Diduga Bunuh Tentara dan Rabi Israel, Pria Palestina Ditembak Mati

Tepi BaratPasukan Israel menembak mati seorang warga Palestina yang diduga membunuh seorang rabi dan seorang tentara Israel di wilayah Tepi Barat.

Badan keamanan internal Israel, Shin Bet menyatakan, para tentara, polisi dan petugas keamanan mengepung sebuah bangunan di desa Abwein, Tepi Barat, sebelah utara kota Ramallah pada Selasa (19/3) waktu setempat. Di dalam bangunan itu, tersangka Omar Amin Abu Laila tengah bersembunyi.

“Penyerang melepas tembakan ke pasukan kami dan dia tewas dalam baku tembak,” demikian pernyataan Shin Bet seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/3/2019). Disebutkan bahwa tak ada personel Israel yang terluka dalam baku tembak itu.


Sebelumnya dalam serangan-serangan pada Minggu (17/3) waktu setempat, di dekat permukiman Israel, Ariel, seorang pria Palestina menikam tentara Israel, Gal Keidan (19) dan mencuri senjata apinya. Militer Israel mengidentifikasi pelaku sebagai warga Palestina bernama Omar Amin Abu Laila. Abu Laila juga menyebabkan seorang tentara Israel lainnya mengalami luka serius.

Pria Palestina itu kemudian menembaki para pengendara Israel, hingga mengenai seorang rabi berumur 47 tahun, Ahiad Ettinger, warga permukiman Eli. Rabi tersebut kemudian meninggal akibat luka-lukanya. Menurut keluarga rabi tersebut, sang rabi sempat melepas tembakan ke penyerangnya, namun pelaku berhasil kabur.

Shin Bet menyatakan, tersangka akhirnya ditemukan setelah aktivitas intelijen intensif dan operasional oleh para agennya, militer dan unit antiteror kepolisian.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung memberikan pujian atas operasi pasukan keamanan Israel pada Selasa (19/3) waktu setempat.
“Saya mengucapkan selamat kepada (mereka) atas tindakan cepat yang menyebabkan tersingkirnya teroris tercela,” ujarnya.

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TNI AL dan Tentara Jerman Latihan Bersama di Laut Mediterania

Jakarta – TNI Angkatan Laut (AL) menggelar latihan bersama dengan tentara Jerman menggunakan kapal perang masing-masing di Laut Mediterania. Latihan itu bertujuan memberikan pelatihan bagaimana menambah dukungan logistik yang habis tanpa harus kembali ke pangkalan.

“Latihan bersama mailbag transfer yang dilaksanakan antara KRI Sultan Hasanuddin-366 dan FGS Oldenburg F-263 merupakan bagian dari latihan pembekalan di laut dengan tujuan untuk memberikan tambahan dukungan logistik kepada unsur kapal yang membutuhkan agar tetap bisa melaksanakan tugas di laut tanpa harus melaksanakan bekal ulang di pangkalan,” ujar Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K UNIFIL Letkol Laut (P) Cecep Hidayat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/3/2019) malam.

Lebih lanjut, Cecep mengatakan latihan bersama ini menggunakan lebih dari satu kapal dengan pembagian tugas yang berbeda. Ada kapal yang bertugas pemberi dan ada juga berlaku sebagai penerima bantuan.

“Latihan ini dilakukan oleh dua kapal atau lebih dengan salah satu unsur kapal sebagai delivering ship atau kapal pemberi, sedangkan unsur kapal yang lain sebagai receiving ship atau kapal penerima,” ucapnya.

TNI AL dan Tentara Jerman Latihan Bersama di Laut Mediterania KRI Sultan Hasanuddin-366 dan FGS Oldenburg F-263 asal Jerman gelar latihan bersama di Laut Mediterania (Foto: Dok. Istimewa)

Selain memperkuat profesionalisme prajurit, jelas Cecep, tujuan latihan bersama ini juga berguna untuk mempererat hubungan diplomasi Indonesia dengan Jerman.

“Latihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan diplomasi Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Jerman,” paparnya.

Dalam latihan mailbag transfer ini, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/UNIFIL melibatkan 120 prajurit pengawak KRI Sultan Hasanuddin-366 dan Helikopter Dauphin AS-365 N3+ on board di KRI yang saat itu dilibatkan dalam kegiatan latihan.
(eva/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Konflik Pakistan dan India yang Makin Membara

Islamabad – Perseteruan antara Pakistan dan India semakin memanas. Teranyar, seorang pilot pesawat tempur India yang pesawatnya tertembak jatuh digebuki massa dan diarak oleh militer Pakistan.

Dilansir ABC Australia, Kamis (28/2/2019), pilot tersebut dipukuli oleh penduduk desa di wilayah Kashmir dan kemudian dibawa oleh tentara. Videonya dengan cepat menyebar dan memicu gejolak di kalangan pengguna medsos di kedua negara.

