Tatap Final Piala Presiden 2019, Arema FC Andalkan Kekompakan

Liputan6.com, Jakarta – Arema FC antusias menatap laga final Piala Presiden 2019. Di partai puncak turnamen yang disiarkan di Indosiar ini, Tim Singo Edan akan berhadapan dengan Persebaya Surabaya.

Laga final sendiri akan digelar dengan sistem kandang-tandang. Arema FC akan terlebih dahulu menjadi tamu Persebaya pada 9 April, sebelum jadi tuan rumah tiga hari kemudian.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, menyebut pasukannya punya modal khusus jelang dua laga final Piala Presiden 2019 lawan Persebaya. Pelatih asal Bosnia itu mengatakan, kekompakan jadi modal andalan untuk tampil sebagai juara Piala Presiden 2019.

“Kami tim yang kompak, saya lihat makin hari tim kami makin kompak, kami tak cuma kompak dalam bertahan, tapi juga saat menyerang,” kata pelatih yang akrab disapa Milo itu seperti dikutip dari situs Wearearemania.

Arema FC memang menampilkan kekompakan luar biasa sebelum mencapai final Piala Presiden 2019. Mereka bertahan dan menyerang dengan kompak, melibatkan semua posisi.

“Tak hanya bermain zona, kita tahu bagaimana melakukan covering, dan kami sangat membahayakan ketika memegang bola,” ujar Milo, 54 tahun lagi.

Tatap Kampanye Terbuka, BPN: Kami Bagi Tugas, Fokus di Pulau Jawa

JakartaKPU telah menetapkan kampanye terbuka pada 24 Maret-13 April 2019. Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Zulkifli Hasan menyebut timses sudah berbagi tugas di masa kampanye terbuka.

“Bagi-bagi tugas ya. Masing-masing, nggak bisa sama-sama. Kalau sama-sama kan nanti… ya, kita sendiri, mungkin Sandi sendiri, Pak Prabowo sendiri,” kata Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Ketua Umum PAN itu mengatakan seluruh zona kampanye menjadi prioritias bagi BPN Prabowo-Sandiaga. Namun Zulkifli mengatakan, Pulau Jawa menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus pemenangan.

“Semua dong disentuh. Kan dibagi. Tentu fokus utama Jawa ya, tapi bukan berarti daerah lain tidak. Semua dibagi,” ujar dia.

Apakah BPN optimistis bisa segera menyusul elektabilitas Jokowi-Ma’ruf? Zul menjawab diplomatis.

“Insyaallah. Kan sekarang orang tidak berani jawab kalau ditanya,” tutur Zulkifli.

Kampanye terbuka akan berlangsung pada 23 Maret-13 April 2019. Setelah itu, KPU menetapkan hari tenang hingga pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April 2019.
(tsa/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tes Pramusim Positif, Sean Gelael Optimitis Tatap F2 2019

BarcelonaSean Gelael meraih hasil yang terbilang oke pada dua sesi tes pramusim F2. Pebalap Prema Racing itu menyongsong musim dalam kepercayaan diri tinggi.

Sean akan memasuki musim keduanya bersama Prema atau tahun keempatnya berlaga di F2, ajang balap setingkat di bawah F1. Musim lalu, Sean bisa dibilang kurang beruntung karena banyak mengalami masalah selepas empat seri pertama.

Alhasil, Sean pun cuma finis di posisi ke-15 dengan 29 poin. Tidak ada perbaikan dari posisi finis di musim 2017 meski secara torehan poin, Sean meningkat dari sebelumnya 17 poin.

Maka dari itu Sean pun memanfaatkan betul sesi tes pramusim sebanyak dua kali di awal tahun untuk persiapan menjelang musim yang baru. Pada tes pertama di Jerez, 26-28 Februari, Sean tak hanya meraih hasil positif untuk qualifying run (simulasi kualifikasi) namun juga race run (simulasi lomba).

