Akibat Perubahan Iklim dan Ulah Manusia, 5 Tempat Wisata Keren Ini Bakal Hilang

Liputan6.com, Jakarta Setiap Negara di dunia ini pasti memiliki tempat destinasi wisata menakjubkan yang menjadi salah satu ciri khas bagi Negara tersebut. Indahnya destinasi wisata tersebut, ternyata diperkirakan tak selamanya dalam kondisi baik.

Banyak faktor yang mengakibatkan destinasi wisata ini menjadi terancam. Baik itu karena faktor alam maupun yang diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bisa menjaganya dengan baik. Jadi, tidak mengherankan kalau destinasi wisata ini berpeluang rusak atau bahkan hilang.

Jadi, sebelum destinasi wisata ini benar-benar rusak, berubah, atau bahkan hilang, sempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisata dunia ini. Terdapat beberapa destinasi wisata menakjubkan yang kondisinya sangat terancam.

Ada apa saja destinasi wisata dunia tersebut? Berikut Liputan6.com, Kamis (25/4/2019) lansir dari Reader’s Digest mengenai beberapa tempat wisata dunia dengan kondisinya terancam.

Istana Kerajaan Gyeongbokgung di Korea Selatan, Tempat Liburan Vega Darwanti

Istana Gyeongbokgung, yang terletak di utara Gwanghwamun Square, adalah salah satu pemandangan paling ikonik di seluruh Korea karena sejarahnya yang panjang.

Dilansir dari thesoulguide.com, Rabu (24/4/2019), pembangunan Istana Gyeongbokgung selesai pada 1395 di awal Dinasti Joseon pada masa pemerintahan Raja Taejo.

Gyeongbokgung, yang berarti “istana sangat diberkati surga,” dibangun di jantung kota Seoul yang dikelilingi Gunung Bugaksan dan Gunung Namsan.

Pada 1394, pada masa awal Dinasti Joseon, ibu kota Korea dipindahkan dari Kaesong, di zaman modern Korea Utara, ke Seoul, yang kemudian dikenal sebagai Hanyang. Ketika ibu kota dipindahkan, sebuah istana baru diperlukan dan dibangun.

Ketika konstruksi selesai, Istana Gyeongbokgung menjadi jantung ibu kota Korea bersama dengan kepala negara dari Dinasti Joseon.

Inilah War Room TKN Jokowi-Ma’ruf, Tempat untuk Pantau Data C1

Liputan6.com, Jakarta Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menunjukkan war room sebagai tempat memasukan data C1 di setiap TPS dari seluruh wilayah Indonesia.

Pantauan Liputan6.com war room tersebut berada di Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta. Puluhan anak muda terlihat  menginput foto data C1 yang diambil dari para saksi, kemudian memasukkan ke dalam sistem IT.

Ketua Harian TKN Moeldoko mengatakan, war room ini sudah bekerja selama kurang lebih tiga hari untuk memantau suara yang sebenarnya atau real count bersumber pada C1. Total ada 240 orang yang bekerja.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, ini sebagai upaya pihaknya bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi. Khususnya dalam melakukan pengecekan suara.

“Di sini adalah   tempat yang sangat terbuka untuk siapa pun. Karena memang tidak ada yang perlu kita sembunyikan. Kita ingin semuanya termanage dengan baik dan terbuka,” kata Moeldoko di Jakarta, Minggu (24/4/2019).

Dia menegaskan, apa yang dilakukan pihaknya juga seperti KPU mengecek suara yang telah masuk di dalam data C1. “Jadi bukan suka-suka gue. Ini bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Moeldoko.

Keberadaan war room juga sebagai tempat untuk menggoreksi kalau terjadi sesuatu hal dengan KPU.

“Kalau ada yang tidak selaras dengan kita, nanti kita bisa mempertanyakan dimana letak tidak samanya. Kalau ada penyimpangan juga bisa dipertanyakan. Ini sekaligus menjadi alat kontrol kami,” ungkap Moeldoko.