Militer India belum mengkonfirmasi identitas pilotnya, namun media negara itu menyebutkan namanya sebagai Abhinandan Varthaman.


Militer Pakistan sebelumnya mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat tempur India di wilayah udaranya di atas wilayah sengketa Kashmir.

Juru bicara militer Pakistan mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/2), seorang pilot India ditangkap dalam insiden itu. Disebutkannya, sebuah pesawat tempur India ditembak jatuh di area wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, sedangkan satu pesawat lainnya jatuh di wilayah India di perbatasan de facto yang membagi wilayah Himalaya tersebut.

“PAF (militer Pakistan) menembak jatuh dua pesawat India di dalam wilayah udara Pakistan,” kata juru bicara militer Mayor Jenderal Asif Ghafoor dalam cuitan di Twitter hari Rabu ini.

Belum ada komentar dari pihak India atas klaim militer Pakistan ini.

Insiden ini merupakan insiden terbaru dari rangkaian peristiwa membahayakan antara kedua negara, yang hubungannya menegang sejak serangan bom bunuh diri di wilayah Kashmir India pada 14 Februari lalu, yang menewaskan 40 tentara India. Pemerintah India telah bertekad untuk bertindak atas serangan bom tersebut.

Pada Selasa (26/2) waktu setempat, pesawat-pesawat tempur India terbang ke wilayah udara Pakistan dan menggempur apa yang disebut sebagai kamp Jaish-e-Mohammed (JeM), kelompok militan yang mengklaim melakukan serangan bom di Kashmir tersebut.

Itu merupakan serangan udara pertama India di wilayah Pakistan sejak kedua negara tetangga bersenjata nuklir itu terlibat perang pada tahun 1971 — ketika kedua negara belum memiliki senjata nuklir.
(idh/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Semua Hal yang Perlu Diketahui tentang KTT Trump-Kim di Vietnam

Hanoi – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vietnam, Rabu (27/2).

Harapannya adalah kedua bekas musuh bebuyutan ini akan menghasilkan semacam kesepakatan terkait program senjata nuklir Korea Utara yang kontroversial.

Jika Anda ingin mengetahui apa yang akan terjadi minggu ini, berikut hal-hal yang mendasar.

Apa yang akan dibicarakan?

Hal yang sama dengan apa yang telah mereka bicarakan pada pertemuan bersejarah pertama bulan Juni 2018 lalu di Singapura: senjata nuklir.

Sebagian besar dunia menginginkan Korea Utara untuk menghapus senjata nuklirnya – proses yang biasanya disebut sebagai denuklirisasi.

Tetapi Korut selalu mengatakan tidak akan melakukannya sampai mereka merasa aman dari ancaman AS dan pihak-pihak lain.

Karena itulah Korut dikenai serangkaian sanksi yang menghambatnya berdagang atau berhubungan secara normal dengan dunia yang lebih luas.

Mereka menginginkan tindakan yang melonggarkan sanksi tersebut.

Apakah Korut sudah berjanji akan menghapus senjatanuklirnya?

Tidak, tidak sama sekali.

Ketika mereka bertemu tahun lalu, Trump dan Kim menandatangani Deklarasi Singapura yang sangat optimistis tetapi tidak rinci.

Mereka mengatakan mendukung perdamaian dan denuklirisasi, tetapi mereka tidak pernah menyatakan apa arti sebenarnya atau bagaimana akan diwujudkan.

Korut telah meledakkan situs percobaan nuklir – meskipun sebenarnya mereka tidak memerlukannya lagi selama negara itu mengetahui nuklirnya efektif – tetapi tidak terdapat indikasi Pyongyang melakukan hal lainnya untuk menghentikan pengembangan nuklir.

Pada kenyataannya, pejabat senior intelijen AS mengatakan Korut tidak pernah menghentikannya, karena mereka meyakini hal itu “penting bagi kelangsungan hidup rezim”.

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump sepertinya mengurangi ambisinya, dengan mengatakan dirinya sudah gembira selama Korut tidak lagi melakukan tes peluru kendali atau bom nuklir, yang merupakan status quo saat ini.

AS kemungkinan juga akan mendesak Korut untuk memberikan daftar lengkap seluruh teknologi nuklirnya – tetapi bahkan hal inipun mereka tidak pernah bersedia melakukannya.

Mengapa Korut tidak bisa memiliki senjata nuklir?

Bom nuklir adalah senjata paling kuat yang pernah dibuat. Terdapat sejumlah pengecualian, tetapi dunia sepakat sekarang seharusnya tidak ada negara nuklir baru. Korut telah melanggar hukum dan traktat internasional karena mengembangkan cadangan nuklirnya sendiri.

Selain ketakutan nyata bahwa negara itu suatu hari akan menggunakan senjata itu, Korut juga kemungkinan menjual teknologi ke negara lain, membuat kesalahan sehingga terjadi kecelakaan atau jika pemerintahannya hancur, nuklir akan dikuasai pihak yang tidak tepat.

Jika Korut diizinkan memiliki senjata nuklirnya, negara itu akan mendorong negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Apakah Korut sebuah ancaman nyata?

Ya, ada kemungkinan. Negara itu berulang kali mengatakan tidak takut menggunakan senjata nuklir atau konvensional jika diancam.

Negara-negara yang paling mencemaskannya adalah para tetangganya – Korea Selatan dan Jepang.

AS menempatkan puluhan ribu tentara di kedua negara itu. Tetapi Korut juga menyatakan memiliki peluru kendali yang cukup kuat untuk mencapai daratan AS.

Juga terjadi peningkatan ancaman keamanan siber dari Korut dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar pengamat sepakat jika Korut memulai konflik maka itu akan sama saja dengan membunuh diri.

as, korut, nuklir
(Getty Images)

Apakah AS dan Korut sedang berperang?

Secara teknis, ya. Perang Korea berakhir dengan penghentian resmi perang – sebuah gencatan senjata – tetapi traktat perdamaian tidak pernah ditandatangani.

Berdasarkan pakta pasca-perang, AS masih memiliki lebih dari 23.000 anggota militer di Korea Selatan dan melakukan latihan secara teratur dengan pasukan Korsel.

Salah satu hasil KTT kemungkinan adalah semacam deklarasi perdamaian, sesuatu yang memang diinginkan Kim.

Itu tidak akan menjadi traktat perdamaian resmi – karena itu adalah sebuah proses politik yang rumit dengan pengaruh praktis yang besar – tetapi tindakan yang lebih simbolis yang akan membuat kedua pemimpin terlihat baik di dalam negerinya.

as, korut, nuklir, vietnam, ktt
(Getty Images)

Mengapa di Vietnam?

Sebagai sebuah negara komunis Vietnam memiliki kesamaan politik dengan Korut, di samping juga pernah mengalami konflik dengan AS.

Negara ini dipandang menjadi model yang dapat diikuti Korut jika ingin keluar dari keterasingan.

Kim akan meluangkan waktu untuk melihat industri dan perdagangan di Vietnam. Jika dia mencapai kesepakatan dengan AS, membalikkan propaganda anti-AS puluhan tahun, dia perlu meyakinkan kelompok elit Korut bahwa mereka akan diuntungkan.

Kim juga tidak perlu mengkhawatirkan protes – karena Vietnam tidak mengizinkan demonstrasi – dan wartawan yang meliput KTT akan sangat diawasi.

Seperti apa keadaan Korut?

Pemerintahannya adalah salah satu yang paling kejam di dunia, yang sangat mengontrol kehidupan rakyatnya. World Food Programme meyakini terdapat lebih dari 10 juta orang yang kekurangan gizi disana.

Bagi elite politik dan perkotaan, kehidupan jauh lebih baik dalam beberapa tahun terakhir meskipun sanksi diterapkan, tetapi pengamat hak asasi manusia mengatakan tidak banyak yang berubah, meskipun Korut telah meningkatkan hubungan diplomatik.

HAM hampir pasti tidak akan dibicarakan pada KTT Trump-Kim, tetapi mereka kemungkinan akan mendiskusikan kesepakatan yang memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan atau membiarkan keluarga yang terpisah sejak perang bertemu kembali.

Mengapa Korut tidak memiliki listrik?

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak dicari di Google – karena foto satelit seperti ini. Daerah gelap di tengah adalah Korea Utara, di antara Cina, Korsel dan Jepang.

Jawabannya adalah Korut tidak memiliki pasokan listrik yang luas dan dapat diandalkan.

Pembangkit listrik dan bendungan pembangkit air sudah tua dan mengalami kelangkaan bahan bakar dan suku cadang. Pasokan listrik diprioritaskan untuk kepentingan militer dan resmi.

Di luar perkotaan, banyak orang bergantung kepada generator yang mahal dan berisik, meskipun demikian menurut NK News, panel matahari – yang murah dan dapat diandalkan – menjadi semakin banyak digunakan untuk kepentingan rumah tangga.

Apakah AS akan pernah menyerang Korut?

Hal ini sering ditanyakan di internet, terkait dengan cerita ancaman dari Korut.

Secara teoritis, ya bisa saja, tetapi hanya sedikit pengamat yang mengatakan ini adalah sebuah ide yang baik.

Pertama terdapat masalah etika – terdapat 25 juta orang di Korut – sebagian besar adalah korban pemerintah, mereka bukanlah yang menimbulkan masalah.

Menyingkirkan Kim dan para pemimpin senior akan berisiko menciptakan ketidakstabilan di negara yang rapuh dan miskin – yang akan menyebabkan masalah pengungsi. Ini sangat ingin dihindari para negara tetangga karena akan membuat kawasan tidak stabil.

Dan Korut memiliki senjata nuklir, kimia dan biologis, disamping militer yang siap berperang. Kecuali dilumpuhkan seketika, semuanya akan menyerang balik, meskipun hanya untuk waktu terbatas.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Humas AS Pindah dari Hotel yang Diduga Tempat Inap Kim Jong-un di Vietnam

Liputan6.com, Hanoi – Markas besar humas protokol Amerika Serikat (AS) mendadak pindah dari The Melia Hanoi, menyusul desas-desus bahwa Kim Jong-un akan menginap di jaringan hotel mewah asal Spanyol itu.

Kim Jong-un dilaporkan tiba di Stasiun Dong Dang di perbatasan utara Vietnam pada Selasa pagi pukul 08.15 waktu setempat, dan melanjutkan perjalanan ke Hanoi dengan sedan Mercedes Benz, yang diiringi oleh lapisan keamanan tingkat tinggi.

Dikutip dari The Straits Times pada Selasa (26/2/2019), Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan dalam sebuah twit, bahwa pusat humas protokol AS pindah dari The Melia Hanoi ke pusat media internasional, yang berjarak beberapa blok jauhnya.

Sementara itu, The Melia Hanoi telah dikelilingi oleh pengamanan berlapis sejak Senin malam, dan akses menuju hotel bintang lima tersebut sangat dibatasi.

Tentara bersenjata dan dua kendaraan militer besar ditempatkan di luar bangunan hotel.

Di saat bersamaan, pengawal dan staf pemerintahan Kim Jong-un dilaporkan terlihat beredar di dalam The Melia Hanoi. Beberapa lantai hotel dilaporkan terhalang pandangannya dari bawah, serta bendera AS dan Korea Utara dikibarkan berdampingan di halaman lobi.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Menampung Banyak Jurnalis AS

Sebelumnya, pada Senin 25 Februari, manajemen The Melia Hanoi telah memberi tahun para tamu hotel, bahwa mereka akan mengalami peningkatan keamanan yang tinggi “karena kunjungan seorang Kepala Negara”.

Namun, pihak hotel tidak mengidentifikasi secara jelas siapa sosok kepala negara tersebut.

Selain sempat menjadi lokasi pusat humas AS, hotel ini juga menampung banyak jurnalis Negeri Paman Sam, yang bepergian ke Hanoi untuk meliput KTT kedua antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Belum diketahui apakah para jurnalis tersebut ikut pindah dari The Melia Hanoi atau tidak.

Sementara itu, Gedung Putih belum juga mengatakan di mana Kim Jong-un dan Donald Trump akan menginap selama pertemuan di Hanoi.

Kedua pemimpin negara akan memulai pertemuan mereka pada Rabu malam, dengan apa yang disebut Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders sebagai “jamuan sosial”.

Dua lokasi yang kemungkinan menjadi tempat berlangsungnya jamuan tersebut adalah Hanoi Opera House dan Sofitel Legend Metropole. 

Mengenal Xanana Gusmao, Eks Pemimpin Timor Leste yang Jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Xanana Gusmao pada Minggu, 24 Februari 2019. Kedatangan Xanana ke Singapura untuk menjenguk Ibu Ani, istri dari SBY yang didiagnosa menderita kanker darah.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, dalam keterangan menyampaikan, Xanana Gusmao tiba National University Hospital (NUH) Singapore pukul 16.20 waktu setempat.

Kedatangannya, untuk menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura.

“Xanana diterima oleh SBY dan AHY. Dalam pertemuan tersebut, Xanana mendoakan kesembuhan Ibu Ani dan juga sempat memberikan semangat kepada SBY dan AHY dalam mendampingi pengobatan Ibu Ani,” ucap Imelda.

Lalu siapakah Xanana Gusmao?

Xanana Gusmao adalah mantan Presiden Timor Leste yang pertama. Xanana Gusmao dipastikan akan menjadi Presiden pertama Timor Leste pada tahun 2002 setelah meraih kemenangan mutlak pada pemilihan umum dengan 82,66 persen suara, sedangkan kandidat lainnya, Francisco Xavier do Amaral hanya meraup 17,13 persen.

Xanana Gusmao hanya kalah dari Francisco Xavier do Amaral, di satu dari 13 Distrik Timtim, yaitu di Aileu.

Hasil penghitungan suara itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Independen Pemilu Timtim, Carlo Valenzuela di Dili, Rabu 17 April 2002.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Fokus Pada Urusan Perdamaian

Pada tahun 2015 lalu, Xanana Gusmao pernah datang ke Indonesia dan membagikan kunci perdamaian antarnegara.

Kunci itu adalah tidak menyebarkan kebencian. Tanpa kebencian itu, Indonesia dan Timor Leste bisa menjadi negara tetangga yang tidak memiliki masalah.

“Anak muda Palestina selalu bikin aksi pada tentara Israel, aksi lempar batu atau aksi lain. Dalam perjuangan ada minta izin pada saya untuk mulai juga seperti itu. Saya bilang tidak karena akan bangun rasa benci. Kalau ada benci maka tidak akan damai,” ucap Gusmao dalam acara Supermentor 6: Leader, di Jakarta Theater XXI, Jakarta, Minggu 17 Mei 2015.

Menurutnya, sejak masih kecil seorang manusia tidak boleh diajarkan untuk bertindak berdasarkan kebencian. Hal ini sudah dilakukan saat ia masih memimpin Timor Leste.

Xanana sadar selama menjabat, ada pihak-pihak yang juga membenci dirinya. Bahkan, ia pernah mendapat pengalaman hampir ditembak oleh seseorang tak dikenal. Namun, mantan wartawan ini tidak membenci.

“Dengan kata-kata preman, kita bilang biarkan saja,” ujar lelaki bernama lengkap Kay Rala Xanana Gusmao

Untuk menjadi pemimpin hebat bagi sebuah negara, Gusmao menyampaikan perlu kerja keras dan pandangan agar tidak memikirkan diri sendiri. Ini menjadi alasan ia menyerahkan jabatan perdana menteri walau masih ada sisa periode hingga 2017.

“Kami negara 13 tahun masih baby, lebih baik waktu kita masih bisa berpikir, memberi pendapat, lebih baik kita persiapkan generasi baru. Lebih baik bawa generasi baru untuk lihat jangka panjang, punya visi. Dan dari visi bisa lihat misinya sendiri supaya bawa bangsa untuk pembangunan yang real,” tandas Xanana Gusmao.

Strategi Darat dan Udara di Balik Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Cakra 19, Andi Widjajanto mengungkap kekuatan utama pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Sinergi gerak Tim Kampanye Nasional dan partai politik menjadi unsur utama.

“Gerak Pemenangan Jokowi-KMA dijalankan terpadu oleh tiga unsur utama, Koalisi Partai Politik, Tim Kampanye Nasional, serta relawan politik dan gerakan komunitas. Setiap unsur bergerak dengan karakternya masing-masing, bersinergi di bawah koordinasi Erick Thohir,” ujar Andi Widjadjanto dalam keterangan persnya, Senin (25/2/2019).

Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut Ketua TKN Erick Thohir berperan penting memadukan tiga unsur tersebut. Sampai menggerakkan unsur tim di luar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin seperti Bravo-5 dan Cakra 19.

Relawan Cakra 19 dibentuk pada Agustus 2018. Tim ini berisi purnawirawan TNI yang baru satu-dua tahun pensiun. Tak hanya berisi bekas tentara, Cakra 19 juga beranggotakan warga sipil dan dipimpin Andi Widjajanto.

Anggota tim ini di antaranya; Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, politikus Golkar, Eko Wiratmoko; bekas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Andogo Wiradi; serta bekas Kepala Pusat Penerangan lentara Nasional Indonesia, Iskandar Sitompul.

“Erick Thohir telah berhasil menjalankan peran sebagai CEO TKN. Bersama Sekertaris TKN Hasto Kristiyanto, Erick berhasil menciptakan aliansi strategis antara TKN dan Partai,” kata Andi.

Dia juga mengatakan, direktur di TKN Jokowi-Ma’ruf Amin mengonsolidasikan kekuatan bersama relawan di bawah. Salah satunya peran tim udara kombinasi Direktur Konten Fiki Satari, Direktur Komunikasi Politik Usman Kansong, dan Jubir Arya Sinulingga.

“Untuk strategi udara segitiga Arya-Fiki-Usman rutin memberikan arahan-arahan strategis hingga taktikal untuk melakukan operasi medsos di empat platform utama (Twitter, Facebook, IG, dan YouTube). Masing-masing platform memiliki keunikan sehingga harus didekati dengan strategi media yang berbeda juga,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, koordinasi lintas tim yang rutin dilakukan tiap Selasa dan Kamis juga dijalankan terutama untuk menguatkan eksposure 01 di momentum utama seperti Debat, Deklarasi Dukungan Alumni, Deklarasi 1000 Jenderal, dan terutama jika Jokowi dan KMA melakukan gerakan kinetik di daerah.

2 dari 3 halaman

Strategi Gerakan Darat

Andi menjelaskan bagaimana strategi gerakan di darat melalui konsolidasi mulai dari pemakaian peta sasaran yang sama hingga tipe operasi darat yang digelar.

“Gerak darat ini rutin dilakukan oleh Erick dan Moeldoko. Operasi darat digelar dengan merujuk ke peta sasaran yang membagi dapil-dapil yang ada menjadi 8 kluster yang kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian strategi mulai dari galang simpul daerah, gelar kegiatan kampanye, gelar micro-targeting, hingga gelar canvassing-door to door. Gerak darat ini juga mengandalkan keterpaduan antara TKN-TKD, Caleg Parpol, dan tim door-to-door dari para relawan, termasuk Bravo-5 dan Cakra 19,” beber dia.

Salah satu simpul utama yang muncul kuat di 2019 adalah gelombang alumni. Menurut Andi, gelombang yang tidak muncul di 2014 ini merupakan gerakan organik yang bersifat bottom up, dan mutlak mengarah ke Jokowi.

“Gerakan Alumni ini memberikan dampak pengaruh yang yang luas karena merupakan kesadaran moral dan etis dari kaum terpelajar dan menengah untuk mengekpresikan kewarasan berpolitik demi masa depan bangsa dan negara. Gerakan Alumni yang diawali dengan deklarasi dukungan bagi Jokowi sekarang sudah menjadi gerakan kelas menengah untuk mengamankan suara 01,” ungkap Andi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pengakuan Para Tentara Venezuela yang Membelot dari Maduro

CaracasSejumlah tentara yang membelot dari kekuasan Presiden Venezuela Nicols Maduro bersedia berbicara kepada BBC.
Sejumlah tentara yang membelot dari kekuasaan Presiden Venezuela Nicols Maduro bersedia berbicara kepada BBC. (BBC)

Sejumlah serdadu Venezuela yang membelot ke Kolombia, pada Sabtu (23/2) lalu, mengaku khawatir akan keselamatan keluarga mereka di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis BBC, Orla Guerin, salah seorang pembelot yang berusia 23 tahun mengatakan bahwa ia cemas pasukan yang masih setia terhadap Maduro akan “menyerang keluarga saya”.

“Tapi saya rasa ini adalah keputusan terbaik yang bisa saya buat,” tambahnya.

Lebih dari 100 serdadu dilaporkan membelot dari Maduro, sebagian besar melakukannya ketika pecah bentrokan pada Sabtu (23/2) lalu.

Insiden itu terjadi setelah Presiden Maduro mengirim pasukan untuk memblokade jalanan dan jembatan di area perbatasan dengan Brasil dan Kolombia, tempat pengiriman bantuan berupa makanan dan obat-obatanyang diorganisir Amerika Serikatdirencanakan untuk dikirim ke Venezuela.

Di beberapa titik perlintasan di perbatasan, pasukan keamanan Venezuela menembakkan gas air mata ke arah para sukarelawan, sementara para pengunjuk rasa membakar pos-pos pemeriksaan dan melemparkan batu ke arah para tentara dan polisi antihuru-hara.

Apa kata para pembelot?

Setelah sepakat untuk berbicara kepada BBC dengan identitas dirahasiakan, sekelompok pembelot Venezuela yang kini menetap di kota Ccuta menceritakan alasan mereka untuk meninggalkan militer di bawah kepemimpinan Presiden Maduro.

“Banyak anggota militer profesional yang ingin melakukan hal ini. Ini akan menjadi efek domino. Hal ini akan berpengaruh signifikan dalam tubuh pasukan bersenjata,” ungkap seorang pembelot lainnya yang berusia 29 tahun.

“Pasukan bersenjata telah hancur karena banyaknya pejabat korup.

“Anggota militer sudah lelah. Kami tidak bisa selamanya menjadi budak, kami membebaskan diri kami sendiri,” ungkapnya.

Seorang pembelot lainnya, seorang perempuan, menggambarkan hari Sabtu lalu sebagai situasi yang penuh “ketegangan”. Dia juga berkata: “Saya berpikir bahwa saya tidak bisa menyakiti warga saya sendiri.

“Anak perempuan saya masih di Venezuela dan itu yang terasa sangat menyakitkan. Tetapi saya melakukan hal ini untuknya. Ini sangat sulit karena saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapnya.”

Pembelot lainnya mengatakan bahwa ia merasa pedih harus melihat warga Venezuela saling serang demi bantuan kemanusiaan.

Pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan Venezuela di kawasan perbatasan Venezuela dengan Kolombia dan Brazil.
Pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan Venezuela di kawasan perbatasan Venezuela dengan Kolombia dan Brazil. (EPA)

“Saya merasa tak berdaya dan tak berguna. Saya merasa sakit melihat semua yang terjadi,” ujarnya.

Apa perkembangan terbarunya?

Pada Minggu (24/2), Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa kekuasaan Presiden Maduro di Venezuela “tinggal menghitung hari” menyusul insiden berdarah akhir pekan kemarin.

“Memilih hari tertentu itu sulit. Saya yakin warga Venezuela akan memastikan bahwa kekuasaan Maduro tinggal menghitung hari,” ujar Pompeo kepada CNN.

Setidaknya dua orang tewas hari Sabtu (23/2) lalu dalam bentrokan antara warga sipil dengan tentara loyalis Maduro.

Pemimpin oposisi Juan Guaid yang juga mengklaim dirinya sebagai presiden sementara Venezuela yang telah diakui oleh lebih dari 50 negara
telah meminta negara-negara lain untuk mempertimbangkan “semua tindakan” untuk menggulingkan Maduro setelah upaya pengiriman bantuan yang dipimpin pihak oposisi justru berakhir menjadi bentrokan.

Kepolisian Venezuela mencegah masuknya kiriman bantuan di Jembatan Internasional Simon Bolivar.
Kepolisian Venezuela mencegah masuknya kiriman bantuan di Jembatan Internasional Simon Bolivar. (EPA)

Ia juga menyatakan bahwa ia akan menghadiri pertemuan yang dihadiri oleh sebagian besar negara-negara Amerika Latin di Kolombia hari Senin (25/2) ini, meski tengah menjalani kondisi dilarang bepergian yang diberlakukan oleh Maduro. Wakil Presiden AS Mike Pence akan mewakili Amerika Serikat dalam pertemuan di Kota Bogota.

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan pada hari Minggu bahwa Pence berencana untuk mengumumkan “langkah konkret” dan “berbagai tindakan” untuk menyelesaikan krisis dalam pertemuan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Sementara itu, Kolombia dan Brasil menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan tekanan terhadap Maduro untuk melepaskan kekuasaannya. Presiden AS Donald Trump tidak mengesampingkan tanggapan bersenjata terhadap krisis Venezuela.

Sementara itu, pada hari Minggu, kapal yang mengangkut bantuan AS dari Puerto Rico ke Venezuela dipaksa berlabuh di pulau kecil Curaao setelah dicegat tentara angkatan laut Venezuela di pesisir utara, seperti laporan kantor berita AFP.

Kapal tersebut dilaporkan mengangkut sembilan kontainer bermuatan makanan dan obat-obatan.

Kapal bermuatan bantuan kemanusiaan dipaksa berlabuh di pulau Curaao.
Kapal bermuatan bantuan kemanusiaan dipaksa berlabuh di pulau Curaao. (Getty Images)

Maduro, yang menyatakan bahwa dirinya adalah presiden yang sah dan didukung oleh sekutu kunci perekonomian termasuk Rusia, Kuba, dan Cina, telah memperingatkan bahwa pengiriman bantuan asing dapat membuka jalan bagi intervensi militer Amerika Serikat.

Guaid, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara bulan lalu, menentangnya dengan mengatakan bahwa dugaan ketidakberesan pemilu Venezuela 2018 menggambarkan ketidaksahan kepemimpinan Maduro.

Apa yang terjadi di perbatasan Sabtu lalu?

Pihak oposisi Venezuela bermaksud untuk membawa truk berisi bantuan kemanusiaan secara damai melalui kawasan perbatasan Brasil dan Kolombia.

Guaid telah berjanji bahwa bantuan akan masuk ke negeri tersebut pada hari Sabtu. Menanggapi hal tersebut, Maduro lantas menutup sebagian kawasan perbatasan Venezuela.

Warga sipil berusaha menyeberangi perbatasan untuk mendapatkan perbekalan berupa makanan dan obat-obatan, namun upaya tersebut dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan berdarah.

Para tentara menembaki warga sipil, menggunakan campuran amunisi langsung dan peluru karet.

Rekaman video memperlihatkan tentara Venezuela menabrakkan kendaraan lapis baja mereka ke gerbang perbatasan dengan Kolombia untuk membuat kerusakan.

Dalam video lainnya yang diunggah ke media sosial tampak empat tentara yang secara terang-terangan menolak kepemimpinan Maduro dan mengumumkan dukungan mereka bagi Guaid.

Guaid menjanjikan amnesti bagi para pembelot jika mereka bergabung dengan “sisi benar dalam sejarah” itu.

Sabtu lalu, pemerintah Kolombia memperkirakan jumlah korban luka-luka akibat bentrokan di daerah perbatasan tersebut mencapai angka 300 orang.

Bagaimana semua ini bisa terjadi?

Bantuan kemanusiaan yang menumpuk di Kolombia dan Brasil berada di jantung persaingan antara Maduro dan Guaid yang berawal dari terpilihnya kembali Maduro sebagai presiden pada pemilu 2018 lalu.

Selama beberapa tahun, Venezuela berada di tepi jurang krisis politik dan ekonomi.

Tingkat inflasi yang tak terkontrol menyebabkan melonjaknya harga komoditas, membuat banyak warga Venezuela kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Lebih dari tiga juga orang telah meninggalkan Venezuela dalam beberapa tahun terakhir, menurut Komisioner Tinggi PBB untuk pengungsi UNHCR.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detik-Detik Preman Keroyok Polisi di Palembang

Liputan6.com, Palembang – Briptu Agus (26), anggota Subdit III Jatanras Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami luka tusuk saat akan menangkap pelaku kasus penusukan bernama Agung di kawasan Tangga Buntung, Palembang, Sumsel, pada hari Sabtu (23/2/2019). Briptu Agus dikeroyok preman.

Informasi dihimpun, sekitar pukul 17.00 WIB, Briptu Agus bersama anggota lainnya menyamar untuk menangkap Agung, pelaku penusukan korban RS yang meninggal dunia di tahun 2018.

Namun saat berpapasan, pelaku Agung langsung mengenali Briptu Agus sebagai polisi yang sedang menyamar. Pelaku langsung kabur dan masuk ke kawasan rekan-rekannya. Briptu Agus langsung mengejar pelaku sendirian.

“Anggota kita sedang melakukan penyelidikan pelaku penusukan korban RS yang meninggal dunia,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Yustan Alpiani, Minggu (24/2/2019).

Pelaku langsung berteriak dan memancing para rekan pelaku untuk menghadang Briptu Agus. Ada sekitar 15 preman di kawasan Tangga Buntung Palembang mengeroyok Briptu Agus, hingga menusuk tubuh polisi ini dengan sajam.

Dalam kondisi tiga lubang luka tusuk di punggung, Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri. Akhirnya sebagian petugas kepolisian lainnya langsung menyelamatkan Briptu Agus.

“Briptu Agus langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik,” ucapnya.

Sebagian petugas kepolisian lainnya menangkap empat orang pelaku, salah satunya harus dilumpuhkan dengan timah panas, karena berusaha melarikan diri.

Pelaku pengeroyokan dan penganiayaan Briptu Agus lainnya masih dalam pengejaran. Keempat pelaku yang merupakan warga Palembang ini sudah diamankan, yaitu Heriyadi, Khoiri, Ajit dan Agung.

Kasus pengeroyokan juga pernah dialami Kopda JN, anggota TNI yang bertugas di Satuan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklat TNI-AD) Martapura Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel.

2 dari 2 halaman

Polisi Tewas

Pengeroyokan yang terjadi pada hari Selasa (29/1/2019) dini hari menyebabkan Kopda JN meregang nyawa.

Sebelum Kopda JN dikeroyok dan ditusuk hingga meninggal dunia, korban sempat ikut berpesta di acara pernikahan warga di di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang I, Kabupaten OKU Timur, Sumsel.

Setelah ditelusuri, ternyata SM (35) yang merupakan teman korban yang sengaja menghabisi nyawa Kopda ZN. Pelaku nekat membunuh korban karena sakit hati uangnya tak kunjung dikembalikan.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, pembunuhan ini memang direncanakan tersangka karena ada permasalahan di antara keduanya.

“Motifnya yaitu masalah utang piutang. Korban punya utang sebesar Rp 150 Juta tapi saat tersangka menagih uangnya, korban tidak pernah membayar. Tapi motif ini masih akan kita dalami lagi,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ma’ruf: Ada yang Bilang Saya Jadi Alat, Emangnya Saya Pacul!

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin berpidato dalam acara dukungan deklarasi Arus Baru Muslimah Indonesia pro Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia menjawab berbagai isu miring yang ditujukan kepada dirinya.

Salah satunya adalah soal isu bahwa dirinya hanya dijadikan alat untuk kemenangan Jokowi di Pemilu 2019. Dia menepis isu itu.

“Ada lagi, KH Ma’ruf Amin paling jadi alat. Memangnya saya pacul apa? Tapi kalau alat untuk membangun kebaikan, membangun kemanfaatan, saya siap jadi alat untuk membangun kebaikan-kebaikan. Makanya itu hoax-hoax itu namanya tukang bikin was was,” kata Ma’ruf di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/e/2019).


Bagi Ma’ruf, Jokowi benar-benar menghormati ulama. Buktinya adalah dirinya digandeng menjadi cawapres.

“Beliau minta dukungan ulama, tapi setelah itu tidak dibuang, tapi digandeng sebagai cawapresnya. Berarti beliau cinta ulama. Bisa saja Pak Jokowi milih tentara kayak Pak Wiranto itu, milih polisi, milih pengusaha, milih profesional, tapi beliau nggak memilih mereka, tapi milih ulama, berarti beliau cinta ulama,” ujar Ma’ruf.

“Satu-satunya capres yang memilih ulama hanya Pak Jokowi. Katanya anti-Islam, lah yang menetapkan hari santri nasional itu Pak Jokowi. Yang menetapkan komite nasional keungan syariah Pak Jokowi, malah ketuanya Pak Jokowi sendiri sebagai presiden,” imbuhnya.

Ma’ruf juga menjawab berbagai isu miring yang ditujukan terhadap Jokowi. Dia menegaskan banyak fitnah dilancarkan untuk menjatuhan Jokowi.

“Kalau Pak Jokwpi terpilih departemen agama mau dibubarkan itu bohong. Nah itulah macam-macam lagi. Katanya Pak Jokowi benci ulama, nah wapresnya ulama. Ente bengong kali ya. Yang didukung yang dipilih harus ulama, saya bilang dari dulu presiden wakil presiden harus minta dukungan ulama. Gubernur wagub minta dukungan ulama, tapi kalau udah selesai wabillahi taufik wal hidayah,” ujarnya.

Simak Juga ‘Persiapan Debat Ma’ruf Amin: Dalami Undang-undang, Jaga Kondisi’:

[Gambas:Video 20detik]

(tor/gbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>