Kirim Pesan WhatsApp Bisa Diatur Waktunya, Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta WhatsApp saat ini menjadi aplikasi andalan banyak orang untuk berkirim pesan. WhatsApp memungkinkan penggunanya untuk mengirim teks, gambar, suara, video atau dokumen lain secara gratis hanya dengan sambungan internet.

Namun ada kalanya Anda ingin mengirim pesan-pesan tersebut di waktu tertentu. Pesan tersebut mungkin seperti ucapan ulang tahun, ucapan Tahun Baru, ucapan hari raya dan lain sebagainya.

WhatsApp memang belum memiliki fitur untuk mengatur waktu pengiriman pesannya. Namun banyak aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan Anda untuk mengatur waktu pengiriman pesan WhatsApp. Dengan begitu Anda tak perlu lagi cemas jika lupa untuk mengirim pesan penting di waktu yang tepat.

Aplikasi ini dapat diunduh gratis melalui Play Store dan Appstore. Aplikasi ini tak hanya mampu mengirim pesan berupa teks, namun juga foto dan video serta dokumen lain. Berikut cara mengatur waktu pengiriman WhatsApp seperti Liputan6.com lansir dari Maketecheasier, Sabtu (16/2/2019).

2 dari 3 halaman

Download Aplikasi SKEDit

Download Aplikasi SKEDit di Play Store atau Appstore ponsel Anda. Setelah terinstall, buka aplikasi tersebut. Pada langkah awal, Anda diminta untuk Login di aplikasi tersebut. Anda dapat membuat akun untuk dapat login di aplikasi tersebut atau juga dapat login menggunakan akun Facebook Anda.

Tak hanya mengatur waktu pengiriman pesan untuk WhatsApp, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur pengiriman pesan untuk WhatsApp bisnis, SMS, email, menelepon, atau membuat status di Facebook.

Cara Mengatur Pengiriman Pesan WhatsApp

· Setelah berhasil login, Anda akan dibawa ke menu utama (Home). Di sini Anda dapat memilih aplikasi apa saja yang akan Anda atur waktu pengirimannya.

· Pilih WhatsApp

· Setelah itu tap pada ‘Add WhatsApp Recipient(s)’, maka Anda akan diarahkan langsung ke aplikasi WhatsApp untuk memilih kontak atau grup yang akan dikirimi pesan.

· Pilih grup atau kontak yang akan dikirimi pesan, setelah itu Anda akan otomatis diarahkan kembali pada aplikasi SKEDit.

· Setelah kontak atau grup terpilih, Anda dapat mengetik pesan yang akan dikirimkan. Anda juga dapat mengirim foto, video, suara, atau dokumen lainnya dengan men-attach file tersebut melalui ikon klip di pojok kanan bawah kolom pesan.

· Setelah itu atur waktu pengiriman pada bagian ‘scedhule’. Anda bisa mengatur tanggal dan jam yang diinginkan untuk mengirim pesan.

· Untuk dapat mengirimkan pesan pada waktu tertentu secara otomatis, Anda harus menonaktifkan lockscreen pada ponsel. Selain itu Anda juga harus menonaktifkan pengaturan optimasi baterai di ponsel.

· Setelah semua telah teratur, tap pada ikon centang di pojok kanan atas untuk mulai mengirim pesan WhatsApp pada waktu tertentu.

· Pesan Anda akan terkirim secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Fitur-fitur Unggulan WhatsApp

1. Berkirim pesan sederhana

Dengan WhatsApp, Anda dapat mengirim pesan ke teman dan keluarga secara gratis. WhatsApp menggunakan koneksi internet telepon untuk mengirim pesan sehingga Anda tak perlu memikirkan tarif SMS.

2. Chat grup

Dengan chat grup, Anda dapat membagikan pesan, foto, dan video kepada 256 orang sekaligus di dalam grup. Anda juga dapat memberi nama grup, membisukan, atau menyesuaikan pemberitahuan, dan masih banyak lagi.

