Merenung Arti Pagi Saat Berkemah di Tahura Nuraksa

Liputan6.com, Lombok – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ternyata banyak menyimpan keindahan alam yang cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Salah satunya, keindahan alam yang kini dikelola UPT dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, yakni kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa. Ucapan syukur sambil menyelami arti pagi bisa jadi kegiatan religi saat berkemah.

Kawasan tahura yang sudah dikukuhkan sejak Tahun 2013 itu berada di Dusun Kumbi, daerah pedalaman dari Desa Pakuan, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Dengan konsep bentangan alam yang mempertahankan fungsi hutannya, destinasi wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang gemar dengan kegiatan “outdoor adventure”.

“Untuk yang hobi hiking, berkemah, itu cocok di sini. Areal perkemahan dan rute untuk hiking juga sudah ada,” kata seorang pemandu wisata yang berasal dari Desa Pakuan, Eka dilansir Antara.

Kemudian bagaimana akses untuk menuju destinasi wisata yang satu ini, Eka mengatakannya tidak sulit untuk ditempuh dengan berkendara.

“Jalannya ke sini sudah lumayan bagus, akses untuk mobil sudah bisa,” ujarnya.

Dengan berkendara sekitar setengah jam dari Kota Mataram, wisatawan sudah bisa bertemu dengan gerbang Tahura Nuraksa.

Jika mengenal kawasan wisata Hutan Sesaot, jalur ke Tahura Nuraksa dapat ditempuh dengan berkendara sekitar sepuluh menit ke arah Timur.

Melewati perkampungan warga pesisir hutan, akses jalan untuk kendaraan roda empat terbuka lebar hingga masuk ke halaman lapang yang ada di kawasan Tahura Nuraksa.

Ikon wisata Dengan luas kawasan 3.155 hektare, ternyata di dalam Tahura Nuraksa ini tersembunyi sebuah destinasi wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan, yakni air terjun Segenter.

“Kalau dari gerbang masuk, jarak tempuh ke air terjun sekitar 2,6 kilometer,” ujar pria yang pernah bertugas sebagai pengaman hutan (pamhut) tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Demi Kalahkan Liverpool, Solskjaer Terbuka pada Saran Ferguson

ManchesterManchester United akan menjamu Liverpool di Liga Inggris. Ole Gunnar Solskjaer terbuka untuk mendengarkan saran Sir Alex Ferguson demi hasil positif.

Laga North West Derby antara MU dan Liverpool bakal tersaji di Old Trafford, Minggu (24/2/2019) malam WIB. Dengan sejarah penjang perseteruan kedua tim, pertandingan tersebut diprediksi akan berlangsung panas.

Terkhusus untuk Setan Merah, laga ini menjadi momentum yang tepat untuk membalas kekalahan 1-3 dari The Reds di pertemuan sebelumnya. MU juga tengah dalam tren positif di bawah asuhan Solskjaer.

MU tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir di Liga Inggris sejak pria asal Norwegia tersebut menggantikan Jose Mourinho Desember lalu. Dengan rincian delapan kali menang dan sekali imbang.

Mengingat pentingnya kemenangan atas Liverpool, Solskjaer siap meminta bantuan kepada Sir Alex. Ia akan mempersilakan pelatih tersukses MU ini untuk berbicara kepada skuatnya di laga tersebut.

Sebelumnya, pria asal Skotlandia ini juga terlihat berbincang dengan para pemain Setan Merah usai kemenangan 2-0 di markas Chelsea.

“Aku tidak akan menerka apa yang dia katakan, atau para pemain katakan. Itu lebih lanjut akan kupikirkan nanti,” kata Solskjaer di FourFourTwo.

“Tetapi (Ferguson) akan disambut baik untuk berbicara kepada para pemain jika dia menginginkannya karena kita tahu betapa berarti baginya untuk menyalip Liverpool.”

“Aku pikir para pemain kami tahu apa artinya (kemenangan tersebut) bagi semua orang di MU,” dia menambahkan.

(cas/cas)

Penjelasan Jaksa Soal Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Liputan6.com, Makassar – Kasus dugaan pidana perusakan rumah milik warga di Makassar terkatung-katung hingga memakan waktu nyaris dua tahun.

Berkas perkara dua orang tersangka dalam kasus tersebut masing-masing pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan, hingga saat ini tak memperlihatkan isyarat akan dinyatakan lengkap (P 21). Malah berkas berulang kali hanya bolak-balik antara penyidik Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, Fitriani didampingi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengaku jika pihaknya sulit memaksakan berkas kedua tersangka Berstatus P 21, karena hingga saat ini penyidik Polda Sulsel belum memenuhi kelengkapan berkas sebagaimana telah dituangkan dalam petunjuk yang diberikan pihaknya.