Senada, Direktorat Saksi TKN Lukman Eddy menuturkan, sejauh ini data yang sudah masuk baru 14,6%. Dia menuturkan, angkanya tidak jauh berbeda dari hasil hitung cepat dari seluruh lembaga survei, dan sama dengan KPU.

“Tidak jauh berbeda dengan yang KPU tampilkan dan yang kami tampilkan,” pungkasnya.

Suka Koleksi Barang Antik? Catat 4 Tempat Ini

Liputan6.com, Jakarta – Bicara hobi, memang banyak sekali macamnya, mulai dari hobi kerajinan tangan, olahraga, hingga hobi koleksi barang antik. Nah, yang manakah hobi Anda?

Jika ternyata Anda hobi mengoleksi barang antik, tentu Anda ingin terus menambah koleksi benda-benda bernilai seni ini, bukan? Lalu, apakah Anda sudah tahu tempat-tempat berburu barang antik?

Jika Anda kebetulan tinggal di area Jakarta dan sekitarnya, ada banyak tempat yang menjual barang-barang antik sebagai koleksi. Karena saking terkenalnya, tak heran bila banyak kolektor barang antik dari berbagai daerah datang ke Ibukota hanya berburu barang antik.

Di mana sajakah itu? Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut tempat mencari barang antik di Jakarta yang bisa Anda kunjungi untuk menambah koleksi barang-barang bernilai jadul seni tinggi.

1. Barang Antik di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Jakarta Selatan

Jika Anda berminat pada barang antik berupa mebel, patung ukir, dan karya seni lainnya, maka Anda wajib mengunjungi kawasan Jalan Ir. H. Juanda. Banyak barang antik yang bisa Anda temukan di sini, bahkan lukisan-lukisan karya pelukis ternama Indonesia sekalipun.

Berbagai barang ini bahkan sudah begitu tua, maka Anda bisa saja menemukan barang peninggalan Belanda di lokasi yang satu ini.

Bukan hanya oleh warga lokal saja, kawasan Jalan Ir. H. Juanda ini bahkan kerap disambangi oleh wisatawan mancanegara yang berburu barang antik Indonesia.

Hujan Semalaman, Longsor Timbun 5 Tempat di Agam

Liputan6.com, Agam – Longsor menimbun 5 tempat di badan jalan dua kecamatan akibat hujan lebat yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu malam (14/4/2019).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Senin (15/4/2019) mengatakan, longsor itu menimbun badan jalan di Kecamatan Baso dan Malalak.

“Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, namun arus transportasi terganggu,” katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan tanah longsor yang menimbun badan jalan itu berada di Batu Apik, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso dua titik dengan panjang 2,5 meter dan tinggi delapan meter, serta panjang delapan meter dan tinggi 10 meter.

Di Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso satu titik tanah longsor dengan panjang tujuh meter dan tinggi tiga meter.

Satu titik lainnya di jalan provinsi menghubungkan Agam menuju Tanahdatar, tepatnya di Jorong Bukik Apik, Kecamatan Baso dengan panjang delapan dan tinggi tiga meter.

Selain itu, di Bantiang Utara, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak tanah longsor dengan panjang 10 meter dan tinggi lima meter.

Ia menambahkan penyingkiran material longsor yang menutupi badan jalan di Kecamatan Baso dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD setempat, pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, dan masyarakat.

“Setelah dilakukan gotong royong jalan sudah bisa dilewati kendaraan pada Minggu (14/4), sekitar pukul 23.30 WIB,” kata dia.

Khusus di Malalak, penyingkiran material longsor harus menggunakan alat berat. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam untuk menurunkan alat berat guna mengatasi tanah longsor di badan jalan wilayah itu.

“Saat ini alat berat sudah berada di lokasi untuk membersihkam material longsor, dan mulai bekerja,” katanya.

Longsor melanda daerah itu akibat curah hujan tinggi, sejak Minggu (14/4/2019) sore sampai Senin dini hari.

Ia mengimbau warga yang tinggal di daerah dataran rendah dan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman dari longsor dan banjir.

“Segera mengungsi ke lokasi lebih aman agar tidak menjadi korban,” katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Pengendara pun harus rela memutar arah menggunakan jalur alternatif yang jaraknya puluhan kilometer.

