Jokowi Menang Telak di Panama City, PDIP Raih Suara Terbanyak

Panama – Perolehan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul jauh atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Panama City. Selisih antara kedua pasangan itu mencapai 40 suara.

KBRI Panama City sendiri mencakup empat negara yakni Panama, Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua. Jumlah pemilih dari 4 negara tersebut sebanyak 96 orang.

PPLN KBRI Panama City.PPLN KBRI Panama City. (Foto: dok. KBRI Panama City)

Berdasarkan penghitungan, pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 69 suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga 25 suara dan surat suara tidak sah sebanyak 2.

Sementara itu, untuk pemilihan legislatif didominasi oleh PDIP dengan 42 suara. Kemudian disusul Gerindra dengan 17 suara dan posisi ketiga ditempati PSI dengan 15 suara.

“Penghitungan suara disaksikan oleh Duta Besar RI dan Ibu, staf KBRI (termasuk WNA pegawai setempat) serta WNI yang berdomisili di Panama City. Acara berjalan dengan tertib dan lancar tanpa mengalami hambatan,” demikian keterangan tertulis KBRI Panama City yang diterima detikcom, Jumat (19/4/2019).

Sebelumnya, hasil dari sebagian penghitungan suara Pilpres 2019 di luar negeri memang menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga seperti misalnya di Vietnam, Iran dan Jerman.

Di Vietnam, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 161 suara, sementara Prabowo-Sandiaga 63 suara. Di Iran, pasangan nomor urut 01 mendapatkan 230 suara, Prabowo-Sandiaga 23 suara. Begitu juga di Inggris di mana Jokowi-Maruf mendapatkan 2.966 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga 942 suara.
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Unggul Telak di Sumbar Versi QC, Gerindra Cibir Bupati Pro Jokowi

Jakarta – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul jauh dari Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Sumatera Barat versi quick count Indo Barometer. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengungkit dukungan kepala daerah di Sumbar kepada Jokowi.

“Melihat perkembangan di Sumatera Barat, di mana Sumbar menjadi provinsi dengan persentase kemenangan terbesar Pak Prabowo di Indonesia sekitar 85%, ini menunjukkan bahwa pernyataan saya yang lalu bahwa kepala daerah pendukung Jokowi di Sumbar adalah gerbong kosong terkonfirmasi,” kata Andre dalam keterangannya, Kamis (18/4/2019).

Versi quick count Indo Barometer dengan data masuk 99,67%, Prabowo-Sandi mendapat angka 90,45% sementara Jokowi-Ma’ruf memperoleh 9,55% suara. Andre menyebut para kepala daerah di Sumatera Barat yang mendukung Jokowi tak menyerap aspirasi warganya.
“Kepala daerah di Sumbar yang merupakan pendukung Jokowi gagal menyerap aspirasi masyarakat dan gagal meyakinkan masyarakat sehingga masyarakat Sumbar memutuskan berbondong-bondong memilih Pak Prabowo tanpa mengikuti pilihan kepala daerah mereka,” sebut politikus Partai Gerindra dari Padang itu.
Sebelumnya, sebanyak 11 kepala daerah di Sumatera Barat bersama band Slank, tampil dalam kampanye pasangan Jokowi-Amin di Padang. Mereka mendukung Jokowi untuk lanjut dua periode.

Ke-11 kepala daerah yang hadir dan bergantian menyampaikan orasi politik itu adalah Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, dan Wali Kota Solok Eri Zulfian. Namun TKN menyebut ada 12 kepala daerah yang hadir.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Quick Count Indo Barometer: Jokowi Menang Telak di Bali

Jakarta – Kemenangan telak diraih pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Bali berdasarkan hasil quick count. Di provinsi tersebut, perolehan suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak mencapai 10%.

Salah satu lembaga survei yang menampilkan hasil quick count Pilpres 2019 per provinsi adalah Indo Barometer. Hingga Kamis (19/4/2019) pukul 10.06 WIB, data yang masuk ke quick count Indo Barometer sebesar 99,67%.

Berikut hasil quick count di Bali:

01. Jokowi-Ma’ruf: 91%
02. Prabowo-Sandiaga: 9%
Berikut hasil quick count nasional:

01. Jokowi-Ma’ruf: 54,32%
02. Prabowo-Sandiaga: 45,68%

Bila dibandingkan dengan hasil Pilpres 2014, Jokowi-JK saat itu juga unggul di Bali dibanding Prabowo-Hatta.

Quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel.

Data quick count bukan hasil resmi Pilpres 2019. Hasil resmi Pemilu menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.
(imk/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Bali dan NTT, Jokowi Menang Telak

Liputan6.com, Denpasar Meski belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun dari sejumlah lembaga survei yang menggelar quick count menyatakan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf Amin) berhasil mengungguli pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi).

Di Bali, berdasarkan hasil quick count Jokowi-Ma’ruf Amin meraup rata-rata 90 persen suara. Sementara sisanya sebesar 10 persen direbut oleh kandidat nomor urut 02.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Sukarta meminta masyarakat tetap menunggu keputusan resmi dari KPU. Mengenai hasil, ia mengajak semua menghormatinya.

“Apapun itu hasilnya tidak lain pilihan rakyat. Kita harus hargai itulah yang terbaik. Tapi ini kan penghitungan belum selesai. Jadi, kita tunggu keputusan resmi KPU,” kata Sukarta di Sekretariat DPD Partai Gerindra Bali, Rabu (17/4/2019).

Di sisi lain, Komando Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa mengucap syukur atas raihan yang dicapai kandidat yang diusungnya. Mengacu kepada hasil quick qount, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Bali melebihi target yang dipatoknya.

“Tentu kami senang dengan perolehan suara ini. Ini melebihi target kami yang mematok sekitar 85 persen suara minimal. Faktanya kita mendapatkan 90 persen suara, bahkan beberapa versi lembaga survei melebihi,” ujarnya.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan, kader dan simpatisan Partai NasDem Bali yang telah bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya ucapkan terima kasih kepada caleg yang juga terus mensosialisasikan Jokowi-Ma’ruf Amin setiap mereka turun ke dapil. Yang terpenting juga, tingkat partisipasi sepertinya meningkat pada pemilu kali ini,” papar dia.

Kemenangan Jokowi, Oka Gunastawa melanjutkan, merupakan kemenangan seluruh masyarakat Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk kembali berangkulan merajut masa depan Indonesia.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Prabowo-Sandi Kalah Telak di TPS Ketua DPW Gerindra Sulut

Liputan6.com, Manado – Pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno kalah telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, Kelurahan Winangun 2, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Diketahui, TPS itu berada di kompleks kediaman Ketua DPW Partai Gerindra Sulawesi Utara, Wenny Lumentut. Bahkan sejak pagi hari, Wenny sudah mencoblos di situ.

“Pak Wenny mencoblos di sini tadi pagi, sebelum dia keliling memantau di TPS lain,” ujar Glenn, warga setempat.

Berdasarkan perhitungan resmi KPPS TPS 02, perolehan suara pasangan Joko Widodo – Maaruf Amin sebanyak 211. Sedangkan Prabowo – Sandi hanya mendapat 27 suara. Dari total suara sebanyak 238 dengan tidak ada surat suara yang rusak.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Ma’ruf Amin mengaku akan lapang dada dan menerima hasil pemilu. Pernyataan itu disebutnya saat menunggu hasil quick count bersama keluarga.

Jokowi-Ma’ruf Menang Telak di Rutan Kendari

Liputan6.com, Jakarta Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’aruf Amin, menang telak di dua tempat pemungutan suara di Rumah Tahanan Negara Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Informasi yang dihimpun di Kendari, pasangan nomor urut 01 unggul 167 suara, sementara pasangan, Prabowo-Sandi memperoleh 35 suara di TPS 26 dari total daftar pemilih tetap sebanyak 204 orang.

Raihan suara dominan Jokowi-Ma’ruf juga diperoleh di TPS 12, yakni Rumah Tahanan Kendari, Kelurahan Puuwatu. Pasangan nomor urut 01 itu memperoleh 185 suara, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 64 suara.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Rumah Tahanan Kendari, Abdul Halim, menyebut tidak semua warga binaan Lapas bisa menyalurkan hak pilih.

“Hanya yang memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam ketentuan yang dapat diakomodasi menyalurkan hak pilih. Kalau tidak ada surat pindah memilih dan kartu tanda penduduk, maka ditolak. Terbukti satu orang warga binaan tidak memilih,” kata anggota Panitia Pengawas TPS, Karim, seperti dikutip Antara, Rabu, 17 April 2019.

Sementara di TPS 4 Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, yang ditempatkan di teras RSJ Kendari, Prabowo-Sandi meraih 125 suara dan Jokowi/KH Ma’aruf Amin sebanyak 54 suara.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Presiden ke-5 RI Megawati menggunakan hak pilihnya didampingi keluarga di Tempat Pemungutan Suara di kawasan Kebagusan hari Rabu (17/4).

Jokowi Salip Prabowo di Pemilih Terpelajar, Unggul Telak di Milenial

Jakarta – LSI Denny JA merilis hasil survei elektabilitas paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelang hari pencoblosan. Hasil survei menunjukkan Jokowi unggul telak dari Prabowo di hampir semua kalangan pemilih.

Survei dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia pada 4-9 April 2019 dengan responden sebanyak 2.000 orang. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling dan wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini 2,2 persen.

Berdasarkan hasil survei, Jokowi-Ma’ruf meraih suara dalam rentang 55,9%-65,8% dan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara di kisaran 34,2%-44,1%. LSI memprediksi Jokowi-Ma’ruf unggul telak dengan selisih dua digit dari Prabowo-Sandiaga.

“Jika elektabilitas Jokowi-Ma’ruf menggunakan batas bawah elektabilitas saat ini 55,9% dan Prabowo-Sandi menggunakan batas atas 44,1%, Jokowi-Ma’ruf diproyeksikan tetap menang telak dengan selisih di atas dua digit,” kata Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Graha LSI Dennya JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019).

LSI Denny JA juga memetakan dukungan terhadap kedua capres dari beberapa segmen pemilih. Jokowi dinyatakan unggul di pemilih terpelajar meskipun selisih kemenangannya tipis.

“Meskipun di segmen ini adalah segmen di mana keunggulan Jokowi-Ma’ruf paling kecil dibandingkan dengan keunggulan di segmen yang lain. Bahkan di sejumlah survei sebelumnya, Jokowi-Ma’ruf kalah dari pasangan Prabowo-Sandiaga. Misalnya di survei Februari 2019, Prabowo-Sandi memperoleh dukungan di segmen ini sebesar 45,4%, sementara Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 36,1%,” ujar Sopa.

Sopa mengatakan Jokowi-Ma’ruf juga menang telak dari Prabowo-Sandiaga di kalangan pemilih terpelajar (usia di bawah 40 tahun). Dia menyebut pemilih milenial merupakan salah satu kantung suara dari paslon 01.

“Saat ini dukungan Jokowi-Ma’ruf di pemilih milenial dalam rentang elektabilitas 54,9%-64,8%. Sementara dukungan Prabowo-Sandi di pemilih milenial dalam rentang elektabilitas 35,2%-45,1%,” ujar Sopa.

Berikut hasil survei LSI Denny JA terkait elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di sejumlah segmen pemilih:

1. Pemilih Muslim

– Jokowi-Ma’ruf: 54,9%-64,8%
– Prabowo-Sandiaga: 35,2%-45,1%

2. Pemilih Minoritas

– Jokowi-Ma’ruf: 83,6%-93,5%
– Prabowo-Sandiaga: 7,5%-16,4%

3. Pemilih Wong Cilik

– Jokowi-Ma’ruf: 60,9%-70,8%
– Prabowo-Sandiaga: 29,2%-39,1%

4. Pemilih Emak-emak

– Jokowi-Ma’ruf: 59,9%-69,8%
– Prabowo-Sandiaga: 30,2-40,1%

5. Pemilih Milenial

– Jokowi-Ma’ruf: 54,9%-64,8%
– Prabowo-Sandiaga: 35,2%-45,1%

(knv/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei LSI Denny JA: Jokowi di Ambang Menang Telak

JakartaLSI Denny JA mengeluarkan survei elektabilitas terbaru capres-cawapres jelang pencoblosan pada 17 April mendatang. Berdasarkan hasil ini, Joko Widodo-Ma’ruf Amin disebut kian di ambang menang telak dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Jokowi-Ma’ruf di ambang menang telak dengan selisih dukungan terhadap Prabowo-Sandi di atas dua digit. Lima hari menjelang pencoblosan, dukungan Jokowi-Ma’ruf dalam rentang 55,9%-65.8%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan dalam rentang 34,2%-44,%” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa dalam rilis terbaru hasil survei di Graha Dua Rajawali LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019).

Survei LSI Denny JA terbaru ini dilakukan pada 4-9 April 2019 dengan menggunakan 2.000 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.


Margin of error survei ini adalah 2,2%. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

“Jika elektabilitas Jokowi-Ma’ruf menggunakan batas bawah elektabilitas saat ini 55,9%, dan Prabowo-Sandi menggunakan batas atas 44,1%, Jokowi-Ma’ruf diproyeksikan tetap menang telak dengan selisih di atas dua digit,” kata Ardian.

LSI Denny JA mencatat, keunggulan Jokowi-Ma’ruf di atas dua digit dari Prabowo-Sandi konsisten sejak Agustus 2018. Selisih di atas dua digit ini disebut selalu stabil di periode-periode survei LSI Denny JA selanjutnya hingga survei teranyar April 2019.

Survei LSI Denny JA: Jokowi di Ambang Menang TelakFoto: Rilis survei LSI Denny JA. (Jefrie Nandy Satria/detikcom).

“Sejak pendaftaran capres, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 52,2%, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 29,5. Selisih elektabilitas yang stabil ini menguatkan kesimpulan bahwa Jokowi-Maruf berpotensi menang telak dari pasangan Prabowo-Sandi,” kata Ardian.

Dari survei terbaru ini, diketahui keunggulan Jokowi-Ma’ruf di pemilih muslim masih terjaga. Saat ini, Jokowi-Maruf memperoleh dukungan di pemilih muslim sebesar 54,9%-64,8%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 35,2%-45,1%.

“Jika dukungan Jokowi-Ma’ruf di pemilih Muslim menggunakan batas bawa yaitu 54,9%, sedangkan dukungan Prabowo-Sandi di pemilih Muslim menggunakan batas atas 45,1%, maka pasangan Jokowi-Maruf tetap unggul di pemilih Muslim dengan keunggulan sebesar 9,8%” jelas Ardian.

Berdasarkan afiliasi organisasi keagamaan, Jokowi-Ma’ruf telak unggul di kelompok NU dengan perolehan rentang 60,4%-70,3%. Sementara itu Prabowo-Sandi di pemilih NU dalam rentang 29,7%-39,6%.

“Jokowi-Mar’uf pun relatif unggul di pemilih yang berafiliasi dengan Muhammadiyah maupun mereka yang menyatakan tak berafiliasi dengan organisasi Islam manapun,” tutup Ardian.
(elz/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

2014 Menang Telak, Bagaimana Peluang Prabowo di Garut Tahun Ini?

Sementara itu Yusuf Supriadi, Ketua Brigade 02 Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Garut mengaku optimistis, capaian Prabowo di 2014 bakal kembali terulang tahun ini.

“Kami memiliki pemilih yang loyal, sehingga dukungannya akan tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan suara untuk Prabowo akan tetap terjaga, memburuknya daya beli masyarakat, mahalnya sejumlah kebutuhan pokok, dan lemahanya penegakan hukum, diduga menjadi faktor peningkatan suara signifikan untuk Prabowo.

“Masyarakat sudah tahu itu semua, dan mereka tentu bakal mendukung kami yang mengusung perubahan,” ujarnya.

Ia berharap masuknya sosok Sandiaga Uno yang merupakan pengusaha sukses nasional, bakal mampu menarik pemilih dari kalangan milenial untuk memberikan dukungannya kepada capres nomor urut 2 tersebut.

“Bang Sandi itu sudah memberikan solusi bagi bansga dengan usaha, berapa puluh ribu pegawai di bawahnya,” kata dia.

Yusuf pun optimistis raihan 70 persen yang dicapai Prabowo pada 2014 lalu mampu dipertahankan. “Mungkin lebih, kalau sama (71 persen) iya pasti, saya targetkan di angka 80 persen,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin, Yudha Puja Turnawan menyatakan, keberhasil sejumlah program Jokowi seperti PKH, KIS, KIP dan sejumlah pembangunan infrastruktur akan mampu menambah dukungan masyarakat. “Silahkan cek ke pedesaan, mereka senang dengan adanya dana desa,” ujarnya.

Pola pembangunan yang selama ini tersentralistik di Jakarta, justru diubah pada saat jaman Jokowi berkuasa. “Sekarang masyarakat desa bisa melakukan pembangunan tanpa harus meminta-minta lagi ke pihak lain,” kata dia.

Selain itu, pembangunan sejumlah infrastruktur dan kemudahan usaha yang dibuka pemerintah, ikut mengerek taraf kesejahteraan masyarakat. “Dengan semakin baiknya infrastruktur, maka roda perekonomian masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Dengan sejumlah capaian itu, ia optimis capaian suara Jokowi-MAruf Amin di Garut, bakal semakin besar. “Memang 2014 kami kalah, tetapi kami sekarang sudah di angka 40 persenan lebih, naik signfikan,” ujar dia.

Klasemen Grup K: Posisi Timnas Indonesia U-23 Usai Kalah Telak dari Thailand

Jakarta Timnas Indonesia U-23 menorehkan hasil negatif pada laga pembuka kualifikasi Piala AFC U-23 yang serempak berlansung Jumat (22/3/2019). Ada 10 gol yang berhasil dilesakkan dari dua pertandingan yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Jumat (22/3/2019).

Pertandingan pertama yang digelar adalah Thailand melawan Timnas Indonesia U-23 dimulai pukul 17.00 waktu setempat. Kemudian ada laga tuan rumah, Vietnam melawan Brunei Darussalam yang dimulai pukul 20.00 waktu lokal.

Pada pertandingan pertama, Timnas Indonesia U-23 harus mengakui kekalahan telak dengan skor 0-4 dari Thailand. Gawang Garuda Muda yang dikawal Awan Seto dibobol Shinnaphat Leesoh 21′, Supachai Jaided 50′-penalti, 71′, Supachok Sarachat 74′.

Kekalahan ini membuat peluang Timnas Indonesia U-23 untuk lolos ke Piala AFC U-23 2020 semakin sulit. Apalagi pada laga selanjutnya, mereka akan menghadapi Vietnam, Minggu (24/3/2019).

Sementara itu, Vietnam berhasil mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0. Gol kemenangan tim tuan rumah dicetak Ha Duc Chinh 10′, Nguyen Thanh Chung 24′, Dinh Thanh Binh 45+1, Nguyen Quang Hai 60′, Hyunh Tan Sinh 76′-penalti, Quang Hai 90+1′-penalti.

Hasil ini membuat Vietnam menjadi pemuncak klasemen sementara Grup K dengan raihan tiga poin. Di posisi kedua ada Thailand yang mengoleksi poin sama, namun kalah agresivitas gol. Adapun Timnas Indonesia U-23 berada di peringkat ketiga, diikuti Brunei Darussalam di urutan juru kunci.

Berikut ini adalah klasemen sementara Grup K Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, selengkapnya.