3. Panggilan suara dan video

Dengan panggilan suara, Anda dapat berbicara dengan teman dan keluarga secara gratis, bahkan jika mereka berada di negara lain. Dan dengan panggilan video gratis, Anda dapat melakukan pembicaraan tatap muka saat suara atau teks saja tidak cukup.

Panggilan suara dan video WhatsApp menggunakan koneksi Internet telepon, bukan dengan menit panggilan paket seluler Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan biaya panggilan yang mahal.

4. Whatsapp Web dan Desktop

Dengan WhatsApp di web dan desktop, Anda dapat dengan lancar menyinkronkan semua chat ke komputer agar Anda dapat chat pada perangkat apa pun yang paling nyaman untuk Anda.

Anda dapat mengunduh aplikasi desktop atau kunjungi web.whatsapp.com untuk mulai menggunakan WhatsApp Web.

5. Enkripsi End-To-End

Sebagian momen pribadi Anda dibagikan di WhatsApp, oleh karena itu WhatsApp membangun enkripsi end-to-end ke versi terbaru aplikasinya.

Ketika terenkripsi end-to-end, pesan dan panggilan Anda akan diamankan. Jadi hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda saja yang dapat membaca pesan atau mendengar panggilan tersebut. Tidak ada orang lain yang mengetahuinya, bahkan pihak WhatsApp sekalipun.

6. Membagikan dokumen dengan mudah

Anda dapat mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan masih banyak lagi, tanpa repot menggunakan email atau aplikasi berbagi file.

Anda dapat mengirim dokumen dengan ukuran hingga 100 MB yang akan memudahkan Anda untuk membagikan hal yang perlu dibagikan ke orang yang Anda inginkan.

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Mengejar Cuan dari Jual Mimpi dan Cinta

Jakarta – Apapun yang bisa menghasilkan uang bisa menjadi peluang bisnis. Termasuk urusan percintaan, alias biro jodoh.

Jika mengetik kata biro jodoh dalam mesin pencari di internet, maka akan muncul beragam situs biro jodoh. Ini membuktikan bahwa, biro jodoh sudah seperti sebuah industri.

Usaha jasa ini sebenarnya juga sudah berkembang bahkan sejak internet belum begitu berkembang seperti saat ini. Mereka para penyedia jasa ini beriklan melalui surat kabar hingga selembaran.

Esron Pandapotan Pangabean misalnya, dia mengaku sudah mendirikan biro jodoh bernama Esron Club sejak 2001. Saat itu dia dan pesaing sering beriklan melalui surat kabar di media cetak.

“Nah dulu itu sampai ada kejadian, sudah bayar keanggotaan 1 bulan, tiba-tiba biro jodohnya tutup. Akhirnya yang iklan di salah satu koran terkemuka itu harus mencantumkan alamat jelas. Kami hingga saat ini salah satu yang bertahan dan berhasil,” ujarnya kepada detikFinance, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya Esron bergelut di bidang advertising, namun karena merasa memiliki bakat menjadi mak comblang dia memilih untuk mengembangkan biro jodoh dengan memakai nama perusahaan advertising-nya.

“Saya dulu sering menjodohkan teman dan berhasil. Mereka menyarankan saya buka biro jodoh. Jadi ini panggilan hati,” tuturnya.

Dari segi mekanisme bisnis, biro jodoh masih sama. Perusahaan menawarkan jasa mak comblang. Bagi mereka yang tertarik cukup mendaftarkan diri dan membayar biaya keanggotaan.

Biaya keanggotaan itu yang menjadi biaya operasional para biro jasa. Sebab biasanya mereka mengatur jadwal pertemuan antara kliennya. Sisanya masuk sebagai keuntungan perusahaan.

“Kalau kami memberikan pendampingan hingga mereka bertemu kita dampingi juga. Pertemuannya di tempat yang layak dan kita jaga kredibilitas kita. Karena kita berorientasi jodoh yang murni,” tambahnya.