Secara konsisten Sean mampu menembus 10 Besar dengan selisih waktu kompetitif terhadap pebalap tercepat. Hasil ini jelas memberikan kepercayaan besar bagi Sean, mengingat tes pramusim bisa jadi cerminan hasil ketika musim telah bergulir.

Pada tahun-tahun sebelumnya Sean senantiasa terlempar dari 10 Besar baik di kualifikasi maupun balapan. Lalu tes kedua dihelat di sirkuit Catalunya, Barcelona, 5-7 Maret kemarin. Hasil tes Sean menunjukkan pola yang sama dan dia mampu mempertahankannya.

Karakter sirkuit yang berbeda tak membuat Sean kehilangan sentuhan gaya balapnya. Pada tes di Catalunya tersebut Sean mengulangi pencapaian sama seperti di Jerez, qualifying dan race run-nya konsisten ada di 10 Besar.

“Ini modal bagus bagi saya. Biasanya saya selalu kesulitan ketika melakukan qualy run pada tes pramusim dan dampaknya terasa begitu musim berjalan. Sekarang saya merasakan sesuatu yang berbeda, di mana mobil terasa sudah menyatu dengan saya sehingga ujung-ujungnya saya mampu membuat lap time yang kompetitif,” ujar Sean dalam rilis kepada detiksport.

Dengan hasil kualifikasi yang bagus, Sean meyakini dia bisa bertarung untuk memperebutkan poin dan bahkan naik podium. Seperti musim lalu saat dia start dari posisi 12 dan nyaris menang sebelum finis di posisi dua di Monte Carlo, Monako.

Selain itu, Sean juga mencatat kemajuan dari hasil simulasi balap (race run). Pebalap berusia 22 tahun itu mampu mencatat rata-rata waktu kompetitif pada dua hari terakhir tes di Barcelona. Bahkan, di sesi hari kedua, Sean menorehkan waktu rata-rata race run terbaik dengan mengungguli beberapa pebalap senior yang menjadi favorit juara musim ini, seperti Nyck De Vries, Luca Ghiotto, dan Sergio Sette Camara.

Untuk pertama kalinya pula Sean tidak berpindah tim di musim ini. Kondisi tersebut akan membuat Sean lebih mengenal karakter tim dan diyakini bakal membuatnya lebih baik. Dia akan ditemani anak dari Michael Schumacher, Mick Schumacher, sebagai rekan setim.

Hasil Tes Jerez

(10 Best Time)

1. Mick Schumacher (PREMA Racing) 1:24.028

2. Jack Aitken (Campos Racing) 1:24.240

3. Louis Deletraz (Carlin) 1:24.247

4. Nicholas Latifi (DAMS) 1:24.294

5. Nyck de Vries (ART Grand Prix) 1:24.357

6. Dorian Boccolacci (Campos Racing) 1:24.401

7. Giuliano Alesi (Trident) 1:24.401

8. Luca Ghiotto (UNI Virtuosi) 1:24.516

9. Sean Gelael (PREMA Racing) 1:24.528

10. Richard Verschoor (MP Motorsport) 1:24.638

Hasil Tes Catalunya

(10 Best Time)

1. Nyck de Vries (ART Grand Prix) 1:27.024

2. Luca Ghiotto (UNI Virtuosi) 1:27.263

3. Louis Deletraz (Carlin) 1:27.421

4. Guanyu Zhou (UNI Virtuosi) 1:27.454

5. Nobuharu Matsushita (Carlin) 1:27.585

6. Nikita Mazepin (ART Grand Prix) 1:27.731

7. Jack Aitken (Campos Racing) 1:27.731

8. Sergio Sette Camara (DAMS) 1:27.821

9. Sean Gelael (PREMA Racing) 1:27.959

10. Ralph Boschung (Trident) 1:27.960

(mrp/nds)

Tatap MotoGP 2019, Komunikasi di Tim Yamaha Kini Lebih Baik

Jakarta – Tim Yamaha menyambut MotoGP 2019 dengan optimisme. Salah satunya berkat kedatangan kepala proyek baru, Takahiro Sumi.

Sumi direkrut Yamaha pada musim dingin kemarin dan mengemban tanggung jawab dalam pengembangan YZR-M1. Sejauh ini peningkatan telah dirasakan oleh para rider MotoGP, secara khusus di tim pabrikan seperti Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Selepas tes Qatar, Rossi menyebut laju balapan yang dihasilkan motornya sudah cukup bagus, meski masih perlu peningkatan untuk menyaingi Ducati dan Honda. Sementara Vinales menemukan kembali kenyamanan di atas motor, sehingga bisa konsisten menggunakan gaya balapnya.

Pada tes di Qatar, Vinales bahkan jadi yang tercepat dari total tiga hari di sana, dengan waktu putaran terbaik satu menit 54,208 detik. Sedang Rossi ada di urutan lima, berjarak 0,443 detik dari rekan setimnya.

Itu belum menghitung rider Petronas Yamaha Fabio Quartararo, yang sukses merebut posisi dua dengan selisih cuma 0,233 detik dari Vinales.

Manajer tim Yamaha Massimo Meregalli menyebut kedatangan Sumi sebagai kepala proyek yang baru membuat komunikasi di dalam tim lebih baik. Analisisnya terhadap area-area yang perlu ditingkatkan juga membuahkan hasil.

“Ketika kami mendengar soal kepala proyek baru, kami pikir takkan ada yang berubah terkait metode kerja. Tapi alih-alih, Sumi memperkenalkan cara baru bekerja, baik di tim dan di Jepang,” ungkap Meregalli.

“Sejak dia tiba, komunikasi dengan para rider dan teknisi lebih baik. Dengan mengidentifikasi dan mengakui titik-titik lemah dari motor kami, dia menganalisis informasi dan sampai ke kesimpulan bahwa kami tak harus mendesain motor baru.”

“Kami cuma perlu meningkatkan area-area kritis untuk mencapai potensi maksimal M1. Semua yang dia sarankan ke para rider sangat diterima: untuk lebih baik di tikungan dan berakselerasi lebih cepat. Itulah arahnya,” tambahnya Autosport. (raw/ran)

Cak Imin Yakin Kartu Sakti Baru Jokowi Bakal Dulang Suara di Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meyakini tiga kartu ‘sakti’ baru petahana Joko Widodo (Jokowi) bakal mengambil hati rakyat. Karena menurutnya program baru itu berdasarkan hasil temu masyarakat di bawah

“Pasti, semua bahasa Pak Jokowi dan program itu betul-betul hasil tatap muka kebutuhan rakyat,” kata Cak Imin usai pidato politik Jokowi di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2).

Jokowi dalam pidato di acara konvensi rakyat, kembali berjanji mengeluarkan program berupa kartu-kartu. Kartu itu adalah kartu sembako murah, kartu Indonesia pintar untuk perguruan tinggi, dan kartu pra kerja untuk pelatihan vokasi.

Cak Imin menilai program itu keluar sebagai evaluasi kerja periode pertama. Menurutnya tiga kartu tersebut berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Semua program baru berdasarkan pengalaman dan kebutuhan lima tahun ini. Sehingga tentu saja kartu baru atau program baru berdasarkan kebutuhan dan tuntutan masyarakat,” kata dia.

Dewan penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu menyinggung bahwa program tersebut lahir berkat pentingnya pengalaman pemimpin.

“Karena itu yang disebut pentingnya pengalaman di situ agar track rencana pembangunan betul-betul sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Cak Imin.

Reporter: Ahda Bayhaqi

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

5 Teknik Ciuman Agar Saat Bercinta Tidak Terasa Membosankan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu kegiatan yang mampu memanaskan hubungan intim adalah ciuman. Aktivitas ini mampu menjadi pertanda tentang seberapa besar kasih sayang Anda baik pada suami atau istri saat bercinta.

Melakukan ciuman yang itu-itu saja tentu membosankan. Karena itu, mengutip Your Tango pada Kamis (21/2/2019), pakar seks Sean Jameson memiliki lima teknik yang bisa dicoba saat Anda bercinta.

1. Segitiga ciuman

Jameson mengatakan, cara mencium ini cocok untuk setiap posisi seks tatap muka. Mulailah dengan ciuman di bibir seperti biasa, kemudian beralih ke pipi, leher, dan kembali ke bibir.

“Untuk membuat gerakan ini benar-benar baik dan halus, jangan bergeser dengan tiba-tiba. Sebagai gantinya, berikan ciuman kecil ketika berpindah ke area berikutnya,” kata Jameson.

2 dari 4 halaman

Memberikan gigitan

2. Gigitan lembut

Berciuman bukan hanya soal bibir. Anda bisa menggunakan gigi untuk memberikan sensasi pada pasangan. Tentu saja, bukan menggigitnya dengan kasar atau kuat-kuat.

“Perlahan-lahan beralihlah dari menggunakan bibir ke gigitan lembut di bibirnya di antara gigi-gigi Anda. Selanjutnya, mulailah dengan perlahan menariknya ke belakang sehingga bibirnya perlahan-lahan meluncur melalui gigi Anda,” ujar Jameson. Yang pasti, ini bukan bertujuan untuk menyakiti pasangan.

3. Sedikit isapan

Ini menjadi pengembangan dari teknik sebelumnya. Anda bisa memvariasikan teknik sebelummya dengan sedikit hisapan.

“Cara lain untuk mengisap bibirnya adalah seperti mengisap permen lolipop, ” kata Jameson. Untuk itu, ciumlah salah satu bagian bibirnya dan isap dengan lembut.

3 dari 4 halaman

Menyentuh bagian lain

4. Bantuan tangan

Untuk memberikan sensasi ke seluruh tubuh, Jameson menyarankan Anda untuk menggunakan bantuan tangan dengan sentuhan di seluruh tubuh pasangan. Pastikan memegangnya di bagian yang paling sensitif di badannya.

Jameson mengatakan, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menyisir rambut dengan tangan, atau memijat lehernya dengan jari-jari Anda.

5. Memainkan telinga

Telinga merupakan salah satu bagian paling sensitif di tubuh manusia. Ciuman dan isapan lembut di bagian itu akan memberikannya perasaan bergairah. Sama seperti sebelumnya, memberikan ciuman atau sedikit gigitan di bagian itu harus dilakukan dengan lembut dan tidak kasar.

4 dari 4 halaman

Simak juga video menarik berikut ini:

Jokowi-Prabowo Kian Tipis di Sumsel, TKD Siapkan Serangan Darat dan Udara

Jakarta – Hasil survesi LSI Denny JA menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin tertinggal 3,6 persen dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sumatera Selatan. Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin optimistis bisa mengejar ketertinggalan.

“Melihat perolehan kita sekarang optimis sekali kita bisa menguasai Sumsel untuk kemenangan Jokowi-Maruf,” ujar Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf, Syahrial Oesman, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/2/2019).

Syahrial mengatakan pada bulan Oktober 2018 lalu, selisih elektibilitas Jokowi dengan Prabowo cukup jauh. Berdasarkan data internal TKD, Jokowi tertinggal hingga 29%. Menurutnya, hasil survei LSI tersebut menunjukkan Jokowi terus menggerus suara Prabowo di Sumsel.
“Ketika serah terima saya jadi ketua TKD Sumsel pada bulan oktober 2018 itu menurut data internal kami selisih antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo itu ada di angka 29% selisihnya. Terus di akhir Desember kita masih kalah dengan selisih 9%. Nah sekarang kan menurut survei LSI selisihnya tinggal 3,6% persen lagi dengan margin of error 4,8%, kita bisa mengejar sekarang,” katanya.

“Target kita menang di akhir Maret,” imbuh Syahrial.

Syahrial yakin, pada bulan Maret nanti, suara Jokowi-Ma’ruf akan semakin meningkat. Apalagi, saat ini, mesin partai politik, relawan, hingga simpatisan telah bergerak secara optimal.

InsyaAllah di akhir maret kita sudah unggul lah. Salah satu kenapa kita bisa mengejar ketertinggalan itu karena kita melakukan kampenye door to door kemarin di Kota Palembang dengan melibatkan 600 relawan yang langsung turun ke rumah-rumah warga. Menyosialisasikan program-program Jokowi dan membagi-bagian stiker juga. Setiap relawan itu targetnya mengetuk 25 rumah, dikali 600 berarti kan 15 ribu rumah, bayangkan? Nah itu gerakan door to door atau gerakan ketuk pintu di kota Palembang itu gelombang pertama dan sudah kita lakukan beberapa minggu lalu,” tutur Syahrial.

“Hari ini dan besok kita juga sudah menyiapkan 600 relawan lagi untuk kegiatan serupa, 600 relawan itu tadi sudah diberikan pelatihan atau bimtek (bimbingan teknis), rencananya ketuk pintu gelombang ke 2 itu akan dilaksanakan tanggal 23 Februari dengan terget di rumah-rumah di Musibanyasin. Pokonya sisa 2 bulan lagi menjelang pemilu nanti program door to door akan menjangkau semua kabupaten kota di seluruh Sumsel,” sambung dia.

Syahrial mengungkapkan, demi meraup suara, di awal Maret nanti pihaknya juga telah menyiapkan tim-tim informasi dan teknologi (IT) yang dipersiapkan untuk membantu menyosialisasikan visi-misi Jokowi-Ma’ruf di sosial media. Hal itu, juga sekaligus untuk menangkal fitnah-fitnah dan hoax yang ditujukan untuk menyerang sang capres.

“Mulai awal Maret nanti, tim TKD sumsel ini sudah menyiapkan tim IT yang orang-orangnya kita datangkan dari kalangan profesional dari Jakarta dan Bandung untuk juga membantu serangan udara kita untuk menyosialisasikan program-program Jokowi juga untuk menangkan berita-berita hoaks yang dialamatkan kepada Pak Jokowi. Belum lagi ada gerakan dari Ketua RT-RW dari Kota Palembang dan kabupaten kota lainnya untuk bekerja sama memangkan Jokowi-Ma’ruf,” beber Syahrial.

Sebelumnya, LSI Denny JA menggelar survei di Sumsel pada 8-12 Februari 2019. Metode pengumpulan datanya adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 440 orang. Wawancara dilakukan dengan tatap muka. Margin of error plus-minus 4,8 persen.

Hasil survei menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 40,7 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 44,3 persen. Sementara itu, masih ada 15 persen responden yang belum menentukan pilihan.

Pada Pemilu 2014, Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, meraih 51,26 persen di Sumsel. Sedangkan Jokowi-JK meraih 48,74 persen.
(mae/tor)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tira Persikabo dan Persija Tatap Leg Kedua 32 Besar Piala Indonesia

Jakarta – Tira Persikabo dan Persija Jakarta kembali berhadapan di leg II babak 16 besar Piala Indonesia. Laga sebelumnya menjadi refleksi untuk memetik hasil bagus.

Asisten pelatih Tira Persikabo Miftahudin Mukson mengaku sudah mengantongi kekuatan Persija Jakarta. Hasil imbang di pertemuan leg pertama membuat timnya tahu kelemahan lawan.

Tira-Persikabo dan Persija akan bertemu kembali di leg kedua 16 besar Piala Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Kamis (21/2/2019). Sebelum menghadapi laga tersebut, Tira telah melakukan evaluasi setelah hanya bermain imbang 2-2 di leg pertama.

“Kami tahu kemarin pada saat leg pertama hasilnya imbang 2-2, dari hasil kemarin kami sudah evaluasi. Artinya kami kebobolan dua gol yang sangat cepat di gol pertama Persija itu jadi catatan kami dan menjadikan evaluasi untuk perbaikan di sisa pasca pertandingan di tiga hari,” ujarnya.

“Kalau bicara kami optimis, selalu, tim kami berusaha untuk bermain sebaik mungkin. Masalah hasil nanti, siapa yang kerja keras di lapangan itu yang akan menentukan. Artinya pasca leg pertama kami seri 2-2 dari sisi sistem yang dianut oleh Piala Indonesia otomatis kami ada dibawah saat ini dibanding Persija, dan semua juga sudah pada tahu bahwa masyarakat Indonesia tahu bahwa Persija adalah tim besar,” dia menambahkan.

Namun begitu, dia menyakini Tira Persikabo akan berjuang keras. Kelemahan-kelemahan Persija akan dimanfaatkan oleh Manahati Lestusen dkk.

“Yang jelas analis kami juga sudah membuat dan melihat seperti apa Persija, bagaimana kekuatannya dan bagaimana kelemahannya. Yang jelas kami bisa cetak dua gol, tapi mereka juga cetak dua gol,” kata Miftahudin.

“Kami juga tidak menutup melihat celah yang dimiliki oleh Persija di sektor belakang. Tapi saya yakin dengan pelatih sekelas Ivan Kolev, dibantu juga asistennya yang berkualitas, mereka pasti juga kurun waktu tiga hari pasti juga mempunya metode latihan untuk memperbaiki itu,” dia menambahkan.

Sementara itu, asisten pelatih Persija Mustaqim menegaskan timnya siap merebut kemenangan. Persija sudah melakukan evaluasi yang diharapkan membuat pemain tampil lebih oke.

“Persija datang ke Bekasi dan sebagai tuan rumah yang jelas kita siap memenangkan pertandingan. Motivasi pemain sangat tinggi karena pertandingan menentukan untuk ke babak berikutnya,” ujar Mustaqim di Stadion Patriot, Rabu (20/2/2019).

“Oleh sebab itu Insya Allah kami akan bertarung untuk memenangkan pertandingan melawan mereka (Tira-Persikabo),” dia menambahkan.

(cas/ran)


Kirim Pesan WhatsApp Bisa Diatur Waktunya, Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta WhatsApp saat ini menjadi aplikasi andalan banyak orang untuk berkirim pesan. WhatsApp memungkinkan penggunanya untuk mengirim teks, gambar, suara, video atau dokumen lain secara gratis hanya dengan sambungan internet.

Namun ada kalanya Anda ingin mengirim pesan-pesan tersebut di waktu tertentu. Pesan tersebut mungkin seperti ucapan ulang tahun, ucapan Tahun Baru, ucapan hari raya dan lain sebagainya.

WhatsApp memang belum memiliki fitur untuk mengatur waktu pengiriman pesannya. Namun banyak aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan Anda untuk mengatur waktu pengiriman pesan WhatsApp. Dengan begitu Anda tak perlu lagi cemas jika lupa untuk mengirim pesan penting di waktu yang tepat.

Aplikasi ini dapat diunduh gratis melalui Play Store dan Appstore. Aplikasi ini tak hanya mampu mengirim pesan berupa teks, namun juga foto dan video serta dokumen lain. Berikut cara mengatur waktu pengiriman WhatsApp seperti Liputan6.com lansir dari Maketecheasier, Sabtu (16/2/2019).

2 dari 3 halaman

Download Aplikasi SKEDit

Download Aplikasi SKEDit di Play Store atau Appstore ponsel Anda. Setelah terinstall, buka aplikasi tersebut. Pada langkah awal, Anda diminta untuk Login di aplikasi tersebut. Anda dapat membuat akun untuk dapat login di aplikasi tersebut atau juga dapat login menggunakan akun Facebook Anda.

Tak hanya mengatur waktu pengiriman pesan untuk WhatsApp, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur pengiriman pesan untuk WhatsApp bisnis, SMS, email, menelepon, atau membuat status di Facebook.

Cara Mengatur Pengiriman Pesan WhatsApp

· Setelah berhasil login, Anda akan dibawa ke menu utama (Home). Di sini Anda dapat memilih aplikasi apa saja yang akan Anda atur waktu pengirimannya.

· Pilih WhatsApp

· Setelah itu tap pada ‘Add WhatsApp Recipient(s)’, maka Anda akan diarahkan langsung ke aplikasi WhatsApp untuk memilih kontak atau grup yang akan dikirimi pesan.

· Pilih grup atau kontak yang akan dikirimi pesan, setelah itu Anda akan otomatis diarahkan kembali pada aplikasi SKEDit.

· Setelah kontak atau grup terpilih, Anda dapat mengetik pesan yang akan dikirimkan. Anda juga dapat mengirim foto, video, suara, atau dokumen lainnya dengan men-attach file tersebut melalui ikon klip di pojok kanan bawah kolom pesan.

· Setelah itu atur waktu pengiriman pada bagian ‘scedhule’. Anda bisa mengatur tanggal dan jam yang diinginkan untuk mengirim pesan.

· Untuk dapat mengirimkan pesan pada waktu tertentu secara otomatis, Anda harus menonaktifkan lockscreen pada ponsel. Selain itu Anda juga harus menonaktifkan pengaturan optimasi baterai di ponsel.

· Setelah semua telah teratur, tap pada ikon centang di pojok kanan atas untuk mulai mengirim pesan WhatsApp pada waktu tertentu.

· Pesan Anda akan terkirim secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Fitur-fitur Unggulan WhatsApp

1. Berkirim pesan sederhana

Dengan WhatsApp, Anda dapat mengirim pesan ke teman dan keluarga secara gratis. WhatsApp menggunakan koneksi internet telepon untuk mengirim pesan sehingga Anda tak perlu memikirkan tarif SMS.

2. Chat grup

Dengan chat grup, Anda dapat membagikan pesan, foto, dan video kepada 256 orang sekaligus di dalam grup. Anda juga dapat memberi nama grup, membisukan, atau menyesuaikan pemberitahuan, dan masih banyak lagi.

3. Panggilan suara dan video

Dengan panggilan suara, Anda dapat berbicara dengan teman dan keluarga secara gratis, bahkan jika mereka berada di negara lain. Dan dengan panggilan video gratis, Anda dapat melakukan pembicaraan tatap muka saat suara atau teks saja tidak cukup.

Panggilan suara dan video WhatsApp menggunakan koneksi Internet telepon, bukan dengan menit panggilan paket seluler Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan biaya panggilan yang mahal.

4. Whatsapp Web dan Desktop

Dengan WhatsApp di web dan desktop, Anda dapat dengan lancar menyinkronkan semua chat ke komputer agar Anda dapat chat pada perangkat apa pun yang paling nyaman untuk Anda.

Anda dapat mengunduh aplikasi desktop atau kunjungi web.whatsapp.com untuk mulai menggunakan WhatsApp Web.

5. Enkripsi End-To-End

Sebagian momen pribadi Anda dibagikan di WhatsApp, oleh karena itu WhatsApp membangun enkripsi end-to-end ke versi terbaru aplikasinya.

Ketika terenkripsi end-to-end, pesan dan panggilan Anda akan diamankan. Jadi hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda saja yang dapat membaca pesan atau mendengar panggilan tersebut. Tidak ada orang lain yang mengetahuinya, bahkan pihak WhatsApp sekalipun.

6. Membagikan dokumen dengan mudah

Anda dapat mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan masih banyak lagi, tanpa repot menggunakan email atau aplikasi berbagi file.

Anda dapat mengirim dokumen dengan ukuran hingga 100 MB yang akan memudahkan Anda untuk membagikan hal yang perlu dibagikan ke orang yang Anda inginkan.

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).