Selain Joko Driyono, 2 Ketua Umum PSSI Ini Sempat Bermasalah dengan Hukum

Jakarta Sejak mendeklarasikan diri sebagai organisasi sepak bola tertinggi Tanah Air pada 19 April 1930, tercatat 17 figur bercokol sebagai Ketua Umum PSSI. Mulai dari Soeratin Sosrosoegondo hingga yang terkini Joko Driyono yang berstatus caretaker menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri pada saat kongres tahunan awal 2019 ini.

Sejak pertama kali berdiri PSSI sering mencuatkan banyak kontroversial. Mulai dari keberanian PSSI melakukan perlawanan ke penjajah Belanda dan Jepang, kasus-kasus yang melibatkan Timnas di pentas internasional, hingga kisruh internal organisasi yang tak berkesudahan sejak 2011 silam.

Sebagai organisasi yang memayungi sepak bola, olahraga paling populer di Indonesia, merupakan sesuatu hal yang wajar jika PSSI seringkali mendapat sorotan dari banyak pihak. Di sepanjang sejarahnya mencuat sejumlah figur kontroversial yang duduk di singgasana kepemimpinan PSSI.

Joko Driyono yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor oleh Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri bukan orang pertama yang tersandung kasus hukum.

Sebelumnya ada dua orang lainnya Ketua Umum PSSI yang juga harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka bahkan sempat merasakan derita ada di balik jeruji besi.

2 dari 3 halaman

La Nyalla Mattalitti

Selama lima tahun terakhir, nama La Nyalla Mahmud Mattalitti begitu nyaring terdengar di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Ia jadi figur sentral kasus dualisme federasi serta kompetisi dan kini pembekuan PSSI. Daftar sikap kontroversialnya banyak semenjak aktif sebagai pengurus teras di PSSI pada tahun 2011 silam.

Figur pria asal Makassar ini sebetulnya bukan orang baru di dunia sepak bola. Tercatat, ia adalah salah satu pendiri Yayasan Suporter Surabaya (YSS) yang saat ini lebih dikenal dengan Bonek YSS. Bersama enam tokoh suporter lainnya, La Nyalla membidani lahirnya kelompok suporter militan asal Surabaya ini pada 3 November 1994 lalu.

Setelah kelahiran YSS, nama La Nyalla seperti hilang ditelan bumi. Ini tak lepas dari kesibukannya mengurusi bisnis kontraktor yang ia geluti. Karena itu, ia memilih berada di belakang layar dan mempercayakan jalannya yayasan ke mendiang Wastomi Suheri.

Setelah tujuh tahun sejak berdirinya YSS, pada 2011 La Nyalla justru muncul lagi di dunia olahraga sebagai wakil ketua KONI Jatim era kepemimpinan Saifullah Yusuf. Dari sinilah cikal bakal La Nyalla menggeluti organisasi sepak bola.

Ada pun konflik Persebaya dengan PSSI era Nurdin Halid yang membuat La Nyalla terpanggil. Ia bersama pelaku sepak bola di Jawa Timur serta mayoritas klub di provinsi paling timur pulau Jawa itulah yang mendorong La Nyalla melakukan perlawanan terhadap PSSI kala itu. Ia mendirikan PSSI tandingan dengan basis di Surabaya.

Tampaknya, perlawanan yang dilakukan La Nyalla ini mengundang simpati klub-klub di Jawa Timur. Tak heran, di awal 2011 La Nyalla didorong maju dalam pencalonan Ketua Pengurus Provinsi (sekarang Asosiasi Provinsi) PSSI Jatim. Ia pun terpilih sebagai Ketua Pengprov PSSI Jatim.


Ketua Umum PSSI 2011-2015, Djohar Arifin Husin (kiri) berbincang dengan La Nyalla Mattalitti saat Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya, (18/4/2015). Kongres menetapkan La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI 2015-2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)


Perlawanan yang ia lakukan semakin getol. Bersama mayoritas voters, La Nyalla pun terus berupaya melengserkan kepengurusan PSSI era Nurdin Halid. Arus besar yang menghendaki pergantian Ketua Umum PSSI inilah yang kemudian membuat FIFA turun tangan dan membentuk Komite Normalisasi yang bertugas menggelar Kongres PSSI.

Melalui Kongres PSSI pada 9 Juli 2011 La Nyalla terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Namun, tak lama setelah ia menjabat sebagai anggota Exco PSSI bidang hukum, La Nyalla bersama ketiga anggota Exco lainnya, Toni Aprilani, Roberto Rouw, dan Erwin Budiawan didepak oleh Komite Etik PSSI karena dianggap melanggar kode etik.

La Nyalla pun melawan, ia bersama Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menggelar KLB di Hotel Mercure Ancol pada 18 Maret 2012. Di forum itu, La Nyalla terpilih sebagai ketua KPSI-PSSI untuk menandingi PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Pada 2013, melalui perjanjian antara KPSI dan PSSI yang dimediasi oleh AFC, pria yang menjabat sebagai ketua ormas Pemuda Pancasila Jatim kembali masuk ke PSSI. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret 2013, La Nyalla pun terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Setelah masa kepengurusan Djohar selesai, La Nyalla maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Ia pun terpilih sebagai ketua umum PSSI lewat Kongres PSSI pada 17 Maret 2015 di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Namun, hanya saat setelah ia terpilih, Menpora Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif terhadap kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla. Kegaduhan pun terjadi, roda organisasi yang ia pimpin lumpuh akibat hukuman tersebut.

Selain oleh Kemenpora, status PSSI juga dibekukan sejak bulan Mei 2015 oleh FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menjatuhkan sanksi ke PSSI karena intervensi pemerintah (Kemenpora). Hal yang dinilai tabu oleh FIFA.

Selama setahun ia terpilih sebagai nakhoda PSSI, kepemimpinan La Nyalla tak berhenti digoyang prahara. Ditekan Kemenpora ia sama sekali tak takut. Hingga saat ini klub-klub anggota belum ada yang berani menggoyang kepengurusannya. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kaamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim. Suara-suara yang menginginkan digelarnya Kongres Luar Biasa PSSI untuk mencari pemimpin baru mulai bermunculan.

Gara-gara huru hara antara pemerintah dengan La Nyalla, FIFA sempat menjatuhkan vonis pembekuan keanggotaan selama setahun lebih. Otoritas tertinggi sepak bola dunia menilai pemerintah Indonesia terlalu ikut campur dalam urusan sepak bola.

La Nyalla Mattalitti, tetap keras hati menolak mundur sekalipun jadi tersangka.  Ia minta publik menghormati proses pengadilan hingga memiliki kekuatan hukum tetap. Ia secara kontroversial menuding Menpora, Imam Nahrawi, menjadi dalang penetapan status tersangka di kasus uang hibah Kadin Jatim.

La Nyalla akhirnya terpingirkan dari PSSI karena terkena penahanan oleh kepolisian. PSSI kemudian menggelar Kongres Luar Biasa dengan memunculkan Edy Rahmayadi sebagai nahkhoda baru.

Dalam persidangan pada 17 Desember 2016, La Nyalla diputus bebas. Walau divonis tak bersalah, kursi kekuasaannya di PSSI hilang.

3 dari 3 halaman

Nurdin Halid

Menggantikan Agum Gumelar, Nurdin Halid terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Rapat Anggota PSSI di Hotel Indonesia tahun 2003. Ia dikenal sebagai sosok kontroversial karena beberapa kali memimpin organisasi dari balik terali besi penjara.

Pada 16 Juli 2004, pria asal Makassar tersebut ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam  distribusi minyak goreng.

Pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Hanya saja putusan itu kemudian dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007. MA memvonis Nurdin dua tahun penjara.

Selanjutnya ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum.

Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Nurdin Halid kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng. Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat sebagai ketua umum sebuah asosiasi sepak bola nasional.

Nurdin Halid (Liputan6.com/Johan Tallo)

Karena alasan tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Agum Gumelar (Ketua KONI), dan juga FIFA bersuara kritis ke NH.

FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi kepada PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum. Namun, Nurdin tetap bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Kekuasaannya tidak goyah sekalipun ia mengendalikan organisasi dari penjara.

Kontroversi muncul saat ia merubah statuta PSSI, berkaitan dengan status ketua umum. Statuta yang sebelum berbunyi “harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal” (They…, must not have been previously found guilty of a criminal offense) diubah dengan menghapuskan kata “pernah” (have been previously).

 Arti harafiah dari pasal tersebut menjadi “harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal” (must not found guilty of a criminal offense). Para anggota PSSI menyetujui perubahan tersebut. Posisi Nurdin aman sebagai Ketua Umum PSSI.

Sepanjang masa kepemimpinanya sejumlah kasus mencuat. Mulai dari penghilangan status degradasi kompetisi kasta tertinggi, pelanggaran disiplin di pentas kompetisi, hingga kasus-kasus dugaan pengaturan skor.

Nurdin jadi public enemy pencinta sepak bola Indonesia, karena di saat bersamaan prestasi Timnas Indonesia di berbagai event internasional terpuruk. 