Esron sendiri menawarkan beberapa paket keanggotaan, mulai dari Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta. Besarannya menentukan pelayanan jasa.

Intinya anggota yang sudah terdaftar akan mendapatkan data anggota lainnya dari lawan jenis. Esron akan memberikan data anggota yang sekiranya cocok dengan selera kliennya.

“Tapi kita interview dulu. Makanya wajib tatap muka. Kita akan berikan yang cocok buat dia. Misalnya kalau dia dominan atau sifatnya cenderung leader, kita tidak bisa kasih yang sifatnya sama. Sudah pasti tidak cocok,” tambahnya.

Esron memang memberikan syarat untuk bertemu langsung, bisa datang ke kantornya atau melakukan pertemuan. Selain untuk mengetahui karakteristik kliennya, juga untuk memastikan bahwa kliennya adalah orang yang benar-benar butuh jodoh.

Esron mensyaratkan beberapa dokumen. Pertama KTP. Jika di KTP status tertulis lajang maka tidak masalah. Namun jika statusnya sudah menikah dan mengaku sudah pisah, maka dibutuhkan dokumen pelengkap.

“Kalau pisah meninggal atau hidup ya kita harus ada kelengkapan surat yang bisa dipertanggungjawabkan. Mungkin kalau ada orang yang mau iseng, jadi gagal di tahap interview,” tambahnya.

Selain itu kliennya juga harus mengisi data diri seperti pekerjaan hingga besaran pemasukannya. Hal itu untuk mencocokkan dengan keinginan anggota lainnya. Meski begitu dia menjamin data kliennya tidak akan bocor.

Esron mengaku saat ini biro jodohnya sudah memiliki 600 lebih anggota. Dari sekian banyak anggotanya, setidaknya ada 30% dari anggota Esron yang sudah berhasil dijodohkan.

“30% itu yang melapor ke kami ya. Kalau mereka yang sudah jalan sendiri tidak melapor kita tidak tahu,” tambahnya.

Meski terkesan banyak tapi sebenarnya bisnis yang menjual cinta ini ternyata tidak begitu menggiurkan. Omzet kotor Esron hanya Rp 25 juta, itu pun belum dipotong biaya operasional saat mempertemukan kliennya, membayar gaji 4 karyawan hingga operasional kantor.

Esron mengakui dia menggeluti bisnis yang menjual mimpi dan cinta ini memang bukan semata-mata mencari uang. Ada kepuasan batin saat berhasil menjodohkan kliennya. Bahkan dia memperbolehkan kliennya membayar biaya keanggotaan dengan dicicil.

“Kalau bicara omzet kadang bisa di atas kadang di bawah. Kebanyakan bayarnya kredit, misalnya Rp 1,5 juta mereka bayar Rp 300 ribu dulu. Tali oke tidak apa-apa. Saya menjalani cuma panggilan hati,” tutupnya. (das/ang)

Head to Head dengan PDIP di DKI, Gerindra Klaim Unggul di Survei Internal

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei tentang elektabilitas partai politik di daerah pemilihan DKI Jakarta 1, DKI Jakarta 2, dan DKI Jakarta 3. Hasilnya PDIP mengungguli Gerindra di ketiga dapil tersebut.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif mengatakan hasil survei Charta Politika dijadikan bahan evaluasi partai. Namun dia mengklaim, hasil survei internalnya, Gerindra justru unggul dari PDIP di ibu kota.

“Sesungguhnya hasil survei internal kita sudah di atas 29 persen,” kata Syarif saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Syarif yakin Gerindra bakal unggul di DKI. Dia mengatakan strategi untuk meraup suara di DKI Jakarta yakni dengan cara door to door yang dilakukan para caleg Gerindra.

“Yakin (unggul). Strateginya door to door semua caleg begerak,” kata dia.

Direktur Riset Charta Politika, Muslimin sebelumnya mengatakan PDIP dan Gerindra mendominasi suara di ketiga dapil Jakarta. Survei dilaksanakan pada tanggal 18-25 Januari 2019. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 2.400 responden total atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.

“Kalau kita lihat, ini proporsional tertutup ya. Kita menyodorkan simulasi gambar partai, kita tanya kepada pemilih atau masyarakat di DKI 1, 2, dan 3, seandainya pileg untuk memilih anggota DPR RI dilakukan hari ini maka hasilnya, kita melihat bahwa di dapil DKI 1 itu yang unggul masih PDIP 17,6 persen, kemudian Gerindra 14,0 persen,” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan.
(idn/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Caleg DKI-1: Imam Nahrawi-Eko Patrio-Habiburokhman Masuk DPR

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil surveinya tentang tingkat pengenalan calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta 1. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

“Jadi di DKI 1 yang paling dikenal, yang paling tinggi tingkat pengenalannya, itu ada Imam Nahrawi 51,8 persen. Kemudian nomor 2 ada Habiburokhman (31,7 persen),” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Imam Nahrawi.Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)

Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.
Selain tingkat pengenalan caleg, Charta Politika melakukan survei elektabilitas calon anggota DPR RI dari dapil DKI 1. Responden diberi pertanyaan ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Hasilnya, Imam Nahrawi masih menduduki posisi puncak.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI 1, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” ungkap Muslimin.

Eko Patrio.Eko Patrio (Noel/detikFoto)

Responden juga diberi simulasi kertas suara. Di dapil DKI 1, pengaruh partai politik disebut lebih kuat karena banyak responden yang mencoblos gambar partai dibanding nama caleg.

“Kalau kita lihat dari beberapa nama memang nama-nama yang populer itu pada akhirnya cukup banyak yang kemudian orang mencoblos. Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya. Artinya adalah dapil 1 ini partai politiknya jauh lebih kuat dibanding caleg-calegnya, terutama di Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Untuk perolehan kursi, hasil survei Charta Politika menunjukkan akan ada beberapa partai yang kehilangan kursi dari DKI 1. Namun, ada juga partai yang justru menambah jumlah kursinya.

“Kursi itu akan hilang di dapil 1, kemudian PPP dan Demokrat kalau menggunakan simulasi yang sekarang. Walaupun kemudian Gerindra yang cukup signifikan karena dari 1 kursi di 2014, sekarang dari simulasi kita, Gerindra akan mendapatkan 2 kursi untuk di dapil 1,” tuturnya.

“Sisanya ada PKB, karena tadi didongkrak oleh suara Imam Nahrawi, kemudian Golkar masih bertahan dengan 1 kursi dan PDIP 1 kursi. Kemudian PKS juga hilang ya, walaupun sebenarnya masih ada sekitar 30 persenan yang tidak mencoblos kertas suara,” imbuh Muslimin.

Fenomena PKB, yang mendapatkan dongkrak suara dari Imam Nahrawi, disebut Muslimin juga terjadi di beberapa dapil. Selain itu, PKB diuntungkan karena memiliki nomor urut 1.

“Jadi peningkatan PKB cukup signifikan di survei kita karena tadi di beberapa survei kita coattail effect ya dapat karena ada Ma’ruf Amin yang tetap diasosiasikan PKB. Ada juga keberuntungan di PKB itu karena mereka nomor 1. Angka 1 cukup berpengaruh di beberapa level. Karena kita uji terbuka beberapa pemilih, tapi pas tertutup pada memilih PKB. Jadi ketika nomor 1 PKB dan calegnya nomor 1, itu punya potensi ternyata walaupun tidak populer,” papar Muslimin.

“Terutama bagi pemilih yang sampai bilik suara hanya memilih paslon 01 atau 02 saja, ketika dia membuka kertas besar, sudah pilih nomor 1 saja. Ketika tingkat pengetahuan masyarakat rendah terhadap caleg-caleg, maka bisa diuntungkan di situ,” ucapnya.

Berikut ini 10 besar tingkat pengenalan calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 51,8 persen
Habiburokhman 31,7 persen
Putra Nababan 26,7 persen
Wanda Hamidah 26,3 persen
Asril Hamzah Tanjung 24,4 persen
Chica Koeswoyo 23,7 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 23,5 persen
M Yusuf Mujenih 22,9 persen
Mardani Ali Sera 22,7 persen
Sb. Wiryanti Sukamdanu 21,3 persen

Berikut ini 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 15,1 persen
Habiburokhman 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo 3,8 persen
Putra Nababan 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 3,5 persen
M Yusuf Mujenih 3,5 persen
Chica Koeswoyo 3,3 persen
Wanda Hamidah 2,3 persen
Mardani Ali Sera 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung 2,0 persen

Berikut ini perolehan kursi partai politik dapil DKI Jakarta 1:
PKB 1 kursi
Gerindra 2 kursi
PDIP 1 kursi
Golkar 1 kursi
NasDem 0 kursi
Garuda 0 kursi
Berkarya 0 kursi
PKS 0 kursi
Perindo 0 kursi
PPP 0 kursi
PSI 0 kursi
PAN 1 kursi
Hanura 0 kursi
Demokrat 0 kursi
PBB 0 kursi
PKPI 0 kursi
(azr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Celebes Research: PKB-PKS di Atas PD, PSI Hingga Berkarya Parnoko

Jakarta

Selain elektabilitas pasangan calon pada Pilpres 2019, Celebes Research Center (CRC) juga melakukan survei terhadap partai politik. Hasilnya, PDI Perjuangan jadi yang terdepan diikuti Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019 terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Margin of error sruvei sebesar +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95,0%. Sampel berasal dari 34 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuisioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Quality control survei sebesar 20%.

“PDI Perjuangan 24,5%, Gerindra 12,9%, Golkar 10,4%,” kata Direktur Eksekutif Celebes Research Center, Herman Heizer di restauran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Survei itu dilakukan dengan menggunakan metode simulasi tertutup. Survei dilakukan dengan pertanyaan ‘Jika pemilihan umum legislatif dilaksanakan hari ini, partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih?’ kepada para responden.

Setelah Golkar, PKB membuntuti dengan elektabilitas 7,5%. PKS ada di posisi kelima dengan angka 5,0%. Partai-partai baru seperti PSI, Partai Berkarya, Partai Garuda berkutat di angka nol koma atau partai nol koma (parnoko).

Berikut ini hasil survei CRC soal elektabilitas partai jelang Pileg 2019:

PDIP: 24,5%
Gerindra: 12,9%
Golkar: 10,4%
PKB: 7,5%
PKS: 5,0%
Demokrat: 4,6%
PPP: 2,8%
NasDem: 2,8%
Perindo: 2,3%
PAN: 2,2%
Hanura: 0,8%
PBB: 0,6%
PSI: 0,2%
Berkarya: 0,1%
Garuda: 0,1%
PKPI: 0,0%
Tidak akan ikut memilih: 1,5%
Tidak tahu/tidak jawab/rahasia: 21,7%

Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo, Anggawira dari kubu Prabowo-Sandi, Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Jokowi Bahlil Lahadalia, Rektor Universitas Al Azhar Asep Saifuddin dan Pengamat Politik dari UIN Adi Prayitno hadir dalam rilis survei itu.

(gbr/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Populi: Ada Kenaikan Swing Voters Jokowi dan Prabowo Usai Debat Capres Perdana

Liputan6.com, Jakarta – Debat perdana cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres. Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/2/2019).

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. 6 Persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“3,7 Persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya. 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar. Dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

2 dari 2 halaman

Hasil Paparan Capres dan Cawapres

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. 14,5 persen sisanya tidak menjawab.

53,1 Persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 Persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 Persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cerita Komisioner KPU Heran Ada Caleg Pasang Peraga Kampanye di TPU

JakartaKomisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengatakan caleg di Pemilu tenggelam lantaran masih berkampanye dengan gaya konvensional yakni alat peraga. Bahkan, dia heran ada caleg yang pasang spanduk di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Kan belum efektif kampanye tatap muka. Sekarang masih gaya konvensional, pasang alat peraga kampanye sampai tempat pemakaman umum juga dipasang. Saya juga heran. Ini gaya baru ini. TPU dipasang alat peraga. Saya pikir ini kan orang meninggal ngga bisa milih. ‘Oh Anda salah, ini untuk orang yang ziarah’. Luar biasa,” kata Wahyu saat jadi pembicara di Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Menurut Wahyu cara caleg berkampanye masih belum optimal. Sehingga pileg terasa sepi dibanding pilpres.

Apalagi, menurutnya ada 9 metode untuk berkampanye yakni pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, rapat umum, kegiatan lain sesuai undang-undang, iklan kampanye dan debat capres cawapres.

“Jadi ini kecanggihan, sayangnya kecanggihan ini hanya cara konvensional padahal ada 7 metode yang semestinya kalau dilakukan efektif ini akan dahsyat. Misal tatap muka, pertemuan terbatas ini kalau dilakukan efektif kepentingan pemilih pasti dapat karena ada mekanisme interaktif lebih mendekatkan pemilu dengan pemilih tapi metode ini belum jadi pilihan utama. Pilihan utama masih alat peraga termasuk di TPU,” paparnya.

KPU juga bicara perannya dalam melakukan sosialisasi pemilu. Salah satu program yang dicanangkan yakni sosialisasi dan pendidikan pemilu berbasis warga.

Wahyu memaparkan, program sosialisasi itu KPU turun ke masyarakat mulai dari tingkat RT hingga lokalisasi.

“Ini contoh ekstrem, kita melayani pemilih itu dengan berbagai cara. Sampai pernah saya ke Batam ada lokalisasi masuk harus bawa kondom, saya beli karena tiketnya hanya itu. Saya taat aturan aja. Saya sosialisasi di situ, tapi jangan ditangkap perspektif lainnya, semangatnya adalah kita melayani pemilu sungguh-sungguh,” jelas Wahyu.
(idn/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Warga Vietnam Bangga Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Hanoi – Warga Vietnam menyatakan kegembiraan mereka setelah mendengar negara mereka telah dipilih untuk pertemuan tatap muka kedua antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Mereka mengaku bangga akan hal tersebut.

Dilansir dari AFP, Kamis (7/2/2019), pengumuman negara Asia Tenggara ini sebagai tuan rumah pertemuan keduanya disampaikan oleh dalam pidato kenegaraan Trump. Pertemuan bakal digelar pada akhir Februari.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari jabat tangan bersejarah kedua orang itu. Dalam pertemuan perdana di Singapura tahun lalu, ada juga deklarasi singkat tentang denuklirisasi.
“Negara kami sekarang memiliki posisi baru dan dunia mempercayai kami,” kata seorang warga berusia 82 tahun, Pham Van Thau, di Hanoi.

“Pertemuan itu akan membantu dunia memahami lebih banyak tentang Vietnam,” sambungnya.

Lokasi pasti untuk pertemuan itu belum diumumkan. Namun, ibukota Hanoi dan kota resor pantai Danang dikabarkan menjadi pilihan dari lokasi pertemuan.

Nguyen Hong Nhung, seorang mahasiswa, berharap pertemuan ini dapat memperluas industri pariwisata yang sedang berkembang di negaranya.

“Kami memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Vietnam adalah negara yang indah dan bahwa Vietnam ramah,” katanya.

Perjalanan itu disebut bakal menjadi yang pertama bagi Kim ke Vietnam. Hal itu dianggap dapat menawarkan kepada pemimpin Korea Utara model transformasi ekonomi pasca-perang di bawah negara komunis dengan kecenderungan kapitalis.

“Saya pikir Korea Utara sekarang seperti Vietnam sebelum embargo AS dicabut, miskin dan terbatas secara ekonomi,” ucap Nhung.

Di Facebook dan platform media sosial lainnya, pengguna berseri-seri dengan bangga akan prospek pertemuan tersebut. Para komentator di satu situs mengatakan Kim bahkan dapat mengambil inspirasi dari penyatuan kembali utara dan selatan negara itu setelah perang.

“Mereka bertemu di Vietnam sehingga Kim dapat melihat bagaimana dua bagian negara akan terlihat setelah penyatuan kembali,” komentar Gia Hoang di otofun.net.

Vietnam ingin menindaklanjuti penyelenggaraan KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang sukses pada tahun 2017 dan Forum Ekonomi Dunia regional tahun lalu – meningkatkan gravitas diplomatiknya di panggung global.
(haf/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Jumat 1 Februari 2019: Keanu Menggoda Rossy

Liputan6.com, Jakarta Malam ini Orang Ketiga tentang Rossy syuting iklan berikutnya. Pasangan sama model cowok, Keanu. Dan, Keanu kelihatan suka sama Rossy dan menggoda perempuan itu. Tapi rossy tetap jaga jarak. Keanu tetap bersikeras dekati. Alasannya buat cari chemistry mereka. Rossy mikir bener juga. Rossy mulai melunak.

Aris malah tanya soal adegan cium pipi. Emang ada? Rosy jelaskan ada di script. Kan biasa. Aris hela napas dan tatap Rossy. Aris bilang mungkin buat beberapa orang biasa. Tapi Aris tipe orang yang nggak suka calon istrinya harus seperti itu. Rossy minta maaf dan merasa nggak enak pada Aris.

Sementara itu di episode Orang Ketiga malam ini juga Riris dan Kiara berada di rumah dan siapkan penyambutan kecil buat Rangga. Siapkan makanan kue. Nek Wiwiek juga ada di sana karena mau ikut samnbut Rangga. Rifat lihat ada makanan dan kue. Main comot saja. Riris dan Kiara kesal dan omelin Rifat.


Aji dengar Rifat dimarahi. Aji malah jadi balik marahi Riris dan Kiara dan bela. Jreng! Riris. Kiara dan Nek Wiwiek kaget dan bingung. Kok aji bela Rifat. Lalu, Afifah dan Rangga bertatapan. Rangga akhirnya minta semuanya duduk. Karena ada yang harus dijelaskan.

Ikuti terus Orang Ketiga malam ini sampai tuntas…

2 dari 2 halaman

Ayah Rifat Sudah Meninggal

Rangga dan lain-lain sudah duduk. Rifat juga ada di sana. Rangga akhirnya bilang Rifat bukan anaknya. Tapi, anak kembarannya. Jreng! Nek Wiwike kaget kok rangga tau soal kembarannya. Aji akhirnya cerita. Neneknya Rangga itu kaget pas tahu kembaran Rangga sempat masih hidup. Nangis haru. Nek Wiwiek akhirnya malah peluk Rifat, cicitnya. Aji juga peluk Rifat.

Rifat bingung kenapa dia dipeluk begini. Rangga juga tatap Rifat dan tenangkan Rifat. Ayah Rifat dah meninggal. Tapi keluarga ini memang keluarga Rifat juga. Riris kaget dan protes. Maksud Rangga mau minta Rifat tinggal di sini selamanya?

Riris keberatan. Kiara juga serba salah. Bete karena Rifat sering ganggu dia dan sering sembarangan kelakuannya. Tapi Afifah tenangkan ibunya dan putrinya. Dan bilang biar bagaimana pun Rifat itu keluarga mereka. Tapi, Kiara tetap nggak suka bayangkan ada anak cowok tinggal d rumah dia. Kiara masuk kamar. Afifah bingung.