Sudah Meninggal Dunia, Caleg Asal Jember Ini Masih Jadi Pendulang Suara Terbanyak

Liputan6.com, Jember – Perhelatan pesta demokrasi pada Rabu 17 April 2019 di Kabupaten Jember Jawa Timur, diwarnai kejutan. Pasalnya calon anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah pemilihan (Dapil) Jember – Lumajang, yang sudah meninggal dunia, Miftahul Ulum, mendulang suara yang sangat signifikan di semua TPS di Kabupaten Jember. Bahkan almarhum, yang juga mantan Ketua DPC PKB Jember, mendapatkan suara terbanyak.

Menurut salah seorang saksi PKB Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember, Muhammad Lefan, perolehan suara pria yang biasa dipanggil Cak Ulum ini, pada setiap TPS, di kecamatan Ledokombo selalu tinggi, melebihi suara caleg lainnya.

“Setiap TPS perolehan Cak Ulum di atas 100 suara, bahkan ada yang di atas 200 suara,” ujar ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ledokombo ini, Selasa (23/4/2019).

“Saya tidak tahu persis, mengapa suara caleg PKB nomor urut 1 ini bisa memperoleh suara yang signifikan. Padahal orang yang mereka pilih, sudah tiada,” katanya.

Ada kemungkinan, lanjut Muhamad, pemilih tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Tapi ada yang tahu, tapi tetap memilih Cak Ulum, karena mengenal pribadi baik Cak Ulum.

“Raganya sudah meninggal dunia, namun semangat dan kebaikan cak Ulum, masih hidup diantara kader PKB Jember,” ucapnya.

Sementara PLH ketua DPC PKB Kabupaten Jember, HM Syaiful Bahri Ansori, saat dikonfirmasi membenarkan perolehan suara Miftahul Ulum tersebut.

Dia menjelaskan, yang bersangkutan meninggal dunia, saat namanya sudah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) PKB Provinsi Jawa Timur. Sehingga posisi nomor urut, yang bersangkutan tidak bisa digantikan dengan calon yang lain.

“Karena itu, namanya tetap tercatat dalam daftar caleg DPRD Provinsi Jawa Timur,” tutur pria yang biasa disapa SBA ini.

Kominfo Jaring 22 Hoax di April, Terbanyak Terkait Pilpres 2019

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat 22 hoax tyang beredar di masyarakat. Dari 22 hoax yang dihimpun, hoax terbanyak terkait Pemilu 2019.

Beberapa hoax yang dideteksi Kominfo di antaranya mengenai eksodus WNI ke luar negeri karena khawatir terjadi chaos usai pilpres, salam dua jari di milenial road safety festival, dan penghitungan hasil quick count di MetroTV yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hoax lain yang dideteksi Kominfo yakni soal tudingan lembaga survei yang berpihak kepada salah satu pasangan capres-cawapres, isu adanya kecurangan di Pilpres seperti surat suara yang tercoblos. Selain itu juga ada hoax yang menyebutkan cawapres Sandiaga Uno yang diusir Prabowo Subianto karena menolak ikut deklarasi kemenangan.


Hoax lain yang dideteksi Kominfo yakni klaim KKB Papua soal tewasnya prajurit TNI dan surat suara yang dibakar, Prabowo-Sandi yang menang berdasar exit poll di Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, hingga soal Syekh Ali Jaber yang mendukung Jokowi.

Laporan ini dikeluarkan Subdit Pengendalian Konten Internet Kominfo. Laporan penyaringan hoax di media sosial ini rutin dilakukan Kominfo.

Kominfo menginventarisasi puluhan hoax tersebut beserta analisisnya. Berikut 22 hoax yang telah diinventarisasi oleh Kominfo hingga Kamis (18/4/2019):
(zak/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Menang Telak di Panama City, PDIP Raih Suara Terbanyak

Panama – Perolehan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul jauh atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Panama City. Selisih antara kedua pasangan itu mencapai 40 suara.

KBRI Panama City sendiri mencakup empat negara yakni Panama, Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua. Jumlah pemilih dari 4 negara tersebut sebanyak 96 orang.

