Mungkinkah Masalah pada ECU Terjadi Secara Tiba-Tiba?

Liputan6.com, Jakarta Pusat pengaturan sistem kelistrikan mobil yang disebut dengan electronic control unit (ECU) biasanya berada di dua lokasi, yakni kabin dan ruang mesin.

Sebagai salah satu komponen penting pada mobil, mungkinkah ECU mengalami kerusakan secara tiba-tiba meski kondisi sebelumnya normal?

Dijelaskan Didi Ahadi, Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM), kemungkinan terjadinya kerusakan pada ECU dapat terjadi secara tiba-tiba, meski jarang terjadi.

“Kalau dikatakan bisa ya bisa saja, namun jarang terjadi. Biasanya disebabkan ada sesuatu yang masuk ke ECU. Karena komponen di dalamnya bisa terjadi korsleting sehingga kerusakan bisa timbul,” kata Didi kepada Liputan6.com, Minggu (24/3/2019).

Didi mengatakan, salah satu contoh kemungkinannya masuknya cairan ke dalam ECU yakni saat pemasangan kaca film.

Jelang Laga, Saling Intai Terjadi antara Timnas Indonesia U-23 dan Vietnam

Jakarta – Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Vietnam U-23 akan bentrok pada matchday kedua Grup K kualifikasi Piala AFC U-23 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (24/3/2019). Semestinya kedua tim sudah tak asing satu sama lain karena baru bersua pada semifinal Piala AFF U-22 2019 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja (24/2/2019).

Meski baru berjumpa satu bulan lalu, kekuatan kedua tim diyakini mengalami perubahan. Vietnam, misalnya, perubahan banyak terjadi dalam komposisi pemain mengingat adanya perubahan pelatih.

Saat Piala AFF U-22 2019, Timnas Vietnam U-22 dilatih Nguyen Quoc Tuan, saat ini Timnas Vietnam U-23 kembali dibesut pelatih Park Hang-seo. Park lantas memanggil beberapa pemain anyar dalam tim.

Perubahan juga terjadi di kubu Tim Garuda Muda, dengan masuknya tiga pemain yang berbasis di luar negeri.

Itulah mengapa, tim pelatih kedua tim mencoba mengintip kekuatan dan kelemahan terkini tim lawan. Timnas Indonesia U-23 dan Vietnam saling bergantian mematai penampilan lawan saat melakoni matchday pertama Grup K, Jumat (22/3/2019), di Stadion My Dinh.

Vietnam, yang dipimpin pelatih kepala Park Hang-seo, lebih dulu terlihat di tribune kehormatan Stadion My Dinh, untuk mengamati duel Thailand versus Indonesia. Laga ini memang lebih dulu dipertandingkan, tepatnya kick-off jam 17.00 WIB.

Park tak sendirian, ia didampingi beberapa asisten pelatihnya, termasuk eks pelatih Timnas Kamboja, Lee Tae-hoon, serta Direktur Teknik, Jurgen Gede.

Beberapa asisten pelatih Park terlihat membawa buku untuk membuat catatan perihal permainan Indonesia maupun Thailand, yang akan jadi lawan Vietnam selanjutnya. Pada pertandingan itu, Timnas Indonesia U-23 di luar dugaan menyerah dari Thailand dengan skor cukup telak, 0-4.

6 Efek Tidak Biasa Ini Bisa Terjadi Setelah Orgasme

4. Bersin

Bersin saat orgasme bisa dialami oleh orang-orang. Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti mengapa ini bisa terjadi. Beberapa ahli berspekulasi bahwa ada kaitan kejadian itu dengan persilangan di antara sistem saraf otonom, yang bertanggung jawab untuk refleks seperti bersin, serta gairah seksual.

“Fungsi-fungsi tertentu di otak yang otomatis menjadi sedikit lebih bingung,” kata ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan Dr. Mahmood Bhutta.

5. Kaki bergetar

Beberapa perempuan melaporkan bahwa kaki mereka gemetar saat mengalami orgasme. Menurut ahli, hal ini disebabkan ketika klimaks berlangsung, ketegangan terbentuk di sekitar otot kita, bukan hanya otot di daerah genital.

Saat seks selesai, ketegangan dilepaskan. Hal ini menyebabkan kram, kontraksi, atau gemetar pada tubuh. Jika ini terjadi, Anda disarankan segera minum air putih atau mengonsumsi makanan berkalium seperti pisang, alpukat, atau yogurt.

6. Seperti kena flu

Ada kondisi langka yang membuat pria mengalami gejala flu seperti demam, kelelahan, dan hidung tersumbat setelah ejakulasi. Ini disebut post-orgamic disease syndrome (POIS).

Tidak banyak yang diketahui tentang hal ini. Genetic and Rare Diseases Information Center mengungkapkan, kondisi itu kemungkinan terjadi akibat gangguan autoimun atau alergi pada air mani. Maka dari itu, jika Anda mengalami kondisi ini setelah orgasme, International Society of Sexual Medicine meminta untuk segera mengunjungi dokter.

Hati-Hati Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud, Atau Ini yang Akan Terjadi…

Liputan6.com, Jakarta – Seorang pria berusia 31 tahun dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) setelah tiba-tiba pingsan. Sesaat ketika tiba di rumah sakit, ia mengalami kejang. Pemeriksaan fisik menunjukkan ia setengah tertidur, linglung, dan kondisi kesadarannya berubah-ubah.

Kemudian usai benar-benar sadar, dia mengungkapkan bahwa dia merasakan sakit di kepala dan mual selama beberapa hari. Selama itu pula, dia berjuang untuk mengingat nama-nama orang.

Fakta mengejutkan lainnya ialah, dia mengaku menderita nyeri di telinga kiri dan kehilangan pendengaran selama lima tahun terakhir.

Ketika para dokter ahli melakukan CT scan pada tengkorak laki-laki itu, mereka menemukan abses (radang jaringan tubuh) berisi nanah di jaringan di sekitar otaknya. Infeksi ini rupanya disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa, parasit yang mampu menimbulkan penyakit serius pada inangnya.

Kondisi yang dialami oleh pasien tersebut dinamakan Necrotising otitis externa (NOE, alias eksterna otitis ganas), yang memengaruhi jaringan di External Auditory Canal (EAC atau liang telinga).

Tapi bagaimana bakteri jahat ini masuk ke dalam tengkorak pria itu?

Pemeriksaan fisik yang diterapkan pada saluran telinga pria itu mengisyaratkan jawaban yang paling masuk akal: fragmen dari korek kuping yang telah ‘menyelip’ ke dalam kepala pasien selama bertahun-tahun.

Sementara itu, risiko infeksi berkembang dari benda asing yang bersarang di dalam EAC, kata para peneliti dalam laporan mereka, dikutip dari Science Alert, Rabu (20/3/2019).

Beruntung bagi laki-laki tersebut, pengangkatan sisa-sisa kapas dari korek kuping dan pemberian antibiotik dalam jumlah besar selama delapan minggu, mampu mengobati infeksi dan memperbaiki masalah neurologis serius yang ia alami.

“Antibiotiknya harus dihabiskan agar ia tetap sehat secara sistemik, tanpa defisit neurologis dan tidak ada gejala residual (telinga berdenging),” tulis para penulis. “Yang terpenting, dia tidak lagi menggunakan korek kuping untuk membersihkan telinganya!”

Para peneliti menegaskan, pengalaman tersebut hanyalah segelintir bukti terbaru bahwa orang-orang tidak boleh memasukkan sesuatu ke dalam telinga mereka, bahkan jika mereka bermaksud untuk membersihkannya –yang sebenarnya tidak diperlukan.

“Penggunaan korek kuping sudah umum dilakukan di tengah masyarakat saat ini. Benda tersebut juga telah lama diketahui menyebabkan beberapa komplikasi, termasuk trauma, perforasi membran timpani (pecahnya gendang telinga), impaksi serumen (sumbatan kotoran telinga), infeksi, dan retensi (tertinggalnya) residu kapas korek kuping,” kata laporan itu.

Temuan ini dilaporkan dalam BMJ Case Reports.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Nantinya telinga itu akan ditransplantasikan ke kepala Ji. Dengan begitu, kondisi fisik Ji bisa kembali seperti semula.

Gejala Alam Biotik dan Abiotik yang Terjadi di Sekitar Tanpa Disadari

Pada gejala alam abiotik merupakan komponen dari benda-benda mati. Gejala alam abiotik dapat dilihat dari berbagai sisi seperti tekstur, warna, bentuk, ukuran, aroma, wujud dan rasa. Contoh gejala alam abiotik, sebagai berikut:

– Bencana tsunami

Penyebab terjadinya bencana alam tsunami adalah pergeseran lempeng – lempeng yang ada di dasar laut. Lempengan bumi bergesar sehingga menciptakan cekungan yang kemudian terisi air laut. Maka dari itu sebelum terjadi tsunami, air laut tampak surut terlebih dahulu. Setelah cekungan terisi penuhj maka ada dorongan sehingga menimbulkan gelombang.

– Terbentuknya angin

Perubahan dan perbedaan pada suhu serta tekanan udara menghasilkan angin. Angin yang berhembus mampu menjadi alat penyerbuk pada tanaman dan juga berguna bagi kehidupan makhluk lainnya.

– Terciptanya hujan

Hujan merupakan gejala alam abiotik karena terjadi akibat uapan air. Hujan turun ke bumi setelah melalui serangkaian siklus hidrologi yang terjadi secara berulang-ulang. Turunnya hujan juga di pengaruhi oleh pergerakan angin.

– Gerak rotasi bumi dan gerak semu harian bintang

Pergreakan rotasi bumi akan mengakibatkan pergantian siang dan malam. Selain itu, gejala alam abiotik juga dapat dilihat dari pergerakan semu harian bintang akibat dari rotasi bumi yang berputar. Jika kamu setiap malam melihat bintang seolah bergerak, itu sebenarnya adalah bumi yang berputar pada rotasinya.

– Pelangi

Pelangi adalah gejala alam abiotik karena terjadi akibat pembiasan dari sinar matahari di dekat sumber mata air (butir-butir air). Sinar matahari yang melewati tetesan air akan mengeluarkan cahaya warna-warni seperti kaca prisma.

Demikian penjelasan tentang gejala alam biotik dan abiotik beserta contohnya yang bisa kamu amati di sekeliling lingkunganmu. Interaksi antara makhluk-makhluk hidup maupun benda mati akan menghasilkan gejala alam yang unik bahkan luar biasa.

Memburu Jejak Pemberi Informasi Awal Terjadi Kiamat Dua Bulan Lagi

Liputan6.com, Surabaya – Polda Jawa Timur menelusuri pelaku pembuat hoaks adanya hari kiamat yang membuat puluhan warga Ponorogo menjual rumah dan hartanya beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah hoaks, salah satunya isu kiamat sudah dekat.

“Informasi terkait hari kiamat ini disebarkan secara sistematis dan membuat percaya beberapa kepala rumah tangga. Ada yang kemudian menjual harta dan rumahnya untuk mengikuti ini,” kata Barung saat peringatan Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 di Jembatan Suramadu, Minggu (17/3/2019).

Padahal, kata Barung, setelah ditelusuri, pondok pesantren yang ada di Malang tak pernah menyampaikan adanya kiamat yang sudah dekat.

“Kami sedang mendalami mereka yang (membuat hoaks). Namanya sudah kita tahu, alamatnya tahu meskipun rumahnya sudah dijual,” katanya dilansir Antara.

Polisi juga telah memeriksa beberapa orang perihal dari mana informasi kiamat itu mereka dapatkan.

Dalam penanganan kasus ini, pihak kepolisian menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, para kiai dan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU).

“Pada tanggal 4 Maret 2019, kami langsung ke pesantren itu dan tidak didapatkan pesantren menyampaikan hal itu. Maka kami telusuri info awal kiamat dari mana, yang menyebarkan di Ponorogo itu,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Puluhan warga Ponorogo pergi meninggalkan rumahnya menuju Malang karena adanya isu kiamat di desa mereka.

Suasana di Halte TransJ BKN Usai Terjadi Aksi Tusuk Paha

Kamis 14 Maret 2019, 15:19 WIB

Foto News

Pradita Utama – detikNews

Jakarta detikNews – Halte TransJakarta BKN di Cililitan ramai usai terjadi aksi penusukan. Namun, kini kondisi halte tersebut nampak kembali normal.

Aktivitas di halte TransJakarta BKN, Cilincing, Jakarta, nampak kembali normal usai terjadi penusukan yang melukai salah seorang penumpang bus TransJakarta, Kamis (14/3/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Apa yang Terjadi Jika Anda Mengkonsumsi Buah Naga Setiap Hari?

Liputan6.com, Jakarta – Anda mungkin mengetahui buah-buahan satu ini atau mungkin ada yang tidak mengetahuinya. Buah ini memiliki kulit berwarna merah dan runcing berwarna kuning seperti naga. Mungkin hal itu yang menjadi kenapa buah ini dinamai buah naga.

Meskipun memiliki kulit yang tebal berwarna merah, ternyata buah ini juga memiliki warna daging buah yang beragam. Beberapa dari Anda mungkin sangat menyukai buah ini, tapi sebagian lainnya tidak suka sama sekali karena rasa sedikit pahit di akhir.

Padahal, buah naga ini banyak mengandung manfaat yang mungkin tidak Anda ketahui. Dilansir dari foodprevent, Selasa, 12 Maret 2019, berikut enam hal yang akan terjadi jika Anda mengkonsumsi buah naga :

1. Menurunkan Diabetes

Buah naga memiliki tingkat gula darah yang rendah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan tingkat glukosa darah. Jadi, buah naga bisa membantu Anda untuk menurunkan gula darah jika Anda konsumsi setiap harinya.

2. Mencegah Kanker

Buah naga memiliki kekuatan untuk mecegah kanker, sama halnya seperti buah dan sayuran lainnya. Buah naga memiliki antioksidan yang tinggi yang dapat menangkal penyakit bahkan radikal bebas yang terdapat di tubuh Anda. Buah naga mengandung beberapa jenis antioksidan, termasuk vitamin C, betalains, dan karoten, yang dapat mengurangi risiko kanker tertentu, termasuk kanker payudara. 

3. Memperlancar Pencernaan

Jika Anda menginginkan pencernaan lancar, buah naga cocok untuk dikonsumsi bagi yang susah dalam masalah pencernaan. Buah naga memiliki cukup banyak serat, yang dapat mencegah sembelit, dan memperlambat penyerapan gula untuk menjaga bakteri jahat yang keluar.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tahukah Anda, orang Tionghoa menganggap buah naga sebagai buah yang membawa berkah, seperti dikutip dari Dailyfruitwine.

Ledakan Kembali Terjadi di Sekitar Rumah Terduga Teroris Sibolga

Liputan6.com, Jakarta – Suara ledakan kembali terdengar di sekitar rumah terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, pagi tadi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya ledakan susulan di sekitar rumah Husain. Ledakan tersebut berasal dari proses pemusnahan benda diduga bom yang ditemukan di rumah terduga simpatisan ISIS itu.

“Sekitar pukul 08.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB ada benda-benda yang diduga bom dilakukan penetrasi dan dijinakkan dengan cara diledakkan oleh tim Gegana Brimob,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Hanya saja Dedi tidak merinci berapa kali ledakan terjadi akibat proses disposal benda mencurigakan tersebut. Dia juga belum mengungkapkan jumlah benda mencurigakan terkait terduga teroris Sibolga yang dimusnahkan.

Ledakan Terjadi di Rumah Terduga Teroris di Sibolga

Jakarta – Polisi masih berupaya meminta istri terduga teroris di Sibolga untuk menyerahkan diri. Di tengah proses, terjadi ledakan di rumah terduga teroris.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (13/3/2019), ledakan terdengar hingga dua kali. TKP yang beralamat di Gang Sekuntum, Sibolga, Sumut itu dipenuhi asap.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku terduga teroris yang berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror di Sibolga dan Lampung merupakan bagian dari jaringan yang berafiliasi dengan ISIS.


Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja saat dihubungi membenarkan peristiwa ledakan tersebut. “Iya, sebentar ya,” ujar Edwin.

“Mereka ini adalah kelompok yang berafiliasi dengan paham-paham ISIS,” kata Tito usai menghadiri kegiatan silahturahmi di Pondok Pesantren Al Kautsar di Medan, Sumatera Utara seperti dilansir Antara, Selasa (12/3).

Untuk peristiwa di Sibolga, lanjut Tito, terduga teroris Husain alias Abu Hamzah berhasil diamankan Densus 88 Antiteror namun istri dan anaknya masih bertahan di dalam rumah.
(gbr/fdu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>