Direktur Teknologi Krakatau Steel Diduga Pakai Perantara untuk Terima Suap

JakartaDirektur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro (WNU) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh KPK. Kuncoro diduga menerima suap melalui perantara bernama Alexander Muskitta (AMU).

“AMU diduga bertindak mewakili dan atas nama WNU sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT KS,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Saut menjelaskan Kuncoro awalnya merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar. Alexander diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Kuncoro dan disetujui.

“AMU menyepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT GK (PT Grand Kartech) dan GT (Group Tjokro) senilai 10 persen dari nilai kontrak,” jelas Saut.

Selanjutnya, Alexander meminta Rp 50 juta kepada Kenneth Sutardja (KSU) dari PT Grand Kartech. Alexader juga meminta Rp 100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro (KET) dari Group Tjokro.

“Tanggal 20 Maret 2019, AMU menerima cek Rp 50 juta dari KET kemudian disetorkan ke rekening AMU. Selanjutnya, AMU juga menerima uang 4 ribu Dolar Amerika Serikat dan Rp 45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan dari KSU. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening AMU,” papar Saut.

Kemudian terjadi penyerahan uang dari Alexander ke Kuncoro. Keduanya kemudian ditangkap bersamaan oleh tim KPK.

“Tanggal 22 Maret 2019, Rp 20 juta diserahkan oleh AMU ke WNU di kedai kopi di daerah Bintaro,” ujar Saut.

Sebelumnya, KPK menetapkan Kuncoro dan Alexander sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel. Kuncoro diduga menerima suap dari Kenneth dan Kurniawan.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka WNU Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) dan AMU swasta, diduga sebagai penerima. KSU dan KET pihak swasta, diduga sebagai pemberi,” terang Saut.

Kuncoro dan Alexander selaku pihak penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi Kenneth dan Kuriawan disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
(zak/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK Duga Direktur Krakatau Steel Terima Sebagian Uang Sebelum OTT

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan direktur PT Krakatau Steel menerima suap dari pihak swasta. KPK menduga, sebagian uang suap telah diterima yang bersangkutan sebelum OTT.

“Diduga sebagian uang telah diberikan secara cash dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan,” kata Basaria saat dikonfirmasi soal OTT direktur Krakatau Steel, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Menurut dia, penyidik tengah mendalami transaksi tersebut, apakah menggunakan rupiah atau dollar.

KPK menduga, direktur Krakatau Steel itu menerima suap dari pihak swasta yang pernah berkepentingan dengan salah satu proyek di BUMN tersebut.

“Ada rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN,” ujar Basaria.

KPK Duga Direktur Krakatau Steel Terima Suap

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan membenarkan petinggi BUMN yang ditangkap itu adalah direktur di PT Krakatau Steel.

Menurut dia, KPK diduga, direktur itu menerima suap dari pihak swasta. Ini berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya rencana pemberian uang tersebut.

“Ada rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN,” ujar Basaria saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Dia mengatakan, OTT KPK ini berlangsung pukul 18.30 WIB tadi. Namun, dia tidak menjelaskan di mana penangkapan itu dilakukan.

“Ya benar, tadi sore sekitar pukul 18.30 WIB tim KPK memang menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang pada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta,” kata Basaria.

OTT KPK, Direktur Krakatau Steel Diduga Terima Suap dari Kontraktor

Jakarta – Seorang direktur di PT Krakatau Steel dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Direktur itu diduga menerima uang dari kontraktor-kontraktor yang mendapatkan proyek di BUMN itu.

“KPK mendapatkan informasi dari masyarakat, ada rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada detikcom, Jumat (22/3/2019).

Transaksi haram itu diduga berkaitan dengan proyek-proyek pada PT Krakatau Steel. Total ada empat orang–termasuk direktur tersebut–yang ditangkap KPK.

“Sampai saat ini sekitar empat orang yang diamankan sudah berada di gedung KPK untuk klarifikasi lebih lanjut,” ujarnya.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status mereka yang terjaring OTT. Saat ini mereka masih sebagai terperiksa.
(dhn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya Terima

Bandung – Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Bahar bin Smith melalui tim kuasa hukumnya. Habib Bahar mengaku menerima seluruh putusan hakim.

“Apa pun yang diputuskan hakim, saya terima,” ujar Bahar sambil berjalan meninggalkan ruang persidangan di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (21/3/2019).

Bahar tak seperti sidang sebelumnya yang cukup banyak berbicara, bahkan sempat mengancam Presiden Jokowi. Seusai sidang dengan agenda putusan sela ini, Bahar irit bicara. Selama berjalan keluar, dia lebih banyak menebar senyum.
Dia menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum ke sang pengacara. “Saya serahkan ke pengacara semua,” ucap Bahar.

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya TerimaBahar bin Smith usai sidang agenda eksepsi. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan tim pengacara Bahar sekaligus menerima dakwaan jaksa penuntut umum. Dengan ditolaknya eksepsi tersebut, sidang perkara penganiayaan yang dilakukan Bahar kepada dua remaja terus berlanjut.

“Mengadili, menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tersebut,” ucap ketua majelis hakim Edison Muhammad saat membacakan putusan sela.

“Memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melakukan pemeriksaan terhadap perkara terdakwa,” kata Edison menambahkan.

Bahar didakwa menganiaya dua remaja lelaki. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
(dir/bbn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menlu New Zealand: Terima Kasih Atas Ucapan Duka yang Diberikan RI Pada Kami

Jakarta – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu New Zealand Winston Peters berterima kasih kepada pemerintah dan publik Indonesia yang memberi dukungan moral dan simpati atas aksi teror terhadap dua masjid di Christchurch. Dia menyatakan, terorisme adalah musuh bersama.

“Kami bekerja sama dengan semua negara yang melihat bahwa terorisme merupakan sebuah masalah dan kami juga saling berbagi informasi. Dan saya yakin ini menjadi perhatian Indonesia juga, terutama dalam konteks mencegah ini akan terjadi lagi,” kata Peters di sela-sela acara High-Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation (HLD-IPC) di Fairmont Hotel Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Peters mulanya bercerita, dalam pertemuan ini ada banyak hal yang dia bahas bersama Menlu RI Retno LP Marsudi. Dia mengaku banyak bertukar pikiran mengenai pengalaman masing-masing dalam menangani berbagai isu strategis.

“Banyak hal yang kami bahas mengenai hubungan RI-New Zealand. Kami sangat tertarik dengan perkembangan yang telah dilakukan Indonesia belakangan ini, terutama pengaruh politik di bagian dunia ini. Dan apa yang telah dilakukan Indonesia, yang kita lakukan bersama telah memberikan yang terbaik bagi dunia dan kawasan dan semoga bisa terus begitu,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Peters mewakili negaranya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan publik Indonesia terkait teror yang mengoyak kedamaian di Selandia Baru.

“Terima kasih juga atas ucapan duka yang diberikan Indonesia kepada kami. Indonesia, negara muslim terbesar, paham apa yang terjadi di sini, dan kami berharap Indonesia bisa memberikan pengaruhnya untuk mengoreksi misinterpretasi segala hal yang mungkin bisa menjadi dampak atas teror Christchurch,” ucapnya.

Terkait teror ini, Peters mengaku menyampaikan kepada Menlu Retno bahwa pelakunya diduga lone wolf terrorist atau tidak terafiliasi dengan kelompok radikal. Peters menegaskan polisi bekerja ekstra keras untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Investigasi masih terus berlangsung. Tapi perwira tinggi polisi senior kami yakin pelaku merupakan lone terrorist acting by himself. Tapi kami membuka segala kemungkinan lain, kami melakukan penyelidikan seluas-luasnya, publik tahu dunia harus tahu hal ini. Saya yakinkan kepada Retno, kepada dunia, Selandia Baru akan memperlakukan keluarga korban dengan layak,” ucapnya.

“Saya kini melihat, komen-komen keras tentang apa yang terjadi seputar Christchurch justru malah akan menambah parah situasi. Misalnya apa yang dikatakan oleh beberapa anggota parlemen negara lain. Pada akhirnya, semua ini adalah sebuah tragedi menyedihkan bagi kemanusiaan dan tugas kita para pemimpin dunia sekarang adalah memberikan keyakinan pada masyarakat tentang moderasi, toleransi dan menghargai semua agama,” sambung Peters.
(hri/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK Selesai Geledah Kantornya, Menag Lukman: Terima Kasih Bekerja Cepat

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku sudah langsung dapat bekerja lagi di kantornya di Kementerian Agama pascapenggeledahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini kan penyegelan baru Jumat malam, sudah selesai Jumat. Dan saya berterima kasih kepada KPK yang bekerja cepat sehingga tidak terlalu mengganggu karena sekarang saya akan bisa bekerja,” tutur Lukman di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Lukman menyebut, dia banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Meski bisa kembali bekerja, dia belum mengetahui apa aja yang diamankan KPK dari kantornya.

“Saya dapat informasi bahwa ruangan saya sudah bisa dibuka lagi dan proses penggeledahan KPK sudah katanya, saya mendapat informasi sudah selesai. Sehingga saya harus segera memasuki ruangan saya karena ada beberapa surat-surat yang harus saya tindak lanjuti, harus saya baca, harus saya tandatangani,” jelas dia.

Lukman mengatakan, dia menunggu KPK menindaklanjuti penggeledahan tersebut. Nantinya, dia baru akan memberikan pernyataan resmi ke masyarakat terkait kasus jual beli jabatan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan sejumlah pejabat Kemenag.

“Saya minta juga kepada teman-teman media untuk menahan diri juga untuk tidak, menahan diri juga menanyakan hal-hal yang terkait dengan kasus ini,” Lukman menandaskan.

Ruang Kerja Digeledah, Menag: Terima Kasih KPK Bekerja Cepat

Jakarta – Ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin digeledah KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) Romahurmuziy. Menag berterima kasih karena KPK bekerja cepat sehingga dirinya bisa kembali bekerja di ruangannya.

“Saya berterima kasih, saya mendapatkan informasi bahwa ruangan saya sudah bisa dibuka lagi dan proses penggeledahan KPK sudah, katanya sudah selesai. Saya sangat berterima kasih KPK bekerja cepat,” ujar Menag Lukman Hakim di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Lukman mengaku belum tahu barang apa saja yang dibawa tim penyidik KPK dari penggeledahan. KPK sebelumnya menyegel sejumlah ruangan termasuk ruang Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan.

“Belum tahu (soal barang yang dibawa KPK). Ini baru mau masuk. Saya mendapatkan konfirmasi bahwa ruangan saya sudah dibuka. Proses penggeledahan sudah dilakukan,” katanya.

Karena penggeledahan sudah rampung, Menag mengaku ingin segera kembali bekerja di ruangannya. Sebab ada dokumen yang harus ditindaklanjuti terkait tugas-tugasnya.

“Katanya sudah selesai sehingga saya harus segera memasuki ruangan saya karena ada surat-surat yang harus saya tindaklanjuti, yang harus saya baca, yang harus tandatangani,” ujar Lukman.

Menag Lukman Hakim sebelumnya berjanji kooperatif dengan KPK terkait pengusutan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kemenag. Lukman Hakim juga berharap ruangan yang disegel KPK bisa segera difungsikan kembali.

Penggeledahan di Kemenag terkait penanganan kasus Romahurmuziy, tersangka penerima suap total Rp 300 juta. Diduga Romahurmuziy membantu seleksi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Muafaq dan Haris juga ditetapkan KPK sebagai tersangka.Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy, sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Terima Pengurus FBR di Istana Bogor

Luthfi mengatakan, kedatangan pihaknya ini untuk bersilaturahmi dan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Mereka menilai Jokowi telah memberikan kepedulian kepada masyarakat Betawi.

“Silaturrahmi dan ucapan terima kasih atas kepeduliannya terhadap Betawi,” kata Luthfi.

Pertemuan antara Jokowi dan pengurus FBR berlangsung secara tertutup. Belum diketahui apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan ini.

Kunjungi Kesultanan Pontianak, Prabowo Terima Gelar Bangsawan

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto melanjutkan lawatan politiknya ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Di ujung barat Pulau Kalimantan ini, Prabowo menerima gelar bangsawan dari Kesultanan Kadriah Pontianak.

Gelar bangsawan Kesultanan Pontianak diberikan langsung oleh Sultan Pontianak IX Syarif Machmud Alkadrie kepada Prabowo. Proses pemberian gelar bangsawan diawali dengan pembacaan salawat Diba’i oleh pemuka adat Kesultanan Pontianak.

Prosesi selanjutnya adalah pembacaan sumpah penganugerahan gelar bangsawan Kesultanan Pontianak. Dalam prosesi itu, Prabowo diminta memegang teguh ajaran agama sebagaimana telah tertulis dalan Alquran dan sunnah.

“Sesungguhnya sultan memberikan gelar adat bangsawan Datuk Sri Setia Negara agar selalu menjadi tanggung jawab menerapkan ajaran Alquran dan sunnah,” kata Sultan Syarif, Minggu (17/3/2019). 

Usai dianugerahi gelar bangsawan, Prabowo tampil mengenakan baju adat Kesultanan Pontianak. Dia nampak mengenakan baju setelan warna gading, dengan ikat kain tenun merah bersulam emas di pinggang, berselempang kain warna emas dan peci hitam dengan tali emas melingkar, serta dua tanda bintang di dada.

Setelah menyadang gelar bangsawan itu, Prabowo juga telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Kesultanan Pontianak. Sebagai keluarga, Prabowo diminta menjaga nama baik kesultanan.

“Kami tabalkan sebagai Datuk Sri Setia Negara yang merupakan seorang bangsawan Kesultanan Pontianak. Sejak diangkat gelar kebangsawanan ini, maka bersatulah persaudaraan kita dunia akhirat. Jaga kehormatan dan martabat kesultanan ini,” kata Sultan Syarif.