“Pasal yang diterapkan dalam perkara ini kan Pasal 406 Jo Pasal 55. Nah Pasal 55 ini kita minta ada pelaku materil (yang melakukan perusakan langsung dalam hal ini buruh) tidak hanya pelaku tidak langsung (yang menyuruh). Ini yang belum dipenuhi oleh penyidik karena keduanya harus dipidana, ini kan yang dimaksud ‘vicarious liability’,” kata Fitriani saat ditemui di ruangan kerja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai adanya putusan praperadilan bernomor 15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016 yang memutuskan dengan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud, diakui Fitriani, itu tidak mengikat, tapi tetap akan menjadi pertimbangan dalam perkara yang telah menjerat pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edi Wardus sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dalam putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana tersebut, sepengetahuannya juga terdapat pertimbangan Hakim bahwa jika terdapat kerusakan rumah seperti yang dipermasalahkan, sebaiknya ditempuh jalur gugatan perdata.

“Jadi amar putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana jangan juga dibaca sepotong-sepotong dong. Harus utuh,” kilah Fitriani.

Ia pun membantah ketika pihaknya dituding menolak kehadiran saksi ahli pidana untuk menjelaskan secara utuh mengenai petunjuk ‘vicarious liability’ (pertanggung jawaban pidana pengganti) yang diberikan pihaknya sebagai syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Tidak pernah ada permintaan penyidik Polda Sulsel secara tertulis ke kami untuk gandeng ahli pidana menerangkan utuh terkait petunjuk yang kami berikan yakni tentang unsur ‘vicarious liability’ itu,” ujar Fitriani.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera memenuhi petunjuk yang diberikan oleh pihaknya agar syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan perkara ini P.21.

“Hingga saat ini petunjuk kami sepertinya masih diupayakan dipenuhi oleh penyidik. Mendekat ini kami akan undang penyidik membicarakan masalah kelengkapan berkas perkara kasus perusakan rumah milik warga Makassar ini. Waktunya belum ada kepastian tapi jadwal gelar perkara bersama kita pasti akan lakukan secepatnya,” ungkap Fitriani.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Korban Tantang Jaksa Arahkan Penyidik Gandeng Ahli Hukum Pidana

Korban sekaligus pelapor kasus perusakan rumah, Irawati Lauw melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani yang menafsirkan Pasal 55 KUHP dalam perkara kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban (kliennya) sejak tahun 2017 namun tidak menemui kepastian hukum.

Menurut Jermias, dalam hukum pidana dikenal adanya ajaran tentang delneming (penyertaan) Pasal 55 KUHP dan sudah banyak yurisprudensi (putusan hakim) mengenai hal itu dalam praktek peradilan pidana.

Seperti contoh yurisprudensi klasik dan itu semua orang hukum tahu tentang bagaimana pelaku langsung yang dipersamakan dengan pelaku tidak langsung didasarkan pada hal yang disebut sifat pribadi yang melekat pada manusia sebagai subyek hukum.

Di antaranya menurut Arrest Hoge Raad pada tanggal 21 April 1913, kata Jermias, berpendapat bahwa seorang pelaku tidak langsung itu bukan merupakan pelaku tetapi dipersamakan dengan seorang pelaku. Dimana sifat pribadi itulah yang merupakan unsur suatu kejahatan.

Olehnya itu, lanjut Jermias, inilah yang harus (wajib) ahli pidana dihadirkan sebagai salah satu instrumen alat bukti untuk membuat terang petunjuk Jaksa Penuntut Umum terkait unsur ‘vicarius liability’ terhadap pelaku penggantinya yaitu Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) dan Edi Wardus (pemborong pekerjaan) atas perbuatan pekerjaan dari buruh sehingga berakibat rusak rumah.

Dengan menyimak penjelasan diatas, kata Jermias, justru hukum pidana telah membuat batasan pertanggung jawaban pidana bagi buruh.

“Di sinilah berfungsi ajaran delneming, yang mana ‘vicarious liability’ dapat berlaku bagi pelaku tidak langsung. Jadi tidak berarti karena ada pelaku langsung yang sudah dibatasi pertanggung jawaban pidana, lalu tidak dapat dibebankan kewajiban bertanggung jawab secara pidana kepada pelaku tidak langsung. Keliru jika ada yang beranggapan demikian,” jelas Jermias via telepon, Jumat (22/2/2019).

Tanpa mengurangi peran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam bertafsir mengenai penerapan Pasal 170 dan Pasal 406 Jo Pasal 55 KUHP perihal perusakan, Jermias menyarankan sebaiknya lebih tepat jika Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli pidana untuk membuat terang ajaran delneming tentang vicarious liability.

“Apa susahnya? Jika berlama lama, ada apa?,” Jermias menandaskan.

Diketahui, perkara dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buruh Makassar awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperdilan yang diajukan oleh para buruh. Perkara dugaan pengrusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti (SP.3).

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka.

Namun belakangan, dia tak terima status tersangkanya tersebut, sehingga ia mengajukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis melalui Penasehat Hukumnya dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar penyidikannya segera dilanjutkan

Bijih Uranium Ditemukan di Museum Grand Canyon, Wisawatan Dalam Bahaya

Liputan6.com, Arizona – Selama hampir 20 tahun, tiga dari lima ember cat (setara dengan 19 liter air), ditempatkan di dekat pameran taksidermi di gedung koleksi museum Taman Nasional Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat.

Ketiga ember itu, ternyata, tidak berisi pewarna tembok, namun bijih uranium –batuan alami yang kaya akan uranium, mengeluarkan radiasi yang berpotensi berbahaya bagi makhluk hidup di Bumi. Tak ada satu pun orang yang mengetahui isinya sebelum ini.

Elston “Swede” Stephenson, seorang manajer kesehatan dan kebugaran di taman South Rim, adalah orang yang mengklaim menemukan uranium tersebut. Selanjutnya, ia mengabarkan ke publik melalui serangkaian email ke Kongres, rekannya di National Park Service dan staf di koran The Arizona Republic.

Stephenson memperingatkan bahwa ribuan pegawai, wisatawan, dan kelompok sekolah yang mengunjungi pameran tersebut antara tahun 2000 dan 2018, kemungkinan terpapar dengan radiasi yang berbahaya, terutama anak-anak yang duduk selama 30 menit di sekitar uranium.

Bocah-bocah ini mungkin telah terjangkit sekitar 1.400 kali dosis radiasi yang aman, yang distandarkan oleh Nuclear Regulatory Commission, Stephenson menulis. Namun, beberapa ahli menegaskan bahwa penilaian Stephenson tidak berdasar.

“Jika waktu yang dihabiskan di dekat bijih itu pendek, kemungkinan ada sedikit alasan untuk khawatir,” Bill Field, seorang profesor Kesehatan Kerja dan Lingkungan di University of Iowa, mengatakan kepada Live Science dalam email, sebagaimana dikutip pada Jumat (22/2/2019).

Seiring waktu, uranium dapat terurai menjadi bahan radioaktif seperti radium, dan melepaskan gas berbahaya seperti radon. Studi tentang penambangan uranium telah menunjukkan bahwa kontak yang terlalu lama dengan produk peluruhan uranium dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker.

Menurut F. Ward Whicker, seorang ahli radioekologi dan profesor emeritus di Colorado State University, bijih uranium mampu memancarkan partikel gamma –jenis radiasi yang paling berbahaya.

“Jumlah paparan radiasi dari sumber terestrial alami dan sinar kosmik galaksi, jauh lebih tinggi daripada yang disadari kebanyakan orang,” kata Whicker kepada Live Science dalam email.  “Kehidupan berkembang di lingkungan radiasi konstan ini, karena mekanisme perbaikan DNA beroperasi secara efisien dan cepat dalam sel –asalkan intensitas paparan radiasi berada dalam level tertentu.”

Modi Wetzler, seorang profesor kimia di Clemson University yang mempelajari limbah nuklir, mengatakan kepada The Arizona Republic bahwa, di samping membahayakan tubuh jika dihirup, namun sinar gamma mudah diserap dan tidak berbahaya bila jumlahnya hanya beberapa inci di udara, atau bahkan di luar lapisan kulit mati seseorang.

Setelah seorang remaja dengan sebuah konter Geiger (alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur radiasi pengion) secara tidak sengaja menemukan ember bijih di museum pada Maret 2018, Parks Service meluncurkan penyelidikan singkat untuk menguji tingkat radiasi di dalam dan sekitar gedung.

Menurut laporan mereka (yang dikutip Stephenson dari The Arizona Republic), kontak langsung dengan bijih uranium menghasilkan tingkat radiasi kira-kira dua kali lipat dosis tahunan aman yang dipatok oleh Nuclear Regulatory Commission.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Langkah Selanjutnya

Bijih uranium telah dibuang di tambang uranium terdekat. Sementara itu, Park Service, U.S. Occupational Safety and Health Administration dan Arizona Bureau of Radiation Control sekarang menyelidiki museum dan bangunannya.

Menurut Emily Davis, Grand Canyon National Park Public Affairs Officer, tingkat radiasi di lokasi tersebut normal dan aman.

“Sebuah survei baru-baru ini dari fasilitas pengumpulan data museum Taman Nasional Grand Canyon menemukan tingkat radiasi di sana masih bertaraf rendah –jumlah yang umumnya ada di lingkungan– dan di bawah tingkat kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat,” Davis mengatakan kepada NPR.

“Tidak ada risiko berbahaya saat ini untuk karyawan publik atau Grand Canyon. Fasilitas pengumpulan data museum masih terbuka untuk umum dan rutinitas kerja terus berjalan seperti biasa.”

Meskipun mungkin tampak diabaikan, bijih uranium diduga meningkatkan kadar radon di dalam gedung museum, kata Field kepada Live Science.

“Fasilitas itu harus melakukan pengujian radon,” ungkap Field. “Namun, dalam jangka panjang, potensi paparan dari radon, dari sumber alami di tanah dan batuan di bawah fasilitas tersebut, kemungkinan akan menjadi sumber radiasi terbesar bagi masyarakat dan pekerja.”

3 Cara Memblokir FB Sendiri Permanen atau Semetara, Mudah dan Cepat

Liputan6.com, Jakarta Facebook (FB) adalah salah satu media sosial paling populer. Tak bisa dipungkiri, hampir semua orang terkoneksi di jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut. Berbagai fitur di Facebook memang memudahkan kita untuk keep-in-touch lagi dengan teman lama, keluarga jauh, atau teman-teman dekat di sekitar kita. 

Namun, sejak munculnya soal kebocoran data di Facebook. Di AS, data privasi pengguna Facebook dibocorkan dan disalahgunakan untuk mempengaruhi suara politik dari masyarakat, dan akan berimbas besar ke hasil pemungutan suara di Pemilu Presiden 2016 lalu. Tentu ini adalah sesuatu yang mencoreng nilai demokrasi.