Polisi: Pembunuhan di Kediri, Blitar Tempat Pembuangan

Surabaya – Dua pelaku pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper, AP dan AJ tertangkap. Keduanya ditangkap di Jakarta dan Kediri.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan dari keterangan pelaku sementara, ternyata lokasi dekat Sungai Karanggondang, Kecamatan Udanawudi, Blitar, hanya sebagai lokasi pembuangan saja.

Barung menambahkan sesuai dugaan awal, pembunuhan ini terjadi di tempat lain. Tepatnya di Desa Bleber, Kabupaten Kediri.

“Blitar hanyalah tempat pembuangan. Sedangkan eksekusi dan persiapan pembunuhan berada di Kediri,” kata Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (12/4/2019).

Tak hanya itu, sejak awal, polisi menduga pembunuhan ini tak hanya dilakukan satu pelaku saja. Terbukti, ada dua pelaku dalam kasus mayat dalam koper ini.

“Polisi sejak awal meyakini bahwa pembunuh ini bukan dilakukan tunggal dan terbukti AJ dan AP dilakukan penangkapan,” lanjut Barung.

Dua pelaku pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper telah tertangkap. Satu Pelaku berinisial AP ditangkap di Jakarta, Kamis Sore (11/4/2019). Sementara pelaku lainnya yang berinisial AJ ditangkap di Kediri Kamis malam.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengintip Interior Villa de Leon, Tempat Resepsi Mewah Cucu Soeharto dan Kezia Toemion

Liputan6.com, Jakarta – Putra bungsu Bambang Trihatmodjo, Bambang Aditya Trihatmanto resmi mempersunting pujaan hatinya, Kezia Toemion di Jakarta pada 8 Maret 2019 lalu. Setelah prosesi itu, cucu Soeharto tersebut kembali melangsungkan pernikahan di Greystone Mansion and Gardens, Los Angeles, Amerika Serikat.

Momen bahagia pasangan ini tampak dari potret yang dibagikan putra pengacara handal Hotman Paris Hutapea, Frank Hutapea melalui akun Instagram pribadi @frankhutapea pada 8 April 2019. Tak banyak keterangan yang Frank tulis, tetapi hanya “#adictedtokei”, tagar ikonik pernikahan Adit dan Kezia.

Bos kosmetik brand Esqa ini tampil cantik dalam balutan gaun panjan menjuntai dengan sentuhan bahan lace warna putih berlengan panjang. Rambut Kezia diikat tinggi dengan hiasan rambut manis serta polesan makeup bold.

Sedangkan, putra Bambang Trihatmodjo tampil dalam balutan kemeja putih, dasi bercorak warna biru, serta celana, jas dan sepatu berwarna hitam. Di belakang mereka terlihat dekorasi dan interior bernuansa Erop,a khususnya arsitektur Beaux-Arts.

Diketahui, resepsi pernikahan Adit dan Kezia Toemion dilaksanakan di vila super mewah, Villa de Leon. Melansir malibutimes.com, Selasa, 9 April 2019, Villa de Leon diberi nama sesuai dengan tokoh dan pengusaha wol kaya, Leon Kauffman membeli enam lot pada 1920-an di daerah Castle by the Sea di pantai malibu, North of Sunset Boulevard.

Pemutilasi Mayat dalam Koper Sering Berpindah-pindah Tempat

Pemutilasi Mayat dalam Koper Sering Berpindah-pindah Tempat Korban mayat dalam koper semasa hidup/Foto: Instagram

Surabaya – Dua terduga pelaku pembunuhan Budi Hartanto (28), mayat dalam koper masih diburu polisi. Mereka sering berpindah-pindah tempat. Polisi pun enggan terbuka soal pelaku pembunuhan honorer SD Banjar Melati Kediri.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya masih terus melakukan upaya penangkapan. Namun, untuk lebih detail terkait lokasi dan kesulitannya, Barung enggan merinci.

Alasanya, Barung mengaku tak ingin informasi detail penangkapan akan mempengaruhi proses penyelidikan di lapangan.

“Sementara saya close dulu karena akan mempengaruhi penyelidikan di lapangan,” kata Barung saat dikonfirmasi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya, Barung sempat mengatakan jika pihaknya telah mengantongi identitas dua terduga pelaku mutilasi mayat dalam koper. Sementara Barung masih enggan merinci mengingat identitas ini untuk kepentingan penyelidikan.

Barung juga mengaku pihaknya cukup kesulitan karena pelaku mulai menyadari hingga kabur dan berpindah-pindah tempat.

“Tadi pagi penyidik menyampaikan ada perpindahan. Yang kita cari ini manusia, bukan benda yang sintetis, tapi sangat dinamis dengan mobilitas tinggi. Apalagi berkaitan dengan kasus yang menjadi atensi, jadi mohon bersabar,” imbuh Barung beberapa waktu lalu.

Warga Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.
(hil/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indahnya Seochon Lake, Tempat Liburan Romantis Joshua Suherman di Korea Selatan

Seokcheon Lake menjadi tujuan wisata kedua bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan Festival Cherry Blossom selain di Jinhae. Acara tersebut banyak digunakan untuk swafoto dan diunggah ke media sosial.

Selama festival yang biasanya digelar pada awal sampai pertengahan April ini juga akan ada berbagai acara seperti pertunjukan, pameran seni, dan lainnya.

Tempat ini buka sepanjang tahun selama 24 jam dan tidak memungut biaya alias gratis untuk pengunjung. Meskipun begitu, ada banyak fasilitas yang ditawarkan seperti rest area, air mancur, hiburan Magic Island, fitness center juga fasilitas lainnya.

Jadi kalau Anda berencana atau sedang berada di Seoul, jangan lupa menikmati keindahan Seokchon Lake seperti Joshua Suherman dan pacarnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Banyak warganet yang mengucapkan selamat ke Jonatan Christie atas keberhasilannya di Asian Games 2018. Namun banyak yang salah alamat ke akun Joshua Suherman hingga membuatnya kesal.

Mangindaan: Semua Aspirasi Golongan Diberikan Tempat Sama

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), E. E. Mangindaan, menceritakan bahwa para pendiri bangsa sudah menetapkan Indonesia berdiri di atas persatuan dan kesatuan seluruh kelompok yang ada. Semua aspirasi dan kepentingan golongan dihargai dan diberikan tempat yang sama.

Salah satu buktinya adalah penghilangan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, sehingga menjadi sila pertama Pancasila seperti yang dikenal sekarang ini. Dulu, sila pertama itu berbunyi, Ketuhanan dengan melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

“Perwakilan dari masyarakat Indonesia Timur berkeberatan terhadap sila tersebut, karena dianggap tidak mengakomodir kepentingan umat Nasrani. Beruntung aspirasi itu didengar oleh anggota BPUPKI. Mereka berembug, dan akhirnya mengubah sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Mangindaan, saat memberikan materi sosialisasi Empat Pilar di hadapan masyarakat Minahasa Selatan, di Golden Charity, Sulawesi Utara, Rabu (4/4/2019).

Proses pengubahan sila pertama tersebut, imbuhnya, berlangsung secara singkat, penuh pengertian, dan rasa kekeluargaan. Semua pihak menyadari bahwa perjuangan yang sudah memakan banyak korban itu didasari oleh keinginan mendirikan bangsa yang berdaulat.

“Tidak ada alasan bagi kita mengubah Pancasila. Pancasila sebagai ideologi, dasar negara, dan pandangan hidup bangsa Indonesia sudah final, tidak boleh diganti,” ucap Mangindaan.

Dalam kesempatan itu, dirinya jugamengajak masyarakat Minahasa untuk menyukseskan pemilu 17 April 2019 dengan cara datang ke TPS dan menentukan pilihan. Setiap individu, kata Mangindaan, berhak menentukan pilihannya sendiri, tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

“Beda pilihan itu wajar, tidak perlu dipertentangkan, yang penting sebagai warga negara kita harus memberikan suara, untuk menentukan pimpinan kita lima tahun mendatang,” kata dia.

(*)