Top 3 Berita Hari Ini: Penampilan Terkini Veronica Tan Saat Dampingi Putranya

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang Veronica Tan. Meski sudah berpisah dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2018 , ia masih menarik perhatian banyak orang.

Dalam sebuah unggahan di Instagram pribadi putranya, Nicholas Sean, terlihat menampilan ia dan sang ibunda. Veronica tampak mengenakan atasan merah muda lengan pendek dan rambut hitamnya tampak diikat. Dalam video, ia memberikan dukungan kepada Sean yang membuka sebuah arena bermain airsoft sekaligus restoran bernama Bearhounds Airsoft & Cafe.

Mereka pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pengunjung yang telah hadir. Berita lain yang banyak diminati adalah tentang cara menyimpan cabai di dalam kulkas.

Cabai memang lebih awet kalau disimpan dalam suhu kulkas, tapi penangannya pun juga harus benar dan tepat. Apalagi suhu kulkas yang dingin kerap membuat cabai khususnya cabai merah akan cepat kering terutama jika dibiarkan terbuka.

Lalu bagaimana cara menyimpan cabai dalam kulkas agar selalu segar dan tidak mudah busuk? Berita ketiga yang menarik perhatian adalah tentang penanganan luka bakar. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja, termasuk di rumah.

Namun, tak semua orang memiliki pengetahuan yang memadai soal penanganan luka bakar. Kesalahan pertama adalah tidak segera mencuci luka bakar dengan air mengalir. Tapi alih-alih mengalirkan air pada luka bakar, banyak orang cepat-cepat mengoleskan bahan-bahan yang salah, seperti mentega, pasta gigi hingga susu dingin.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Jadi, mari kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Penampilan Terkini Veronica Tan Saat Dampingi Putranya

Veronica Tan selalu menjadi sorotan publik, terlebih setelah ia bercerai dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2018 lalu. Tak sedikit dari warganet yang penasaran seperti apa penampilan perempuan berusia 41 tahun tersebut saat ini.

Tanda tanya soal penampilan Veronica Tan kini terjawab lewat sebuah unggahan di Instagram pribadi putranya, Nicholas Sean. Pada 12 Maret 2019, Sean terlihat membagikan video singkat yang menampilan ia dan sang ibunda.

Selanjutnya…

Cara Menyimpan Cabai di Kulkas agar Tak Gampang Busuk

Banyak orang menyimpan cabai di dalam kulkas agar lebih awet. Tapi kalau terlalu lama diletakkan di dalam kulkas, cabai bisa berubah bentuk.

Masalah yang sering ditemui yaitu cabai jadi mudah kering bahkan busuk. Meski begitu ada trik khusus yang membuat cabai akan awet dalam dan selalu segar dari awal membeli sampai beberapa minggu kemudian.

Selanjutnya…

3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Tangani Luka Bakar

Luka bakar bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja, termasuk di rumah. Namun, tak semua orang memiliki pengetahuan yang memadai soal penanganan luka bakar, terutama yang grade sedang, seperti terkena knalpot, setrikaan, atau terciprat minyak panas.

dr Aryanto Habibie, SpBP-RE, spesialis bedah plastik yang berpraktik di RS Siloam Bogor menyebut tiga kesalahan yang sering dilakukan orang-orang saat membantu korban luka bakar maupun menangani luka bakar sendiri. Kesalahan yang terjadi itu bisa membuat luka bertambah buruk atau proses penyembuhan tak sempurna.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Fakta-fakta Terkini Banjir Bandang di Sentani

Fakta-fakta Terkini Banjir Bandang di Sentani Foto: Kondisi Banjir di Sentani (Binmas Polres Jayapura-Twitter @binmas_resjypr)

Jakarta – Banjir bandang dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua, menewaskan 58 orang. Banjir tersebut terjadi sejak Sabtu (16/3) malam.

Banjir diduga karena tingginya intensitas hujan dan dipicu akibat botaknya pegunungan Cycloops. Berikut fakta-fakta banjir bandang dan longsor di kawasan Sentani, Jayapura, yang dirangkum detikcom, Senin (18/3/2019).

1. Korban Tewas Mencapai 58 0rang

58 orang tewas akibat banjir dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua. Banjir tersebut juga membuat 4 ribuan warga mengungsi dan 350-an bangunan rusak-rusak. Sedangkan versi polisi, korban jiwa akibat banjir mencapai 70 orang.

“Korban meninggal 58 orang, 51 di Kabupaten Jayapura karena longsor dan banjir, 7 orang di Kota Jayapura karena tertimbun longsor,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jl Pramuka Raya, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

2. Banjir Disebabkan Intensitas Hujan yang Tinggi

Banjir ini bermula ketika daerah Sentani pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 17.00 WIT diguyur hujan. Hujan itu membuat longsor di bagian hulu yang materialnya menyumbat sungai hingga membuat air meluap.

“Karakteristik banjir bandang yang sering terjadi di Indonesia diawali adanya longsor di bagian hulu kemudian membendung sungai sehingga terjadi badan air atau bendungan alami,” ujar Sutopo.

Sutopo mengatakan, karena volume air terus bertambah, air meluap dan turun ke dataran bawah yang merupakan kawasan permukiman. Banjir membawa material kayu dan batu dan menerjang rumah warga.

3. Pesawat Twin Otter Rusak Diterjang Banjir

1 Pesawat twin otter yang tengah parkir di Lapangan Terbang Adventis Doyo, Sentani, Papua dan 1 helikopter rusak akibat diterjang banjir bandang malam tadi. Meski begitu, kondisi bandara Sentani tetap normal tanpa adanya gangguan jadwal penerbangan.

Sutopo mengungkapkan, dampak kerusakan diperkirakan masih terus akan bertambah karena hingga saat ini pendataan masih dilakukan. Sementara itu sejumlah daerah terdampak masih sulit dijangkau oleh tim SAR gabungan.

4. Dipicu Botaknya Gunung Cycloops

NPB menduga selain karena tingginya curah hujan, banjir di Sentani disebabkan karena rusaknya ekosistem di Gunung Cycloop, Jayapura, Papua. Kerusakan hutan di sana sudah berlangsung sejak lama.

Daerah pegunungan yang harusnya menjadi hutan sebagai daerah resapan dan penahan longsor malah disulap menjadi ladang dan kebun. Hasilnya, saat hujan deras longsor gampang terjadi.

“Kemudian digunakan untuk beberapa kebun, ladang dan sebagainya sehingga kerusakan hutan sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya,” tutur Sutopo.

5. Sentani Pernah Diterjang Banjir Bandang 12 Tahun Silam

Banjir bandang juga pernah melanda Sentani pada tahun 2007 silam. Banjir pada kala itu juga menimbulkan korban jiwa.

“Tahun 2007, di wilayah Sentani di sini pernah mengalami banjir bandang juga yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan yang ada di sana,” tutur Sutopo.
(rvk/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fakta Terkini Aksi Brutal Penembakan di Masjid New Zealand

Wellington – Pelaku aksi teror di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand) telah dijerat dakwaan pembunuhan. Pelaku juga diyakini bertanggung jawab atas teror mematikan selama 36 menit di dua masjid tersebut.

Tersangka yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant (28), seorang warga Australia, telah ditangkap otoritas Selandia Baru. Pada Sabtu (16/3) ini, Tarrant dihadirkan dalam persidangan di Christchurch.

Korban tewas sejauh ini dilaporkan mencapai sedikitnya 49 orang, dengan rincian 41 orang tewas di Masjid Al Noor, tujuh orang tewas di Masjid Linwood dan satu orang tewas di Rumah Sakit Christchurch.

Sedangkan korban luka mencapai 48 orang, namun hanya 39 orang yang masih dirawat di rumah sakit dengan 11 orang di antaranya menjalani perawatan intensif. Identitas maupun asal kewarganegaraan para korban tewas dan luka belum dirilis secara resmi oleh otoritas Selandia Baru.
Berikut fakta-fakta terkini terkait aksi teror ini:

Pelaku Teror Dijerat Dakwaan Pembunuhan

Tarrant telah dihadirkan dalam persidangan di Christchurch pada Sabtu (16/3) waktu setempat dan didakwa atas pembunuhan. Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern menyebut Tarrant sebagai ‘pelaku utama’. Dakwaan yang dijeratkan terhadap Tarrant masih bisa bertambah.

Kepolisian Selandia Baru meyakini Tarrant melakukan penembakan brutal di dua masjid — Masjid Al Noor dan Masjid Linwood — pada Jumat (15/3) waktu setempat.

Kedua masjid diketahui hanya berjarak 7 menit jika ditempuh dengan mobil. Aksi keji Tarrant yang menewaskan 49 orang itu dilakukan dalam kurun waktu 36 menit.

Pengadilan setempat menyatakan Tarrant akan ditahan hingga April mendatang.

Pelaku Mendapatkan Senjatanya Secara Legal

PM Adern menyatakan bahwa Tarrant mendapatkan senjata-senjata yang dipakainya dalam teror di Christchurch secara legal. Izin kepemilikan senjata api didapatkan Tarrant sejak November 2017.

Dalam aksi kejinya, Tarrant disebut menggunakan lima senjata api, termasuk dua senapan semi-otomatis dan dua shotgun. Satu pucuk senapan patah (lever action) juga disita dari Tarrant.

Menindaklanjuti fakta itu, PM Ardern bersumpah mengubah aturan kepemilikan senjata api di negaranya. “Undang-undang senjata api kita akan berubah,” tegas PM Ardern, tanpa menjelaskan lebih lanjut seperti apa perubahan yang akan dilakukan.

Seperti dilansir AFP, aturan hukum yang berlaku di Selandia Baru menyatakan siapa saja di atas usia 16 tahun bisa mengajukan izin kepemilikan senjata api. Izin itu akan berlaku selama 10 tahun setelah pemilik senjata api menyelesaikan uji keamanan dan pemeriksaan latar belakang oleh pihak kepolisian.


Pelaku Akan Lanjutkan Serangan Saat Ditangkap Polisi

Tarrant ditangkap sekitar 36 menit usai laporan aksi teror diterima polisi Selandia Baru pada Jumat (15/3) waktu setempat. Diyakini bahwa dia masih akan melanjutkan aksi kejinya jika tidak segera ditangkap polisi.

PM Ardern menyatakan bahwa jumlah korban tewas akan lebih banyak jika pelaku tidak segera ditangkap. Dia lantas memuji dua polisi yang berhasil menangkap Tarrant dengan cepat.

“Pelaku terus bergerak, ada dua senapan lainnya di dalam kendaraan yang dipakai pelaku dan jelas menjadi niat pelaku untuk melanjutkan serangannya,” ungkap PM Ardern dalam konferensi pers, Sabtu (16/3) ini.


Pelaku Berkeliling Dunia Sebelum Lakukan Teror di Christchurch

Tarrant yang warga Australia ini diketahui pernah bekerja sebagai personal trainer selama beberapa tahun di sebuah gym lokal di Grafton, New South Wales, Australia. Grafton merupakan kota asal Tarrant. Dia bekerja di sana sejak akhir tahun 2000-an.

Warga Grafton mengenal Tarrant sebagai pemuda menyenangkan yang terobsesi pada kebugaran. Dia juga berasal dari keluarga yang dihormati di sana. Manajer gym yang pernah bos Tarrant, Tracey Gray, menyebut pria berambut pirang itu terlihat ‘relatif normal’ saat bekerja untuknya.

“Dia tidak pernah menunjukkan pandangan ekstremis atau perilaku gila lainnya,” sebut Gray kepada media lokal Australia, Nine News, afiliasi CNN.

Saat mengetahui Tarrant melakukan teror mengerikan di Christchurch, Gray terkejut. Dia menduga Tarrant berubah menjadi ekstrem dan radikal saat melakukan perjalanan ke Eropa dan Asia pada awal tahun 2010-an.

PM Ardern mengonfirmasi Tarrant telah bepergian keliling dunia dan keluar-masuk Selandia Baru di sela-sela perjalanannya ke luar negeri. “Individu ini telah bepergian keliling dunia, dengan secara sporadis menghabiskan waktu di Selandia Baru,” sebutnya.


Manifesto Anti-Muslim Dikirim Pelaku ke PM New Zealand

Kantor PM Ardern mengonfirmasi pihaknya menerima salinan ‘manifesto’ yang ditulis Tarrant kurang dari 10 menit sebelum teror dimulai pada Jumat (15/3) kemarin.

Selain Kantor PM Ardern, ada 70 pihak lainnya yang menerima salinan manifesto itu sesaat sebelum teror terjadi di dua masjid — Masjid Al Noor dan Masjid Linwood — di Christchurch. Salinan itu diterima via email.

Tarrant sebelumnya diketahui sempat memposting secara online sebuah manifesto setebal 87 halaman, yang isinya menyebutkan alasannya melakukan penembakan brutal itu. Manifesto itu berisi pandangan anti-imigran, anti-muslim dan penjelasan mengapa serangan itu dilakukan.

Mereka yang juga menerima salinan manifesto antara lain, sejumlah politikus Selandia Baru, kemudian Ketua Partai Nasional Selandia Baru, Simon Bridges dan Ketua Parlemen Selandia Baru, Trevor Mallard, serta media massa baik domestik maupun internasional.

Menurut juru bicara PM Ardern, manifesto itu disusun seolah-seolah serangan telah terjadi. “Surat itu menyatakan alasannya melakukan serangan itu. Dia tidak menyebut ini hal yang akan dilakukan. Tidak ada kesempatan untuk menghentikannya,” sebut juru bicara PM Ardern dalam pernyataannya.

Seorang WNI yang Hilang Dipastikan Meninggal Dunia

Satu warga negara Indonesia (WNI) bernama Lilik Abdul Hamid yang sebelumnya dilaporkan hilang usai teror terjadi di Christchurch, telah dinyatakan meninggal. Kepastian meninggalnya Lilik dikonfirmasi oleh Duta Besar RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, dalam pernyataannya.

“KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 bahwa WNI a.n. Bapak Lilik Abdul Hamid (Pak Lilik) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat ini telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch,” demikian keterangan Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya.

Tantowi mengatakan telah mengunjungi kediaman Lilik di Christchurch untuk memberikan dukungan. Dia mengatakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga telah menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada istri korban, Nina Lilik Abdul Hamid.

Sebelumnya, Tantowi dan tim konsuler KBRI Wellington menjenguk WNI lain yang menjadi korban teror mematikan ini. WNI bernama Zulfirman Syah itu tengah menjalani perawatan medis di Christchurch Public Hospital. Zulfirman telah menjalani multiple operations dan saat ini masih mendapatkan perawatan medis.

“Kondisi anak dari Bapak Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini diketahui sudah stabil,” kata Tantowi.

KBRI Wellington mengapresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Zulfirman Syah selama masa perawatan di Christchurch Public Hospital.

(nvc/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kondisi Terkini Jalan Tol Ngawi-Kertosono yang Terendam Banjir

Liputan6.com, Surabaya – Jalan Tol Ngawi-Kertosono tepatnya di KM 604+000 Madiun, Jawa Timur masih terendam banjir. Hingga pukul 21.40 WIB,  jalur tersebut masih belum bisa dilewati.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim AKBP Bambang S Wibowo menyatakan, jalan tol masih belum dibuka.

“Belum, kami masih pertahankan kontra flow ke arah Solo,” tutur Bambang kepada Liputan6.com melalui pesan singkat, Kamis malam (7/3/2019) malam.

Dia mengatakan, belum ada perubahan kondisi banjir akan surut. “Masih belum ada perubahan, biasanya jelang tengah malam,” ucap dia.

General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Ngawi-Kertosono Kediri, Charles Lendra juga mengatakan hal yang sama mengenai update kondisi banjir di Tol Madiun.

“Masih contra flow,” ujar Charles kepada Liputan6.com melalui pesan singkat kepada Liputan6.com.

Sebelumnya, pada siang pukul 14.00 WIB, Charles mengaku banjir di jalan tol Ngawi Kertosono tepatnya di KM 604+000 Madiun, Jawa Timur, mulai surut, Kamis (7/3/2019).

Ketinggian banjir sudah surut namun masih mencapai 70 cm. Rekayasa lalulintas di Km 607+800 hingga Km 601+900 pun dilakukan dengan menggandeng pihak kepolisian.

Sementara itu, curah hujan tinggi sejak kemaren malam hingga menyebabkan sungai yang terletak di wilayah Simpang Susun Madiun KM 604+000 jalan tol Ngawi Kertosono meluap.

Puncaknya pada Rabu 6 Maret 2019 pukul 19.00 WIB, luapan air di Km 604+000 hingga Km 604+000 arah Jakarta mencapai batas reflector (guide post) atau setinggi 50 cm.

Sejak itu, sejumlah rekayasa lalu lintas demi keamanan pengguna jalan diberlakukan. Salah satunya, pengalihan lalulintas kendaraan Golongan I untuk tidak melewati wilayah jalan tol yang terdampak luapan sungai.

2 dari 3 halaman

Memancing

Di sisi lain, banjir yang melanda jalan tol juga dimanfaatkan warga sekitar untuk memancing. Bahkan foto dan video warga memancing di jalan tol viral.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo menuturkan, warga memancing mengincar ikan yang ikut meluap dari tambak di sekitar sungai dekat jalan tol.

“Ya mereka memancing, tapi tidak memancing di jalan tol itu, tapi mancingnya di bawah jembatan tol yang disitu ada tambak yang tergenang air,” ucap Bambang.

Foto-foto warga mencari ikan dan memancing itu memang beredar luas di media sosial (medsos). Tampak dari foto, sejumlah orang tengah asyik memancing dari flyover dan plengsengan tol Madiun yang terendam banjir.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

HEADLINE: Elektabilitas Terkini Jokowi Vs Prabowo, Bakal Stabil hingga 17 April?

Liputan6.com, Jakarta – Jokowi di atas angin. Elektabilitas atau tingkat keterpilihannya bersama Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 masih mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam hasil survei yang dilakukan tujuh lembaga, rata-rata selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi per Februari 2019 terpaut sekitar 20 persen. Apakah selisih tersebut akan stabil hingga hari H pencoblosan pada 17 April 2019?

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby menilai, selisih elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 dan 02 akan cenderung stabil hingga hari pemungutan suara. Namun, untuk angka elektabilitas dimungkinkan fluktuatif.

“Kalau selisihnya, sejak survei LSI pada Agustus 2018 hingga Februari 2019 stabil. Jadi kalau angkanya (elektabilitas) masih dinamis, tapi selisihnya cenderung stabil kurag lebih 20 persen,” kata Adjie saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/3/2019).

Dalam survei terakhir LSI pada Februari 2019 dengan menggunakan contoh surat suara, Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,9 persen dan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 9,9 persen.

Meski begitu, sambung dia, tetap ada beberapa faktor yang akan memengaruhi hasil Pilpres 2019 nanti berbeda dengan survei. Faktor partisipasi pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April nanti akan sangat berpangaruh.

“Kalau hari ini sampai hari H, faktor yang mempengaruhi elektabilitas terkait dengan isu dan apa yang dikerjakan tim kampanye. Untuk hari H pencoblosan, faktornya sangat tergantung dari tim pasanagan calon apakah bisa memobilisasi pemilih ke TPS atau tidak untuk mengonversi hasil survei menjadi pemilih riil,” ujar Adjie.

Ia juga menyatakan, keunggulan sekitar 20 persen belum aman untuk Jokowi.

Senada, Direktur Riset PolMark Eko Bambang Subiantoro pun menilai, elektabilitas Jokowi yang masih mengungguli Prabowo belum berada di zona aman. Meski dalam hasil survei PolMark di 73 dapil pada Februari 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 40,4 persen, dan Prabowo-Sandiaga 25,8 persen.

“Karena masih ada yang belum menentukan pilihan atau undecided voters sekitar 33,8 persen,” ujar Eko kepada Liputan6.com

Bila undecided voters tersebut ternyata memilih Prabowo pada 17 April, jelas dia, maka pasangan nomor 02 itu akan unggul 59,6 persen. “Tapi kecenderungannya, biasanya mereka (undecided voters) akan tersebar ke dua kubu, tidak akan full ke salah satunya.”

Menurut Eko, elektabilitas Jokowi 40,4 persen itu memang besar, tapi bukan angka yang maksimal. Sehingga perlu jadi alarm karena masih ada risiko terkejar Prabowo.

Infografis Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo. (Liputan6.com/Triyasni)

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyatakan, saat ini pihaknya masih berusaha terus menambah kemenangan dengan menjaga yang sudah ada dan menambah yang belum. Fokus utamanya untuk meraih suara swing voter di seluruh daerah Indonesia.

“Kita akan fokus di titik-titik tertentu yang memang menjadi sasaran kita. Titik-titik yang selama ini menjadi konsentrasi kita adalah wilayah Jawa Barat, Banten, sebagian Sumatera dan Indonesia Timur sebagian. Kalau di sisi umur pemilih, tentu umur-umur generasi X (milenial) perlu kita genjot lagi, dan masyarakat terpelajar,” beber politikus PKB ini.

Karding mengaku, pihaknya percaya dalam waktu dekat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin terus meningkat. Kami merasakan gerakan-gerakan di bawah mulai gencar dan masif. Untuk itu, semoga tidak ada sesuatu yang mengganjal ke depan dan kita harus mengatur dosis langkah-langkah pemenangan,” Karding memungkasi.

Terpisah, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso menyatakan, pihaknya telah memetakan beberapa lembaga survei yang diduga menjadi bagian dari tim kampanye kubu lawan. Perintah kepada seluruh lini mesin pemenangan untuk mengabaikan segala bentuk kampanye lewat lembaga survei partisan pun telah dikeluarkan.

“Tetapi cukup dibaca (hasil surveinya) sambil tersenyum,” ucap dia.

Priyo mengaku, kubunya memiliki survei investigatif yang dilakukan secara berkala oleh lembaga yang kredibel. Survei internal itu dilakukan untuk menakar dan mendalami tanda-tanda perubahan politik.

“Termasuk di Jawa yang merupakan pusat dari pertarungan dan demokrasi itu. Di Jawa kemarin lebih dikuasai kubu 01, tapi hari ini merangkak kami naik, sementara posisi Pak Jokowi menurun dari hasil survei kami. Sekarang posisi elektabiltasi Jokowi-Ma’ruf ada di posisi rawan dalam posisi sebagai petahana,” ungkap Priyo.

Tetapi, sambung dia, pihaknya belum cepat puas hati meski tren elektabilitas naik. “Selisihnya mendekati, tinggal 1 digit,” pungkas politikus Partai Berkarya ini. 

2 dari 4 halaman

Hasil Survei 7 Lembaga

1. LSI Denny JA

Elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Februari 2019. Selisih tingkat keterpilihan Jokowi dengan Prabowo berkisar 27,8 persen.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,9 persen.

“Jokowi-Amin tetap unggul, dengan selisih tetap sekitar 20%,” ujar peneliti LSI Ardian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa 5 Maret 2019.

Pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 9,9 persen. Namun, besaran dukungan kepada kedua pasangan calon dan pemilih mengambang belum 100 persen lantaran LSI menambahkan suara tidak sah.

“LSI mencoba memotret secara lebih akurat, dengan menggunakan simulasi menyodorkan kertas suara dalam kegiatan survei. Hasilnya, suara tidak sah tercatat sebesar 0,5 persen,” jelas Ardian.

Sementara, dilihat dari tren elektabilitas tiga bulan terakhir, Jokowi-Ma’ruf cenderung mengalami peningkatan. Dibandingkan Prabowo-Sandiaga yang angkanya cenderung stagnan.

Pada Desember 2018, Jokowi-Ma’ruf memiliki elektabilitas 54,2 persen. Angka itu naik 54,8 persen pada Januari 2019. Sampai naik sekitar 3,9 persen, atau menjadi 58,7 persen pada Februari 2019.

Prabowo-Sandiaga stagnan di kisaran 30 persen. Pada Desember 2019 sebesar 30,6 persen. Januari 2019, 31 persen. Sampai Februari 2019, 30,9 persen.

Survei elektabilitas capres-cawapres ini menggunakan simulasi surat suara. Besaran responden 1.200 yang diwawancarai tatap muka dalam rentang waktu 18-25 Februari 2019. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen.

2. Cyrus Network

Lembaga Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen. Responden yang belum memutuskan 3,7 persen dan yang tidak menjawab 1,6 persen. Selisihnya 20,3 persen.

Sementara itu, sebanyak 77,5 persen responden telah menetapkan pilihannya dalam Pemilu 2019. Hal tersebut terdiri dari 47,8 persen pemilih tetap Jokowi dan 29,7 persen pemilih tetap Prabowo. Hasan mengatakan, hal ini membuat tingkat kepastian pemilih memilih Jokowi lebih tinggi dibanding Prabowo.

Survei dilakukan pada 18 Januari hingga 23 Januari 2019, atau tepatnya usai penyelenggaraan debat perdana pada 17 Januari. Survei dilakukan menggunakan sistem multistage random sampling dan menggunakan wawancara tatap muka.

Jumlah responden yang dilibatkan 1.230 orang di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

3. Charta Politika

Hasil survei Charta Politika pada Januari 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas pasangan nomor 01 dan 02 terpaut 19,1 persen. 

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bilang, elektabilitas kedua pasangan ini relatif stagnan karena kemantapan dari pemilih yang loyal, sudah besar.

“Ada pola kecenderungan stagnan dari kedua kandidat di dua bulan terakhir ini,” kata Yunarto, Rabu (16/1/2019).

Survei ini digelar sejak 22 Desember 2018 – 2 Januari 2019 dengan 2.000 responden. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan kuisioner terstruktur. Margin of error-nya 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.



3 dari 4 halaman

4. Survei Polmark

Hasil survei yang dirilis lembaga survei Polmark menyatakan, Jokowi-Ma’ruf dalam kondisi tidak aman. Berdasarkan survei yang dilakukan di 73 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia, Jokowi unggul 14,6 persen.

Jokowi-Ma’ruf meraih 40,4 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga meraih 25,8 persen. “Sementara sisanya, sekitar 33,8 persen belum menentukan pilihan atau undecided voters,” kata Eep Saefulloh Fatah, Founder dan CEO Polmark Indonesia, Selasa 5 Maret 2019.

Walau unggul, elektabilitas Jokowi belum terbilang aman sebab tak selazimnya, seorang petahana atau Jokowi memiliki elektabilitas di bawah 50 persen. Eep menjelaskan, survei yang dilakukan Polmark dilakukan di 73 dapil se-Indonesia melalui 73 survei berbeda, sejak Oktober 2018 hingga Februari 2019.

Di tiap surveinya untuk tiap dapil, survei melibatkan 440 orang. Sementara khusus untuk Jabar 3, melibatkan 880 orang.

Menggunakan metode multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error sekitar 4,8 persen serta tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

5. Survei Populi Center

Survei Populi Center juga menunjukkan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga. Selisih keduanya terpaut 23,1 persen.

Survei ini menunjukkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 31,0 persen. Adapun yang tidak menjawab sebesar 14,9 persen.

“Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan-bulan sebelumnya,” kata peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

Survei ini dilakukan pascadebat pertama pilpres 2019, yakni 20-27 Januari 2019, dengan metode wawancara tatap muka.

Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

6. Survei Median

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertarung di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 47,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen. Jarak antarkedua pasangan ini hanya sekitar 9,2 persen.

Pada survei November 2018 lalu, suara Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen. Jika dibandingkan sekarang, hanya naik 0,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga di November 2019, 35,5 persen atau naik 3,7 persen dari survei terbaru.

Survei dilakukan 6-15 Januari 2019 dengan 1.500 responden yang tersebar di semua provinsi. Margin of error +- 2,5 persen.

Metodologi survei Pilpres 2019 yang digunakan adalah multistage random sampling dan proporsional.

7. Survei CRC

Lembaga survei Celebes Research Center (CRC) mengatakan elektabilitas Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 56,1 persen, pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31,7 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen. Selisih keduanya cukup jauh, 24,4 persen.

Survei dilakukan pada 23-31 Januari 2019, dengan 1.200 responden. Dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 2,83 persen pada selang kepercayaan 95.0 persen.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Elektabilitas Terkini Jokowi dan Prabowo Versi 4 Lembaga Survei

Liputan6.com, Jakarta 43 hari menjelang pencoblosan Pilpres 2019, para calon presiden, baik Jokowi maupun Prabowo Subianto terus menggenjot tingkat keterpilihannya atau elektabilitas. Seperti apa hasilnya?

Berikut ini hasil survei terbaru elektabilitas Jokowi dan Prabowo dari sejumlah lembaga survei: 

1. Survei Cyrus Network

Lembaga Survei Cyrus Network merilis hasil survei elektabilitas antara pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dalam simulasi surat suara, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen. Responden yang belum memutuskan 3,7 persen dan yang tidak menjawab 1,6 persen. Selisihnya 20,3 persen.

Sementara itu, sebanyak 77,5 persen responden telah menetapkan pilihannya dalam Pemilu 2019. Hal tersebut terdiri dari 47,8 persen pemilih tetap Jokowi, dan 29,7 persen pemilih tetap Prabowo. Hasan mengatakan, hal ini membuat tingkat kepastian pemilih memilih Jokowi lebih tinggi dibanding Prabowo.

Survei dilakukan pada 18 Januari hingga 23 Januari 2019. Atau tepatnya usai penyelenggaraan debat perdana pada 17 Januari. Survei dilakukan menggunakan sistem multistage random sampling dan menggunakan wawancara tatap muka.

Jumlah responden yang dilibatkan 1.230 orang di 34 provinsi. Margin of error survei +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

2 dari 5 halaman

2. Survei LSI

Lembaga penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, merilis hasil survei yang dilakukan 18-25 Januari 2019, salah satunya tentang pengaruh elektabilitas Capres Cawapres, seusai debat perdana 17 Januari 2019 lalu.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dibandingkan Prabowo-Sandiaga. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 54,8 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,0 persen. Sementara yang masih belum memutuskan, atau rahasia, maupun tidak tahu dan tidak jawab, sebesar 14,2 persen.

Pasca debat kenaikan elektabilitas masing-masing paslon tidak signifikan. Jokowi-Ma’ruf naik 0,6 persen, dan Prabowo-Sandiaga naik 0,4 persen.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah 1.200 responden. Prosesnya menggunakan wawancara tatap muka dengan kuesioner, dan margin of errornya -/+ 2,8 persen.

3 dari 5 halaman

3. Survei Median

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei elektabilitas dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bertarung di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 47,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen. Jarak antarkedua pasangan ini hanya sekitar 9,2 persen.

Pada survei November 2018 lalu, suara Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen. Jika dibandingkan sekarang, hanya naik 0,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga di November 2019, 35,5 persen atau naik 3,7 persen dari survei terbaru.

Survei dilakukan 6-15 Januari 2019 dengan 1.500 responden yang tersebar di semua provinsi. Margin of error +- 2,5 persen.

Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dan proporsional.

4 dari 5 halaman

4. Survei CRC

Lembaga survei Celebes Research Center (CRC) mengatakan elektabilitas Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 56,1 persen, dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31,7 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen.

Survei dilakukan pada 23-31 Januari 2019, dengan 1.200 responden. Dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 2,83 persen pada selang kepercayaan 95.0 persen.


Reporter: Syifa Hanifah

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Manajer MU Jelaskan Kondisi Terkini Alexis Sanchez

Jakarta Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer berharap cedera Alexis Sanchez tidak parah. Alexis Sanchez, mengalami cedera lutut. 

Cedera itu didapatkan pemain timnas Chile itu saat MU menang 3-2 atas Southampton, dalam laga pekan ke-29 Premier League, di Old Trafford, Sabtu (2/3/2019).

Menghuni skuat inti, Alexis Sanchez harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-52. Posisi mantan winger Arsenal tersebut kemudian digantikan Diogo Dalot.

“Kami belum tahu. Dia mengalami cedera di lututnya. Mungkin ligamennya. Kami akan melakukan pemindaian besok (Minggu (3/3/2019)),” jelas Solskjaer.

“Semoga ini tidak akan terlalu buruk, tetapi kami tidak akan tahu sampai melakukan pemindaian. Tentu saja, kami harus menunggu sampai saat itu,” paparnya.

Bagi Alexis Sanchez, ini adalah cedera yang ketiga pada musim ini. Sebelumnya, dia juga mengalami cedera hamstring dan paha. Alhasil, Sanchez menepi selama 40 hari dan melewatkan 10 laga yang dimainkan MU.

Sumber: bola.com

Dapat Mosi Tidak Percaya, Kepala LIPI: Tunggu Tim Penyelaras

Jakarta – Profesor riset dan peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua LIPI Laksana Tri Handoko. Handoko menilai tak semestinya ada gerakan tersebut.

“Dalam konteks di atas, gerakan dan manuver dari sebagian kecil peneliti senior dan pensiunan peneliti LIPI tidak sepatutnya dilakukan,” ucap Handoko lewat pesan singkat, Kamis (28/2/2019).

Dia menegaskan LIPI merupakan lembaga akademis yang menjunjung tinggi kebebasan akademis berdasarkan etika ilmiah. Namun di sisi lain, LIPI juga lembaga eksekutif pemerintahan yang mengacu pada regulasi dan etika ASN bagi civitas di dalamnya.


Menurut Handoko, sebaiknya seluruh pihak menunggu hasil kerja Tim Penyelaras yang sudah dibentuk KemenPAN-RB dan Kemenristekdikti. Dia mengatakan bila ada bagian dari eksekusi yang perlu diperbaiki semestinya segera dicari solusinya.

Salah satu alasan dilayangkannya mosi tidak percaya yakni Handoko dinilai mengingkari kesepakatan untuk menghentikan sementara reorganisasi di LIPI. Handoko mengatakan reorganisasi sebagai produk hukum yang telah melalui proses panjang sehingga tak bisa dianulir dengan mudahnya.

Handoko juga mengatakan reorganisasi dilakukan untuk perbaikan di tubuh LIPI. Dia tidak sepakat bila reorganisasi membuat kinerja LIPI menurun.

“Reorganisasi ditujukan untuk meningkatkan tata kelola, produktifitas dan kinerja LIPI di bidang litbang. Selain untuk menyesuaikan tata kelola sesuai dengan regulasi terkini. Dengan proses reorganisasi yang baru berjalan beberapa minggu bagaimana mungkin membuat layanan dan reputasi LIPI merosot,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, profesor riset dan peneliti utama LIPI melayangkan mosi tidak percaya terhadap Handoko. Mereka menilai Handoko mengingkari kesepakatan tentang pengkajian ulang kebijakan reorganisasi.

“Kepala LIPI ternyata tidak menepati janji untuk menghentikan reorganisasi dan redistribusi sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh kedua belah pihak dan imbauan tersebut,” kata perwakilan profesor dan peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo, di gedung Widya Graha lantai 7, LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Hermawan mengatakan ada sembilan alasan lain yang melatarbelakangi munculnya mosi tidak percaya tersebut. Profesor dan peneliti menilai saat ini sistem dan tata kelola internal LIPI telah rusak, pelayanan publik LIPI juga merosot, dan reputasi LIPI sebagai pemegang otoritas keilmuan hancur.

Atas berbagai alasan tersebut, para profesor dan peneliti LIPI menyatakan tak percaya pada kepemimpinan Handoko. Karena itu, mereka mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Handoko.

Diberitakan sebelumnya, Handoko memang menandatangani kesepakatan bersama profesor dan peneliti tentang pengkajian ulang kebijakan reorganisasi LIPI. Dalam kesepakatan itu, terdapat 5 poin tuntutan para profesor dan peneliti utama LIPI.

Handoko bersedia menandatangani dengan catatan poin 1 dan poin 5 dalam kesepakatan itu dikaji lebih dulu. Berikut ini 5 tuntutan para peneliti yang ditandatangani Handoko pada 8 Februari 2019 ini:

1. Menghentikan sementara (moratorium) kebijakan reorganisasi LIPI
2. Membentuk Tim Evaluasi Reorganisasi LIPI yang beranggotakan perwakilan dari masing-masing kedeputian
3. Mengkaji ulang kebijakan reorganisasi LIPI dengan melibatkan seluruh civitas LIPI secara inklusif, partisipatif, dan humanis
4. Merumuskan visi, rencana strategis, dan peta jalan (road map) LIPI dengan tahapan yang terukur dan jelas
5. Selama proses pengkajian ulang berlangsung, maka tata kelola LIPI dikembalikan pada struktur sesuai dengan Perka LIPI No 1/2014.

Seusai pertemuan, Handoko menjelaskan alasannya yang sempat tidak mau menandatangani 5 tuntutan dari peneliti LIPI tersebut karena poin 1 dan 5 berbenturan dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2018.

“Jadi memang kalau reorganisasi itu sebenarnya bukan hanya saya prosesnya. Jadi yang jelas proses itu melibatkan banyak pihak khususnya KemenPAN-RB. Kedua, memang kita ada proses pemindahan pusat yang standardisasi nasional. Itu kalau kita pakai kan itu gugur padahal sesuai perpres itu harus sudah dipindah, jadi tak mungkin, kasihan juga yang sudah ke sana, itu amanah Perpres Nomor 4 Tahun 2018,” paparnya.
(jbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kasus Prostitusi, Begini Kondisi Terkini Artis VA

Liputan6.com, Surabaya – Tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA sudah hampir sebulan ini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati menduga artis VA mengalami gangguan psikologis akibat terlalu lama berada dalam sel.

Hal tersebut diungkapkannya saat mendatangi Mapolda Jatim untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi itu.

Dia menilai, artis VA butuh konseling untuk meringankan beban psikologisnya.

“Kami tadi mengusulkan kepada penyidik supaya VA bisa dilakukan pemulihan secara psikologis melalui konseling,” tutur Sri di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, secara kasat mata, artis VA terlihat sehat. Namun, tak berarti VA baik-baik saja.

“Dia sehat, hanya saja merasa tidak nyaman. Mungkin karena didalam sel. Kami usulkan bisa dilakukan pemulihan dengan cara konseling yang akan dilakukan lembaga layanan yang ada di Surabaya,” ujar Sri.

Sebelumnya, artis VA menjalani rawat inap di rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Sabtu 2 Februari 2019.

Artis VA rencananya dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jatim pada hari ini. Namun, pemindahan tersebut batal atau ditunda lantaran VA mendadak terserang penyakit diare.

“Kita percaya saja kalau memang VA mengatakan sakit diare. Tentunya alasan yang sampaikan butuh penjelasan dokter,” tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Barung memastikan Polri menjamin kesehatan setiap tahanan. Jika ada keluhan dari pasien, tentunya dokter akan memeriksan dan melakukan observasi. “Dokter pastinya akan melakukan observasi untuk memastikan sakit yang dikatakan VA,” ujar Barung.

Artis VA juga pernah mengidap penyakit sinus yang sudah lama dideritanya. Hal itu sempat disampaikan kuasa hukum Vanessa, Rahmat Santoso di Surabaya yang dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

“Iya, memang VA juga sakit sinus. Dokter juga ngomong kok,” kata Barung di Mapolda Jatim.

Artis VA masih menjadi tahanan Polda Jatim yang dirawat di rumah sakit. Namun sayang belum ada kejelasan hingga kapan VA harus menjalani perawatan.

2 dari 3 halaman

Pernah Dirawat karena Maag Akut

Dia juga sempat menderita sakit maag akut usai menjalani serangkaian pemeriksaan selama 12 jam di gedung Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Artis VA akhirnya dirawat di Ruang Anggrek 4 Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat 1 Februari 2019.

Salah satu tim penasehat hukum, VA Rahmat Santoso menuturkan, akibat sakit tersebut berat badan VA turun hingga 6 kilogaram. “Kondisi VA masih drop. Sekarang VA masih sakit. Sekarang berat badannya turun 6 kilogram,” tutur Rahmat pada saat itu.

Rahmat menegaskan, kliennya akan kooperatif dalam menjalani pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik. Pihaknya berharap masalah hukum yang menjerat VA segera selesai. Sebab VA masih muda, yang mana masa depannya masih panjang.

“Saya mendampingi VA karena terdorong rasa kemanusian. Semoga VA bisa melalui persoalan ini dan proses hukum segera selesai,” ujar Rahmat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

PSSI Revisi Keputusan Komdis di 2018

Liputan6.com, Jakarta Komite Eksekutif (Exco) PSSI merevisi sejumlah keputusan Komisi Disiplin (Komdis) yang diputuskan pada 2018 lalu. Langkah ini dilakukan sesuai dengan amanah kongres PSSI 20Januri 2019 di Bali yang lalu, tentang kewenangan yang diberikan kepada Exco untuk melalakukan review  terhadap keputusan Badan Yudisial itu.

Ada tiga buah keputusan Komdis yang direvisi dan sudah diputuskan lewat Surat Keputusan (SK).Satu SK fokus terhadap pelanggaran disiplin yang ditimbulkan oleh perilaku suporter yang mengakibatkan klub dijatuhi denda.

PSSI memutuskan untuk mengembalikan sebagian nilai denda kepada klub sebagai dukungan finansial dalam program edukasi suporter yang harus dilakukan di klub. Keputusan sekaligus program ini akan melibatkan semua klub peserta Kompetisi Liga-1 2018.

Selain itu Exco PSSI juga merevisi keputusan Komdis yang menjatuhkan sanksi kepada dua orang suporter Arema, Yully Sumpil dan Fanny. Kedua Aremania itu sebelumnya dilarang memasuki stadion.

Langkah yang sama juga dilakukan terhadap suporter Persib Bandung yang dilarang ke stadion menggunakan atribut. Menurut Exco PSSI, kedua hukuman ini tidak bisa terlaksana mengingat implentasi keputusan komdis, yang tidak dapat dijalankan karena kondisi terkini infrastruktur kompetisi.


2 dari 3 halaman

Alasan PSSI

Jenis keputusan komdis yang dinilai tidak bisa dijalankan adalah, larangan kepada (individu) untuk memasuki stadion dan larangan bagi penonton masuk/menonton pertandingan di dalam stadion tanpa menggunakan atribut, termasuk nyanyian, koreo dan semua hal yang terafiliasi dengan klub.

Dua hal ini, PSSI menilai, dalam implementasiya tidak hanya mengalami kendala tetapi justru berpotensi menimbulkan masalah baru, pelanggaran disiplin.

“Keputusan ini, diambil setelah dilakukan telaah panjang dan hati hati. Dengan tujuan yang terukur, yaitu perbaikan kualitas penyelenggaraan pertandingan, dibarengi upaya edukasi supporter oleh Klub,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha seperti keterangan resmi yang diterima media.

PSSI akan terus melanjutkan kajian, evalusi terhadap semua keputusan komdis lainnya. Termasuk yang berhubungan dengan Kompetisi Liga-2.

3 dari 3 halaman

Video