Parahnya, Facebook menyatakan ada 10 negara yang disinyalir datanya disalahgunakan oleh Cambridge Analytica, dan di antara daftar tersebut ada Indonesia. Namun kini Facebook tak lagi semenyenangkan dulu. Banyak hal yang membuat makin lama kita makin malas berjejaring lagi di Facebook.

Sudah banyak kampanye bergulir untuk memboikot Facebook, senada dengan tagar #DeleteFacebook yang telah jadi tren global. Menghapus akun Facebook pun telah dilakukan oleh banyak sekali pengguna di seluruh belahan dunia.

Setelah melihat perkembangan Facebook saat ini apakah kamu masih ingin menggunakan Facebook?

Apakah kamu ingin tahu cara memblokir akunmu Facebook sendiri baik sementara atau permanen? Berikut liputan6.com rangkum cara memblokir FB sendiri baik secara permanen atau sementara.

2 dari 4 halaman

A. Cara memblokir FB sendiri ‘permanen’ lewat PC atau Laptop

Umumnya cara memblokir akun Facebook secara permanen ini akan memakan waktu selama 14 hari hingga 90 hari, tergantung banyaknya pos yang kamu kirim di Facebook selama kamu jadi pengguna.

Untuk lebih aman, kamu juga disarankan untuk ‘download copy’ atau unduh salinan berbagai pos di Facebook kamu mulai dari kiriman Wall personal, foto, dan profil. Caranya, tinggal masuk ke menu pengaturan, lalu pilih “unduh salinan” yang berada di paling bawah, lalu klik “unduh arsip”.

Ini cara memblokir FB sendiri permanen lewat PC atau Laptop.

1. Buka browser kamu dan login pada halaman Facebook seperti biasa. Lanjut dengan mengunjungi halaman berikut ini https://www.facebook.com/help/delete_account.

2. Di sini kamu bisa melihat halaman yang terbuka berdasarkan link yang telah disebutkan sebelumnya. Klik tombol Hapus Akun Saya.

3. Setelah itu akan muncul konfirmasi untuk mengisi password dan kode yang disediakan. Setelah kamu mengisi keduanya, klik tombol OK. Bagian ini akan mengonfirmasi jika kamu benar-benar ingin memblokir FB sendiri secara permanen.

4.  Jika kamu sudah yakin, klik OK. Akun kamu sudah berhasil diatur dalam perintah pemblokiran.

5.  Kemudian, akan terdapat informasi yang diberikan oleh Facebook atau pemberitahuan bahwa kamu masih dapat membatalkan tindakan pemblokiran akun Facebook kamu.

6.  Caranya dengan login ke Facebook seperti biasa dalam kurun waktu 14 hari ke depan. Jika kamu tidak login sama sekali selama 14 hari tersebut maka akun Facebook kamu akan diblokir  secara permanen atau selamanya.

7.  Setelah melakukan langkah di atas, Facebook otomatis mengembalikan ke halaman awal sebelum login.

3 dari 4 halaman

B. Cara memblokir FB sendiri ‘sementara’ lewat PC atau Laptop

Bagi kamu yang berencana untuk memblokir akun FB hanya untuk sementara waktu. Berikut langkah-langkah yang harus kamu ikuti.

1.  Buka browser pada PC atau Laptop. Lalu login akun Facebook yang akan kamu blokir.

2.  Pada halaman Beranda, klik tanda panah bawah di akhir menu dan kemudian pilih pengaturan.

3.  Kemudian kamu akan mendapati halaman Pengaturan Umum Akun dan Klik Edit pada bagian Kelola Akun.

4.  Setelah itu akan muncul pengaturan di bawah Kelola Akun. Pada bagian Nonaktifkan akun kamu, klik tulisan Nonaktifkan akun kamu yang berwarna biru.

5.  Langkah selanjutnya adalah kamu kamu harus memberi alasan menonaktifkan akun Facebook. Kamu bisa memiliih bermacam alasan dan setiap alasan yang kamu pilih, jangan lupa untuk menjelaskannya pada kolom yang ada tulisan harap jelaskan lebih lanjut.

6. Kamu juga dapat mencentang bagian tolak email, jika kamu tidak ingin ada inbox yang masuk ke email kamu dari Facebook nantinya. Kemudian, klik tombol Tutup.

7. Kemudian akan muncul kotak dialog yang akan meverifikasi kamu kembali. Jika yakin untuk menonaktifkan akun Facebook kamu, klik tombol nonaktifkan Sekarang.

8. Selanjutnya ini akan terlihat info bahwa akun Facebook kamu telah berhasil dinonaktifkan sementara.  Namun, untuk mengaktifkannya kembali, Anda bisa login seperti biasa.

4 dari 4 halaman

C. Cara memblokir FB sendiri lewat Hp Android

Nggak jauh berbeda dengan PC/laptop, cara memblokir facebook sendiri melalui aplikasi dan browser di Android juga bisa kamu dilakukan.

1. Buka aplikasi Facebook pada Android kamu, dan login. Klik pada menu tiga garis horizontal.

2. Lakukan scrolling ke bawah, pilih Settings & Privacy.

3. Pilih Account Settings.

4. Klik opsi General.

5. Klik Manage Account.

6. Klik Deactivate untuk menonaktifkan akun.

7. Pilih alasan menonaktifkan akun sementara. Jangan lupa untuk mengisi alasannya pada kolom yang tersedia di bawah opsi.

8. Centang untuk menolak email dari Facebook dan klik tombol Deactivate.

9. Akun kamu sudah berhasil dinonaktifkan sementara.

10. Klik OK untuk keluar dari akun.

Untung Rugi Jadi Tuan Rumah Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un

Liputan6.com, Singapura – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Utara Donald Trump akan berlangsung pada 27-28 Februari di Hanoi, Vietnam.

Sejumlah pihak menerka-nerka apa keuntungan dan kerugian yang didapatkan oleh sang tuan rumah dalam pertemuan dua negara yang memegang posisi strategis dalam bidang keamanan internasional tersebut –mengingat Korea Utara selalu identik sebagai sumber ancaman.

Analisis untung rugi sangat mudah dilakukan dengan berkaca pada pertemuan Trump dan Jong-un di Singapura pada tahun lalu.

Sebagian pihak pernah ingin mengetahui siapakah yang membayar hotel mahal bagi kedua pemimpin dan pengawalnya, serta fasilitas lain yang dibutuhkan.

Permasalahan Pembiayaan

Masalah utama menjelang KTT Singapura yang berlangsung pada 12 Juni 2018 lalu adalah keamanan yang menghabiskan banyak uang –sebagian tentu ditanggung oleh negara tuan rumah.

Perlindungan termasuk dalam aspek fisik kedua pemimpin dan keamanan lokasi. Temasuk di dalamnya adalah tempat pertemuan hingga hotel.

Selain itu, dibutuhkan pula pengendalian terhadap kerumunan yang dapat mengganggu kenyamanan warga negara tuan rumah, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (22/2/2019). Alhasil dibutuhkan penghalang jalan, pengalihan rute, dan penundaan sejumlah transportasi komersil.

Penundaan dan pembatasan berlaku pula bagi pesawat udara komersil, mengingat tuan rumah harus memberikan jalan bagi patroli militer di wilayah negaranya.

Armada militer angkatan laut dan darat juga harus disiagakan.

Untuk fasilitas-fasilitas tersebut, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pernah mengatakan bahwa ia berharap negara itu akan menghabiskan hanya sekitar US$ 14,8 juta.

Nyatanya, pascapertemuan diketahui bahwa sebagai tuan rumah Singapura hanya menghabiskan uang sekitar US$ 11,8 juta.

Adapun harga bagi hotel yang digunakan oleh Kim Jong-un disinyalir berkisar US$ 7.400 per malam. Fantastis.

Sedangkan Trump dikabarkan membayar dengan cara yang sering dipraktikkan AS untuk acara-acara bilateral yang diselenggarakan oleh pihak ketiga.

Kritik kemudian datang ketika Jong-un didampingi dua menteri pemerintah Singapura mengamati pemandangan sekitar kasino dan resor Marina Bay Sands yang mewah.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Keuntungan Tuan Rumah

Meskipun telah mengeluarkan cukup banyak dana, bukan berarti tuan rumah merugi. Ahli pemasaran mengatakan bahwa Singapura berpotensi mendapatkan berkali-kali lipat dari total biaya yang telah ia keluarkan.

Hal itu berkaitan dengan sektor wisata dan sektor lain yang akan mendapatkan keuntungan karena citra positif yang diterima dari publik internasional.

Jason Tan, dari perusahaan komunikasi Zenith Singapore menyatakan bahwa berkat pertemuan Singapura telah mendapatkan satu minggu penuh liputan dan sorotan kamera.

Hal itu menurutnya sangat baik untuk menumbuhkan citra positif sebagai negara.

Sementara itu, Vu Minh Khuong, seorang profesor di Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew di National University of Singapore mengatakan bahwa keuntungan lain berada pada bidang kepentingan strategis nasional. Singapura akan terlihat memiliki relasi kuasa yang tinggi dalam panggung internasional.

“Tuan rumah meningkatkan posisi strategisnya sebagai tempat pilihan untuk acara yang sangat penting dan menampilkan kepada dunia bahwa negaranya adalah entitas yang berperan dalam menciptakan dunia yang lebih baik,” katanya.

Keyless Entry Terlihat Kuno Dibanding Teknologi yang Satu Ini

Liputan6.com, Jakarta – Membuka pintu mobil sebenarnya sangatlah sederhana. Seperti membuka pintu rumah, Anda tinggal masukkan kunci ke lubang, putar hingga kunci terbuka, dan Anda menarik gagang pintu. 

Meski sederhana, rupanya teknologi untuk membuka kunci mobil semakin berkembang. Apalagi setelah masuk ke era keyless entry system dan smart key.

Dan sepertinya tak lama lagi membuka pintu mobil bisa pakai deteksi wajah, seperti teknologi yang dipatenkan Apple baru-baru ini. Dilansir Autoindustriya, pemilik mobil bisa membuka kunci mobil menggunakan sistem facial recognition.

