kuat terkait kasus tersebut.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (11/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jadi Tersangka, Ketum PA 212: Memilukan dan Memalukan Hukum

Jakarta – Polres Surakarta menetapkan Ketua Umum PA Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif sebagai tersangka dugaan pelanggaran pemilu terkait tablig akbar PA 212 di Solo. Slamet menyebut hukum di Indonesia saat ini memilukan.

“Memilukan dan memalukan hukum di Indonesia, ketidakadilan hukum terpampang jelas dan gamblang di negeri ini,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Slamet menyebut dirinya kini khawatir rakyat akan kehilangan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu dan penegak hukum. Dirinya mengaku akan segera berkoordinasi dengan tim pengacara.
“Saya khawatir kepercayaan rakyat kepada penegak hukum dan penyelenggara pemilu akan hilang. Langkah berikut saya akan komunikasi dengan pengacara,” tutur Slamet.
Dalam surat panggilan yang beredar di media sosial, Slamet Ma’arif akan dipanggil ke Polres Surakarta pada Rabu (13/2). Di surat itu, Slamet juga sudah menyandang status tersangka.

“Betul kami panggil sebagai tersangka,” kata Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (10/2).
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sambut Imlek, Lampion Merah Hiasi Vihara Penuh Ukiran di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Bagi Anda yang sedang berada di Bogor, sempatkanlah untuk melihat Vihara Dhanagun. Vihara ini berlokasi di Jalan Suryakencana persis berhadapan dengan pintu masuk utama Kebun Raya Bogor. Menyambut Imlek, kawasan tersebut dihiasi dengan lampion berwarna merah dan terdapat penjualan kue keranjang.

Nuansa kebudayan etnis Tionghoa sangat kental terasa di Vihara Dhanagun. Anda akan disambut dengan gerbang berwarna merah dengan huruf Cina terpampang di atasnya. Beberapa langkah dari gerbang tersebut, kamu akan melihat pemandangan memukau dari ukiran dinding yang terdapat di kedua sisi luar Vihara.

Tema di dinding Vihara Dhanagun sebelah kiri (dalam posisi kita menghadap dinding) menggambarkan legenda Sun Go Kong. Di ukiran ini terlihat sang Raja Kera sedang beriringan dengan Sang Mahaguru Tong, si tokoh bermuka babi Pat Kai dan tokoh saudaranya si Wu-Ching sedang berjalan bersama.

Di sisi lainnya terpampang legenda dari Dinasti Tang di China, yaitu legenda 8 Dewa. Warna-warnanya cerah dan menyala membuat Vihara Dhaganun tampak cantik.

Selain itu, Anda  akan melihat dua patung singa yang seperti sedang menjaga pintu vihara. Beberapa langkah dari situ terdapat pintu dengan lukisan Dewa Penjaga dan akan terlihat pula tiang yang sedang dililit Naga yang juga dalam bentuk ukiran.

Vihara Dhanagun yang sudah ada sejak sekitar 300 tahun lalu itu membuat Anda yang menyukai tempat wisata bersejarah jangan sampai lupa mengunjungi tempat ini.

Apalagi pada 19 Februari 2019 akan di adakan Festival Cap Go Meh di vihara ini dengan tema Katumbri Street Festival yang sudah menjadi hiburan bagi masyarakat Kota Bogor dari berbagai suku, ras dan agama.  (Indah Permata Niska)

Sasksikan video pilihan di bawah ini :



Gatot Nurmantyo Masih di Antara Jokowi dan Prabowo

Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hari ini terlihat menghadiri pertemuan mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri di Istana Merdeka, Jakarta. Gatot dengan eks Panglima dan Kapolri lainnya ngobrol santai dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Kehadiran Gatot di Istana sebagai tamu undangan dalam rapim perwira tinggi TNI-Polri. Dia hadir bersama para mantan Panglima ABRI dan Panglima TNI lainnya, di antaranya Try Sutrisno, Wiranto, Moeldoko, dan Djoko Suyanto.

Hadir juga barisan mantan Kapolri di antaranya Bambang Hendarso Danuri, Timur Pradopo, Badrodin Haiti, dan Da’i Bachtiar.

Namun Gatot enggan jika kehadirannya di Istana dikaitkan dengan dukungannya ke Jokowi. Gatot menegaskan hingga saat ini dia belum memutuskan ke mana akan melabuhkan dukungannya pada Pilpres 2019.

“Belum, belum,” kata Gatot seusai pertemuan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Dengan demikian, hingga saat ini Gatot masih berada di antara Jokowi dan Prabowo. Gatot sebelumnya juga diisukan merapat ke kubu Prabowo lantaran fotonya terpampang dalam baliho posko pemenangan BPN di Solo, Jawa Tengah.

Kala itu, eks Panglima TNI itu ogah fotonya dipajang pada baliho Prabowo-Sandiaga. Gatot pun meminta fotonya diturunkan dari baliho dan menegaskan dirinya netral.

“Yang penting publik tahu saya netral, tidak ke mana-mana (belum memutuskan untuk ke mana),” kata Gatot dalam perbincangan via SMS dengan detikcom, Minggu (13/1).

“Untuk pribadi, biar di dalam bilik suara saja (untuk sikap ke publik, follower saya banyak dan tanggung jawab moral jika saya salah bersikap), maka harus teliti, berpikir jernih, dan mungkin di pengujung baru saya tentukan apakah bersikap atau tetap seperti saat ini,” ujarnya.
(idn/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>