Desakan meminta Nurdin lengser dari PSSI seusai Piala AFF 2010. Pengusaha minyak, Arifin Panigoro, terlibat aktif menggoyang kepengurusan PSSI. Ia menggelontorkan dana besar untuk membiayai pelaksanaan kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia.

Walau begitu pria kelahiran 17 November 1958 tetap percaya diri memimpin PSSI. Ia pun bersama Nirwan Dermawan Bakrie kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI pada 2011. Ia menjegal duet George Toisutta-Arifin Panigoro untuk ikut bersaing. Suporter dari berbagai penjuru Tanah Air turun ke jalan mendemo PSSI.

Untuk mengamankan jabatannya ia menggelar kongres di Kepulauan Riau. Sayangnya kongres berakhir ricuh. FIFA kemudian mengambil keputusan tegas melarang Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, Arifin Panigoro, ikut serta dalam pemilihan pemimpin di PSSI. Di sisi lain Menpora, Andi Mallarangeng, juga membekukan status kepengurusan PSSI.

Nurdin secara menyakitkan lengser dari PSSI digantikan oleh Djohar Arifin. Sang mantan manajer klub PSM Makassar dan Pelita Jaya tersebut mengaku trauma. Ia kini memilih tak mau lagi jadi pengurus bola untuk kemudian fokus di Partai Golkar.

Kondisi Rutan Medaeng Over Kapasitas Disorot Cawapres Sandiaga

Sidoarjo – Cawapres Sandiaga Uno membesuk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng. Sandi menyoroti kapasitas rutan klas I tersebut. Sebab, kapasitan Rutan Medaeng dihuni 700 orang, padahal saat ini dihuni 2.900 orang. Apalagi, 80 persen tahanan kasus narkoba.

“Yang perlu kita soroti adalah over kapasity. Di sini kapasitasnya hanya 700, tapi 2.900 yang menempati lembaga pemasyarakat ini. Dan 80 persen lebih dihuni oleh pengguna narkoba,” kata Sandi usai menjeguk Dhani di Rutan Medaeng, Sabtu (16/2/2019).

Over kapasitas lembaga pemasyakatan ini, jelas dia, menjadi catatan tim Prabowo-Sandi. Menurutnya situasi tersebut hampir terjadi di seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia.


“Ini menjadi catatan kita. Ini sudah terjadi di lembaga pemasyarakatan yang sudah dibanjiri para napi yang terkena kasus narkoba dan menjadi pengguna. Kita sudah menjadi narkostate. Negara yang darurat terhadap narkoba. Karena mau dibangun beberapa pun juga kapasitasnya kalau jumlah narkoba meningkat seperti ini, tentu akan membludak,” ungkap Sandi.

Membludaknya tahanan, Sandi mengibaratkan sebuah kapal jika dihuni banyak penumpang akan tenggelam dan karam.

“Ibarat kapal yang kapasitasnya 100 penumpang, ini diisi lebih dari 500 penumpang, berarti ini akan bisa mengakibatkan kapal kecelakaan, karam. Mungkin bisa mengakibatkan masyarakat akan kehilangan sanak saudaranya, sangat memprihatinkan,” jelas Sandi.

Sementara itu saat ditanya apakah melakukan kampanye ke penghuni rutan, Sandi mengaku hanya bertemu Dhani.

“Saya tidak kampanye, tadi hanya ketemu Mas Ahmad Dhani saja,” tandasnya sambil berlalu.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

3 Fakta Jenis Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Korban tewas akibat ledakan granat di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat bertambah menjadi dua orang. Mereka adalah Muhammad Ibnu Mubarok (11) dan Muhammad Doni (11). Sementara, Khoirul Islami (10) masih dalam perawatan intensif di RSUD Leuwiliang dan kondisinya kini berangsur membaik.

Sebelumnya, ketiganya menemukan sebuah kaleng susu di area lapangan Minggu, 10 Februari 2019. Korban Mubarok membawanya pulang. Setelah beberapa hari di rumah, sang ibu Siti Nurhasanah membuangnya ke kebun dekat rumah, Selasa, 12 Februari 2019.

Dua hari kemudian, kaleng susu berisi granat aktif tersebut diambil kembali putranya. Korban membawanya ke dekat rumahnya. Bersama Doni dan Khoirul, ketiganya memainkan granat tersebut dengan cara dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai tubuh mereka.

Akibat ledakan tersebut Mubarok tewas ditempat, sedangkan Doni dan Khoirul selamat. Namun, Doni tak mampu bertahan. Pada Kamis malam, 14 Februari kemarin, kondisi korban menurun hingga meninggal di RSUD Leuwiliang.

Olah TKP langsung dilakukan, Jumat, 15 Februari 2019, untuk mengidentifikasi jenis granat aktif yang telah menewaskan dua anak. Apa saja fakta-fakta yang berhasil ditemukan?

2 dari 5 halaman

1. Bukan Granat Tangan

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan Detasemen Peralatan TNI AD Bogor dari barang bukti berupa serpihan granat, bahwa bahan peledak itu bukan jenis granat tangan.

“Saat ini kami tengah menelusuri lebih detail supaya bisa simpulkan amunisi apa yang meledak kemarin, karena belum tahu produksi tahun berapa,” kata Komandan Detasemen Peralatan Bogor Letkol CPM Asep Rachmatsyah.

Bom yang meledak hingga menewaskan dua bocah laki-laki disebut Asep memang masuk dalam kategori granat. Namun, yang membedakan adalah cara menggunakannya.

“Kalau granat tangan dibuka kunci lalu dilempar. Kalau jenis ini menggunakan senjata pelontar,” ungkapnya.

Kekuatan daya ledak granat pelontar ini mencapai radius 10-15 meter dan masuk dalam kategori mematikan.

3 dari 5 halaman

2. Jenis Bahan Peledak

Selain TNI AD, Tim Labfor Bareskrim Polri juga diturunkan untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisis dan uji laboratorium.

“Kita akan analisis dengan Jibom dan merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

4 dari 5 halaman

3. Ketegori Ledakan High Explosive

Namun, dari kesimpulan sementara, ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” ucap Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan, kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” ujar Jakarta.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

KPU Surakarta Mulai Rakit 8 Ribu Kotak Suara

Liputan6.com, Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta mulai merakit sebanyak 8.715 kotak suara untuk Pemilu 2019. Perakitan dilakukan di kantor KPU Solo, Jumat 15 Februari 2019.

KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan pihaknya mempekerjakan 18 tenaga kerja. Perakitan kotak suara ditargetkan dapat selesai pada pekan depan atau Jumat 22 Februari 2019.

Menurut dia, perakitan kotak suara untuk Pemilu 2019 di Kota Surakarta dilaksanakan sesuai petunjuk surat edaran pusat agar segera melaporkan jika ada kekurangan atau kerusakan kotak suara.

“Jumlah kotak suara itu, dengan rincian lima kotak suara dikalikan 1.732 TPS, dan ditambah 11 kotak kali lima kecamatan di Solo, sehingga totalnya 8.715 kotak,” kata Nurul seperti dilansir dari Antara, Sabtu (16/2/2019).

Namun, lanjut dia, KPU belum menemukan kotak suara yang rusak sampai Jumat malam.

Kotak suara tiba di KPU Surakarta secara bertahap mulai awal November 2018 hingga awal Januari 2019. Kotak suara dalam kondisi terbungkus plastik besar hitam. Kotak suara diamankan ke gudang KPU dengan lantai terlebih dahulu diberikan palet agar logistik pemilu itu tidak rusak.

2 dari 3 halaman

Dibungkus Plastik

Nurul mengatakan setiap kotak suara yang selesai dirakit langsung dibungkus plastik warna bening dan disusun lima tingkat untuk mengantisipasi kerusakan karena terkena air hujan.

Menyinggung soal kotak suara yang diterima apakah masih kurang, kata Nurul, memang masih ada kekurangan terutama untuk melayani yang mobile seperti pemilih di rumah sakit.

“Kami masih kekurangan sekitar 51 kotak suara untuk mobile atau kotak suara jemput bola,” kata Nurul.

Menyinggung soal surat suara di KPU Surakarta, Nurul menjelaskan yang sudah datang dikirim dari pusat untuk Pilpres, sedangkan untuk Pileg belum sampai di Solo. KPU berharap kedatangan surat suara Pileg terjadwal sehingga tidak perlu penyewa gudang penyimpanan lagi untuk logistik

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

4 Klarifikasi BMKG soal Gelombang Tinggi dan Isu Gempa Megathrust di Mentawai

Liputan6.com, Jakarta – Tidak hanya melulu soal gempa, lewat laman resminya, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkap sejumlah cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Tak tanggung-tanggung,peringatan dini BMKG dikeluarkan dan berlaku untuk tiga hari ke depan soal potensi gelombang tinggi yang menyasar lima daerah di Tanah Air. Yaitu Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Isu akan adanya gempa bumi megathrust di Mentawai akhir Februari ini juga tak luput dari perhatian pihak BMKG.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, ramalan gempa yang dimuat dalam sejumlah media massa tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah

Jadi apakah benar gempa bumi megathrust akan terjadi di Mentawai? Berikut klarifikasi BMKG terkait cuaca ekstrem dan gempa:

2 dari 6 halaman

1. Gelombang Tinggi 2,5 hingga 4 meter

Dalam keterangan resminya, BMKG mengonfirmasi akan terjadi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut BMKG kondisi ini disebabkan akibat kecepatan angin berkekuatan tinggi berkisar 4-25 knot.

“Waspada untuk beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5-4,0 meter di Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua,” kata BMKG dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (15/02/2019).

3 dari 6 halaman

2. Gelombang Sedang di Selat Malaka

Selain gelombang tinggi, daerah lain yang diperkirakan bakal terjadi gelombang sedang terjadi Selat Malaka bagian Utara hingga Laut Arafuru.

Ketinggian gelombang dilaporkan bisa mencapai 1,25-2,5 meter. Imbauan pun dilontakan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuik lebih waspada.

“Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” ungkap BMKG.

4 dari 6 halaman

3. Gempa Bumi Megathrust di Mentawai?

BMKG menegaskan kabar akan adanya gempa bumi megathrust di Mentawai akhir Februari nanti adalah tidak benar.

Karena konsep pemicu gempa akibat benda luar angkasa hingga saat ini masih bersifat spekulatif dan belum terbukti secara empirik.

BMKG juga tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi. Sehingga jika berkembang berita adanya prediksi atau ramalan gempa dengan kekuatan sekian dan akan terjadi di waktu dan tempat, itu dipastikan itu berita bohong atau hoaks.

“Masyarakat tidak layak mempercayainya. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya akan terjadi,” kata dia.

Daryono juga mengungkap bahwa segmentasi megathrust di Indonesia lebih dari 16 lokasi, dengan sesar aktif berada di lebih dari 295 lokasi. Artinya gempa bumi kapan saja dapat terjadi, berkekuatan besar, menengah, atau kecil.

“Tetapi kita baru dapat menilai potensinya di kawasan tertentu dan belum mampu memprediksi,” tambah Daryono.

5 dari 6 halaman

4. Gelombang Tinggi di Sulawesi Barat

Sementara itu, BMKG juga memprediksi perairan Sulawesi Barat untuk satu minggu ke depan berpotensi terjadi gelombang tinggi.

“Kurun waktu sepekan ke depan ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar diprediksi mencapai 0,5 hingga 1,25 meter dan gelombang tertinggi yakni 0,25 sampai dua meter diperkirakan terjadi pada tanggal 16 Februari 2019. Namun, secara umum ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar berkisar 0,25 sampai 1,5 meter,” ungkap Prakirawan BMKG Majene, Ayu Indrawati yang dihubungi Antara, Jumat (15/2/2019).

“Jadi, kami mengimbau para nelayan agar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang yang cukup tinggi di wilayah perairan Sulbar,” tambahnya.

Akibat ketinggian gelombang di wilayah perairan Sulbar itu juga, menyebabkan pelayaran kapal feri KM Laskar Pelangi dari Mamuju ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlayar pada Rabu, 13 Februati tertunda sampai hari ini.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Labfor Polri Analisa Jenis Granat yang Meledak Tewaskan 2 Anak di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Selain TNI AD, polisi juga menurunkan tim Labfor Bareskrim Polri untuk menyelidiki ledakan granat yang terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Kejadian tersebut mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu lainnya luka parah. Ketiganya merupakan warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Empat petugas Labfor Bareskrim Polri tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB, Jumat (15/2/2019). Mereka kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara tepatnya di rumah Mubarok, salah satu korban tewas.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria menyatakan belum bisa menyimpulkan jenis bom yang meledak itu, karena masih harus dilakukan serangkaian analisa dan uji laboratorium.

“Kita akan analisa dengan Jibom merekonstruksi kembali untuk menentukan granat jenis apa,” kata Jakaria.

Namun hasil kesimpulan sementara ledakan itu berkekuatan high explosive dan umumnya digunakan TNI. Sebab, ada tiga orang korban, dua diantaranya meninggal dunia.

“Kalau high explosive kan suhu panas tinggi di lubang bekas ledakan. Tapi kan yang kita selidiki apa yang meledak,” terang Jakaria.

Untuk mengetahui jenis bahan peledak tersebut, pihaknya sudah membawa serpihan bekas komponen granat dan residu yang menempel di dinding pagar untuk diuji laboratorium.

“Kita akan berkoordinasi dengan Jibom merekonstruksi kembali kira-kira jenisnya apa. Kalau hanya melihat serpihan kita tidak bisa menentukan jenisnya apa,” terang Jakarta.

Dari pangamatan di lapangan, petugas terlihat mengukur kedalaman lubang lantai akibat dampak ledakan granat tersebut. Tak cuma itu, mereka juga mengambil sampel abu bekas ledakan yang menempel di dinding pagar rumah Mubarok.

Setelah itu, mereka mengamati serpihan bom granat dalam kantong plastik hitam yang dibawa petugas Polsek Cibungbulang.

Hingga pukul 15.20 WIB, tim Labfor Bareskrim Polri masih berada di lokasi kejadian. Beberapa diantaranya sedang meminta keterangan orangtua dari Ibnu Mubarok.

2 dari 3 halaman

Gara-gara Bermain Kaleng Susu

Sebelumnya, tiga anak terkena ledakan granat di Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Satu orang bernama Muhammad Ibnu Mubarok (11) tewas di lokasi kejadian. Dua temannya yakni Muhammad Doni (10) dan Khoirul Islami (10) terluka parah.

Doni akhirnya meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB, saat menjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang. Doni mengalami luka cukup parah di bagian kaki dan tangan.

Kejadian bermula saat Mubarok, Doni, dan Khoirul bermain kaleng susu berisi granat aktif. Mubarok kemudian mengeluarkan granat tersebut di samping rumahnya.

Setelah itu, ketiganya memainkan granat itu dengan cara dipukul-pukul dengan menggunakan batu hingga akhirnya meledak dan mengenai tubuh mereka.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Cara Sembuhkan Flu dengan Aktivitas Sederhana, Sering diabaikan

Liputan6.com, Jakarta Saat musim hujan, penyakit yang kerap menghantui adalah flu. Influenza atau flu merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Meski terkesan sepele, penyakit flu cukup menganggu dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Seseorang dapat menderita flu disebabkan sejumlah faktor, yaitu ketika musim dingin daya tahan virus lebih kuat karena tingkat kelembaban rendah, penularan virus melalui udara, dan kurangnya paparan sinar matahari juga berpengaruh terhadap penurunan daya tahan tubuh.

Penularan virus influenza berawal saat seseorang batuk, bersin, dan bicara. Udara yang terinfeksi tersebut dapat menular ke orang lain dengan media udara, menggunakan barang-barang secara bersama dan kemudian berpindah ke tangan, mata, hidung atau mulut.

Gejala dari infeksi virus influenza dapat langsung dirasakan atau dapat tertunda hingga 10 hari setelah terinfeksi. Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah dapat dengan mudah tertular virus influenza.

Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika terus dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Banyak orang yang menyepelekan penyakit flu. Padahal penyakit ini merupakan penyakit yang mudah menular.

Sebenarnya ada beberapa aktivitas yang kurang disadari dapat mempercepat proses penyembuhan flu. Beberapa orang sering mengabaikan aktivitas-aktivitas ini saat terserang flu. Berikut 5 aktivitas yang dapat sembuhkan flu namun sering diabaikan dliansir Liputan6.com dari WebMD, Jumat(15/2/2019).

2 dari 3 halaman

Cara cepat sembuhkan flu ini sering diabaikan

Tetap di rumah dan banyak istirahat

Penyakit flu adalah penyakit menular. Anda tidak dapat mengabaikan sakit flu yang Anda derita. Ketika Anda sakit, Anda harus menjaga diri Anda sendiri. Tubuh Anda membutuhkan energi ekstra ketika melawan infeksi. Jika Anda sedang flu, terutama jika Anda demam, Anda akan merasa lebih lemah dan kelelahan. Mengabaikan penyakit flu bisa membuat gejala yang Anda derita lebih buruk.

Pada hari pertama saat mendapat gejala flu, hubungi kantor atau sekolah Anda dan beri tahu mereka bahwa Anda ingin beristirahat selama beberapa hari. Manfaatkan waktu ini untuk mengistirahatkan tubuh. Meringkuk di sofa, habiskan waktu untuk membaca, menonton DVD, atau tidur agar Anda dapat melawan virus yang sedang menyerang. Cobalah untuk tidur dengan bantal ekstra di bawah Kepala Anda. Mengangkat kepala akan membantu meringankan hidung tersumbat.

Tidur yang cukup adalah kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan ketahanan tubuh Anda terhadap kuman. Sebuah studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam semalam hampir tiga kali lipat berisiko terkena flu. Jika Anda sedang flu dan gejalanya membuat Anda tidak bisa tidur, cobalah untuk tidur siang. Anda perlu istirahat tambahan.

Minum Banyak Cairan dan Makan yang Cukup

Pastikan Anda mendapat lebih banyak cairan saat terkena flu. Tidak semua harus berupa air putih. Jus buah, minuman isotonik, dan sup dengan kaldu juga dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan saat flu.

Cairan akan menjaga sistem pernapasan Anda agar tetap terhidrasi dan membantu mengubah lendir yang jahat dan kental menjadi cair yang bisa Anda keluarkan. Hal ini baik karena jika lendir menumpuk di paru-paru Anda dapat menyebabkan infeksi.

Saat Anda sedang tidak enak badan, Anda mungkin tidak nafsu makan. Tetapi Anda harus tetap makan, cobalah makanan ringan dan bergizi untuk membantu Anda pulih dari flu. Buah dan sayuran seperti pisang atau wortel dapat menjadi pilihan tepat untuk disantap saat flu.

3 dari 3 halaman

Sakit flu sering disepelekan

Uapi Tubuh Anda

Untuk dapat menurunkan demam Anda dapat mengompres badan Anda dengan handuk basah. Anda juga dapat duduk di kamar mandi beruap. Duduklah di kamar mandi dengan pintu tertutup. Nyalakan shower dengan air hangat. Biarkan shower menjadi panas sampai ruangan terisi dengan uap lembab.

Aktivitas ini dapat melembabkan saluran hidung Anda dan dapat membantu Anda rileks. Jika Anda pusing karena flu, lakukan teknik penguapan ini sambil duduk di kursi terdekat.

Berhenti Merokok

Merokok memang buruk bagi paru-paru Anda, bahkan ketika Anda sedang dalam keadaan sehat. Meski begitu, para perokok memiliki resiko lebih banyak terserang flu dibandingkan dengan ornag yang tidak merokok. Gejala flu yang dihadapi juga lebih buruk dan akan bertahan lebih lama dalam tubuh.

Sel-sel yang rusak di paru-paru Anda akan membuat Anda lebih sulit melawan flu. Jika Anda sakit, berhentilah merokok.

Segera Minum Obat

Flu kadang disertai demam, hal ini karena tubuh Anda sedang mengeluarkan panas untuk melawan virus flu. Biasanya, demam flu akan berlangsung tiga hingga lima hari. Terkadang Anda juga menderita batuk dan pusing.

Kerap disebut sebagai penyakit sepele, banyak orang yang tak segera minum obat kala terserang sakit flu. Padahal segera minum obat merupakan langkah yang penting.

Obati demam dan rasa sakit yang menyertai flu dengan obat yang dijual bebas di apotik. Tanyakan kepada dokter Anda mana obat yang tepat untuk Anda.

5 Fakta 2 Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan Granat Kaleng Susu

Liputan6.com, Jakarta Sebuah granat aktif meledak di permukiman warga, tepatnya di Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nahas, seorang bocah tewas akibat terkena ledakan tersebut.

Namun, belakangan korban meninggal bertambah menjadi dua orang. Muhammad Doni (11) mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Leuwiliang setelah menderita luka parah akibat terkena ledakan granat.

Cerita berawal saat korban Muhammad Ibnu Mubarok (11) tengah bermain bersama kedua temannya, Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10)  di sekitar area lapangan tembak yang berada di kampung sebelah, Minggu, 10 Februari 2019.

Mereka lalu naik ke lereng Gunung Kapur. Di area tersebut mereka menemukan sebuah kaleng susu yang diduga berisi ganat aktif di semak-semak. Ketiganya langsung membawanya pulang.

Dua hari kemudian oleh sang ibu, Siti Nurhasanah, kaleng tersebut dibuang ke kebun yang tak jauh dari rumahnya. Bagaimana hingga akhirnya kaleng berisi granat aktif itu meledak hingga jatuh korban?

2 dari 7 halaman

1. Kaleng Susu yang Dibuang Diambil Korban

Berdasarkan keterangan saksi, bocah Mubarok mengambil lagi kalang susu yang sudah dibuang ibunya, pada Kamis kemarin.

“Kamis siang tadi, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu,” kata Ita, Kamis, 14 Februari 2019.

Korban kemudian membawanya ke dekat rumahnya. Doni dan Khoirul yang ada di sekitar lokasi ikut bermain. Ketiganya memukul-mukul kaleng berisi granat itu dengan menggunakan batu hingga terjadi ledakan.

Saat terdengar ledakan keras, warga langsung berhamburan ke sumber bunyi. Begitu tiba mereka melihat Mubarok dan kedua temannya telah tergeletak.

3 dari 7 halaman

2. Meninggal Akibat Ledakan

Akibat insiden tersebut bocah Mubarok meninggal secara mengenaskan di lokasi kejadian dengan luka di kepala. Sementara, dua lainnya selamat, namun menderita luka berat pada bagian kaki dan tangan.

“Kami melihat korban yang meninggal mengalami luka di kepala,” kata Sarifudin, warga sekitar.

Sementara, Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena membenarkan kejadian tersebut. Tiga anak menjadi korban dan satu di antaranya meninggal dunia.

Ita menambahkan korban tewas dan luka-luka dibawa ke RSUD Leuwiliang.

Setelah 2 jam, jenazah bocah Mubarok langsung dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

4 dari 7 halaman

3. Korban Meninggal Jadi 2 Orang

Bersama korban Mubarok, Muhammad Doni (11) dan Khoirul Islami (10) juga ikut menjadi korban akibat ledakan granat aktif. Awalnya kedua teman korban dikabarkan selamat, namun Muhammad Doni belakangan dilaporkan meninggal dunia.

Warga Kampung Wangun Jaya RT 02/06, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini menghembuskan nafas terakhir pada Kamis 14 Februari kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.

Dia meninggal dunia saatmenjalani perawatan intensif di RSUD Leuwiliang.

Saat ini, satu anak lainnya atas nama Khoirul Islami (10) masih dirawat menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang lantaran mengalami luka di kedua kakinya.

5 dari 7 halaman

4. Sempat Dibuang Ibu

Mendapati kaleng susu yang dibawa anaknya, Siti Nurhasanah sempat membuangnya ke kebun dekat rumah korban pada Selasa (12/2/2019). Dia juga tak sadar kalau kaleng tersebut berisi bahan peledak granat aktif.

“Kamis siang tadi, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu,” kata Ita, Kamis, 14 Februari 2019.

Namun, kaleng itu kembali dipungut Mubarok bersama dua temannya. Mereka lantas memainkan kaleng tersebut.

6 dari 7 halaman

5. Kaleng Dipukul Pakai Batu

Asyik sendiri, Mubarok memainkan kaleng itu. Doni dan Khoirul yang ada di sekitar lokasi turut ikut bermain. Mereka memukul-mukul kaleng itu menggunakan batu.

Mengejutkan, kaleng itu tiba-tiba mengeluarkan ledakan. Sontak ketiga korban langsung mengalami luka parah.

“Kamis kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, korban mengambil kembali kaleng susu yang sempat dibuang oleh ibunya itu. Kemudian oleh ketiganya dipukul-pukul pake batu lalu meledak,” ungkap Agus.


Reporter: Rifqi Aufal Sutisna

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Timur Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah timur Indonesia. BMKG pun mengeluarkan peringatan dini yang berlaku untuk tiga hari kedepan.

“Waspada untuk beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5-4,0 meter di Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua,” kata BMKG dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (15/02/2019).

Kondisi ini, menurut BMKG, terjadi akibat kecepatan angin tinggi berkisar 4-25 knot. Beberapa wilayah juga berpotensi terkena gelombang sedang 1,25-2,5 meter di beberapa wilayah seperti Selat Malaka bagian Utara hingga Laut Arafuru.

BMKG mengimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran nelayan dan sejumlah kapal yang akan melaut.

“Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” imbuh BMKG.


Reporter: Fifqi Aufal Sutisna

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PD: Alhamdulillah, Kondisi Ibu Ani Stabil

Jakarta – Kondisi istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang terkena kanker darah disebut stabil. Namun, dokter masih menjalankan tindakan medis yang intensif.

“Kondisi Ibu Ani, stabil alhamdulillah dan dokter saat ini masih intensif menjalankan perawatan kepada Ibu,” kata Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Rico Rustombi saat dikonfirmasi, Jumat (15/2/2019).

Rico dan sejumlah elite Partai Demokrat lain seperti Jansen Sitindaon tengah berada di National University Hospital (NUH) Singapura. Elite-elite Partai Demokrat seperti dua Wasekjen PD Andi Arief dan Rachland Nashidik sebelumnya telah menjenguk Ibu Ani.

PD: Alhamdulillah, Kondisi Ibu Ani StabilFoto: Rico Rustombi (Ari Saputra)

Mantan juru bicara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilgub DKI 2017 itu mengatakan, PM Singapura Lee Hsien Loong rencananya akan menjenguk Ani Yudhoyono siang waktu Singapura. Dia menyebut waktu kunjungan PM Singapura menjenguk Ibu Ani pukul 11.45 waktu Singapura.

“Ya, PM dan DPM di rencanakan akan besuk Ibunda Ani di NUH pukul 11.45,” sebut Rico.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>