PPLN KBRI Panama City.PPLN KBRI Panama City. (Foto: dok. KBRI Panama City)

Berdasarkan penghitungan, pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 69 suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 25 suara dan surat suara tidak sah sebanyak 2.

Sementara itu, untuk pemilihan legislatif didominasi oleh PDIP dengan 42 suara. Kemudian disusul Gerindra dengan 17 suara dan posisi ketiga ditempati PSI dengan 15 suara.

“Penghitungan suara disaksikan oleh Duta Besar RI dan Ibu, staf KBRI (termasuk WNA pegawai setempat) serta WNI yang berdomisili di Panama City. Acara berjalan dengan tertib dan lancar tanpa mengalami hambatan,” demikian keterangan tertulis KBRI Panama City yang diterima detikcom, Jumat (19/4/2019).

Sebelumnya, hasil dari sebagian penghitungan suara Pilpres 2019 di luar negeri memang menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga seperti misalnya di Vietnam, Iran dan Jerman.

Di Vietnam, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 161 suara, sementara Prabowo-Sandiaga 63 suara. Di Iran, pasangan nomor urut 01 mendapatkan 230 suara, Prabowo-Sandiaga 23 suara. Begitu juga di Inggris di mana Jokowi-Maruf mendapatkan 2.966 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga 942 suara.
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi-Ma’ruf Menang di Ekuador, PSI Raih Suara Terbanyak

Quito – Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Quito, Ekuador. Pasangan nomor urut 01 itu meraih 46 suara.

Proses penghitungan suara Pilpres 2019 di Quito pada Rabu (17/4/2019) pukul 10.00-12.00 waktu setempat. Lokasi tempat pemungutan suara (TPS) berada di halaman belakang KBRI Quito.

Berdasarkan hasil penghitungan, Jokowi-Ma’ruf meraup 46 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga 10 suara. Untuk Pileg 2019, PSI menempati posisi pertama dengan perolehan 17 suara. Di posisi kedua ada PDIP dengan 14 suara.

Proses penghitungan suara berakhir pada pukul 12.00. Sedangkan proses rekapitulasi suara berakhir pada pukul 16.00.

“Sejak awal sampai akhir penghitungan suara dan rekapitulasi suara, kegiatan berjalan dengan lancar, damai, tertib dan aman tanpa kendala apapun,” demikian keterangan tertulis KBRI Quito seperti yang diterima detikcom, Kamis (18/4/2019).

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count LSI Denny JA, PSI menjadi salah satu partai yang tidak lolos ke parlemen. PSI, menurut quick count LSI Denny JA mendapatkan suara 2,35%.
(zak/fai)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Terbanyak pada Surat Suara Tertukar

Secara terpisah Ketua KPU Arief Budiman, menyampaikan perkembangan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Rabu kemarin. Berdasarkan laporan dari daerah, sebanyak 2.249 TPS tidak melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu.

“Jumlah TPS yang tidak dapat melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 17 April 2019 adalah 2.249 dari total keseluruhan jumlah TPS yang dibentuk oleh kPU 810.193,” ujar Arief Budiman di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis dini hari.

Menurut Arief, jumlah tersebut hanya 0,28 persen dari jumlah total TPS di seluruh Indonesia. TPS-TPS tersebut tersebar di 18 kabupaten/kota. Arief mengakui tidak menutup kemungkinan jumlah TPS yang tidak melaksanakan pemungutan suara bertambah.

“Saya perlu ditegaskan laporan tadi sampai dengan Pukul 23.00 WIB Rabu malam,  jadi laporan ini bisa saja terus berkembang, bisa saja dikoreksi, apakah mungkin ada laporan yang kurang tepat, nanti kalau ada koreksi kita sampaikan lagi,” jelas dia.

Penyebab pemungutan dan penghitungan suara di TPS-tersebut tidak dilaksanakan karena keterlambatan distribusi logistik sehingga pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Kemudian, ada yang karena bencana alam misalnya banjir jadi di Kota Jambi sehingga pemungutan suara tidak dapat dilaksanakan,” pungkas dia.

Adapun TPS yang tidak ikut melaksanakan pemungutan suara pada 17 April: 

Kota Jayapura: 702 TPS

Kabupaten Jayapura:  1  TPS

Kabupaten Keerom: 6 TPS

Kabupaten waropen: 11 TPS

Kabupaten Intan Jaya: 288 TPS

Kabupaten Tolikara: 24 TPS

Kabupaten Pegunungan Bintang :1 TPS Yahukimo: 155 TPS

Jayawijaya: 3 TPS

Nias Selatan: 113 TPS

Kutai Barat: 20 TPS

Banggai: 391 TPS

Jambi: 24 TPS

Kabupaten Bintan: 2 TPS

Kabupaten Banyuasin: 445 TPS

Kabupaten mahakam Ulu: 4 TPS

Kutai Kartanegara: 8 TPS

Berau: 11 TPS

Total: 2249 TPS.

Reporter: Yunita Amalia

Polri Pecahkan Rekor Muri Pembagian Helm Terbanyak ke Komunitas

Liputan6.com, Jakarta – Pada gelaran Touring Millenial Road Safety Festival 2019 yang diadakan di Taman Parkir Timur Senayan beberapa waktu lalu berhasil meraih rekor MURI dengan Pembagian Helm Terbanyak kepada Komunitas.

Rekor MURI berhasil diraih oleh Korlantas Polri bersama Polda Metro Jaya, dan Dirlantas Polda Metro Jaya karena berhasil membagikan 5.555 helm.

Touring Millenial Road Safety Festival 2019 merupakan aksi mengampanyekan keselamatan berlalu lintas kepada kaum millenial dengan mengendarai sepeda motor dengan tertib dan aman.

Keseruan pemberian rekor MURI dalam hal Pembagian Helm Terbanyak kepada Komunitas dapat disaksikan di channel Museum Rekor Dunia Indonesia di Vidio.com berikut ini.

Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) memberikan penghargaan Pembagian Helm Terbanyak kepada Komunitas

Profil Volodymyr Zelenskiy, Pelawak yang Raih Suara Terbanyak di Pilpres Ukraina

Kryvyi Rih – Seorang pelawak yang sama sekali tidak memiliki pengalaman politik, hampir dapat dipastikan mendapatkan suara terbanyak di pemilihan presiden Ukraina. Exit polls hari Minggu (31/03) menunjukkan, komedian bernama Volodymyr Zelenskiy meraih lebih dari 30% suara, jauh mengungguli kandidat petahana, Petro Poroshenko, yang diperkirakan meraih sekitar 17% suara. Lantas, siapakah Zelenskiy?

Zelenskiy sering tampil sebagai presiden dalam acara satire televisi, yang diberi judul Pelayan Rakyat. Pria berusia 41 tahun itu lahir di kota industri Krivoy Rog.

Zelenskiy merupakan putra dari seorang Profesor Sibernetika dan lahir pada 25 Januari 1978 silam di kota Kryvyi Rih, Ukraina. Dia lulus dari Fakultas Hukum Institut Ekonomi Kryvyi Rih dari Universitas Ekonomi Nasional Kiev. Namun, Zelenskiy tak pernah menggeluti pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya tersebut.


Dihimpun dari berbagai sumber, Zelenskiy mengawali karirnya di komedi sejak umur 17 tahun. Dia pernah memenangkan kompetisi komedi, KVN pada tahun 1997. Pada tahun yang sama dia juga membentuk ‘Kvartal 95’, yang kemudian menjadi proyek bisnis utamanya. Studio itu memproduksi acara televisi, musik, film dan penulisan skenario.

Pada tahun 2003, penulis skenario sekaligus aktor tersebut berselisih dengan Alexander Maslyakov dan meninggalkan KVN untuk mengembangkan Kvartal 95 secara mandiri. Dia kemudian kembali ke Ukraina dan bekerja sama dengan saluran televisi nasional 1+1, hingga Kvartal 95 tumbuh menjadi perusahaan besar yang memproduksi program televisi dan bioskop. Tidak hanya rekan dekat Zelensky di KVN yang bekerja di sana, tetapi juga anggota tim lain.

Pada tahun 2006, suami dari Olena Zelenska itu juga pernah berpartisipasi pada tv show ‘Sancing with the Stars’ versi Ukraina dan memenangkan penghargaan ‘pilihan favorit penonton’. Beberapa tahun kemudian, dia mulai membintangi sejumlah film, seperti ‘Love in the Big City’ (2009), ‘Love in the Big City 2 (2012)’, ‘Office Romance (2011)’, ‘Rzhevsky Versus Napoleon (2012)’, dan masih banyak lainnya.

Pada 2010 hingga 2012, dia menjadi anggota dewan direktur saluran TV Inter Ukraina dan menjabat pula sebagai Produser Umum. Zelenskiy kemudian juga membuat sebuah acara TV berjudul The Servant of the People atau pelayan rakyat pada tahun 2018. Dalam acara ini, karakter yang diperankan Zelenskiy adalah sosok rakyat biasa yang kemudian menjadi presiden dengan janji memberantas korupsi.

Zelenskiy sendiri memasuki dunia politik pada tahun 2013 dimana dia mendukung gerakan Euromaidan 2013-2014. Selama Perang di Donbass, pria yang memiliki dua anak itu secara aktif mendukung pasukan Ukraina.

Pada malam tahun baru 2019, Zelenskiy pun mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden. Kemudian pada 21 Januari 2019, partai yang menaungi Zelenskiy, yang memiliki nama sama dengan acara yang pernah dibuatnya ‘The Servant of the People’, mengajukannya sebagai kandidat untuk Pilpres Ukraina. Akhirnya, pada 30 Januari 2019, Komisi Pemilihan Umum Ukraina mendaftarkannya sebagai kandidat Presiden.
(mae/aik)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Siswa Jatim Terbanyak Diterima Melalui SNMPTN, Ini Reaksi Khofifah

Sebelumnya, 10 besar kampus yang menerima mahasiswa melalui SNMPTN adalah Universitas Brawijaya sebanyak 3.957 orang), Universitas Negeri Padang (2.591), Universitas Sumatera Utara (2.508), Universitas Pendidikan Indonesia (2.493), Universitas Jember (2.215).

Kemudian Universitas Andalas (2.154), Universitas Diponegoro (2.146), Universitas Negeri Semarang (2.115), Universitas Halu Oleo (2.070) dan Universitas Syiah Kuala (2.039).

Sementara itu, 10 Besar kampus yang menerima mahasiswa dari jalur SNMPTN dan berpotensi mendapatkan beasiswa Bidikmisi yaitu; Universitas Negeri Padang (1.390), Universitas Halu Oleo (1.097), Universitas Syiah Kuala (1.063), Universitas Andalas (832), UPI Bandung (825), Universitas Jember (678), Universitas Sebelas Maret (654), USU (650), Universitas Mataram (616) dan Universitas Tadulako (611).

 

Reporter: Moch. Andriansyah

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak disambut meriah warga Surabaya usai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Prabowo: Saya Termasuk Tak Setuju Penyelenggaraan Asian Games

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan dirinya salah satu orang yang tidak setuju dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. Meskipun, pada akhirnya dia mengaku setuju dengan perhelatan akbar itu.

“Saya termasuk yang kurang setuju dengan kita menyelenggarakan Asian Games. Saya termasuk tapi sudah keputusan saya dukung,” kata Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.

“Saya dulu pendukung pencak silat juga dan kita alhamdulilah menyumbang medali emas yang terbanyak untuk Asian Games,” sambungnya.

Prabowo juga mengungkap ada negara yang berani menolak penyelenggaraan Asian Games karena ingin fokus pada pembangunan ekonomi. Negara tersebut, kata dia, adalah Vietnam.

“Tapi kawan kami Vietnam menolak. Ini giliran Vietnam karen Vietnam menolak dia mau fokus untuk ekonominya,” ungkapnya.

Menurutnya Vietnam lebih memilih untuk mengalokasikan dana untuk rumah sakit dan pertanian. Berbeda dengan Indonesia yang ia anggap lebih suka sesuatu yang meriah.

“Dia fokus untuk rumah sakit, untuk pertanian. Dan ingat orang indonesia ini seneng dengan hal-hal yang ‘wah’,” ucap Prabowo.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: