Shahrukh Khan Ungkap Kesedihan atas Bom Bunuh Diri Pulwama

Mumbai – Serangan bom bunuh diri di Pulwama, India, pada Kamis (14/2/2019) lalu, mengundang keprihatinan Shah Rukh Khan. Apalagi peristiwa tersebut menewaskan 44 orang Central Reserve Police Force (CRPF) atau pasukan kepolisian India.

Dilansir dari Hindustan Times, Shah Rukh Khan mengucapkan belasungkawa kepada para korban melalui akun media sosial pribadinya. 

“Turut berbelasungkawa dengan sepenuh hati kepada keluarga pelindung kami yang gagah berani. Semoga jiwa para pelindung negeri ini yang menyerahkan nyawanya bisa beristirahat dalam damai,” tulis aktor Raees ini. 

Tak hanya Shah Rukh Khan, sejumlah artis Bollywood lain juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban dan kemarahan atas peristiwa ini. 

 Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 3 halaman

Dukacita

“Belasungkawa yang mendalam untuk keluarga para pemberani kami. Sedih. Marah,” tulis Ranveer Singh.

“Turut berduka mendengar tentang serangan di Pulwama. Saya turut berbelasungkawa kepada keluarda dan mereka yang mati syahid,” tulis Hirthik Roshan.

“Aku kaget dengan serangan di Pulwama. Benci tidak pernah menjadi jawaban. Semoga keluarga yang terluka dalam serangan itu diberi kekuatan,” tulis Priyanka Chopra.

“Hatiku terluka membaca tentang serangan teroris kepada CRPF Jawans di Pulwama. Sangat tragis. Turut berduka cita kepada keluarga yang menjadi korban,” tulis Aamir Khan.

“Hatiku tertuju kepada orang-orang Jawan di negara kita tercinta dan keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa untuk menyelamatkan keluarga kita,” tulis Salman Khan.

3 dari 3 halaman

Bom Bunuh Diri

Diketahui, serangan tersebut diklaim oleh teroris yang disponsori oleh organisasi Pakistan, Jaish-e-Mohammed (JeM). Mereka menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror terhadap pasukan keamanan dalam beberapa kali terakhir.

Serangan teror di Pulwama sendiri berupa ledakan bom bunuh diri oleh pelaku bernama Adil Ahmad Dar yang menabrakkan mobil SUV yang berisi 350 kilogram bahan peledak kepada bus yang berisi para petugas kepolisian. Bus tersebut merupakan bagian dari konvoi keamanan dari 78 kendaraan yang masing-masing bus membawa sekitar 40-45 tentara. Akibat kejadian ini, 44 petugas kepolisian tewas dan lainnya luka-luka. (Sumber: JawaPos.com)

Teror Anjing Liar Gigit 17 Warga Kolaka Utara

Patroli Indosiar, Jakarta Banyaknya anjing liar yang berkeliaran membuat 17 warga yang berada di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, terluka digigit anjig liar. Dari 17 korban, terdapat beberapa orang yang masih dirawat di rumah sakit.  

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Kamis (14/2/2019), peristiwa terjadi pada Rabu (13/2/2019) pagi.

Para warga yang diserang anjing liar harus dilarikan ke rumah sakit menjalani perawatan. Satu korban di antaranya telah dirujuk ke Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka, Sulawesi Tenggara.  

Salah satu korban bernama Hudiah mengalami luka di bagian kepala dan tangan setelah digigit anjing liar  di rumahnya sendiri. Bahkan menurut cerita keluarga korban, anjing tersebut juga sempat menyerang warga lainnya.  

“Ada ibu hamil digigit betisnya dan salah satu perempuan pengendara motor,” ujar Lia, anak Hudiah.  

Kini pihak rumah sakit telah memberikan pertolongan pertama dengan menyuntikkan obat anti rabies. Selanjutnya pasien akan ditangani oleh dokter spesialis bedah dan ahli syaraf.  

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kolaka Utara, sejak Januari hingga Februari tercatat ada 17 warga yang terindikasi virus rabies. Korban tersebut terdiri dari dua balita, empat remaja dan 11 orang dewasa.

Namun semua korban telah menjalani rawat inap dan jalan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. (Karlina Sintia Dewi)

KPK dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakati Pencegahan Korupsi

Liputan6.com, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menandatangani nota kesepahaman pencegahan dan sosialisasi anti korupsi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dengan Ketua KPK Agus Rahardjo.

“Hari ini menandatangani nota kesepahaman dengan KPK dalam hal pencegahan korupsi,” ujar Agus Susanto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Agus Susanto mengatakan, pihaknya akan berbagi data dan informasi dengan lembaga antirasuah sebagai bentuk komitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi. Hal tersebut dia lakukan demi kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.

“Jadi pertukaran data ini akan kita kaji berikutnya. Jenis-jenis datanya belum kami sampaikan di sini. Tapi, pada prinsipnya kami siap melakukan pertukaran data dengan KPK,” kata Agus Susanto. 

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, salah satu yang akan diperhatikan oleh lembaga antirasuah berkaitan dengan dana pensiun atau dana jaminan hari tua (JHT). Di mana, menurut Agus ada yang mengeluhkan dana pensiun maupun JHT yang sangat rendah.

“Itu (dana pensiun dan JHT) yang menjadi fokus kami dalam kajian nanti, hinga bisa merekomendasikan kepada pemerintah jalan yang lebih baik,” kata Agus Rahardjo.

 

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Pengawasan Internal

Agus mengatakan, dirinya menekankan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pengawasan internal terutama terhadap jajaran direksi agar tak terjadi tindak pidana korupsi dalam mengelola uang negara.

“Mereka juga sudah mempunyai dewan pengawas sendiri. Bahwa nanti dewan pengawas BPJS bekerja sama dengan KPK untuk mempelajari hal-hal kerawanan,” kata Agus.

Diketahui, untuk tahun 2018, dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 370 Triliun. Di tahun 2019 ini, dana yang akan dikelola BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 443 Triliun.

“KPK menjadikan penandatanganan nota kesepahaman ini adalah salah satu persiapan pengelolaan dana tersebut supaya tetap dalam proses yang benar dan berintegritas,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

DNA Pengebom Gereja Filipina yang Diduga WNI Belum Dikenali

Liputan6.com, Jakarta – Polri bersama kepolisian Filipina bekerja sama dalam upaya pemeriksaan DNA pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel, Jolo, Filipina.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menyampaikan, hingga saat ini tim masih belum mengenali identitas pelaku yang diduga Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kami sudah konfirmasi tadi, jadi masih tetap yang pertama proses riksa labfor di Filipina untuk tes DNA. Dan tim Indonesia yang di sana terus mendalami, bekerjasama, berkoordinasi dengan penyidik yang di sana. Untuk mendalami semua informasi dari pemeriksaan saksi,” tutur Syahar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu (13/2/2019).

Menurut Syahar, hal yang menjadi kendala utama adalah tubuh pelaku yang saat ditemukan sudah tidak utuh. Pecahan bagian tubuh akibat ledakan itu pun tergolong kecil.

“Bagian tubuhnya hanya cuma jari, hanya cuma kaki sepotong-sepotong, itu kan perlu proses waktu,” jelas dia.

2 dari 2 halaman

Dalami Keterangan 5 Tersangka

Selain itu, penyidik juga mendalami keterangan dari pemeriksaan lima tersangka yang menyerahkan diri pada 2 Februari 2019. Para anggota Abu Sayyaf itu diduga memiliki keterkaitan dengan teror bom ganda yang menghantam gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, 27 Januari 2019.

“Inilah salah satu materi juga yang sedang dilakukan tim dari Indonesia untuk koordinasi dengan penyidik sana. Salah satunya itu,” Syahar menandaskan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ikut Sukseskan Pariwisata Indonesia, Menpar Apresiasi PHRI

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Umum Program Visit Wonderful Indonesia Haryadi B. Sukamdani. Apresiasi tersebut disampaikan karena berpartisipasi aktif menyukseskan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh PHRI, untuk memberikan pelayanan standar maksimal kepada para konsumen yaitu wisatawan,” ujar Arief Yahya saat Rakernas PHRI IV di Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Arief, wisatawan mancanegara cenderung akan kembali ke sebuah destinasi jika mendapatkan pelayanan akomodasi yang baik. Aplaagi, jika ditunjang pengalamana berwisata yang berkesan.

Arief berharap PHRI terus mendukung pemerintah, sedangkan pemerintah akan terus bekerja melakukan promosi dan branding destinasi wisata di Tanah Air.

“Pemerintah akan bergerak sesuai ruang tugas pokok dan fungsi sekaligus ketentuan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah industry lead government dan bukan sebaliknya,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hariyadi Sukamdani mengatakan sepanjang 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekitar 15,8 juta orang dan pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 265 juta. Target 20 juta wisman pada 2019, lanjut Hariyadi, harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

“Tahun ini, kami mendukung pemerinth dengan membuat program-program untuk meningkatkan okupansi di bidang hotel atau restoran. Tidak hanya itu, kami juga membuat strategi untuk produk hot deals yang belum maksimal. Di samping kerja sama businss to business dengan maskapai dan travel online besar. Kami meyakin itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman,” harap Hariyadi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pelaku Teror Tunisia 2015 Silam Dihukum Seumur Hidup

Liputan6.com, Tunis – Tujuh teroris pelaku serangan di museum dan resor pantai Tunisia 2015 lalu, resmi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, Sabtu (9/2).

Terdakwa lain menerima hukuman kurungan yang lebih ringan, dan total 27 tersangka dibebaskan.

Dalam serangan pertama yang menimpa Museum Bardo, di Ibu Kota Tunis, pada Maret 2015, 22 orang tewas. Tiga bulan pasca-kejadian, 38 turis ditembak mati di pelabuhan Port El Kantoui, dekat Kota Sousse.

Tiga pria bersenjata, dua dalam serangan Bardo dan satu lainnya di Sousse ditembak mati di tempat kejadian perkara, dikutip dari BBC News, Sabtu (9/2/2019).

Sedangkan dua orang yang merupakan otak serangan masih berstatus buron hingga saat ini. Terdapat dugaan mereka telah terbunuh dalam serangan udara AS di Libya.

Tersangka serangan di dua tempat tersebut, diadili dalam dua pengadilan yang berbeda.

Dalam persidangan Sousse, empat militan dijatuhi hukuman seumur hidup, dengan lima lainnya dijatuhi hukuman kurungan enam bulan hingga 16 tahun. Adapun sebanyak 17 tersangka lain dibebaskan.

Sedangkan dalam persidangan Bardo, tiga terdakwa mendapat hukuman seumur hidup dan beberapa lainnya dipenjara dalam kurun waktu yang lebih singkat. Terdapat 10 tersangka yang kemudian dibebaskan.

Dalam serangan Maret 2015, sebanyak enam puluh orang tewas dan banyak lainnya luka-luka.

Akibat kejadian itu, industri pariwisata Tunisia merugi parah.

Meskipun demikian, Inggris sebagai negara dengan korban tewas terbanyak dalam serangan telah mencabut larangan bepergian ke Tunisia, 2018 lalu.

Saat ini Tunisia telah relatif aman berkat kerja sama penanggulangan terorisme dengan komunitas internasional. Meskipun demikian, ancaman kriminal masih ada, mengingat masih tingginya tingkat pengangguran.


Simak pula video berikut:

2 dari 2 halaman

Bom Bunuh Diri di Tunisia

Sementara itu, setidaknya sembilan orang dilaporkan terluka akibat serangan bom bunuh diri yang mengguncang pusat ibu kota Tunisia, Tunis, pada Senin 29 Oktober 2018 sore waktu setempat.

Laporan menyebut seorang pria berusia 30 tahun meledakkan diri di dekat pusat perbelanjaan Le Palmarium di kawasan sibuk Habib Bourguiba Avenue, kata Sofiene Zaag, juru bicara kementerian dalam negeri setempat.

“Delapan polisi dan satu warga sipil terluka menyusul serangan bunuh diri ini,” kata Sofiene Zaag, seraya menambahkan bahwa pembom adalah satu-satunya korban tewas.

Zaag mengatakan, korban yang terluka kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Charles Nicolle di Tunis dan rumah sakit militer, demikian sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (30/10/2018).

Menurut Radio Mosaique FM, pengebom menggunakan granat buatan tangan yang berisi sejumlah kecil bahan peledak.

Ricardo Gonzalez, seorang tenaga kerja asing yang tinggal di dekat lokasi serangan, mengatakan ledakan bom bunuh diri itu tidak “sangat kuat”.

“Bahkan, saya memiliki keraguan apakah ini adalah bom atau mungkin kecelakaan mobil,” katanya kepada Al Jazeera.

“Saya turun ke jalan dan melihat banyak orang bergerak menuju tempat di mana ledakan itu terjadi. (Ketika semakin dekat), saya melihat beberapa petugas keamanan tergeletak di tanah dan meringis kesakitan karena cedera,” lanjut Gonzalez.

Dia juga mengatakan beberapa warga sipil berusaha memberikan pertolongan pertama kepada mereka yang terluka, sebelum kedatangan ambulans sekitar 10 menit kemudian.

Lokasi bom bunuh dirimerupakan kawasan paling sibuk di Tunis, yang dipenuhi oleh deretan kafe, restoran, dan hotel berbintang, disebut memiliki pasukan keamanan reguler yang setara dengan penjagaa gedung-gedung pemerintah lokal.

Hari Pers Nasional 2019, Ini Cerita Kelamnya Profesi Wartawan

Jakarta – Pada tanggal 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional yang disingkat sebagai HPN. Berbagai media cetak, online, radio, kementerian dan berbagai stasiun televisi mengikuti pameran pers yang diadakan di salah satu kota di Indonesia yakni Surabaya. Berbicara soal pers dan hari pers nasional, ada cerita kelamnya profesi wartawan di Indonesia. Bagaimana ceritanya?

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985, hari pers nasional telah digodok sebagai salah satu butir keputusan kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dilaksanakan di kota Padang Sumatera Barat, pada tahun 1978. Kesepakatan tersebut terlepas dari kehendak masyarakat untuk menetapkan 1 hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun secara bergantian. Pada tahun ini, Surabaya akan menjadi tuan rumah untuk rapat dan peringatan hari pers nasional, dengan tema ‘penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital’. Acara ini diadakan di salah satu mal besar yakni Grand City Mall Surabaya. Dalam pesta pers ini, banyak yang dapat mendukung mulai dari kementerian, BUMN, dan UMKM dalam pengembangan ekonomi berbasis digital. Acara tahun ini diramaikan oleh kurang lebih 60 stand.

Khusus untuk stand PWI pusat, di sana akan dipajang berbagai karya pemenang Adinegoro 2018, seperti karya foto jurnalistik dan editorial kartun (kartun opini), dan ada pameran buku karya para wartawan yang bergabung dalam PWI. Tentu saja penampilan ini banyak didukung oleh mereka yang berasal dari kalangan pers maupun non pers.

Sejarah Kelam Pers Indonesia

Pers nasional dapat berkembang dan mencapai keberhasilan bukan tanpa alasan dan dukungan. Namun harus diketahui bahwa pers pernah mengalami masalah sejarah yang cukup kelam. Hari Pers Nasional masuk ke dalam salah satu sejarah lahirnya PWI.

Selain itu, organisasi PWI merupakan salah satu organisasi tunggal wartawan pada masa era Soeharto, yang lahir pada 2 Februari 1946. Dalam tulisan tersebut juga disebutkan bahwa pada era itu, pencetusan ide untuk memperingati Hari Pers Nasional muncul dalam Kongres PWI pada tahun 1978 yang saat itu diketuai oleh Menteri Penerangan, Harmoko. Pada tahun 1985, muncullah Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

Tidak hanya sampai informasi itu saja, namun Hari Pers Nasional sebenarnya menjadi topik utama yang banyak dibicarakan sebagai salah seorang budayawan, Taufik Rahzen, yang pernah mengusulkan adanya Hari Pers Nasional untuk masuk ke dalam surat kabar harian berbahasa Melayu yang dirilis oleh pribumi. Koran itu menyuarakan suara mereka terhadap kolonial. Hal ini jelas mengundang masalah bagi banyak penjajah karena bisa menimbulkan kudeta dan perginya penjajah.

Sejarah Pers di Orde Baru

Di sisi lain, hancurnya rezim Orde Baru kala itu menjadikan teman-teman pers yang bergabung merasa terbebas dan dapat menyuarakan berbagai hal yang kala itu menjadi hal yang membahayakan. Pada masanya, pers atau wartawan memiliki keterbatasan dalam menyuarakan pendapat ataupun informasi. Terutama melibatkan pemerintah.

Selain itu, banyak pers yang menghilang bahkan terbunuh pada masa Orde Baru yang menyebarkan informasi mengenai fakta pemerintah ataupun menyebarkan informasi yang salah dan bersifat memfitnah. Hal ini menjadikan banyak orang yang berprofesi pers menjadikan profesi menantang dalam menegakkan keadilan.

Setelah perjalanan panjang akhirnya kebebasan pers dimulai pada periode setelah Orde Baru mulai runtuh. Dengan dibentuknya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers oleh Presiden BJ Habibie, pers mulai mengembangkan profesi dan ranah sebagai penggiat informasi dan aturan tentang pers tersebut diberlakukan hingga saat ini. Secara norma tertulis, pers mendapatkan perlindungan hukum dan kebebasan di bawah naungan UU tersebut.

Sayangnya adanya UU yang diberikan presiden sebelumnya tidak menjamin keamanan pers pada masa tersebut. Hal ini dikarenakan masih banyak kejadian seperti pers yang tidak dilindungi dan masih terganggu kebebasannya.

Mereka seringkali mengalami kekerasan fisik tanpa adanya kejelasan terkait penyelesaian kasusnya. Bahkan tak jarang kantor pers diserang oleh orang yang tidak dikenal dan merusak atau melukai mereka. Namun kembali lagi, keprofesionalan mereka tetap diutamakan dan pers dikenal sebagai profesi tanpa rasa takut.

Merujuk dari sejarah pers pada awal kekuasaan Orde Baru, Indonesia dijanjikan keterbukaan serta kebebasan dalam berpendapat. Sehingga masyarakat berharap mereka dapat menyampaikan harapan terhadap negara, terutama saat Indonesia sudah bisa merdeka dan merasakan menjadi negara yang independen. Hal ini juga menjadikan masyarakat menyambut kepemimpinan pemerintahan Soeharto setelah mengalami keterpurukan pemerintah saat masa orde lama. Pemerintah saat itu harus memiliki berbagai pemulihan mulai dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, dan psikologis masyarakat.

Kasus Lainnya

Pada masa Orde Baru, banyak terjadi pemberedelan terhadap beberapa media massa nasional. Tepatnya pada tahun 1994, terdapat tiga media massa yang diberedel atau dicabut surat izin penerbitannya, yaitu Majalah Tempo, Majalah Editor, dan Majalah Detik.

Kasus kekerasan pada kalangan pers juga sempat terjadi hingga pasca era Reformasi. Berdasarkan catatan Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), terdapat 50 kasus kekerasan yang dialami kalangan pers pada tahun 2013. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut meliputi ancaman atau teror, pengusiran dan larangan peliputan, serangan fisik, sensor, tuntutan atau gugatan hukum, pemberedelan atau larangan terbit, regulasi, demonstrasi dan pengerahan masa, perusakan kantor, serta perusakan alat.

Undang-Undang Pers yang Berlaku

Pada saat undang-undang ini mulai berlaku:

1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 nomor 40, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2815) yang telah diubah terakhir Undang-undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1967 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 32, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3235).

2. Undang-undang Nomor 4 PNPS Tahun 1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1963 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2533), Pasal 2 ayat (3) sepanjang menyangkut ketentuan mengenai buletin-buletin, surat-surat kabar harian, majalah-majalah, dan penerbitan-penerbitan berkala, dinyatakan tidak berlaku.

Itulah penjelasan mengenai pers terutama Hari Pers Nasional yang pernah dilewati oleh Indonesia. Hal inilah yang menjadikan kita harus mengingat atau me-review kembali bahwa perjuangan Pers tidaklah sedikit dan mudah. Di sisi lain, kita juga harus memahami mengenai peranan pers di Indonesia yang cukup besar dalam sejarah Indonesia.
(nwy/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tampang Koruptor Rp 119 Miliar Saat Dibekuk di Bali

Jumat 08 Februari 2019, 08:05 WIB

Aditya Mardiastuti, Ist – detikNews

Denpasar detikNews – Sugiarto Wiharjo alias Alay akhirnya ditangkap setelah bertahun-tahun buron. Koruptor duit APBD di Lampung Rp 119 miliar tampak tenang saat ditangkap.

Saat ditangkap tim kejaksaan, Alay sedang bersantai makan di sebuah hotel di Tanjung Benoa, Bali. Bercelana pendek, Alay tenang menghadapi tim eksekutor dari Kejaksaan. Ia tetang, tanpa melawan.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

  • Pemeriksaan Lucu-lucuan Ala Dahnil Anzar

    DETIKNEWS | Kamis 07 Februari 2019, 20:22 WIB Dahnil Anzar Simanjuntak tak gentar menghadapi pemeriksaan polisi dalam kasus dugaan penyimpangan dana Apel dan Kemah Pemuda Kemenpora 2017

  • 20Detik

    Babi-babi Berharga di Amerika

    DETIKNEWS | Jumat 08 Februari 2019, 07:32 WIB Tahun baru Imlek jadi berkah tersendiri bagi pemilik babi di Amerika. Di Amerika, babi tak cuma diternak, tapi dijadikan teman hidup layaknya kucing dan anjing.

  • BPPT Gagas e-ID, Hasil Pengembangan dari e-KTP

    DETIKNEWS | Jumat 08 Februari 2019, 02:21 WIB Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggagas ide e-ID, yakni identitas elektronik multiguna sebagai pengembangan lebih lanjut dari e-KTP.

  • Foto News

    Potret Para Pengungsi Gempa di Morotai, Maluku

    DETIKPHOTO | Jumat 08 Februari 2019, 00:24 WIB Gempa M 5,3 membuat warga di Kecamatan Morotai Timur ini mengungsi keluar dari rumah mereka. Anak-anak terlihat tidur di lapangan terbuka tempat pengungsian.

  • Ma’ruf Amin Bukan Ulama Daun Salam

    DETIKNEWS | Kamis 07 Februari 2019, 19:24 WIB Ma’ruf Amin memuji setinggi langit sikap pasangannya di Pilpres 2019, Joko Widodo ke ulama. Ma’ruf menyebut Jokowi tak memandang ulama bak sepucuk daun salam.

  • TKN Vs BPN Debat Isu Kebocoran Anggaran

    DETIKNEWS | Kamis 07 Februari 2019, 22:25 WIB BPN Prabowo-Sandiaga dengan TKN Jokowi-Ma’ruf berdebat soal pernyataan capres nomor urut 02 tentang anggaran negara bocor 25%.

  • Ridwan Kamil Tepis Main Dua Kaki di Pilpres

    DETIKNEWS | Kamis 07 Februari 2019, 19:09 WIB Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklarifikasi kabar bermain dua kaki di Pilpres 2019. Kamil atau akrab disapa Emil menegaskan isu itu palsu alias hoax.

  • Fakta Mengejutkan Kasus Reva Alexa

    DETIKNEWS | Kamis 07 Februari 2019, 20:37 WIB Selebgram Reva Alexa dan kawannya, Iwan Kurniawan, menjadi tersangka kasus narkotika jenis sabu. Polisi menahan Reva.

  • Teror Pembakaran Mobil Merambah ke Grobogan

    DETIKNEWS | Kamis 07 Februari 2019, 21:53 WIB Teror pembakaran mobil tidak hanya terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kendal. Saat ini sudah merambah Grobogan. Sebuah mobil angkot dibakar.

  • Foto News

    Jokowi Ungguli Prabowo Versi Survei LSI

    DETIKPHOTO | Kamis 07 Februari 2019, 21:19 WIB LSI Denny JA merilis rangkuman hasil survei terkait elektabilitas capres-cawapres di enam kantong suara. Pasangan Jokowi-Ma’ruf memenangi lima kantong suara.

Potret Para Pengungsi Gempa di Morotai, Maluku

Jumat 08 Februari 2019, 00:41 WIB

Foto News

Dok BNPB – detikNews

Jakarta detikNews – Gempa M 5,3 membuat warga di Kecamatan Morotai Timur ini mengungsi keluar dari rumah mereka. Anak-anak terlihat tidur di lapangan terbuka tempat pengungsian.

Gempa magnitudo 5,3 membuat warga di Kecamatan Morotai Timur ini mengungsi keluar dari rumah mereka. Anak-anak terlihat tidur di lapangan terbuka tempat pengungsian.
 (Dok BNPB)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Bekas Gudang Obat RS Suyoto Bintaro Kebakaran

Liputan6.com, Jakarta – Kebakaran melanda bekas gudang obat di Rumah Sakit Suyoto Jalan Raya RC Veteran Kelurahan Bintaro Jakarta Selatan.

Penyebabnya diduga akibat hubungan apendek arus listrik.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Sukadi mengatakan, kebakaran terjadi Kamis (7/2/2019) sekitar 18.25 WIB.

Menurut keterangan saksi mata bernama Zainal Arifin, api berasal dari bekas gudang obat yang berada di lantai 2 rumah sakit tersebut.

“Saat saksi akan mengantar makan malam untuk pasien melihat kepulan asap dari lantai 2,” katanya.

Saat ini api sudah berhasil dijinakkan. Tidak ada korban jiwa dalam kebakarantersebut. Sementara, pihak rumah sakit masih menghitung jumlah kerugian.

“Api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.00 WIB menggunakan hydrant milik rumah sakit dan dua  unit mobil pemadam,” tutup dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini: