Threesome Bareng Anak Diganjar Bui

<!–

Caption / Nama penulis / Reporter / Narasumber

Ilustrasi : Nama ilustrator

–>

Beberapa kali Mira, 39 tahun, tak kuasa menahan tangis. Hampir satu bulan ini ia bersama suami keduanya, Rahmat Taufik, 43 tahun, mendekam di sel tahanan Polres Jakarta Selatan. Suami-istri ini disangka melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Keduanya ditengarai melakukan praktik seks threesome dengan anaknya sendiri, Dahlia—bukan nama sebenarnya—yang masih berumur 17 tahun.

“Saya nggak melakukan apa-apa,” ucap Mira sambil sesenggukan dan menutup wajahnya dengan kerudung ketika ditemui detikX di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Februari 2019.

Begitu juga Taufik, laki-laki yang menikahi Mira pada 27 Oktober 2018. Ia keukeuh tak pernah melakukan perbuatan bejat yang dituduhkannya itu. “Kalau (saya) dibilang melakukan, tidak sama sekali,” kata Taufik dari balik sebo yang dikenakannya.

Mira dan Taufik ditangkap polisi di rumahnya di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 14 Januari. Pasangan ini ditangkap setelah polisi menerima laporan pencabulan terhadap Dahlia, yang merupakan anak kandung Mira. Mereka dilaporkan oleh ayah kandung Dahlia, Sabardi Ibnu Sina, 43 tahun. “Tanggal 14 Januari (laporan) ke kita. Dan langsung kita tangkap begitu ada laporan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sanjaya kepada detikX di ruang kerjanya.

Emiliano Sala Meninggal Dunia, Nantes Pensiunkan Nomor 9

Liputan6.com, Nantes – Klub asal Prancis, Nantes memberikan penghargaan untuk Emiliano Sala. Mereka memutuskan untuk mempensiunkan nomor 9 yang dikenakan almarhum.

“Karena Emiliano Sala tidak akan pernah menjadi bagian dari legenda yang telah menulis sejarah besar FC Nantes, nomor 9 yang dia kenakan ditarik,” kata klub.

Striker asal Argentina itu dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat, saat menuju Cardiff City, 21 Januari 2019. Dua minggu menghilang, jasad Emiliano Sala ditemukan di dasar selat Inggris.

Untuk mengormati striker yang meninggal di usia 28 tahun tersebut, Presiden Nantes, Waldemar Kita memutuskan untuk mengistirahatkan nomor 9 selamanya. Bahkan, Kita sampai tak kuasa menahan tangis.

“Saya tidak bisa bilang apa-apa. Ini tragedi. Saya merasa hancur. Emiliano Sala meninggalkan jejaknya. Itulah mengapa, seperti kebanyakan fans, saya berharap bisa menghormatinya dengan mempensiunkan nomor 9,” Kita mengatakan seperti dilansir Mirror.

2 dari 3 halaman

Tak Akan Terlupakan

Nantes, melalui situs resminya, juga memberikan tribute untuk Emiliano Sala. Nantes memasang wajah Sala yang memberikan tulisan: ” ‘Noue ne t’oublierons jamais, Emi!’

Bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia akan berbunyi: ‘Kami tidak akan melupakanmu, Emi!’

Emiliano Sala memperkuat Nantes sejak 2015. Selama tiga musim, dia mampu mencetak 42 gol dari 120 pertandingan di Ligue 1.

3 dari 3 halaman

Penemuan Pesawat

Pesawat naas itu ditemukan pada Minggu (3/2/2019) oleh pemburu kapal karam, David Mearns. Dia dan timnya disewa untuk menemukan pesawat nahas itu berkat bantuan dana dari pemain bintang dunia, termasuk Lionel Messi, hingga mencapai 325 ribu pound sterling.

Sala dan Ibbotson terbang pada 21 Januari lalu menuju Cardiff. Saat itu Sala baru saja menyelesaikan proses transfer yang membuatnya hengkang dari Nantes menuju Cardiff. Saat itu, Sala bertekad untuk bisa mengejar sesi latihan bersama rekan-rekan setim anyarnya di Cardiff keesokan harinya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tiba di Rumah Duka, Jenazah Pria yang Ditembak OTK Disambut Tangis

Probolinggo – Tangis mewarnai kedatangan jenazah Sugeng Effendi (30) warga Kabupaten Probolinggo yang tewas di Papua akibat ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) pada Sabtu (2/2).

Sanak keluarga dan orang tua korban tak kuasa menahan kesedihan sepeninggal Sugeng yang kini tinggal jasadnya saja. Mayat Sugeng tiba di rumah duka diangkut menggunakan ambulans dan dikawal kendaraan patroli polisi.

Kerabat korban saat di Papua, Alfan mengatakan saat peristiwa penembakan, Sugeng tengah sendirian menjaga toko kelontongnya yang berada di depan Sekolah SMU Negeri 1 Mulia.


Nahas menimpa korban sekitar pukul 19.30 WIB, korban ditembak oleh sekelompok orang tak dikenal, yang disinyalir merupakan para KKB.

“Ketika bunyi ledakan senjata sekali, saya langsung datangi toko kelontong korban. Dan saya lihat dia (Sugeng) sudah tergeletak dengan leher tertembus peluru pak,” kata Alfan kepada detikcom, Senin (4/2/19).

Foto: M Rofiq

Setelah kejadian itu, Alfan mengaku langsung melaporkan aksi penembakan itu hingga akhirnya korban dievakuasi ke rumah sakit Mulia. Meski sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat, nyawa Sugeng tak tertolong.
Sebelumnya jasad Sugeng dibawa menggunakan pesawat udara dari Bandara Mulia menuju ke Bandara Sentani. Setelah itu jasadnya kembali diterbangkan ke Bandara Juanda Surabaya, hingga akhirnya diantar ke Probolinggo.
(iwd/iwd) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tanpa Ahmad Dhani, Al dan Dul Menangis Sesenggukan di Konser Dewa 19

JakartaDewa 19 menggelar konser di Malaysia semalam tanpa Ahmad Dhani. Kedua anak Dhani saat konser tak dapat menahan tangis ketika teringat ayah mereka.

Dari video yang beredar di media sosial, anak bungsu Dhani, Dul Jaelani terlihat menangis ketika dirinya membawakan lagu ‘Cinta kan Membawamu Kembali’. Begitu Ari Lasso sampai ke bagian reff, Dul tak dapat menahan tangisnya.

Dul memang didapuk untuk menggantikan Dhani dalam konser bertajuk ‘Dewa 19 Reunion Feat Ari Lasso & Once Live in Malaysia’ itu.

Video juga memperlihatkan ketika putra sulung Dhani AL Ghazali ikut hadir dalam konser. Al nanggis sesenggukan saat Dewa 19 membawakan lagu ‘Hadapi Dengan Senyuman’. Bahkan karena saking terisaknya, seorang staf tampak menenangkan Al.

Ahmad Dhani sendiri memang tidak dapat mengikuti konser karena dirinya ditahan atas kasus ujaran kebencian. Dhani kini ditahan di Rutan Cipinang.

Dhani divonis 1,5 tahun penjara terkait cuitannya tentang Ahok.
(nkn/nkn)

Photo Gallery

Emiliano Sala Hilang, Adik Wanita dan Fans Cardiff City Beri Penghormatan

Liputan6.com, Cardiff – Adik wanita pesepak bola asal Argentina yang hilang Emiliano Sala, Romina menangis tersedu-sedu saat menghadiri acara penghormatan yang dilakukan Cardiff City, Jumat (25/1/2019). Acara penghormatan digelar setelah pesawat yang ditumpangi Sala dan pilot hilang dari radar sejak Senin lalu.

Kepolisian Guernsey memastikan pada Kamis (24/1/2019), pihak mereka sudah menghentikan pencarian untuk Emiliano Sala dan sang pilot David Ibbotson. Pencarian dihentikan karena kemungkinan kedua orang tersebut masih hidup kecil.

Keluarga Sala dan juga pemain asal Argentina seperti Lionel Messi dan Sergio Aguero terus meminta agar pencarian jangan dihentikan. Fans di seluruh duia pun meminta yang sama.

Pada Jumat, fans dan Romina menghadiri penghormatan untuk Emiliano Sala berupa tabur bunga, kaus dan syal yang ditinggalkan di seputar stadion.


2 dari 3 halaman

Menangis

Romina tak bisa menahan tangis dan harus ditenangkan oleh rekan terdekatnya saat acara penghormatan digelar. Staf di Cardiff City juga ikut serta dan dituntun oleh Executive Ken Choo.

“Ini sudah menjadi hari yang sulit buat kita dan kami masih berharap pencarian bisa diteruskan dan kita bisa menemukan Emiliano,” ujar Choo seperti dikutip Mirror.

“Setelah berita soal penghentian Sala dihentikan, saya pikir ini waktu yang tepat bagi staf dan semua pihak untuk meninggalkan buket bunga dan berdoa untuk kepulangannya.

“Suasana hati begitu murung. Saya hadiri sesi latihan dan terlihat begitu datar. Semua pihak terus menanti berita,” katanya.

3 dari 3 halaman

Jadi Keluarga

Cardiff City juga sudah menganggap keluarga Sala sebagai keluarga. Mereka akan memberikan fasilitas apapun yang diminta.

“Kalau mereka minta diantar ke Guernsey atau kemana saja, kami akan fasilitasi itu. Kami juga undang mereka di pertandingan lawan Arsenal,” ujar Choo.

Konser Terakhir Sebelum Bubar, Member Wanna One Menangis

Liputan6.com, Jakarta Tak dapat dipungkiri nama Wanna One merupakan salah satu boy band asal Korea Selatan yang namanya sudah begitu dikenal hingga mancanegara. Grup yang memiliki 11 orang member itu adalah jebolan ajang Produce 101 Season 2.

Seperti yang diketahui, Wanna One telah menjalani kontrak selama 1 tahun lebih. Tak lama lagi, para anggota serta fans harus merelakan bubarnya grup tersebut.

Sebagai ucapan selama tinggal untuk Wannable (sebutan fans Wanna One), mereka baru saja menggelar sebuah konser. Dalam acara tersebut, ada momen saat setiap member tak kuasa untuk menahan air mata.

Setelah satu tahun lebih, kontrak kerja dari Wanna One pun kini sudah berada di detik-detik terakhir. Sebagai ucapan selamat tinggal untuk para fans, grup yang satu ini sempat menggelar konser bertajuk ‘Therefore’ di Gocheok Sky Dome, Seoul pada hari Kamis (24/01) malam.

2 dari 3 halaman

Disambut Haru

Pada konser hari pertama tersebut, Wanna One tampil di atas panggung bawakan lagu-lagu hits mereka. Selain itu, para fans juga dihibur lewat penampilan-penampilan baru dari grup yang kini berada di bawah naungan Swing Entertainment.

Di puncak acara, para member sempat memberikan beberapa pesan untuk para Wannable. Ucapan perpisahan tersebut pun langsung disambut dengan tangis penggemar.

3 dari 3 halaman

Jihoon Menangis

Tak berhenti sampai di situ saja, momen terakhir Wanna One bersama fans itu juga dihiasi dengan tangis dari para member. Salah satunya ada Ong Seung Woo yang tak kuasa menahan air matanya.

Saat memberikan pesan untuk para Wannable, member yang biasanya begitu ceria dan terkenal dengan jargon-jargon yakni Jihoon juga tak kuasa menahan air matanya. Sambil menunduk, Idol satu ini tampak menangis dalam momen perpisahan terakhir tersebut.

Sumber: Kapanlagi.com

Kilas Balik Kehebohan Ahok dari Balik Jeruji

JakartaBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menghirup udara bebas setelah menghabiskan 20 bulan di balik jeruji besi. Dari bui, mantan Gubernur DKI ini tidak henti-hentinya membuat kehebohan.

Ahok divonis bersalah dalam kasus penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Dia dihukum 2 tahun penjara.

Sejak menjadi tersangka hingga menjalani persidangan, Ahok tidak ditahan. Begitu vonis diketok hakim, mantan Bupati Belitung Timur itu langsung dijebloskan ke penjara. Awalnya dibawa ke Lapas Cipinang, Ahok akhirnya ditahan di Rutan Mako Brimob hingga saat ini.

Di balik bui, Ahok tetap menjadi kontroversi sama seperti ketika dia masih menduduki jabatan eksekutif. Kontroversi itu mulai dari keputusan soal kasus hukumnya hingga gejolak kisah percintaan. Kondisi hingga pemikiran-pemikiran Ahok juga rutin dikabarkan lewat surat yang dipublikasikan di media sosial oleh tim Ahok hingga buku yang ditulisnya di penjara.

Begini perjalanan penuh kehebohan Ahok selama dipenjara di Mako Brimob:

9 Mei 2017: Ahok Divonis Penjara

Ahok divonis 2 tahun penjara. Dia dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama adalah “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa.” Kalimat itu dilontarkan Ahok pada 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Ahok usai sidang vonis / Ahok usai sidang vonis / Foto: ANTARA Foto

10 Mei 2017: Ahok Dipindah ke Mako Brimob

Setelah divonis, Ahok sempat dibawa ke Rutan Cipinang. Beberapa jam setelahnya, Ahok dipindahkan ke Rutan Mako Brimob pada selepas tengah malam. Ahok kemudian tetap ditahan di situ hingga setelah dieksekusi.

Menkum HAM Yasonna Laoly saat itu mengatakan Ahok dipindah karena alasan keamanan. Potensi gangguan lalu lintas juga jadi alasan karena saat itu pendukung Ahok sempat demo di depan Cipinang.

23 Mei 2017: Ahok Cabut Banding

Ahok, lewat tim pengacaranya, awalnya sudah memasukkan memori banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Kemudian, Ahok mencabut bandingnya. Keputusan itu dituangkan dalam surat yang dibacakan oleh Veronica Tan yang ketika itu masih istri Ahok. Saat membacakan surat, Vero berurai air mata dengan nada sesenggukan karena tak mampu menahan tangis.

“Saya tahu tidak mudah bagi Saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya. Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini,” kata Vero membacakan surat Ahok.

Veronica menangis saat membacakan surat Ahok cabut banding / Veronica menangis saat membacakan surat Ahok cabut banding / Foto: Ari Saputra

<!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

–>

Tangis Pilu Warnai Pemakaman Bayi Tewas di Tangan Ibu Kandung

Liputan6.com, Jakarta – Bayi QR (1,5 tahun) yang meninggal di tangan ibu kandungnya dimakamkan. Pemakaman diiringi jerit tangis keluarga, bahkan seorang wanita pingsan.

Pemakaman hanya dihadiri keluarga asuh. Bayi QR dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (21/1/2019). Pemakaman dikawal oleh Kepolisian Sektor Jatiuwung beserta petugas dari Kecamatan Periuk sekitar pukul 15.00 WIB.

Usai pemakaman, keluarga asuh bayi QR tak kuasa menahan kesedihan. Seperti Mulyadi yang harus dibantu oleh warga dan keluarganya untuk dapat berjalan meninggalkan pemakaman sambil tertatih tatih dan menangis.

“Ya Allah, Astaghfirullah nak,” ucap Mulyadi berkali-kali sambil terisak-isak menatap jasad bayi QR perlahan terkubur di dalam tanah.

Mulyadi merupakan orangtua asuh dari bayo QR dan merawatnya secara suka rela selama setahun lebih. Sebab, merasa iba karena melihat sang bayi dirawat ibu kandungnya yang mengalami kesulitan ekonomi.

Tak hanya Mulyadi, anak kandungnya pun hingga pingsan tak berdaya setelah beberapa saat meninggalkan makam bayi QR. Dia harus dibopong beberapa pria untuk keluar dari pemakaman karena tak sadarkan diri setelah menangis.

Bayi QR dinyatakan meninggal dunia di Klinik Bunda Sejati, Jatiuwung, Kota Tangerang, setelah dianiaya ibu kandungnya sendiri. Bayi tersebut kerap kali menerima pukulan dan siksaan dari ibu kandungnya sendiri, Rosita (28).

2 dari 3 halaman

Penganiayaan

Sementara itu, Polisi mendatangi rumah kontrakan di Jalan Kian Santang, Priuk Jati Uwung, Tangerang, untuk melakukan olah TKP pada Sabtu pagi. Di rumah inilah bayi QR tewas mengenaskan dengan penuh luka lebam di sekujur tubuhnya.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (20/1/2019), bayi Q meninggal diduga akibat dianiaya Rosita, ibu kandungnya. Warga mengaku kerap melihat penganiayaan yang dialami korban, namun pelaku selalu mengelak.

“Saya pernah bertanya kepada pelaku kenapa anaknya matanya berwarna biru, kata pelaku anaknya habis jatuh di kamar mandi,” kata warga Istiqomah.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku diduga menganiaya darah dagingnya sendiri karena sakit hati pada mantan suami yang tak lain ayah kandung korban. Akibat perbuatanya, Rosita dijerat hukuman 15 tahun penjara.

Rencananya, polisi juga akan memeriksakan kondisi kejiwaan pelaku ke psikiater.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tangis Ustaz Maulana Pecah di Sisi Jenazah Istri

Liputan6.com, Jakarta – Kesedihan mendalam tengah dirasakan Ustaz Maulana. Istri tercintanya, Nuraliyah Ibnu Hajar, meninggal dunia di RS Bhayangkara, Makassar, Minggu (20/1/2019).

Dilansir dari Dream.co.id, Ustaz Maulana tampak hadir di kala jasad sang istri sedang akan dibawa menggunakan ambulans. Mengenakan baju koko berwarna hijau dan serban berwarna senada yang menutupi lehernya, Ustaz Maulana awalnya tampak tegar saat jasad sang istri hendak diangkat ke mobil ambulans.

Namun tembok ketegaran Ustaz Maulana runtuh saat jasad sudah berada di dalam mobil yang pintunya belum tertutup tersebut. Ustaz Maulana terdengar mengucapkan banyak pertanyaan di sisi jenazah sang istri.

Tidak ada dosa ta’ sama saya,” ucap Ustaz Maulana.

2 dari 3 halaman

Kerinduan

Sampai akhirnya, kerinduan Ustaz Maulana tak bisa terbendung lagi. Dengan tangan terlihat seperti memeluk bagian kepala sang istri, Ustaz Maulana akhirnya merebahkan tangan dan sebagian badannya di sisi jasad sang istri.

3 dari 3 halaman

Menangis di Ambulance

Beberapa kerabat yang tampak berada di dalam ambulans tampak tak bisa lagi menahan keharuan. Mereka larut dalam kesedihan yang dirasakan oleh Ustaz Maulana.

Sejurus kemudian, mobil ambulans yang membawa jasad istri Ustaz Maulana akhirnya melaju meninggalkan lokasi rumah sakit. (Nur Ulfa/Dream.co.id)

Tangis Pedangdut Duo Molek Setelah Kepergok Pakai Narkoba

JakartaCaca Wulan Sari (CWS), pedangdut dari grup Duo Molek, menangis saat dihadirkan Polda Metro Jaya dalam rilis kasus. Caca ditangkap karena menggunakan narkoba.

Caca terus menangis dan selalu memalingkan wajah serta menunduk sepanjang rilis yang digelar di kantor Direktorat Reserse Narkoba, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019). Selain Caca, dua tersangka lain, Chandra dan Ansori Nasution, juga dihadirkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat terkait transaksi dan penyalahgunaan narkoba. Polisi lalu mendatangi hotel di Jakarta Pusat dan menangkap Yahya Ansori Nasution pada Kamis (10/1).

“Penggeledahan dilanjutkan ke rumahnya ditemukan barang bukti tersebut di atas,” ujar Argo.
Polisi menyita sabu seberat 5,05 gram dari penangkapan Yahya. Yahya mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang pelaku yang masih dikejar polisi.

“Hasil interogasi Yahya, barang bukti didapat dari DPO dan tanggal 9 Januari telah didistribusi ke Chandra dan Caca dan menggunakannya bersama,” ujar Argo.

Argo menyebut Caca hanya mencoba-coba menggunakan narkotika jenis sabu itu. Caca memakai narkoba itu sejak Desember 2018.

“Kalau tersangka CC kita tanya kenapa menggunakan narkotika ini, dia sebenarnya tidak mau. Dia sudah gunakan bulan Desember 2018, karena lingkungan ya sudah mencobanya,” kata Argo kepada wartawan.

Selain Caca, ada tersangka Chandra dan Yahya yang juga ditahan. Mereka disebut berteman dan mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka N, yang saat ini berstatus DPO.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn menyebut Caca sudah tiga kali membeli barang haram tersebut. Caca membeli dengan harga Rp 1,8 juta per 1 gram.

“Sabu yang didapat YY diperoleh dari tersangka N, yang saat ini sedang kita kejar. Pengambilannya sudah tiga kali, masing-masing pengambilan itu per 10 gram,” kata Calvijn.
(idh/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>