Gempa NTB: 40 Turis Terjebak di Air Terjun, 2 Meninggal, 5 Dievakuasi

Mataram – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengevakuasi lima wisatawan dari sekitar 40 orang wisatawan di air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Mereka kena longsor pascagempa 5,8 SR yang mengguncang daerah itu.

“Dari informasi yang kami terima baru bisa dievakuasi 5 orang, 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan,” kata Kepala BPBD NTB Muhammad Rum di Mataram sebagaimana dilansir Antara, Minggu (17/3/2019).

Para wisatawan ini tertimpa tanah longsor akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara selatan yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani tersebut. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik.

Menurut dia, saat ini BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara sudah mengirimkan empat ambulance ke lokasi kejadian.

Sebelumnya, Nusa Tenggara Barat diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR), Minggu (17/3) pukul 14.07 WIB atau 15.07 Wita, namun tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,60 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer (km).

Pusat gempa berada di laut pada jarak 24 km timur laut Kabupaten Lombok Timur, 36 km timur laut Kabupaten Lombok Utara, 37 km barat laut Pulau Panjang, Kabupaten Sumbawa, dan 63 km timur laut Kota Mataram.

(asp/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selamatkan Keluarga Terjebak Banjir Tol Ngawi, Badan Aiptu Sujadi Gatal-gatal

Kediri – Aiptu Sujadi sempat merasakan gatal-gatal di tubuhnya setelah menyelamatkan satu keluarga terjebak banjir di tepi Tol Ngawi-Kertosono. Kendati begitu, anggota Satlantas Polres Kediri ini bersyukur bisa menyelamatkan keempat korban.

“Setelah penyelamatan itu badan saya gatal semua, banyak semut besar-besar di tempat itu,” kata Aiptu Sujadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2019).

Baur Mutasi di Samsat Satlantas Polres Kediri ini mengaku tak sempat mengamati kondisi lingkungan tempat satu keluarga terjebak banjir di KM 585, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Ular atau binatang buas lainnya yang mungkin saja menghampirinya, tak sempat difikirkan.

Yang ada di dalam kepalanya kala itu hanya secepat mungkin mengevakuasi para korban dari tengah banjir. Terlebih lagi dia melihat ada 2 balita yang nyawanya sedang terancam. Dengan pakaian lengkap, dia melompat ke air menyelamatkan para korban.
“Karena semakin lama airnya makin tinggi. Benar-benar berpacu dengan waktu saat itu,” terangnya.

Rasa gatal yang dirasakan di tubuhnya saat itu terbayar dengan selamatnya keempat korban. Setelah memastikan satu keluarga itu dalam kondisi membaik, dia bergegas menuju ke rest area Tol Ngawi-Kertosono.

“Saya menuju ke rest area terdekat untuk membersihkan diri, lalu langsung pulang. Tak masalah, yang penting mereka bisa selamat,” kenang Aiptu Sujadi.

Aksi penyelamatan korban banjir yang dilakukan Aiptu Sujadi ini diabadikan oleh istrinya menggunakan kamera ponsel, Kamis (7/3). Video tersebut lalu diposting di facebook pada hari yang sama pukul 16.19 WIB. Video yang diposting Nanda Sapto Wati, istri Aiptu Sujadi menjadi viral di medsos.

Selain Aiptu Sujadi dan keluarganya, sepasang pria dan wanita pengguna jalan tol Ngawi-Kertosono juga ikut membantu penyelamatan satu keluarga tersebut. Aksi heroik mereka berhasil menyelamatkan 2 anak balita, serta ibu dan paman dari balita tersebut.

Mereka adalah Arif (47), Fitroh (35), Siva (5) dan Khamim (3). Keempat orang satu keluarga ini sempat terjebak banjir selama 2 jam. Saat itu mereka berusaha keluar dari banjir yang sudah merendam rumah mereka dengan menuju ke tempat yang lebih tinggi, yaitu jalan Tol Ngawi-Kertosono.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Istri dan Anak Aiptu Sujadi Kompak Bantu Keluarga Terjebak Banjir Tol Ngawi

Kediri – Aksi penyelamatan satu keluarga terjebak banjir di tepi Tol Ngawi-Kertosono juga melibatkan anak dan istri Aiptu Sujadi. Mereka memberi makanan dan baju ke korban yang sudah kedinginan dan kelaparan.

Tak hanya sibuk mengabadikan aksi penyelamatan korban banjir, istri Aiptu Sujadi, Nanda Sapto Wati juga menolong Siva (5), balita yang selama 2 jam terjebak banjir di tepi jalan Tol Ngawi-Kertosono. Setelah diangkat dari air, Siva dibawa kepada dirinya oleh putranya yang saat itu ikut membantu.

“Bajunya dilepasin oleh istri saya, lalu diselimuti supaya tak kedinginan. Setelah itu dipakaikan kaus, itu kaus punya saya,” kata Aiptu Sujadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2019).


Selama 2 jam, Siva bersama adiknya, Khamim (3), ibunya Fitroh (35) dan pamannya Arif (47) terjebak banjir di tepi jalan Tol Ngawi Kertosono, KM 585, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara Khamim mendapat pertolongan dari pengguna tol lainnya. Dia diberi jaket untuk mengganti pakaiannya yang basah akibat banjir.

Tak hanya kedinginan dan ketakutan, lanjut Aiptu Sujadi, kedua balita itu juga kelaparan. “Kedua balita itu menangis minta makan. Kebetulan ada sedikit makanan dan susu di mobil, sama istri saya diberikan ke mereka,” terang pria yang kini menjabat Baur Mutasi di Samsat Satlantas Polres Kediri.

Sementara Fitroh, ibu dari kedua balita tersebut juga mendapat baju ganti dari istri Aiptu Sujadi. Para korban lantas berjalan kaki menuju ke lokasi pengungsian sekitar 500 meter dari tempat mereka terjebak banjir.

“Mau saya antar ke polsek, tapi mereka memilih berkumpul dengan warga yang lain di tempat pengungsian,” tandas Aiptu Sujadi.

Aksi penyelamatan yang dilakukan Aiptu Sujadi ini diabadikan oleh istrinya. Video tersebut lalu diposting di facebook di hari yang sama pukul 16.19 WIB. Video yang diposting Nanda itu menjadi viral di media sosial.

Selain Aiptu Sujadi dan keluarganya, seorang pria dan wanita pengguna jalan Tol Ngawi-Kertosono juga ikut membantu penyelamatan satu keluarga tersebut. Aksi heroik mereka berhasil menyelamatkan 2 anak balita, serta ibu dan paman dari balita tersebut. Keempat orang ini sempat terjebak banjir selama 2 jam.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Satu Keluarga 2 Jam Terjebak Banjir di Tol Ngawi

Ngawi – Satu keluarga terdiri dari kakak dan adik beserta dua anak si wanita, terjebak banjir selama 2 jam di Tol Ngawi viral di medsos. Mereka akhirnya selamat setelah ditolong pengguna tol Ngawi-Kertosono.

Keluarga ini merupakan warga Dusun Sumberejo, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Mereka adalah kakak adik Arif (47) dan Arina Fitroh (35), serta 2 anak Ftroh bernama Siva (5) dan Khamim (3).

Arif mengatakan, Kamis (7/3) sekitar pukul 11.00 WIB, dirinya mengajak Fitroh beserta dua keponakannya mengungsi. Pasalnya, banjir ketinggian banjir yang masuk ke rumah keluarganya sudah lebih dari 1 meter.

“Siva saya gendong di bahu, Khamim digendong ibunya. Kami saat itu akan mengungsi ke tempat aman di Jalan Raya Ngawi-Maospati,” kata Arif kepada detikcom di rumahnya, Sabtu (9/3/2019).
Keempatnya pun nekat menerjang banjir yang menggenangi kampung mereka menuju ke tempat yang lebih tinggi, yaitu ke arah tol Ngawi-Kertosono KM 585, yang berjarak 750 meter.

Di tengah perjalanan, mereka terjebak arus deras banjir. Mereka pun memilih bertahan dengan berpegangan ke pohon turi sambil berteriak meminta pertolongan ke para pengguna jalan tol.

“Saya sudah pasrah waktu itu, mana air sudah di leher, hampir tenggelam. Saya hanya berdoa semoga ada yang menolong,” ucapnya sambil meneteskan air mata mengenang perjuangan menyelamatkan adik dan dua keponakannya.

Setelah dua jam di tengah banjir, lanjut Arif, pertolongan pun datang. Pengguna tol yang berhenti pertama hanya bisa mengulurkan sebatang bambu kepadanya. Karena pria berkaus kuning itu tak bisa berenang.

Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Aiptu Sujadi dan keluarganya tiba. Anggota Satlantas Polres Kediri itu bergegas turun ke air menyelamatkan satu keluarga ini.

Setelah selamat dari maut, Arif sempat menyampaikan terimakasih kepada dua keluarga yang berhenti membantunya. Tak sempat mengenal lebih dekat para penolongnya, dia berjalan kaki bersama adik dan keponakan menuju ke musala Dusun Klumpit, sekitar 200 meter dari KM 585 tol Ngawi-Kertosono.

Arif mengaku, setelah memastikan adik dan keponakannya selamat, dia kembali ke rumah untuk mengevakuasi ibunya, Istianah. Perempuan 60 tahun itu bertahan di tangga bambu pada bagian tengah rumahnya. Sementara bapaknya, Mafmud (71) sedang menunggu ternak sapi yang lebih dulu diungsikan ke jalan kampung.

“Saya kembali pukul 18.00 WIB saat magrib baru bisa sampai ke rumah, lalu membawa ibu saya mengungsi ke jalan raya,” tandasnya.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selamatkan Keluarga Terjebak Banjir Tol Ngawi, Aiptu Sujadi Dapat Penghargaan

Kediri – Video Aiptu Sujadi melakukan aksi penyelamatan korban banjir satu keluarga di tepi tol Ngawi-Kertosono menjadi viral di medsos. Aksi kemanusiaannya ini pun mendapatkan penghargaan dari Kapolres Kediri.

Penghargaan ini diberikan Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal secara langsung ke Aiptu Sujadi dalam apel, Sabtu (9/3/2019) pagi. Aiptu Sujadi kini berdinas di Satlantas Polres Kediri.

“Kami berikan reward apresiasi atas keberanian dan rasa kemanusiaan yang bersangkutan,” kata Faisal saat dihubungi detikcom.

Kapolres menjelaskan, apa yang dilakukan Aiptu Sujadi patut menjadi contoh bagi anggota lainnya di Polres Kediri. Terlebih lagi aksi penyelamatan korban banjir itu dilakukan Aiptu Sujadi di luar wilayah hukum Polres Kediri. Satu keluarga yang diselamatkan Aiptu Sujadi terjebak banjir di tepi tol Ngawi-Kertosono masuk wilayah Ngawi.
“Sebagai anggota polisi, di mana pun ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan sepatutnya sigap menolong,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya sedang membuatkan piagam penghargaan untuk Aiptu Sujadi. Piagam tersebut menjadi bukti apresiasi Polres Kediri kepada Aiptu Sujadi yang melakukan kegiatan kemanusiaan dengan menolong korban banjir.

“Juga kami ajukan untuk mendapatkan penghargaan dari Polda Jatim. Saya ingin ada Aiptu Sujadi yang lain di Polres Kediri dalam memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat secara ikhlas dengan hati,” tandasnya.

Video aksi penyelamatan 1 keluarga terjebak banjir ini oleh pengguna jalan tol Ngawi-Kertosono ini diposting oleh akun facebook Nanda Sapto Wati, Kamis (7/3) pukul 16.19 WIB. Video ini menjadi viral di medisos.

Terdapat dua keluarga mengendari 2 mobil yang berhenti di tepi jalan tol untuk memberikan pertolongan kepada korban. Salah satunya adalah Aiptu Sujadi dan keluarganya. Aksi heroik mereka berhasil menyelamatkan 2 anak balita, seorang ibu dan seorang pria dari banjir.
(fat/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Viral Aksi Penyelamatan 1 Keluarga Terjebak Banjir di Tol Ngawi

Kediri – Rekaman video aksi penyelamatan satu keluarga yang terjebak banjir oleh pengguna tol Ngawi-Kertosono, menjadi viral di medsos. Aksi penyelamatan ini berlangsung dramatis.

Terdapat 2 rekaman video yang diposting akun facebook Nanda Sapto Wati, Kamis (7/3) pukul 16.19 WIB. Video pertama berdurasi 5 menit 31 detik telah disukai 23.503 warganet dan menuai 4.564 komentar.

Video ini direkam seorang wanita dari dalam mobil yang melaju di ruas tol Ngawi-Kertosono. Mobil melambat saat pengemudi yang dipanggil Ayah oleh wanita perekam video melihat seorang pria meminta pertolongan. Sebuah mobil dari pengguna tol lainnya sudah berhenti di depan mobil keluarga ini.

Pria bertopi itu sedang menggendong anak perempuan di tengah kepungan banjir. Rupanya dia berusaha mengeluarkan anak gadis yang diperkirakan berusia 5 tahun dari kepungan banjir. Namun, upayanya terhalangi oleh pagar kawat yang membatasi antara lahan warga dengan area jalan tol. Sementara ketinggian air sudah mencapai dada pria tersebut.

“Tolong-tolong saya,” teriak pria tersebut sembari menunjuk-nunjuk ke arah seorang wanita dan anaknya yang masih berada di tengah banjir.

Rupanya di dekat bapak dan anak perempuan itu sudah ada seorang pria berkaus kuning dan celana hitam yang berusaha membantu dengan mengulurkan sebatang bambu. Pria berkaus kuning ini nampaknya juga pengguna jalan tol yang sengaja berhenti setelah melihat kejadian tersebut.

Pria yang dipanggil ayah oleh perekam video tanpa ragu menceburkan diri ke dalam banjir untuk mengangkat anak perempuan melewati pagar kawat berduri. Setelah menyerahkan anak perempuan tersebut, si bapak bertopi bergegas kembali ke tengah banjir untuk menyelamatkan anak laki-lakinya yang berusia sekitar 2 tahun. Anak ini digendong ibunya di tengah kepungan banjir yang dalamnya mencapai dada pria dewasa.

Setelah menyerahkan korban anak perempuan ke seorang remaja, pria yang dipanggil ayah kembali ke tepi pagar kawat. Dia kembali mengangkat anak laki-laki yang digendong bapaknya untuk melalui pagar kawat. Anak ini nampak menangis ketakutan.

Setelah menyelamatkan dua anak, pria bertopi kembali ke tengah banjir untuk menjemput wanita tersebut. Wanita yang memakai daster merah ini tampak mengangkat sebuah tas agar tak terendam air.

Sementara video ke dua berdurasi 3 menit 29 detik. Video ini disukai 20.516 dan menuai 5.713 komentar dari warganet. Tak kalah dramatis, dalam video ini tampak upaya penyelamatan ibu berdaster merah dari kepungan banjir untuk melalui pagar kawat.

Berkat keringanan tangan 2 keluarga pengguna tol Ngawi-Kertosono, satu keluarga terdiri dari suami, istri dan 2 anak balita itu berhasil selamat dari kepungan banjir yang menggenangi area persawahan di tepi tol.

Video penyelamatan satu keluarga ini pun menuai banyak pujian dari warganet. Tak sedikit dari netizen yang mendoakan agar amal perbuatan pengguna tol tersebut mendapat balasan setimpal dari Allah SWT.

“Tak bisa lagi diungkapin dengan kata-kata. Sungguh mulia jasa ibu dan keluarga, begitu juga dengan bapak yang parkir di depan mobil ibu yang turut ikut menolong korban banjir,” tulis akun Faisal Fahriansyah.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

IHSG Diprediksi Bakal Tertekan

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi pada perdagangan saham Jumat (1/3/2019). IHSG kemungkinan tertekan dengan diperdagangkan pada level 6.418-6.585.

Dari sisi global, pasar akan menantikan data harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada pekan ini. Sedangkan dari domestik, pemerintah mencatat isu-isu geopolitik seperti pembicaraan dagang AS-China masih berlanjut.

Tak hanya itu, Pertemuan Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un menandakan bahwa risiko geopolitik berpeluang melandai.

“Melihat hal ini, IHSG kemungkinan masih akan tertekan pada kisaran support dan resistance di level 6382-6494,” ungkap Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi Taulat.

Adapun menurut Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan, IHSG secara teknikal menunjukan potensi pelemahan di rentang 6.374-6.561.

Saham-saham rekomendasi hari ini ialah sebagai berikut:

Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT JAPFA Tbk (JPFA), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

2 dari 2 halaman

Penutupan Kemarin

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aksi jual investor asing menekan laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (28/2/2019), IHSG merosot 82,33 poin atau 1,26 persen ke posisi 6.443,34. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,53 persen ke posisi 1.006,09. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 282 saham melemah sehingga menekan laju IHSG. 124 saham menguat belum mampu menahan pelemahan IHSG. 126 saham diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.526,93 dan terendah 6.433,34.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 473.327 kali dengan volume perdagangan saham 14,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 1,25 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 14.065. 10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham aneka industri turun 4,81 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur tergelincir 1,7 persen dan sektor saham tambang merosot 1,69 persen.

Di tengah tekanan IHSG, ada sejumlah saham yang mampu menguat. Saham-saham itu antara lain saham OCAP naik 24,58 persen ke posisi 294 per saham, saham HDFA melonjak 21,62 persen ke posisi 180 per saham, dan saham TOBA menanjak 7,84 persen ke posisi 1.720 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham TINS merosot 13,29 persen ke posisi 1.370 per saham, saham CINT tergelincir 12,41 persen ke posisi 254 per saham, dan saham ARII terpangkas 6,59 persen ke posisi 850 per saham.

Bursa saham Asia kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng merosot 0,43 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 1,76 persen, dan bukukan penurunan terbesar di Asia.

Selain itu, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,79 persen, indeks saham Thailand melemah 0,56 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,44 persen dan indeks saham Singapura tergelincir 1,15 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, ada sejumlah faktor pengaruhi IHSG. Pertama, minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Kedua, lesunya aktivitas manufaktur dan non-manufaktur di China yang ditandai dengan turunnya data indeks.

Ketiga, meredanya optimisme terhadap hubungan perdagangan AS dengan China akibat pernyataan dari ketua perwakilan dagang AS Robert Lighthizer.

Keempat, Belum tercapainya kesepakatan denuklirisasi di kawasan Semenanjung Korea pada perundingan tingkat tinggi antara AS dan Korea Utara di Vietnam. “Kelima krisis Kashmir menyebabkan para pelaku pasar memindahkan asetnya kepada instrumen yang bersifat safe haven seperti emas, yen, dan swiss franc,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Komnas Perempuan: Artis VA Adalah Korban, Muncikari dan User Harus Ditindak

Liputan6.com, Surabaya – Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA, Kamis, 28 Februari 2019.

Setelah menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Sri menyampaikan bahwa dalam rapat paripurna Komnas Perempuan terakhir, pihaknya melihat bahwa perempuan yang terjerat dalam kasus prostitusi tak lain merupakan korban.

“Yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan pelanggan atau user. Karena merekalah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi. Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” katanya.

Ia juga sempat berbincang dengan penyidik Polda Jatim tentang modus-modus yang dilakukan muncikari, serta bagaimana seorang perempuan terjebak dalam pusaran prostitusi. Meski demikian dalam kasus ini VA tetaplah korban yang harus dilindungi haknya.

“Makanya kami mengusulkan untuk bisa dilakukan pemulihan. Saya akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” katanya.

“Sesuai mandat Komnas Perempuan yakni menciptakan situasi kondusif bagi penghapusan kekerasan dalam perempuan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, melalui kasus artis VA ini pihaknya ingin mengetahui langsung bagaimana situasi didalam tahanan, langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi penyiksaan didalam tahanan, dan bagaimana memahami perempuan dalam industri hiburan, yang mana mengindikasikan terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

“Pintu masuk nya melalui kasus VA yang sekarang ditahan di Polda. Kasus VA merupakan contoh bahwa industri hiburan sangat dekat dengan kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Prostitusi Online

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) secara resmi menahan artis Film Televisi (FTV) VA terkait kasus dugaan prostitusi online di Surabaya yang sempat menghebohkan beberapa hari yang lalu.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES.

“Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Longsor Tambang Emas, Proses Evakuasi Terkendala Medan yang Berat

Liputan6.com, Bolaang Mongondow – Proses evakuasi korban penambang emas di areal penambangan rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, masih terus dilakukan hingga pagi ini.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, proses evakuasi sedikit mengalami kendala, karena kondisi tanah yang labil dan juga tingkat kemiringan tanah yang mencapai 90 persen.

“Kami berharap semoga proses evakuasi lancar dan penambang yang masih terjebak di lokasi bisa dikeluarkan dengan keadaan selamat,” ujar Yasti. 

Hingga pagi ini, sebanyak 25 orang korban berhasil dievakuasi, 6 orang diantaranya meninggal dunia, dan 19 orang selamat dalam kondisi luka ringan dan luka berat. Diperkirakan sekitar 34 orang masih tertimbun longsor.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdul Muin mengatakan, evakuasi dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Bolaang Mongondow, TNI, Polri, Basarnas, SKPD terkait, relawan dan masyarakat.

“Pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan berada pada lereng dengan kemiringan cukup curam,” ujar Muin.

Untuk personel Tim SAR gabungan hari yang sebelumnya berjumlah 20 orang. Kemudian mendapat tenaga tambahan dari Polres Kotamobagu dan Kompi Brimob Inuai Bolaang Mongondow sebanyak 60 personel.

“Petugas SAR masih akan berdatangan untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban,” ujar Muin.


Simak juga video pilihan berikut ini:

17 Orang Tewas Akibat Ledakan Mayat Jebakan di Mali

Mali – 17 warga sipil tewas dan 15 lainnya luka-luka dalam ledakan yang disebabkan oleh mayat jebakan di Mali tengah. Insiden itu terjadi di Diankabaou, kota kecil sekitar 150 kilometer (90 mil) timur kota Mopti.

Dilansir AFP, Kamis (28/2/2019), seorang pejabat setempat mengatakan kepada AFP mengatakan kejadian itu disebabkan oleh sebuah alat peledak yang ditanam di tubuh seorang pria yang telah ditembak mati. Pernyataan itu dikonfirmasi oleh sumber dari keamanan setempat.

“Tubuh itu meledak dan menewaskan 17 orang,” ujarnya.

Beberapa korban di antaranya merupakan orang tua dari lelaki yang tubuhnya terjebak jebakan. Pria tersebut pergi untuk mencari makanan untuk ternaknya dan tidak pernah kembali. Orang tuanya kemudian menemukan mayat tersebut.

“Mereka agak tidak bijaksana mendekati tubuh yang meledak, menewaskan 17 orang. Orang-orang bersenjata yang membunuhnya telah menanam bahan peledak di tubuhnya dan di sekitarnya,” kata sumber itu.

“Ini adalah metode yang digunakan jihadis untuk menyebabkan kematian maksimum,” kata sumber keamanan lain.

(knv/fai)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>