Ke depannya, sistem ini akan bisa dipersonalisasikan untuk pengaturan kursi, spion, bahkan AC. Apple juga tampaknya mengembangkan teknologi ini dan mengintegrasikannya dengan smartphone.

Meskipun kabar soal teknologi ini baru, konsep teknologi ini disebut sudah lama. Apple pernah mematenkan teknologi serupa pada Februari 2017.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Tak Lagi Repot , Smartphone Siap Gantikan Anak Kunci Mobil

Tak dapat dipungkiri fungsi dari telepon pintar atau smartphone saat ini sangat beragam. Bahkan sebuah perusahaan gabungan antara otomotif dan teknologi mendirikan The Car Connectivity Consorium (CCC).

Dilansir Carscoops, Jumat (22/6/2018). Perusahaan ini telah merilis Digital Key 1.0, yaitu sebuah kunci digital yang dapat dioperasikan dengan menggunakan smartphone.






Dengan Digital Key 1.0, maka pemilik mobil tak perlu menggunakan anak kunci. Sebaliknya dengan hanya menggunakan smartphone mereka bisa membuka pintu, menyalakan mesin dan berbagai akses lainnya pada mobil.

Untuk menggunakan Digital Key 1.0, maka hal itu tergantung pada teknologi Near FieldCommunication (NFC) dan dipastikan memiliki tingkat keamanan state-of-the-art tertinggi.

Meskipun ini baru proyek pertama, namun CCC mengklaim permintaan Digital Key 1.0 sudah meluas dan dilirik pada pabrikan mobil termasuk perusahaan ponsel.

Oleh karena itu CCC juga bekerja sama mengembangkan produknya itu dengan sejumlah raksasa teknologi, seperti Apple, LG, Panasonic, Samsung dan Qualcomm. Mereka juga bergabung dengan Audi, BMW, General Motors, Hyundai dan Volkswagen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pagupon Mbah Pon, Pembelajaran Etika Lewat Bahasa jawa

Liputan6.com, Semarang – “Ya wis aku lila yen omah iki arep mbok rebut, aku lila yen awakku sing wis tuwa iku mbok singkang-singkang, mbok ambrukke! Mbok singkirke…” (Baikah, aku ikhlas jika rumah ini hendak kau rebut, aku ikhlas jika tubuh tuaku ini kau telantarkan, kau buang, kau singkirkan)

Penggambaran emosi antara kemarahan, kesedihan, kesia-siaan, hingga kepasrahan begitu apik digambarkan dengan bahasa Jawa. Cuplikan itu bisa dibaca dalam cerkak (cerita cekak) atau cerpen Bahasa Jawa berjudul Pagupon Mbah Pon, gubahan Budi Wahyono.

Pagupon adalah kandang merpati. Biasanya hanya berbentuk kotak kecil dengan satu pintu tanpa jendela. Menurut Budi Wahyono, penggambaran pagupon sebagai rumah manusia sebenarnya sikap alam bawah sadar manusia Jawa untuk bersikap rendah hati.

“Jadi melalui bahasa Jawa itu, saya malah bisa bercerita dengan lebih klimaks. Diksi bahasa Jawa sangat kaya. Tapi saya tak memilih model diksi klasik, justru dengan diksi yang lebih kekinian, merakyat, keseharian, saya bisa bercerita lebih klimaks,” kata Budi Wahyono menjelaskan alasan memilih setia berbahasa Jawa.

Kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa bahasa Jawa sebagai bahasa ibu semakin tersisihkan, dianggap sebagai peluang. Budi mengambil ceruk sastra dengan pasar yang sangat khusus sebagai upaya menambah dan menjaga nilai budaya.

Dituturkannya bahwa menggunakan bahasa jawa sesungguhnya bukan hanya menjaga budaya dan kearifan lokal saja. Namun di dalamnya secara otomatis ada pembelajaran etika, nilai rasa atau kepekaan juga.

“Misalnya, seseorang yang biasa memanggil temannya dengan sebutan ‘Mas’, namun tiba-tiba berubah menjadi ‘Pak’ atau ‘Bapak’ pada saat-saat tertentu ketika si teman tadi sudah menjadi seorang pejabat, bisa dipastikan ia sedang menyembunyikan sebuah maksud,” kata Budi.

Dalam pergaulan Jawa, memang sangat lekat dengan basa-basi. Namun basa-basi yang disampaikan atau penghormatan yang berlebihan pada saat-saat tertentu, menunjukkan isi hatinya.

Cerita-cerita pendek berbahasa Jawa karya Budi Wahyono, juga jauh dari bahasa sastra Jawa tingkat tinggi. Sebaliknya secara sadar Budi memilih bahasa Jawa pasaran atau sehari-hari karena yang ia ceritakan adalah dunia sehari-hari masyarakat kebanyakan.

“Nanti malah ‘njomplang’ (tak seimbang) jika saya bercerita tentang dunia prostitusi jalanan namun menggunakan bahasa Jawa keraton,” kata Budi.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Topografi dan Pengaruhnya

Bahasa Jawa memang mengenal struktur penggunaan. Ini sama dengan beberapa bahasa daerah lainnya. Namun ragam bahasa Jawa yang ada dan masih hidup seperti Mataraman, Ngapak (Banyumas), Ngapak (Tegalan), Osing (Banyuwangi), Pesisiran, Keraton, dan ragam-ragam lain yang merupakan percampuran itu tak bisa disandingkan.

“Bahasa-bahasa itu memiliki kedudukan yang sama. Bahasa Ngapak (Banyumas) dan bahasa Ngapak (gaya Tegal) tak berarti salah satunya lebih halus atau lebih bergengsi. Semua terhormat,” kata Budi.

Sementara itu budayawan Eko Tunas menyebutkan, bahasa ibu menunjukkan akar budaya darimana penutur itu berasal. Ia memetakan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang secara umum memiliki ciri khusus.

Pertama adalah masyarakat yang tinggal di gunung atau pegunungan. Masyarakat gunung atau pegunungan ini karena sulitnya medan untuk hidup sehari-hari mereka sangat gemar bergotong-royong. Tentu saja dimaksudkan agar bisa mengatasi kesulitan hidupnya sehari-hari.

“Masyarakat ini cara bertuturnya sopan. Namun aksen bahasanya keras secara volume. Awalnya untuk mengatasi kesulitan berbicara akibat jarak yang jauh,” kata Eko Tunas.

Kedua, adalah kelompok masyarakat tengahan. Masyarakat ini biasanya tinggal di kawasan lembah atau tempat-tempat subur lainnya sehingga hidup lebih mudah. Model masyarakat ini memiliki kebiasaan suka berpesta.

“Bentuk pesta bisa macam-macam. Salah satunya dengan syukuran. Bahasa yang digunakan relatif lebih pelan saat diucapkan,” kata Eko.

Kemudian yang terakhir adalah kelompok masyarakat pesisir. Karena keseharian mereka berada di tengah laut dan bertaruh nyawa untuk bertahan hidup mencari makan, maka kecenderungan masyarakat ini juga keras. Berbicara apa adanya agar efektif.

“Biasa berpacu dengan waktu mempertahankan nyawa, sehingga gaya bahasa mereka sangat efektif,” kata Eko.

Sepakat dengan Budi Wahyono, Eko Tunas juga tak mau membandingkan. Semua memiliki tingkat kesopanan dan strata penggunaan tersendiri di penggunanya. Namun tak dipungkiri bahwa ada anggapan bahwa bahasa daerah tertentu dianggap lebih halus dibanding daerah lain.

Anggapan bahwa ada daerah yang dianggap lebih halus ini sangat berkait erat dengan dominasi secara politik. Bahasa Jawa gaya Mataram dianggap paling halus karena mereka memiliki keraton sebagai pusat kekuasaan. Sementara bahasa Jawa pesisiran karena disampaikan secara terbuka dan efektif, sedikit basa-basi dianggap kasar.

“Ah itu hanya anggapan saja. Sebenarnya tidak demikian. Itulah sebabnya akhir-akhir ini muncul semacam gerakan kebanggaan menggunakan bahasa ibu. Misalnya seloroh ‘ora ngapak ora kepenak’. Itu menunjukkan kebanggaan mereka,” Budi Wahyono menambahkan.

3 dari 3 halaman

Masih Ada Suriname

Kembali ke awal tulisan ini yang mengutip penggalan cerita pendek Budi Wahyono. Dalam cerkak Pagupon Mbah Pon itu, Budi Wahyono menyentil tentang keberadaan seorang anak, meskipun anak tiri yang sering menjadi kerikil dalam urusan harta dunia.

Anak tiri mbah Pon menginginkan agar rumah lapuk yang ditinggali mbah Pon dijual. Mbah Pon berusaha mempertahankan. Namun ia mesti menyerah dan menjual rumah itu. Kejutan terjadi di akhir cerita ketika mbah Pon memilih pulang ke kampungnya di Wonogiri. Setelah dibagi-bagi, sisa penjualan rumahnya di kota ia gunakan untuk menikah dengan mantan istri pak Mantri Kesehatan

Warga mengantar ke rumah barunya. Rumah yang lebih bagus dari yang dijual itu oleh mbah Pon disebutnya sebagai pagupon atau kandang merpati.

Ternyata dari dalam rumah itu muncul sosok perempuan yang masih menyisakan garis kecantikannya. Ia adalah seorang pesinden di masa mudanya. Warga kaget. Ternyata mbah Pon yang sederhana dan terlihat menderita itu malah mampu berpoligami sebagai salah satu jalan keluar mengusir kesedihan.

Begitulah. Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tetap memiliki pesona dan mampu mencipta drama-drama dalam karya sastra yang mudah dipahami. Tentu saja Budi Wahyono tak sendiri, ada Turiyo Ragilputra dari Kebumen, Djayus Pete dari Bojonegoro, Achmad Dalady dari Magelang dan sederet sastrawan-sastrawan bahasa Jawa lainnya.

Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tentu akan terus hidup. Apalagi jumlah penggunanya bukan hanya di Indonesia, namun juga di Suriname masih sangat banyak. Hanya saja jika tak ada dukungan dari masyarakat dan negara hadir dalam pengembangannya, tentu akan semakin bergeser dan hilang identitasnya.

Pamela Safitri Duo Serigala Bakal Berhijab?

Liputan6.com, Jakarta Pedangdut Pamela Safitri identik dengan imej seksi yang melekat di dirinya. Maklum saja, personil Duo Serigala ini memang kerap berpenampilan seksi dengan memakai busana terbuka.

Namun, Pamela Safitri tiba-tiba mengunggah foto terbaru. Berbeda dari biasanya, kali ini wanita berusia 25 tahun itu terlihat lebih anggun dengan busana tertutup.

Baju lengan panjang yang ia kenakan tampak match dengan hijab berwarna hitam. Pamela Safitri pun menuliskan caption berisi doa dan meminta dukungan dari para fans.

“Doain ya guys, setuju nggak Pamela begini? Comment ya yang sayang Pamela, Alhamdulillah,” tulis Pamela Safitri, seperti dilansir dari Instagram-nya, Kamis (21/02/2019).

2 dari 3 halaman

Berhijab

Belum pasti apakah Pamela sudah memutuskan untuk berhijab atau ia berpenampilan seperti itu untuk menghadiri suatu acara. Namun di Instastory, Pamela sempat mengunggah video terbaru dengan hijab berbeda berwarna kebiruan.

Di situ ia tak sengaja bertemu dengan Ucie Sucita. Pangling dengan penampilan Pamela, Ucie sempat memujinya. “Pangling banget lho, cantik banget lho!” ujar Ucie.

Kini publik figur mulai banyak yang mulai merambah ke Youtube. Lewat media video youtube mereka mencoba lebih dekat dengan para penggemarnya. Telah banyak yang sukses dengan akun youtube mereka bahkan mendapatkan penghargaan Play-Button oleh YouTube.

3 dari 3 halaman

YouTube

Hal ini juga dicoba oleh personel Duo Serigala, Pamela Safitri. Penyanyi dangdut sensasional ini mencoba peruntungannya di media sosial YouTube.

Channel YouTube miliknya telah dibuat sejak Februari 2018 lalu. Namun Pamela baru mulai aktif mengunggah video-videonya kurang lebih dalam satu bulan terakhir.

Sumber: Kapanlagi.com

Pergi Liburan, Ahok Berkeliling Pulau Dewata Pakai Volkswagen Safari

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang hobi menyetir mobil. Bahkan, pria yang kini lebih senang dipanggil BTP ini, tidak lepas dari hobinya mengendarai roda empat, bahkan saat ia pergi liburan ke Bali.

Dilihat dari vlog terbarunya, pria yang kini menjadi kader partai PDI Perjuangan ini berkeliling pulau Dewata menggunakan salah satu mobil klasik legendaris, Volkswagen (VW) Safari. Bahkan, Ahok begitu mengetahui sejarah mobil asal Jerman ini.

“VW Safari, jaman dulu sih masih suka kebakaran di belakang karena mesinnya berbedakatan dengan bensin. Saya masih ingat sekali itu, tahun 70-an, saya masih 10 tahun” ujar Ahok saat membuka kap mesin VW Safari yang berada di belakang.

Setelah melihat-lihat VW Safari berkelir merah, dan bertanya terkait mobil klasik tersebut kepada sang pemilik atau komunitas, Ahok langsung berkendara dan menyetir sendiri.

“Aduh sudah lama saya tidak bawa mobil manual,” tambah Ahok saat menyoba mobil klasik beratap terbuka ini berkeliling Bali.

Saat mengendarai VW Safari klasik ini, Ahok terlihat sangat santai. terlebih, saat menyetir berbarengan dengan mendengarkan musik. Namun, saat masuk ke jalan raya, Ahok hanya jadi penumpang, karena sepertinya ia masih belum mengurus SIM-nya yang sudah mati.

2 dari 3 halaman

Ahok Mau Perpanjang SIM

Selama perjalanan di dalam mobil, obrolan santai antar ayah dan anak terjadi. Selain takjub dengan perubahan Jakarta. Ia juga akan membuat SIM baru, karena masa berlakunya sudah lewat sejak Juni 2018.

“Harusnya gue yang menyetir. SIM belum ada. SIM papa sudah lewat. Ini SIM B1. Ternyata udah lewat Juni 2018. Kita bikinnya 2013,” kata Ahok dalam vlog-nya. Selain itu, Ahok memegaskan kembali keinginannya tersebut merupakan salah satu yang akan ia lakukan setelah keluar dari penjara pada akhir video. Hal itu dikarenakan keinginan Ahok untuk melakukan touring tol Jakarta-Surabaya.

“Yang paling mau saya lakukan mau bikin SIM, karena SIM saya sudah  lewat, udah berakhir pas ulang tahun kemarin. Mau nyetir saya. Mau touring. Sebenarnya saya mau touring tol Jawa,” ujar Ahok.

Terlihat juga dalam vlog, Ahok sangat antusias saat melewati jalan Simpang Susun Semanggi. Pengakuannya, itu merupakan kali pertama ia menjajal proyek yang dibuatnya saat masih menjabat sebagai Gubernur.

“Emang belum pernah? Enggak pernahlah. Waktu resmi kan papa sudah ditahan, sudah dikurung. Waktu belum jadi aja gua naik sini iya, enggak? Waktu mau nyambung papa naik. Sekarang kita lihat,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: